Penyearah Satu Fasa Tidak Terkontrol

Rohmat Khoirul Sidiq
111910201039
KLASIFIKASI RECTIFIRE
RECTIFIRE

Satu Fasa
Tidak
Terkontrol

Setengah
Gelombang

Setengah
Terkontrol

Satu
Gelombang

Tiga Fasa
Terkontrol
Penuh

Tidak
Terkontrol

Setengah
Gelombang

Setengah
Terkontrol

Terkontrol
Penuh

Full
Bridge
Setengah
Gelombang

Full
Bridge
Rectifire adalah salah satu perangkat
elektronika daya yang berfungsi dalam
proses rektifikasi, rektifikasi adalah proses
mengubah
tegangan/arus
AC
menjadi
tegangan/arus DC.
V/I

V/I
t

t
PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG SATU FASA TIDAK
TERKONTROL
Gelombang satu fasa tidak
terkontrol dengan beban
resistif
(a) Diagram rangkaian
(b) Bentuk Gelombang

• Pada gambar tersebut menunjukan saat t = 0, dioda pada posisi
Forward Bias khususnya pada interval 0<ωt<π.
• Dan Riple faktor dari V0 yang dihasilkan
dengan beban resistif maka riple faktor dari I0 akan sama juga
hasilnya.
PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG SATU FASA
TIDAK TERKONTROL
Gelombang satu fasa
tidak terkontrol dengan
beban Induktif
(a) Diagram rangkaian
(b) Bentuk Gelombang

• Dan Riple faktor dari V0 yang dihasilkan

dengan beban resistif maka riple faktor dari I0 akan sama juga
hasilnya.
PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG SATU FASA
TIDAK TERKONTROL
Gelombang satu fasa
tidak terkontrol dengan
beban kapasitif
(a) Diagram rangkaian
(b) Bentuk Gelombang

Jika kapasitor pada awalnya kosong dioda "D" pada saat bias maju yakni ketika
saklar S dihidupkan (ωt = 0). Tegangan keluaran mengikuti tegangan input.

Dioda menghasilkan arus pengisian dan arus beban pada kapasitor. saat ωt = β
jumlah dari dua arus ini menjadi nol dan cenderung bertambah ke arah yang
negatif. Pada titik ini dioda menjadi reverse bias.
PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG SATU FASA
TIDAK TERKONTROL
Dioda kemudian memutuskan beban (bersama dengan
kapasitor) dari suplai tegangan input. Tegangan Kapasitor
kemudian dibuang kebeban. Diode akan tetap reverse bias
sampai tegangan pasokan input menjadi sama dengan
tegangan kapasitor pada siklus berikutnya pada ωt = (2π +
φ). Proses yang sama akan berulang setelah itu.
PENYEARAH GELOMBANG PENUH
TIDAK TERKONTROL SATU FASA

• Ada dua jenis penyearah gelombang penuh terkontrol yang
umumnya digunakan. Jika catu daya split tersedia
(misalnya output dari trafo CT) hanya dua dioda akan
diperlukan untuk menghasilkan penyearah gelombang
penuh. Ini disebut rectifier sekunder split dan biasanya
digunakan sebagai tahap input dc regulator tegangan
linier. Namun, jika tidak ada pasokan split yang tersedia
(Trafo biasa) konfigurasi jembatan weitstone sebagai
penyearah gelombang penuh yang akan kita gunakan. Hal
ini lebih umum digunakan untuk penyearah terkendali
gelombang penuh. Kedua konfigurasi tersebut dianalisis
selanjutnya
PENYEARAH TAK TERKONTROL
GELOMBANG PENUH (SPLIT SUPPLY )

Rangkaian gelombang penuh satu gasa CT dengan beban
resistif induktif. Pada sisi sekunder trafo, polaritas positif
terjadi pada setengah perioda
pertama dan ke dua.
Sehingga dioda D1 akan ON saat setengah perioda pertama,
seangkan D2 akan OFF
PENYEARAH TAK TERKONTROL
GELOMBANG PENUH (SPLIT SUPPLY )

Sebaliknya, pada setengah perioda kedua dioda D2 akan ON
sedangkan D1 akan OFF. Tegangan luaran searah dihasilkan
ketika dioda D1 dan D2 ON yang memiliki nilai tegangan
searah rerata (VDC) dan tegangan efektif (VL). Saat
keduanya OFF maka nilai teganganya sebesar -2VM.
PENYEARAH TAK TERKONTROL
GELOMBANG PENUH (SPLIT SUPPLY )

Sedangkan arus akan tetap positif, karena arus legging terhadap
tegangan, dan pada saat D1 aktif maka V2 terblokir oleh D2, dan I1
mulai aktif, karena bernilai negatif saat tegangan V1 negatif maka D1
akan memblokir V1 dan I1 sebelum mencapai 0, kemudian D2 akan
meneruskan tegangan V2 dan I2 yang diawalai dari nilai positif dan
begitupun seterusnya.
Ingat : pada rangkaian ini arus akan selalu bernilai positif . Mode
operasi dari rectifier disebut "mode konduksi berkelanjutan“.
PENYEARAH GELOMBANG PENUH DENGAN BEBAN KAPASITIF

Penyearah gelombang penuh Fase tunggal ini masih tidak menawarkan
tegangan dc yang halus. Dengan beban resistif, riak dari arus yang
cukup besar akan mengalir ke beban. Masalah ini dapat diatasi
dengan menghubungkan kapasitor melintasi resistansi beban sama
seperti dalam kasus penyearah setengah gelombang. Dalam
prosesnya hampir sama dengan penyearah setengah gelombang
dengan beban kapasitif namun sekarang kita menggunakan 2 dioda
PENYEARAH GELOMBANG PENUH
TAK TERKONTROL PADA 1 FASA

Dari bentuk gelombang yang dihasilkan penyearah ini terlihat lebih
baik dibandingkan penyearah yang dibahas pada sebelumnya. Namun,
meskipun dalam penyearah gelombang Penuh satu fasa ini menawarkan
kinerja yang baik, hal ini juga mempunyai kekurangan, yaitu:
1. Membutuhkan catu daya split (terpisah atau Trafo Center tap)
yang tidak selalu tersedia.
2. Setengah Catu daya split hanya membawa arus untuk satu
setengah siklus . Oleh karena itu mereka kurang dimanfaatkan
secara Optimal.
PENYEARAH GELOMBANG PENUH
TAK TERKONTROL PADA 1 FASA
Dari bentuk gelombang yang
dihasilkan penyearah ini terlihat
lebih baik dibandingkan penyearah
yang dibahas pada sebelumnya.
Namun, meskipun dalam penyearah
gelombang Penuh satu fasa ini
menawarkan kinerja yang baik, hal
ini juga mempunyai kekurangan,
yaitu:
1. Membutuhkan catu daya split
(terpisah atau Trafo Center
tap) yang tidak selalu tersedia.
2. Setengah Catu daya split hanya
membawa arus untuk satu
setengah siklus . Oleh karena
itu
terlihat
kurang
dimanfaatkan secara Optimal.

Penyearah Satu Fasa Tidak terkontrol

  • 1.
    Penyearah Satu FasaTidak Terkontrol Rohmat Khoirul Sidiq 111910201039
  • 2.
    KLASIFIKASI RECTIFIRE RECTIFIRE Satu Fasa Tidak Terkontrol Setengah Gelombang Setengah Terkontrol Satu Gelombang TigaFasa Terkontrol Penuh Tidak Terkontrol Setengah Gelombang Setengah Terkontrol Terkontrol Penuh Full Bridge Setengah Gelombang Full Bridge
  • 3.
    Rectifire adalah salahsatu perangkat elektronika daya yang berfungsi dalam proses rektifikasi, rektifikasi adalah proses mengubah tegangan/arus AC menjadi tegangan/arus DC. V/I V/I t t
  • 4.
    PENYEARAH SETENGAH GELOMBANGSATU FASA TIDAK TERKONTROL Gelombang satu fasa tidak terkontrol dengan beban resistif (a) Diagram rangkaian (b) Bentuk Gelombang • Pada gambar tersebut menunjukan saat t = 0, dioda pada posisi Forward Bias khususnya pada interval 0<ωt<π. • Dan Riple faktor dari V0 yang dihasilkan dengan beban resistif maka riple faktor dari I0 akan sama juga hasilnya.
  • 5.
    PENYEARAH SETENGAH GELOMBANGSATU FASA TIDAK TERKONTROL Gelombang satu fasa tidak terkontrol dengan beban Induktif (a) Diagram rangkaian (b) Bentuk Gelombang • Dan Riple faktor dari V0 yang dihasilkan dengan beban resistif maka riple faktor dari I0 akan sama juga hasilnya.
  • 6.
    PENYEARAH SETENGAH GELOMBANGSATU FASA TIDAK TERKONTROL Gelombang satu fasa tidak terkontrol dengan beban kapasitif (a) Diagram rangkaian (b) Bentuk Gelombang Jika kapasitor pada awalnya kosong dioda "D" pada saat bias maju yakni ketika saklar S dihidupkan (ωt = 0). Tegangan keluaran mengikuti tegangan input. Dioda menghasilkan arus pengisian dan arus beban pada kapasitor. saat ωt = β jumlah dari dua arus ini menjadi nol dan cenderung bertambah ke arah yang negatif. Pada titik ini dioda menjadi reverse bias.
  • 7.
    PENYEARAH SETENGAH GELOMBANGSATU FASA TIDAK TERKONTROL Dioda kemudian memutuskan beban (bersama dengan kapasitor) dari suplai tegangan input. Tegangan Kapasitor kemudian dibuang kebeban. Diode akan tetap reverse bias sampai tegangan pasokan input menjadi sama dengan tegangan kapasitor pada siklus berikutnya pada ωt = (2π + φ). Proses yang sama akan berulang setelah itu.
  • 8.
    PENYEARAH GELOMBANG PENUH TIDAKTERKONTROL SATU FASA • Ada dua jenis penyearah gelombang penuh terkontrol yang umumnya digunakan. Jika catu daya split tersedia (misalnya output dari trafo CT) hanya dua dioda akan diperlukan untuk menghasilkan penyearah gelombang penuh. Ini disebut rectifier sekunder split dan biasanya digunakan sebagai tahap input dc regulator tegangan linier. Namun, jika tidak ada pasokan split yang tersedia (Trafo biasa) konfigurasi jembatan weitstone sebagai penyearah gelombang penuh yang akan kita gunakan. Hal ini lebih umum digunakan untuk penyearah terkendali gelombang penuh. Kedua konfigurasi tersebut dianalisis selanjutnya
  • 9.
    PENYEARAH TAK TERKONTROL GELOMBANGPENUH (SPLIT SUPPLY ) Rangkaian gelombang penuh satu gasa CT dengan beban resistif induktif. Pada sisi sekunder trafo, polaritas positif terjadi pada setengah perioda pertama dan ke dua. Sehingga dioda D1 akan ON saat setengah perioda pertama, seangkan D2 akan OFF
  • 10.
    PENYEARAH TAK TERKONTROL GELOMBANGPENUH (SPLIT SUPPLY ) Sebaliknya, pada setengah perioda kedua dioda D2 akan ON sedangkan D1 akan OFF. Tegangan luaran searah dihasilkan ketika dioda D1 dan D2 ON yang memiliki nilai tegangan searah rerata (VDC) dan tegangan efektif (VL). Saat keduanya OFF maka nilai teganganya sebesar -2VM.
  • 11.
    PENYEARAH TAK TERKONTROL GELOMBANGPENUH (SPLIT SUPPLY ) Sedangkan arus akan tetap positif, karena arus legging terhadap tegangan, dan pada saat D1 aktif maka V2 terblokir oleh D2, dan I1 mulai aktif, karena bernilai negatif saat tegangan V1 negatif maka D1 akan memblokir V1 dan I1 sebelum mencapai 0, kemudian D2 akan meneruskan tegangan V2 dan I2 yang diawalai dari nilai positif dan begitupun seterusnya. Ingat : pada rangkaian ini arus akan selalu bernilai positif . Mode operasi dari rectifier disebut "mode konduksi berkelanjutan“.
  • 12.
    PENYEARAH GELOMBANG PENUHDENGAN BEBAN KAPASITIF Penyearah gelombang penuh Fase tunggal ini masih tidak menawarkan tegangan dc yang halus. Dengan beban resistif, riak dari arus yang cukup besar akan mengalir ke beban. Masalah ini dapat diatasi dengan menghubungkan kapasitor melintasi resistansi beban sama seperti dalam kasus penyearah setengah gelombang. Dalam prosesnya hampir sama dengan penyearah setengah gelombang dengan beban kapasitif namun sekarang kita menggunakan 2 dioda
  • 13.
    PENYEARAH GELOMBANG PENUH TAKTERKONTROL PADA 1 FASA Dari bentuk gelombang yang dihasilkan penyearah ini terlihat lebih baik dibandingkan penyearah yang dibahas pada sebelumnya. Namun, meskipun dalam penyearah gelombang Penuh satu fasa ini menawarkan kinerja yang baik, hal ini juga mempunyai kekurangan, yaitu: 1. Membutuhkan catu daya split (terpisah atau Trafo Center tap) yang tidak selalu tersedia. 2. Setengah Catu daya split hanya membawa arus untuk satu setengah siklus . Oleh karena itu mereka kurang dimanfaatkan secara Optimal.
  • 14.
    PENYEARAH GELOMBANG PENUH TAKTERKONTROL PADA 1 FASA Dari bentuk gelombang yang dihasilkan penyearah ini terlihat lebih baik dibandingkan penyearah yang dibahas pada sebelumnya. Namun, meskipun dalam penyearah gelombang Penuh satu fasa ini menawarkan kinerja yang baik, hal ini juga mempunyai kekurangan, yaitu: 1. Membutuhkan catu daya split (terpisah atau Trafo Center tap) yang tidak selalu tersedia. 2. Setengah Catu daya split hanya membawa arus untuk satu setengah siklus . Oleh karena itu terlihat kurang dimanfaatkan secara Optimal.