PEMUAIAN




 Drs. Agus Purnomo
aguspurnomosite.blogspot.com
PEMUAIAN
PEMUAIAN ZAT PADAT

• PEMUAIAN PANJANG

• PEMUAIAN LUAS

• PEMUAIAN VOLUME
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT

Pemuaian Panjang Zat Padat :
• L = Lo.. t
• Lt = Lo + L
• Lt = Lo [1 + .t ]
• t = t2 – t1
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT
•   Keterangan :
•   Lo = panjang mula-mula benda ( m atau cm )
•   Lt = panjang akhir benda ( m atau cm )
•   L = pertambahan panjang benda ( m atau cm
    )
•   t = perubahan suhu benda ( C )
•   t1 = suhu mula-mula benda ( C )
•   t2 = suhu akhir benda ( C )
•    = koefesiem muai panjang benda ( /C )
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT
• Koefesiem muai panjang zat padat
  adalah bilangan yang menyatakan
  besarnya pemuaian panjang benda setiap
  satuan panjang suatu benda ketika
  suhunya dinaikkan sebesar 1C.
• Koefesiem muai panjang zat padat
  nilainya ditentukan oleh jenis zat padat
  tersebut, dan nilainya berbeda satu sama
  lainnya.
PEMUAIAN PANJANG ZAT PADAT

                       Nilai 
No       Nama Zat   (dalam ( /C )
1    Aluminium        0,000024
2    Tembaga          0,000017
3    Besi             0,000012
4    Baja             0,000011
5    Timah            0,000030
6    Kuningan         0,000018
7    Perak            0,000020
PEMUAIAN LUAS ZAT PADAT
PEMUAIAN LUAS ZAT PADAT
• A = Ao. . t = Ao. 2. t
•  = 2.
• At = Ao + A
• At = Ao [1 + .t ]
• t = t2 – t1
PEMUAIAN LUAS ZAT PADAT
•   Keterangan :
•   Ao = luas mula-mula benda ( m2 atau cm2 )
•   At = luas akhir benda ( m2 atau cm2 )
•   A = pertambahan luas benda ( m2 atau cm2 )
•   t = perubahan suhu benda ( C )
•   t1 = suhu mula-mula benda ( C )
•   t2 = suhu akhir benda ( C )
•    = koefesiem muai luas benda ( /C )
PEMUAIAN VOLUME ZAT PADAT
PEMUAIAN VOLUME ZAT PADAT
• V = Vo.. t = Vo.3. t
•  = 3.
• Vt = Vo + V
• Vt = Vo [1 + .t ]
• t = t2 – t1
PEMUAIAN VOLUME ZAT PADAT
Keterangan :
Vo = volume mula-mula benda ( m3 atau
cm3 )
Vt = volume akhir benda ( m3 atau cm3 )
V = pertambahan volume benda ( m3
atau cm3 )
t = perubahan suhu benda ( C )
t1 = suhu mula-mula benda ( C )
t2 = suhu akhir benda ( C )
 = koefesiem muai volume benda ( /C )
PEMUAIAN ZAT CAIR
PEMUAIAN ZAT CAIR

Zat Cair hanya dapat mengalami
pemuaian volume atau ruang saja,
sehingga rumus-rumus yang digunakan
sama seperti pemuaian volume zat padat
di atas. Tetapi perlu diingat, zat cair hanya
mempunyai koefesiem muai volume saja,
tidak mempunya koefesien muai panjang.
PEMUAIAN ZAT CAIR

Dari hasil percobaan diperoleh :
•   V = vo.. t
•   Vt = Vo + V
•   Vt = Vo [1 + .t ]
•   t = t2 – t1
PEMUAIAN ZAT CAIR

Keterangan :
• Vo = volume mula-mula benda ( m3 atau cm3 )
• Vt = volume akhir benda ( m3 atau cm3 )
• V = pertambahan volume benda ( m3 atau cm3 )
• t = perubahan suhu benda ( C )
• t1 = suhu mula-mula benda ( C )
• t2 = suhu akhir benda ( C )
•  = koefesiem muai volume benda ( /C )
ANOMALI AIR
ANOMALI AIR
Sifat-sifat khusus pemuaian air :
•Volume air terkecil pada suhu 4C
•Air bila dipanaskan dari suhu 4C volumenya
akan memuai (bertambah besar)
•Air bila didinginkan dari suhu 4C volumenya
akan memuai (bertambah besar)

Sifat pemuaian air yang menyimpang dari
sifat zat umumnya disebut dengan ANOMALI
AIR.
PEMUAIAN ZAT GAS
PEMUAIAN ZAT GAS
Pemuaian Gas pada Suhu Tetap (Isotermal)
Pemuaian gas pada suhu tetap berlaku hukum
Boyle, yaitu gas di dalam ruang tertutup yang
suhunya dijaga tetap, maka hasil kali tekanan
dan volume gas adalah tetap. Dirumuskan
sebagai:




Keterangan:
P = tekanan gas (atm)
V = volume gas (L)
PEMUAIAN ZAT GAS
Pemuaian Gas pada Tekanan Tetap (Isobar)
Pemuaian gas pada tekanan tetap berlaku hukum
Gay Lussac, yaitu gas di dalam ruang tertutup
dengan tekanan dijaga tetap, maka volume gas
sebanding dengan suhu mutlak gas. Dalam bentuk
persamaan dapat dituliskan sebagai:
PEMUAIAN ZAT GAS
Pemuaian Gas Pada Volume Tetap (Isokhorik)
Pemuaian gas pada volume tetap berlaku
hukum Boyle-Gay Lussac, yaitu jika volume gas
di dalam ruang tertutup dijaga tetap, maka
tekanan gas sebanding dengan suhu
mutlaknya. Hukum Boyle-Gay Lussac
dirumuskan sebagai :
PEMUAIAN ZAT GAS
Proses Adiabatis :
Dengan menggabungkan hukum boyle dan
hukum Gay Lussac diperoleh persamaan
LATIIHAN SOAL
a. Sebatang baja yang panjangnya 60 cm
   dipanaskan dari 0C menjadi 120C. Tentukan :
   a. Pertambahan panjang baja
   b. Panjang baja sekarang

2. Sebatang aluminium yang panjangnya 200 cm
  dipanaskan dari 20C menjadi 220C.Tentukan :
  a. Pertambahan panjang aluminium
   b. Panjang aluminium sekarang
LATIIHAN SOAL
3. Pada suhu 12C sebatang besi panjangnya 72 cm dan
  setelah dipanaskan sampai pada suhu 77C
  panjangnya menjadi 72,06 cm.     Tentukan :
  a.Koefesien muai panjang besi
  b.Panjang besi pada suhu 162C

4. Sebatang penggaris besi yang mula-mula panjangnya
   200 cm bersuhu 20C, kemudian dipanaskan. Ternyata
   penggaris besi tersebut mengalami pertambahan
   panjang sebesar 0,060 cm. Tentukan sampai suhu
   berapakah penggaris besi tersebut dipanaskan?
LATIIHAN SOAL
5. Sebatang kuningan yang mula-mula panjangnya 300
   cm bersuhu tertentu, kemudian dipanaskan sampai
   bersuhu 200C. Ternyata batang kuningan tersebut
   mengalami pertambahan panjang sebesar 0,18 cm.
   Tentukan suhu awal kuningan tersebut sebelum
   dipanaskan?

6. Dua batang logam yang terbuat dari tembaga
   panjangnya masing-masing 150 cm dan 400 cm pada
   suhu yang sama dipanaskan bersama-sama, sehingga
   mengalami pemuaian. Ternyata panjang batang
   pertama menjadi 150, 8 cm, tentukan panjang batang
   kedua!
LATIIHAN SOAL
7. Dua penggaris dari besi dan alumunium panjangnya
   sama sama 250 cm, mula-mula keduanya bersuhu
   25C. Jika keduanya mengalami pemuaian saat
   dipanaskan, tentukan selisih panjang akhir keduanya
   setelah dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi
   275C?

8. Dua penggaris dari baja dan tembaga panjangnya
   sama sama 200 cm, mula-mula keduanya bersuhu
   20C. Jika keduanya mengalami pemuaian saat
   dipanaskan, tentukan selisih panjang akhir keduanya
   setelah dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi
   320C?
LATIIHAN SOAL
9. Pada suhu 0C luas sekeping logam 50 cm2.
  Hitung pemuaiannya bila dipanaskan sampai
  suhu 200C. Koefesien muai panjang logam
  0,000010/C!

10. Sekeping lempengan baja yang luasnya 200
  cm2 dipanaskan dari suhu 0C menjadi 100C.
  Hitunglah :
  a. Pertambahan luas lempengan baja tersebut
  b. Luas akhir baja tersebut
LATIIHAN SOAL
11. Pada suhu 30C sekeping logam luasnya 100 cm2.
  Setelah dipanaskan pada suhu 230C, luasnya menjadi
  100,48 cm2. Hitunglah koefesien muai luas dan
  panjang logam tersebut!

12. Dua batang besi dan alumunium luasnya sama sama
  250 cm2, mula-mula keduanya bersuhu 25C. Jika
  keduanya mengalami pemuaian saat dipanaskan,
  tentukan selisih luas akhir keduanya setelah
  dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi 225C?
LATIIHAN SOAL
13. Sebuah botol dari kaca pada suhu 15C
  volumenya 50 cm3. Tentukan pertambahan
  volumenya jika dipanaskan sampai suhu 35C.
  koefesien muai panjang kaca 0,000009/C.

14. Sebuah bejana dari aluminium pada suhu
  10C volumenya 1000 cm3, dipanaskan sampai
  suhu 110C. Tentukan :
  a. Pertambahan volumenya
  b. Volume akhirnya
LATIIHAN SOAL
15. Sebuah bejana dari baja pada suhu 20C volumenya
  200 cm3, dipanaskan sampai suhu 220C. Tentukan :
  a. Pertambahan volumenya
  b. Volume akhirnya

16. Sebuah botol gelas volumenya pada suhu 0C tepat
  50 cm3 diisi air raksa pada suhu yang sama. Kemudian
  dipanaskan bersama-sama sampai suhu 100C. Bila
  koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan
  koefesien muai ruang air raksa 0,000182/C. Hitunglah
  volume air raksa yang tumpah!
LATIIHAN SOAL
17. Sebuah botol gelas volumenya pada suhu 0C tepat
  50 cm3 diisi air raksa pada suhu yang sama. Kemudian
  dipanaskan bersama-sama sampai suhu 100C. Bila
  koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan
  koefesien muai ruang air raksa 0,000182/C. Hitunglah
  volume air raksa yang tumpah!

18. Sebuah botol gelas volumenya pada suhu 20C tepat
  400 cm3 diisi alkohol pada suhu yang sama. Kemudian
  dipanaskan bersama-sama sampai suhu 80C. Bila
  koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan
  koefesien muai ruang alkohol 0,000250/C. Hitunglah
  volume air raksa yang tumpah!
LATIIHAN SOAL
19. Sebutkan mamfaat peristiwa pemuaian dalam
  kehidupan sehari-hari!

20. Sebuah Bimetal terbuat dari logam A dan
  logam B yang berbeda, dengan koefesien muai
  panjang logam B lebih besar dari koefesien
  muai panjang logam A. Kemanakah bimetal
  tersebut akan membengkok bila bimetal itu :
 a. dipanaskan
 b. didinginkan
LATIIHAN SOAL
21. Suatu gas suhunya 27ºC dipanaskan
 pada tekanan tetap. Berapa suhu gas
 tersebut saat volume gas menjadi 3 kali
 volume semula?

22. Gas di dalam ruang tertutup pada suhu
 27ºC dan tekanan 2 atm memiliki volume
 2,4 L. Berapa volume gas tersebut pada
 suhu 227ºC dan tekanan 3 atm?
LATIIHAN SOAL
23. Sejumlah gas dengan volume 4 L pada
  tekanan 1,5 atm dan suhunya 27ºC. Kemudian
  gas tersebut dipanaskan hingga suhunya 47ºC
  dan volumenya 3,2 L. Berapakah tekanan gas
  setelah dipanaskan?

24. Sejumlah gas dengan volume 2 ml pada
  tekanan 5 atm dan suhunya 127ºC. Kemudian
  gas tersebut dipanaskan hingga suhunya 527ºC
  dan volumenya 3,2 L. Berapakah tekanan gas
  setelah dipanaskan?
aguspurnomosite.blogspot.com

Pemuaian

  • 1.
    PEMUAIAN Drs. AgusPurnomo aguspurnomosite.blogspot.com
  • 2.
  • 3.
    PEMUAIAN ZAT PADAT •PEMUAIAN PANJANG • PEMUAIAN LUAS • PEMUAIAN VOLUME
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    PEMUAIAN PANJANG ZATPADAT Pemuaian Panjang Zat Padat : • L = Lo.. t • Lt = Lo + L • Lt = Lo [1 + .t ] • t = t2 – t1
  • 7.
    PEMUAIAN PANJANG ZATPADAT • Keterangan : • Lo = panjang mula-mula benda ( m atau cm ) • Lt = panjang akhir benda ( m atau cm ) • L = pertambahan panjang benda ( m atau cm ) • t = perubahan suhu benda ( C ) • t1 = suhu mula-mula benda ( C ) • t2 = suhu akhir benda ( C ) •  = koefesiem muai panjang benda ( /C )
  • 8.
    PEMUAIAN PANJANG ZATPADAT • Koefesiem muai panjang zat padat adalah bilangan yang menyatakan besarnya pemuaian panjang benda setiap satuan panjang suatu benda ketika suhunya dinaikkan sebesar 1C. • Koefesiem muai panjang zat padat nilainya ditentukan oleh jenis zat padat tersebut, dan nilainya berbeda satu sama lainnya.
  • 9.
    PEMUAIAN PANJANG ZATPADAT Nilai  No Nama Zat (dalam ( /C ) 1 Aluminium 0,000024 2 Tembaga 0,000017 3 Besi 0,000012 4 Baja 0,000011 5 Timah 0,000030 6 Kuningan 0,000018 7 Perak 0,000020
  • 10.
  • 11.
    PEMUAIAN LUAS ZATPADAT • A = Ao. . t = Ao. 2. t •  = 2. • At = Ao + A • At = Ao [1 + .t ] • t = t2 – t1
  • 12.
    PEMUAIAN LUAS ZATPADAT • Keterangan : • Ao = luas mula-mula benda ( m2 atau cm2 ) • At = luas akhir benda ( m2 atau cm2 ) • A = pertambahan luas benda ( m2 atau cm2 ) • t = perubahan suhu benda ( C ) • t1 = suhu mula-mula benda ( C ) • t2 = suhu akhir benda ( C ) •  = koefesiem muai luas benda ( /C )
  • 13.
  • 14.
    PEMUAIAN VOLUME ZATPADAT • V = Vo.. t = Vo.3. t •  = 3. • Vt = Vo + V • Vt = Vo [1 + .t ] • t = t2 – t1
  • 15.
    PEMUAIAN VOLUME ZATPADAT Keterangan : Vo = volume mula-mula benda ( m3 atau cm3 ) Vt = volume akhir benda ( m3 atau cm3 ) V = pertambahan volume benda ( m3 atau cm3 ) t = perubahan suhu benda ( C ) t1 = suhu mula-mula benda ( C ) t2 = suhu akhir benda ( C )  = koefesiem muai volume benda ( /C )
  • 16.
  • 17.
    PEMUAIAN ZAT CAIR ZatCair hanya dapat mengalami pemuaian volume atau ruang saja, sehingga rumus-rumus yang digunakan sama seperti pemuaian volume zat padat di atas. Tetapi perlu diingat, zat cair hanya mempunyai koefesiem muai volume saja, tidak mempunya koefesien muai panjang.
  • 18.
    PEMUAIAN ZAT CAIR Darihasil percobaan diperoleh : • V = vo.. t • Vt = Vo + V • Vt = Vo [1 + .t ] • t = t2 – t1
  • 19.
    PEMUAIAN ZAT CAIR Keterangan: • Vo = volume mula-mula benda ( m3 atau cm3 ) • Vt = volume akhir benda ( m3 atau cm3 ) • V = pertambahan volume benda ( m3 atau cm3 ) • t = perubahan suhu benda ( C ) • t1 = suhu mula-mula benda ( C ) • t2 = suhu akhir benda ( C ) •  = koefesiem muai volume benda ( /C )
  • 20.
  • 21.
    ANOMALI AIR Sifat-sifat khususpemuaian air : •Volume air terkecil pada suhu 4C •Air bila dipanaskan dari suhu 4C volumenya akan memuai (bertambah besar) •Air bila didinginkan dari suhu 4C volumenya akan memuai (bertambah besar) Sifat pemuaian air yang menyimpang dari sifat zat umumnya disebut dengan ANOMALI AIR.
  • 22.
  • 23.
    PEMUAIAN ZAT GAS PemuaianGas pada Suhu Tetap (Isotermal) Pemuaian gas pada suhu tetap berlaku hukum Boyle, yaitu gas di dalam ruang tertutup yang suhunya dijaga tetap, maka hasil kali tekanan dan volume gas adalah tetap. Dirumuskan sebagai: Keterangan: P = tekanan gas (atm) V = volume gas (L)
  • 24.
    PEMUAIAN ZAT GAS PemuaianGas pada Tekanan Tetap (Isobar) Pemuaian gas pada tekanan tetap berlaku hukum Gay Lussac, yaitu gas di dalam ruang tertutup dengan tekanan dijaga tetap, maka volume gas sebanding dengan suhu mutlak gas. Dalam bentuk persamaan dapat dituliskan sebagai:
  • 25.
    PEMUAIAN ZAT GAS PemuaianGas Pada Volume Tetap (Isokhorik) Pemuaian gas pada volume tetap berlaku hukum Boyle-Gay Lussac, yaitu jika volume gas di dalam ruang tertutup dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Hukum Boyle-Gay Lussac dirumuskan sebagai :
  • 26.
    PEMUAIAN ZAT GAS ProsesAdiabatis : Dengan menggabungkan hukum boyle dan hukum Gay Lussac diperoleh persamaan
  • 27.
    LATIIHAN SOAL a. Sebatangbaja yang panjangnya 60 cm dipanaskan dari 0C menjadi 120C. Tentukan : a. Pertambahan panjang baja b. Panjang baja sekarang 2. Sebatang aluminium yang panjangnya 200 cm dipanaskan dari 20C menjadi 220C.Tentukan : a. Pertambahan panjang aluminium b. Panjang aluminium sekarang
  • 28.
    LATIIHAN SOAL 3. Padasuhu 12C sebatang besi panjangnya 72 cm dan setelah dipanaskan sampai pada suhu 77C panjangnya menjadi 72,06 cm. Tentukan : a.Koefesien muai panjang besi b.Panjang besi pada suhu 162C 4. Sebatang penggaris besi yang mula-mula panjangnya 200 cm bersuhu 20C, kemudian dipanaskan. Ternyata penggaris besi tersebut mengalami pertambahan panjang sebesar 0,060 cm. Tentukan sampai suhu berapakah penggaris besi tersebut dipanaskan?
  • 29.
    LATIIHAN SOAL 5. Sebatangkuningan yang mula-mula panjangnya 300 cm bersuhu tertentu, kemudian dipanaskan sampai bersuhu 200C. Ternyata batang kuningan tersebut mengalami pertambahan panjang sebesar 0,18 cm. Tentukan suhu awal kuningan tersebut sebelum dipanaskan? 6. Dua batang logam yang terbuat dari tembaga panjangnya masing-masing 150 cm dan 400 cm pada suhu yang sama dipanaskan bersama-sama, sehingga mengalami pemuaian. Ternyata panjang batang pertama menjadi 150, 8 cm, tentukan panjang batang kedua!
  • 30.
    LATIIHAN SOAL 7. Duapenggaris dari besi dan alumunium panjangnya sama sama 250 cm, mula-mula keduanya bersuhu 25C. Jika keduanya mengalami pemuaian saat dipanaskan, tentukan selisih panjang akhir keduanya setelah dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi 275C? 8. Dua penggaris dari baja dan tembaga panjangnya sama sama 200 cm, mula-mula keduanya bersuhu 20C. Jika keduanya mengalami pemuaian saat dipanaskan, tentukan selisih panjang akhir keduanya setelah dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi 320C?
  • 31.
    LATIIHAN SOAL 9. Padasuhu 0C luas sekeping logam 50 cm2. Hitung pemuaiannya bila dipanaskan sampai suhu 200C. Koefesien muai panjang logam 0,000010/C! 10. Sekeping lempengan baja yang luasnya 200 cm2 dipanaskan dari suhu 0C menjadi 100C. Hitunglah : a. Pertambahan luas lempengan baja tersebut b. Luas akhir baja tersebut
  • 32.
    LATIIHAN SOAL 11. Padasuhu 30C sekeping logam luasnya 100 cm2. Setelah dipanaskan pada suhu 230C, luasnya menjadi 100,48 cm2. Hitunglah koefesien muai luas dan panjang logam tersebut! 12. Dua batang besi dan alumunium luasnya sama sama 250 cm2, mula-mula keduanya bersuhu 25C. Jika keduanya mengalami pemuaian saat dipanaskan, tentukan selisih luas akhir keduanya setelah dipanaskan sampai suhu keduanya menjadi 225C?
  • 33.
    LATIIHAN SOAL 13. Sebuahbotol dari kaca pada suhu 15C volumenya 50 cm3. Tentukan pertambahan volumenya jika dipanaskan sampai suhu 35C. koefesien muai panjang kaca 0,000009/C. 14. Sebuah bejana dari aluminium pada suhu 10C volumenya 1000 cm3, dipanaskan sampai suhu 110C. Tentukan : a. Pertambahan volumenya b. Volume akhirnya
  • 34.
    LATIIHAN SOAL 15. Sebuahbejana dari baja pada suhu 20C volumenya 200 cm3, dipanaskan sampai suhu 220C. Tentukan : a. Pertambahan volumenya b. Volume akhirnya 16. Sebuah botol gelas volumenya pada suhu 0C tepat 50 cm3 diisi air raksa pada suhu yang sama. Kemudian dipanaskan bersama-sama sampai suhu 100C. Bila koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan koefesien muai ruang air raksa 0,000182/C. Hitunglah volume air raksa yang tumpah!
  • 35.
    LATIIHAN SOAL 17. Sebuahbotol gelas volumenya pada suhu 0C tepat 50 cm3 diisi air raksa pada suhu yang sama. Kemudian dipanaskan bersama-sama sampai suhu 100C. Bila koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan koefesien muai ruang air raksa 0,000182/C. Hitunglah volume air raksa yang tumpah! 18. Sebuah botol gelas volumenya pada suhu 20C tepat 400 cm3 diisi alkohol pada suhu yang sama. Kemudian dipanaskan bersama-sama sampai suhu 80C. Bila koefesien muai panjang botol 0,00008/C dan koefesien muai ruang alkohol 0,000250/C. Hitunglah volume air raksa yang tumpah!
  • 36.
    LATIIHAN SOAL 19. Sebutkanmamfaat peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari! 20. Sebuah Bimetal terbuat dari logam A dan logam B yang berbeda, dengan koefesien muai panjang logam B lebih besar dari koefesien muai panjang logam A. Kemanakah bimetal tersebut akan membengkok bila bimetal itu : a. dipanaskan b. didinginkan
  • 37.
    LATIIHAN SOAL 21. Suatugas suhunya 27ºC dipanaskan pada tekanan tetap. Berapa suhu gas tersebut saat volume gas menjadi 3 kali volume semula? 22. Gas di dalam ruang tertutup pada suhu 27ºC dan tekanan 2 atm memiliki volume 2,4 L. Berapa volume gas tersebut pada suhu 227ºC dan tekanan 3 atm?
  • 38.
    LATIIHAN SOAL 23. Sejumlahgas dengan volume 4 L pada tekanan 1,5 atm dan suhunya 27ºC. Kemudian gas tersebut dipanaskan hingga suhunya 47ºC dan volumenya 3,2 L. Berapakah tekanan gas setelah dipanaskan? 24. Sejumlah gas dengan volume 2 ml pada tekanan 5 atm dan suhunya 127ºC. Kemudian gas tersebut dipanaskan hingga suhunya 527ºC dan volumenya 3,2 L. Berapakah tekanan gas setelah dipanaskan?
  • 39.