ASAM AMINO DAN PROTEIN
ASAM AMINO DAN PROTEIN
ASAM AMINO DAN PROTEIN
ASAM AMINO DAN PROTEIN
 Asam amino adalah senyawa penyusun
Asam amino adalah senyawa penyusun
protein. Asam amino mempunyai satu gugus
protein. Asam amino mempunyai satu gugus
karboksil dan satu gugus amino. Pada
karboksil dan satu gugus amino. Pada
umumnya gugus amino terikat pada posisi
umumnya gugus amino terikat pada posisi 

dari gugus karboksil.
dari gugus karboksil.
R CH COOH
asam
NH2
basa

R CH COO-
NH3
asam -amino ion switter pH : 7,4
(Amfoter)
R  H, C -  : kiral
Asam Amino Amfoter
Asam Amino Amfoter
 Asam amino dapat berperan sebagai asam
Asam amino dapat berperan sebagai asam
(mendonorkan proton pada basa kuat) dan
(mendonorkan proton pada basa kuat) dan
dapat berperan sebagai basa (menerima proton
dapat berperan sebagai basa (menerima proton
dari asam kuat)
dari asam kuat)
 Bentuk kesetimbangan :
Bentuk kesetimbangan :
RCHCOOH
NH3+
RCHCOO
NH3+
RCHCOO
NH2
HO
HO
H H
pH rendah pH netral pH tinggi
CONTOH ASAM AMINO
CONTOH ASAM AMINO
C
COO-
CH2OH
+
H3N H C
COO-
CH2OH
NH3
+
H
L-serine D-serine
C
COO-
CH2OH
+
H3N H C
COO-
CH2OH
NH3
+
H
L-serine D-serine
Penamaan Asam Amino
Penamaan Asam Amino
 Didasarkan pada struktur D – gliseraldehid jika gugus
Didasarkan pada struktur D – gliseraldehid jika gugus
NH
NH3
3
+
+
terletak disebelah kanan
terletak disebelah kanan 
 diberi awalan D, jika
diberi awalan D, jika
NH
NH3
3
+
+
dikiri
dikiri 
 diberi awalan L.
diberi awalan L.
 Semua asam amino yang ada di alam dalam protein
Semua asam amino yang ada di alam dalam protein
mempunyai konfigurasi L. Ada beberapa asam
mempunyai konfigurasi L. Ada beberapa asam
amino yang penting dalam struktur dan metabolisme
amino yang penting dalam struktur dan metabolisme
mempunyai konfigurasi D, yaitu asam D-alanin dan
mempunyai konfigurasi D, yaitu asam D-alanin dan
D-glutamat yang merupakan komponen penyusun
D-glutamat yang merupakan komponen penyusun
dinding sel bakteri tertentu.
dinding sel bakteri tertentu.
 Penulisan asam amino (20 asam amino yang umum)
Penulisan asam amino (20 asam amino yang umum)
dapat disingkat dengan 3 huruf.
dapat disingkat dengan 3 huruf.
Misal : Serine
Misal : Serine 
 Ser
Ser
Glysin
Glysin 
 gly
gly
Penggolongan Asam Amino
Penggolongan Asam Amino
 Penggolongan asam amino didasarkan
Penggolongan asam amino didasarkan
pada sifat dari rantai samping (-R).
pada sifat dari rantai samping (-R).
Berdasarkan sifat rantai samping R, asam
Berdasarkan sifat rantai samping R, asam
amino dapat digolongkan menjadi :
amino dapat digolongkan menjadi :
1. Asam amino dengan R non polar
1. Asam amino dengan R non polar
2. Asam amino dengan R polar
2. Asam amino dengan R polar
3. Asam amino dengan R polar bermuatan
3. Asam amino dengan R polar bermuatan
Penggolongan asam amino
Penggolongan asam amino
 Berdasarkan gugus fungsinya:
Berdasarkan gugus fungsinya:
 Asam amino dg gugus NH
Asam amino dg gugus NH2
2 dan COOH
dan COOH
 Asam amino dg gugus –OH
Asam amino dg gugus –OH
 Asam amino dg rantai R mengandung –S-
Asam amino dg rantai R mengandung –S-
 Asam amino dg gugus amina sekunder
Asam amino dg gugus amina sekunder
 Asam amino dg cincin aromatis
Asam amino dg cincin aromatis
 Asam amino dg 2 gugus COOH
Asam amino dg 2 gugus COOH
 Asam amino dg gugus amida
Asam amino dg gugus amida
 Asam amino dg 2 gugus basa
Asam amino dg 2 gugus basa
H CH COO-
NH3
+
CH3 CH COO-
NH3
+
CH CH COO-
H3C
CH3
NH3
+
glysin (gly) L - alanin (ala)
CH2 CH COO-
HC
NH3
+
H3C
CH3
CH CH COO-
H2C
NH3
+
H3C
CH3
Leusin (Leu)
Isoleusin (Ile)
Asam amino mengandung hanya gugus NH2 dan
COOH
HO CH2 CH COO-
NH3
+
CH3 CH CH COO-
OH NH3
+
L - threonina (Thr)
L - serine (Ser)
Asam amino yang mengandung gugus -OH
CH3 S CH2 CH3 CH COO-
NH3
+
L - methionin (Met)
CH2 CH COO-
NH3
+
L - systein (Cys)
HS
Asam amino yang rantai R mengandung Sulfur
Asam amino dengan gugus amino
Asam amino dengan gugus amino
sekunder, siklis
sekunder, siklis
N
H2
+ COO-
L-prolin (pro)
CH2 CH COO-
NH3
+
L-fenilalanin (Phe)
HO CH2 CH COO-
NH3
+
L - tyrosin (Tyr)
N
H
CH2 CH COO-
NH3
+
L - tryptofan (Trp)
Asam amino yang rantai R mengandung cincin
aromatis
CH2 CH COO-
NH3
+
CH2 CH2 CH COO-
NH3
+
asam L - aspartat (Asp)
asam L - glutamat (Glu)
HOOC
HOOC
Asam amino mengandung gugus NH2 dan 2 gugus
COOH
L - asparagin (Asn)
C CH2 CH COO-
O NH3
+
H2N C CH2 CH2 CH COO-
NH3
+
O
L - glutamin (Gln)
H2N
Asam amino mengandung gugus amida
H2N (CH2)4 CH COO-
NH3
+
L - lysin (lys)
H2N C NH (CH2)3 CH COO-
NH3
+
NH
L - arginin (arg)
HC C
H2
C CH COO-
NH3
+
L - histidin (His)
NH
N
Asam amino mengandung dua gugus basa
 Pada asam amino yang gugus R (rantai
Pada asam amino yang gugus R (rantai
samping) bermuatan menyebabkan asam
samping) bermuatan menyebabkan asam
amino-asam amino ini pada pH 7,4 berada
amino-asam amino ini pada pH 7,4 berada
dalam bentuk ionik
dalam bentuk ionik
L - aspartat
L - glutamat
L - lysin
L - arginin
bermuatan - 1
bermuatan + 1
 Muatan total asam amino dalam larutan akan
Muatan total asam amino dalam larutan akan
menentukan kelarutannya, sebagai fungsi pH. pH
menentukan kelarutannya, sebagai fungsi pH. pH
dimana asam amino mempunyai muatan = 0
dimana asam amino mempunyai muatan = 0
(tidak bermuatan) disebut pH isoelektrik (pI).
(tidak bermuatan) disebut pH isoelektrik (pI).
Pada pI, kelarutan asam amino <<<, oleh karena
Pada pI, kelarutan asam amino <<<, oleh karena
itu pada pI asam amino akan mengendap.
itu pada pI asam amino akan mengendap.
 pH isoelektrik untuk asam amino dengan R tidak
pH isoelektrik untuk asam amino dengan R tidak
terionisasi berkisar 5.5 – 6.5. pH isoelektrik untuk
terionisasi berkisar 5.5 – 6.5. pH isoelektrik untuk
asam amino dengan R terionisasi.
asam amino dengan R terionisasi.
pH Isoelektrik Asam Amino
pH Isoelektrik Asam Amino
Asam Amino
Asam Amino Gugus Terionisasi
Gugus Terionisasi pH Isoelektrik
pH Isoelektrik
As. Aspartat
As. Aspartat Karboksil
Karboksil 2,98
2,98
As. Glutamat
As. Glutamat Karboksil
Karboksil 3,08
3,08
Histidin
Histidin Imidazol
Imidazol 7,64
7,64
Sistein
Sistein Tiol
Tiol 5,05
5,05
Tirosin
Tirosin Fenol
Fenol 5,63
5,63
Lisin
Lisin Amino
Amino 9,47
9,47
Arginin
Arginin Amino
Amino 10,76
10,76
Fungsi pH Isoelektrik (pI)
Fungsi pH Isoelektrik (pI)
 Untuk mengkristalkan asam amino/protein
Untuk mengkristalkan asam amino/protein 

pengendapan isoeletrik
pengendapan isoeletrik
 Dengan mengetahui titik isoelektrik dapat
Dengan mengetahui titik isoelektrik dapat
meramalkan proses migrasi protein dalam
meramalkan proses migrasi protein dalam
medan elektrikum
medan elektrikum 
 Dasar untuk
Dasar untuk
pemisahan asam amino dengan
pemisahan asam amino dengan
elektroforesis
elektroforesis
Reaksi Asam Amino
Reaksi Asam Amino
 Reaksi dengan Ninhidrin
Reaksi dengan Ninhidrin
Ninhidrin di dalam air akan terhidrasi
Ninhidrin di dalam air akan terhidrasi
membentuk ninhydrin hidrat. Ninhydrin
membentuk ninhydrin hidrat. Ninhydrin
hidrat bereaksi dengan asam amino
hidrat bereaksi dengan asam amino
menghasilkan anion berwarna ungu,
menghasilkan anion berwarna ungu,
aldehid dan CO2.
aldehid dan CO2.
Reaksi Ninhidrin
Reaksi Ninhidrin
O
O
OH
OH
+
RCHCOO
NH3+
O
O O

O
N
anion berwarna ungu
+ RCHO+ CO2 + H2O+ H+
Asam Amino Essensial
Asam Amino Essensial
 Selain 20 asam amino yang dibutuhkan
Selain 20 asam amino yang dibutuhkan
oleh tubuh untuk produksi protein. Ada 12
oleh tubuh untuk produksi protein. Ada 12
macam asam amino lain yang tidak
macam asam amino lain yang tidak
terdapat di alam tetapi dapat disintesis
terdapat di alam tetapi dapat disintesis
dari fragmen karbohidrat dan lipid sebagai
dari fragmen karbohidrat dan lipid sebagai
sumber nitrogen melalui reaksi katalis
sumber nitrogen melalui reaksi katalis
enzim. Asam amino ini sangat dibutuhkan
enzim. Asam amino ini sangat dibutuhkan
oleh tubuh dan disebut Asam amino
oleh tubuh dan disebut Asam amino
essential.
essential.
Ikatan Peptida
Ikatan Peptida
 Ikatan yang menghubungkan 2 asam amino melalui
Ikatan yang menghubungkan 2 asam amino melalui
gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus
gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus
amino dari asam amino yang lain.
amino dari asam amino yang lain.
+H3N CH2 C O
-
O
+H3N CH C
O
O
CH3
glysin alanin
+
+H3N C
H2
C
H
N
O
C C O
-
O
+ H2O
CH3
ikatan peptida
gly - ala
(glysinalanin)
C-terminal
N-terminal
Ikatan Peptida
Ikatan Peptida
 Berdasarkan konvensi ikatan peptida
Berdasarkan konvensi ikatan peptida
ditulis dengan asam amino yg mempunyai
ditulis dengan asam amino yg mempunyai
NH
NH3
3
+
+
bebas (sebelah kiri) dan as. Amino
bebas (sebelah kiri) dan as. Amino
dg gugus COO
dg gugus COO-
-
bebas (sebelah kanan)
bebas (sebelah kanan)
 Molekul yang mengandung 2 asam amino
Molekul yang mengandung 2 asam amino
dg 1 ikatan peptida disebut
dg 1 ikatan peptida disebut dipeptida
dipeptida
 Molekul mengandung 3 asam amino
Molekul mengandung 3 asam amino
disebut tripeptida. Ada tetrapeptida,
disebut tripeptida. Ada tetrapeptida,
pentapeptida, dst.
pentapeptida, dst.
Ikatan Sulfida
Ikatan Sulfida
 Disamping ikatan peptida, ikatan kovalen lain
Disamping ikatan peptida, ikatan kovalen lain
diantara as. Amino dlm peptida dan protein
diantara as. Amino dlm peptida dan protein
adalah
adalah ikatan disulfida.
ikatan disulfida.
 Ikatan disulfida adalah ikatan tunggal -S–S-.
Ikatan disulfida adalah ikatan tunggal -S–S-.
 Ikatan disulfida menghubungkan 2 unit sisteina.
Ikatan disulfida menghubungkan 2 unit sisteina.
 Senyawa peptida alam yang mengandung ikatan
Senyawa peptida alam yang mengandung ikatan
disulfida : Oksitosin, vasopresin.
disulfida : Oksitosin, vasopresin.
 Oksitosin: hormon yang mengatur kontraksi
Oksitosin: hormon yang mengatur kontraksi
uterus dan laktasi
uterus dan laktasi
 untuk merangsang kelahiran
untuk merangsang kelahiran
bayi
bayi
PROTEIN
PROTEIN
 Biopolimer yang terdiri dari banyak satuan as.
Biopolimer yang terdiri dari banyak satuan as.
Amino yg dihubungkan oleh ikatan peptida
Amino yg dihubungkan oleh ikatan peptida
 Beberapa protein merupakan komponen utama
Beberapa protein merupakan komponen utama
dalam jaringan struktur (otot, rambut, kuku, kulit)
dalam jaringan struktur (otot, rambut, kuku, kulit)
 Struktur protein :
Struktur protein :

 Struktur primer
Struktur primer

 Struktur sekunder
Struktur sekunder

 Struktur tersier
Struktur tersier

 Struktur kuartener
Struktur kuartener
Struktur Primer
Struktur Primer
N C C
O
H
R
H
N C C
O
H
R
H
N C C
O
H
R
H
N C C
O
H
R
H
Rantai peptida yang dihubungkan oleh ikatan amida (peptida)
Penggolongan Protein
Penggolongan Protein
 Protein Fibrous (Serat)
Protein Fibrous (Serat)
Protein yang terdapat pada hewan, tidak
Protein yang terdapat pada hewan, tidak
larut dalam air. Misal : keratin, kolagen,
larut dalam air. Misal : keratin, kolagen,
sutra
sutra
 Proterin Globular
Proterin Globular
Protein yang larut dalam air. Misal : enzim,
Protein yang larut dalam air. Misal : enzim,
hormon, hemoglobin, mioglobin,
hormon, hemoglobin, mioglobin,
ovalbumin (pada putih telur)
ovalbumin (pada putih telur)

Pengertian, funsu, dan struktur Protein

  • 1.
    ASAM AMINO DANPROTEIN ASAM AMINO DAN PROTEIN
  • 2.
    ASAM AMINO DANPROTEIN ASAM AMINO DAN PROTEIN  Asam amino adalah senyawa penyusun Asam amino adalah senyawa penyusun protein. Asam amino mempunyai satu gugus protein. Asam amino mempunyai satu gugus karboksil dan satu gugus amino. Pada karboksil dan satu gugus amino. Pada umumnya gugus amino terikat pada posisi umumnya gugus amino terikat pada posisi   dari gugus karboksil. dari gugus karboksil. R CH COOH asam NH2 basa  R CH COO- NH3 asam -amino ion switter pH : 7,4 (Amfoter) R  H, C -  : kiral
  • 3.
    Asam Amino Amfoter AsamAmino Amfoter  Asam amino dapat berperan sebagai asam Asam amino dapat berperan sebagai asam (mendonorkan proton pada basa kuat) dan (mendonorkan proton pada basa kuat) dan dapat berperan sebagai basa (menerima proton dapat berperan sebagai basa (menerima proton dari asam kuat) dari asam kuat)  Bentuk kesetimbangan : Bentuk kesetimbangan : RCHCOOH NH3+ RCHCOO NH3+ RCHCOO NH2 HO HO H H pH rendah pH netral pH tinggi
  • 4.
    CONTOH ASAM AMINO CONTOHASAM AMINO C COO- CH2OH + H3N H C COO- CH2OH NH3 + H L-serine D-serine C COO- CH2OH + H3N H C COO- CH2OH NH3 + H L-serine D-serine
  • 5.
    Penamaan Asam Amino PenamaanAsam Amino  Didasarkan pada struktur D – gliseraldehid jika gugus Didasarkan pada struktur D – gliseraldehid jika gugus NH NH3 3 + + terletak disebelah kanan terletak disebelah kanan   diberi awalan D, jika diberi awalan D, jika NH NH3 3 + + dikiri dikiri   diberi awalan L. diberi awalan L.  Semua asam amino yang ada di alam dalam protein Semua asam amino yang ada di alam dalam protein mempunyai konfigurasi L. Ada beberapa asam mempunyai konfigurasi L. Ada beberapa asam amino yang penting dalam struktur dan metabolisme amino yang penting dalam struktur dan metabolisme mempunyai konfigurasi D, yaitu asam D-alanin dan mempunyai konfigurasi D, yaitu asam D-alanin dan D-glutamat yang merupakan komponen penyusun D-glutamat yang merupakan komponen penyusun dinding sel bakteri tertentu. dinding sel bakteri tertentu.  Penulisan asam amino (20 asam amino yang umum) Penulisan asam amino (20 asam amino yang umum) dapat disingkat dengan 3 huruf. dapat disingkat dengan 3 huruf. Misal : Serine Misal : Serine   Ser Ser Glysin Glysin   gly gly
  • 6.
    Penggolongan Asam Amino PenggolonganAsam Amino  Penggolongan asam amino didasarkan Penggolongan asam amino didasarkan pada sifat dari rantai samping (-R). pada sifat dari rantai samping (-R). Berdasarkan sifat rantai samping R, asam Berdasarkan sifat rantai samping R, asam amino dapat digolongkan menjadi : amino dapat digolongkan menjadi : 1. Asam amino dengan R non polar 1. Asam amino dengan R non polar 2. Asam amino dengan R polar 2. Asam amino dengan R polar 3. Asam amino dengan R polar bermuatan 3. Asam amino dengan R polar bermuatan
  • 7.
    Penggolongan asam amino Penggolonganasam amino  Berdasarkan gugus fungsinya: Berdasarkan gugus fungsinya:  Asam amino dg gugus NH Asam amino dg gugus NH2 2 dan COOH dan COOH  Asam amino dg gugus –OH Asam amino dg gugus –OH  Asam amino dg rantai R mengandung –S- Asam amino dg rantai R mengandung –S-  Asam amino dg gugus amina sekunder Asam amino dg gugus amina sekunder  Asam amino dg cincin aromatis Asam amino dg cincin aromatis  Asam amino dg 2 gugus COOH Asam amino dg 2 gugus COOH  Asam amino dg gugus amida Asam amino dg gugus amida  Asam amino dg 2 gugus basa Asam amino dg 2 gugus basa
  • 8.
    H CH COO- NH3 + CH3CH COO- NH3 + CH CH COO- H3C CH3 NH3 + glysin (gly) L - alanin (ala) CH2 CH COO- HC NH3 + H3C CH3 CH CH COO- H2C NH3 + H3C CH3 Leusin (Leu) Isoleusin (Ile) Asam amino mengandung hanya gugus NH2 dan COOH
  • 9.
    HO CH2 CHCOO- NH3 + CH3 CH CH COO- OH NH3 + L - threonina (Thr) L - serine (Ser) Asam amino yang mengandung gugus -OH
  • 10.
    CH3 S CH2CH3 CH COO- NH3 + L - methionin (Met) CH2 CH COO- NH3 + L - systein (Cys) HS Asam amino yang rantai R mengandung Sulfur
  • 11.
    Asam amino dengangugus amino Asam amino dengan gugus amino sekunder, siklis sekunder, siklis N H2 + COO- L-prolin (pro)
  • 12.
    CH2 CH COO- NH3 + L-fenilalanin(Phe) HO CH2 CH COO- NH3 + L - tyrosin (Tyr) N H CH2 CH COO- NH3 + L - tryptofan (Trp) Asam amino yang rantai R mengandung cincin aromatis
  • 13.
    CH2 CH COO- NH3 + CH2CH2 CH COO- NH3 + asam L - aspartat (Asp) asam L - glutamat (Glu) HOOC HOOC Asam amino mengandung gugus NH2 dan 2 gugus COOH
  • 14.
    L - asparagin(Asn) C CH2 CH COO- O NH3 + H2N C CH2 CH2 CH COO- NH3 + O L - glutamin (Gln) H2N Asam amino mengandung gugus amida
  • 15.
    H2N (CH2)4 CHCOO- NH3 + L - lysin (lys) H2N C NH (CH2)3 CH COO- NH3 + NH L - arginin (arg) HC C H2 C CH COO- NH3 + L - histidin (His) NH N Asam amino mengandung dua gugus basa
  • 16.
     Pada asamamino yang gugus R (rantai Pada asam amino yang gugus R (rantai samping) bermuatan menyebabkan asam samping) bermuatan menyebabkan asam amino-asam amino ini pada pH 7,4 berada amino-asam amino ini pada pH 7,4 berada dalam bentuk ionik dalam bentuk ionik L - aspartat L - glutamat L - lysin L - arginin bermuatan - 1 bermuatan + 1
  • 17.
     Muatan totalasam amino dalam larutan akan Muatan total asam amino dalam larutan akan menentukan kelarutannya, sebagai fungsi pH. pH menentukan kelarutannya, sebagai fungsi pH. pH dimana asam amino mempunyai muatan = 0 dimana asam amino mempunyai muatan = 0 (tidak bermuatan) disebut pH isoelektrik (pI). (tidak bermuatan) disebut pH isoelektrik (pI). Pada pI, kelarutan asam amino <<<, oleh karena Pada pI, kelarutan asam amino <<<, oleh karena itu pada pI asam amino akan mengendap. itu pada pI asam amino akan mengendap.  pH isoelektrik untuk asam amino dengan R tidak pH isoelektrik untuk asam amino dengan R tidak terionisasi berkisar 5.5 – 6.5. pH isoelektrik untuk terionisasi berkisar 5.5 – 6.5. pH isoelektrik untuk asam amino dengan R terionisasi. asam amino dengan R terionisasi.
  • 18.
    pH Isoelektrik AsamAmino pH Isoelektrik Asam Amino Asam Amino Asam Amino Gugus Terionisasi Gugus Terionisasi pH Isoelektrik pH Isoelektrik As. Aspartat As. Aspartat Karboksil Karboksil 2,98 2,98 As. Glutamat As. Glutamat Karboksil Karboksil 3,08 3,08 Histidin Histidin Imidazol Imidazol 7,64 7,64 Sistein Sistein Tiol Tiol 5,05 5,05 Tirosin Tirosin Fenol Fenol 5,63 5,63 Lisin Lisin Amino Amino 9,47 9,47 Arginin Arginin Amino Amino 10,76 10,76
  • 19.
    Fungsi pH Isoelektrik(pI) Fungsi pH Isoelektrik (pI)  Untuk mengkristalkan asam amino/protein Untuk mengkristalkan asam amino/protein   pengendapan isoeletrik pengendapan isoeletrik  Dengan mengetahui titik isoelektrik dapat Dengan mengetahui titik isoelektrik dapat meramalkan proses migrasi protein dalam meramalkan proses migrasi protein dalam medan elektrikum medan elektrikum   Dasar untuk Dasar untuk pemisahan asam amino dengan pemisahan asam amino dengan elektroforesis elektroforesis
  • 20.
    Reaksi Asam Amino ReaksiAsam Amino  Reaksi dengan Ninhidrin Reaksi dengan Ninhidrin Ninhidrin di dalam air akan terhidrasi Ninhidrin di dalam air akan terhidrasi membentuk ninhydrin hidrat. Ninhydrin membentuk ninhydrin hidrat. Ninhydrin hidrat bereaksi dengan asam amino hidrat bereaksi dengan asam amino menghasilkan anion berwarna ungu, menghasilkan anion berwarna ungu, aldehid dan CO2. aldehid dan CO2.
  • 21.
    Reaksi Ninhidrin Reaksi Ninhidrin O O OH OH + RCHCOO NH3+ O OO  O N anion berwarna ungu + RCHO+ CO2 + H2O+ H+
  • 22.
    Asam Amino Essensial AsamAmino Essensial  Selain 20 asam amino yang dibutuhkan Selain 20 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk produksi protein. Ada 12 oleh tubuh untuk produksi protein. Ada 12 macam asam amino lain yang tidak macam asam amino lain yang tidak terdapat di alam tetapi dapat disintesis terdapat di alam tetapi dapat disintesis dari fragmen karbohidrat dan lipid sebagai dari fragmen karbohidrat dan lipid sebagai sumber nitrogen melalui reaksi katalis sumber nitrogen melalui reaksi katalis enzim. Asam amino ini sangat dibutuhkan enzim. Asam amino ini sangat dibutuhkan oleh tubuh dan disebut Asam amino oleh tubuh dan disebut Asam amino essential. essential.
  • 23.
    Ikatan Peptida Ikatan Peptida Ikatan yang menghubungkan 2 asam amino melalui Ikatan yang menghubungkan 2 asam amino melalui gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus amino dari asam amino yang lain. amino dari asam amino yang lain. +H3N CH2 C O - O +H3N CH C O O CH3 glysin alanin + +H3N C H2 C H N O C C O - O + H2O CH3 ikatan peptida gly - ala (glysinalanin) C-terminal N-terminal
  • 24.
    Ikatan Peptida Ikatan Peptida Berdasarkan konvensi ikatan peptida Berdasarkan konvensi ikatan peptida ditulis dengan asam amino yg mempunyai ditulis dengan asam amino yg mempunyai NH NH3 3 + + bebas (sebelah kiri) dan as. Amino bebas (sebelah kiri) dan as. Amino dg gugus COO dg gugus COO- - bebas (sebelah kanan) bebas (sebelah kanan)  Molekul yang mengandung 2 asam amino Molekul yang mengandung 2 asam amino dg 1 ikatan peptida disebut dg 1 ikatan peptida disebut dipeptida dipeptida  Molekul mengandung 3 asam amino Molekul mengandung 3 asam amino disebut tripeptida. Ada tetrapeptida, disebut tripeptida. Ada tetrapeptida, pentapeptida, dst. pentapeptida, dst.
  • 25.
    Ikatan Sulfida Ikatan Sulfida Disamping ikatan peptida, ikatan kovalen lain Disamping ikatan peptida, ikatan kovalen lain diantara as. Amino dlm peptida dan protein diantara as. Amino dlm peptida dan protein adalah adalah ikatan disulfida. ikatan disulfida.  Ikatan disulfida adalah ikatan tunggal -S–S-. Ikatan disulfida adalah ikatan tunggal -S–S-.  Ikatan disulfida menghubungkan 2 unit sisteina. Ikatan disulfida menghubungkan 2 unit sisteina.  Senyawa peptida alam yang mengandung ikatan Senyawa peptida alam yang mengandung ikatan disulfida : Oksitosin, vasopresin. disulfida : Oksitosin, vasopresin.  Oksitosin: hormon yang mengatur kontraksi Oksitosin: hormon yang mengatur kontraksi uterus dan laktasi uterus dan laktasi  untuk merangsang kelahiran untuk merangsang kelahiran bayi bayi
  • 26.
    PROTEIN PROTEIN  Biopolimer yangterdiri dari banyak satuan as. Biopolimer yang terdiri dari banyak satuan as. Amino yg dihubungkan oleh ikatan peptida Amino yg dihubungkan oleh ikatan peptida  Beberapa protein merupakan komponen utama Beberapa protein merupakan komponen utama dalam jaringan struktur (otot, rambut, kuku, kulit) dalam jaringan struktur (otot, rambut, kuku, kulit)  Struktur protein : Struktur protein :   Struktur primer Struktur primer   Struktur sekunder Struktur sekunder   Struktur tersier Struktur tersier   Struktur kuartener Struktur kuartener
  • 27.
    Struktur Primer Struktur Primer NC C O H R H N C C O H R H N C C O H R H N C C O H R H Rantai peptida yang dihubungkan oleh ikatan amida (peptida)
  • 28.
    Penggolongan Protein Penggolongan Protein Protein Fibrous (Serat) Protein Fibrous (Serat) Protein yang terdapat pada hewan, tidak Protein yang terdapat pada hewan, tidak larut dalam air. Misal : keratin, kolagen, larut dalam air. Misal : keratin, kolagen, sutra sutra  Proterin Globular Proterin Globular Protein yang larut dalam air. Misal : enzim, Protein yang larut dalam air. Misal : enzim, hormon, hemoglobin, mioglobin, hormon, hemoglobin, mioglobin, ovalbumin (pada putih telur) ovalbumin (pada putih telur)