Weller : “ Satu onggok besar batu
belum bisa disebut rumah. Untuk
membangun diperlukan perencanaan,
konstruksi, sistematisasi, statistik
dan logika.”
Skema pidato
Skema lima kalimat;
A. Mata rantai : kronologis. Contoh :
1. Tugas guru sangat berat
2. Diperlukan persyaratan untuk menjadi guru
3. Selektif dalam rekruitmen
4. Pembinaan dan evaluasi
5. Tindak lanjut
B. Komparatif : membandingkan dua pendapat
1. Tugas guru sangat berat
2. Argumen : membentuk suatu generasi
3. Tugas orang dikantoran lebih ringan
4. Argumen : melayani administrasi
5. Saya setuju……../ Saya tidak setuju…..
Beberapa skema pidato :
C. Skema deduktif : umum –khusus
Contoh :
1. Profesi guru hanya untuk orang-orang pilihan
2. Tidak semua orang dapat menjadi guru
3. Hanya orang yang memenuhi persyaratan
4. Dibutuhkan persyaratan lahir dan batin
5. Tidak semua guru mampu bertahan menjadi “guru”
D. Skema induktif : khusus –umum
Contoh :
1. Guru Bahasa Indonesia jarang mendapatkan up grading
2. Guru Bahasa Indonesia dianggap sebagai pelengkap
3. Pelajaran Bahasa Indonesia tidak menantang
4. Materi pelajaran hanya mengulang-ulang
5. Maka……………
Who
What
Where
Why
When
Jawaban
pertanyaan
sebagai
bahan pidato
2. Skema lima W
Skema APTHONIUS : ahli pidato Yunani abad
ketiga SM
Delapan langkah :
1. Tema pidato
2. Penjelasan
3. Pendasaran
4. Pikiran dan pendapat yang berlawanan
5. Perbandingan
6. Contoh
7. Pembuktian
8. Penutup
Skema CICERO (tiga bagian)
A. Pendahuluan :
1. Salam
2. Pembukaan
3. Titik tolak
4. Pengantar
Mengapa saya bicara? Apa alasan saya bicara?
B. Isi pidato : bahan utama
1. target, anjuran
2. argumen
3. pembuktian
4. ….….
C. Penutup
1. rangkuman
2. permintaan/permohonan/harapan
3. tuntutan
4. tindakan konkret yang harus dijalankan
5. pelaksanaan
Sumber menemukan bahan pidato :
1.Menemukan dan menyimpan bahan :
buku harian, kartu
2.Sumber bahan : bibliotek, media
masaa, katalog,
3.Bantuan orang lain : kantor, organisasi,
seminar/ konferensi
4.Tempat-tempat : pasar, mall, jalanan,
toko buku….
5.Daftar literatur : daftar pustaka
Waktu :
Claus Harms,” Saya menyiapkan
pidato selama 40 tahun”
Bekerja sistematis :
Presiden Rosevelt, ”Kalau Anda
tidak mengerti sesuatu dari pidato
ini, katakan saja.”, dan tukang cat
menunjukan tiga hal yang harus
diperbaiki.
Teknik mempersiapkan pidato :
A.Persiapan umum :
1. Mengumpulkan bahan
2. Menyortir bahan dan menyusun skema pidato
3. Merenungi bahan
4. Rumusan pertama dengan menggunaan kata
kunci
5. Mengontrol secara umum
6. Menguasai pidato berdasarkan jalan pikiran
yang logis
7. Mencoba berpidato
B. Persiapan khusus
1. Teknik menjadikan pendahuluan efektif
a. Memancing perhatian pendengar (jelas, sederhana,
percakapan, pengalaman pribadi dengan tokoh)
b. Cerita yang memukau ( cerita kejadian, anekdot,
pengalaman pribadi)
c. Mengemukakan pertanyaan (Dimana kita berdiri sekarang?,
Apa usaha kita untuk mengubah dunia?)
d. Langsung ke tema : kampanye, rutinitas, waktu singkat
2. Sifat pendahuluan :
a. Tidak terlalu panjang ; meja makan siap & tepat = nafsu
makan.
b. Jelas dan menyenangkan ; ” Pertanyaan ini akan dibahas…”,
” Saya akan menguraikan tema ini menjadi tiga bagian,…..”
c. Jangan memulai pidato dengan ” kalau, andaikan, apabila”
C. Bagian Pendahuluan Pidato
Mulai setenang mungkin.
Berpikir positif untuk melenyapkan gugup.
Tidak memulai dengan membaca/ terikat pada
teks,berbicara bebas.
Jangan memulai dengan meminta maaf.
Mulai dengan nada positif.
Menarik perhatian pendengar dan menciptakan kontak.
Bernafaslah dalam-dalam sebelum memulai berbicara.
Mulai bila ruangan sudah tenang.
Memulai dengan rumusan lain, tetapi menarik.
Beberapa petunjuk untuk memulai pidato :
 Bagian yang akan dibawa pulang.
 Mengulang sambil merangkum bagian pidato yang terpenting
(fakta, hal-hal merugikan/menguntungkan)
 Titik puncak, tujuan, dan cita-cita.
 Pidato informatif : membeberkan masalah secara singkat dan
jelas.
 Pidato persuasif : ajakan/dorongan untuk bertindak.
 Pikiran yang padat isinya sehingga mampu meyakinkan dan
menguasai pendengar.
 Dapat juga berbentuk : peringatan, permohonan, syukur.
 Dirumuskan dalam bahasa yang jelas, kalimat pendek, padat,
gampang dimengerti.
Penutup pidato :
-” Dengan ini saya merangkum……………….”
-” Akhirnya kita sampai pada bagian penutup dari uraian ini……..”
-” Kiranya uraian ini dapat menjelaskan bahwa…………….”
-” Semoga kita sadar/ tahu/ paham/ …………………”
-” Moga-moga….” , ” Semoga……..’’, ’’
Efek negatif :
--”Untuk menutup uraian ini, masih perlu disebut lagi…………….”
--”Barangkali saya berhasil menguraikan…………..”
--”Sekarang saya harap pada bagian penutup ini……………..”
--” Sebenarnya saya senang, kalau Anda sekalian………..”
Efek positif :
-” Pada akhir pidato saya ini, saya mau merumuskan sekali lagi secara jelas….”
--” Berdasarkan reaksi positif Anda sekalian, dapat disimpulkan bahwa…….”
--” selain menyampaikan rasa terima kasih, pada penutup pidato ini saya juga…..”
Contoh penutup pidato :
1. Estetis : keindahan, kemuliaan, keistimewaan.
2. Definisi : pengertian dari berbagai sumber.
3. Geografis : perbedaan dimana dan bagaimana.
4. Kesehatan : faktor penyebab-akibat.
5. Historis : perkembangan dulu, kini dan mendatang.
6. Moralis : nilai-nilai yang dominan.
7. Ekonomis : keuntungan/ kerugian material.
8. Pedagogis : hal yang dipelajari, disimpulkan/hikmah.
9. Filosofis : renungan, pemikiran, kebenaran apa yang
dapat diperoleh.
10.Fisikalis –kemis : ciri, tanda, sifat fisik.
Sepuluh aspek dalam mengembangkan
konsep :
* Penampilan
 Sikap wajar, tenang, dan tidak kaku (correct)
 Pandangan terarah
 Menghargai pendapat orang lain
 Ekspresi tepat, sikap jiwa
 Suara jelas
 Lancar
 Rasional
 Menguasai
 Tulisan
Faktor nonkebahasaan dalam berpidato :
1. Ketepatan Ucapan
2. Penempatan tekanan, nada, dan durasi
3. Diksi
4. Ketepatan kalimat :
Contoh :
Panitia HUT UB VI.
Faktor Kebahasaan

P7_Skema Pidato.pdf

  • 1.
    Weller : “Satu onggok besar batu belum bisa disebut rumah. Untuk membangun diperlukan perencanaan, konstruksi, sistematisasi, statistik dan logika.” Skema pidato
  • 2.
    Skema lima kalimat; A.Mata rantai : kronologis. Contoh : 1. Tugas guru sangat berat 2. Diperlukan persyaratan untuk menjadi guru 3. Selektif dalam rekruitmen 4. Pembinaan dan evaluasi 5. Tindak lanjut B. Komparatif : membandingkan dua pendapat 1. Tugas guru sangat berat 2. Argumen : membentuk suatu generasi 3. Tugas orang dikantoran lebih ringan 4. Argumen : melayani administrasi 5. Saya setuju……../ Saya tidak setuju….. Beberapa skema pidato :
  • 3.
    C. Skema deduktif: umum –khusus Contoh : 1. Profesi guru hanya untuk orang-orang pilihan 2. Tidak semua orang dapat menjadi guru 3. Hanya orang yang memenuhi persyaratan 4. Dibutuhkan persyaratan lahir dan batin 5. Tidak semua guru mampu bertahan menjadi “guru” D. Skema induktif : khusus –umum Contoh : 1. Guru Bahasa Indonesia jarang mendapatkan up grading 2. Guru Bahasa Indonesia dianggap sebagai pelengkap 3. Pelajaran Bahasa Indonesia tidak menantang 4. Materi pelajaran hanya mengulang-ulang 5. Maka……………
  • 4.
  • 5.
    Skema APTHONIUS :ahli pidato Yunani abad ketiga SM Delapan langkah : 1. Tema pidato 2. Penjelasan 3. Pendasaran 4. Pikiran dan pendapat yang berlawanan 5. Perbandingan 6. Contoh 7. Pembuktian 8. Penutup
  • 6.
    Skema CICERO (tigabagian) A. Pendahuluan : 1. Salam 2. Pembukaan 3. Titik tolak 4. Pengantar Mengapa saya bicara? Apa alasan saya bicara? B. Isi pidato : bahan utama 1. target, anjuran 2. argumen 3. pembuktian 4. ….…. C. Penutup 1. rangkuman 2. permintaan/permohonan/harapan 3. tuntutan 4. tindakan konkret yang harus dijalankan 5. pelaksanaan
  • 7.
    Sumber menemukan bahanpidato : 1.Menemukan dan menyimpan bahan : buku harian, kartu 2.Sumber bahan : bibliotek, media masaa, katalog, 3.Bantuan orang lain : kantor, organisasi, seminar/ konferensi 4.Tempat-tempat : pasar, mall, jalanan, toko buku…. 5.Daftar literatur : daftar pustaka
  • 8.
    Waktu : Claus Harms,”Saya menyiapkan pidato selama 40 tahun” Bekerja sistematis : Presiden Rosevelt, ”Kalau Anda tidak mengerti sesuatu dari pidato ini, katakan saja.”, dan tukang cat menunjukan tiga hal yang harus diperbaiki. Teknik mempersiapkan pidato : A.Persiapan umum :
  • 9.
    1. Mengumpulkan bahan 2.Menyortir bahan dan menyusun skema pidato 3. Merenungi bahan 4. Rumusan pertama dengan menggunaan kata kunci 5. Mengontrol secara umum 6. Menguasai pidato berdasarkan jalan pikiran yang logis 7. Mencoba berpidato B. Persiapan khusus
  • 10.
    1. Teknik menjadikanpendahuluan efektif a. Memancing perhatian pendengar (jelas, sederhana, percakapan, pengalaman pribadi dengan tokoh) b. Cerita yang memukau ( cerita kejadian, anekdot, pengalaman pribadi) c. Mengemukakan pertanyaan (Dimana kita berdiri sekarang?, Apa usaha kita untuk mengubah dunia?) d. Langsung ke tema : kampanye, rutinitas, waktu singkat 2. Sifat pendahuluan : a. Tidak terlalu panjang ; meja makan siap & tepat = nafsu makan. b. Jelas dan menyenangkan ; ” Pertanyaan ini akan dibahas…”, ” Saya akan menguraikan tema ini menjadi tiga bagian,…..” c. Jangan memulai pidato dengan ” kalau, andaikan, apabila” C. Bagian Pendahuluan Pidato
  • 11.
    Mulai setenang mungkin. Berpikirpositif untuk melenyapkan gugup. Tidak memulai dengan membaca/ terikat pada teks,berbicara bebas. Jangan memulai dengan meminta maaf. Mulai dengan nada positif. Menarik perhatian pendengar dan menciptakan kontak. Bernafaslah dalam-dalam sebelum memulai berbicara. Mulai bila ruangan sudah tenang. Memulai dengan rumusan lain, tetapi menarik. Beberapa petunjuk untuk memulai pidato :
  • 12.
     Bagian yangakan dibawa pulang.  Mengulang sambil merangkum bagian pidato yang terpenting (fakta, hal-hal merugikan/menguntungkan)  Titik puncak, tujuan, dan cita-cita.  Pidato informatif : membeberkan masalah secara singkat dan jelas.  Pidato persuasif : ajakan/dorongan untuk bertindak.  Pikiran yang padat isinya sehingga mampu meyakinkan dan menguasai pendengar.  Dapat juga berbentuk : peringatan, permohonan, syukur.  Dirumuskan dalam bahasa yang jelas, kalimat pendek, padat, gampang dimengerti. Penutup pidato :
  • 13.
    -” Dengan inisaya merangkum……………….” -” Akhirnya kita sampai pada bagian penutup dari uraian ini……..” -” Kiranya uraian ini dapat menjelaskan bahwa…………….” -” Semoga kita sadar/ tahu/ paham/ …………………” -” Moga-moga….” , ” Semoga……..’’, ’’ Efek negatif : --”Untuk menutup uraian ini, masih perlu disebut lagi…………….” --”Barangkali saya berhasil menguraikan…………..” --”Sekarang saya harap pada bagian penutup ini……………..” --” Sebenarnya saya senang, kalau Anda sekalian………..” Efek positif : -” Pada akhir pidato saya ini, saya mau merumuskan sekali lagi secara jelas….” --” Berdasarkan reaksi positif Anda sekalian, dapat disimpulkan bahwa…….” --” selain menyampaikan rasa terima kasih, pada penutup pidato ini saya juga…..” Contoh penutup pidato :
  • 14.
    1. Estetis :keindahan, kemuliaan, keistimewaan. 2. Definisi : pengertian dari berbagai sumber. 3. Geografis : perbedaan dimana dan bagaimana. 4. Kesehatan : faktor penyebab-akibat. 5. Historis : perkembangan dulu, kini dan mendatang. 6. Moralis : nilai-nilai yang dominan. 7. Ekonomis : keuntungan/ kerugian material. 8. Pedagogis : hal yang dipelajari, disimpulkan/hikmah. 9. Filosofis : renungan, pemikiran, kebenaran apa yang dapat diperoleh. 10.Fisikalis –kemis : ciri, tanda, sifat fisik. Sepuluh aspek dalam mengembangkan konsep :
  • 15.
    * Penampilan  Sikapwajar, tenang, dan tidak kaku (correct)  Pandangan terarah  Menghargai pendapat orang lain  Ekspresi tepat, sikap jiwa  Suara jelas  Lancar  Rasional  Menguasai  Tulisan Faktor nonkebahasaan dalam berpidato :
  • 16.
    1. Ketepatan Ucapan 2.Penempatan tekanan, nada, dan durasi 3. Diksi 4. Ketepatan kalimat : Contoh : Panitia HUT UB VI. Faktor Kebahasaan