Materi Pertumbuhan dan
PerkembanganSMP
Kurikulum Merdeka
Selamat datang di materi esensial pertumbuhan dan perkembangan,
dirancang khusus untuk Kurikulum Merdeka SMP. Kita akan menjelajahi
konsep dasar, faktor-faktor penentu, dan contoh nyata dalam
kehidupan, serta bagaimana Kurikulum Merdeka mendukung
eksplorasi ini melalui pendekatan berbasis proyek dan penguatan
karakter.
2.
Pertumbuhan
Proses fisik yangmenghasilkan pertambahan ukuran,
massa, dan volume organisme. Ini dapat diukur secara
kuantitatif, seperti pertambahan tinggi badan atau
berat.
Perkembangan
Proses kualitatif menuju kedewasaan, melibatkan
peningkatan fungsi dan kompleksitas struktur organ
serta kemampuan, seperti kemampuan berpikir atau
emosional.
Contoh: Tinggi badan yang terus bertambah adalah pertumbuhan, sementara kemampuan siswa dalam memecahkan
masalah matematika yang semakin kompleks adalah perkembangan. Keduanya saling melengkapi dan berlangsung
sepanjang hidup organisme.
3.
Pertumbuhan: Kuantitatif
Bersifat terukurdan dapat dinyatakan dalam angka
(misalnya, berat, tinggi, volume). Ini adalah perubahan
fisik yang jelas dan dapat diperhatikan.
Perkembangan: Kualitatif
Lebih kompleks, melibatkan perubahan fungsi, struktur,
dan kemampuan. Sulit diukur secara langsung, tetapi
terlihat dari peningkatan keterampilan atau perilaku.
Misalnya, mengukur lingkar kepala bayi adalah pertumbuhan, sedangkan melihat bayi mulai mengucapkan kata-kata
pertamanya adalah perkembangan.
4.
Faktor Internal
Meliputi genetik(warisan sifat orang tua), hormon (zat
pengatur fungsi tubuh), dan kondisi kesehatan individu. Ini
adalah bawaan dari dalam tubuh.
Faktor Eksternal
Termasuk nutrisi (asupan makanan), lingkungan (suasana
fisik dan sosial), serta stimulasi sosial dan pendidikan. Ini
datang dari luar individu.
Sebagai contoh, seorang anak dengan gizi buruk akan mengalami hambatan signifikan dalam pertumbuhan fisiknya,
bahkan jika faktor genetiknya mendukung.
5.
Tahap Bayi danAnak-anak
Pertumbuhan fisik pesat,
kemampuan motorik kasar dan
halus mulai berkembang, serta
pengenalan emosi dasar.
Tahap Remaja
Percepatan pertumbuhan fisik
(pubertas), perkembangan identitas
diri, kemampuan berpikir abstrak,
dan kematangan emosi.
Tahap Dewasa
Pertumbuhan fisik melambat, fokus
pada stabilitas emosi,
pengembangan karir, dan tanggung
jawab sosial yang lebih besar.
6.
Pertumbuhan dan
Perkembangan padaHewan
Hewan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang
bervariasi tergantung spesiesnya. Salah satu contoh paling
menarik adalah metamorfosis, perubahan bentuk yang
dramatis.
• Contoh: Metamorfosis katak dari telur, berudu, hingga
menjadi katak dewasa.
• Setiap tahap melibatkan perubahan fisik dan fungsional
yang signifikan.
• Pertumbuhan bertahap sesuai siklus hidup, diiringi
perkembangan fungsi organ dan perilaku yang lebih
kompleks.
7.
Pertumbuhan dan Perkembanganpada Tumbuhan
Pertumbuhan Primer
Peningkatan panjang pada akar dan
batang karena aktivitas jaringan
meristem apikal, membuat tanaman
semakin tinggi dan akarnya
memanjang.
Pertumbuhan Sekunder
Peningkatan diameter batang atau
akar yang disebabkan oleh aktivitas
kambium, menghasilkan lingkaran
tahun pada pohon.
Perkembangan
Pembentukan struktur khusus
seperti bunga, buah, dan daun, serta
diferensiasi sel yang membuat
organ-organ tersebut berfungsi
sempurna.
8.
Pembelajaran Fleksibel
Mengakomodasi beragam
kebutuhandan gaya belajar
siswa, memberikan
keleluasaan dalam mencapai
tujuan pembelajaran.
Fokus Esensial &
Karakter
Prioritas pada materi inti dan
penguatan nilai-nilai Profil
Pelajar Pancasila, membentuk
siswa yang berakhlak mulia
dan kompeten.
Proyek P5
Mengintegrasikan
pembelajaran dengan Proyek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila, mendorong siswa
berkreasi dan memecahkan
masalah nyata.
9.
Contoh Proyek P5untuk Pertumbuhan dan Perkembangan
Project-Based Learning
Plant Growth
Experiments
Student-Led
Investigations
Animal Development
Studies
Observation
Presentations
10.
Pertumbuhan dan perkembanganadalah inti
kehidupan, saling terkait dan esensial untuk
semua makhluk hidup.
Kurikulum Merdeka memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk mengeksplorasi konsep ini secara mendalam,
menumbuhkan kreativitas, dan mengembangkan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Sebagai guru, peran kita adalah fasilitator dalam perjalanan penemuan ini, membimbing siswa menuju pemahaman yang
holistik dan aplikatif. Mari terus berinovasi dalam pembelajaran!