PENDIDIKA
N
PENGERTIA
N
Kelompok II
• Dede Ilma
• Desi
Susilawati
• Devi Feriani
• Devia Laras
• Dianudin
• Elis Lisdayanti
• Euis Rahmawati
• Fenny Pebriani
• Firman Wahyu
Ilahi
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
• Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata
padegogik yaitu ilmu menuntun anak.
• Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu
mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan
potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia.
• Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang
setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan
terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak.
• Dalam bahasa Jawa, pendidikan
berarti panggulawentah (pengolahan – Red), mengolah,
mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran,
kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
DASAR PENDIDIKAN
• Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi
setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata
laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada
lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan
tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih
penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat
berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak
mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak
tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang
menggembirakan.
Pendidikan menurut Al-qur’an
– Al-qur’an merupakan pedoman tertinggi yang
manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di dunia.
Dalam Al-qur’an kita bisa menemukan semua
permasalahan hidup termasuk pendidikan dan ilmu
pengetahuan. Allah ta’ala berfirman di dalam Al
Qur`an surat Al ‘Alaq ayat 1 sampai 5:
‫ق‬َ   ‫ل‬َ  ‫خ‬َ   ‫ذ ي‬ِ‫خ ي‬‫َل‬ّ‫ِذ‬‫ا‬ ‫ك‬َ   ‫ِب‬ّ‫ر َك‬َ   ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫س‬ْ‫م‬ ‫ِبسا‬ِ‫خ ي‬ ‫أ‬ْ‫م‬‫ر‬َ   ‫ق‬ْ‫م‬‫ا‬
‫ق‬ٍ  ‫ل‬َ  ‫ع‬َ   ‫ن‬ْ‫م‬ ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ن‬َ   ‫سسا‬َ   ‫ن‬ْ‫م‬‫ل‬ْ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ا‬ ‫ق‬َ   ‫ل‬َ  ‫خ‬َ  
‫م‬ُ  ‫ر‬َ   ‫ك‬ْ‫م‬ ‫ل‬ْ‫م‬َ   ‫ا‬ ‫ك‬َ   ‫ِب‬ّ‫ر َك‬َ   ‫و‬َ   ‫أ‬ْ‫م‬‫ر‬َ   ‫ق‬ْ‫م‬‫ا‬
‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ل‬َ  ‫ق‬َ  ‫َل‬ْ‫ِبسام‬ِ‫خ ي‬ ‫م‬َ   ‫ل‬ّ‫ِذ‬‫ع‬َ   ‫ذ ي‬ِ‫خ ي‬‫َل‬ّ‫ِذ‬‫ا‬
‫م‬ْ‫م‬ ‫ل‬َ  ‫ع‬ْ‫م‬ ‫ي‬َ   ‫م‬ْ‫م‬ ‫َل‬َ   ‫مسا‬َ   ‫ن‬َ   ‫سسا‬َ   ‫ن‬ْ‫م‬‫ل‬ْ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ا‬ ‫م‬َ   ‫ل‬ّ‫ِذ‬‫ع‬َ  
– Artinya:
– “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan.
– (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
– (3) Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah.
– (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis)
– (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
LOGO
Pendidikan menurut Hadist
• Hadist merupan pedoman kita setalah Al-qur’an, dengan demikian
hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam pendidikan.
Rasulullah Saw., bersabda:
• ‫م‬ٍ㓀‫ل‬ِ‫ٍم‬‫س‬ْ‫ِل‬ ‫م‬ُ‫لْس‬ ‫ل‬ّ‫سُم‬‫ك‬ُ‫لْس‬ ‫لكى‬َ‫كى‬‫ع‬َ‫كى‬ ‫ة‬ٌ‫َع‬‫ض‬َ‫كى‬ ‫ي‬ْ‫ِل‬‫ر‬ِ‫ٍم‬ ‫ف‬َ‫كى‬‫م‬ِ‫ٍم‬ ‫ل‬ْ‫ِل‬‫ع‬ِ‫ٍم‬ ‫ل‬ْ‫ِل‬‫لا‬‫ب‬ُ‫لْس‬‫ل‬َ‫كى‬‫ط‬َ‫كى‬
• Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-
Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)”.
Definisi Pendidikan Menurut (UU RI No. Definisi Pendidikan Menurut (UU RI No. 
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pasal 1) Nasional, pasal 1) 
• Pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara.
Berdasarkan definisi di atas, Ditemukan 3 (tiga) pokok
pikiran utama yang terkandung di dalamnya, yaitu:
•Usaha sadar dan terencana;
•Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
aktif mengembangkan potensi dirinya; dan
•Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Di bawah ini akan dipaparkan secara
singkat ketiga pokok pikiran tersebut.
Definisi Pendidikan Menurut GBHN
• GBHN 1988 (BP 7 Pusat, 1990: 105) memberikan batasan
tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan
nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia
dan berdasarkan pancasila serta Undang – Undang Dasar
1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta hrkat
dan martabat bangsa, memwujudkan manusia serta
masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap
Tuhan yang Maha Esa, berkualitas, dan mandiri sehingga
mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya
serta dapat memenuhi kebutuhn pembangunan naional dan
bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Definisi pendidikan Menurut UNESCO
• UNESCO menyatakan bahwa : “ Education is now
engaged is preparinment for tife society which does not
yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah
untuk memprsiapkan manusia bagi suatu tipe
masyarakat yang masih belum ada. Konsaep system
pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai
kebudayaan (Transfer of culture value) Konsep
pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dfari
pejndidikan yang harus sesuai dengan tuntutan
kebutuhan pendidikan masa lalu, sekarang dan masa
yang akan datang.
Definisi Pendidikan menurut
Ki Hajar Dewantara
• Bapak Pendidikan Nasional
Indonesia) menjelaskan tentang
pengertian pendidikan yaitu:
Pendidikan yaitu tuntutan di dalam
hidup tumbuhnya anak-anak,
adapun maksudnya, pendidikan
yaitu menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak
itu, agar mereka sebagai manusia
dan sebagai anggota masyarakat
dapatlah mencapai keselamatan
dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Definisi Pendidikan menurut Notoatmojdo, 2003
• Pendidikan secara umum adalah segala
upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu,
kelompok, atau masyarakat sehingga
mereka melakukan apa yang diharapkan
oleh pelaku pendidikan.
Mudyaharjo, 2008
• Pendidikan adalah usaha dasar yang
dilakukan oleh keluarga,
masyarakat, dan pemerintah,
melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran dan/atau latihan, yang
berlangsung di sekolah dan di luar
sekolah sepanjang hayat, untuk
mempersiapkan peserta didik agar
dapat memainkan peranan dalam
berbagai lingkungan hidup secara
tepat di masa yang akan datang.
Faud Ihsan, 2010
• Pendidikan adalah usaha manusia
untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi
pembawaan baik jasmani maupun
rohani sesuai dengan nilai-nilai yang
ada di dalam masyarakat dan
kebudayaan.
Prof. Dr. Imam barznadib
 Pendidikan adalah usaha
sadar dan sistematis
untuk mencapai taraf
hidup atau kemajuan
yang lebih baik
Pendidikan menurut John Dewey
• mengemukakan bahwa pendidikan
adalah suatu proses pembaharuan
makna pengalaman, hal ini mungkin
akan terjadi di dalam pergaulan biasa
atau pergaulan orang dewasa dengan
orang muda, mungkin pula terjadi
secara sengaja dan dilembagakan
untuk untuk menghasilkan
kesinambungan social. Proses ini
melibatkan pengawasan dan
perkembangan dari orang yang belum
dewasa dan kelompok dimana dia
hidup
JJ. Rouseau
• Pendidikan merupakan pemberian
bekal kepada kita apa yang tidak
kita butuhkan pada masa kanak-
kanak, akan tetapi kita butuhkan
pada saat dewasa
Pendidikan Menurut M. J. Langeveld
 Pendidikan merupkan setiap usaha yang
dilakukan untuk mempengaruhi dan
membimbing anak ke arah kedewasaan, agar
anak cekatan melaksanakan tugas hidupnya
sendiri. Menurut Langeveld pendidikan hanya
berlangsung dalam suasana pergaulan antara
orang yang sudah dewasa (atau yang
diciptakan orang dewasa seperti : sekolah,
buku model dan sebagainya) dengan orang
yang belum dewasa yang diarahkan untuk
mencapai tujuan pendidikan. Ditegaskan oleh
M.J. Longeveled bahwa Pendidikan merupakan
usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan
yang diberikan kepada anak agar tertuju
kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya
membantu anak agar cukup cakap
melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
Pendidikan menurut John S.
Brubacher
• Pendidikan merupakan proses timbal
balik dari tiap individu manusia dalam
rangka penyesuaian dirinya dengan
alam, dengan teman dan dengan alam
semesta. 
Pendidikan menurut Mortimer J. Adler
 pendidikan adalah proses dimana
semua kemampuan manusia (bakat dan
kemampuan yang diperoleh) yang dapat
dipengaruhi oleh pembiasaan,
disempurnakan dengan kebiasaan-
kebiasaan yang baik melalui sarana
yang secara artistik dibuat dan dipakai
oleh siapa pun untuk membantu orang
lain atau dirinya sendiri mencapai tujuan
yang ditetapkan, yaitu kebiasaan yang
baik.
Kesimpulan
Dari berbagai pandangan atas pendidikan dapat dilihat
bahwa dikalangan pakar pendidikan sendiri masih
terdapat perbedaan-perbedaan pendapat. Hal ini
disebabkan oleh latar belakang pendidikan ahli
pendidikan itu dan kondisi pendidikan yang
diperbincangkan saat itu, yang semuanya memiliki
perbedaan karakter dan permasalahan. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pendidikan :
 Merupakan usaha yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan
terencana (bertahap) dan sistematis
 Pendidikan dilakukan seluruh aspek yang ada di dalam kehidupan
kita, baik orang terdekat, masyarakat ataupun lembaga-lembaga
yang ada, baik yang terjadi secara formal maupun nonformal.
 Pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang:
– beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
– berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
– memiliki keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat
dan negara
– menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab
Terima kasihTerima kasih

Pengantar pendidikan

  • 1.
  • 2.
    Kelompok II • DedeIlma • Desi Susilawati • Devi Feriani • Devia Laras • Dianudin • Elis Lisdayanti • Euis Rahmawati • Fenny Pebriani • Firman Wahyu Ilahi
  • 3.
    LATAR BELAKANG PENDIDIKAN •Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. • Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. • Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. • Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan – Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
  • 4.
    DASAR PENDIDIKAN • Dasarpendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang menggembirakan.
  • 5.
    Pendidikan menurut Al-qur’an –Al-qur’an merupakan pedoman tertinggi yang manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di dunia. Dalam Al-qur’an kita bisa menemukan semua permasalahan hidup termasuk pendidikan dan ilmu pengetahuan. Allah ta’ala berfirman di dalam Al Qur`an surat Al ‘Alaq ayat 1 sampai 5:
  • 6.
    ‫ق‬َ ‫ل‬َ ‫خ‬َ ‫ذ ي‬ِ‫خ ي‬‫َل‬ّ‫ِذ‬‫ا‬ ‫ك‬َ ‫ِب‬ّ‫ر َك‬َ ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫س‬ْ‫م‬ ‫ِبسا‬ِ‫خ ي‬ ‫أ‬ْ‫م‬‫ر‬َ ‫ق‬ْ‫م‬‫ا‬ ‫ق‬ٍ ‫ل‬َ ‫ع‬َ ‫ن‬ْ‫م‬ ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ن‬َ ‫سسا‬َ ‫ن‬ْ‫م‬‫ل‬ْ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ا‬ ‫ق‬َ ‫ل‬َ ‫خ‬َ ‫م‬ُ ‫ر‬َ ‫ك‬ْ‫م‬ ‫ل‬ْ‫م‬َ ‫ا‬ ‫ك‬َ ‫ِب‬ّ‫ر َك‬َ ‫و‬َ ‫أ‬ْ‫م‬‫ر‬َ ‫ق‬ْ‫م‬‫ا‬ ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ل‬َ ‫ق‬َ ‫َل‬ْ‫ِبسام‬ِ‫خ ي‬ ‫م‬َ ‫ل‬ّ‫ِذ‬‫ع‬َ ‫ذ ي‬ِ‫خ ي‬‫َل‬ّ‫ِذ‬‫ا‬ ‫م‬ْ‫م‬ ‫ل‬َ ‫ع‬ْ‫م‬ ‫ي‬َ ‫م‬ْ‫م‬ ‫َل‬َ ‫مسا‬َ ‫ن‬َ ‫سسا‬َ ‫ن‬ْ‫م‬‫ل‬ْ‫م‬ِ‫خ ي‬ ‫ا‬ ‫م‬َ ‫ل‬ّ‫ِذ‬‫ع‬َ – Artinya: – “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. – (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. – (3) Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah. – (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis) – (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
  • 7.
    LOGO Pendidikan menurut Hadist •Hadist merupan pedoman kita setalah Al-qur’an, dengan demikian hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam pendidikan. Rasulullah Saw., bersabda: • ‫م‬ٍ㓀‫ل‬ِ‫ٍم‬‫س‬ْ‫ِل‬ ‫م‬ُ‫لْس‬ ‫ل‬ّ‫سُم‬‫ك‬ُ‫لْس‬ ‫لكى‬َ‫كى‬‫ع‬َ‫كى‬ ‫ة‬ٌ‫َع‬‫ض‬َ‫كى‬ ‫ي‬ْ‫ِل‬‫ر‬ِ‫ٍم‬ ‫ف‬َ‫كى‬‫م‬ِ‫ٍم‬ ‫ل‬ْ‫ِل‬‫ع‬ِ‫ٍم‬ ‫ل‬ْ‫ِل‬‫لا‬‫ب‬ُ‫لْس‬‫ل‬َ‫كى‬‫ط‬َ‫كى‬ • Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al- Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)”.
  • 8.
    Definisi Pendidikan Menurut(UU RI No. Definisi Pendidikan Menurut (UU RI No.  20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1) Nasional, pasal 1)  • Pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  • 9.
    Berdasarkan definisi diatas, Ditemukan 3 (tiga) pokok pikiran utama yang terkandung di dalamnya, yaitu: •Usaha sadar dan terencana; •Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya; dan •Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Di bawah ini akan dipaparkan secara singkat ketiga pokok pikiran tersebut.
  • 10.
    Definisi Pendidikan MenurutGBHN • GBHN 1988 (BP 7 Pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang – Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta hrkat dan martabat bangsa, memwujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berkualitas, dan mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhn pembangunan naional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
  • 11.
    Definisi pendidikan MenurutUNESCO • UNESCO menyatakan bahwa : “ Education is now engaged is preparinment for tife society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk memprsiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Konsaep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (Transfer of culture value) Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dfari pejndidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.
  • 12.
    Definisi Pendidikan menurut KiHajar Dewantara • Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
  • 13.
    Definisi Pendidikan menurutNotoatmojdo, 2003 • Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.
  • 14.
    Mudyaharjo, 2008 • Pendidikanadalah usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.
  • 15.
    Faud Ihsan, 2010 •Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
  • 16.
    Prof. Dr. Imambarznadib  Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik
  • 17.
    Pendidikan menurut JohnDewey • mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup
  • 18.
    JJ. Rouseau • Pendidikanmerupakan pemberian bekal kepada kita apa yang tidak kita butuhkan pada masa kanak- kanak, akan tetapi kita butuhkan pada saat dewasa
  • 19.
    Pendidikan Menurut M.J. Langeveld  Pendidikan merupkan setiap usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi dan membimbing anak ke arah kedewasaan, agar anak cekatan melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Menurut Langeveld pendidikan hanya berlangsung dalam suasana pergaulan antara orang yang sudah dewasa (atau yang diciptakan orang dewasa seperti : sekolah, buku model dan sebagainya) dengan orang yang belum dewasa yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Ditegaskan oleh M.J. Longeveled bahwa Pendidikan merupakan usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
  • 20.
    Pendidikan menurut JohnS. Brubacher • Pendidikan merupakan proses timbal balik dari tiap individu manusia dalam rangka penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman dan dengan alam semesta. 
  • 21.
    Pendidikan menurut MortimerJ. Adler  pendidikan adalah proses dimana semua kemampuan manusia (bakat dan kemampuan yang diperoleh) yang dapat dipengaruhi oleh pembiasaan, disempurnakan dengan kebiasaan- kebiasaan yang baik melalui sarana yang secara artistik dibuat dan dipakai oleh siapa pun untuk membantu orang lain atau dirinya sendiri mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu kebiasaan yang baik.
  • 22.
    Kesimpulan Dari berbagai pandanganatas pendidikan dapat dilihat bahwa dikalangan pakar pendidikan sendiri masih terdapat perbedaan-perbedaan pendapat. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan ahli pendidikan itu dan kondisi pendidikan yang diperbincangkan saat itu, yang semuanya memiliki perbedaan karakter dan permasalahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan :
  • 23.
     Merupakan usahayang dilakukan dengan penuh kesadaran dan terencana (bertahap) dan sistematis  Pendidikan dilakukan seluruh aspek yang ada di dalam kehidupan kita, baik orang terdekat, masyarakat ataupun lembaga-lembaga yang ada, baik yang terjadi secara formal maupun nonformal.  Pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, – berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan – memiliki keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat dan negara – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
  • 24.

Editor's Notes