I. Standar Kompetensi:
Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus
Kristus sebagai landasan pengembangan
diri sebagai perempaun atau laki-laki yang
memiliki rupa-rupa kemampuan dan
keterbatasan sehingga dapat berelasi
dengan sesama secara lebih baik.
II. Kompetensi Dasar:
Memahami dirinya sebagai manusia
yang diciptakan Allah menurut citra-Nya
sehingga menyadari bahwa semua
manusia adalah saudara se-Allah Bapa.
III. Indikator:
1) Menganalisis sebab-sebab munculnya
tindakan diskriminasi dan sikap
fanatisme.
2) Menjelaskan berbagai upaya dalam
mengembangkan, persaudaraan
sejati umat manusia
3) Menjelaskan landasan Alkitabiah
tentang perlunya sikap toleran
terhadap sesama dalam situasi
pluralisme agama, suku, budaya dll.
IV. Langkah-langkah pembelajaran
Langkah Pertama:
Sikap-sikap Diskriminasi dan Fanatisme
Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan
 Siswa diajak untuk membaca
cuplikan cerita tentang “Kerinduan
Masyarakat Ambon”.
 Pendalaman pesan/isi cerita:
1. Bagaimana kesan anda terhadap
cerita tersebut di atas?
2. Apa akibat yang dapat
ditimbulkan dari kerusuhan yang
bernuansa SARA?
 Siswa diajak untuk berdialog tentang
munculnya diskriminasi dan Fanatisme dan
solusinya.
1) Mengapa timbul sikap diskriminasi dan
fanatisme agama?
2) Mengapa timbul sikap fanatisme
suku/etnis dan ras?
3) Mengapa timbul sikap fanatisme sosial
(pertentangan strata sosial ?
4) Bagaimana solusi atau jalan keluar untuk
mengatasi sikap diskriminatif dan
fanatisme sempit tersebut?
A. Penyebab Munculnya Sikap Diskriminasi
dan fanatisme.
 Penyebab munculnya sikap diskriminasi
dan fanatisme antara lain sbb:
 Kebodohan, kekurangpahaman, dan
kepicikan
 Perasaan terancam: golongan
tertentu akan merasa terancam
sehingga cenderung bersikap fanatik.
Misalnya:
 Isu kristenisasi dan Islamisasi dapat
membuat orang kristen atau Islam
akan bersikap fanatik, dan contoh-
contoh lain. Sebutkan contoh-
contoh lain.
B. Jalan Keluar untuk Menjauhkan Sikap
Diskriminatif dan Fanatik
 Ada berbagai solusi untuk menjauhkan
sikap diskriminasi dan fanatik, antara
lain:
1. Bersikap dan berprilaku moderat
2. Berpola pikir pluralis
3. Tidak mudah menghakimi
4. Membuka pilihan-pilihan yang
kompromisitik tanpa mengorbankan
prinsip.
5. Keteladanan para orang tua.
Langkah ketiga:
Dasar Alkitbiah atas Sikap Akomodatif dan Toleran
terhadap sesama
(Eksploari ):
 Mengapa kita harus bersikap toleran terhadap
sesama yang beragama lain, bersuku lain atau
berstatus sosila lain?
(Konfirmasi):
 Alasan mendasar kita bersikap toleran terhadap sesama yang
beragama lain, bersuku lain dan berstatus sosial lain adalah:
1. Kesetraan martabat.
2. Pluralitas atau kemajemukan adalah suatu kenyataan
3. Adanya perbedaan dapat membantu orang untuk
mawas diri, mengenal kekurangan dan kelebihan diri
sendiri dan orang lain; mengenal identitas diri dan
orang lain dan tidak mudah untuk menghakimi dan
mengadili orang lain. Hendaknya kita suka
mengampuni orang lain, sebagaimana Allah, Kristus
telah mengampuni kita (bdk. Mat 7:1-5; Luk 6:37-42).
5. Hukum cinta kasih.
 Hukum cinta kasih adalah dasar utama
mengapa kita harus toleran terhadap sesama
kita yang beragama lain, bersuku lain dan
berbudaya lain.
 Cinta berarti menerima orang lain apa
adanya sesuai dengan identitasnya.
 Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk
mencintai dengan syarat, tetapi Yesus
mengajar kita untuk mencintai semua orang,
bahkan musuh kita sekalipun. Misalnya kisah
orang Samaria yang murah hati. Orang
Samaria telah memperlakukan orang Yahudi
yang dianggap musuhnya, yang mengalami
musibah dalam perjalanan seperti
saudaranya sendiri (bdk 10:25-37).
NO INDIKATOR URAIAN SOAL
1. Menganalisis sebab -
sebab munculnya
tindakan diskriminasi
dan sikap fanatisme.
1. Mengapa timbul sikap diskriminasi
dan fanatisme suku, agama, etnis
dan sosial dalam masyarakat?
2. Menjelaskan berbagai
upaya dalam
mengembangkan,
persaudaraan sejati
umat manusia.
2. Bagaimana jalan keluar atau
solusi untuk menjauhkan diri dari
sikap diskriminasi dan fanatisme?
3. Menjelaskan landasan
Alkitabiah tentang
perlunya sikap toleran
terhadap sesama
dalam situasi
pluralisme agama,
suku, budaya dll.
3. Manakah dasar alkitabiah dan
sikap akomodatif dan toleran
terhadap sesama?

Materi pokok 04

  • 1.
    I. Standar Kompetensi: Memahaminilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan pengembangan diri sebagai perempaun atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
  • 2.
    II. Kompetensi Dasar: Memahamidirinya sebagai manusia yang diciptakan Allah menurut citra-Nya sehingga menyadari bahwa semua manusia adalah saudara se-Allah Bapa.
  • 3.
    III. Indikator: 1) Menganalisissebab-sebab munculnya tindakan diskriminasi dan sikap fanatisme. 2) Menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan, persaudaraan sejati umat manusia 3) Menjelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya dll.
  • 4.
    IV. Langkah-langkah pembelajaran LangkahPertama: Sikap-sikap Diskriminasi dan Fanatisme Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan  Siswa diajak untuk membaca cuplikan cerita tentang “Kerinduan Masyarakat Ambon”.  Pendalaman pesan/isi cerita: 1. Bagaimana kesan anda terhadap cerita tersebut di atas? 2. Apa akibat yang dapat ditimbulkan dari kerusuhan yang bernuansa SARA?
  • 5.
     Siswa diajakuntuk berdialog tentang munculnya diskriminasi dan Fanatisme dan solusinya. 1) Mengapa timbul sikap diskriminasi dan fanatisme agama? 2) Mengapa timbul sikap fanatisme suku/etnis dan ras? 3) Mengapa timbul sikap fanatisme sosial (pertentangan strata sosial ? 4) Bagaimana solusi atau jalan keluar untuk mengatasi sikap diskriminatif dan fanatisme sempit tersebut?
  • 6.
    A. Penyebab MunculnyaSikap Diskriminasi dan fanatisme.  Penyebab munculnya sikap diskriminasi dan fanatisme antara lain sbb:  Kebodohan, kekurangpahaman, dan kepicikan  Perasaan terancam: golongan tertentu akan merasa terancam sehingga cenderung bersikap fanatik. Misalnya:  Isu kristenisasi dan Islamisasi dapat membuat orang kristen atau Islam akan bersikap fanatik, dan contoh- contoh lain. Sebutkan contoh- contoh lain.
  • 7.
    B. Jalan Keluaruntuk Menjauhkan Sikap Diskriminatif dan Fanatik  Ada berbagai solusi untuk menjauhkan sikap diskriminasi dan fanatik, antara lain: 1. Bersikap dan berprilaku moderat 2. Berpola pikir pluralis 3. Tidak mudah menghakimi 4. Membuka pilihan-pilihan yang kompromisitik tanpa mengorbankan prinsip. 5. Keteladanan para orang tua.
  • 8.
    Langkah ketiga: Dasar Alkitbiahatas Sikap Akomodatif dan Toleran terhadap sesama (Eksploari ):  Mengapa kita harus bersikap toleran terhadap sesama yang beragama lain, bersuku lain atau berstatus sosila lain? (Konfirmasi):  Alasan mendasar kita bersikap toleran terhadap sesama yang beragama lain, bersuku lain dan berstatus sosial lain adalah: 1. Kesetraan martabat. 2. Pluralitas atau kemajemukan adalah suatu kenyataan 3. Adanya perbedaan dapat membantu orang untuk mawas diri, mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri dan orang lain; mengenal identitas diri dan orang lain dan tidak mudah untuk menghakimi dan mengadili orang lain. Hendaknya kita suka mengampuni orang lain, sebagaimana Allah, Kristus telah mengampuni kita (bdk. Mat 7:1-5; Luk 6:37-42).
  • 9.
    5. Hukum cintakasih.  Hukum cinta kasih adalah dasar utama mengapa kita harus toleran terhadap sesama kita yang beragama lain, bersuku lain dan berbudaya lain.  Cinta berarti menerima orang lain apa adanya sesuai dengan identitasnya.  Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk mencintai dengan syarat, tetapi Yesus mengajar kita untuk mencintai semua orang, bahkan musuh kita sekalipun. Misalnya kisah orang Samaria yang murah hati. Orang Samaria telah memperlakukan orang Yahudi yang dianggap musuhnya, yang mengalami musibah dalam perjalanan seperti saudaranya sendiri (bdk 10:25-37).
  • 10.
    NO INDIKATOR URAIANSOAL 1. Menganalisis sebab - sebab munculnya tindakan diskriminasi dan sikap fanatisme. 1. Mengapa timbul sikap diskriminasi dan fanatisme suku, agama, etnis dan sosial dalam masyarakat? 2. Menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan, persaudaraan sejati umat manusia. 2. Bagaimana jalan keluar atau solusi untuk menjauhkan diri dari sikap diskriminasi dan fanatisme? 3. Menjelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya dll. 3. Manakah dasar alkitabiah dan sikap akomodatif dan toleran terhadap sesama?