DEEP LEARNING,
PENERAPAN
DALAM
PEMBELAJARAN
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan
Timur
Rita Asmarani, S.Psi
Pengawas Ahli Muda
Belajar dari 2 Guru
Guru A
Kelas dimulai dengan membaca buku pelajaran secara
bergiliran. Setelah itu, guru memberi penjelasan, lalu
diakhiri dengan mengerjakan soal-soal di LKS.
Guru mengajarkan konsep sebelum memulai kegiatan,
kemudian melakukan asesmen awal dengan mengajak
siswa berbagi pengalaman. Dari diskusi berbagi
pengalaman siswa diminta melakukan diskusi dan praktik
serta mencatat serta menganalisis hasil praktik tersebut.
Guru B
Belajar dari 2 Guru
Guru A
Ukuran keberhasilan bagi guru A adalah seorang siswa
berhasil dilihat dari nilai ujian, paham teori dari buku
dan mampu menjawab soal dengan benar.
Ukuran keberhasilan bagi guru B adalah nilai berdasarkan
proses dan hasil eksperimen, kemampuan siswa
menganalisis data, dan kemampuan mengaitkan konsep
dengan pengalaman sehari-hari dari asesmen berbasis
proyek yang dilakukan.
Guru B
Apakah cukup
jika seseorang
ingin jago
berkendara
hanya belajar
aturan lalu
lintas dan teori
dasar
mengemudi?
PEMBELAJARAN MENDALAM
Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang
memuliakan dengan menekankan pada penciptaan
suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran
(mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan
(joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika),
olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara
holistik dan terpadu.
Sumber: Puskurjar (2025)
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan
pembelajaran yang berfokus pada
pengembangan kompetensi dan
keterampilan abad ke-21 untuk
membekali siswa menghadapi
tantangan di dunia nyata (Fullan
dkk, 2018).
DEFINISI DEEP LEARNING
Deep Learning sebagai suatu proses
pembelajaran yang bermakna, relevan, dan
berbasis tindakan nyata (Fullan dkk, 2018).
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran
yang mendorong siswa untuk memahami konsep
secara mendalam, menghubungkan ide, dan
menerapkan pengetahuan di situasi baru.
MENGAPA DEEP LEARNING
PENTING?
1. Kemajuan teknologi, isu lingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi
ekonomi
menuntut keterampilan yang lebih dari sekadar hafalan atau pemahaman
teori, tetapi
diajak berpikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi serta berkomunikasi
dengan
baik.
2. Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi mengajak siswa
menerapkannya dalam kehidupan nyata sehingga siswa mampu merancang
solusi
inovatif untuk mengatasi masalah lingkungan atau membuat proyek
teknologi
sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Siswa diajak mengamati masalah di sekitar, menggagas ide, dan mengambil
Sumber: Fullan dkk (2018)
Pengalaman Pembelajaran yang
Menumbuhkan 6C (Fullan dkk, 2018)
1. Melibatkan proses kognitif tingkat tinggi untuk mencapai
pemahaman
mendalam tentang konten dan isu-isu di dunia kontemporer.
2. Melibatkan pendalaman dalam menangani bidang atau
permasalahan
yang seringkali bersifat lintas disiplin.
3. Mengintegrasikan kemampuan akademik dan pribadi.
4. Aktif, autentik, menantang, dan berpusat pada siswa.
5. Dirancang untuk memberikan dampak pada dunia, secara lokal
atau
lebih luas.
6. Terjadi di berbagai situasi dan semakin banyak menggunakan
digital
1. Character
Kompetensi 6C Siswa dalam
Deep Learning yang Dituju
2. Citizenship
Mengembangkan tanggung jawab, empati, dan integritas.
Memahami dan berkontribusi pada isu-isu lokal.
3. Collaboration
4. Communication
5. Creativity
6. Critical Thinking
Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Menyampaikan ide secara efektif.
Menganalisis informasi untuk membuat Keputusan yang tepat.
Berpikir inovatif dan menciptakan solusi baru.
TUJUAN DEEP LEARNING
1. Menghubungkan pengetahuan dengan situasi dunia nyata.
2. Berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah
kompleks.
3. Berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak
positif di
komunitas mereka.
4. Mengembangkan karakter dan nilai-nilai sosial yang
dibutuhkan untuk
Sumber: Fullan dkk (2018)
KARAKTERISTIK DEEP LEARNING
1. Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan
informasi baru.
2. Melibatkan berpikir kritis dan refleksi.
3. Memfokuskan pada makna dan hubungan antar konsep.
4. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan
kreativitas.
5. Menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata atau
proyek
kolaboratif. Sumber: Fullan dkk (2018)
KERANGKA KERJA DEEP LEARNING
Sumber: Puskurjar (2025)
4 ELEMEN DESAIN PEMBELAJARAN/
KERANGKA PEMBELAJARAN
Sumber: Fullan dkk (2018)
Praktik Pedagogis
Lingkungan Belajar
Pemanfaatan Digital
Kemitraan Pembelajaran
Praktik
Pedagogis
Fokus:
1. Mengutamakan pengalaman belajar yang autentik.
2. Mengembangkan praktik nyata yang menantang siswa berpikir kritis dan
kolaboratif.
3. Memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah.
Praktik pedagogis adalah strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan
pembelajaran dan membantu siswa memenuhi dimensi profil lulusan.
Contoh:
1. Proyek sains yang mendorong siswa melakukan eksperimen
dan
mengembangkan solusi.
2. Diskusi kelompok untuk menganalisis isu-isu sosial dan mencari
Sumber: Fullan dkk (2018)
Pedagogical Practice (Fullan dkk, 2018)
1. Fokus pada penciptaan dan penggunaan pengetahuan baru di
dunia
nyata daripada hanya menyebarkan pengetahuan yang sudah
ada.
2. Menjalin kemitraan pembelajaran baru antara siswa and guru
karena
proses pembelajaran menjadi titik fokus untuk saling
menemukan,
menciptakan, dan menggunakan pengetahuan.
3. Memperluas lingkungan belajar dengan bergerak melampaui
dinding
kelas tradisional untuk membangun pengetahuan baru dan
menciptakan budaya pembelajaran yang kuat.
Lingkungan
Belajar
Aspek lingkungan belajar:
1. Melibatkan penanaman budaya belajar untuk
mengeluarkan
potensi orang dewasa dan siswa.
2. Membahas desain ruang fisik dan virtual yang
mengoptimalkan
penguasaan kompetensi.
Lingkungan belajar adalah mengintegrasikan ruang fisik, virtual, dan budaya
belajar untuk menciptakan suasana yang mendorong pembelajaran mendalam
(Miller, 2017).
Sumber: Fullan dkk (2018)
Lingkungan
Belajar
Fokus:
1. Membuat ruang kelas fleksibel yang memungkinkan eksplorasi,
diskusi, dan
refleksi.
2. Mengakomodasi beragam profil belajar siswa, baik yang suka
berdiskusi,
observasi, kerja mandiri, dll.
3. Menghubungkan ruang fisik dan virtual untuk memperluas
jangkauan
sumber belajar.
Contoh:
1. Memberikan pilihan belajar untuk tiap kelompok: observasi,
diskusi,
eksperimen, dll.
2. Melakukan video call dengan narasumber dari luar daerah
untuk
berbagi. Sumber: Fullan dkk (2018)
Cara Menumbuhkan Lingkungan
Belajar untuk Anak (Roosegaarde,
2017)
1. Ciptakan pembelajaran yang membangkitkan rasa ingin tahu
siswa.
2. Mengajari siswa menjadi desainer masalah dengan membentuk
pemikiran “apa yang bisa terjadi”
3. Memberi kesempatan siswa mengajukan masalah yang dialami
dan
memberikan peluang siswa menemukan solusi, bukan sekadar
memberi siswa masalah dan diminta menyelesaikannya.
4. Menyiapkan siswa siap menghadapi tantangan ke depan agar
terbiasa
mengambil resiko dari semua usaha yang dilakukan.
5. Memberi kepercayaan pada siswa bahwa mereka memiliki
kemampuan
Pemanfaatan Teknologi Digital
Fokus:
1. Memanfaatkan alat digital seperti video, simulasi, aplikasi pembelajaran,
dan
media sosial untuk memperkuat pemahaman.
2. Menggunakan teknologi untuk mengakses informasi global, melakukan
penelitian,
dan membagian hasil kerja siswa.
Pemanfaatan teknologi digital yaitu menggunakan teknologi sebagai katalisator
untuk membuat pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Contoh:
1. Menggunakan Kahoot untuk kuis interaktif atau Youtube untuk
menonton
eksperimen sains.
2. Membuat infografis tentang dampak perubahan iklim dengan Canv
atau
membuat video edukasi dengan CapCut.
Kemitraan
Pembelajaran
Fokus:
1. Mengalihkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi proses
kolaborasi
bersama.
2. Menghubungkan siswa dengan dunia nyata melalui mentor, komunitas,
dan mitra
industri.
Kemitraan pembelajaran yaitu membentuk hubungan kolaboratif antara
guru, siswa, orangtua, komunitas, dan mitra professional untuk
memperkuat pembelajaran.
Contoh:
1. Mengundang praktisi atau professional dari dunia kerja untuk
memberikan
panduan atau inspirasi kepada siswa.
2. Bekerja sama dengan organisasi lokal untuk proyek berbasis
komunitas,
Karakteristik Pembelajaran menuju
Pembelajaran Mendalam
1. Siswa mengajukan pertanyaan dengan keterampilan dan bahasa untuk
melakukan inkuiri dan tidak secara pasif menerima jawaban dari guru.
2. Pertanyaan dihargai di atas jawaban. Proses belajar, menemukan, dan
menyampaikan sama pentingnya dengan hasil akhirnya.
3. Model pembelajaran bervariasi. Pemilihan model maupun pendekatan
disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa.
4. Koneksi eksplisit ke aplikasi dunia nyata. Desain pembelajaran dirancang
dan dibangun berdasarkan relevansi dan makna.
5. Kolaborasi. Siswa memiliki keterampilan berkolaborasi di dalam maupun
di luar kelas.
6. Penilaian pembelajaran yang melekat, transparan, dan autentik. Siswa
menentukan tujuan pribadi, memantau kemajuan menuju kriteria
keberhasilan,
Sumber: Fullan dkk (2018)
PRINSIP PEMBELAJARAN MENDALAM
Berkesadara
n
Bermakna Menggembiraka
n
Siswa memahami tujuan
pembelajaran, termotivasi
secara intrinsik untuk belajar,
serta aktif mengembangkan
strategi belajar untuk
mencapai tujuan.
Siswa dapat menerapkan
pengetahuan dalam dunia
nyata. Proses pembelajaran
tidak hanya sebatas memahami
informasi/penguasaan konten,
namun berorientasi pada
kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan
Pembelajaran yang
menggembirakan merupakan
suasana belajar yang positif,
menantang, menyenangkan, dan
memotivasi. Rasa senang dalam
belajar membuat siswa lebih
mudah memahami, mengingat,
dan menerapkan pengetahuan
Contoh Kegiatan Berkesadaran
1. Guru mengajak siswa mendiskusikan mengapa
materi ini
penting dan bagaimana siswa menerapkannya
dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Guru meminta siswa menuliskan refleksi singkat di
jurnal
belajar tentang perasaan mereka saat memecahkan
masalah, strategi yang digunakan, dan perbaikan
Contoh Kegiatan Bermakna
1. Guru mengajak siswa melakukan observasi di
lingkungan sekitar.
2. Guru mengajak siswa berdiskusi singkat tentang
berbagai sumber energi yang mereka gunakan
sehari-
hari, seperti listrik, baterai, dan bahan bakar.
3. Guru mendorong siswa untuk memikirkan solusi
nyata
seperti pemanfaatan energi terbarukan di
Contoh Kegiatan Menggembirakan
1. Guru memulai kelas dengan menanyakan kondisi
dan
kesiapan belajar siswa.
2. Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil dan
memberikan tantangan yang sesuai.
3. Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan
umpan
balik positif terhadap kreativitas dan ekspresi
kelompok.
8 Dimensi Profil Lulusan
Sumber: Puskurjar (2025)
8 Dimensi Profil Lulusan
Sumber: Puskurjar (2025)
8 Dimensi Profil Lulusan
Sumber: Puskurjar (2025)
Transformasi Peran Guru dalam
Ekosistem Pembelajaran
Mendalam
Sumber: Puskurjar (2025)
1. Guru sebagai Aktivator
Peran Guru dalam Ekosistem
Pembelajaran Mendalam
2. Guru sebagai Kolaborator
Sebagai penggerak memainkan peran yang dinamis dan interaktif dengan siswa
untuk menetukan tujuan pembelajaran yang bermakna, menetapkan kriteria
keberhasilan, dan mengembangkan keterampilan siswa sehingga menjadi
pembelajaran yang reflektif dan metakognitif.
Menjalin kemitraan pembelajaran dengan keluarga, masyarakat, dan siswa.
3. Guru sebagai Pembangun
Menciptakan budaya saling menghargai dan membangun mitra siswa serta
memberi mereka rasa memiliki dan keterhubungan.
Sumber: Fullan dkk (2018)
Pengalaman Belajar
Memahami
Mengaplikasikan
Merefleksikan
Sumber: Puskurjar (2025)
Pengalaman Belajar Memahami
Tahap awal siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat
memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai
sumber dan konteks.
Pengetahuan pada fase memahami terdiri atas:
1. Pengetahuan esensial (foundational knowledge)
2. Pengetahuan aplikatif (applied knowledge)
3. Pengetahuan nilai dan karakter (humanistic knowledge)
Sumber: Puskurjar (2025)
Pengalaman Belajar
Mengaplikasikan
Pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas peserta
didik mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan
secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh siswa
melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge).
Sumber: Puskurjar (2025)
Pengalaman Belajar Merefleksi
Proses siswa mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil
dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan.
Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai
kemampuan individu mengelola proses belajarnya secara mandiri,
meliputi:
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Pengawasan
4. Evaluasi terhadap cara belajar siswa
Sumber: Puskurjar (2025)
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Memahami
Tujuan: Membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang ekosistem,
hubungan antarmakhluk hidup, dan siklus energi dalam ekosistem.
Aktivitas:
1. Guru memulai pembelajaran dengan diskusi interaktif tentang ekosistem yang ada di
sekitar sekolah atau lingkungan rumah siswa.
2. Siswa mengamati gambar dan diagram rantai makanan serta jaringan makanan di
buku atau media presentasi. elaksanaan
3. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil dan meminta mereka mengidentifikasi
komponen ekosistem (produsen, konsumen, dan dekomposer) dari studi kasus yang
diberikan.
4. Siswa mencatat dan menjelaskan peran masing-masing komponen ekosistem
menggunakan peta konsep.
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Mengaplikasikan
Tujuan: Menghubungkan konsep yang telah dipelajari dengan situasi
nyata di lingkungan sekitar siswa.
Aktivitas:
1. Siswa diminta mengamati ekosistem di sekitar sekolah atau rumah.
2. Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan lapangan dan mencatat hubungan
antarmakhluk hidup (rantai makanan) yang mereka temukan.
3. Siswa merancang proyek mini ekosistem tertutup (terrarium) menggunakan botol
plastik bekas.
4. Proyek ini bertujuan untuk menguji bagaimana siklus energi dan materi terjadi dalam
sistem yang kecil dan terkontrol.
Contoh Tahapan Pengalaman Belajar
Merefleksikan
Tujuan: Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran serta memaknai
pengalaman belajar untuk perbaikan di masa depan.
Aktivitas:
1. Siswa diminta membuat jurnal refleksi tentang proses pembuatan terratium:
a. Apa yang mereka pelajari tentang ekosistem dan keseimbangan lingkungan?
b. Apa tantangan yang mereka hadapi saat membuat proyek?
c. Bagaimana siswa memecahkan masalah yang muncul?
2. Guru memandu diskusi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di
dunia nyata.
3. Siswa berbagi hasil refleksi dan mempresentasikan terrarium mereka di depan kelas,
sekaligus menerima umpan balik dari guru dan teman-temannya.
Praktek Membuat Proyek atau LKPD
untuk Murid
Menggunakan Pendekatan Deep Learning
Silakan disesuaikan dengan Mata Pelajaran Yang diampu.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Dimensi Profil Lulusan:
1. Bernalar kritis: mengembangkan kemampuan mengumpulkan,
mengolah, dan menganalisis data sederhana.
2. Komunikasi: melatih keterampilan menyajikan data secara visual
dan menjelaskan hasil temuan dengan jelas.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Tahapan Pembelajaran
1. Memahami
a. Guru memperkenalkan kjonsep pengumpulan data dan
grafik batang sebagai alat untuk menyajikan informasi.
b. Siswa diberikan contoh grafik sederhana dan diajarkan cara
membaca serta menafsirkan data.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Tahapan Pembelajaran
2. Mengaplikasikan
a. Siswa mengumpulkan data sosial dari teman sekelas, seperti
kebiasaan membaca, hobi, atau penggunaan media sosial.
b. Siswa membuat grafik batang menggunakan kertas atau
aplikasi sederhana untuk memvisualisasikan data yang telah
dikumpulkan.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan
informasi)
Tahapan Pembelajaran
3. Merefleksi
a. Siswa mempresentasikan grafik di depan kelas, menjelaskan
temuan yang menarik dan tren yang diamati.
b. Guru memandu diskusi untuk menghubungkan data dengan
kesimpulan sosial, misalnya pola kebiasaan siswa dalam
belajar.
Contoh Deep Learning dalam
Pembelajaran
Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi)
Assemen:
1. Grafik batang: dinilai berdasarkan akurasi dan keteraturan penyajian
data dalam grafik.
2. Presentasi data: dinilai dari kemampuan menjelaskan temuan dan
menghubungkan data dengan fenomena sosial yang diamati.
Proyek: Mengenal Tugas Aparat Desa
(Belajar Peran Pemerintah Lokal)
Proyek: Mengenal Tugas Aparat Desa
(Belajar Peran Pemerintah Lokal)
item
1
20%
item
2
20%
item
3
20%
Sumber 1
Sumber 2
Sumber: Rahmat (2025)
Proyek: Menulis Surat untuk
Pemerintah
Lokal tentang Isul Nelayan
Proyek: Kampanye Hak Asasi Manusia
Sumber: Rahmat (2025)
Tahapan Implementasi
Pembelajaran Mendalam
1. Sosialisasikan Pembelajaran Mendalam kepada semua
pemangku kepentingan.
2. Identifikasi dan pemenuhan kebutuhan sumber daya (Guru,
Satuan Pendidikan, Sumber Belajar, Dinas Pendidikan, dll).
3. Uji coba dalam lingkup terbatas.
4. Evaluasi hasil dan perbaikan system.
5. Penerapan Pembelajaran Mendalam secara luas.
6. Refleksi dan tindak lanjut untuk perbaikan selanjutnya.
Sumber: Puskurjar (2025)
Terima Kasih

Penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran

  • 1.
    DEEP LEARNING, PENERAPAN DALAM PEMBELAJARAN Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kalimantan Timur Rita Asmarani, S.Psi Pengawas Ahli Muda
  • 2.
    Belajar dari 2Guru Guru A Kelas dimulai dengan membaca buku pelajaran secara bergiliran. Setelah itu, guru memberi penjelasan, lalu diakhiri dengan mengerjakan soal-soal di LKS. Guru mengajarkan konsep sebelum memulai kegiatan, kemudian melakukan asesmen awal dengan mengajak siswa berbagi pengalaman. Dari diskusi berbagi pengalaman siswa diminta melakukan diskusi dan praktik serta mencatat serta menganalisis hasil praktik tersebut. Guru B
  • 3.
    Belajar dari 2Guru Guru A Ukuran keberhasilan bagi guru A adalah seorang siswa berhasil dilihat dari nilai ujian, paham teori dari buku dan mampu menjawab soal dengan benar. Ukuran keberhasilan bagi guru B adalah nilai berdasarkan proses dan hasil eksperimen, kemampuan siswa menganalisis data, dan kemampuan mengaitkan konsep dengan pengalaman sehari-hari dari asesmen berbasis proyek yang dilakukan. Guru B
  • 4.
    Apakah cukup jika seseorang inginjago berkendara hanya belajar aturan lalu lintas dan teori dasar mengemudi?
  • 5.
    PEMBELAJARAN MENDALAM Pembelajaran mendalammerupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu. Sumber: Puskurjar (2025)
  • 6.
    DEEP LEARNING Deep Learningadalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan abad ke-21 untuk membekali siswa menghadapi tantangan di dunia nyata (Fullan dkk, 2018).
  • 7.
    DEFINISI DEEP LEARNING DeepLearning sebagai suatu proses pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berbasis tindakan nyata (Fullan dkk, 2018).
  • 8.
    DEEP LEARNING Deep Learningadalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara mendalam, menghubungkan ide, dan menerapkan pengetahuan di situasi baru.
  • 9.
    MENGAPA DEEP LEARNING PENTING? 1.Kemajuan teknologi, isu lingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi ekonomi menuntut keterampilan yang lebih dari sekadar hafalan atau pemahaman teori, tetapi diajak berpikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi serta berkomunikasi dengan baik. 2. Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi mengajak siswa menerapkannya dalam kehidupan nyata sehingga siswa mampu merancang solusi inovatif untuk mengatasi masalah lingkungan atau membuat proyek teknologi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat. 3. Siswa diajak mengamati masalah di sekitar, menggagas ide, dan mengambil Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 10.
    Pengalaman Pembelajaran yang Menumbuhkan6C (Fullan dkk, 2018) 1. Melibatkan proses kognitif tingkat tinggi untuk mencapai pemahaman mendalam tentang konten dan isu-isu di dunia kontemporer. 2. Melibatkan pendalaman dalam menangani bidang atau permasalahan yang seringkali bersifat lintas disiplin. 3. Mengintegrasikan kemampuan akademik dan pribadi. 4. Aktif, autentik, menantang, dan berpusat pada siswa. 5. Dirancang untuk memberikan dampak pada dunia, secara lokal atau lebih luas. 6. Terjadi di berbagai situasi dan semakin banyak menggunakan digital
  • 11.
    1. Character Kompetensi 6CSiswa dalam Deep Learning yang Dituju 2. Citizenship Mengembangkan tanggung jawab, empati, dan integritas. Memahami dan berkontribusi pada isu-isu lokal. 3. Collaboration 4. Communication 5. Creativity 6. Critical Thinking Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Menyampaikan ide secara efektif. Menganalisis informasi untuk membuat Keputusan yang tepat. Berpikir inovatif dan menciptakan solusi baru.
  • 12.
    TUJUAN DEEP LEARNING 1.Menghubungkan pengetahuan dengan situasi dunia nyata. 2. Berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah kompleks. 3. Berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif di komunitas mereka. 4. Mengembangkan karakter dan nilai-nilai sosial yang dibutuhkan untuk Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 13.
    KARAKTERISTIK DEEP LEARNING 1.Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan informasi baru. 2. Melibatkan berpikir kritis dan refleksi. 3. Memfokuskan pada makna dan hubungan antar konsep. 4. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas. 5. Menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata atau proyek kolaboratif. Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 14.
    KERANGKA KERJA DEEPLEARNING Sumber: Puskurjar (2025)
  • 15.
    4 ELEMEN DESAINPEMBELAJARAN/ KERANGKA PEMBELAJARAN Sumber: Fullan dkk (2018) Praktik Pedagogis Lingkungan Belajar Pemanfaatan Digital Kemitraan Pembelajaran
  • 16.
    Praktik Pedagogis Fokus: 1. Mengutamakan pengalamanbelajar yang autentik. 2. Mengembangkan praktik nyata yang menantang siswa berpikir kritis dan kolaboratif. 3. Memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah. Praktik pedagogis adalah strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan membantu siswa memenuhi dimensi profil lulusan. Contoh: 1. Proyek sains yang mendorong siswa melakukan eksperimen dan mengembangkan solusi. 2. Diskusi kelompok untuk menganalisis isu-isu sosial dan mencari Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 17.
    Pedagogical Practice (Fullandkk, 2018) 1. Fokus pada penciptaan dan penggunaan pengetahuan baru di dunia nyata daripada hanya menyebarkan pengetahuan yang sudah ada. 2. Menjalin kemitraan pembelajaran baru antara siswa and guru karena proses pembelajaran menjadi titik fokus untuk saling menemukan, menciptakan, dan menggunakan pengetahuan. 3. Memperluas lingkungan belajar dengan bergerak melampaui dinding kelas tradisional untuk membangun pengetahuan baru dan menciptakan budaya pembelajaran yang kuat.
  • 18.
    Lingkungan Belajar Aspek lingkungan belajar: 1.Melibatkan penanaman budaya belajar untuk mengeluarkan potensi orang dewasa dan siswa. 2. Membahas desain ruang fisik dan virtual yang mengoptimalkan penguasaan kompetensi. Lingkungan belajar adalah mengintegrasikan ruang fisik, virtual, dan budaya belajar untuk menciptakan suasana yang mendorong pembelajaran mendalam (Miller, 2017). Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 19.
    Lingkungan Belajar Fokus: 1. Membuat ruangkelas fleksibel yang memungkinkan eksplorasi, diskusi, dan refleksi. 2. Mengakomodasi beragam profil belajar siswa, baik yang suka berdiskusi, observasi, kerja mandiri, dll. 3. Menghubungkan ruang fisik dan virtual untuk memperluas jangkauan sumber belajar. Contoh: 1. Memberikan pilihan belajar untuk tiap kelompok: observasi, diskusi, eksperimen, dll. 2. Melakukan video call dengan narasumber dari luar daerah untuk berbagi. Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 20.
    Cara Menumbuhkan Lingkungan Belajaruntuk Anak (Roosegaarde, 2017) 1. Ciptakan pembelajaran yang membangkitkan rasa ingin tahu siswa. 2. Mengajari siswa menjadi desainer masalah dengan membentuk pemikiran “apa yang bisa terjadi” 3. Memberi kesempatan siswa mengajukan masalah yang dialami dan memberikan peluang siswa menemukan solusi, bukan sekadar memberi siswa masalah dan diminta menyelesaikannya. 4. Menyiapkan siswa siap menghadapi tantangan ke depan agar terbiasa mengambil resiko dari semua usaha yang dilakukan. 5. Memberi kepercayaan pada siswa bahwa mereka memiliki kemampuan
  • 21.
    Pemanfaatan Teknologi Digital Fokus: 1.Memanfaatkan alat digital seperti video, simulasi, aplikasi pembelajaran, dan media sosial untuk memperkuat pemahaman. 2. Menggunakan teknologi untuk mengakses informasi global, melakukan penelitian, dan membagian hasil kerja siswa. Pemanfaatan teknologi digital yaitu menggunakan teknologi sebagai katalisator untuk membuat pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: 1. Menggunakan Kahoot untuk kuis interaktif atau Youtube untuk menonton eksperimen sains. 2. Membuat infografis tentang dampak perubahan iklim dengan Canv atau membuat video edukasi dengan CapCut.
  • 22.
    Kemitraan Pembelajaran Fokus: 1. Mengalihkan kontrolpembelajaran dari guru saja menjadi proses kolaborasi bersama. 2. Menghubungkan siswa dengan dunia nyata melalui mentor, komunitas, dan mitra industri. Kemitraan pembelajaran yaitu membentuk hubungan kolaboratif antara guru, siswa, orangtua, komunitas, dan mitra professional untuk memperkuat pembelajaran. Contoh: 1. Mengundang praktisi atau professional dari dunia kerja untuk memberikan panduan atau inspirasi kepada siswa. 2. Bekerja sama dengan organisasi lokal untuk proyek berbasis komunitas,
  • 23.
    Karakteristik Pembelajaran menuju PembelajaranMendalam 1. Siswa mengajukan pertanyaan dengan keterampilan dan bahasa untuk melakukan inkuiri dan tidak secara pasif menerima jawaban dari guru. 2. Pertanyaan dihargai di atas jawaban. Proses belajar, menemukan, dan menyampaikan sama pentingnya dengan hasil akhirnya. 3. Model pembelajaran bervariasi. Pemilihan model maupun pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. 4. Koneksi eksplisit ke aplikasi dunia nyata. Desain pembelajaran dirancang dan dibangun berdasarkan relevansi dan makna. 5. Kolaborasi. Siswa memiliki keterampilan berkolaborasi di dalam maupun di luar kelas. 6. Penilaian pembelajaran yang melekat, transparan, dan autentik. Siswa menentukan tujuan pribadi, memantau kemajuan menuju kriteria keberhasilan, Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 24.
    PRINSIP PEMBELAJARAN MENDALAM Berkesadara n BermaknaMenggembiraka n Siswa memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Siswa dapat menerapkan pengetahuan dalam dunia nyata. Proses pembelajaran tidak hanya sebatas memahami informasi/penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasikan pengetahuan Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membuat siswa lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan
  • 25.
    Contoh Kegiatan Berkesadaran 1.Guru mengajak siswa mendiskusikan mengapa materi ini penting dan bagaimana siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Guru meminta siswa menuliskan refleksi singkat di jurnal belajar tentang perasaan mereka saat memecahkan masalah, strategi yang digunakan, dan perbaikan
  • 26.
    Contoh Kegiatan Bermakna 1.Guru mengajak siswa melakukan observasi di lingkungan sekitar. 2. Guru mengajak siswa berdiskusi singkat tentang berbagai sumber energi yang mereka gunakan sehari- hari, seperti listrik, baterai, dan bahan bakar. 3. Guru mendorong siswa untuk memikirkan solusi nyata seperti pemanfaatan energi terbarukan di
  • 27.
    Contoh Kegiatan Menggembirakan 1.Guru memulai kelas dengan menanyakan kondisi dan kesiapan belajar siswa. 2. Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil dan memberikan tantangan yang sesuai. 3. Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif terhadap kreativitas dan ekspresi kelompok.
  • 28.
    8 Dimensi ProfilLulusan Sumber: Puskurjar (2025)
  • 29.
    8 Dimensi ProfilLulusan Sumber: Puskurjar (2025)
  • 30.
    8 Dimensi ProfilLulusan Sumber: Puskurjar (2025)
  • 31.
    Transformasi Peran Gurudalam Ekosistem Pembelajaran Mendalam Sumber: Puskurjar (2025)
  • 32.
    1. Guru sebagaiAktivator Peran Guru dalam Ekosistem Pembelajaran Mendalam 2. Guru sebagai Kolaborator Sebagai penggerak memainkan peran yang dinamis dan interaktif dengan siswa untuk menetukan tujuan pembelajaran yang bermakna, menetapkan kriteria keberhasilan, dan mengembangkan keterampilan siswa sehingga menjadi pembelajaran yang reflektif dan metakognitif. Menjalin kemitraan pembelajaran dengan keluarga, masyarakat, dan siswa. 3. Guru sebagai Pembangun Menciptakan budaya saling menghargai dan membangun mitra siswa serta memberi mereka rasa memiliki dan keterhubungan. Sumber: Fullan dkk (2018)
  • 33.
  • 34.
    Pengalaman Belajar Memahami Tahapawal siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase memahami terdiri atas: 1. Pengetahuan esensial (foundational knowledge) 2. Pengetahuan aplikatif (applied knowledge) 3. Pengetahuan nilai dan karakter (humanistic knowledge) Sumber: Puskurjar (2025)
  • 35.
    Pengalaman Belajar Mengaplikasikan Pengalaman belajaryang menunjukkan aktivitas peserta didik mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh siswa melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge). Sumber: Puskurjar (2025)
  • 36.
    Pengalaman Belajar Merefleksi Prosessiswa mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan individu mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi: 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. Pengawasan 4. Evaluasi terhadap cara belajar siswa Sumber: Puskurjar (2025)
  • 37.
    Contoh Tahapan PengalamanBelajar Memahami Tujuan: Membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang ekosistem, hubungan antarmakhluk hidup, dan siklus energi dalam ekosistem. Aktivitas: 1. Guru memulai pembelajaran dengan diskusi interaktif tentang ekosistem yang ada di sekitar sekolah atau lingkungan rumah siswa. 2. Siswa mengamati gambar dan diagram rantai makanan serta jaringan makanan di buku atau media presentasi. elaksanaan 3. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil dan meminta mereka mengidentifikasi komponen ekosistem (produsen, konsumen, dan dekomposer) dari studi kasus yang diberikan. 4. Siswa mencatat dan menjelaskan peran masing-masing komponen ekosistem menggunakan peta konsep.
  • 38.
    Contoh Tahapan PengalamanBelajar Mengaplikasikan Tujuan: Menghubungkan konsep yang telah dipelajari dengan situasi nyata di lingkungan sekitar siswa. Aktivitas: 1. Siswa diminta mengamati ekosistem di sekitar sekolah atau rumah. 2. Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan lapangan dan mencatat hubungan antarmakhluk hidup (rantai makanan) yang mereka temukan. 3. Siswa merancang proyek mini ekosistem tertutup (terrarium) menggunakan botol plastik bekas. 4. Proyek ini bertujuan untuk menguji bagaimana siklus energi dan materi terjadi dalam sistem yang kecil dan terkontrol.
  • 39.
    Contoh Tahapan PengalamanBelajar Merefleksikan Tujuan: Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran serta memaknai pengalaman belajar untuk perbaikan di masa depan. Aktivitas: 1. Siswa diminta membuat jurnal refleksi tentang proses pembuatan terratium: a. Apa yang mereka pelajari tentang ekosistem dan keseimbangan lingkungan? b. Apa tantangan yang mereka hadapi saat membuat proyek? c. Bagaimana siswa memecahkan masalah yang muncul? 2. Guru memandu diskusi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di dunia nyata. 3. Siswa berbagi hasil refleksi dan mempresentasikan terrarium mereka di depan kelas, sekaligus menerima umpan balik dari guru dan teman-temannya.
  • 40.
    Praktek Membuat Proyekatau LKPD untuk Murid Menggunakan Pendekatan Deep Learning Silakan disesuaikan dengan Mata Pelajaran Yang diampu.
  • 41.
    Contoh Deep Learningdalam Pembelajaran Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi) Dimensi Profil Lulusan: 1. Bernalar kritis: mengembangkan kemampuan mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data sederhana. 2. Komunikasi: melatih keterampilan menyajikan data secara visual dan menjelaskan hasil temuan dengan jelas.
  • 42.
    Contoh Deep Learningdalam Pembelajaran Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi) Tahapan Pembelajaran 1. Memahami a. Guru memperkenalkan kjonsep pengumpulan data dan grafik batang sebagai alat untuk menyajikan informasi. b. Siswa diberikan contoh grafik sederhana dan diajarkan cara membaca serta menafsirkan data.
  • 43.
    Contoh Deep Learningdalam Pembelajaran Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi) Tahapan Pembelajaran 2. Mengaplikasikan a. Siswa mengumpulkan data sosial dari teman sekelas, seperti kebiasaan membaca, hobi, atau penggunaan media sosial. b. Siswa membuat grafik batang menggunakan kertas atau aplikasi sederhana untuk memvisualisasikan data yang telah dikumpulkan.
  • 44.
    Contoh Deep Learningdalam Pembelajaran Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi) Tahapan Pembelajaran 3. Merefleksi a. Siswa mempresentasikan grafik di depan kelas, menjelaskan temuan yang menarik dan tren yang diamati. b. Guru memandu diskusi untuk menghubungkan data dengan kesimpulan sosial, misalnya pola kebiasaan siswa dalam belajar.
  • 45.
    Contoh Deep Learningdalam Pembelajaran Proyek: Membuat grafik data sosial (Mengolah data dan menyajikan informasi) Assemen: 1. Grafik batang: dinilai berdasarkan akurasi dan keteraturan penyajian data dalam grafik. 2. Presentasi data: dinilai dari kemampuan menjelaskan temuan dan menghubungkan data dengan fenomena sosial yang diamati.
  • 46.
    Proyek: Mengenal TugasAparat Desa (Belajar Peran Pemerintah Lokal)
  • 47.
    Proyek: Mengenal TugasAparat Desa (Belajar Peran Pemerintah Lokal) item 1 20% item 2 20% item 3 20% Sumber 1 Sumber 2 Sumber: Rahmat (2025)
  • 48.
    Proyek: Menulis Suratuntuk Pemerintah Lokal tentang Isul Nelayan
  • 49.
    Proyek: Kampanye HakAsasi Manusia Sumber: Rahmat (2025)
  • 50.
    Tahapan Implementasi Pembelajaran Mendalam 1.Sosialisasikan Pembelajaran Mendalam kepada semua pemangku kepentingan. 2. Identifikasi dan pemenuhan kebutuhan sumber daya (Guru, Satuan Pendidikan, Sumber Belajar, Dinas Pendidikan, dll). 3. Uji coba dalam lingkup terbatas. 4. Evaluasi hasil dan perbaikan system. 5. Penerapan Pembelajaran Mendalam secara luas. 6. Refleksi dan tindak lanjut untuk perbaikan selanjutnya. Sumber: Puskurjar (2025)
  • 51.