Teori lempeng tektonik menjelaskan pergerakan lempeng kerak bumi yang disebabkan oleh interaksi di bawah permukaan, seperti aliran magma dan gaya gravitasi, yang dapat menyebabkan gempa bumi dan pembentukan gunung berapi. Lempeng-lempeng utama di dunia termasuk lempeng Afrika, Amerika, Eurasia, Antartika, Pasifik, dan Indo-Australia, dan batas interaksi di antara mereka dapat menghasilkan berbagai bentuk geologis. Dalam konteks Indonesia, pergerakan lempeng telah membentuk struktur geologi yang rumit melalui bertubrukan dan pergeseran lempeng selama jutaan tahun.