Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                 BUKU PEDOMAN
               PENULISAN SKRIPSI
              JURUSAN AKUNTANSI




JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2008




                                                                                       1
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




KATA PENGANTAR


       Proses pendidikan pada jenjang Strata 1 (S1) di Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Brawijaya akan diakhiri dengan diwajibkannya bagi mahasiswa
untuk menyusun skripsi. Tujuan dari penulisan skripsi tersebut adalah sebagai
sarana pelatihan bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Untuk menilai
keberhasilan penulisan skripsi tersebut, mahasiswa harus mempertahankannya di
depan penguji.
       Kualitas skripsi tidak hanya ditentukan oleh substansi atau materinya tulisan
saja, akan tetapi juga ditentukan oleh tata cara penulisannya. Oleh karena itu, untuk
menjamin tercapainya kualitas tersebut maka diperlukan pedoman penulisan skripsi.
Disamping itu manfaat dari pedoman penulisan skripsi ini adalah untuk membantu
memperlancar proses penulisan dan pembimbingan skripsi.
       Menyadari bahwa buku pedoman ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu saran dan kritik akan sangat bermanfaat untuk melengkapi kekurangan tersebut.
Namun kami berharap semua pihak yang terkait dengan proses penyusunan dan
pembimbingan skripsi memanfatkan buku pedoman ini dengan baik.
       Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini, Jurusan
Akuntansi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya.




                                                                   Malang, Juni 2008
                                                                    Jurusan Akuntansi
                                                                        Ketua,




                                                                    Dr. Unti Ludigo, Ak
                                                                     NIP. 132 086 159




                                                                                        2
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                                   DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .....................................................................................................i

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………......................…..ii

DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................1
      1.1. Tujuan ............ ............................................................................................1
      1.2. Persyaratan Menempuh Skripsi ...................................................................1
      1.3. Prosedur Penyusunan ..................................................................................1
      1.4. Waktu Penyelesaian .....................................................................................2


BAB II PEDOMAN PENGETIKAN ...............................................................................3
      2.1. Jenis dan Ukuran Kertas ............................................................................3
      2.2. Aturan Penulisan .........................................................................................3


BAB III BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI ..............................................................................5

BAB IV ATURAN BAGIAN DEPAN SKRIPSI .................................................................6

BAB V BAGIAN POKOK SKRIPSI ..............................................................................10

BAB VI CARA PENGACUAN DAN PENGUTIPAN ........................................................16
      6.1. Cara Merujuk Kutipan Langsung ...............................................................16
      6.2. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung ......................................................17
      6.3 Penyusunan Daftar Pustaka .......................................................................17

BAB VII PENGGUNAAN EJAAN YANG BENAR .........................................................22

LAMPIRAN ...............................................................................................................24




                                                                                                                          3
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                 DAFTAR LAMPIRAN


LAMPIRAN 1 :         Contoh Halaman Sampul                                        26
LAMPIRAN 2 :         Contoh Halaman Judul                                         27
LAMPIRAN 3 :         Contoh Halaman Pengesahan                                    28
LAMPIRAN 4 :         Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas                       29
LAMPIRAN 5 :         Contoh Halaman Riwayat Hidup                                 30
LAMPIRAN 6 :         Contoh Halaman Peruntukan                                    31
LAMPIRAN 7 :         Contoh Halaman Moto                                          32
LAMPIRAN 8 :         Contoh Halaman Kata Pengantar                                33
LAMPIRAN 9 :         Contoh halaman daftar isi                                    35
LAMPIRAN 10 :        Contoh halaman Daftar Tabel                                  37
LAMPIRAN 11 :        Contoh halaman Daftar Gambar                                 38
LAMPIRAN 12 :        Contoh halaman Daftar Lampiran                               39
LAMPIRAN 13 :        Contoh halaman Daftar Singkatan/Simbol                       40
LAMPIRAN 14 :        Contoh halaman Abstrak                                       41




                                                                                         4
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                       BAB I
                                 PENDAHULUAN


     Mahasiswa Program Strata 1 (S1) Jurusan Akuntansi, pada akhir masa studi
diwajibkan untuk menulis karya ilmiah yang disebut dengan skripsi sebagai syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi/Jurusan Akuntansi.
Diwajibkannya mahasiswa menulis skripsi ini dimaksudkan juga sebagai ajang
pelatihan bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk sebuah
karya ilmiah.
     Dalam penulisan skripsi ini, mahasiswa akan dibimbing oleh seorang dosen
yang ditetapkan oleh Ketua Jurusan. Penyusunan skripsi diharapkan selesai dalam
waktu maksimal 6 bulan. Bila melebihi batas waktu tersebut, mahasiswa diharuskan
melakukan pengajuan perpanjangan waktu sepengetahuan Dosen Pembimbing dan
persetujuan Ketua Jurusan.
     Buku       Pedoman   Penulisan   Skripsi   ini   diterbitkan   untuk     membantu
mempermudah bagi Dosen Pembimbing dan mahasiswa dalam dalam penulisan
skripsi.


1.1 Tujuan
Penyusunan pedoman ini adalah untuk:
   a. Membantu melancarkan mahasiswa dalam proses penulisan skripsi
   b. Menjamin keseragaman format penulisan skripsi
   c. Menjaga penelitian yang dilakukan desuai dengan kaidah etis dalam penulisan
       karya ilmiah.


1.2 Persyaratan Menempuh Skripsi
   a. Memprogram skripsi pada KRS semester yang bersangkutan
   b. Mengisi formulir pengajuan rencana skripsi yang disediakan oleh Jurusan
       sebagai bukti pendaftaran dan penetapan Dosen Pembimbing
   c. Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian
   d. Mata kuliah yang boleh ditempuh bersamaan skripsi maksimal 2 (dua) mata
       kuliah yang setara dengan 6 (enam) sks.


1.3 Prosedur Penyusunan
   a. Menyusun usulan penelitian (proposal) skripsi yang telah diajukan dan
       disetujui oleh dosen pembimbing
   b. Melakukan kegiatan penelitian



                                                                                        5
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




    c. Melakukan kegiatan konsultasi dengan dosen pembimbing
    d. Mencatat     proses   bimbingan   skripsi   yang   ditandatangani     oleh   dosen
        pembimbing pada kartu bimbingan skripsi
    e. Mendapatkan pengesahan penyelesaian skripsi dari dosen pembimbing dan
        Ketua Jurusan


1.4 Waktu Penyelesaian
      Penulisan skripsi harus sudah diselesaikan dalam waktu 1 (satu) semester,
apabila belum selesai dapat diperpanjang maksimum 1 (satu) semester atas
persetujuan dosen pembimbing atau Ketua Jurusan.


1.5 Kode Etik Penelitian
      Tujuan Kode Etik Penelitian adalah untuk dapat mewujudkan atmosfir
akademik yang menjunjung tinggi aspek moral, saling menghargai, saling peduli,
jujur dan berdedikasi baik di luar maupun di dalam kampus, mewujudkan atmosfir
akademik yang menjunjung tinggi kebebasan berfikir, kemampuan mencipta, dedikasi
dan bermoral dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan.
      Penelitian adalah upaya mencari kebenaran terhadap semua fenomena demi
pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat manusia. Etika penelitian
adalah pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan penelitian, termasuk
perilaku peneliti, sedangkan Kode Etik Penelitian adalah hal-hal yang menjelaskan
standar kinerja perilaku etis yang diharapkan dari semua pihak yang terlibat
penelitian di lingkungan dan atau mengatasnamakan Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Brawijaya sebagai sebuah institusi. Yang dimaksud sebagai
Peneliti adalah seseorang yang melalui pendidikannya memiliki kemampuan untuk
melakukan investigasi ilmiah dalam suatu bidang keilmuan tertentu dan/atau lintas
disiplin.
      Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan Kode Etik Penelitian
adalah sebagai berikut:
a. Penelitian yang dilakukan oleh setiap mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas
    Ekonomi Universitas Brawijaya harus memenuhi kaidah keilmuan, dan dilakukan
    berlandaskan hati nurani, moral, kejujuran, kebebasan, dan tanggung jawab.
b. Penelitian   yang    dilakukannya   merupakan     upaya   untuk    memajukan       ilmu
    pengetahuan, kesejahteraan, martabat, dan peradaban manusia, serta terhindar
    dari segala sesuatu yang menimbulkan kerugian atau membahayakan.
c. Setiap peneliti harus memahami kode etik penelitian dan menaati semua
    ketentuannya.




                                                                                         6
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




d. Pelanggaran terhadap kode etik dapat membawa sanksi bagi pihak yang
     melanggarnya, antara lain berupa: teguran, skorsing, diberhentikan, dan tindakan
     lainnya.
e. Seorang      peneliti    wajib    taat    pada    kode   etik   penelitian   dan   menghindari
     penyimpangan dari kode etik penelitian yang meliputi:
     1. Rekaan, pemalsuan data, atau tindakan sejenisnya.
     2. Plagiarisme        yang     diartikan     sebagai    tindakan     mengumumkan          atau
          memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan atau gagasan orang lain dengan
          cara mempublikasikan dan mengakuinya sebagai ciptaan sendiri.
     3.   Autoplagiarisme         yang      diartikan    sebagai    tindakan      (peneliti)   yang
          mengemukakan kembali kalimat, kata, data atau idea dalam karya tulis yang
          telah dipublikasikan oleh yang bersangkutan tanpa menyebutkan sumbernya.
f.   Penelitian harus dilakukan sesuai dengan metoda, prosedur dan pencapaian hasil
     secara ilmiah, yang dapat dipertanggung jawabkan.
g. Kewajiban peneliti terhadap penelitiannya adalah sebagai berikut:
     1. Peneliti bertanggung jawab untuk memberikan interpretasi atas hasil dan
          kesimpulan penelitian supaya hasil penelitian dapat dimengerti.
     2. Peneliti bertanggung jawab pada rekan seprofesinya.
     3. Peneliti tidak boleh menutupi kelemahan atau membesar-besarkan hasil
          penelitian.
     4. Peneliti harus menjelaskan secara eksplisit manfaat yang akan diperoleh
          subjek penelitian.




                                                                                                  7
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                         BAB II

                                 PEDOMAN PENGETIKAN


2.1 Jenis dan Ukuran Kertas
        Penulisan Skripsi wajib dilakukan dengan menggunakan kertas HVS/Fotokopi
   ukuran A4, berat 80 mg. Untuk penggandaannya dilakukan dengan fotokopi yang
   jelas dan bersih dengan kertas yang sama.


2.2 Aturan penulisan
   Penulisan    Skripsi   wajib   dilakukan   dengan    menggunakan       komputer     dengan
   ketentuan:
   a.   Jenis Huruf:
        Naskah Skripsi diketik dengan menggunakan jenis huruf Times New roman 12 cpi.
   b. Margin
        Batas pengetikan untuk Skripsi adalah 4 cm sebelah kiri dan atas, sedangkan 3
        cm untuk batas kanan dan bawah.
   c. Spasi
        Jarak antar baris dalam tulisan menggunakan 1 spasi ganda (double).
   d. Alenia Baru dan Jarak Ketikan
        Setiap kata pertama dari alenia baru ditulis masuk ke kanan sebesar 7 (tujuh)
        ketukan.
   e. Penulisan Bab dan Sub Bab
        Nomor bab dan judul bab baru ditulis dengan huruf besar dan tebal dan
        diletakkan di bagian tengah atas halaman. Nomor bab diletakkan paling atas dan
        judul bab baru diletakkan dibawahnya dengan jarak satu spasi “ganda”. Setiap
        bab baru ditulis pada halaman baru. Sub bab dan sub-sub bab yang
        mengikutinya ditulis disebelah kiri dengan huruf tebal dan kecil kecuali huruf
        pertama pada setiap kata harus ditulis dengan huruf besar.
   f.   Nomor Halaman dan Letaknya
        Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas kertas kecuali halaman pertama
        dari bab baru. Nomor halaman untuk setiap bab baru diletakkan di tengah bawah
        kertas. Untuk bagian awal skripsi pemberian nomor halaman menggunakan
        angka kecil romawi (I, ii, iii……dst). Yang termasuk halaman awal adalah dimulai
        dari halaman pengantar, halaman daftar isi, halaman pengesahan, halaman


                                                                                             8
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




       pernyataan orisinalitas, halaman riwayat hidup, halaman peruntukan (bila ada),
       halaman motto (bila ada), halaman kata pengantar, halaman daftar tabel,
       halaman daftar gambar/grafik, halaman daftar lampiran, halaman daftar
       singkatan/simbol (bila ada), dan halaman ringkasan, sedangkan bagian utama
       skripsi pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, pembahasan hasil
       penelitian (hasil dan pembahasan), kesimpulan,     daftar pustaka dan lampiran-
       lampiran pemberian nomor halaman menggunakan angka arab (1, 2, 3….dst)




                                                                                          9
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                        BAB III
                              BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI


Format skripsi dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Bagian awal, terdiri dari:
   a. Sampul
   b. Halaman Judul
   c. Halaman Pengesahan
   d. Halaman Pernyataan Orisinalitas
   e. Halaman Riwayat Hidup
   f.   Halaman Peruntukan (bila ada)
   g. Halaman Motto (bila ada)
   h. Halaman Kata Pengantar
   i.   Halaman Daftar Isi
   j.   Halaman Daftar Tabel
   k. Halaman Daftar Gambar/Grafik
   l.   Halaman Daftar Lampiran
   m. Halaman Daftar Singkatan/Simbol (bila ada)
   n. Halaman Ringkasan


2. Bagian Inti/Utama Skripsi
   a. Pendahuluan
   b. Tinjauan Pustaka
   c. Metodologi Penelitian
   d. Pembahasan Hasil Penelitian (Hasil dan Pembahasan)
   e. Kesimpulan


3. Bagian Akhir skripsi
   a. Daftar Pustaka
   b. Lampiran-lampiran




                                                                                           10
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                       BAB IV

                        ATURAN BAGIAN DEPAN SKRIPSI



a. Halaman Sampul
   1. Sampul skripsi berwarna kuning,
   2. Tulisan menggunakan warna hitam,
   3. Sampul skripsi menggunakan karton (hard cover).
   Yang harus ada dalam halaman sampul adalah:
   1. Judul skripsi,
   2. Tujuan skripsi (persyaratan untuk mendapatkan.....),
   3. Nama dan nomor induk penyusun,
   4. Lambang fakultas Ekonomi Unibraw,
   5. Nama program studi/jurusan,
   6. Nama fakultas,
   7. Nama universitas, serta,
   8. Nama kota tempat universitas dan tahun.
       Halaman sampul hanya terdiri dari satu halaman (contoh halaman sampul
   dapat dilihat di lampiran 1).
b. Halaman Judul
       Halaman judul sebenarnya duplikat dari halaman sampul. Hanya saja
   halaman judul ini dicetak di atas kertas HVS putih. Halaman judul hanya terdiri
   dari satu halaman (contoh halaman judul dapat dilihat dilampiran 2)
c. Halaman Pengesahan
       Halaman pengesahan mencantumkan:
    1. Judul skripsi,
    2. Nama dan nomor induk penyusun,
    3. Program studi/jurusan,
    4. Kata-kata pengesahan/persetujuan,
    5. Nama dan tanda tangan pembimbing, penguji, dan pengesahan dari Ketua
       Jurusan.
   Untuk dapat mengikuti ujian komprehensif, pengesahan cukup hanya dengan
   tanda tangan dosen pembimbing. Setelah ujian selesai dan mahasiswa dinyatakan
   lulus, penjilidan dilakukan setelah disetujui oleh dosen pembimbing, penguji dan
   Ketua Jurusan (contoh Halaman Pengesahan dapat dilihat pada lampiran 3).




                                                                                        11
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




d. Halaman Pernyataan Orisinalitas
        Halaman pernyataan orisinalitas merupakan halaman yang memuat ketegasan
     penulis bahwa naskah skripsi bukan karya plagiasi atau mengandung plagiasi
     dan menjamin orisinalitasnya.
     Contoh halaman orisinalitas ini data dilihat pada lampiran 4.
e. Halaman Riwayat Hidup
        Halaman ini diberi judul “ RIWAYAT HIDUP” dan dibawahnya menyebutkan:
     1. Nama,
     2. Tempat tanggal lahir penyusun,
     3. Alamat,
     4. Riwayat pendidikan,
     5. Riwayat atau pengalaman pekerjaan (kalau ada), dan
     6. Prestasi akademik dan non akademik yang telah dicapai
     Contoh daftar riwayat hidup dapat dilihat pada lampiran 5.
f.   Halaman Peruntukan (bila ada)
        Halaman ini bersifat sukarela dan cara penyajiannya pun sesuai keinginan
     penulis. Isi dari halaman ini adalah menyebutkan kepada siapa skripsi ini
     ditujukan.
     Contoh halaman peruntukan dapat dilihat pada lampiran 6.
g. Halaman Motto (bila ada)
        Halaman ini bersifat sukarela. Kalimat yang dicantumkan berupa motto, kata-
     kata mutiara, pendapat seseorang atau ayat-ayat dalam kitab suci yang perlu
     direnungkan dan diresapi oleh pembaca.
     Contoh halaman motto dapat dilihat pada lampiran 7.
h. Halaman Kata Pengantar
        Halaman ini diberi judul “KATA PENGANTAR”              dan diletakkan di bagian
     tengah atas kertas. Kata Pengantar memuat:
     1. Rasa syukur sehingga tulisan dapat disajikan,
     2. Uraian singkat proses penulisan skripsi serta
     3. Penulis mengantarkan kepada pembaca agar memahami isi tulisan, harapan,
        penyempurnaan, manfaat bagi yang membutuhkan
     Contoh halaman kata pengantar dapat dilihat pada lampiran 8.
i.   Halaman Daftar Isi
        Halaman ini diberi judul “DAFTAR ISI” dan diletakkan pada bagian atas
     kertas. Setiap tulisan yang ada pada halaman ini tidak diakhiri dengan titik. Yang
     dimasukkan dalam daftar isi adalah:
     1. Halaman “KATA PENGANTAR” sampai “Lampiran”,
     2. Bab,


                                                                                          12
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




     3. Nomor bab,
     4. Judul bab yang ditulis dengan huruf besar.
     5. Sub bab dan sub-sub bab (dan seterusnya) ditulis dengan huruf kecil kecuali
        huruf pertama ditulis dengan huruf besar. Nomor Bab menggunakan huruf
        Romawi besar (I, II, III…dst) dan nomor sub bab ditulis dengan angka Arab (1,
        2, 3 …dst) yang diawali dengan angka Arab yang bersesuaian dengan nomor
        bab.
     6. Jarak penulisan antara judul bab dengan kalimat pertama dua spasi “ganda”,
        sedangkan jarak antar bab baru dengan bab baru lainnya satu spasi “ganda”.
     7. Jarak antar sub bab dengan sub bab lainnya (atau sub-sub bab dengan sub-
        sub bab lainnya 1 spasi ukuran “1,5”, begitu juga jarak antar bab dengan sub
        bab.
     8. Jarak antara sub bab dengan bab baru 1 spasi ukuran “ganda”. Semua yang
        dicantumkan dalam daftar ini harus disertai dengan nomor halaman yang
        bersesuaian dan ditulis di sebelah kanan kertas.
     9. Penulisan sub bab pada ketukan ke-3, sedangkan sub sub bab pada ketukan
        ke-2 dari sub bab.
     Contoh daftar isi dapat dilihat pada lampiran 9.
j.   Halaman Daftar Tabel
        Halaman daftar tabel diawali dengan judul “DAFTAR TABEL” ditulis dengan
     huruf besar dan tebal dan diletakkan pada bagian atas kertas. Daftar Tabel
     memuat semua tabel dalam teks. Yang harus ada dalam daftar tabel adalah:
     1. Nomor tabel,
     2. Judul tabel, dan
     3. Nomor halaman dimana tabel dicantumkan dalam teks.
        Nomor tabel terdiri dari 2 angka dan di antara angka pertama dan kedua
     diberi titik. Angka pertama menunjukkan nomor bab yang bersesuaian dan angka
     kedua menunjukkan nomor tabel. Tabel 3.10 misalnya, terletak di bab 3 dan
     mempunyai nomor urut 10. Angka kedua dalam nomor tabel dimulai dari angka 1
     untuk setiap bab.
         Jika ada tabel yang dicantumkan di luar bab, misalnya di lampiran, maka
     angka pertama dari nomor tabel menggunakan nomor urut setiap halaman baru
     dalam skripsi setelah bab kesimpulan.
        Jadi bila bab 5 adalah kesimpulan, dan setelah bab kesimpulan ada 2
     halaman baru (daftar pustaka dan lampiran), maka angka pertama nomor tabel
     dari tabel yang terletak di lampiran adalah 7.
        Jarak penulisan antara judul daftar tabel dengan baris pertama adalah 2 spasi
     “ganda”, sementara itu jarak antara judul tabel dengan judul tabel berikutnya


                                                                                         13
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




     sepanjang 1 spasi “ganda”, jarak penulisan judul tabel yang terdiri dari lebih satu
     baris, adalah 1 spasi “tunggal”.
     Contoh halaman daftar tabel dapat di lihat pada lampiran 10.


k.   Halaman Daftar Gambar/Grafik
        Halaman daftar gambar diawali dengan judul “:DAFTAR GAMBAR” ditulis
     dengan huruf besar dan tebal dan diletakkan di bagian tengah atas kertas. Daftar
     gambar memuat semua gambar yang ada dalam skripsi. Yang harus dicantumkan
     dalam daftar gambar adalah:
     1. Nomor gambar,
     2. Judul gambar dan
     3. Nomor halaman gambar dimana gambar itu diletakkan.
        Cara pemberian nomor gambar dan pengetikan dalam halaman daftar gambar
     mengikuti aturan yang sama seperti halnya pada halaman daftar tabel (contoh
     halaman daftar gambar dapat dilihat pada lampiran 11).
l.   Halaman Daftar Lampiran
        Halaman daftar lampiran diawali dengan judul “DAFTAR LAMPIRAN” ditulis
     dengan huruf kapital dan tebal dan diletakkan di bagian tengah atas kertas.
     Dalam daftar lampiran memuat semua lampiran yang ada di skripsi. Yang harus
     ada di dalam daftar lampiran adalah:
     1. Nomor lampiran,
     2. Judul lampiran dan
     3. Nomor halaman di mana lampiran itu diletakkan.
         Cara pemberian nomor lampiran dan cara pengetikan di dalam daftar
     lampiran mengikuti aturan seperti di halaman daftar tabel (contoh halaman daftar
     lampiran dapat dilihat pada lampiran 12).
o. Halaman Daftar Abstrak
        Halaman ini diberi judul ABSTRAK yang dicetak tebal dan diletakkan di
     tengah atas bidang pengetikan (lihat lampiran 11). Selanjutnya diikuti dengan
     judul skripsi yang ditulis di tengah dengan huruf tebal dan besar serta spasi
     tunggal. Nama penyusun skripsi ditulis di tengah dengan jarak 2 spasi dari judul
     skripsi dengan diikuti Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dengan spasi tunggal dari
     nama penyusun. Nama dosen pembimbing disertakan di bawah nama penyusun
     skripsi. Nama dosen pembimbing ditulis dengan gelar lengkap tanpa disertai
     dengan Nomor Induk Pegawai (NIP).
        Selanjutnya    diikuti   dengan     memuat      teks   ringkasan.   Ringkasan     yang
     merupakan intisari skripsi berisi penjelasan singkat dari latar belakang, masalah




                                                                                             14
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




   yang diteliti, metode yang digunakan, serta hasil dan kesimpulan yang paling
   pokok.
       Dalam ringkasan dicantumkan kata kunci yang ditempatkan 2 (dua) spasi di
   bawah teks ringkasan. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah.
   Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Abstrak
   diketik dengan spasi tunggal dan panjangnya tidak lebih dari 1 halaman. Abstrak
   disajikan baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris pada
   halaman yang berbeda.
n. Halaman Daftar Singkatan/Simbol (bila ada)
       Halaman daftar singkatan memuat:
   1. Singkatan,
   2. Istilah,
   3. Simbol dan sebagainya.
     Cara penulisannya memakai dua lajur. Lajur pertama mencantumkan singkatan
   (ditulis dengan huruf besar) dan lajur kedua memuat keterangan lajur pertama
   (ditulis dengan huruf kecil kecuali kata pertama). Penulisan daftar singkatan atau
   lainnya diurut menaik berdasarkan abjad huruf pertama (ascending) (contoh
   halaman daftar singkatan dapat dilihat pada lampiran 13).




                                                                                       15
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                          BAB V

                             BAGIAN POKOK SKRIPSI


      Yang dimaksud sebagai bagian pokok di sini adalah bagian dari skripsi yang
merupakan hasil karya ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa yang terdiri dari
beberapa bab. Jumlah bab antara skripsi jenis kuantitatif dan kualitatif berbeda
(perbedaan mendetail mengenai perbedaan skripsi kuantitatif dan kualitatif akan
dibahas kemudian). Hal lain yang tidak boleh diabaikan di sini adalah bahwa
rangkaian kata untuk menyampaikan informasi yang disajikan di dalam skripsi
hendaknya teliti, singkat, padat, jelas, tajam, dan relevan serta konsisten.
      Skripsi pada umumnya terdiri dari 5 komponen, yaitu latar belakang masalah,
kerangka teori atau tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian atau
analisa, dan kesimpulan. Oleh karena itu, bila setiap komponen tersebut dibahas
dalam bab tersendiri, maka skripsi setidak-tidaknya akan terdiri dari 5 bab, yaitu bab
Pendahuluan, bab Tinjauan Pustaka, bab Metode Penelitian, bab Pembahasan Hasil
(penelitian), dan bab Kesimpulan.
       Berikut ini dipaparkan hal-hal yang menjadi perbedaan mendasar penelitian
kuantitatif dan kualitatif menurut Sugiyono (2005; hal 11-13). Dengan memahami
perbedaan tersebut diharapkan penulis skripsi dapat menulis skripsi dengan
sistematika yang baik dan benar.


       KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN METODE KUALITATIF


 No            Metode Kuantitatif                        Metode Kualitatif
 1     A. Desain                               A. Desain
         1. Spesifik, jelas, rinci                1. Umum
         2. Ditentukan secara mantap              2. Fleksibel
             sejak awal                           3. Berkembang, dan muncul dalam
         3. Menjadi pegangan langkah                 proses penelitian
             demi langkah.

  2    B. Tujuan                               B. Tujuan
         1. Menunjukkan hubungan antar            1. Menemukan pola hubungan
             variabel                                yang bersifat interaktif
         2. Menguji teori                         2. Menggambarkan realitas yang
         3. Mencari    generalisasi     yang         kompleks
             mempunyai nilai prediktif.           3. Memeroleh pemahaman makna
                                                  4. Menemukan teori.

  3    C. Teknik Penelitian                    C. Teknik Penelitian
         1. Ekspimen, survei                      1. Participant observation
         2. Kuesioner                             2. In depth interview
         3. Observasi dan wawancara               3. Dokumentasi
             terstruktur                          4. Triangulasi




                                                                                          16
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



 No             Metode Kuantitatif                        Metode Kualitatif
 4     D. Instrumen Penelitian                 D. Instrumen Penelitian
         1. Test, angket, wawancara               1. Peneliti sebagai instrumen
             terstruktur                              (human instrumen)
         2. Instrumen yang telah                  2. Buku catatan, tape recorder,
             terstandar.                              kamera, handycam dan lain-lain

  5    E. Data                                 E. Data
         1. Kuantitatif                           1. Deskriptif
         2. Hasil Pengukuran variabel             2. Dokumen pribadi, catatan
             yang dioperasionalkan dengan            lapangan, ucapan dan tindakan
             menggunakan instrumen                   responden, dokumen dan lain-
                                                     lain

  6    F. Sampel                               F. Sampel
         1. Besar                                 1. Kecil
         2. Representatif                         2. Tidak representatif
         3. Sedapat mungkin random                3. Purposive, snowball
         4. Ditentukan sejak awal                 4. Berkembang selama proses
                                                     penelitian

  7    G. Analisis                             G. Analisis
         1. Setelah selesai pengumpulan           1. Terus menerus sejak awal
             data                                    sampai akhir penelitian
         2. Deduktif                              2. Induktif
         3. Menggunakan statistik                 3. Mencari pola, model, thema,
                                                     teori

  8    H. Hubungan dengan Responden            H. Hubungan dengan Responden
         1. Berjarak, bahkan sering tanpa        1. Empati, akrab
            kontak                               2. Kedudukan sama bahkan
         2. Peneliti merasa/lebih tinggi             sebagai guru, konsultan
         3. Jangka pendek                        3. Jangka lama

  9    I. Usulan Desain                        I. Usulan Desain
          1. Luas dan rinci                       1. Singkat
          2. Literatur yang berhubungan           2. Literatur yang digunakan
              dengan masalah dan variabel             bersifat sementara, tidak
              yang diteliti                           menjadi pegangan utama
          3. Prosedur yang spesifik dan           3. Prosedur bersifat umum, seperti
              rinci langkah-langkahnya                akan merencanakan tour/piknik
          4. Masalah dirumuskan dengan            4. Masalah bersifat sementara dan
              spesifik dan jelas                      akan ditemukan setelah studi
          5. Hipotesis dirumuskan dengan              pendahuluan
              jelas                               5. Tidak dirumuskan hipotesis,
          6. Ditulis secara rinci dan jelas           karena justru akan menemukan
              sebelum terjun ke lapangan.             hipotesis
                                                  6. Fokus penelitian ditetapkan
                                                      setelah diperoleh data awal dari
                                                      lapangan




                                                                                           17
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




 10        J. Kapan Penelitian dianggap                J. Kapan Penelitian dianggap selesai?
           selesai?                                    Setelah tidak ada data yang dianggap
           Setelah semua data yang                     baru/jenuh
           direncanakan dapat terkumpul
     11    K. Kepercayaan terhadap hasil               K. Kepercayaan terhadap hasil
           penelitian                                  penelitian
           Pengujian validitas dan reliabilitas        Pengujian kredibilitas, dependabilitas,
           instrumen                                   proses dan hasi penelitian



          Bagian pokok dari skripsi kuantitatif dan kualitatif secara garis besar mempunyai
perbedaan. Hal ini disebabkan adanya berbagai perbedaan                yang melatarbelakangi metode
kuantitatif dan kualitatif seperti yang dipaparkan pada tabel di atas. Berikut ini adalah garis
besar bagian pokok skripsi dengan menggunakan metode kuantitatif yang selanjutnya disebut
dengan “Skripsi Kuantitatif”.
I.        Skripsi Kuantitatif
          Bagian pokok dari skripsi kuantitatif terdiri dari:
          Bab I Pendahuluan
                   1.1   Latar belakang Masalah
                   1.2   Rumusan Masalah
                   1.3   Batasan Masalah
                   1.4   Tujuan Penelitian
                   1.5   Manfaat Penelitian
                         1.5.1   Manfaat Teoritis
                         1.5.2   Manfaat Praktis
          Bab II   Tinjauan Pustaka dan Perumusan Hipotesis (jika ada)
          Bab III Metode Penelitian
                    3.1 Populasi dan Sampel
                    3.2 Data Penelitian
                         3.2.1   Jenis dan Sumber Data
                         3.2.2   Teknik Pengumpulan Data
                    3.3 Variabel Penelitian
                    3.4 Metode Analisis Data
                    3.5 Pengujian Hipotesis
          Bab IV Hasil dan Pembahasan
                   4.1   Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
                   4.2   Hasil Pengujian Asumsi Klasik
                   4.3   Hasil Pengujian Hipotesis
                   4.4   Pembahasan Hasil Penelitian
          Bab V    Kesimpulan
                   5.1    Kesimpulan
                   5.2    Keterbatasan Penelitian
                   5.3    Rekomendasi




                                                                                                   18
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




II.    Skripsi Kualitatif
       Bagian pokok dari skripsi kualitatif lebih fleksibel dari bagian kuantitatif. Penyusunan
bagian pokok skripsi kualitatif dapat lebih dari 5 (lima) bab seperti ketentuan skripsi
kuantitatif. Penyusunan skripsi kualitatif lebih mengutamakan bentuk penyusunan yang
sedemikian rupa sehingga penyampaian makna hasil penelitian lebih efektif dan mudah untuk
dipahami. Berikut ini adalah contoh bagian inti skripsi kualitatif:
       Bab I Pendahuluan
                1.1 Latar belakang Masalah
                1.2 Fokus Penelitian (dapat diartikan sebagai Rumusan Masalah)
                1.3 Tujuan Penelitian
                1.4 Manfaat Penelitian
                        1.4.1   Manfaat Teoritis
                        1.4.2   Manfaat Praktis
       Bab II    Tinjauan Pustaka
       Bab III Metodologi Penelitian
                     3.1 Metode Penelitian
                     3.2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
                     3.3 Instrumen Penelitian
                     3.4 Teknik analisis data
                     3.5 Pengujian Kredibilitas data
       Bab IV Analisa Data
       Bab V     Kesimpulan
                     5.1 Kesimpulan
                     5.2 Keterbatasan Penelitian
                     5.3 Rekomendasi


Beberapa pokok pikiran yang ada di setiap bab tersebut adalah seperti berikut ini.
I.    Pendahuluan
         Yang harus termuat dalam bab pendahuluan adalah latar belakang (masalah),
      rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.
      1.1 Latar Belakang
              Intinya adalah memuat uraian atau penjelasan mengenai alasan-alasan sehingga
         permasalahan yang diajukan merupakan permasalahan yang layak untuk diteliti dan
         dicarikan penyelesaiannya.
              Dalam latar belakang dapat dimasukkan pula sejarah singkat objek yang diteliti,
         kerangka berpikir, atau hasil-hasil penelitian lain yang relevan dengan permasalahan
         yang diajukan. Namun demikian, uraian ini tidak boleh terlalu mendalam karena akan
         dibahas dalam bab berikutnya yang bersesuaian. Selain itu, bab ini juga memuat
         fakta-fakta yang relevan dengan masalah penelitian sebagai titik tolak dalam
         merumuskan masalah penelitian, dan alasan-alasan (empiris, teknis) mengapa
         masalah dikemukakan dalam dalam usulan penelitian itu dipandang penting untuk
         diteliti.


                                                                                                  19
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



   1.2 Rumusan Masalah atau Fokus Penelitian
           Sub bab ini menunjukkan secara tegas permasalahan dalam skripsi yang dicari
       pemecahannya. Umumnya rumusan masalah menggunakan kalimat tanya namun
       dapat juga tidak. Perumusan masalah juga memuat proses penyederhanaan masalah
       yang rumit dan kompleks yang dirumuskan menjadi masalah yang dapat diteliti
       (researchable problems), atau merumuskan kaitan antara kesenjangan pengetahuan
       ilmiah atau teknologi yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang
       lebih luas. Di dalam menyampaikan perumusan masalah harus relevan dengan judul
       dan perlakuan yang akan diteliti.
           Pada skripsi kualitatif, sub bab ini disebut dengan “Fokus Penelitian”. Fokus
       penelitian bertujuan untuk menjabarkan rumusan masalah sekaligus batasan masalah
       penelitian. Hal inilah yang menyebabkan pada bagian pokok skripsi kualitatif tidak
       terdapat batasan masalah karena sudah tercermin dalam fokus penelitian.
   1.3 Batasan Masalah
           Sub bab ini menjelaskan ruang lingkup penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan
       menyebutkan secara spesifik area atau topik pembahasan yang membatasi penelitian.
   1.4 Tujuan Penelitian
           Menyebutkan secara jelas dan tegas tujuan yang ingin dicapai dari penelitian
       (penulisan). Dalam beberapa hal, seharusnya tujuan penelitian juga tersirat di dalam
       judul penelitian. Dengan logika seperti penjelasan mengenai perumusan masalah atau
       fokus penelitian di atas, jika perumusan masalah atau fokus penelitian dinyatakan
       dalam bentuk pertanyaan, jumlah pertanyaan tidak selalu harus sama dengan tujuan
       penelitian.
   1.5 Manfaat Penelitian
           Mengindikasikan kemungkinan aplikasi            dari hasil penelitian seperti yang
       diuraikan dalam tujuan penelitian secara teoritis maupun secara praktis untuk
       menyatakan kaitan antara hasil penelitian yang dirumuskan dalam tujuan penelitian
       dengan masalah kesenjangan yang lebih luas atau dunia nyata yang rumit dan
       kompleks.


II. Tinjauan Pustaka dan Perumusan Hipotesis (jika ada)
       Pada bab tinjauan pustaka diuraikan teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan
   dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang diangkat dalam skripsi. Bab ini tidak
   sekedar berisi kutipan atau pencantuman teori-teori, konsep, proposisi, dan paradigma
   secara berjajar dan runtut yang diambil dari berbagai sumber, tetapi merupakan hasil
   olahan dari berbagai hal di atas yang kemudian ditarik benang merahnya. Uraian yang ada
   di tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah tentang perumusan
   metode dan arah penelitian serta pemecahan masalah.
       Penelitian    kuantitatif   mempunyai tujuan    untuk   menguji atau     verifikasi   teori,
   meletakkan teori secara deduktif menjadi landasan dalam penemuan dan pemecahan
   masalah penelitian. Posisi dan peran strategis teori dalam penelitian ini. Sedangkan pada




                                                                                               20
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



   penelitian kualitatif mempunyai tujuan untuk menyusun teori, memandang teori sebagai
   hasil proses induksi dari pengamatan terhadap fakta (pengumpulan informasi).
   Perumusan Hipotesis
        Pada penelitian kuantitatif perlu disertakan perumusan hipotesis. Hipotesis adalah
   proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris (Sugiyono, 2005).
   Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih
   dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis dikembangkan dari
   telaah teoritis atau literatur. Kriteria hipotesis adalah sebagai berikut:
   a.   Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.
        Dalam hal ini tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab
        pertanyaan penelitian.
   b.   Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara
        empiris.
        Dalam hal ini tujuan penelitian adalah menguji teori atau hipotesis.
   c.   Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat
        dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.
        Beberapa teori kemungkinan saling bertentangan antara yang satu dengan yang lain
        atau teori yang satu lebih kuat dibandingkan dengan yang lain.
   Rumusan hipotesis dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk rumusan, diantaranya dalam
   bentuk:
   a.   Pernyataan “jika-maka” (if-then statement) atau proposisi
             Hipotesis penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan “Jika-maka”
        atau berupa proposisi        yang menyatakan hubungan antarvariabel dan perbedaan
        antara dua kelompok atau lebih dalam kaitannya dengan variabel tertentu yang dapat
        diuji.
   b.   Hipotesis nol (null hypothesis)
             Pernyataan hipotesis nol dapat disajikan secara statistik sebagai berikut:

                          H0 :   A = M     atau H0 :   A - M   =0

        H0         menunjukkan format hipotesis nol

        A         adalah rata-rata persepsi pertama

        M         adalah rata-rata persepsi kedua

   c.   Hipotesis alternatif (alternative hypothesis)




III. Metodologi Penelitian
        Bab Metodologi Penelitian pada dasarnya menjelaskan rencana dan prosedur penelitian
   yang dilakukan penulis untuk memperoleh jawaban yang sesuai dengan permasalahan
   atau tujuan penelitian. Hal-hal yang dicakup dalam metode penelitian adalah:
   a.   Penjelasan tentang ruang lingkup penelitian (misalnya: populasi, sampel, jenis dan
        sumber data yang dibutuhkan).




                                                                                                21
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



   b.   Penjelasan      mengenai       hubungan    variabel-variabel    penelitian     dan     definisi
        operasionalnya.
   c.   Metode pengumpulan data (termasuk di dalamnya instrumen yang dipakai dan metode
        samplingnya).
   d.   Model analisis yang digunakan.
        Metode tersebut di atas tidak bersifat baku dan harus disesuaikan dengan jenis
   penelitian. Untuk penelitian pustaka (library research), poin (d) tidak wajib, sedangkan
   penelitian lapangan yang berbentuk survey (menggunakan sampel), keempat poin harus
   dicantumkan.
        Sementara itu, penelitian lain seperti studi kelayakan, studi kasus dan sebagainya,
   bentuknya menyesuaikan dengan kebutuhan. Agar lebih jelas, berikut ini akan diberikan
   secara lebih lengkap struktur penyusunan metode penelitian yang lazim digunakan, yang
   mencakup butir-butir sebagai berikut:
   a.   Pendekatan Penelitian
                   Berbagai macam pendekatan yang digunakan dan dapat dipilih salah satu di
        antaranya adalah:
        1)   Penelitian Kuantitatif
        2)   Penelitian Kualitatif
                   Metode survei banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif, sedangkan
        untuk penelitian kualitatif seringkali menggunakan studi kasus.
   b.   Tempat dan Waktu Penelitian
        Tempat penelitian disebutkan secara jelas disertai uraian:
        1)   Bagaimana cara menentukan tempat penelitian tersebut.
        2)   Alasan mengapa tempat penelitian tersebut dipilih.
                   Waktu penelitan juga disebutkan jangka waktunya sampai dengan berapa lama
        (dalam bentuk hari, bulan, atau tahun), dan bilamana perlu dilengkapi dengan jadwal
        kegiatan-kegiatan penelitian di lapangan.
   c.   Metode Pengambilan Sampel
                   Sebelum sampel dipilih harus dijelaskan terlebih dahulu populasi yang
        menjadi dasar pengambilan sampel. Berikutnya dijelaskan metode pengambilan
        sampel, apakah menggunakan Probability Sampling atau Non Probability Sampling.
        Pada masing-masing metode tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut spesifikasi teknik
        pengambilan sampel yang dipilih, misalnya:
        1)   Probability   Sampling:    Simple   Random   Sampling     (pengambilan    sampel    acak
             sederhana), Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak berlapis), dan
             sebagainya.
        2)   Non    Probability Sampling:    Purposive Sampling      (pengambilan     sampel    secara
             disengaja), Snowball Sampling (pengambilan sampel bola salju), dan sebagainya.
        Dalam skripsi perlu dijelaskan alasan mengapa teknik pengambilan sampel tersebut
        dipilih dalam pelaksanaan penelitian.




                                                                                                    22
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



   d.   Metode Pengumpulan Data
                  Pada bagian ini, diuraikan secara rinci tentang jenis data, sumber data serta
        teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yang biasa
        digunakan antara lain adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
   e.   Definisi dan Pengukuran Variabel
                  Dalam penelitian kuantitatif, uraian tentang definisi dan pengukuran variabel
        merupakan hal yang mutlak harus dilakukan. Variabel-variabel yang diukur minimal
        adalah variabel-variabel yang tercantum dalam hipotesis yang akan diuji berdasarkan
        data yang dikumpulkan dari tempat penelitian. Sedangkan dalam penelitian kualitatif,
        variabel ini umumnya berupa konsep, sehingga tidak penting untuk dilakukan
        pengukuran.
IV. Analisis Data
        Pada dasarnya, analisis data tergantung dari jenis penelitian yang dipilih dan tujuan
   penelitian yang telah dirumuskan. Analisis dapat dibedakan menjadi:
        i.    Analisis Kualitatif
        ii.   Analisis Kuantitatif
        Analisis deskriptif biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif namun juga banyak
   dipakai dalam penelitian kuantitatif. Analisis deskriptif dapat berupa deskripsi dalam
   bentuk tabel-tabel, deskripsi tentang fenomena sosial, dan sebagainya. Berikutnya, analisis
   inferensial cenderung digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan menyajikan model-
   model analisa statistik untuk menguji hipotesis. Data yang dipakai dapat berupa data
   kuantitatif maupun data kualitatif, yang pada umumnya dikuantifikasi misalnya dalam
   bentuk skala nominal, ordinal, dan interval.
V. Pembahasan Hasil Penelitian (Hasil dan Pembahasannya)
        Bab ini menguraikan secara lebih mendalam mengenai hasil penelitian yang telah
   dilakukan. Di samping itu, juga harus mampu menjawab secara ilmiah tujuan atau
   permasalahn yang diajukan dalam skripsi.
VI. Kesimpulan, keterbatasan, dan rekomendasi
        Ada 3 (tiga) pokok pikiran yang harus ada pada bab Kesimpulan, yaitu kesimpulan,
   keterbatasan dan rekomendasi, dan ketiganya disajikan secara terpisah. Kesimpulan
   merupakan uraian secara ringkas dan jelas yang diuraikan dalam bab pembahasan hasil.
   Kesimpulan juga dapat diartikan sebagai jawaban dari permasalahan yang diangkat dalam
   skripsi. Keterbatasan penelitian berisi kendala yang dihadapi peneliti dalam melaksanakan
   penelitian. Rekomendasi merupakan pertimbangan atau argumen peneliti bagi pihak-pihak
   yang memanfaatkan hasil skripsi. Di samping itu, rekomendasi dari skripsi harus
   memberikan arahan dalam penelitian berikutnya.




                                                                                            23
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                               BAB VI
                         CARA PENGACUAN DAN PENGUTIPAN


         Pengacuan adalah bagaimana menyebutkan sumber acuan yang dikutip dalam teks beserta
identitasnya. Pengutipan adalah bagaimana menuliskan teks kutipan dari sumber acuan ke dalam
teks naskah yang sedang ditulis.


6.1. Cara Merujuk Kutipan Langsung
a.   Kutipan Kurang dari 40 kata:
     Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (“….”) dan diikuti nama
     pengarang, tahun dan nomor halaman. Nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks
     atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.
     Contoh:
     Beams (2000:437) menyatakan bahwa akuntansi kantor cabang membagi sistem akuntansi
     perusahaan secara terpisah antara kantor pusat dan kantor cabang.
     Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “akuntansi kantor cabang membagi sistem
     akuntansi perusahaan secara terpisah antara kantor pusat dan kantor cabang” (Beams,
     2000:437).
b.   Kutipan Lebih dari 40 kata:
     Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang
     mendahului, ditulis 1,2 cm (satu tab) dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan
     spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis.
     Contoh:
     Ross et al., (2000:202) menarik kesimpulan sebagai berikut:
         Dalam suatu laporan arus kas, hal penting yang akan menjadi pertimbangan investor
         adalah aliran kas bebas. Aliran kas bebas merupakan kas perusahaan yang dapat
         didistribusikan kepada kreditur atau pemegang saham yang tidak digunakan untuk
         modal kerja atau investasi pada aset tetap.
c.   Kutipan yang Sebagian Dihilangkan:
         Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam satu kalimat yang dibuang, maka
     kata-kata yang dibuang diganti dengan 3 (tiga) titik.
     Contoh:
     “Harga saham akan meningkat ... bila perusahaan membayar kelebihan kas tersebut kepada
     pemegang saham” (Jensen, 2003:132).
         Apabila dalam mengutip langsung ada kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang
     diganti dengan 4 (empat) titik.
     Contoh:
     “Harga saham akan meningkat tajam bila perusahaan membayar kelebihan kas tersebut kepada
     pemegang saham. .... Untuk menguji validitas hipotesis ini, beberapa riset sebelumnya
     menggunakan dividen dan pengeluaran modal sebagai variabel independen” (Jensen, 2003:132).




                                                                                                   24
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



6.2. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
      Kutipan tidak langsung atau dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan
terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut
dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Untuk smber kutipan dari buku nomor halaman
harus disebutkan, sementara kutipan dari jurnal tidak.
Contoh:
Hartanto (1990:13) mengungkapkan bahwa laporan keuangan konsolidasi dibuat oleh perusahaan
induk dengan menggunakan laporan keuangan yang sudah disiapkan oleh perusahaan anak.
Laporan keuangan konsolidasi dibuat oleh perusahaan induk dengan menggunakan laporan
keuangan yang sudah disiapkan oleh perusahaan anak (Hartanto, 1990:13).


6.3. Penyusunan Daftar Pustaka
      Penyusunan Daftar Pustaka sangat erat kaitannya dengan cara pengacuan dan pengutipan. Hal
yang perlu diperhatikan adalah apakah semua sumber acuan yang dikutip dalam teks sudah
dicantumkan dalam “Daftar Pustaka”, dan apakah semua sumber acuan yang tercantum dalam Daftar
Pustaka memang dikutip dalam teks. Jumlah sumber acuan yang dikutip dalam teks harus sama
dengan jumlah sumber acuan dalam “Daftar Pustaka”. Pada dasarnya, unsur yang harus ditulis
dalam “Daftar Pustaka” secara berturut-turut dan dipisahkan dengan titik yang meliputi: (1) nama
pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik,
(2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk subjudul, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisannya sama dengan penulis pertama. “Daftar Pustaka”
ditulis satu spasi, jarak pengarang satu dengan lainnya 2 spasi. Jika “Daftar Pustaka” lebih dari
satu baris, maka baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam 5 (lima) ketukan.


6.4        Format Penulisan Daftar Pustaka
      Daftar pustaka disajikan pada halaman tersendiri dengan judul daftar ppustaka, diketik dengan
huruf kapital dan diletakkan pada sisi kiri halaman. Urutan dan cara penulisan daftar pustaka
adalah sebagai berikut:
      a.     Nama pengarang diakhiri dengan titik (.)
      b.     Tahun publikasi diakhiri dengan titik (.)
      c.     Judul buku atau judul artikel, dan keterangan edisi (jika bukan edisi pertama) diakhiri
             dengan tanda titik (.)
      d.     Nama penerjemah ditulis di antara tanda kurung (...) dan diakhiri dengan titik (.)
      e.     Penerbit dan diakhiri dengan titik (.)
      f.     Baris kedua tiap sumber ditulis dengan jarak 5 ketukan dari margin kiri baris pertama
             dengan jarak antar baris 1 spasi. Sedangkan antar sumber pustaka diberi jarak 2 spasi
      g.     Huruf kapital digunakan pada setiap awal kata dari judul karya (kecuali kata sandang).
      Berikut ini dipaparkan cara penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber.
1. Sumber dari Buku
             Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis
      dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung.
      Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:)
      Contoh:

                                                                                                       25
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya



   Jamhury, Raden. 1999. Metode Penelitian. Malang: Febra
   Kriswidiantoro, Eka dan Yulian, Widia. 1999. Metode Penelitian. Perumusan Masalah dan Tujuan
   Penelitian. Jakarta: Salemba Empat
       Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan
   diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan dikuti oleh lambang a, b, c dan
   seterusnya. Urutan ditentukan secara kronologis berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
   Contoh:
   Iriyanto dan Harrys. 1999a. Metode Penelitian. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian.
   Jakarta: Salemba Empat
   Iriyanto dan Harrys. 1999b. Pengukuran Variabel Penelitian. Jakarta: Salemba Empat
2. Sumber dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel
       Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel
   ditulis tegak. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring.
   Contoh:
   Koesphandi, Bambang. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Simposium Nasional Akuntansi
   V. Surabaya.
3. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
       Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel yang ditulis
   dengan cetak tegak, dan huruf besar pada tiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak
   miring dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung.
   Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan
   nomor halaman dari artikel tersebut.
   Contoh:
   Atmini, Sari. 2005. Persepsi Bank terhadap Kualitas Laporan Keuangan: Studi Empiris pada
   Bank di Jawa Timur. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Volume VIII; 15-30)
4. Rujukan dari artikel dalam Majalah atau Koran
       Nama pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan dan tahun (jika ada). Judul
   artikel ditulis tegak, dan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata penghubung. Nama
   majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor
   halaman disebit pada bagian akhir.
   Contoh:
   Nurkolis, Gito. 2005. Menyiasati Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Menjelang Lebaran.
   Jawa Pos. Hal 6.
   Adam dan Desy. 2005. Formula Tetap Sehat dengan Tertawa Sepanjang Hari pada Waktu Puasa
   di Bulan Suci Ramadhan. Nurani hal 7-8.
5. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis
       Nama koran ditulis di bagian awal. Tahun, tanggal, dan bulan ditulis setelah nama koran,
   kemudian judul ditulis dengan huruf besar pada setiap awal kata kecuali kata penghubung dan
   dicetak miring serta diikuti dengan nomor halaman.
   Contoh:
   Jawa Pos. 2000, 1 Oktober. Banyak Korban Meninggal karena Bom Bali II. hal. 3.




                                                                                                26
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




6. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa
   Pengarang dan Tanpa Lembaga
   Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan
   dokumen, kota dan nama penerbit.
   Contoh:
   _______________. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2000 tentang Sistem
   Pendidikan Nasional. 2001. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Emas Angka Jaya.
7. Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut
   Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul
   karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas
   penerbitan karangan tersebut.
   Contoh:
   Pusat     Pengembangan    Akuntansi    dan   Bisnis.   2005.    Pedoman    Penulisan    Laporan
   Pertanggungjawaban Keuangan Pemda. Malang. Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya
8. Rujukan Berupa Karya Terjemahan
   Nama pengarang asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan,
   nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan.
   Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun.
   Contoh:
   Hariadi dan Purnomosidi. Tanpa tahun. Pengantar Akuntansi. Terjemahan Laso, Ary dan Dewa.
   2005. Malang: Tani Maju Express.
9. Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
   Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum dalam sampul, judul skripsi,
   tesis atau disertasi ditulis dengan garis bawah, diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis atau
   disertasi, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi.
   Contoh:
   Mardiaty, Sussy. 2005. Persepsi Masyarakat terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
   Naiknya BBM. Tesis. Malang: Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
10. Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
   Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun. Judul makalah ditulis dengan cetak
   miring, kemudian diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam…..”, nama pertemuan, lembaga
   penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya.
   Contoh:
   Purwanti, Lilik. 2005. Penulisan Laporan Penelitian untuk Skripsi. Makalah disajikan dalam
   Pelatihan Metodologi Penelitian bagi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan I, Fakultas
   Ekonomi Universitas Brawijaya. Malang, 19-20 Oktober.
11. Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
   Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun,
   judul artikel, nama jurnal (cetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), volume
   dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan
   kapan diakses dan ditulis dalam kurung.



                                                                                                27
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




       Contoh:
       Roy, Udin. 2005. Pengukuran Variabel dalam Penelitian. Jurnal Ilmu Pendidikan. (Online), Jilid 5,
       No. 4 (http://www.malang.ac.id), diakses 12 Oktober 2005)
12. Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi
       Nama pengirim (jika ada) dan disertai dengan keterangan dalam kurung (alamat e-mail
       pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (cetak miring), nama yang dikirimi
       disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi)
       Contoh:
       Baridwan, Jekky. (unibraw-malang@indo.ac.id). 12 Oktober 2005. Artikel untuk Pelatihan. E-mail
       kepada Dydyd Apandy (ub-malang@indo.net.id).


6.5 Percetakan
         Sub bab ini mencakup ketentuan kertas, huruf, spasi, tanda pisah, dan bulit, paragraf dan
penomoran. Penjelasan terperinci tentang hal itu adalah:
a.     Kertas
           Jenis kertas yang digunakan adalah HVS putih ukuran A4 (21.0 cm x 29,7 cm) dengan berat
       80 mg. Penggandaan menggunakan fotokopi yang bersih dengan kertas yang sama.
b.     Bidang Pengetikan
           Bidang pengetikan berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, serta 3 cm dari tepi atas, kanan, dan
       bawah kertas.
       1. Jenis huruf

           Naskah skripsi diketik dengan komputer menggunakan jenis huruf      Bookman Old Style.
       2. Ukuran Huruf
           Bagian-bagian skripsi menggunakan huruf yang berbeda, seperti yang diuraikan dibawah
ini:
         Font                                      Bagian Skripsi

                   Judul bab, judul sub bab, teks induk, abstrak, lampiran, daftar pustaka, judul
           11
                   tabel, judul gambar.
           10      Catatan kaki, sumber tabel, sumber gambar

           13      Kata skripsi, nama & NIM penyusun pada halaman sampul dan halaman judul

           15      Judul skripsi pada halaman sampul dan halaman judul


       3. Modus huruf
           Penggunaan huruf normal, mirin (italic) dan tebal (bolt) adalah sebagai berikut:
          Modus                                     Bagian Skripsi
         Normal      Teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar
                     Kata non indonesia, istilah yang belum lazim, bagian penting, dan judul
          Miring
                     buku, jurnal, majalah, surat kabar dalam datar pustaka
          Tebal      Judul bab, sub bab




                                                                                                      28
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




    4. Spasi
       Penggunaan spasi pada bagian-bagian skripsi, adalah sebagai berikut:
     Spasi                                     Bagian Skripsi
               Keterangan gambar/tabel, judul gambar/tabel yang lebih dari satu baris,
       1       catatan kaki, teks abstrak, baris kedua dan selanjutnya dari satu pustaka pada
               daftar pustaka
      1,5      Jarak antar baris dalam tabel
               Teks skripsi bagian inti, jarak antara judul sub bab dengan awal teks, jarak
       2       nomor bab dengan judul bab, jarak satu pustaka dengan pustaka lainnya dan
               jarak antar paragraf
               Jarak akhir teks dengan judul sub bab berikutnya, jarak tabel/gambar dengan
       3
               sebelum atau sesudah teks
       4       Jarak judul bab dengan awal teks


    5. Paragraf
       Awal paragraf dimulai 7 (tujuh) ketukan dari tepi bidang pengetikan. Sesudah tanda baca
       titik, titik dua, titik koma, dan koma diberi 1 ketukan kosong. Bilangan ditulis dengan angka
       kecuali pada permulaan kalimat.
    6. Penomoran
       Bagian awal skripsi diberi nomor halaman angka romawi kecil (i,ii,...) di tengah bagian
       bawah. Bagian inti dan bagian akhr skripsi diberi nomor halaman angka arab (1,2,3,...) di
       kanan atas, kecuali nomor halaman bab baru yang diletakkan ditengah bagian bawah
       halaman. Untuk lampiran diberi nomor halaman dengan ngka arab di sudut kanan atas
       melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Nomor halaman ini berjarak 1 cm dari bidang
       pengetikan.
    7. Penjilidan
       Skripsi yang sudah siap untuk diujikan dikumpulkan (tidak perlu dijilid, cukup diberi
       stopmap transparan) ke jurusan sebanyak 3 eslempar untuk pembimbing dan penguji 2
       orang. Setelah skripsi diuji dan atau dierbaiki, mahasiswa diminta mengumpulkan dalam
       bentuk hardcopy dan softcopy. Dalam bentuk hardcopy dijilid dengan menggunakan karton
       tipis dimana pada pungung skripsi dicamtumkan nama, NIM, kata skripsi jurusan dan
       tahun kelulusan. Untuk skripsi hardcopy dikumpukan sebanyak 2 ekslempar untuk ruang
       baca Fakultas Ekonomi dan perpustakaan pusat Universitas Brawijaya. Sedangkan skripsi
       dalam bentuk softcopy dikumpulkan dalam CD sebanyak 2 buah untuk jurusan dan ruang
       baca Fakultas Ekonomi.
    8. Lampiran
       Bagian lampiran memuat data atau keterangan yang dapat melengkapi materi yang terdapat
       pada bagian utama skripsi. Lampiran dapat berupa: Data mentah hasil penelitian, hasil
       perhitungan statistik, contoh perhitungan, kuesioner, gambar, foto dan lain-lain.




                                                                                                   29
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                                    BAB VII
                              PENGGUNAAN EJAAN YANG BENAR


         Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (Surat Keputusan Mendikbud,
Nomor 0543/87, tanggal 9 September 1987)
1.   Setiap kata baik kata dasar maupun kata jadian, ditulis terpisah dengan kata lainnya, kecuali kata
     yang tidak dapat berdiri sendiri (diberi garis bawah)
     Contoh: belajar, pascapanen, supranatural
2.   Jarak antar kata dalam paparan hanya satu (1) ketukan dan tidak menambah jarak antar kata
     dalam rangka meratakan margin kanan karena margin kanan tidak harus rata lurus.
3.   Setiap kata ditulis rapat, tidak ada jarak antar huruf dalam sebuah kata.
     Contoh yang salah: P E M B A H A S A N
4.   Gabungan kata yang mungkin menimbulkan salah penafsiran, dapat diberi tanda hubung untuk
     menegaskan pertalian antarunsurnya.
     Contoh: proses belajar-mengajar, buku sejarah-baru
5.   Kata jadian berimbuhan gabung depan dan belakang ditulis serangkai.
     Contoh: dinonaktifkan, menomorduakan.
6.   Tanda tanya (?), titik (.), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), ditulis rapat dengan huruf akhir
     dari kata yang mendahului.
     Contoh:        Apa hasilnya?           Perhatikan contoh berikut! Di antaranya:
7. Setelah tanda tanya (?), titik (.), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), harus ada jarak (tempat
     kosong) satu ketukan.
     Contoh: Apa masalahnya, apa metodenya, dan apa temuannya?
8.   Tanda petik ganda (“…”), petik tunggal („…‟), kurung ( ), diketik rapat dengan kata, frasa, kalimat
     yang diapit.
     Contoh: Ijasahnya masih “disekolahkan”.,
               Penelitian DIP (Daftar Isian Proyek) sekarang tidak ada.
9.   Tanda hubung (-), tanda pisah (), garis miring (/), diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan
     yang mengikutinya.
     Contoh: Pelatihan dapat diikuti oleh mahasiswa wanita/pria.
               Pelatihan ini akan dilakukan berulang-ulang tiap semester.
10. Tanda perhitungan: =, +, -, x, :, <, >, ditulis dengan jarak satu ketukan (spasi) dengan huruf yang
     mendahului dan yang mengikutinya.
     Contoh: 2 + 2 = 4; 2 < 5; 5 + 5 – 3 = 7
11. Tepi kanan teks tidak harus rata. Oleh karena itu, kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika
     terpaksa harus dipotong, tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan
     diletakkan dibawahnya. Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam satu baris yang bertujuan
     meratakan tepi kanan.


                                                                                                             30
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




12. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa serta tahun, bulan, hari,
   hari raya, dan peristiwa sejarah.
   Contoh: bangsa Indonesia (bukan Bangsa Indonesia).
              Peringantan Hari Kartini jatuh pada hari Kamis.
13. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama nama khas geografi.
   Contoh: Danau Sentani, Afrika Selatan, Jalan Surabaya.
14. Huruf miring digunakan (1) untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, atau frasa; dan
   (2) untuk menuliskan istilah asing/daerah.
   Contoh: Islam adalah way of life bagi umat Nabi Muhamad SAW.
15. Kata hubung antarkalimat diikuti koma.
   Contoh: Oleh karena itu, ………..        Dengan demikian, ………
16. Koma dipakai memisahkan kalimat setara yang didahului oleh kata-kata: tetapi, melainkan, namun,
   padahal, sedangkan, dan yaitu.
   Contoh: Penelitian ini sederhana, tetapi sangat rumit pengambilan datanya.
              Instrumen penelitian ini ada dua, yaitu angket dan tes.
17. Koma dipakai memisahkan anak kalimat dan induk kalimat, jika anak kalimat mendahului induk
   kalimat.
   Contoh: Sejak ibunya meninggal, dia tampak murung.




                                                                                                     31
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                         BAB VIII
                                  DAFTAR PUSTAKA


Santoso, Singgih, 2003, Statistik Non Parametrik, Jakara, PY. Gramedia
Kriswidiantoro, Eka dan Yulian, Widia, 1999, Metode Penelitian, Perumusan Masalah dan
      Tujuan Penelitian, Jakarta, Salemba Empat.
Iriyanto dan Harrys, 1999a, Metode Penelitian, Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian,
      Jakarta, Salemba Empat.
Iriyanto dan Harrys, 1999b, Pengukuran Variabel Penelitian, Jakarta, Salemba Empat.
Izma Widya, 2008, Praktik Moral Hazard pada Sebuah Kantor Pelayanan Pajak di Jawa Timur.
      Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya.
Sugiyono. 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung.




                                                                                               32
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                   LAMPIRAN-LAMPIRAN


Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul Skripsi


                       PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH
                    KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR:
                (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)



                                      Disusun Oleh:
                                  Izma Widya Yuliansyah
                                     NIM. 0410230101


                                          SKRIPSI

                       Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih
                                   Derajat Sarjana Ekonomi




                      JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
                                 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
                                         MALANG
                                           2008



                                                                                               33
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 2. Contoh Lembar Persetujuan (Untuk Mengikuti Ujian Komprehensif)


                                     LEMBAR PERSETUJUAN


 Skripsi dengan judul:

                            PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH
                         KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR:
                      (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)


 Yang disusun oleh:
 Nama                    : Izma Widya Yuliansyah
 NIM                     : 0410230101
 Fakultas                : Ekonomi
 Jurusan                 : Akuntansi Reguler A
 Bidang Kajian           : Etika Bisnis dan Profesi



 Disetujui untuk digunakan dalam ujian komprehensif.




                                                                         Malang, 04 Januari 2008

                                                                         Dosen Pembimbing




                                                                         (Dr. Unti Ludigdo, Ak)
                                                                         NIP 132 086 159




                                                                                                      34
 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 3. Contoh Halaman Pengesahan (Setelah lulus ujian komprehensif)


                                        LEMBAR PENGESAHAN


 Skripsi dengan judul:

                               “PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH
                             KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR:
                           (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)”

 Yang disusun oleh:
          Nama              : Izma Widya Yuliansyah
          NIM               : 0410230101
          Fakultas          : Ekonomi
          Jurusan           : Akuntansi Reguler A
 Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 28 Februari 2008 dan dinyatakan
 memenuhi syarat untuk diterima.

 SUSUNAN DEWAN PENGUJI
 1.   Dr. Unti Ludigdo, Ak
      NIP. 132 086 159
      (Dosen Pembimbing)                                                   ………………………
 2.   Kuspandi, SE, Ak.
      NIP. 131 573 935
      (Dosen Penguji I)                                                   ………………………
 3.   Devi Pusposari, SE, M.Si, Ak.
      NIP. 132 304 303
      (Dosen Penguji II)                                                   ………………………




                                                                Malang, 28 Februari 2008
                                                               Ketua Jurusan Akuntansi




                                                                   Dr. Unti Ludigdo, Ak.
                                                                   NIP. 132 086 159




                                                                                                     35
 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 4. Contoh Halaman Pernyataan Keaslian Skripsi


                                      SURAT PERNYATAAN


 Yang bertanda tangan di bawah ini:

        Nama            : Izma Widya Yuliansyah
        NIM             : 0410230101
        Fakultas        : Ekonomi
        Jurusan         : Akuntansi Reguler A


 Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang saya susun dengan judul:


                            PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH
                         KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR:
                     (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)


 adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari Skripsi orang lain.
 Apabila kemudian hari pernyataan Saya tidak benar, maka Saya bersedia menerima sanksi akademis
 yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanannya).


 Demikian pernyataan ini Saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakann bilamana
 diperlukan.



                                                                      Malang, 08 Februari 2008

                                                                          Pembuat Pernyataan,




                                                                        IzmaWidya Yuliansyah
                                                                           NIM 0410230101




                                                                                                     36
 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 5: Contoh Halaman Riwayat Hidup


                                           RIWAYAT HIDUP


Nama                             : Izma Widya Yuliansyah
Jenis Kelamin                    : Perempuan
Tempat /Tanggal Lahir            : Malang/ 28 Juli 1986
Agama                            : Islam
Status                           : Belum Menikah
Alamat Rumah                     : JL. Komplek UNIGA NO 4
Alamat Email                     : izma1986@yahoo.com


Pendidikan Formal :
Sekolah Dasar         (1992-1998) : Mi Jenderal Sudirman Malang
SLTP                  (1998-2001) : SLTP Negeri 1 Malang
SMU                   (2001-2004) : SMU Negeri 4 Malang
Perguruan Tinggi      (2004-2008) : S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya


Pendidikan Non Formal :
-   Program Sertifikasi Pajak A, B, C di Laboratorium Manajemen UNIBRAW Malang (2006)
-   Accurate Software Training di Laboratorium Akuntansi UNIBRAW Malang (2006)
-   Krishand Tax Training di Laboratorium Akuntansi UNIBRAW Malang (2006)


Pengalaman Organisasi :
-   Koordinator Asisten Dosen Praktikum Perpajakan Jurusan Akuntansi (2007-2008).
-   Panitia Pelatihan Perpajakan Bagi Usaha Kecil Menengah (2007).
-   Panitia Workshop Perpajakan Bagi Bendaharawan Pemkab Tulungagung (2007).
-   Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA), sebagai anggota Divisi
    Penelitian dan Pengembangan (2006-2007)

Penghargaan:
-   Panelis dalam Simposium Nasional Perpajakan 2007 di Universitas Trunojoyo Madura dengan
    makalah: “Alternatif Upaya Penanganan Moral Hazard di Kantor Pajak” (2007)
-   Peserta Olimpiade Akuntansi – National Accounting Challenge STAN Jakarta (2007)




                                                                                                    37
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 6. Contoh Halaman Kata Pengantar


                                       KATA PENGANTAR


        Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan
penelitian dan skripsi yang berjudul : “Praktik Moral Hazard Pada Sebuah Kantor Pelayanan Pajak
di Jawa Timur (Faktor, Bentuk, Dampak, dan Alternatif Penanganan)”. Skripsi ini adalah untuk
memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih derajat sarjana Ekonomi program Strata Satu (S-1)
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.
        Selama penelitian dan penyusunan laporan penelitian dalam skripsi         ini, penulis tidak luput
dari kendala. Kendala tersebut dapat diatasi penulis berkat adanya bantuan, bimbingan dan dukungan
dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya
kepada :
1.   Bapak .... selaku   dosen   pembimbing yang        telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran
     untuk membimbing serta memberikan saran dalam menyelesaikan laporan skripsi ini.
2.   Bapak/ibu.... selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya Malang
3.   Bapak/ibu ... selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi
4.   Bapak/ibu .... selaku dosen penguji 1 (satu) yang sudah banyak membantu memberikan kritik
     dan saran terhadap perbaikan skripsi saya.
5.   Bapak/ibu ... selaku dosen penguji     2 (dua) yang       juga banyak membantu memberikan
     masukan di dalam perbaikan skripsi




                                                                                                       38
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 7. Contoh Halaman Daftar Isi


                                         DAFTAR ISI

      KATA PENGANTAR ……………………..............…………………………………...                                   i

      DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………..                                           iii

      DAFTAR TABEL …………………………………………………………...…………....                                        vii

      DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………...…………....                                       viii

      ABSTRAKSI ..……………………………………………………………….. …………..                                          ix

      BAB I PENDAHULUAN …...……………………………………………….…………….                                        1

          1.1 Latar Belakang Masalah …..……………………………………………….....                              1

          1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………….….                                      5

          1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………………………...….                                  6

          1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………………………….….                                   6

          1.5 Sistematika Pembahasan ……………………………………………………..                                  7



      BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………….………                                        9

          2.1 Moral Hazard ………………………………………………………………….….                                      9

          2.2 Fiskus atau Pegawai Pajak ……………………………………………………                                13

          2.3 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ……………………………………………..                           18

          2.4 Good Governance …………………………………………………….                                         25

              2.4.1   Perbedaan   Good   Corporate   Governance   (GCG)   dengan   Good

                      Governance (GG) ………………….………………………………………                               25

              2.4.2 Pengertian Good Governance ………………………………………….                            26



      BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………….……….                                    40

          3.1 Metode ……………………………………………………………….................                              40

          3.2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ……………………...…...                       40

          3.3 Informan …………………………………………..............……………………                               45

          3.4 Instrumen Penelitian ………………………………………………..........….                           48

          3.5 Teknik Analisis Data ………………………………………………............…                          48


                                                                                                   39
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




              3.5.1 Analisis Data Sebelum di Lapangan …………………….....………                    49

              3.5.2 Analisis Data Selama di Lapangan ………………………….....…..                   50

              3.5.3 Analisis Data Sesudah di Lapangan ………………………….…….                      50

          3.6 Pengujian Kredibilitas Data …………………………………………..……..                          50



      BAB IV ANALISIS DATA …………………………………………….………………….                                     53

          4.1 Gambaran Umum KPP “X” …………………………………..........………..                          53

          4.2 Gambaran Situasi Kerja KPP “X” ……………………………..........………                     58

          4.3 Latar Belakang Pemungutan Pajak ……………………………......……...                      60

          4.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Moral Hazard ……….                62

          4.5 Bentuk Moral Hazard di Lingkungan KPP …………………………........                    75

          4.6 Dampak Moral Hazard di Lingkungan KPP ……………………….....…                       90

          4.7 Alternatif Upaya Penanganan Moral Hazard di Lingkungan KPP …..              96



      BAB V PENUTUP …………………………………………………………………….…...                                      108

          5.1 Keterbatasan Penelitian ……………………………………………………….                             108

          5.2 Kesimpulan …………………………………………………………….………...                                  109

          5.3 Saran ……………………………………………………………………….……..                                     111




                                                                                                 40
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 8. Contoh Halaman Daftar Tabel


                                              DAFTAR TABEL



     Tabel 3.1 Rincian Informan ………………………………..…………………………….                                          47

     Tabel 4.1 Faktor Yang Mempengaruhi Moral Hazard ……………......……………                               65

     Tabel 4.2. Pola Korupsi di Direktorat Jenderal Pajak .....................................     79

     Tabel 4.3 Pola-pola Korupsi oleh Pahwasono (2006) .......................................      85




                                                                                                           41
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 9. Contoh Halaman Daftar Gambar


                                        DAFTAR GAMBAR


      Gambar       2.1   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dilema Etika ………..…                                12

      Gambar       2.2   Hubungan Antara Kebutuhan dan Tindakan ………….……                                     13

      Gambar       2.3   Struktur Organisasi DJP ………………………………………...                                         21

      Gambar       2.4   Struktur Organisasi Kanwil DJP dan Kaitannya dengan KPP
                         …...............................................................................   22
      Gambar       2.5   Integrasi Komponen Pembentuk Kinerja GG …………….....                                 29

      Gambar       3.1   Situasi sosial (Social situation) ……………………………….…                                   45

      Gambar       3.2   Komponen dalam analisis data (interactive model) ……..….                            50

      Gambar       4.1   Struktur kewenangan KPP “X” secara vertikal ..................                     53

      Gambar       4.2   Struktur Organisasi KPP “X” …………………………….……..                                       55

      Gambar       4.3   Latar Belakang Pemungutan Pajak dan Hambatannya ….                                 60

      Gambar       4.4   Korelasi Antara Dilema Etika dengan Pengambilan Keputusan
                         .......................................................................            63
      Gambar       4.5   Sistematika Dampak Penyimpangan dan Moral Hazard di
                         Lingkungan KPP secara mikro .........................................              90
      Gambar       4.6   Sistematika Dampak Penyimpangan dan Moral Hazard di
                         Lingkungan KPP Secara Makro .........................................              94
      Gambar       4.7   Kriteria Penanganan Masalah (Penyimpangan) .................                       96

      Gambar       4.8   Skema Alternatif Upaya Penyimpangan Fiskus di Lingkungan
                         KPP ...............................................................                98




                                                                                                                 42
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




LAMPIRAN 10. Contoh Halaman Daftar Lampiran



                                  DAFTAR LAMPIRAN

      Lampiran     1     Struktur Organisasi KPP Pratama Malang Selatan………..           112

      Lampiran     2     Ketentuan Umum Perpajakan No 28 Tahun 2008 ………..              116




                                                                                                43
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




Halaman 11. Contoh Halaman Abstraksi


                                            ABSTRAK


                          PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH
                       KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR
                    (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)


                                             Oleh:
                                     Izma Widya Yuliansyah

                                        Dosen Pembimbing:
                                   DR. Unti Ludigdo, SE, M.Si, Ak

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi terhadap praktik moral hazard yang terjadi di
sebuah     Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah Jawa Timur. Eksplorasi terhadap moral hazard
dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. KPP bertugas mengelola dan memungut
pajak pada tiap daerah. Dalam pelaksanaannya KPP menghadapi berbagai hambatan salah satunya
adalah moral hazard yang dilakukan oleh Fiskus. Berdasarkan hasil penelitian moral hazard ini
dipengaruhi oleh sistem pengendalian intern yang diterapkan KPP, integritas dan perilaku etis Fiskus,
undang-undang perpajakan, sistem perpajakan serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap pajak.
Moral hazard yang terjadi di lingkungan KPP dibagi menjadi 5 jenis yaitu di bidang personalia,
pencarian data, pembayaran jasa wajib pajak, negoisasi pajak, dan manipulasi SPT. Berbagai moral
hazard yang terjadi menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap Fiskus menjadi menurun sehingga
terbentuk citra negatif Fiskus dalam pandangan masyarakat. Citra negatif ini berpengaruh pada
perilaku (kemauan) masyarakat dalam membayar pajak sehingga pada akhirnya target penerimaan
pajak sulit direalisasi. Alternatif upaya penanganan moral hazard di lingkungan KPP adalah dengan
menggunakan pendekatan etika untuk memperbaiki perilaku Fiskus, menutup grey area yang terdapat
dalam undang-undang perpajakan, memperbaharusi sistem perpajakan serta meningkatkan sosialisasi
pajak pada masyarakat umum.


Kata kunci: Kantor Pelayanan Pajak, Moral hazard, Faktor, Bentuk, Dampak, Alternatif
             Penanganan.




                                                                                                   44
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya




                                              ABSTRACT


                                PRACTICE OF MORAL HAZARD
                               AT A TAX OFFICE IN EAST JAVA
                     (Factors, Manner, Effects, and Alternative Solutions)

                                                By:
                                       Izma Widya Yuliansyah

                                          Advisor Lecturer:
                                    DR. Unti Ludigdo, SE, M.Si, Ak


This research has a purpose to explore practice of moral hazard at a Tax Office in East Java. Qualitative
research method has used to explore the moral hazard. The duty of Tax office is to organize and collect
the taxes at its region but Tax Office facing many contrainst and the one is moral hazard by Tax Officer.
The results of this research has show that the moral hazard depend on internal control system that
implemented at tax office, integrity and ethical behaviour of Tax Officer, tax regulation, tax system and
also the society‟s tax comprehension. Moral hazard at Tax Office has divide into 5 manners, there are
personality section, data collection, services payment of Tax Payer, tax negotiation, and “SPT”
manipulation. Moral hazard decrease the society‟s trust to the Tax Officer and it made Tax Officer has a
bad reputation to the society. Bad reputation of Tax Officer to the society influence the desire of Tax
Payer to fulfill their duty with the results is the budget of tax revenues is hard to be completed.
Alternative solutions to handle the moral hazard at Tax Office are by using ethical approaches in order to
repair the Tax Officer behaviour, reduce and close the grey area in tax regulation, renew tax system, and
also increase society‟s comprehension on tax.


Keywords: Tax Office, Moral Hazards, Factors, Manners, Effects, and Alternative Solutions.




                                                                                                       45
Buku Pedoman Penulisan Skripsi

Pedomanskripsijurakuntansi

  • 1.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI JURUSAN AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2008 1 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 2.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya KATA PENGANTAR Proses pendidikan pada jenjang Strata 1 (S1) di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya akan diakhiri dengan diwajibkannya bagi mahasiswa untuk menyusun skripsi. Tujuan dari penulisan skripsi tersebut adalah sebagai sarana pelatihan bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Untuk menilai keberhasilan penulisan skripsi tersebut, mahasiswa harus mempertahankannya di depan penguji. Kualitas skripsi tidak hanya ditentukan oleh substansi atau materinya tulisan saja, akan tetapi juga ditentukan oleh tata cara penulisannya. Oleh karena itu, untuk menjamin tercapainya kualitas tersebut maka diperlukan pedoman penulisan skripsi. Disamping itu manfaat dari pedoman penulisan skripsi ini adalah untuk membantu memperlancar proses penulisan dan pembimbingan skripsi. Menyadari bahwa buku pedoman ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik akan sangat bermanfaat untuk melengkapi kekurangan tersebut. Namun kami berharap semua pihak yang terkait dengan proses penyusunan dan pembimbingan skripsi memanfatkan buku pedoman ini dengan baik. Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini, Jurusan Akuntansi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Malang, Juni 2008 Jurusan Akuntansi Ketua, Dr. Unti Ludigo, Ak NIP. 132 086 159 2 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 3.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .....................................................................................................i DAFTAR ISI ………………………………………………………………………......................…..ii DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................1 1.1. Tujuan ............ ............................................................................................1 1.2. Persyaratan Menempuh Skripsi ...................................................................1 1.3. Prosedur Penyusunan ..................................................................................1 1.4. Waktu Penyelesaian .....................................................................................2 BAB II PEDOMAN PENGETIKAN ...............................................................................3 2.1. Jenis dan Ukuran Kertas ............................................................................3 2.2. Aturan Penulisan .........................................................................................3 BAB III BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI ..............................................................................5 BAB IV ATURAN BAGIAN DEPAN SKRIPSI .................................................................6 BAB V BAGIAN POKOK SKRIPSI ..............................................................................10 BAB VI CARA PENGACUAN DAN PENGUTIPAN ........................................................16 6.1. Cara Merujuk Kutipan Langsung ...............................................................16 6.2. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung ......................................................17 6.3 Penyusunan Daftar Pustaka .......................................................................17 BAB VII PENGGUNAAN EJAAN YANG BENAR .........................................................22 LAMPIRAN ...............................................................................................................24 3 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 4.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 : Contoh Halaman Sampul 26 LAMPIRAN 2 : Contoh Halaman Judul 27 LAMPIRAN 3 : Contoh Halaman Pengesahan 28 LAMPIRAN 4 : Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas 29 LAMPIRAN 5 : Contoh Halaman Riwayat Hidup 30 LAMPIRAN 6 : Contoh Halaman Peruntukan 31 LAMPIRAN 7 : Contoh Halaman Moto 32 LAMPIRAN 8 : Contoh Halaman Kata Pengantar 33 LAMPIRAN 9 : Contoh halaman daftar isi 35 LAMPIRAN 10 : Contoh halaman Daftar Tabel 37 LAMPIRAN 11 : Contoh halaman Daftar Gambar 38 LAMPIRAN 12 : Contoh halaman Daftar Lampiran 39 LAMPIRAN 13 : Contoh halaman Daftar Singkatan/Simbol 40 LAMPIRAN 14 : Contoh halaman Abstrak 41 4 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 5.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa Program Strata 1 (S1) Jurusan Akuntansi, pada akhir masa studi diwajibkan untuk menulis karya ilmiah yang disebut dengan skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi/Jurusan Akuntansi. Diwajibkannya mahasiswa menulis skripsi ini dimaksudkan juga sebagai ajang pelatihan bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk sebuah karya ilmiah. Dalam penulisan skripsi ini, mahasiswa akan dibimbing oleh seorang dosen yang ditetapkan oleh Ketua Jurusan. Penyusunan skripsi diharapkan selesai dalam waktu maksimal 6 bulan. Bila melebihi batas waktu tersebut, mahasiswa diharuskan melakukan pengajuan perpanjangan waktu sepengetahuan Dosen Pembimbing dan persetujuan Ketua Jurusan. Buku Pedoman Penulisan Skripsi ini diterbitkan untuk membantu mempermudah bagi Dosen Pembimbing dan mahasiswa dalam dalam penulisan skripsi. 1.1 Tujuan Penyusunan pedoman ini adalah untuk: a. Membantu melancarkan mahasiswa dalam proses penulisan skripsi b. Menjamin keseragaman format penulisan skripsi c. Menjaga penelitian yang dilakukan desuai dengan kaidah etis dalam penulisan karya ilmiah. 1.2 Persyaratan Menempuh Skripsi a. Memprogram skripsi pada KRS semester yang bersangkutan b. Mengisi formulir pengajuan rencana skripsi yang disediakan oleh Jurusan sebagai bukti pendaftaran dan penetapan Dosen Pembimbing c. Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian d. Mata kuliah yang boleh ditempuh bersamaan skripsi maksimal 2 (dua) mata kuliah yang setara dengan 6 (enam) sks. 1.3 Prosedur Penyusunan a. Menyusun usulan penelitian (proposal) skripsi yang telah diajukan dan disetujui oleh dosen pembimbing b. Melakukan kegiatan penelitian 5 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 6.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya c. Melakukan kegiatan konsultasi dengan dosen pembimbing d. Mencatat proses bimbingan skripsi yang ditandatangani oleh dosen pembimbing pada kartu bimbingan skripsi e. Mendapatkan pengesahan penyelesaian skripsi dari dosen pembimbing dan Ketua Jurusan 1.4 Waktu Penyelesaian Penulisan skripsi harus sudah diselesaikan dalam waktu 1 (satu) semester, apabila belum selesai dapat diperpanjang maksimum 1 (satu) semester atas persetujuan dosen pembimbing atau Ketua Jurusan. 1.5 Kode Etik Penelitian Tujuan Kode Etik Penelitian adalah untuk dapat mewujudkan atmosfir akademik yang menjunjung tinggi aspek moral, saling menghargai, saling peduli, jujur dan berdedikasi baik di luar maupun di dalam kampus, mewujudkan atmosfir akademik yang menjunjung tinggi kebebasan berfikir, kemampuan mencipta, dedikasi dan bermoral dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan. Penelitian adalah upaya mencari kebenaran terhadap semua fenomena demi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat manusia. Etika penelitian adalah pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan penelitian, termasuk perilaku peneliti, sedangkan Kode Etik Penelitian adalah hal-hal yang menjelaskan standar kinerja perilaku etis yang diharapkan dari semua pihak yang terlibat penelitian di lingkungan dan atau mengatasnamakan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya sebagai sebuah institusi. Yang dimaksud sebagai Peneliti adalah seseorang yang melalui pendidikannya memiliki kemampuan untuk melakukan investigasi ilmiah dalam suatu bidang keilmuan tertentu dan/atau lintas disiplin. Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan Kode Etik Penelitian adalah sebagai berikut: a. Penelitian yang dilakukan oleh setiap mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya harus memenuhi kaidah keilmuan, dan dilakukan berlandaskan hati nurani, moral, kejujuran, kebebasan, dan tanggung jawab. b. Penelitian yang dilakukannya merupakan upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan, kesejahteraan, martabat, dan peradaban manusia, serta terhindar dari segala sesuatu yang menimbulkan kerugian atau membahayakan. c. Setiap peneliti harus memahami kode etik penelitian dan menaati semua ketentuannya. 6 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 7.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya d. Pelanggaran terhadap kode etik dapat membawa sanksi bagi pihak yang melanggarnya, antara lain berupa: teguran, skorsing, diberhentikan, dan tindakan lainnya. e. Seorang peneliti wajib taat pada kode etik penelitian dan menghindari penyimpangan dari kode etik penelitian yang meliputi: 1. Rekaan, pemalsuan data, atau tindakan sejenisnya. 2. Plagiarisme yang diartikan sebagai tindakan mengumumkan atau memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan atau gagasan orang lain dengan cara mempublikasikan dan mengakuinya sebagai ciptaan sendiri. 3. Autoplagiarisme yang diartikan sebagai tindakan (peneliti) yang mengemukakan kembali kalimat, kata, data atau idea dalam karya tulis yang telah dipublikasikan oleh yang bersangkutan tanpa menyebutkan sumbernya. f. Penelitian harus dilakukan sesuai dengan metoda, prosedur dan pencapaian hasil secara ilmiah, yang dapat dipertanggung jawabkan. g. Kewajiban peneliti terhadap penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Peneliti bertanggung jawab untuk memberikan interpretasi atas hasil dan kesimpulan penelitian supaya hasil penelitian dapat dimengerti. 2. Peneliti bertanggung jawab pada rekan seprofesinya. 3. Peneliti tidak boleh menutupi kelemahan atau membesar-besarkan hasil penelitian. 4. Peneliti harus menjelaskan secara eksplisit manfaat yang akan diperoleh subjek penelitian. 7 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 8.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB II PEDOMAN PENGETIKAN 2.1 Jenis dan Ukuran Kertas Penulisan Skripsi wajib dilakukan dengan menggunakan kertas HVS/Fotokopi ukuran A4, berat 80 mg. Untuk penggandaannya dilakukan dengan fotokopi yang jelas dan bersih dengan kertas yang sama. 2.2 Aturan penulisan Penulisan Skripsi wajib dilakukan dengan menggunakan komputer dengan ketentuan: a. Jenis Huruf: Naskah Skripsi diketik dengan menggunakan jenis huruf Times New roman 12 cpi. b. Margin Batas pengetikan untuk Skripsi adalah 4 cm sebelah kiri dan atas, sedangkan 3 cm untuk batas kanan dan bawah. c. Spasi Jarak antar baris dalam tulisan menggunakan 1 spasi ganda (double). d. Alenia Baru dan Jarak Ketikan Setiap kata pertama dari alenia baru ditulis masuk ke kanan sebesar 7 (tujuh) ketukan. e. Penulisan Bab dan Sub Bab Nomor bab dan judul bab baru ditulis dengan huruf besar dan tebal dan diletakkan di bagian tengah atas halaman. Nomor bab diletakkan paling atas dan judul bab baru diletakkan dibawahnya dengan jarak satu spasi “ganda”. Setiap bab baru ditulis pada halaman baru. Sub bab dan sub-sub bab yang mengikutinya ditulis disebelah kiri dengan huruf tebal dan kecil kecuali huruf pertama pada setiap kata harus ditulis dengan huruf besar. f. Nomor Halaman dan Letaknya Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas kertas kecuali halaman pertama dari bab baru. Nomor halaman untuk setiap bab baru diletakkan di tengah bawah kertas. Untuk bagian awal skripsi pemberian nomor halaman menggunakan angka kecil romawi (I, ii, iii……dst). Yang termasuk halaman awal adalah dimulai dari halaman pengantar, halaman daftar isi, halaman pengesahan, halaman 8 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 9.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya pernyataan orisinalitas, halaman riwayat hidup, halaman peruntukan (bila ada), halaman motto (bila ada), halaman kata pengantar, halaman daftar tabel, halaman daftar gambar/grafik, halaman daftar lampiran, halaman daftar singkatan/simbol (bila ada), dan halaman ringkasan, sedangkan bagian utama skripsi pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, pembahasan hasil penelitian (hasil dan pembahasan), kesimpulan, daftar pustaka dan lampiran- lampiran pemberian nomor halaman menggunakan angka arab (1, 2, 3….dst) 9 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 10.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB III BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI Format skripsi dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 1. Bagian awal, terdiri dari: a. Sampul b. Halaman Judul c. Halaman Pengesahan d. Halaman Pernyataan Orisinalitas e. Halaman Riwayat Hidup f. Halaman Peruntukan (bila ada) g. Halaman Motto (bila ada) h. Halaman Kata Pengantar i. Halaman Daftar Isi j. Halaman Daftar Tabel k. Halaman Daftar Gambar/Grafik l. Halaman Daftar Lampiran m. Halaman Daftar Singkatan/Simbol (bila ada) n. Halaman Ringkasan 2. Bagian Inti/Utama Skripsi a. Pendahuluan b. Tinjauan Pustaka c. Metodologi Penelitian d. Pembahasan Hasil Penelitian (Hasil dan Pembahasan) e. Kesimpulan 3. Bagian Akhir skripsi a. Daftar Pustaka b. Lampiran-lampiran 10 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 11.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB IV ATURAN BAGIAN DEPAN SKRIPSI a. Halaman Sampul 1. Sampul skripsi berwarna kuning, 2. Tulisan menggunakan warna hitam, 3. Sampul skripsi menggunakan karton (hard cover). Yang harus ada dalam halaman sampul adalah: 1. Judul skripsi, 2. Tujuan skripsi (persyaratan untuk mendapatkan.....), 3. Nama dan nomor induk penyusun, 4. Lambang fakultas Ekonomi Unibraw, 5. Nama program studi/jurusan, 6. Nama fakultas, 7. Nama universitas, serta, 8. Nama kota tempat universitas dan tahun. Halaman sampul hanya terdiri dari satu halaman (contoh halaman sampul dapat dilihat di lampiran 1). b. Halaman Judul Halaman judul sebenarnya duplikat dari halaman sampul. Hanya saja halaman judul ini dicetak di atas kertas HVS putih. Halaman judul hanya terdiri dari satu halaman (contoh halaman judul dapat dilihat dilampiran 2) c. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan mencantumkan: 1. Judul skripsi, 2. Nama dan nomor induk penyusun, 3. Program studi/jurusan, 4. Kata-kata pengesahan/persetujuan, 5. Nama dan tanda tangan pembimbing, penguji, dan pengesahan dari Ketua Jurusan. Untuk dapat mengikuti ujian komprehensif, pengesahan cukup hanya dengan tanda tangan dosen pembimbing. Setelah ujian selesai dan mahasiswa dinyatakan lulus, penjilidan dilakukan setelah disetujui oleh dosen pembimbing, penguji dan Ketua Jurusan (contoh Halaman Pengesahan dapat dilihat pada lampiran 3). 11 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 12.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya d. Halaman Pernyataan Orisinalitas Halaman pernyataan orisinalitas merupakan halaman yang memuat ketegasan penulis bahwa naskah skripsi bukan karya plagiasi atau mengandung plagiasi dan menjamin orisinalitasnya. Contoh halaman orisinalitas ini data dilihat pada lampiran 4. e. Halaman Riwayat Hidup Halaman ini diberi judul “ RIWAYAT HIDUP” dan dibawahnya menyebutkan: 1. Nama, 2. Tempat tanggal lahir penyusun, 3. Alamat, 4. Riwayat pendidikan, 5. Riwayat atau pengalaman pekerjaan (kalau ada), dan 6. Prestasi akademik dan non akademik yang telah dicapai Contoh daftar riwayat hidup dapat dilihat pada lampiran 5. f. Halaman Peruntukan (bila ada) Halaman ini bersifat sukarela dan cara penyajiannya pun sesuai keinginan penulis. Isi dari halaman ini adalah menyebutkan kepada siapa skripsi ini ditujukan. Contoh halaman peruntukan dapat dilihat pada lampiran 6. g. Halaman Motto (bila ada) Halaman ini bersifat sukarela. Kalimat yang dicantumkan berupa motto, kata- kata mutiara, pendapat seseorang atau ayat-ayat dalam kitab suci yang perlu direnungkan dan diresapi oleh pembaca. Contoh halaman motto dapat dilihat pada lampiran 7. h. Halaman Kata Pengantar Halaman ini diberi judul “KATA PENGANTAR” dan diletakkan di bagian tengah atas kertas. Kata Pengantar memuat: 1. Rasa syukur sehingga tulisan dapat disajikan, 2. Uraian singkat proses penulisan skripsi serta 3. Penulis mengantarkan kepada pembaca agar memahami isi tulisan, harapan, penyempurnaan, manfaat bagi yang membutuhkan Contoh halaman kata pengantar dapat dilihat pada lampiran 8. i. Halaman Daftar Isi Halaman ini diberi judul “DAFTAR ISI” dan diletakkan pada bagian atas kertas. Setiap tulisan yang ada pada halaman ini tidak diakhiri dengan titik. Yang dimasukkan dalam daftar isi adalah: 1. Halaman “KATA PENGANTAR” sampai “Lampiran”, 2. Bab, 12 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 13.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 3. Nomor bab, 4. Judul bab yang ditulis dengan huruf besar. 5. Sub bab dan sub-sub bab (dan seterusnya) ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama ditulis dengan huruf besar. Nomor Bab menggunakan huruf Romawi besar (I, II, III…dst) dan nomor sub bab ditulis dengan angka Arab (1, 2, 3 …dst) yang diawali dengan angka Arab yang bersesuaian dengan nomor bab. 6. Jarak penulisan antara judul bab dengan kalimat pertama dua spasi “ganda”, sedangkan jarak antar bab baru dengan bab baru lainnya satu spasi “ganda”. 7. Jarak antar sub bab dengan sub bab lainnya (atau sub-sub bab dengan sub- sub bab lainnya 1 spasi ukuran “1,5”, begitu juga jarak antar bab dengan sub bab. 8. Jarak antara sub bab dengan bab baru 1 spasi ukuran “ganda”. Semua yang dicantumkan dalam daftar ini harus disertai dengan nomor halaman yang bersesuaian dan ditulis di sebelah kanan kertas. 9. Penulisan sub bab pada ketukan ke-3, sedangkan sub sub bab pada ketukan ke-2 dari sub bab. Contoh daftar isi dapat dilihat pada lampiran 9. j. Halaman Daftar Tabel Halaman daftar tabel diawali dengan judul “DAFTAR TABEL” ditulis dengan huruf besar dan tebal dan diletakkan pada bagian atas kertas. Daftar Tabel memuat semua tabel dalam teks. Yang harus ada dalam daftar tabel adalah: 1. Nomor tabel, 2. Judul tabel, dan 3. Nomor halaman dimana tabel dicantumkan dalam teks. Nomor tabel terdiri dari 2 angka dan di antara angka pertama dan kedua diberi titik. Angka pertama menunjukkan nomor bab yang bersesuaian dan angka kedua menunjukkan nomor tabel. Tabel 3.10 misalnya, terletak di bab 3 dan mempunyai nomor urut 10. Angka kedua dalam nomor tabel dimulai dari angka 1 untuk setiap bab. Jika ada tabel yang dicantumkan di luar bab, misalnya di lampiran, maka angka pertama dari nomor tabel menggunakan nomor urut setiap halaman baru dalam skripsi setelah bab kesimpulan. Jadi bila bab 5 adalah kesimpulan, dan setelah bab kesimpulan ada 2 halaman baru (daftar pustaka dan lampiran), maka angka pertama nomor tabel dari tabel yang terletak di lampiran adalah 7. Jarak penulisan antara judul daftar tabel dengan baris pertama adalah 2 spasi “ganda”, sementara itu jarak antara judul tabel dengan judul tabel berikutnya 13 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 14.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya sepanjang 1 spasi “ganda”, jarak penulisan judul tabel yang terdiri dari lebih satu baris, adalah 1 spasi “tunggal”. Contoh halaman daftar tabel dapat di lihat pada lampiran 10. k. Halaman Daftar Gambar/Grafik Halaman daftar gambar diawali dengan judul “:DAFTAR GAMBAR” ditulis dengan huruf besar dan tebal dan diletakkan di bagian tengah atas kertas. Daftar gambar memuat semua gambar yang ada dalam skripsi. Yang harus dicantumkan dalam daftar gambar adalah: 1. Nomor gambar, 2. Judul gambar dan 3. Nomor halaman gambar dimana gambar itu diletakkan. Cara pemberian nomor gambar dan pengetikan dalam halaman daftar gambar mengikuti aturan yang sama seperti halnya pada halaman daftar tabel (contoh halaman daftar gambar dapat dilihat pada lampiran 11). l. Halaman Daftar Lampiran Halaman daftar lampiran diawali dengan judul “DAFTAR LAMPIRAN” ditulis dengan huruf kapital dan tebal dan diletakkan di bagian tengah atas kertas. Dalam daftar lampiran memuat semua lampiran yang ada di skripsi. Yang harus ada di dalam daftar lampiran adalah: 1. Nomor lampiran, 2. Judul lampiran dan 3. Nomor halaman di mana lampiran itu diletakkan. Cara pemberian nomor lampiran dan cara pengetikan di dalam daftar lampiran mengikuti aturan seperti di halaman daftar tabel (contoh halaman daftar lampiran dapat dilihat pada lampiran 12). o. Halaman Daftar Abstrak Halaman ini diberi judul ABSTRAK yang dicetak tebal dan diletakkan di tengah atas bidang pengetikan (lihat lampiran 11). Selanjutnya diikuti dengan judul skripsi yang ditulis di tengah dengan huruf tebal dan besar serta spasi tunggal. Nama penyusun skripsi ditulis di tengah dengan jarak 2 spasi dari judul skripsi dengan diikuti Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dengan spasi tunggal dari nama penyusun. Nama dosen pembimbing disertakan di bawah nama penyusun skripsi. Nama dosen pembimbing ditulis dengan gelar lengkap tanpa disertai dengan Nomor Induk Pegawai (NIP). Selanjutnya diikuti dengan memuat teks ringkasan. Ringkasan yang merupakan intisari skripsi berisi penjelasan singkat dari latar belakang, masalah 14 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 15.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya yang diteliti, metode yang digunakan, serta hasil dan kesimpulan yang paling pokok. Dalam ringkasan dicantumkan kata kunci yang ditempatkan 2 (dua) spasi di bawah teks ringkasan. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan panjangnya tidak lebih dari 1 halaman. Abstrak disajikan baik dalam Bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris pada halaman yang berbeda. n. Halaman Daftar Singkatan/Simbol (bila ada) Halaman daftar singkatan memuat: 1. Singkatan, 2. Istilah, 3. Simbol dan sebagainya. Cara penulisannya memakai dua lajur. Lajur pertama mencantumkan singkatan (ditulis dengan huruf besar) dan lajur kedua memuat keterangan lajur pertama (ditulis dengan huruf kecil kecuali kata pertama). Penulisan daftar singkatan atau lainnya diurut menaik berdasarkan abjad huruf pertama (ascending) (contoh halaman daftar singkatan dapat dilihat pada lampiran 13). 15 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 16.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB V BAGIAN POKOK SKRIPSI Yang dimaksud sebagai bagian pokok di sini adalah bagian dari skripsi yang merupakan hasil karya ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa yang terdiri dari beberapa bab. Jumlah bab antara skripsi jenis kuantitatif dan kualitatif berbeda (perbedaan mendetail mengenai perbedaan skripsi kuantitatif dan kualitatif akan dibahas kemudian). Hal lain yang tidak boleh diabaikan di sini adalah bahwa rangkaian kata untuk menyampaikan informasi yang disajikan di dalam skripsi hendaknya teliti, singkat, padat, jelas, tajam, dan relevan serta konsisten. Skripsi pada umumnya terdiri dari 5 komponen, yaitu latar belakang masalah, kerangka teori atau tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian atau analisa, dan kesimpulan. Oleh karena itu, bila setiap komponen tersebut dibahas dalam bab tersendiri, maka skripsi setidak-tidaknya akan terdiri dari 5 bab, yaitu bab Pendahuluan, bab Tinjauan Pustaka, bab Metode Penelitian, bab Pembahasan Hasil (penelitian), dan bab Kesimpulan. Berikut ini dipaparkan hal-hal yang menjadi perbedaan mendasar penelitian kuantitatif dan kualitatif menurut Sugiyono (2005; hal 11-13). Dengan memahami perbedaan tersebut diharapkan penulis skripsi dapat menulis skripsi dengan sistematika yang baik dan benar. KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN METODE KUALITATIF No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif 1 A. Desain A. Desain 1. Spesifik, jelas, rinci 1. Umum 2. Ditentukan secara mantap 2. Fleksibel sejak awal 3. Berkembang, dan muncul dalam 3. Menjadi pegangan langkah proses penelitian demi langkah. 2 B. Tujuan B. Tujuan 1. Menunjukkan hubungan antar 1. Menemukan pola hubungan variabel yang bersifat interaktif 2. Menguji teori 2. Menggambarkan realitas yang 3. Mencari generalisasi yang kompleks mempunyai nilai prediktif. 3. Memeroleh pemahaman makna 4. Menemukan teori. 3 C. Teknik Penelitian C. Teknik Penelitian 1. Ekspimen, survei 1. Participant observation 2. Kuesioner 2. In depth interview 3. Observasi dan wawancara 3. Dokumentasi terstruktur 4. Triangulasi 16 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 17.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif 4 D. Instrumen Penelitian D. Instrumen Penelitian 1. Test, angket, wawancara 1. Peneliti sebagai instrumen terstruktur (human instrumen) 2. Instrumen yang telah 2. Buku catatan, tape recorder, terstandar. kamera, handycam dan lain-lain 5 E. Data E. Data 1. Kuantitatif 1. Deskriptif 2. Hasil Pengukuran variabel 2. Dokumen pribadi, catatan yang dioperasionalkan dengan lapangan, ucapan dan tindakan menggunakan instrumen responden, dokumen dan lain- lain 6 F. Sampel F. Sampel 1. Besar 1. Kecil 2. Representatif 2. Tidak representatif 3. Sedapat mungkin random 3. Purposive, snowball 4. Ditentukan sejak awal 4. Berkembang selama proses penelitian 7 G. Analisis G. Analisis 1. Setelah selesai pengumpulan 1. Terus menerus sejak awal data sampai akhir penelitian 2. Deduktif 2. Induktif 3. Menggunakan statistik 3. Mencari pola, model, thema, teori 8 H. Hubungan dengan Responden H. Hubungan dengan Responden 1. Berjarak, bahkan sering tanpa 1. Empati, akrab kontak 2. Kedudukan sama bahkan 2. Peneliti merasa/lebih tinggi sebagai guru, konsultan 3. Jangka pendek 3. Jangka lama 9 I. Usulan Desain I. Usulan Desain 1. Luas dan rinci 1. Singkat 2. Literatur yang berhubungan 2. Literatur yang digunakan dengan masalah dan variabel bersifat sementara, tidak yang diteliti menjadi pegangan utama 3. Prosedur yang spesifik dan 3. Prosedur bersifat umum, seperti rinci langkah-langkahnya akan merencanakan tour/piknik 4. Masalah dirumuskan dengan 4. Masalah bersifat sementara dan spesifik dan jelas akan ditemukan setelah studi 5. Hipotesis dirumuskan dengan pendahuluan jelas 5. Tidak dirumuskan hipotesis, 6. Ditulis secara rinci dan jelas karena justru akan menemukan sebelum terjun ke lapangan. hipotesis 6. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan 17 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 18.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 10 J. Kapan Penelitian dianggap J. Kapan Penelitian dianggap selesai? selesai? Setelah tidak ada data yang dianggap Setelah semua data yang baru/jenuh direncanakan dapat terkumpul 11 K. Kepercayaan terhadap hasil K. Kepercayaan terhadap hasil penelitian penelitian Pengujian validitas dan reliabilitas Pengujian kredibilitas, dependabilitas, instrumen proses dan hasi penelitian Bagian pokok dari skripsi kuantitatif dan kualitatif secara garis besar mempunyai perbedaan. Hal ini disebabkan adanya berbagai perbedaan yang melatarbelakangi metode kuantitatif dan kualitatif seperti yang dipaparkan pada tabel di atas. Berikut ini adalah garis besar bagian pokok skripsi dengan menggunakan metode kuantitatif yang selanjutnya disebut dengan “Skripsi Kuantitatif”. I. Skripsi Kuantitatif Bagian pokok dari skripsi kuantitatif terdiri dari: Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Tujuan Penelitian 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis 1.5.2 Manfaat Praktis Bab II Tinjauan Pustaka dan Perumusan Hipotesis (jika ada) Bab III Metode Penelitian 3.1 Populasi dan Sampel 3.2 Data Penelitian 3.2.1 Jenis dan Sumber Data 3.2.2 Teknik Pengumpulan Data 3.3 Variabel Penelitian 3.4 Metode Analisis Data 3.5 Pengujian Hipotesis Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian 4.2 Hasil Pengujian Asumsi Klasik 4.3 Hasil Pengujian Hipotesis 4.4 Pembahasan Hasil Penelitian Bab V Kesimpulan 5.1 Kesimpulan 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.3 Rekomendasi 18 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 19.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya II. Skripsi Kualitatif Bagian pokok dari skripsi kualitatif lebih fleksibel dari bagian kuantitatif. Penyusunan bagian pokok skripsi kualitatif dapat lebih dari 5 (lima) bab seperti ketentuan skripsi kuantitatif. Penyusunan skripsi kualitatif lebih mengutamakan bentuk penyusunan yang sedemikian rupa sehingga penyampaian makna hasil penelitian lebih efektif dan mudah untuk dipahami. Berikut ini adalah contoh bagian inti skripsi kualitatif: Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Masalah 1.2 Fokus Penelitian (dapat diartikan sebagai Rumusan Masalah) 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis 1.4.2 Manfaat Praktis Bab II Tinjauan Pustaka Bab III Metodologi Penelitian 3.1 Metode Penelitian 3.2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.3 Instrumen Penelitian 3.4 Teknik analisis data 3.5 Pengujian Kredibilitas data Bab IV Analisa Data Bab V Kesimpulan 5.1 Kesimpulan 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.3 Rekomendasi Beberapa pokok pikiran yang ada di setiap bab tersebut adalah seperti berikut ini. I. Pendahuluan Yang harus termuat dalam bab pendahuluan adalah latar belakang (masalah), rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan. 1.1 Latar Belakang Intinya adalah memuat uraian atau penjelasan mengenai alasan-alasan sehingga permasalahan yang diajukan merupakan permasalahan yang layak untuk diteliti dan dicarikan penyelesaiannya. Dalam latar belakang dapat dimasukkan pula sejarah singkat objek yang diteliti, kerangka berpikir, atau hasil-hasil penelitian lain yang relevan dengan permasalahan yang diajukan. Namun demikian, uraian ini tidak boleh terlalu mendalam karena akan dibahas dalam bab berikutnya yang bersesuaian. Selain itu, bab ini juga memuat fakta-fakta yang relevan dengan masalah penelitian sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penelitian, dan alasan-alasan (empiris, teknis) mengapa masalah dikemukakan dalam dalam usulan penelitian itu dipandang penting untuk diteliti. 19 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 20.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 1.2 Rumusan Masalah atau Fokus Penelitian Sub bab ini menunjukkan secara tegas permasalahan dalam skripsi yang dicari pemecahannya. Umumnya rumusan masalah menggunakan kalimat tanya namun dapat juga tidak. Perumusan masalah juga memuat proses penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks yang dirumuskan menjadi masalah yang dapat diteliti (researchable problems), atau merumuskan kaitan antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang lebih luas. Di dalam menyampaikan perumusan masalah harus relevan dengan judul dan perlakuan yang akan diteliti. Pada skripsi kualitatif, sub bab ini disebut dengan “Fokus Penelitian”. Fokus penelitian bertujuan untuk menjabarkan rumusan masalah sekaligus batasan masalah penelitian. Hal inilah yang menyebabkan pada bagian pokok skripsi kualitatif tidak terdapat batasan masalah karena sudah tercermin dalam fokus penelitian. 1.3 Batasan Masalah Sub bab ini menjelaskan ruang lingkup penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan menyebutkan secara spesifik area atau topik pembahasan yang membatasi penelitian. 1.4 Tujuan Penelitian Menyebutkan secara jelas dan tegas tujuan yang ingin dicapai dari penelitian (penulisan). Dalam beberapa hal, seharusnya tujuan penelitian juga tersirat di dalam judul penelitian. Dengan logika seperti penjelasan mengenai perumusan masalah atau fokus penelitian di atas, jika perumusan masalah atau fokus penelitian dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, jumlah pertanyaan tidak selalu harus sama dengan tujuan penelitian. 1.5 Manfaat Penelitian Mengindikasikan kemungkinan aplikasi dari hasil penelitian seperti yang diuraikan dalam tujuan penelitian secara teoritis maupun secara praktis untuk menyatakan kaitan antara hasil penelitian yang dirumuskan dalam tujuan penelitian dengan masalah kesenjangan yang lebih luas atau dunia nyata yang rumit dan kompleks. II. Tinjauan Pustaka dan Perumusan Hipotesis (jika ada) Pada bab tinjauan pustaka diuraikan teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang diangkat dalam skripsi. Bab ini tidak sekedar berisi kutipan atau pencantuman teori-teori, konsep, proposisi, dan paradigma secara berjajar dan runtut yang diambil dari berbagai sumber, tetapi merupakan hasil olahan dari berbagai hal di atas yang kemudian ditarik benang merahnya. Uraian yang ada di tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah tentang perumusan metode dan arah penelitian serta pemecahan masalah. Penelitian kuantitatif mempunyai tujuan untuk menguji atau verifikasi teori, meletakkan teori secara deduktif menjadi landasan dalam penemuan dan pemecahan masalah penelitian. Posisi dan peran strategis teori dalam penelitian ini. Sedangkan pada 20 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 21.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya penelitian kualitatif mempunyai tujuan untuk menyusun teori, memandang teori sebagai hasil proses induksi dari pengamatan terhadap fakta (pengumpulan informasi). Perumusan Hipotesis Pada penelitian kuantitatif perlu disertakan perumusan hipotesis. Hipotesis adalah proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris (Sugiyono, 2005). Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis dikembangkan dari telaah teoritis atau literatur. Kriteria hipotesis adalah sebagai berikut: a. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian. Dalam hal ini tujuan penelitian adalah memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. b. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris. Dalam hal ini tujuan penelitian adalah menguji teori atau hipotesis. c. Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya. Beberapa teori kemungkinan saling bertentangan antara yang satu dengan yang lain atau teori yang satu lebih kuat dibandingkan dengan yang lain. Rumusan hipotesis dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk rumusan, diantaranya dalam bentuk: a. Pernyataan “jika-maka” (if-then statement) atau proposisi Hipotesis penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan “Jika-maka” atau berupa proposisi yang menyatakan hubungan antarvariabel dan perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam kaitannya dengan variabel tertentu yang dapat diuji. b. Hipotesis nol (null hypothesis) Pernyataan hipotesis nol dapat disajikan secara statistik sebagai berikut: H0 : A = M atau H0 : A - M =0 H0 menunjukkan format hipotesis nol A adalah rata-rata persepsi pertama M adalah rata-rata persepsi kedua c. Hipotesis alternatif (alternative hypothesis) III. Metodologi Penelitian Bab Metodologi Penelitian pada dasarnya menjelaskan rencana dan prosedur penelitian yang dilakukan penulis untuk memperoleh jawaban yang sesuai dengan permasalahan atau tujuan penelitian. Hal-hal yang dicakup dalam metode penelitian adalah: a. Penjelasan tentang ruang lingkup penelitian (misalnya: populasi, sampel, jenis dan sumber data yang dibutuhkan). 21 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 22.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya b. Penjelasan mengenai hubungan variabel-variabel penelitian dan definisi operasionalnya. c. Metode pengumpulan data (termasuk di dalamnya instrumen yang dipakai dan metode samplingnya). d. Model analisis yang digunakan. Metode tersebut di atas tidak bersifat baku dan harus disesuaikan dengan jenis penelitian. Untuk penelitian pustaka (library research), poin (d) tidak wajib, sedangkan penelitian lapangan yang berbentuk survey (menggunakan sampel), keempat poin harus dicantumkan. Sementara itu, penelitian lain seperti studi kelayakan, studi kasus dan sebagainya, bentuknya menyesuaikan dengan kebutuhan. Agar lebih jelas, berikut ini akan diberikan secara lebih lengkap struktur penyusunan metode penelitian yang lazim digunakan, yang mencakup butir-butir sebagai berikut: a. Pendekatan Penelitian Berbagai macam pendekatan yang digunakan dan dapat dipilih salah satu di antaranya adalah: 1) Penelitian Kuantitatif 2) Penelitian Kualitatif Metode survei banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif, sedangkan untuk penelitian kualitatif seringkali menggunakan studi kasus. b. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian disebutkan secara jelas disertai uraian: 1) Bagaimana cara menentukan tempat penelitian tersebut. 2) Alasan mengapa tempat penelitian tersebut dipilih. Waktu penelitan juga disebutkan jangka waktunya sampai dengan berapa lama (dalam bentuk hari, bulan, atau tahun), dan bilamana perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan-kegiatan penelitian di lapangan. c. Metode Pengambilan Sampel Sebelum sampel dipilih harus dijelaskan terlebih dahulu populasi yang menjadi dasar pengambilan sampel. Berikutnya dijelaskan metode pengambilan sampel, apakah menggunakan Probability Sampling atau Non Probability Sampling. Pada masing-masing metode tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut spesifikasi teknik pengambilan sampel yang dipilih, misalnya: 1) Probability Sampling: Simple Random Sampling (pengambilan sampel acak sederhana), Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak berlapis), dan sebagainya. 2) Non Probability Sampling: Purposive Sampling (pengambilan sampel secara disengaja), Snowball Sampling (pengambilan sampel bola salju), dan sebagainya. Dalam skripsi perlu dijelaskan alasan mengapa teknik pengambilan sampel tersebut dipilih dalam pelaksanaan penelitian. 22 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 23.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya d. Metode Pengumpulan Data Pada bagian ini, diuraikan secara rinci tentang jenis data, sumber data serta teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yang biasa digunakan antara lain adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. e. Definisi dan Pengukuran Variabel Dalam penelitian kuantitatif, uraian tentang definisi dan pengukuran variabel merupakan hal yang mutlak harus dilakukan. Variabel-variabel yang diukur minimal adalah variabel-variabel yang tercantum dalam hipotesis yang akan diuji berdasarkan data yang dikumpulkan dari tempat penelitian. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, variabel ini umumnya berupa konsep, sehingga tidak penting untuk dilakukan pengukuran. IV. Analisis Data Pada dasarnya, analisis data tergantung dari jenis penelitian yang dipilih dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Analisis dapat dibedakan menjadi: i. Analisis Kualitatif ii. Analisis Kuantitatif Analisis deskriptif biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif namun juga banyak dipakai dalam penelitian kuantitatif. Analisis deskriptif dapat berupa deskripsi dalam bentuk tabel-tabel, deskripsi tentang fenomena sosial, dan sebagainya. Berikutnya, analisis inferensial cenderung digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan menyajikan model- model analisa statistik untuk menguji hipotesis. Data yang dipakai dapat berupa data kuantitatif maupun data kualitatif, yang pada umumnya dikuantifikasi misalnya dalam bentuk skala nominal, ordinal, dan interval. V. Pembahasan Hasil Penelitian (Hasil dan Pembahasannya) Bab ini menguraikan secara lebih mendalam mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan. Di samping itu, juga harus mampu menjawab secara ilmiah tujuan atau permasalahn yang diajukan dalam skripsi. VI. Kesimpulan, keterbatasan, dan rekomendasi Ada 3 (tiga) pokok pikiran yang harus ada pada bab Kesimpulan, yaitu kesimpulan, keterbatasan dan rekomendasi, dan ketiganya disajikan secara terpisah. Kesimpulan merupakan uraian secara ringkas dan jelas yang diuraikan dalam bab pembahasan hasil. Kesimpulan juga dapat diartikan sebagai jawaban dari permasalahan yang diangkat dalam skripsi. Keterbatasan penelitian berisi kendala yang dihadapi peneliti dalam melaksanakan penelitian. Rekomendasi merupakan pertimbangan atau argumen peneliti bagi pihak-pihak yang memanfaatkan hasil skripsi. Di samping itu, rekomendasi dari skripsi harus memberikan arahan dalam penelitian berikutnya. 23 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 24.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB VI CARA PENGACUAN DAN PENGUTIPAN Pengacuan adalah bagaimana menyebutkan sumber acuan yang dikutip dalam teks beserta identitasnya. Pengutipan adalah bagaimana menuliskan teks kutipan dari sumber acuan ke dalam teks naskah yang sedang ditulis. 6.1. Cara Merujuk Kutipan Langsung a. Kutipan Kurang dari 40 kata: Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (“….”) dan diikuti nama pengarang, tahun dan nomor halaman. Nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung. Contoh: Beams (2000:437) menyatakan bahwa akuntansi kantor cabang membagi sistem akuntansi perusahaan secara terpisah antara kantor pusat dan kantor cabang. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “akuntansi kantor cabang membagi sistem akuntansi perusahaan secara terpisah antara kantor pusat dan kantor cabang” (Beams, 2000:437). b. Kutipan Lebih dari 40 kata: Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm (satu tab) dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis. Contoh: Ross et al., (2000:202) menarik kesimpulan sebagai berikut: Dalam suatu laporan arus kas, hal penting yang akan menjadi pertimbangan investor adalah aliran kas bebas. Aliran kas bebas merupakan kas perusahaan yang dapat didistribusikan kepada kreditur atau pemegang saham yang tidak digunakan untuk modal kerja atau investasi pada aset tetap. c. Kutipan yang Sebagian Dihilangkan: Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam satu kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan 3 (tiga) titik. Contoh: “Harga saham akan meningkat ... bila perusahaan membayar kelebihan kas tersebut kepada pemegang saham” (Jensen, 2003:132). Apabila dalam mengutip langsung ada kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan 4 (empat) titik. Contoh: “Harga saham akan meningkat tajam bila perusahaan membayar kelebihan kas tersebut kepada pemegang saham. .... Untuk menguji validitas hipotesis ini, beberapa riset sebelumnya menggunakan dividen dan pengeluaran modal sebagai variabel independen” (Jensen, 2003:132). 24 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 25.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 6.2. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung Kutipan tidak langsung atau dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Untuk smber kutipan dari buku nomor halaman harus disebutkan, sementara kutipan dari jurnal tidak. Contoh: Hartanto (1990:13) mengungkapkan bahwa laporan keuangan konsolidasi dibuat oleh perusahaan induk dengan menggunakan laporan keuangan yang sudah disiapkan oleh perusahaan anak. Laporan keuangan konsolidasi dibuat oleh perusahaan induk dengan menggunakan laporan keuangan yang sudah disiapkan oleh perusahaan anak (Hartanto, 1990:13). 6.3. Penyusunan Daftar Pustaka Penyusunan Daftar Pustaka sangat erat kaitannya dengan cara pengacuan dan pengutipan. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah semua sumber acuan yang dikutip dalam teks sudah dicantumkan dalam “Daftar Pustaka”, dan apakah semua sumber acuan yang tercantum dalam Daftar Pustaka memang dikutip dalam teks. Jumlah sumber acuan yang dikutip dalam teks harus sama dengan jumlah sumber acuan dalam “Daftar Pustaka”. Pada dasarnya, unsur yang harus ditulis dalam “Daftar Pustaka” secara berturut-turut dan dipisahkan dengan titik yang meliputi: (1) nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk subjudul, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisannya sama dengan penulis pertama. “Daftar Pustaka” ditulis satu spasi, jarak pengarang satu dengan lainnya 2 spasi. Jika “Daftar Pustaka” lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam 5 (lima) ketukan. 6.4 Format Penulisan Daftar Pustaka Daftar pustaka disajikan pada halaman tersendiri dengan judul daftar ppustaka, diketik dengan huruf kapital dan diletakkan pada sisi kiri halaman. Urutan dan cara penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut: a. Nama pengarang diakhiri dengan titik (.) b. Tahun publikasi diakhiri dengan titik (.) c. Judul buku atau judul artikel, dan keterangan edisi (jika bukan edisi pertama) diakhiri dengan tanda titik (.) d. Nama penerjemah ditulis di antara tanda kurung (...) dan diakhiri dengan titik (.) e. Penerbit dan diakhiri dengan titik (.) f. Baris kedua tiap sumber ditulis dengan jarak 5 ketukan dari margin kiri baris pertama dengan jarak antar baris 1 spasi. Sedangkan antar sumber pustaka diberi jarak 2 spasi g. Huruf kapital digunakan pada setiap awal kata dari judul karya (kecuali kata sandang). Berikut ini dipaparkan cara penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber. 1. Sumber dari Buku Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata penghubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:) Contoh: 25 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 26.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya Jamhury, Raden. 1999. Metode Penelitian. Malang: Febra Kriswidiantoro, Eka dan Yulian, Widia. 1999. Metode Penelitian. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan dikuti oleh lambang a, b, c dan seterusnya. Urutan ditentukan secara kronologis berdasarkan abjad judul buku-bukunya. Contoh: Iriyanto dan Harrys. 1999a. Metode Penelitian. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat Iriyanto dan Harrys. 1999b. Pengukuran Variabel Penelitian. Jakarta: Salemba Empat 2. Sumber dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tegak. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring. Contoh: Koesphandi, Bambang. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Simposium Nasional Akuntansi V. Surabaya. 3. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak tegak, dan huruf besar pada tiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut. Contoh: Atmini, Sari. 2005. Persepsi Bank terhadap Kualitas Laporan Keuangan: Studi Empiris pada Bank di Jawa Timur. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Volume VIII; 15-30) 4. Rujukan dari artikel dalam Majalah atau Koran Nama pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis tegak, dan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata penghubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebit pada bagian akhir. Contoh: Nurkolis, Gito. 2005. Menyiasati Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Menjelang Lebaran. Jawa Pos. Hal 6. Adam dan Desy. 2005. Formula Tetap Sehat dengan Tertawa Sepanjang Hari pada Waktu Puasa di Bulan Suci Ramadhan. Nurani hal 7-8. 5. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis Nama koran ditulis di bagian awal. Tahun, tanggal, dan bulan ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar pada setiap awal kata kecuali kata penghubung dan dicetak miring serta diikuti dengan nomor halaman. Contoh: Jawa Pos. 2000, 1 Oktober. Banyak Korban Meninggal karena Bom Bali II. hal. 3. 26 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 27.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 6. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota dan nama penerbit. Contoh: _______________. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2000 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2001. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Emas Angka Jaya. 7. Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut. Contoh: Pusat Pengembangan Akuntansi dan Bisnis. 2005. Pedoman Penulisan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemda. Malang. Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya 8. Rujukan Berupa Karya Terjemahan Nama pengarang asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun. Contoh: Hariadi dan Purnomosidi. Tanpa tahun. Pengantar Akuntansi. Terjemahan Laso, Ary dan Dewa. 2005. Malang: Tani Maju Express. 9. Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum dalam sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan garis bawah, diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis atau disertasi, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi. Contoh: Mardiaty, Sussy. 2005. Persepsi Masyarakat terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Naiknya BBM. Tesis. Malang: Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. 10. Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun. Judul makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan “Makalah disajikan dalam…..”, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya. Contoh: Purwanti, Lilik. 2005. Penulisan Laporan Penelitian untuk Skripsi. Makalah disajikan dalam Pelatihan Metodologi Penelitian bagi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan I, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Malang, 19-20 Oktober. 11. Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (cetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses dan ditulis dalam kurung. 27 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 28.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya Contoh: Roy, Udin. 2005. Pengukuran Variabel dalam Penelitian. Jurnal Ilmu Pendidikan. (Online), Jilid 5, No. 4 (http://www.malang.ac.id), diakses 12 Oktober 2005) 12. Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi Nama pengirim (jika ada) dan disertai dengan keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (cetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi) Contoh: Baridwan, Jekky. (unibraw-malang@indo.ac.id). 12 Oktober 2005. Artikel untuk Pelatihan. E-mail kepada Dydyd Apandy (ub-malang@indo.net.id). 6.5 Percetakan Sub bab ini mencakup ketentuan kertas, huruf, spasi, tanda pisah, dan bulit, paragraf dan penomoran. Penjelasan terperinci tentang hal itu adalah: a. Kertas Jenis kertas yang digunakan adalah HVS putih ukuran A4 (21.0 cm x 29,7 cm) dengan berat 80 mg. Penggandaan menggunakan fotokopi yang bersih dengan kertas yang sama. b. Bidang Pengetikan Bidang pengetikan berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, serta 3 cm dari tepi atas, kanan, dan bawah kertas. 1. Jenis huruf Naskah skripsi diketik dengan komputer menggunakan jenis huruf Bookman Old Style. 2. Ukuran Huruf Bagian-bagian skripsi menggunakan huruf yang berbeda, seperti yang diuraikan dibawah ini: Font Bagian Skripsi Judul bab, judul sub bab, teks induk, abstrak, lampiran, daftar pustaka, judul 11 tabel, judul gambar. 10 Catatan kaki, sumber tabel, sumber gambar 13 Kata skripsi, nama & NIM penyusun pada halaman sampul dan halaman judul 15 Judul skripsi pada halaman sampul dan halaman judul 3. Modus huruf Penggunaan huruf normal, mirin (italic) dan tebal (bolt) adalah sebagai berikut: Modus Bagian Skripsi Normal Teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar Kata non indonesia, istilah yang belum lazim, bagian penting, dan judul Miring buku, jurnal, majalah, surat kabar dalam datar pustaka Tebal Judul bab, sub bab 28 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 29.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 4. Spasi Penggunaan spasi pada bagian-bagian skripsi, adalah sebagai berikut: Spasi Bagian Skripsi Keterangan gambar/tabel, judul gambar/tabel yang lebih dari satu baris, 1 catatan kaki, teks abstrak, baris kedua dan selanjutnya dari satu pustaka pada daftar pustaka 1,5 Jarak antar baris dalam tabel Teks skripsi bagian inti, jarak antara judul sub bab dengan awal teks, jarak 2 nomor bab dengan judul bab, jarak satu pustaka dengan pustaka lainnya dan jarak antar paragraf Jarak akhir teks dengan judul sub bab berikutnya, jarak tabel/gambar dengan 3 sebelum atau sesudah teks 4 Jarak judul bab dengan awal teks 5. Paragraf Awal paragraf dimulai 7 (tujuh) ketukan dari tepi bidang pengetikan. Sesudah tanda baca titik, titik dua, titik koma, dan koma diberi 1 ketukan kosong. Bilangan ditulis dengan angka kecuali pada permulaan kalimat. 6. Penomoran Bagian awal skripsi diberi nomor halaman angka romawi kecil (i,ii,...) di tengah bagian bawah. Bagian inti dan bagian akhr skripsi diberi nomor halaman angka arab (1,2,3,...) di kanan atas, kecuali nomor halaman bab baru yang diletakkan ditengah bagian bawah halaman. Untuk lampiran diberi nomor halaman dengan ngka arab di sudut kanan atas melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Nomor halaman ini berjarak 1 cm dari bidang pengetikan. 7. Penjilidan Skripsi yang sudah siap untuk diujikan dikumpulkan (tidak perlu dijilid, cukup diberi stopmap transparan) ke jurusan sebanyak 3 eslempar untuk pembimbing dan penguji 2 orang. Setelah skripsi diuji dan atau dierbaiki, mahasiswa diminta mengumpulkan dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Dalam bentuk hardcopy dijilid dengan menggunakan karton tipis dimana pada pungung skripsi dicamtumkan nama, NIM, kata skripsi jurusan dan tahun kelulusan. Untuk skripsi hardcopy dikumpukan sebanyak 2 ekslempar untuk ruang baca Fakultas Ekonomi dan perpustakaan pusat Universitas Brawijaya. Sedangkan skripsi dalam bentuk softcopy dikumpulkan dalam CD sebanyak 2 buah untuk jurusan dan ruang baca Fakultas Ekonomi. 8. Lampiran Bagian lampiran memuat data atau keterangan yang dapat melengkapi materi yang terdapat pada bagian utama skripsi. Lampiran dapat berupa: Data mentah hasil penelitian, hasil perhitungan statistik, contoh perhitungan, kuesioner, gambar, foto dan lain-lain. 29 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 30.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB VII PENGGUNAAN EJAAN YANG BENAR Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (Surat Keputusan Mendikbud, Nomor 0543/87, tanggal 9 September 1987) 1. Setiap kata baik kata dasar maupun kata jadian, ditulis terpisah dengan kata lainnya, kecuali kata yang tidak dapat berdiri sendiri (diberi garis bawah) Contoh: belajar, pascapanen, supranatural 2. Jarak antar kata dalam paparan hanya satu (1) ketukan dan tidak menambah jarak antar kata dalam rangka meratakan margin kanan karena margin kanan tidak harus rata lurus. 3. Setiap kata ditulis rapat, tidak ada jarak antar huruf dalam sebuah kata. Contoh yang salah: P E M B A H A S A N 4. Gabungan kata yang mungkin menimbulkan salah penafsiran, dapat diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian antarunsurnya. Contoh: proses belajar-mengajar, buku sejarah-baru 5. Kata jadian berimbuhan gabung depan dan belakang ditulis serangkai. Contoh: dinonaktifkan, menomorduakan. 6. Tanda tanya (?), titik (.), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), ditulis rapat dengan huruf akhir dari kata yang mendahului. Contoh: Apa hasilnya? Perhatikan contoh berikut! Di antaranya: 7. Setelah tanda tanya (?), titik (.), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), harus ada jarak (tempat kosong) satu ketukan. Contoh: Apa masalahnya, apa metodenya, dan apa temuannya? 8. Tanda petik ganda (“…”), petik tunggal („…‟), kurung ( ), diketik rapat dengan kata, frasa, kalimat yang diapit. Contoh: Ijasahnya masih “disekolahkan”., Penelitian DIP (Daftar Isian Proyek) sekarang tidak ada. 9. Tanda hubung (-), tanda pisah (), garis miring (/), diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan yang mengikutinya. Contoh: Pelatihan dapat diikuti oleh mahasiswa wanita/pria. Pelatihan ini akan dilakukan berulang-ulang tiap semester. 10. Tanda perhitungan: =, +, -, x, :, <, >, ditulis dengan jarak satu ketukan (spasi) dengan huruf yang mendahului dan yang mengikutinya. Contoh: 2 + 2 = 4; 2 < 5; 5 + 5 – 3 = 7 11. Tepi kanan teks tidak harus rata. Oleh karena itu, kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa harus dipotong, tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya. Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam satu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan. 30 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 31.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 12. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa serta tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Contoh: bangsa Indonesia (bukan Bangsa Indonesia). Peringantan Hari Kartini jatuh pada hari Kamis. 13. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama nama khas geografi. Contoh: Danau Sentani, Afrika Selatan, Jalan Surabaya. 14. Huruf miring digunakan (1) untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, kata, atau frasa; dan (2) untuk menuliskan istilah asing/daerah. Contoh: Islam adalah way of life bagi umat Nabi Muhamad SAW. 15. Kata hubung antarkalimat diikuti koma. Contoh: Oleh karena itu, ……….. Dengan demikian, ……… 16. Koma dipakai memisahkan kalimat setara yang didahului oleh kata-kata: tetapi, melainkan, namun, padahal, sedangkan, dan yaitu. Contoh: Penelitian ini sederhana, tetapi sangat rumit pengambilan datanya. Instrumen penelitian ini ada dua, yaitu angket dan tes. 17. Koma dipakai memisahkan anak kalimat dan induk kalimat, jika anak kalimat mendahului induk kalimat. Contoh: Sejak ibunya meninggal, dia tampak murung. 31 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 32.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya BAB VIII DAFTAR PUSTAKA Santoso, Singgih, 2003, Statistik Non Parametrik, Jakara, PY. Gramedia Kriswidiantoro, Eka dan Yulian, Widia, 1999, Metode Penelitian, Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian, Jakarta, Salemba Empat. Iriyanto dan Harrys, 1999a, Metode Penelitian, Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian, Jakarta, Salemba Empat. Iriyanto dan Harrys, 1999b, Pengukuran Variabel Penelitian, Jakarta, Salemba Empat. Izma Widya, 2008, Praktik Moral Hazard pada Sebuah Kantor Pelayanan Pajak di Jawa Timur. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya. Sugiyono. 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung. 32 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 33.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul Skripsi PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR: (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan) Disusun Oleh: Izma Widya Yuliansyah NIM. 0410230101 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Derajat Sarjana Ekonomi JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2008 33 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 34.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 2. Contoh Lembar Persetujuan (Untuk Mengikuti Ujian Komprehensif) LEMBAR PERSETUJUAN Skripsi dengan judul: PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR: (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan) Yang disusun oleh: Nama : Izma Widya Yuliansyah NIM : 0410230101 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Akuntansi Reguler A Bidang Kajian : Etika Bisnis dan Profesi Disetujui untuk digunakan dalam ujian komprehensif. Malang, 04 Januari 2008 Dosen Pembimbing (Dr. Unti Ludigdo, Ak) NIP 132 086 159 34 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 35.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 3. Contoh Halaman Pengesahan (Setelah lulus ujian komprehensif) LEMBAR PENGESAHAN Skripsi dengan judul: “PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR: (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan)” Yang disusun oleh: Nama : Izma Widya Yuliansyah NIM : 0410230101 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Akuntansi Reguler A Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 28 Februari 2008 dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diterima. SUSUNAN DEWAN PENGUJI 1. Dr. Unti Ludigdo, Ak NIP. 132 086 159 (Dosen Pembimbing) ……………………… 2. Kuspandi, SE, Ak. NIP. 131 573 935 (Dosen Penguji I) ……………………… 3. Devi Pusposari, SE, M.Si, Ak. NIP. 132 304 303 (Dosen Penguji II) ……………………… Malang, 28 Februari 2008 Ketua Jurusan Akuntansi Dr. Unti Ludigdo, Ak. NIP. 132 086 159 35 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 36.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 4. Contoh Halaman Pernyataan Keaslian Skripsi SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Izma Widya Yuliansyah NIM : 0410230101 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Akuntansi Reguler A Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang saya susun dengan judul: PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR: (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan) adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari Skripsi orang lain. Apabila kemudian hari pernyataan Saya tidak benar, maka Saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanannya). Demikian pernyataan ini Saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakann bilamana diperlukan. Malang, 08 Februari 2008 Pembuat Pernyataan, IzmaWidya Yuliansyah NIM 0410230101 36 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 37.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 5: Contoh Halaman Riwayat Hidup RIWAYAT HIDUP Nama : Izma Widya Yuliansyah Jenis Kelamin : Perempuan Tempat /Tanggal Lahir : Malang/ 28 Juli 1986 Agama : Islam Status : Belum Menikah Alamat Rumah : JL. Komplek UNIGA NO 4 Alamat Email : izma1986@yahoo.com Pendidikan Formal : Sekolah Dasar (1992-1998) : Mi Jenderal Sudirman Malang SLTP (1998-2001) : SLTP Negeri 1 Malang SMU (2001-2004) : SMU Negeri 4 Malang Perguruan Tinggi (2004-2008) : S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Pendidikan Non Formal : - Program Sertifikasi Pajak A, B, C di Laboratorium Manajemen UNIBRAW Malang (2006) - Accurate Software Training di Laboratorium Akuntansi UNIBRAW Malang (2006) - Krishand Tax Training di Laboratorium Akuntansi UNIBRAW Malang (2006) Pengalaman Organisasi : - Koordinator Asisten Dosen Praktikum Perpajakan Jurusan Akuntansi (2007-2008). - Panitia Pelatihan Perpajakan Bagi Usaha Kecil Menengah (2007). - Panitia Workshop Perpajakan Bagi Bendaharawan Pemkab Tulungagung (2007). - Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA), sebagai anggota Divisi Penelitian dan Pengembangan (2006-2007) Penghargaan: - Panelis dalam Simposium Nasional Perpajakan 2007 di Universitas Trunojoyo Madura dengan makalah: “Alternatif Upaya Penanganan Moral Hazard di Kantor Pajak” (2007) - Peserta Olimpiade Akuntansi – National Accounting Challenge STAN Jakarta (2007) 37 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 38.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 6. Contoh Halaman Kata Pengantar KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan skripsi yang berjudul : “Praktik Moral Hazard Pada Sebuah Kantor Pelayanan Pajak di Jawa Timur (Faktor, Bentuk, Dampak, dan Alternatif Penanganan)”. Skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih derajat sarjana Ekonomi program Strata Satu (S-1) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Selama penelitian dan penyusunan laporan penelitian dalam skripsi ini, penulis tidak luput dari kendala. Kendala tersebut dapat diatasi penulis berkat adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak .... selaku dosen pembimbing yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran untuk membimbing serta memberikan saran dalam menyelesaikan laporan skripsi ini. 2. Bapak/ibu.... selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya Malang 3. Bapak/ibu ... selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi 4. Bapak/ibu .... selaku dosen penguji 1 (satu) yang sudah banyak membantu memberikan kritik dan saran terhadap perbaikan skripsi saya. 5. Bapak/ibu ... selaku dosen penguji 2 (dua) yang juga banyak membantu memberikan masukan di dalam perbaikan skripsi 38 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 39.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 7. Contoh Halaman Daftar Isi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………..............…………………………………... i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….. iii DAFTAR TABEL …………………………………………………………...………….... vii DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………...………….... viii ABSTRAKSI ..……………………………………………………………….. ………….. ix BAB I PENDAHULUAN …...……………………………………………….……………. 1 1.1 Latar Belakang Masalah …..………………………………………………..... 1 1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………….…. 5 1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………………………...…. 6 1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………………………….…. 6 1.5 Sistematika Pembahasan …………………………………………………….. 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………….……… 9 2.1 Moral Hazard ………………………………………………………………….…. 9 2.2 Fiskus atau Pegawai Pajak …………………………………………………… 13 2.3 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) …………………………………………….. 18 2.4 Good Governance ……………………………………………………. 25 2.4.1 Perbedaan Good Corporate Governance (GCG) dengan Good Governance (GG) ………………….……………………………………… 25 2.4.2 Pengertian Good Governance …………………………………………. 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………….………. 40 3.1 Metode ………………………………………………………………................. 40 3.2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ……………………...…... 40 3.3 Informan …………………………………………..............…………………… 45 3.4 Instrumen Penelitian ………………………………………………..........…. 48 3.5 Teknik Analisis Data ………………………………………………............… 48 39 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 40.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya 3.5.1 Analisis Data Sebelum di Lapangan …………………….....……… 49 3.5.2 Analisis Data Selama di Lapangan ………………………….....….. 50 3.5.3 Analisis Data Sesudah di Lapangan ………………………….……. 50 3.6 Pengujian Kredibilitas Data …………………………………………..…….. 50 BAB IV ANALISIS DATA …………………………………………….…………………. 53 4.1 Gambaran Umum KPP “X” …………………………………..........……….. 53 4.2 Gambaran Situasi Kerja KPP “X” ……………………………..........……… 58 4.3 Latar Belakang Pemungutan Pajak ……………………………......……... 60 4.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Moral Hazard ………. 62 4.5 Bentuk Moral Hazard di Lingkungan KPP …………………………........ 75 4.6 Dampak Moral Hazard di Lingkungan KPP ……………………….....… 90 4.7 Alternatif Upaya Penanganan Moral Hazard di Lingkungan KPP ….. 96 BAB V PENUTUP …………………………………………………………………….…... 108 5.1 Keterbatasan Penelitian ………………………………………………………. 108 5.2 Kesimpulan …………………………………………………………….………... 109 5.3 Saran ……………………………………………………………………….…….. 111 40 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 41.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 8. Contoh Halaman Daftar Tabel DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Rincian Informan ………………………………..……………………………. 47 Tabel 4.1 Faktor Yang Mempengaruhi Moral Hazard ……………......…………… 65 Tabel 4.2. Pola Korupsi di Direktorat Jenderal Pajak ..................................... 79 Tabel 4.3 Pola-pola Korupsi oleh Pahwasono (2006) ....................................... 85 41 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 42.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 9. Contoh Halaman Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dilema Etika ………..… 12 Gambar 2.2 Hubungan Antara Kebutuhan dan Tindakan ………….…… 13 Gambar 2.3 Struktur Organisasi DJP ………………………………………... 21 Gambar 2.4 Struktur Organisasi Kanwil DJP dan Kaitannya dengan KPP …............................................................................... 22 Gambar 2.5 Integrasi Komponen Pembentuk Kinerja GG ……………..... 29 Gambar 3.1 Situasi sosial (Social situation) ……………………………….… 45 Gambar 3.2 Komponen dalam analisis data (interactive model) ……..…. 50 Gambar 4.1 Struktur kewenangan KPP “X” secara vertikal .................. 53 Gambar 4.2 Struktur Organisasi KPP “X” …………………………….…….. 55 Gambar 4.3 Latar Belakang Pemungutan Pajak dan Hambatannya …. 60 Gambar 4.4 Korelasi Antara Dilema Etika dengan Pengambilan Keputusan ....................................................................... 63 Gambar 4.5 Sistematika Dampak Penyimpangan dan Moral Hazard di Lingkungan KPP secara mikro ......................................... 90 Gambar 4.6 Sistematika Dampak Penyimpangan dan Moral Hazard di Lingkungan KPP Secara Makro ......................................... 94 Gambar 4.7 Kriteria Penanganan Masalah (Penyimpangan) ................. 96 Gambar 4.8 Skema Alternatif Upaya Penyimpangan Fiskus di Lingkungan KPP ............................................................... 98 42 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 43.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya LAMPIRAN 10. Contoh Halaman Daftar Lampiran DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Struktur Organisasi KPP Pratama Malang Selatan……….. 112 Lampiran 2 Ketentuan Umum Perpajakan No 28 Tahun 2008 ……….. 116 43 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 44.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya Halaman 11. Contoh Halaman Abstraksi ABSTRAK PRAKTIK MORAL HAZARD PADA SEBUAH KANTOR PELAYANAN PAJAK DI JAWA TIMUR (Faktor, Bentuk, Dampak dan Alternatif Penanganan) Oleh: Izma Widya Yuliansyah Dosen Pembimbing: DR. Unti Ludigdo, SE, M.Si, Ak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi terhadap praktik moral hazard yang terjadi di sebuah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah Jawa Timur. Eksplorasi terhadap moral hazard dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. KPP bertugas mengelola dan memungut pajak pada tiap daerah. Dalam pelaksanaannya KPP menghadapi berbagai hambatan salah satunya adalah moral hazard yang dilakukan oleh Fiskus. Berdasarkan hasil penelitian moral hazard ini dipengaruhi oleh sistem pengendalian intern yang diterapkan KPP, integritas dan perilaku etis Fiskus, undang-undang perpajakan, sistem perpajakan serta tingkat pemahaman masyarakat terhadap pajak. Moral hazard yang terjadi di lingkungan KPP dibagi menjadi 5 jenis yaitu di bidang personalia, pencarian data, pembayaran jasa wajib pajak, negoisasi pajak, dan manipulasi SPT. Berbagai moral hazard yang terjadi menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap Fiskus menjadi menurun sehingga terbentuk citra negatif Fiskus dalam pandangan masyarakat. Citra negatif ini berpengaruh pada perilaku (kemauan) masyarakat dalam membayar pajak sehingga pada akhirnya target penerimaan pajak sulit direalisasi. Alternatif upaya penanganan moral hazard di lingkungan KPP adalah dengan menggunakan pendekatan etika untuk memperbaiki perilaku Fiskus, menutup grey area yang terdapat dalam undang-undang perpajakan, memperbaharusi sistem perpajakan serta meningkatkan sosialisasi pajak pada masyarakat umum. Kata kunci: Kantor Pelayanan Pajak, Moral hazard, Faktor, Bentuk, Dampak, Alternatif Penanganan. 44 Buku Pedoman Penulisan Skripsi
  • 45.
    Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi Universitas Brawijaya ABSTRACT PRACTICE OF MORAL HAZARD AT A TAX OFFICE IN EAST JAVA (Factors, Manner, Effects, and Alternative Solutions) By: Izma Widya Yuliansyah Advisor Lecturer: DR. Unti Ludigdo, SE, M.Si, Ak This research has a purpose to explore practice of moral hazard at a Tax Office in East Java. Qualitative research method has used to explore the moral hazard. The duty of Tax office is to organize and collect the taxes at its region but Tax Office facing many contrainst and the one is moral hazard by Tax Officer. The results of this research has show that the moral hazard depend on internal control system that implemented at tax office, integrity and ethical behaviour of Tax Officer, tax regulation, tax system and also the society‟s tax comprehension. Moral hazard at Tax Office has divide into 5 manners, there are personality section, data collection, services payment of Tax Payer, tax negotiation, and “SPT” manipulation. Moral hazard decrease the society‟s trust to the Tax Officer and it made Tax Officer has a bad reputation to the society. Bad reputation of Tax Officer to the society influence the desire of Tax Payer to fulfill their duty with the results is the budget of tax revenues is hard to be completed. Alternative solutions to handle the moral hazard at Tax Office are by using ethical approaches in order to repair the Tax Officer behaviour, reduce and close the grey area in tax regulation, renew tax system, and also increase society‟s comprehension on tax. Keywords: Tax Office, Moral Hazards, Factors, Manners, Effects, and Alternative Solutions. 45 Buku Pedoman Penulisan Skripsi