RUDI HERI MARWAN, S. SN., M.
DS
Sesi Perkuliahan: X
DKV LOGO (DVK294)
Presentasi Membuat Desain Poster Manual.
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, FAKULTAS DESAIN DAN INDUSTRI KREATIF
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA
KEMAMPUAN AKHIR YANG
DIHARAPKAN
Mahasiswa memahami dan Mampu Membuat Dsain
Poster Manual.
Pengertian Poster
• Robin Landa dalam buku Graphic Design Solutions
mendeskripsikan poster sebagai bentuk publikasi dua
dimensional dan satu muka, digunakan untuk menyajikan
informasi, data, jadwal, atau penawaran, dan untuk
mempromosikan orang, acara, tempat, produk,
perusahaan, jasa, atau organisasi.
• Mendesain poster merupakan satu pekerjaan yang sangat
menantang kreativitas.
• Berbagai kemungkinan bisa dilakukan untuk menarik
audiens.
• Silahkan bebas mengumbar kreativitas, namun tetap sadar
bahwa tujuan poster adalah menyampaikan informasi
kepada audiens.
• Menurut John Gierla, perbedaan poster dengan media
cetak lainnya adalah, poster menyampaikan informasi
• Sementara iklan majalah, iklan surat kabar, brosur,
booklet, katalog, dan leaflet dirancang untuk pembaca
yang memiliki waktu cukup, bisa dibaca sambil duduk,
tiduran, atau berdiri dalam waktu relatif lama.
• Tantangan utama dalam mendesain poster adalah,
bagaimana menciptakan tampilan visual yang mampu
merebut perhatian publik, seraya menjejalkan informasi
yang mudah dicerna pembaca dalam hitungan
detik. Poster harus mampu membujuk pembaca,
membangkitkan keinginan untuk membeli melalui pesan-
pesan singkat yang padat dan jelas.
• Lorin Siebert dan Lisa Ballard dalam buku Making a Good
• Oleh karena waktu baca yang begitu singkat dan dalam
situasi sibuk maka harus ditentukan salah satu informasi
untuk dijadikan elemen kunci. Kesalahan yang banyak
dilakukan dalam mendesain poster awalnya adalah ingin
menonjolkan semua elemen desain. Mereka (baik desainer
pemula maupun siswa/mahasiswa) berpikir semua teks
dan ilustrasi dibuat semenarik mungkin.
• Sering kali terjadi pengunaan huruf yang terlalu bervariasi
dengan ukuran yang semuanya besar sehingga tidak ada
yang dominan
• Perlakuan yang sama juga dilakukan saat menampilkan
ilustrasi
• Ada kecenderungan memasang terlalu banyak foto dengan
ukuran yang sama kuat sehingga tidak ada center of
interest.
• Layout poster yang demikian umumnya tidak efektif
karena tidak memiliki stopping power.
• Poster yang berhasil menarik perhatian pembaca
umumnya memiliki satu elemen yang dominan dan
menarik.
• Elemen-elemen lain yang kurang penting tidak perlu
ditonjolkan, dapat sebagai penyelaras sehingga secara
keseluruhan tampak menyatu, keseimbangan dan
harmonis.
• Petunjuk yang dikemukakan Siebert dan Ballard berikut sebagai acuan
dalam menggarap poster:
1. Ukuran huruf untuk poster dibuat besar sehingga terbaca dari
jarak yang diperkirakan (sekitar 10-15 kali lebar poster). Jika lebar
poster 30 cm maka harus dapat terbaca dari jarak 3-4,5 meter.
2. Layout dibuat simpel, tidak membingungkan pembaca. Pilih satu
elemen kunci (huruf atau ilustrasi) sehingga pembaca dapat
dengan cepat menangkap pesan.
 Belakangan ada tren poster sengaja dibuat unik dan kompleks
menggunakan efek-efek komputer secara berlebihan.
 Seakan-akan desainer ingin membuat pembaca kagum
terhadap kecanggihan komputer.
Huruf untuk poster harus mudah terbaca
dari jarak yang diperkirakan
Layout poster harus simpel dan
mudah dibaca
 Sikap demikian tak salah sejauh masih mengetahui
fungsi poster, yakni menyampaikan pesan atau
informasi secara cepat dan menyenangkan.
 Poster yang lebih mengedepankan aspek seni (art)
di mana nilai keterbacaan sederhana, namun
memiliki kekuatan membuat orang penasaran
untuk membaca.
3. Masukkan informasi penting yang dibutuhkan
pembaca, seperti tanggal, jam, tempat, harga tiket,
kontak person, dan sebagainya.
4. Ada satu elemen yang ditonjolkan (paling dominan),
baik judul maupun ilustrasi, yang sekilas dapat
menarik perhatian.
5. Memuat satu informasi paling penting ditonjolkan
dengan ukuran, warna, atau value (kontras).
Poster karya Emiliano Lionel
Suarez (Argentina), kreatif dan
membuat pembaca untuk membaca
Poster karya Job Wouters
(Netherlands), lebih
mengedepankan nilai seni
7. Huruf dan elemen visual disusun dalam urutan yang
logis (dibaca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah).
8. llustrasi foto hendaknya dipilih yang tidak lazim
(unusual) dan bila perlu di-cropping agar lebih dilihat.
9. Huruf untuk poster sebaiknya tebal (bold), dengan
warna-warna kontras sehingga mudah terlihat dari
kejauhan.
• Tugas utama poster adalah mengundang perhatian publik
dan memberi informasi secepat mungkin karena hanya
dibaca sekilas.
• Penyampaian informasi pada poster sebaiknya tidak
secara detail dan panjang lebar.
• Jika terdapat banyak informasi yang harus disampaikan
lewat poster, tetap harus sisakan ruang kosong (white
space) yang tidak diisi gambar maupun teks.
• Secara visual, bidang kosong dapat memberikan kelegaan
pada mata untuk istirahat dan sekaligus menonjolkan
pesan utamanya.
• Informasi yang berlebihan dan disusun berdesakan tentu
kurang efektif, cenderung tidak menarik dan
membingungkan pembaca.
• Poster dirancang untuk ruang publik. Jarak pembaca bisa
Poster Adidas, menonjolkan ilustrasi
foto yang unsual (tidak lazim)
Rangkaian huruf yang berfungsi
sebagai ilustrasi
• Dari jarak yang relatif jauh ini, poster harus mampu
menghipnotis orang yang lewat didepannya untuk
membaca dan memahami isinya.
• Lebih menantang lagi apabila poster yang didesain
kemungkinan akan ditempel berjejer dengan poster-
poster lain di tempat umum.
• Ini akan memungkinkan terjadi perlombaan dengan
poster-poster lain untuk merebut perhatian.
• Bahkan bersaing dengan billboard, baliho, banner,
spanduk, dan bentuk publikasi yang dipasang di
sekitarnya.
• Robin Landa mengemukakan pendapat yang layak menjadi
petunjuk dalam mendesain poster:
“Desain poster bisa hanya berupa teks atau gabungan antara teks
dan ilustrasi (visual). Elemen visual ini bisa abstrak, gambar
realis, simbolik, ilustrasi, grafik, fotografi, kolase, atau
kombinasi. Teks yang berupa rangkaian huruf juga dapat
berfungsi sebagai ilustrasi”
• Menurut Landa, kriteria desain poster harus berkaitan dengan
tujuan-tujuan poster itu sendiri, yaitu:
 Menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami
 Menciptakan desain yang seketika dapat dibaca dan
dipahami
 Menciptakan desain yang mudah dibaca dari kejauhan
 Menyajikan informasi penting yang dibutuhkan pembaca.
 Menyusun informasi dengan urutan yang mudah diikuti.
 Menyusun elemen visual secara hierarki dan meyatu
 Menyusun elemen-elemen poster berdasarkan prinsip-
prinsip desain grafis.
 Membuat desain yang sesuai dengan subjek, audiens, dan
lingkungannya
• Mengikuti rambu-rambu yang diberikan oleh Landa itu
membuat judul poster harus dibuat singkat sehingga
dapat dibaca dalam tempo singkat.
• Kalimat sependek mungkin, dengan ukuran huruf cukup
besar dan kontras sehingga dapat dibaca dengan cepat
dari jarak yang relatif jauh (4-6 meter).
• Seluruh informasi disajikan secara proposional dan tertata
dalam “aliran” yang nyaman untuk diikuti mata.
• Kebiasaan orang membaca adalah dari kiri-atas ke kanan
bawah, maka ada baiknya elemen-elemen poster disusun
mengikuti kebiasaan tersebut.
• Akan tetapi itu bukan harga mati karena banyak pula
poster yang tidak mengikuti kebiasaan orang membaca,
tetapi lebih mengutamakan daya tarik (stopping power).
• Prinsip utama poster adalah bagaimana merebut perhatian
audiens yang sedang sibuk dan on the move untuk
dipaksa menoleh dan membaca pesan.
• Sebagai patokan, desain poster yang efektif umumnya
memiliki kriteria sebagai berikut:
 Mampu menarik perhatian
 Berhasil menyampaikan informasi secara cepat.
 Mampu meyakinkan, mempengaruhi, dan membentuk
opini
 Menggunakan warna-warna yang mengesankan
 Sederhana.
Di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat umum
sering terlihat poster yang dibaca karena huruf yang
digunakan terlalu kecil dan tidak mudah dibaca.
Diperburuk lagi oleh layout yang berdesakan (crowded)
sehingga membuat orang malas untuk membaca karena
harus mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra.
Satu pedoman umum yang sering dianut perancang
grafis adalah KISS (Keep it Simple, Stupid).
• Tak ada tahapan atau urutan baku dalam prose pengerjaan
poster. Tiap desainer memiliki cara kerja sesuai kebiasaan dan
pengalaman masing-masing. Langkah kerja juga tergantung
pada jenis pekerjaan dan tingkat kesulitannya.
• Setelah mempelajari design brief atau permintaan- permintaan
klien, biasanya desainer melakukan langkah-langkah berikut:
1. Menentukan tipografi, jenis huruf yang sesuai dengan isi
pesan dan mudah dibaca dari jarak relatif jauh.
2. Menentukan elemen kunci-teks atau ilustrasi-yang
setidaknya informasi dapat ditangkap dengan mudah oleh
pembaca dalam waktu sekejap.
3. Memilih salah satu elemen yang paling penting (judul,
ilustrasi, atau logo) untuk ditampilkan paling dominan
dengan penonjolan ukuran, warna, dan kontras value.
4. Memasukkan informasi paling penting,tempat, tanggal,
jam, dan sebagainya
5. Membuat alternative layout sederhana hingga mudah
dibaca, dengan urutan logis (dari kiri ke kanan atau dari
atas ke bawah)
BUATLAH DESAIN POSTER
MANUAL TENTANG TEMPAT
PARIWISATA MENGGUNAKAN CAT
AIR, SPIDOL DAN PENCIL WARNA.
(Harus ada logo yg sudah kalian
pilih, Tentukan Headline,
Subheadline dan Tagline nya).

materi poster manual.pptx

  • 1.
    RUDI HERI MARWAN,S. SN., M. DS Sesi Perkuliahan: X DKV LOGO (DVK294) Presentasi Membuat Desain Poster Manual. DESAIN KOMUNIKASI VISUAL, FAKULTAS DESAIN DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA
  • 2.
    KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswamemahami dan Mampu Membuat Dsain Poster Manual.
  • 3.
    Pengertian Poster • RobinLanda dalam buku Graphic Design Solutions mendeskripsikan poster sebagai bentuk publikasi dua dimensional dan satu muka, digunakan untuk menyajikan informasi, data, jadwal, atau penawaran, dan untuk mempromosikan orang, acara, tempat, produk, perusahaan, jasa, atau organisasi. • Mendesain poster merupakan satu pekerjaan yang sangat menantang kreativitas. • Berbagai kemungkinan bisa dilakukan untuk menarik audiens. • Silahkan bebas mengumbar kreativitas, namun tetap sadar bahwa tujuan poster adalah menyampaikan informasi kepada audiens. • Menurut John Gierla, perbedaan poster dengan media cetak lainnya adalah, poster menyampaikan informasi
  • 4.
    • Sementara iklanmajalah, iklan surat kabar, brosur, booklet, katalog, dan leaflet dirancang untuk pembaca yang memiliki waktu cukup, bisa dibaca sambil duduk, tiduran, atau berdiri dalam waktu relatif lama. • Tantangan utama dalam mendesain poster adalah, bagaimana menciptakan tampilan visual yang mampu merebut perhatian publik, seraya menjejalkan informasi yang mudah dicerna pembaca dalam hitungan detik. Poster harus mampu membujuk pembaca, membangkitkan keinginan untuk membeli melalui pesan- pesan singkat yang padat dan jelas. • Lorin Siebert dan Lisa Ballard dalam buku Making a Good
  • 5.
    • Oleh karenawaktu baca yang begitu singkat dan dalam situasi sibuk maka harus ditentukan salah satu informasi untuk dijadikan elemen kunci. Kesalahan yang banyak dilakukan dalam mendesain poster awalnya adalah ingin menonjolkan semua elemen desain. Mereka (baik desainer pemula maupun siswa/mahasiswa) berpikir semua teks dan ilustrasi dibuat semenarik mungkin. • Sering kali terjadi pengunaan huruf yang terlalu bervariasi dengan ukuran yang semuanya besar sehingga tidak ada yang dominan • Perlakuan yang sama juga dilakukan saat menampilkan ilustrasi • Ada kecenderungan memasang terlalu banyak foto dengan ukuran yang sama kuat sehingga tidak ada center of interest.
  • 6.
    • Layout posteryang demikian umumnya tidak efektif karena tidak memiliki stopping power. • Poster yang berhasil menarik perhatian pembaca umumnya memiliki satu elemen yang dominan dan menarik. • Elemen-elemen lain yang kurang penting tidak perlu ditonjolkan, dapat sebagai penyelaras sehingga secara keseluruhan tampak menyatu, keseimbangan dan harmonis.
  • 7.
    • Petunjuk yangdikemukakan Siebert dan Ballard berikut sebagai acuan dalam menggarap poster: 1. Ukuran huruf untuk poster dibuat besar sehingga terbaca dari jarak yang diperkirakan (sekitar 10-15 kali lebar poster). Jika lebar poster 30 cm maka harus dapat terbaca dari jarak 3-4,5 meter. 2. Layout dibuat simpel, tidak membingungkan pembaca. Pilih satu elemen kunci (huruf atau ilustrasi) sehingga pembaca dapat dengan cepat menangkap pesan.  Belakangan ada tren poster sengaja dibuat unik dan kompleks menggunakan efek-efek komputer secara berlebihan.  Seakan-akan desainer ingin membuat pembaca kagum terhadap kecanggihan komputer.
  • 8.
    Huruf untuk posterharus mudah terbaca dari jarak yang diperkirakan Layout poster harus simpel dan mudah dibaca
  • 9.
     Sikap demikiantak salah sejauh masih mengetahui fungsi poster, yakni menyampaikan pesan atau informasi secara cepat dan menyenangkan.  Poster yang lebih mengedepankan aspek seni (art) di mana nilai keterbacaan sederhana, namun memiliki kekuatan membuat orang penasaran untuk membaca. 3. Masukkan informasi penting yang dibutuhkan pembaca, seperti tanggal, jam, tempat, harga tiket, kontak person, dan sebagainya. 4. Ada satu elemen yang ditonjolkan (paling dominan), baik judul maupun ilustrasi, yang sekilas dapat menarik perhatian. 5. Memuat satu informasi paling penting ditonjolkan dengan ukuran, warna, atau value (kontras).
  • 10.
    Poster karya EmilianoLionel Suarez (Argentina), kreatif dan membuat pembaca untuk membaca Poster karya Job Wouters (Netherlands), lebih mengedepankan nilai seni
  • 11.
    7. Huruf danelemen visual disusun dalam urutan yang logis (dibaca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah). 8. llustrasi foto hendaknya dipilih yang tidak lazim (unusual) dan bila perlu di-cropping agar lebih dilihat. 9. Huruf untuk poster sebaiknya tebal (bold), dengan warna-warna kontras sehingga mudah terlihat dari kejauhan.
  • 12.
    • Tugas utamaposter adalah mengundang perhatian publik dan memberi informasi secepat mungkin karena hanya dibaca sekilas. • Penyampaian informasi pada poster sebaiknya tidak secara detail dan panjang lebar. • Jika terdapat banyak informasi yang harus disampaikan lewat poster, tetap harus sisakan ruang kosong (white space) yang tidak diisi gambar maupun teks. • Secara visual, bidang kosong dapat memberikan kelegaan pada mata untuk istirahat dan sekaligus menonjolkan pesan utamanya. • Informasi yang berlebihan dan disusun berdesakan tentu kurang efektif, cenderung tidak menarik dan membingungkan pembaca. • Poster dirancang untuk ruang publik. Jarak pembaca bisa
  • 13.
    Poster Adidas, menonjolkanilustrasi foto yang unsual (tidak lazim) Rangkaian huruf yang berfungsi sebagai ilustrasi
  • 14.
    • Dari jarakyang relatif jauh ini, poster harus mampu menghipnotis orang yang lewat didepannya untuk membaca dan memahami isinya. • Lebih menantang lagi apabila poster yang didesain kemungkinan akan ditempel berjejer dengan poster- poster lain di tempat umum. • Ini akan memungkinkan terjadi perlombaan dengan poster-poster lain untuk merebut perhatian. • Bahkan bersaing dengan billboard, baliho, banner, spanduk, dan bentuk publikasi yang dipasang di sekitarnya.
  • 15.
    • Robin Landamengemukakan pendapat yang layak menjadi petunjuk dalam mendesain poster: “Desain poster bisa hanya berupa teks atau gabungan antara teks dan ilustrasi (visual). Elemen visual ini bisa abstrak, gambar realis, simbolik, ilustrasi, grafik, fotografi, kolase, atau kombinasi. Teks yang berupa rangkaian huruf juga dapat berfungsi sebagai ilustrasi” • Menurut Landa, kriteria desain poster harus berkaitan dengan tujuan-tujuan poster itu sendiri, yaitu:  Menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami  Menciptakan desain yang seketika dapat dibaca dan dipahami  Menciptakan desain yang mudah dibaca dari kejauhan  Menyajikan informasi penting yang dibutuhkan pembaca.  Menyusun informasi dengan urutan yang mudah diikuti.  Menyusun elemen visual secara hierarki dan meyatu  Menyusun elemen-elemen poster berdasarkan prinsip- prinsip desain grafis.  Membuat desain yang sesuai dengan subjek, audiens, dan lingkungannya
  • 16.
    • Mengikuti rambu-rambuyang diberikan oleh Landa itu membuat judul poster harus dibuat singkat sehingga dapat dibaca dalam tempo singkat. • Kalimat sependek mungkin, dengan ukuran huruf cukup besar dan kontras sehingga dapat dibaca dengan cepat dari jarak yang relatif jauh (4-6 meter). • Seluruh informasi disajikan secara proposional dan tertata dalam “aliran” yang nyaman untuk diikuti mata. • Kebiasaan orang membaca adalah dari kiri-atas ke kanan bawah, maka ada baiknya elemen-elemen poster disusun mengikuti kebiasaan tersebut. • Akan tetapi itu bukan harga mati karena banyak pula poster yang tidak mengikuti kebiasaan orang membaca, tetapi lebih mengutamakan daya tarik (stopping power). • Prinsip utama poster adalah bagaimana merebut perhatian audiens yang sedang sibuk dan on the move untuk dipaksa menoleh dan membaca pesan.
  • 17.
    • Sebagai patokan,desain poster yang efektif umumnya memiliki kriteria sebagai berikut:  Mampu menarik perhatian  Berhasil menyampaikan informasi secara cepat.  Mampu meyakinkan, mempengaruhi, dan membentuk opini  Menggunakan warna-warna yang mengesankan  Sederhana. Di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat umum sering terlihat poster yang dibaca karena huruf yang digunakan terlalu kecil dan tidak mudah dibaca. Diperburuk lagi oleh layout yang berdesakan (crowded) sehingga membuat orang malas untuk membaca karena harus mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra. Satu pedoman umum yang sering dianut perancang grafis adalah KISS (Keep it Simple, Stupid).
  • 18.
    • Tak adatahapan atau urutan baku dalam prose pengerjaan poster. Tiap desainer memiliki cara kerja sesuai kebiasaan dan pengalaman masing-masing. Langkah kerja juga tergantung pada jenis pekerjaan dan tingkat kesulitannya. • Setelah mempelajari design brief atau permintaan- permintaan klien, biasanya desainer melakukan langkah-langkah berikut: 1. Menentukan tipografi, jenis huruf yang sesuai dengan isi pesan dan mudah dibaca dari jarak relatif jauh. 2. Menentukan elemen kunci-teks atau ilustrasi-yang setidaknya informasi dapat ditangkap dengan mudah oleh pembaca dalam waktu sekejap. 3. Memilih salah satu elemen yang paling penting (judul, ilustrasi, atau logo) untuk ditampilkan paling dominan dengan penonjolan ukuran, warna, dan kontras value. 4. Memasukkan informasi paling penting,tempat, tanggal, jam, dan sebagainya 5. Membuat alternative layout sederhana hingga mudah dibaca, dengan urutan logis (dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah)
  • 21.
    BUATLAH DESAIN POSTER MANUALTENTANG TEMPAT PARIWISATA MENGGUNAKAN CAT AIR, SPIDOL DAN PENCIL WARNA. (Harus ada logo yg sudah kalian pilih, Tentukan Headline, Subheadline dan Tagline nya).