PENGERTIAN KESELAMATAN
Dirangkum oleh Dr. Ir. Aji Suraji, M.Sc.
Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang
BAGIAN 1: KESELAMATAN SECARA UMUM
Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial,
spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar
dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat dilakukan
perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya kerugian ekonomi atau
kesehatan.
Jenis Keselamatan
Perlu dilakukan pembedaan antara produk yang memenuhi standar, yang aman, dan yang
dirasakan aman. Pada umumnya, terdapat tiga jenis keadaan:
Keselamatan normatif digunakan untuk menerangkan produk atau desain yang memenuhi
standar desain.
Keselamatan substantif digunakan untuk menerangkan pentingnya keadaan aman, meskipun
mungkin tidak memenuhi standar.
Keselamatan yang dirasakan digunakan untuk menerangkan keadaan aman yang timbul dalam
persepsi orang. Sebagai contoh adalah anggapan aman terhadap keberadaan rambu lalu lintas.
Namun, rambu-rambu ini dapat menyebabkan kecelakaan karena menyebabkan pengemudi
kendaraan gugup.
Risiko dan respons
Keselamatan umumnya didefinisikan sebagai evaluasi dampak dari adanya risiko kematian,
cedera, atau kerusakan pada manusia atau benda. Risiko ini dapat timbul karena adanya situasi
yang tidak aman atau tindakan yang tidak aman. Contoh dari situasi yang tidak aman adalah
lingkungan kerja yang sangat bising, lingkungan kerja dengan kondisi ekstrem (bertemperatur
sangat tinggi atau rendah atau bertekanan tinggi) atau terdapat senyawa kimia yang berbahaya.
Sebagai respons dari risiko ini, berbagai tindakan diambil sebagai pencegahan. Respons yang
diambil umumnya berupa respons secara teknis dan keluarnya peraturan.
Sebagai tindakan pencegahan akhir, dilakukan asuransi, yang akan memberikan kompensasi
atau restitusi bila terjadi kecelakaan atau kerusakan.
Sistem keselamatan
Sistem keselamatan adalah cabang ilmu teknik. Perubahan teknologi secara kontinu, peraturan
lingkungan serta perhatian terhadap keselamatan publik menyebabkan berkembangnya sistem
keselamatan. Keselamatan umumnya dipandang sebagai gabungan dari berbagai aspek:
kualitas, kehandalan, ketersediaan, kestabilan dan keselamatan. Dalam suatu pabrik, umumnya
terdapat departemen SHE (safety, health, and environment) yang merancang dan mengatur
sistem keselamatan pabrik.
Pengukuran keselamatan
Pengukuran keselamatan adalah aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan,
contohnya adalah mengurangi risiko kecelakaan. Beberapa pengukuran keselamatan meliputi:
ď‚· Pengamatan visual terhadap keadaan tidak aman seperti terdeteksinya pintu keluar
darurat yang tertutupi oleh barang yang disimpan.
ď‚· Pemeriksaan visual terhadap cacat seperti retak, sambungan yang kendor.
ď‚· Analisis Kimia.
ď‚· Analisis X-ray untuk memeriksa objek yang tertutup seperti hasil pengelasan, tembok
semen, atau kulit bagian luar pesawat.
ď‚· Uji destruktif dari sampel.
ď‚· Uji tekan dilakukan dengan memberi tekanan pada orang atau produk, untuk
menentukan "breaking point".
ď‚· Penerapan dari protokol dan prosedur standar sehingga aktivitas kerja terkontrol.
ď‚· Pelatihan tenaga kerja, vendor, dan pengguna produk.
ď‚· Instruksi manual yang menjelaskan cara penggunaan suatu produk atau pelaksanaan
suatu aktivitas.
ď‚· Video instruksional yang mendemonstrasikan cara menggunakan produk yang benar.
ď‚· Evaluasi aktivitas oleh ahlinya untuk meminimalkan kecelakaan dan meningkatkan
produktivitas.
ď‚· Peraturan Pemerintah untuk menetapkan standar minimal.
ď‚· Peraturan Internal Industri
ď‚· Pernyataan etis oleh organisasi atau perusahaan sehingga karyawan mengerti apa yang
diharapkan dari mereka.
ď‚· Pemeriksaan Fisik untuk menentukan apakah seseorang berada dalam keadaan yang
mungkin menyebabkan masalah.
ď‚· Evaluasi periodik terhadap karyawan, departemen-departemen, dan sebagainya.
ď‚· Survei lingkungan untuk mengamati tingkat pencemaran lingkungan.
==end==
BAGIAN 2: KESELAMATAN LALU LINTAS
Keselamatan lalu lintas
Keselamatan lalu lintas bertujuan untuk menurunkan korban kecelakaan lalu-lintas di jalan.
Jumlah korban kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi dari kecelakaan transportasi laut, kereta
api dan udara.
Keselamatan lalu lintas merupakan suatu program untuk menurunkan angka kecelakaan beserta
seluruh akibatnya, karena kecelakaan mengakibatkan pemiskinan terhadap keluarga korban
kecelakaan.
Program keselamatan
Mempengaruhi pengguna jalan
Sebagian besar kejadian kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena faktor manusia, sehingga
langkah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya
pengguna sistem lalu lintas dapat dilakukan melalui:
ď‚· Pendidikan
o Pendidikan mulai berlalu lintas sejak seorang anak masuk sekolah taman kanak-
kanak
o Penyuluhan melalui media masa
o Pusat Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas (PPKL)
ď‚· Perbaikan peraturan perundangan
o Tata cara mengemudi
ď‚· Penegakan hukum
Peningkatan keselamatan kendaraan
Teknologi kendaraan bermotor senantiasa ditingkatkan oleh industri kendaraan bermotor untuk
meningkatkan keselamatan para penggunanya seperti:
ď‚· Teknologi keselamatan aktif
o Sistem rem anti-macet (ABS)
o Sistem kontrol traksi (TCS)
o Sistem kontrol rem elektronik (EBD)
o Sistem pembantu penglihatan malam hari (Night Vision)
o Sistem peringatan jarak antar kendaraan
ď‚· Teknologi keselamatan pasif
o Kabin dengan rigiditas tinggi
o Kantong udara
ď‚§ Setir dan dashboard depan
ď‚§ Pintu samping
ď‚§ Bawah dashboard
o Sabuk keselamatan
ď‚§ Pemberi tensi awal
ď‚§ Pembatas beban
o Sandaran kepala aktif
ď‚· Evaluasi keamanan kendaraan
o Standar evaluasi keamanan kendaraan
ď‚§ FMVSS (Amerika Serikat)
ď‚§ EuroNCAP (Uni Eropa)
ď‚§ JNCAP (Jepang)
ď‚§ ANCAP (Australia)
ď‚§ KNCAP (Korea Selatan)
ď‚§ CNCAP (China)
Peningkatan jalan
ď‚· Geometrik jalan
o Radius tikung
o Kelandaian
ď‚· Median
ď‚· Guard rail
ď‚· Black spot
Lalu lintas
ď‚· Zebra cross
ď‚· Pelambatan lalu lintas
ď‚· pembatasan kecepatan
ď‚· Jalur lambat/cepat
ď‚· Trotoar
Penanganan korban
ď‚· Ambulans beserta paramedik
ď‚· Penanganan korban di rumah sakit
Asuransi
ď‚· Santunan kepada korban
ď‚· Pertanggungan kerugian material
Ilmu pengetahuan/riset yang berhubungan
ď‚· Biomekanik cedera / tubrukan
ď‚· Analisis kecelakaan
ď‚· Analisis tingkah laku pengemudi
BAGIAN 3: KECELAKAAN LALU LINTAS
Kecelakaan lalu-lintas
Kecelakaan lalu-lintas adalah adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak
disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan
korban manusia dan/atau kerugian harta benda. (Pasal 1 angka 24 UU Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan)
Faktor
Ada empat faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan, pertama adalah faktor
Kelalaian Pengguna Jalan, kedua adalah faktor kendaraan,Ketiga Faktor Jalan dan yang
terakhir adalah faktor Kondisi Lingkungan. Kombinasi dari keempat faktor itu bisa saja terjadi,
antara Pengguna Jalan dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang
ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan.
Disamping itu masih ada faktor Kondisi lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi
terhadap Terjadinya kecelakaan Lalu Lintas.
Faktor Kelalaian Pengguna Jalan
Faktor ini merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian
kecelakaan didahului dengan pelanggaran terhadap Peraturan lalu lintas. Pelanggaran dapat
terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun
tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.Selain itu manusia
sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai bahkan ugal ugalan dalam mengendarai
kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena membawa kendaraan
di bawah pengaruh minuman keras, mengantuk karena mengemudi yang sudah melewati
ambang batas mengemudi ( Maksimal 8 jam diselingi dengan istirahat),
Faktor kendaraan
Faktor kendaraan yang paling sering adalah kelalaian perawatan yang dilakukan terhadap
kendaraan. Contoh nya seperti rem blong, setir macet, dll.
Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan,
disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara
reguler.
Faktor jalan
Faktor jalan terkait dengan kecepatan, rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman di
daerah pegunungan,ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai
sepeda dan sepeda terbang
Faktor Kondisi Lingkungan
Hari hujan juga memengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih
jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak
bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih
pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama di daerah pegunungan
BAGIAN 4: KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
Kesehatan dan keselamatan kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3, terkesan rancu apabila disebut keselamatan dan
kesehatan kerja) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan
kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3
adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.[1]
K3 juga melindungi
rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh
kondisi lingkungan kerja.
K3 cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban
untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman
sepanjang waktu.[2]
Praktik K3 meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga
penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan
cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia,
fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.
Bahaya di tempat kerja
Bahaya fisik dan mekanik
Bahaya fisik adalah sumber utama dari kecelakaan di banyak industri.[3]
Bahaya tersebut
mungkin tidak bisa dihindari dalam banyak industri seperti konstruksi dan pertambangan,
namun seiring berjalannya waktu, manusia mengembangkan metode dan prosedur keamanan
untuk mengatur risiko tersebut. Buruh anak menghadapi masalah yang lebih spesifik
dibandingkan pekerja dewasa.[4]
Jatuh adalah kecelakaan kerja dan penyebab kematian di
tempat kerja yang paling utama, terutama di konstruksi, ekstraksi, transportasi, dan perawatan
bangunan.[5]
Permesinan adalah komponen utama di berbagai industri seperti manufaktur, pertambangan,
konstruksi, dan pertanian,[6]
dan bisa membahayakan pekerja. Banyak permesinan yang
melibatkan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung yang tajam,
permukaan yang panas, dan bahaya lainnya yang berpotensi meremukkan, membakar,
memotong, menusuk, dan memberikan benturan dan melukai pekerja jika tidak digunakan
dengan aman.[7]
Tempat kerja yang sempit yang memiliki ventilasi dan pintu masuk/keluar terbatas, seperti tank
militer, saluran air, dan sebagainya juga membahayakan.[8][9]
Kebisingan juga memberikan
bahaya tersendiri yang mampu mengakibatkan hilangnya pendengaran.[10][11]
Temperatur
ekstrem panas mampu memberikan stress panas, kelelahan, kram, ruam, mengabutkan
kacamata keselamatan, dehidrasi, menyebabkan tangan berkeringat, pusing, dan lainnya yang
dapat membahayakan keselamatan kerja.[12]
Pada temperatur ekstrem dingin, risiko yang
dihadapi adalah hipotermia, frostbite, dan sebagainya.[13]
Kejutan listrik memberikan risiko
bahaya seperti tersengat listrik, luka bakar, dan jatuh dari fasilitas instalasi listrik.
Bahaya kimiawi dan biologis
Bahaya biologis
ď‚· Bakteri
ď‚· Virus
ď‚· Fungi
ď‚· Patogen bawaan darah
ď‚· Tuberculosis
Bahaya kimiawi
ď‚· Asam
ď‚· Basa
ď‚· Logam berat
ď‚· Pelarut
o Petroleum
ď‚· Partikulat
o Asbestos
o Silika
ď‚· Asap
ď‚· Bahan kimia reaktif
ď‚· Api, bahan yang mudah terbakar
o Ledakan
Masalah psikologis dan sosial
ď‚· Stres akibat jam kerja terlalu tinggi atau tidak sesuai waktunya
ď‚· Kekerasan di dalam organisasi
ď‚· Penindasan
ď‚· Pelecehan seksual
ď‚· Keberadaan bahan candu yang tidak menyenangkan dalam lingkungan kerja, seperti
rokok dan alkohol
K3 berdasarkan industri
K3 yang spesifik dapat bervariasi pada sector dan industri tertentu. Pekerja kontruksi akan
membutuhkan pencegahan bahaya jatuh, sedangkan nelayan menghadapi risiko tenggelam.
Biro Statistik Buruh Amerika Serikat menyebutkan bahwa perikanan, penerbangan, industri
kayu, pertanian, pertambangan, pengerjaan logam, dan transportasi adalah sektor industri yang
paling berbahaya.
Konstruksi
Konstruksi adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, menghasilkan tingkat
kematian yang paling banyak di antara sektor lainnya.[16][17]
Risiko jatuh adalah penyebab
kecelakaan tertinggi.[16]
Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai seperti guardrail
dan helm, serta pelaksaan prosedur pengamanan seperti pemeriksaan tangga non-permanen dan
scaffolding mampu mengurangi risiko kecelakaan.[18]
Tahun 2010, National Health Interview
Survey mengidentifikasi faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi/fisik
pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa risiko dalam K3. Di antara semua pekerja
kontruksi di Amerika Serikat, 44% tidak memiliki standar pengaturan kerja, sementara pekerja
di sektor lainnya hanya 19%. Selain itu 55% pekerja konstruksi memiliki pengalaman ketidak-
amanan dalam bekerja, dibandingkan 32% pekerja di sektor lainnya. 24% pekerja konstruksi
terpapar asap yang bukan pekerjaannya, dibandingkan 10% pekerja di sektor lainnya.
Pertanian
Pekerja pertanian memiliki risiko luka, penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin,
kebisingan, sakit kulit, dan kanker akibat bahan kimia seperti pestisida. Pada pertanian industri,
kecelakaan melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian. Kecelakaan yang paling umum
adalah traktor yang terguling.[20]
Pestisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam
pertanian juga berbahaya bagi kesehatan pekerja, mampu mengakibatkan gangguan kesehatan
organ seks dan kelainan kelahiran bayi.[21]
Jumlah jam kerja para pekerja di bidang pertanian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa
37% pekerja memiliki jam kerja 48 jam seminggu, dan 24% bekerja lebih dari 60 jam
seminggu. Dipercaya tingginya jam kerja tersebut mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan.
Dan dari semua pekerja di sektor pertanian, 85% lebih sering bekerja di luar ruangan
dibandingkan sektor lainnya yang hanya 25%.
Sektor jasa
Sejumlah pekerjaan di sektor jasa terkait dengan industri manufaktur dan industri primer
lainnya, namun tidak terpapar risiko yang sama. Masalah kesehatan utama dari pekerjaan di
sektor jasa adalah obesitas dan stres psikologis serta kelebihan jam kerja.
Pertambangan dan perminyakan
Pekerja di sektor perminyakan dan pertambangan memiliki risiko terpapar bahan kimia dan
asap yang membahayakan kesehatan. Risiko kulit terpapar bahan kimia berbahaya, menghirup
asap, hingga risiko lain seperti homesick karena lokasi kerja yang jauh dari rumah, bahkan
hingga ke area lepas pantai.
== end_ajs ==

Pengertian keselamatan

  • 1.
    PENGERTIAN KESELAMATAN Dirangkum olehDr. Ir. Aji Suraji, M.Sc. Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang BAGIAN 1: KESELAMATAN SECARA UMUM Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya kerugian ekonomi atau kesehatan. Jenis Keselamatan Perlu dilakukan pembedaan antara produk yang memenuhi standar, yang aman, dan yang dirasakan aman. Pada umumnya, terdapat tiga jenis keadaan: Keselamatan normatif digunakan untuk menerangkan produk atau desain yang memenuhi standar desain. Keselamatan substantif digunakan untuk menerangkan pentingnya keadaan aman, meskipun mungkin tidak memenuhi standar. Keselamatan yang dirasakan digunakan untuk menerangkan keadaan aman yang timbul dalam persepsi orang. Sebagai contoh adalah anggapan aman terhadap keberadaan rambu lalu lintas. Namun, rambu-rambu ini dapat menyebabkan kecelakaan karena menyebabkan pengemudi kendaraan gugup. Risiko dan respons Keselamatan umumnya didefinisikan sebagai evaluasi dampak dari adanya risiko kematian, cedera, atau kerusakan pada manusia atau benda. Risiko ini dapat timbul karena adanya situasi yang tidak aman atau tindakan yang tidak aman. Contoh dari situasi yang tidak aman adalah lingkungan kerja yang sangat bising, lingkungan kerja dengan kondisi ekstrem (bertemperatur sangat tinggi atau rendah atau bertekanan tinggi) atau terdapat senyawa kimia yang berbahaya. Sebagai respons dari risiko ini, berbagai tindakan diambil sebagai pencegahan. Respons yang diambil umumnya berupa respons secara teknis dan keluarnya peraturan. Sebagai tindakan pencegahan akhir, dilakukan asuransi, yang akan memberikan kompensasi atau restitusi bila terjadi kecelakaan atau kerusakan. Sistem keselamatan
  • 2.
    Sistem keselamatan adalahcabang ilmu teknik. Perubahan teknologi secara kontinu, peraturan lingkungan serta perhatian terhadap keselamatan publik menyebabkan berkembangnya sistem keselamatan. Keselamatan umumnya dipandang sebagai gabungan dari berbagai aspek: kualitas, kehandalan, ketersediaan, kestabilan dan keselamatan. Dalam suatu pabrik, umumnya terdapat departemen SHE (safety, health, and environment) yang merancang dan mengatur sistem keselamatan pabrik. Pengukuran keselamatan Pengukuran keselamatan adalah aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, contohnya adalah mengurangi risiko kecelakaan. Beberapa pengukuran keselamatan meliputi: ď‚· Pengamatan visual terhadap keadaan tidak aman seperti terdeteksinya pintu keluar darurat yang tertutupi oleh barang yang disimpan. ď‚· Pemeriksaan visual terhadap cacat seperti retak, sambungan yang kendor. ď‚· Analisis Kimia. ď‚· Analisis X-ray untuk memeriksa objek yang tertutup seperti hasil pengelasan, tembok semen, atau kulit bagian luar pesawat. ď‚· Uji destruktif dari sampel. ď‚· Uji tekan dilakukan dengan memberi tekanan pada orang atau produk, untuk menentukan "breaking point". ď‚· Penerapan dari protokol dan prosedur standar sehingga aktivitas kerja terkontrol. ď‚· Pelatihan tenaga kerja, vendor, dan pengguna produk. ď‚· Instruksi manual yang menjelaskan cara penggunaan suatu produk atau pelaksanaan suatu aktivitas. ď‚· Video instruksional yang mendemonstrasikan cara menggunakan produk yang benar. ď‚· Evaluasi aktivitas oleh ahlinya untuk meminimalkan kecelakaan dan meningkatkan produktivitas. ď‚· Peraturan Pemerintah untuk menetapkan standar minimal. ď‚· Peraturan Internal Industri ď‚· Pernyataan etis oleh organisasi atau perusahaan sehingga karyawan mengerti apa yang diharapkan dari mereka. ď‚· Pemeriksaan Fisik untuk menentukan apakah seseorang berada dalam keadaan yang mungkin menyebabkan masalah. ď‚· Evaluasi periodik terhadap karyawan, departemen-departemen, dan sebagainya. ď‚· Survei lingkungan untuk mengamati tingkat pencemaran lingkungan. ==end==
  • 3.
    BAGIAN 2: KESELAMATANLALU LINTAS Keselamatan lalu lintas Keselamatan lalu lintas bertujuan untuk menurunkan korban kecelakaan lalu-lintas di jalan. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi dari kecelakaan transportasi laut, kereta api dan udara. Keselamatan lalu lintas merupakan suatu program untuk menurunkan angka kecelakaan beserta seluruh akibatnya, karena kecelakaan mengakibatkan pemiskinan terhadap keluarga korban kecelakaan. Program keselamatan Mempengaruhi pengguna jalan Sebagian besar kejadian kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena faktor manusia, sehingga langkah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya pengguna sistem lalu lintas dapat dilakukan melalui: ď‚· Pendidikan o Pendidikan mulai berlalu lintas sejak seorang anak masuk sekolah taman kanak- kanak o Penyuluhan melalui media masa o Pusat Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) ď‚· Perbaikan peraturan perundangan o Tata cara mengemudi ď‚· Penegakan hukum Peningkatan keselamatan kendaraan Teknologi kendaraan bermotor senantiasa ditingkatkan oleh industri kendaraan bermotor untuk meningkatkan keselamatan para penggunanya seperti: ď‚· Teknologi keselamatan aktif o Sistem rem anti-macet (ABS) o Sistem kontrol traksi (TCS) o Sistem kontrol rem elektronik (EBD) o Sistem pembantu penglihatan malam hari (Night Vision) o Sistem peringatan jarak antar kendaraan ď‚· Teknologi keselamatan pasif o Kabin dengan rigiditas tinggi o Kantong udara ď‚§ Setir dan dashboard depan ď‚§ Pintu samping ď‚§ Bawah dashboard
  • 4.
    o Sabuk keselamatan ď‚§Pemberi tensi awal ď‚§ Pembatas beban o Sandaran kepala aktif ď‚· Evaluasi keamanan kendaraan o Standar evaluasi keamanan kendaraan ď‚§ FMVSS (Amerika Serikat) ď‚§ EuroNCAP (Uni Eropa) ď‚§ JNCAP (Jepang) ď‚§ ANCAP (Australia) ď‚§ KNCAP (Korea Selatan) ď‚§ CNCAP (China) Peningkatan jalan ď‚· Geometrik jalan o Radius tikung o Kelandaian ď‚· Median ď‚· Guard rail ď‚· Black spot Lalu lintas ď‚· Zebra cross ď‚· Pelambatan lalu lintas ď‚· pembatasan kecepatan ď‚· Jalur lambat/cepat ď‚· Trotoar Penanganan korban ď‚· Ambulans beserta paramedik ď‚· Penanganan korban di rumah sakit Asuransi ď‚· Santunan kepada korban ď‚· Pertanggungan kerugian material Ilmu pengetahuan/riset yang berhubungan ď‚· Biomekanik cedera / tubrukan ď‚· Analisis kecelakaan ď‚· Analisis tingkah laku pengemudi
  • 5.
    BAGIAN 3: KECELAKAANLALU LINTAS Kecelakaan lalu-lintas Kecelakaan lalu-lintas adalah adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. (Pasal 1 angka 24 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) Faktor Ada empat faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan, pertama adalah faktor Kelalaian Pengguna Jalan, kedua adalah faktor kendaraan,Ketiga Faktor Jalan dan yang terakhir adalah faktor Kondisi Lingkungan. Kombinasi dari keempat faktor itu bisa saja terjadi, antara Pengguna Jalan dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor Kondisi lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap Terjadinya kecelakaan Lalu Lintas. Faktor Kelalaian Pengguna Jalan Faktor ini merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran terhadap Peraturan lalu lintas. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.Selain itu manusia sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai bahkan ugal ugalan dalam mengendarai kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena membawa kendaraan di bawah pengaruh minuman keras, mengantuk karena mengemudi yang sudah melewati ambang batas mengemudi ( Maksimal 8 jam diselingi dengan istirahat), Faktor kendaraan Faktor kendaraan yang paling sering adalah kelalaian perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Contoh nya seperti rem blong, setir macet, dll. Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler. Faktor jalan Faktor jalan terkait dengan kecepatan, rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman di daerah pegunungan,ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda dan sepeda terbang
  • 6.
    Faktor Kondisi Lingkungan Harihujan juga memengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama di daerah pegunungan
  • 7.
    BAGIAN 4: KESEHATANDAN KESELAMATAN KERJA (K3) Kesehatan dan keselamatan kerja Kesehatan dan keselamatan kerja (K3, terkesan rancu apabila disebut keselamatan dan kesehatan kerja) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.[1] K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. K3 cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu.[2] Praktik K3 meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja. Bahaya di tempat kerja Bahaya fisik dan mekanik Bahaya fisik adalah sumber utama dari kecelakaan di banyak industri.[3] Bahaya tersebut mungkin tidak bisa dihindari dalam banyak industri seperti konstruksi dan pertambangan, namun seiring berjalannya waktu, manusia mengembangkan metode dan prosedur keamanan untuk mengatur risiko tersebut. Buruh anak menghadapi masalah yang lebih spesifik dibandingkan pekerja dewasa.[4] Jatuh adalah kecelakaan kerja dan penyebab kematian di tempat kerja yang paling utama, terutama di konstruksi, ekstraksi, transportasi, dan perawatan bangunan.[5] Permesinan adalah komponen utama di berbagai industri seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi, dan pertanian,[6] dan bisa membahayakan pekerja. Banyak permesinan yang melibatkan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung yang tajam, permukaan yang panas, dan bahaya lainnya yang berpotensi meremukkan, membakar, memotong, menusuk, dan memberikan benturan dan melukai pekerja jika tidak digunakan dengan aman.[7] Tempat kerja yang sempit yang memiliki ventilasi dan pintu masuk/keluar terbatas, seperti tank militer, saluran air, dan sebagainya juga membahayakan.[8][9] Kebisingan juga memberikan bahaya tersendiri yang mampu mengakibatkan hilangnya pendengaran.[10][11] Temperatur ekstrem panas mampu memberikan stress panas, kelelahan, kram, ruam, mengabutkan kacamata keselamatan, dehidrasi, menyebabkan tangan berkeringat, pusing, dan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan kerja.[12] Pada temperatur ekstrem dingin, risiko yang dihadapi adalah hipotermia, frostbite, dan sebagainya.[13] Kejutan listrik memberikan risiko bahaya seperti tersengat listrik, luka bakar, dan jatuh dari fasilitas instalasi listrik.
  • 8.
    Bahaya kimiawi danbiologis Bahaya biologis ď‚· Bakteri ď‚· Virus ď‚· Fungi ď‚· Patogen bawaan darah ď‚· Tuberculosis Bahaya kimiawi ď‚· Asam ď‚· Basa ď‚· Logam berat ď‚· Pelarut o Petroleum ď‚· Partikulat o Asbestos o Silika ď‚· Asap ď‚· Bahan kimia reaktif ď‚· Api, bahan yang mudah terbakar o Ledakan Masalah psikologis dan sosial ď‚· Stres akibat jam kerja terlalu tinggi atau tidak sesuai waktunya ď‚· Kekerasan di dalam organisasi ď‚· Penindasan ď‚· Pelecehan seksual ď‚· Keberadaan bahan candu yang tidak menyenangkan dalam lingkungan kerja, seperti rokok dan alkohol K3 berdasarkan industri K3 yang spesifik dapat bervariasi pada sector dan industri tertentu. Pekerja kontruksi akan membutuhkan pencegahan bahaya jatuh, sedangkan nelayan menghadapi risiko tenggelam. Biro Statistik Buruh Amerika Serikat menyebutkan bahwa perikanan, penerbangan, industri kayu, pertanian, pertambangan, pengerjaan logam, dan transportasi adalah sektor industri yang paling berbahaya. Konstruksi Konstruksi adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, menghasilkan tingkat kematian yang paling banyak di antara sektor lainnya.[16][17] Risiko jatuh adalah penyebab
  • 9.
    kecelakaan tertinggi.[16] Penggunaan peralatankeselamatan yang memadai seperti guardrail dan helm, serta pelaksaan prosedur pengamanan seperti pemeriksaan tangga non-permanen dan scaffolding mampu mengurangi risiko kecelakaan.[18] Tahun 2010, National Health Interview Survey mengidentifikasi faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi/fisik pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa risiko dalam K3. Di antara semua pekerja kontruksi di Amerika Serikat, 44% tidak memiliki standar pengaturan kerja, sementara pekerja di sektor lainnya hanya 19%. Selain itu 55% pekerja konstruksi memiliki pengalaman ketidak- amanan dalam bekerja, dibandingkan 32% pekerja di sektor lainnya. 24% pekerja konstruksi terpapar asap yang bukan pekerjaannya, dibandingkan 10% pekerja di sektor lainnya. Pertanian Pekerja pertanian memiliki risiko luka, penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin, kebisingan, sakit kulit, dan kanker akibat bahan kimia seperti pestisida. Pada pertanian industri, kecelakaan melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian. Kecelakaan yang paling umum adalah traktor yang terguling.[20] Pestisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam pertanian juga berbahaya bagi kesehatan pekerja, mampu mengakibatkan gangguan kesehatan organ seks dan kelainan kelahiran bayi.[21] Jumlah jam kerja para pekerja di bidang pertanian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa 37% pekerja memiliki jam kerja 48 jam seminggu, dan 24% bekerja lebih dari 60 jam seminggu. Dipercaya tingginya jam kerja tersebut mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan. Dan dari semua pekerja di sektor pertanian, 85% lebih sering bekerja di luar ruangan dibandingkan sektor lainnya yang hanya 25%. Sektor jasa Sejumlah pekerjaan di sektor jasa terkait dengan industri manufaktur dan industri primer lainnya, namun tidak terpapar risiko yang sama. Masalah kesehatan utama dari pekerjaan di sektor jasa adalah obesitas dan stres psikologis serta kelebihan jam kerja. Pertambangan dan perminyakan Pekerja di sektor perminyakan dan pertambangan memiliki risiko terpapar bahan kimia dan asap yang membahayakan kesehatan. Risiko kulit terpapar bahan kimia berbahaya, menghirup asap, hingga risiko lain seperti homesick karena lokasi kerja yang jauh dari rumah, bahkan hingga ke area lepas pantai. == end_ajs ==