Created by : PutriMelati
PERBANDINGAN ANTARA PEMROGRAMAN PROCEDURAL
DENGAN PEMROGRAMAN BERORIANTASI OBJEK
Secara singkat dari Pemrograman Berorientasi Objek (object-oriented
programming disingkat OOP ) merupakan pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data
dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek dan menggunakan icon
atau simbol tertentu sehingga lebih user firendly. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur
pada gambar berikut :
Berikut ini adalah tabel Perbandingan antara program Prosedural dengan OOP :
No. Prosedural No. OOP
1
Fokus utama pada fungsi dan prosedur yangberoperasi pada
data
1
Menekankanpada datayangsedangberoperasi dan tidak fungsi
atauprosedur
2
Program besar terbagi dalam program unit kecilyangdisebut
fungsi
2 Program dibagi ke dalam apa yang disebut objek
3 Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah 3 Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah
4 Data bebas bergerak di sekitar sistem dari satu fungsi lain 4
Data tersemmbunyi dan tidak dapat diakses oleh fungsi
eksternal
5 Data bersifat pasif 5 Objek-objek dalam Oop bersifat aktif
6
Program desain dengan pendekatan “Top Down” yaitu
tugas-tugas kompleks dipecah menjadi bagian yang lebih
kecil, sampai sub-tugas tersebut mudah diimplementasikan
6
Program desain pendekatan “Buttom Up” yaitu memuat
prosedur-prosedur untuk menyelesaian tugas-tugas yang
sederhana, kemudian menggabungkan prosedur-prosedur
tersebut dalam prosedur yang lebih kompleks, sampai
fungsionalitas yang ingin tercapai
Perbedaan dariCara Pandang :
• OOP : program adalah serangkaian objek yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu problem
• Prosedural: program adalah suatu urutan instruksi
Beda nyata secara garis besar antara prosedural dan OOP
• Proseduralfokus pada bagaimana cara komputer menangani masalah
• OOP fokus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan komputer
Kesimpulan dan makna : Proseduralbiasa digunakan untuk membuat program yang sederhana sementara
OOP untuk yang lebih kompleks karena cara berfikirnya bisa seperti manusia (natural).
Created by : PutriMelati
A. Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman berorientasi objek adalah merupakan sebuah metode
yang digunakan untuk mendapatkan solusi dari suatu masalah melalui
perspektif object. Object ini memiliki atribut dan method yang digunakan
bersama dengan object yang lain sehingga menghasilkan solusi untuk sebuah
permasalahan.
Pada model ini, dipecah menjadi bagian - bagian tersendiri yang
disebut dengan object. Dalam pemrograman berorientasi objek, setiap objek
akan memiliki datmethod (perilaku atau kemampuan melakukan sesuatu,
berupa fungsi). Jadi, objek dapat didefinisikan sebagai suatu entitas yang
memiliki data dan method. Sebagai contoh, manusia adalah suatu objek yang
memikiki data - data (misalnya: nama, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan,
dan yang lainnya) dan juga method (misalnya: cara bicara, cara berjalan, cara marah, dan sebagainya).
`
a (sifat, berupa variable maupun konstanta) dan Pada pemrograman berorientasi object memungkinkan
kita membagi-bagi permasalah berdasarkan object-oject yang terlibat. mendefinisikan peran masing
masing objek dalam proses penyelesaian masalah. Sehingga dapat diambil suatu pokok dasar bahwa titik
berat pemrograman berorientasi object adalah pembagian tanggung jawab kepada masing masing object
dan bukan pembagian berdasarkan proses kerja. Pemrograman berorientasi objek (bject-oriented
programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek.
Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek.
Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses
data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
1. Visual Foxpro
2. Java
3. C++
4. Pascal (bahasa pemrograman)
5. Visual Basic.NET
6. SIMULA
7. Smalltalk
8. Ruby
9. Python
10. PHP
11. C#
12. Delphi
13. Eiffel
14. Perl
15. Adobe Flash AS 3.0
Created by : PutriMelati
B. Pemrograman Prosedural
Pada pemrograman prosedural secara mendasar adalah metode pemrograman yang mengeluarkan
perintah yang akan dieksekusi oleh komputer. Dan biasanya berupa baris baris program yang dieksekusi
secara urut mulai dari baris atas hingga bawah. Teknik yang lebih canggih menggunakan prosedur dan
fungsi yang menjadikan prosedural menjadi lebih moduler "terbagi menjadi bagian-bagian terkecil".
Secara garis besarnya pemrograman prosedural menitik beratkan penyelesaian berdasarkan urutan-urutan
proses kerja.
Pada model Pemrograman tradisional atau prosedural (disebut process-oriented model), semua
data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program. Untuk program - program sederhana
yang hanya membutuhkan beberapa buah baris kode, penggunaan model ini tentu tidak begitu menjadi
masalah. Permasalahan baru akan timbul pada saat program tersebut berkembang ke arah yang lebih besar
dan kompleks, yang mungkin membutuhkan ratusan atau bahkan ribuan baris kode
Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk
menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur
adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara
sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami. Prinsip dari
pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka
proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya,
kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).
Bahasa pemrograman yang mendukung
pemrograman terstruktur:
1. Cobol Turbo Prolog
2. C
3. Pascal
4. Delphi
5. Borland Delphi
C. Perbedaan Pemrograman Prosedural dengan Pemrograman Berorientasi Object
Bagaimana kita membedakan mana yang pemrograman prosedural dan mana yang pemrograman
berorientasi object. Berikut sekilas perbedaannya :
Created by : PutriMelati
Setelah mengetahu pengertiannya?
dilihat dari pengertian di atas,pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
d. Tidak menggunakan perintah GOTO
e. Biaya pengujian program relatif rendah
f. Memiliki dokumentasi yang baik
g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah
Berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam
melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi
permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri
(contohnya ketika dlakukan tracing program).
.
Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :
1. Maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek
mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk
programmer.
2. Pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang
dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program
misalnya
3. Dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek
yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat
disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode
tersebut.
Jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan
dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan
kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas. Permodelan yang mana yang lebh bagus? itu
tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah
tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem
informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan,
dimengerti dan dipelihara
D. Perbedaan mendasar antara OOP dan pemrograman terstruktur adalah:
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat
bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat
melakukan pemecahan masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur, menggunakan
prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur. Untuk tata nama, keduanya pun
memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri yaitu :
Object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. Bila di
OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”.
Begitu pula halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur.“attribute” pada OO
juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur.
Created by : PutriMelati
E. Persamaan Kedua Pemrogaman
Adalah keduanya termasuk ke dalam pemodelan pemrograman yang digunakan dewasa ini.
1. Mana yang lebih baik...?
Tidak ada yang dapat dikatakan lebih baik karena keduanya memiliki spesifikasi tersendiri dalam
pemrogramannya. Hal ini juga tergantung pada bagaimana pribadi si pemrogram ingin menyusun
program yang akan dibuatnya. Apakah lebih suka menggunakan yang berorientasikan pada objek
maupun pemrograman yang terstruktur.
2. Kapan sama - sama baik...?
Pemrograman prosedural akan dikatakan lebih baik apabila dalam segala situasi melibatkan
kompleksitas moderat atau yang memerlukan signifikan kemudahan maintainability. Manfaat
yang dirasakan dalam penggunaan pemrograman prosedural adalah kemampuan kembali
menggunakan kode yang sama tanpa menggunakan kode yang berbeda ataupun mengkopinya
kembali. Dengan menggunakan “goto”, memudahkan programmer melacak kumpulan data
sehingga menghindarkan pemrograman terstruktur menjadi seperti spagethii code.
Kesimpulan dari hal diatas adalah Pemrograman berorientasikan objek dikatakan lebih baik apabila
Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah
program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP
mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya,
dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Sumber : http://denarjamhuri.blogspot.com/2014/03/perbedaan-pemograman-berorientasi-objek.html

Pbo perbandingan antara pemrograman procedural dengan pemrograman beroriantasi objek

  • 1.
    Created by :PutriMelati PERBANDINGAN ANTARA PEMROGRAMAN PROCEDURAL DENGAN PEMROGRAMAN BERORIANTASI OBJEK Secara singkat dari Pemrograman Berorientasi Objek (object-oriented programming disingkat OOP ) merupakan pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek dan menggunakan icon atau simbol tertentu sehingga lebih user firendly. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur pada gambar berikut : Berikut ini adalah tabel Perbandingan antara program Prosedural dengan OOP : No. Prosedural No. OOP 1 Fokus utama pada fungsi dan prosedur yangberoperasi pada data 1 Menekankanpada datayangsedangberoperasi dan tidak fungsi atauprosedur 2 Program besar terbagi dalam program unit kecilyangdisebut fungsi 2 Program dibagi ke dalam apa yang disebut objek 3 Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah 3 Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah 4 Data bebas bergerak di sekitar sistem dari satu fungsi lain 4 Data tersemmbunyi dan tidak dapat diakses oleh fungsi eksternal 5 Data bersifat pasif 5 Objek-objek dalam Oop bersifat aktif 6 Program desain dengan pendekatan “Top Down” yaitu tugas-tugas kompleks dipecah menjadi bagian yang lebih kecil, sampai sub-tugas tersebut mudah diimplementasikan 6 Program desain pendekatan “Buttom Up” yaitu memuat prosedur-prosedur untuk menyelesaian tugas-tugas yang sederhana, kemudian menggabungkan prosedur-prosedur tersebut dalam prosedur yang lebih kompleks, sampai fungsionalitas yang ingin tercapai Perbedaan dariCara Pandang : • OOP : program adalah serangkaian objek yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu problem • Prosedural: program adalah suatu urutan instruksi Beda nyata secara garis besar antara prosedural dan OOP • Proseduralfokus pada bagaimana cara komputer menangani masalah • OOP fokus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan komputer Kesimpulan dan makna : Proseduralbiasa digunakan untuk membuat program yang sederhana sementara OOP untuk yang lebih kompleks karena cara berfikirnya bisa seperti manusia (natural).
  • 2.
    Created by :PutriMelati A. Pemrograman Berorientasi Objek Pemrograman berorientasi objek adalah merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi dari suatu masalah melalui perspektif object. Object ini memiliki atribut dan method yang digunakan bersama dengan object yang lain sehingga menghasilkan solusi untuk sebuah permasalahan. Pada model ini, dipecah menjadi bagian - bagian tersendiri yang disebut dengan object. Dalam pemrograman berorientasi objek, setiap objek akan memiliki datmethod (perilaku atau kemampuan melakukan sesuatu, berupa fungsi). Jadi, objek dapat didefinisikan sebagai suatu entitas yang memiliki data dan method. Sebagai contoh, manusia adalah suatu objek yang memikiki data - data (misalnya: nama, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan yang lainnya) dan juga method (misalnya: cara bicara, cara berjalan, cara marah, dan sebagainya). ` a (sifat, berupa variable maupun konstanta) dan Pada pemrograman berorientasi object memungkinkan kita membagi-bagi permasalah berdasarkan object-oject yang terlibat. mendefinisikan peran masing masing objek dalam proses penyelesaian masalah. Sehingga dapat diambil suatu pokok dasar bahwa titik berat pemrograman berorientasi object adalah pembagian tanggung jawab kepada masing masing object dan bukan pembagian berdasarkan proses kerja. Pemrograman berorientasi objek (bject-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain: 1. Visual Foxpro 2. Java 3. C++ 4. Pascal (bahasa pemrograman) 5. Visual Basic.NET 6. SIMULA 7. Smalltalk 8. Ruby 9. Python 10. PHP 11. C# 12. Delphi 13. Eiffel 14. Perl 15. Adobe Flash AS 3.0
  • 3.
    Created by :PutriMelati B. Pemrograman Prosedural Pada pemrograman prosedural secara mendasar adalah metode pemrograman yang mengeluarkan perintah yang akan dieksekusi oleh komputer. Dan biasanya berupa baris baris program yang dieksekusi secara urut mulai dari baris atas hingga bawah. Teknik yang lebih canggih menggunakan prosedur dan fungsi yang menjadikan prosedural menjadi lebih moduler "terbagi menjadi bagian-bagian terkecil". Secara garis besarnya pemrograman prosedural menitik beratkan penyelesaian berdasarkan urutan-urutan proses kerja. Pada model Pemrograman tradisional atau prosedural (disebut process-oriented model), semua data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program. Untuk program - program sederhana yang hanya membutuhkan beberapa buah baris kode, penggunaan model ini tentu tidak begitu menjadi masalah. Permasalahan baru akan timbul pada saat program tersebut berkembang ke arah yang lebih besar dan kompleks, yang mungkin membutuhkan ratusan atau bahkan ribuan baris kode Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami. Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop). Bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman terstruktur: 1. Cobol Turbo Prolog 2. C 3. Pascal 4. Delphi 5. Borland Delphi C. Perbedaan Pemrograman Prosedural dengan Pemrograman Berorientasi Object Bagaimana kita membedakan mana yang pemrograman prosedural dan mana yang pemrograman berorientasi object. Berikut sekilas perbedaannya :
  • 4.
    Created by :PutriMelati Setelah mengetahu pengertiannya? dilihat dari pengertian di atas,pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti : a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami d. Tidak menggunakan perintah GOTO e. Biaya pengujian program relatif rendah f. Memiliki dokumentasi yang baik g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah Berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program). . Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti : 1. Maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer. 2. Pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya 3. Dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut. Jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas. Permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara D. Perbedaan mendasar antara OOP dan pemrograman terstruktur adalah: Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur, menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur. Untuk tata nama, keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri yaitu : Object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ” modules”. Begitu pula halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur.“attribute” pada OO juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur.
  • 5.
    Created by :PutriMelati E. Persamaan Kedua Pemrogaman Adalah keduanya termasuk ke dalam pemodelan pemrograman yang digunakan dewasa ini. 1. Mana yang lebih baik...? Tidak ada yang dapat dikatakan lebih baik karena keduanya memiliki spesifikasi tersendiri dalam pemrogramannya. Hal ini juga tergantung pada bagaimana pribadi si pemrogram ingin menyusun program yang akan dibuatnya. Apakah lebih suka menggunakan yang berorientasikan pada objek maupun pemrograman yang terstruktur. 2. Kapan sama - sama baik...? Pemrograman prosedural akan dikatakan lebih baik apabila dalam segala situasi melibatkan kompleksitas moderat atau yang memerlukan signifikan kemudahan maintainability. Manfaat yang dirasakan dalam penggunaan pemrograman prosedural adalah kemampuan kembali menggunakan kode yang sama tanpa menggunakan kode yang berbeda ataupun mengkopinya kembali. Dengan menggunakan “goto”, memudahkan programmer melacak kumpulan data sehingga menghindarkan pemrograman terstruktur menjadi seperti spagethii code. Kesimpulan dari hal diatas adalah Pemrograman berorientasikan objek dikatakan lebih baik apabila Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat. Sumber : http://denarjamhuri.blogspot.com/2014/03/perbedaan-pemograman-berorientasi-objek.html