MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM(PM)
Nama Penyusun
NIP
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Fase, Kelas/ Semester
Tahun Pelajaran
:
:
:
:
:
:
2.
INFORMASI UMUM
IDENTITAS MODUL
Penyusun
Instansi
TahunPenyusunan
Jenjang Sekolah
Mata Pelajaran
Fase / Kelas/ Semester
Pendekatan
Materi Pokok
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
:
:
:
:
SMP/MTs ....
20.../20...
SMP/MTs
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
D/IX/Ganjil
Pembelajaran Mendalam dengan prinsip (Berkesadaran,
Bermakna & Menggembirakan)
Pertumbuhan & Perkembangan
8 Pertemuan (2 JP/pertemuan = 120 menit) = 16JP
I. IDENTIFIKASIASI
A. KESIAPAN MURID
1. Pengetahuan Awal Murid: Sebagian besar murid sudah memiliki pemahaman dasar bahwa makhluk
hidup mengalami perubahan ukuran dari kecil menjadi besar (konsep pertumbuhan). Namun,
pemahaman mereka mengenai perbedaan spesifik antara pertumbuhan dan perkembangan masih
terbatas. Beberapa murid mungkin sudah mengetahui istilah pubertas dari pelajaran sebelumnya atau
lingkungan, tetapi belum memahami proses biologis di baliknya . Pengetahuan tentang metamorfosis
pada hewan umumnya terbatas pada kupu-kupu .
2. Minat Murid: Minat murid sangat tinggi pada topik pertumbuhan dan perkembangan manusia,
terutama fase remaja, karena relevan dengan pengalaman pribadi mereka . Murid juga menunjukkan
ketertarikan pada siklus hidup hewan yang unik, seperti metamorfosis serangga dan amfibi . Minat
pada pertumbuhan tumbuhan cenderung lebih rendah, sehingga perlu dikaitkan dengan konteks yang
menarik seperti berkebun atau pertanian modern.
3. Latar Belakang Murid: Murid berasal dari latar belakang keluarga dan sosial yang beragam.
Sebagian besar tinggal di lingkungan urban dengan akses mudah ke teknologi dan informasi.
Sebagian kecil lainnya berasal dari lingkungan sub-urban dimana mereka memiliki pengalaman
langsung dengan hewan dan tumbuhan. Keragaman budaya di kelas menjadi aset untuk
mengeksplorasi tradisi terkait siklus hidup manusia .
3.
4. Kebutuhan BelajarMurid:
o Visual: Murid dengan gaya belajar visual membutuhkan gambar, diagram alir, video, dan
infografis untuk memahami proses biologis yang kompleks seperti pembelahan sel, siklus
hidup, dan metamorfosis .
o Auditori: Murid auditori akan lebih mudah belajar melalui diskusi kelompok, presentasi,
penjelasan guru, dan tanya jawab. Mereka juga mendapat manfaat dari menonton video
pembelajaran dengan narasi yang jelas.
o Kinestetik: Murid kinestetik memerlukan pengalaman belajar langsung seperti melakukan
pengamatan, membuat model, menanam tumbuhan, atau melakukan proyek kampanye sosial
di akhir bab .
Kesimpulan Hasil Identifikasi: Murid siap menerima materi dengan tingkat antusiasme yang bervariasi.
Perlu adanya diferensiasi konten (kedalaman materi), proses (kegiatan bervariasi), dan produk (jenis tugas)
untuk mengakomodasi kebutuhan dan minat murid yang beragam.
B. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
1. Konsep Utama: Pertumbuhan (penambahan ukuran kuantitatif) dan perkembangan (pematangan
fungsi kualitatif), siklus hidup, reproduksi, metamorfosis, faktor internal dan eksternal pertumbuhan
.
2. Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan sedang. Konsep dasar mudah dipahami,
namun detail proses biologis (misalnya, fase-fase embrio, hormon, pertumbuhan primer dan
sekunder) memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dan visualisasi .
3. Relevansi: Sangat relevan. Murid dapat menghubungkan materi secara langsung dengan perubahan
yang terjadi pada diri mereka sendiri (pubertas), mengamati hewan dan tumbuhan di sekitar, dan
memahami isu sosial seperti stunting .
4. Jenis Materi: Materi bersifat konseptual (definisi pertumbuhan dan perkembangan), prosedural
(tahapan siklus hidup dan metamorfosis), dan faktual (ciri-ciri setiap tahapan).
4.
5. Lintas DisiplinIlmu:
o Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Kesehatan reproduksi remaja,
gizi seimbang untuk pertumbuhan optimal.
o Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Hubungan kondisi ekonomi dan sosial dengan stunting ,
tradisi budaya terkait siklus hidup .
o Seni Budaya: Membuat poster, video kampanye, dan diagram alir yang estetis dan informatif
o Matematika: Membuat dan membaca grafik pertumbuhan
C. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dimensi yang relevan untuk dikembangkan dalam modul ini adalah:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Mensyukuri kompleksitas ciptaan
Tuhan melalui pengamatan siklus hidup makhluk hidup.
2. Penalaran Kritis: Menganalisis data percobaan, membandingkan siklus hidup, dan mengevaluasi
solusi untuk masalah nyata (stunting).
3. Kreativitas (Creativities): Merancang poster, video kampanye, dan menyajikan data dalam bentuk
yang inovatif.
4. Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk melakukan riset, percobaan, dan proyek akhir bab.
5. Kemandirian: Melakukan riset dan pengamatan secara mandiri untuk melengkapi tugas.
6. Kesehatan: Memahami pentingnya menjaga kesehatan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal.
7. Komunikasi: Mempresentasikan hasil kerja kelompok secara efektif di depan kelas
5.
II. DESAIN PEMBELAJARAN
A.CAPAIAN, TUJUAN, TOPIK PEMBELAJARAN
Capaian
Pembelajaran
Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs/Program Paket B) Pada
akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Elemen
Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPA Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan
karakteristiknya; menganalisis klasifikasi, sifat, dan
perubahan materi; menganalisis sistem organisasi
kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang
muncul pada sistem organ; menganalisis interaksi antar
makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang
upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan
iklim; menganalisis pewarisan sifat; membuat bioteknologi
konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan
pengukuran terhadap aspek fisis dalam kehidupan sehari-
hari; menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan;
menganalisis hubungan usaha dan energi; menganalisis
pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan
suhu; menganalisis gelombang dan pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari; menganalisis gejala kemagnetan dan
kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber
energi listrik ramah lingkungan; menganalisis posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk
menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; serta
mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat
6.
aditif dan adiktifyang membahayakan dirinya dan
lingkungan.
Keterampilan
proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
• Mengamati Melakukan pengamatan terhadap
fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan mencatat
hasil pengamatannya dengan memperhatikan
karakteristik objek yang diamati.
• Mempertanyakan dan Memprediksi
Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki
secara ilmiah dan membuat prediksinya.
• Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Merencanakan dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan; murid
menggunakan alat bantu pengukuran untuk
mendapatkan data yang akurat dan memahami
adanya potensi kekeliruan dalam penyelidikan.
• Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Mengolah data dalam bentuk tabel, grafik, dan
model serta menjelaskan hasil pengamatan dan
pola atau hubungan pada data; murid
mengumpulkan data dari penyelidikan yang
dilakukannya, serta menggunakan pemahaman
sains untuk mengidentifikasi hubungan dan
menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
• Mengevaluasi dan Refleksi Mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan kemungkinan
penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi
7.
kesimpulan, serta menjelaskancara spesifik untuk
meningkatkan kualitas data.
• Mengomunikasikan Hasil Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang
ditunjang dengan argumen dan bahasa yang sesuai
konteks penyelidikan
Tujuan
Pembelajaran
o Mengidentifikasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dari
konsepsi hingga lansia.
o Menjelaskan proses pertumbuhan dan metamorfosis pada hewan.
o Menganalisis tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dari biji
hingga dewasa.
Topik
Pembelajaran
o Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia (Pertemuan 1 & 2)
o Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan (Pertemuan 3 & 4)
o Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (Pertemuan 5 & 6)
o Proyek Akhir Bab (Pertemuan 7 & 8)
B. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogis
o Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (dengan prinsip: Berkesadaran,
Bermakna, Menggembirakan).
o Strategi Pembelajaran: Diferensiasi, Kolaboratif, Diskusi Interaktif, Inquiry-Based
Learning.
o Model Pembelajaran: Direct Instruction dengan pendekatan inquiry (mencari dan
menemukan) untuk menumbuhkan rasa ingin tahu; Problem-Based Learning untuk
mengasah kemampuan pemecahan masalah; Project-Based Learning untuk menerapkan
konsep dalam kasus nyata.
8.
o Metode Pembelajaran:Diskusi kelompok, tanya jawab, demonstrasi, penugasan,
presentasi, dan asesmen diri.
Skenario Pembelajaran:
o Pertemuan 1-6: Pembelajaran dimulai dengan pendekatan Berkesadaran, yaitu mengajak
murid untuk hening sejenak dan menyadari perubahan pada diri sendiri atau mengamati
lingkungan sekitar. Guru menggunakan model Direct Instruction untuk menyampaikan
konsep-konsep kunci dengan bantuan media visual yang menarik (Menggembirakan).
Kemudian, murid didorong menggunakan pendekatan inquiry melalui kegiatan-kegiatan
"Ayo Amati" dan "Ayo Buat Aktivitas" dari buku ajar. Murid bekerja secara kolaboratif
dalam kelompok (Strategi Kolaboratif) untuk menyelesaikan Lembar Kerja Murid (LKM).
Guru menerapkan diferensiasi dengan memberikan pilihan produk (misal: poster digital atau
manual, video singkat, atau laporan tertulis) dan menyediakan sumber belajar tambahan bagi
yang membutuhkan. Setiap kegiatan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari untuk
menjadikannya Bermakna.
o Pertemuan 7-8: Pembelajaran beralih ke model Project-Based Learning (PjBL). Murid
dihadapkan pada masalah nyata yaitu stunting (Problem-Based Learning). Mereka
merancang dan melaksanakan proyek kampanye sosial. Proses ini menuntut kolaborasi,
kreativitas, dan penalaran kritis. Prinsip Bermakna sangat kental karena murid
berkontribusi langsung pada komunitasnya. Suasana belajar dibuat Menggembirakan
melalui kebebasan berkreasi dan perayaan hasil proyek.
2. Kemitraan Pembelajaran:
o Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK untuk sesi kesehatan reproduksi remaja;
kolaborasi dengan guru Seni Budaya untuk aspek desain dalam proyek akhir.
o Lingkungan Luar Sekolah: Kemitraan dengan Puskesmas atau Posyandu terdekat untuk
mendapatkan data dan informasi valid mengenai stunting dan sebagai target audiens
kampanye proyek akhir . Narasumber (bidan, ahli gizi) dapat diundang untuk memberikan
wawasan .
9.
3. Lingkungan Pembelajaran:
oRuang Fisik: Pengaturan tempat duduk fleksibel untuk mendukung kerja kelompok dan
diskusi. Pemanfaatan kebun sekolah untuk pengamatan pertumbuhan tumbuhan . Dinding
kelas digunakan untuk memajang hasil karya murid (poster, diagram alir).
o Ruang Virtual: Menggunakan Learning Management System (LMS) atau Google
Classroom untuk berbagi materi, LKM, dan mengumpulkan tugas.
o Budaya Belajar: Guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana murid
berani bertanya, berpendapat, dan membuat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Keaktifan dan rasa ingin tahu murid selalu diapresiasi.
4. Pemanfaatan Digital:
o Sumber Belajar: Mengakses perpustakaan digital, video pembelajaran dari YouTube, dan
artikel ilmiah untuk memperkaya pemahaman.
o Kolaborasi dan Kreasi: Menggunakan aplikasi desain grafis (misal: Canva) untuk membuat
poster dan infografis, serta aplikasi editor video untuk proyek kampanye .
o Komunikasi dan Penilaian: Forum diskusi daring untuk konsultasi proyek. Penilaian daring
melalui kuis interaktif (misal: Kahoot, Quizziz) untuk asesmen formatif yang
menggembirakan.
10.
III. PENGALAMAN BELAJAR
PERTEMUAN1 & 2: Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia (2x2 JP)
Kegiatan Awal (15 Menit)
• (Berkesadaran & Bermakna): Guru mengajak murid untuk hening sejenak, memejamkan mata, dan
merenungkan perubahan apa saja yang mereka rasakan pada tubuh dan cara berpikir mereka sejak
lulus SD hingga sekarang. Beberapa murid diminta berbagi pengalamannya.
• (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat time-lapse pertumbuhan manusia dari bayi
hingga tua untuk menarik perhatian dan memicu rasa ingin tahu.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan pengalaman yang baru saja
direfleksikan murid.
Kegiatan Inti (125 Menit)
• Memahami (45 Menit)
o Sintaks Direct Instruction (Fase 1 & 2: Menyampaikan Tujuan & Demonstrasi
Pengetahuan): Guru menjelaskan perbedaan mendasar antara pertumbuhan (kuantitatif,
dapat diukur) dan perkembangan (kualitatif, pematangan fungsi) menggunakan infografis .
o Guru menjelaskan tahapan siklus hidup manusia (bayi, anak-anak, remaja, dewasa) dengan
menampilkan gambar dan diagram dari buku ajar .
o (Bermakna): Penjelasan fase remaja/pubertas dikaitkan langsung dengan perubahan fisik
dan emosional yang sedang atau akan dialami murid, menekankan bahwa ini adalah proses
yang normal .
• Mengaplikasi (60 Menit)
o Sintaks Direct Instruction (Fase 3: Latihan Terbimbing): Murid dibagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok mendapatkan LKM 1.1 tentang membuat diagram alir
pertumbuhan dan perkembangan janin (sesuai Aktivitas 1.1 di buku) .
o (Kolaboratif & Inquiry): Murid berdiskusi dan mencari informasi tambahan dari internet
atau buku sumber untuk melengkapi diagram alir mereka.
11.
o (Diferensiasi Produk):Murid diberi kebebasan untuk membuat diagram alir secara digital
(misal: Canva) atau manual di kertas karton.
o Setelah selesai, beberapa kelompok mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain
memberikan tanggapan.
• Merefleksi (20 Menit)
o (Berkesadaran): Setiap kelompok diminta mendiskusikan: "Apa hal baru yang paling
mengejutkan yang kalian pelajari tentang proses awal kehidupan manusia?" dan "Bagaimana
pengetahuan ini mengubah cara pandang kalian terhadap kehidupan?".
o Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat berdasarkan hasil refleksi kelompok.
Kegiatan Penutup (20 Menit)
• (Bermakna): Guru menugaskan murid untuk melakukan Aktivitas 1.2, yaitu mencari tahu tentang
tradisi/upacara adat di Indonesia yang menandai peralihan dari anak-anak ke dewasa . Hasilnya akan
didiskusikan di pertemuan berikutnya.
• (Menggembirakan): Guru memberikan kuis singkat melalui Kahoot tentang konsep yang telah
dipelajari.
• Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan memberikan apresiasi atas partisipasi
aktif semua murid.
PERTEMUAN 3 & 4: Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan (2x2 JP)
Kegiatan Awal (15 Menit)
• (Menggembirakan): Guru memulai dengan tebak-tebakan gambar (menampilkan gambar
larva/nimfa, murid menebak bentuk dewasanya).
• (Bermakna): Guru mengaitkan tebakan tadi dengan topik yang akan dibahas: "Mengapa bentuk
muda beberapa hewan sangat berbeda dari dewasanya?". Diskusi singkat tentang hasil tugas
pertemuan sebelumnya (Aktivitas 1.2).
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (125 Menit)
• Memahami (45 Menit)
12.
o Sintaks DirectInstruction: Guru menjelaskan tiga cara perkembangan embrio hewan
(ovipar, vivipar, ovovivipar) dengan contoh dan gambar yang jelas .
o Guru menjelaskan konsep metamorfosis sempurna dan tidak sempurna menggunakan
diagram perbandingan dari buku ajar . Contoh yang digunakan bervariasi, tidak hanya kupu-
kupu dan belalang.
o (Bermakna): Guru mengajak murid berpikir mengapa strategi reproduksi dan perkembangan
hewan berbeda-beda, mengaitkannya dengan adaptasi terhadap lingkungan.
• Mengaplikasi (60 Menit)
o (Inquiry & Kolaboratif): Murid tetap dalam kelompoknya dan menerima LKM 1.2 yang
berisi dua tugas pilihan (diferensiasi proses) berdasarkan buku ajar:
1. Tugas A (Observasi Virtual): Menganalisis gambar/video siklus hidup lobster
(Aktivitas 1.3) dan katak (Gambar 1.10), lalu membandingkannya .
2. Tugas B (Desain Proyek): Merancang sebuah proyek sederhana untuk memelihara
serangga dan mengamati metamorfosisnya, seperti pada Aktivitas 1.4 . Murid
membuat proposal singkat berisi alat, bahan, langkah kerja, dan jadwal pengamatan.
o Guru berkeliling untuk membimbing setiap kelompok.
• Merefleksi (20 Menit)
o (Berkesadaran & Bermakna): Setiap kelompok mendiskusikan: "Nilai atau pelajaran hidup
apa yang bisa kita ambil dari proses metamorfosis seekor hewan (misalnya, tentang
kesabaran, perubahan, atau perjuangan)?".
o Hasil refleksi dituliskan pada sticky notes dan ditempel di papan tulis.
Kegiatan Penutup (20 Menit)
• (Menggembirakan): Beberapa kelompok mempresentasikan hasil analisis atau desain proyek
mereka.
• Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
• Guru bersama murid merangkum poin-poin penting tentang keragaman pertumbuhan dan
perkembangan hewan.
13.
PERTEMUAN 5 &6: Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan (2x2 JP)
Kegiatan Awal (15 Menit)
• (Berkesadaran & Bermakna): Guru membawa beberapa jenis biji (kacang hijau, jagung, padi) dan
meminta murid mengamatinya dengan seksama. Guru bertanya, "Menurut kalian, ada 'kehidupan' di
dalam benda sekecil ini? Bagaimana caranya ia bisa tumbuh menjadi tanaman besar?".
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (125 Menit)
• Memahami (45 Menit)
o Sintaks Direct Instruction: Guru menjelaskan struktur biji dan proses perkecambahan .
o Guru membedakan pertumbuhan primer (memanjang) dan sekunder (melebar) menggunakan
visualisasi sederhana .
o Guru menjelaskan faktor internal (gen, hormon) dan eksternal (cahaya, air, suhu, nutrisi)
yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan .
• Mengaplikasi (60 Menit)
o Sintaks Inquiry-Based Learning (Eksplorasi & Investigasi): Murid dalam kelompoknya
melaksanakan Aktivitas 1.5, yaitu melakukan percobaan pengaruh faktor eksternal terhadap
pertumbuhan tumbuhan .
o (Diferensiasi Proses): Setiap kelompok boleh memilih satu faktor eksternal yang berbeda
untuk diselidiki (misal: kelompok 1 menyelidiki pengaruh intensitas cahaya, kelompok 2
pengaruh volume air, dst.).
o Murid menanam biji kacang hijau di media tanam dan memberikan perlakuan sesuai variabel
yang dipilih. Mereka akan mengamati dan mencatat data selama 10 hari ke depan (di luar
jam pelajaran). Pada sesi ini, mereka fokus pada persiapan dan penanaman. Mereka juga akan
membuat tabel pengamatan di LKM 1.3.
14.
• Merefleksi (20Menit)
o (Bermakna): Murid berdiskusi dalam kelompok untuk membuat hipotesis (dugaan awal)
tentang hasil percobaan mereka. "Apa yang kalian harapkan akan terjadi pada tanaman
kalian? Mengapa?".
o Refleksi ini mendorong mereka untuk menghubungkan teori yang baru dipelajari dengan
praktik yang akan dilakukan.
Kegiatan Penutup (20 Menit)
• Guru memberikan instruksi teknis untuk pengamatan di rumah dan mengingatkan pentingnya
mencatat data secara rutin dan teliti.
• Guru dan murid membuat rangkuman tentang faktor-faktor yang penting bagi kehidupan tumbuhan.
• (Menggembirakan): Guru menunjukkan foto-foto hasil percobaan serupa yang berhasil untuk
memotivasi murid.
PERTEMUAN 7 & 8: Proyek Akhir Bab - Kampanye Stunting (2x2 JP)
Kegiatan Awal (15 Menit)
• (Bermakna): Guru menampilkan data atau infografis tentang angka stunting di Indonesia . Guru
mengajukan pertanyaan pemantik: "Setelah kita belajar tentang pertumbuhan yang ideal, apa
perasaan kalian melihat data ini? Apakah ini masalah yang penting? Mengapa?".
• Guru memperkenalkan
Proyek Akhir Bab: membuat kampanye untuk mengedukasi masyarakat sekitar tentang stunting .
Kegiatan Inti (125 Menit)
• Sintaks Project-Based Learning (PjBL)
o (Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar): Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita
sebagai pelajar dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang stunting di lingkungan
sekitar kita?".
o (Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek): Murid dalam kelompoknya (bisa kelompok
yang sama atau baru) berdiskusi untuk merancang proyek kampanye. Mereka mengisi LKM
1.4 yang berisi:
15.
▪ Bentuk produkkampanye (Pilihan: poster, selebaran, video singkat, atau presentasi
di Posyandu) . (Diferensiasi Produk)
▪ Isi konten yang harus ada (sesuai panduan di buku: pengertian, bahaya, faktor, solusi)
.
▪ Pembagian tugas anggota kelompok.
▪ Linimasa pengerjaan proyek.
o (Fase 3 & 4: Menyusun Jadwal & Memonitor): Guru memfasilitasi diskusi dan
memberikan masukan terhadap rencana setiap kelompok. Sebagian besar waktu sesi ini
digunakan murid untuk mulai mengerjakan proyek mereka: mencari data, merancang konten,
dan membuat draf produk. Guru berkeliling memonitor kemajuan dan membantu jika ada
kesulitan.
• Merefleksi (20 Menit)
o (Berkesadaran): Di akhir sesi kerja, setiap kelompok diminta merefleksikan proses kerja
mereka: "Apa tantangan terbesar yang dihadapi hari ini? Bagaimana cara kalian
mengatasinya? Apa yang berjalan dengan baik?".
o Refleksi ini membantu murid mengembangkan keterampilan manajemen proyek dan
kolaborasi.
Kegiatan Penutup (20 Menit)
• Setiap kelompok menyampaikan progres dan rencana mereka untuk pertemuan berikutnya.
• (Menggembirakan & Bermakna): Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan semangat
murid untuk berkontribusi. Guru mengingatkan bahwa proyek ini bukan hanya untuk nilai, tetapi
untuk memberikan dampak nyata.
• Pada pertemuan ke-8, kegiatan akan fokus pada finalisasi produk dan presentasi hasil proyek di depan
kelas
16.
IV. ASESMEN
A. ASESMENPADA AWAL PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Kognitif (Pre-test):
o Apa perbedaan antara bertambah tinggi dan menjadi lebih pintar? Manakah yang disebut
pertumbuhan?
o Sebutkan satu contoh hewan yang bentuk anaknya sangat berbeda dengan dewasanya!
o Apa yang dibutuhkan oleh biji agar bisa tumbuh?
2. Asesmen Awal Non-Kognitif (Survei Singkat):
o Pilih topik yang paling menarik bagimu: (a) Perubahan pada tubuh remaja, (b) Kehidupan
unik serangga, (c) Cara menumbuhkan tanaman.
o Bagaimana kamu paling suka belajar? (a) Melihat gambar/video, (b) Berdiskusi dengan
teman, (c) Melakukan percobaan langsung.
o Apa yang kamu harapkan dari pembelajaran bab ini?
B. ASESMEN PADA PROSES PEMBELAJARAN
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau kemajuan murid dan memberikan
umpan balik secara berkala.
1. Pertemuan 1 & 2: Observasi (Pengamatan)
Asesmen ini digunakan untuk mengamati keterampilan kolaborasi dan keaktifan murid selama diskusi dan
pengerjaan LKM 1.1 (Diagram Alir Kehidupan Awal Manusia). Guru menggunakan lembar observasi dengan
rubrik berikut:
Rubrik Penilaian Observasi Diskusi Kelompok
Aspek yang
Dinilai
Skor 4 (Sangat
Berkembang)
Skor 3
(Berkembang)
Skor 2 (Mulai
Berkembang)
Skor 1 (Belum
Berkembang)
Partisipasi
Aktif
Selalu aktif
memberikan
ide/gagasan,
Aktif memberikan
ide/gagasan dan
berkontribusi pada
Berpartisipasi
hanya jika diminta
secara langsung
Cenderung diam
dan tidak
memberikan
17.
menjawab
pertanyaan, dan
berkontribusi pada
diskusitanpa perlu
diminta.
diskusi, terkadang
perlu stimulus dari
guru/teman.
oleh guru atau
teman.
kontribusi sama
sekali selama
diskusi.
Keterampilan
Mendengarkan
Selalu
mendengarkan
pendapat teman
dengan saksama,
tidak memotong
pembicaraan, dan
memberikan
tanggapan yang
relevan.
Mendengarkan
pendapat teman,
namun sesekali
memotong
pembicaraan atau
kurang fokus.
Sering tidak
mendengarkan
pendapat teman
dan kurang fokus
pada jalannya
diskusi.
Tidak
menunjukkan
upaya untuk
mendengarkan
pendapat teman
lain.
Kolaborasi &
Kerjasama
Mampu bekerja
sama dengan semua
anggota, menghargai
pendapat yang
berbeda, dan
membantu teman
yang kesulitan.
Mampu bekerja
sama dalam
kelompok, namun
belum konsisten
dalam menghargai
pendapat yang
berbeda.
Cukup mampu
bekerja sama,
namun lebih sering
bekerja secara
individu di dalam
kelompok.
Tidak
menunjukkan
kemauan untuk
bekerja sama
dengan anggota
kelompok lain.
18.
2. Pertemuan 3& 4: Penilaian Kinerja (Performance Assessment)
Asesmen ini menilai hasil kerja murid pada LKM 1.2 (Analisis Siklus Hidup Hewan atau Desain Proyek
Pengamatan). Kinerja dinilai berdasarkan kualitas analisis atau kelengkapan rancangan yang dibuat.
Rubrik Penilaian Kinerja LKM 1.2
Aspek yang
Dinilai
Skor 4 (Sangat
Baik)
Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Ketepatan
Konsep
(Analisis)
Mampu
membandingkan
siklus hidup hewan
dengan sangat tepat,
menggunakan istilah
ilmiah yang benar
(misal:
metamorfosis
sempurna/tidak).
Mampu
membandingkan
siklus hidup hewan
dengan cukup tepat,
namun ada sedikit
kesalahan dalam
penggunaan istilah.
Kurang mampu
membandingkan
siklus hidup secara
detail dan terdapat
beberapa
kesalahan konsep.
Tidak menunjukkan
pemahaman konsep
metamorfosis dan
siklus hidup hewan.
Kelengkapan
(Desain
Proyek)
Rancangan proyek
sangat lengkap,
mencakup tujuan,
alat & bahan,
langkah kerja yang
jelas, dan jadwal
yang realistis.
Rancangan proyek
cukup lengkap,
namun ada satu
bagian yang kurang
detail (misal:
langkah kerja
kurang jelas).
Rancangan proyek
tidak lengkap, ada
lebih dari satu
bagian yang
terlewatkan atau
tidak jelas.
Rancangan proyek
sangat minim dan
tidak dapat
diimplementasikan.
Keterbacaan
& Kerapian
Hasil kerja disajikan
dengan sangat rapi,
sistematis, dan
mudah dipahami.
Hasil kerja
disajikan dengan
cukup rapi dan
dapat dipahami.
Hasil kerja kurang
rapi dan sulit untuk
dipahami.
Hasil kerja tidak rapi
dan tidak terstruktur
sama sekali.
19.
3. Pertemuan 5& 6: Penilaian Diri (Self-Assessment)
Setelah menyelesaikan persiapan percobaan pada LKM 1.3, murid diminta untuk merefleksikan kontribusi
pribadi mereka dalam kerja kelompok menggunakan lembar penilaian diri berikut.
Lembar Penilaian Diri Kontribusi dalam Kelompok
Nama Murid: ________________________
Kelompok: ________________________
Berilah tanda centang (✔) pada kolom yang paling sesuai dengan apa yang kamu lakukan selama kegiatan
persiapan percobaan.
Pernyataan Selalu Sering Jarang
Tidak
Pernah
1. Saya ikut memberikan ide/usulan untuk rancangan
percobaan kelompok kami.
2. Saya aktif membantu menyiapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan.
3. Saya ikut menuliskan hipotesis dan langkah kerja pada
LKM.
4. Saya mendengarkan dan menghargai usulan dari teman satu
kelompok.
5. Saya bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang
diberikan kepada saya.
Apa yang akan saya lakukan untuk menjadi lebih baik dalam kerja kelompok di kegiatan selanjutnya?
…………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………….
20.
4. Pertemuan 7& 8: Penilaian Antar Teman (Peer-Assessment)
Selama proses pengerjaan proyek kampanye stunting (LKM 1.4), murid saling memberikan umpan balik
mengenai kinerja anggota kelompoknya. Penilaian ini bersifat formatif dan rahasia, tujuannya untuk
membangun kerjasama yang lebih baik.
Lembar Penilaian Antar Teman
Nama Penilai: ________________________
Nama Teman yang Dinilai: ________________________
Berilah skor 1-4 pada setiap aspek sesuai dengan pengamatanmu terhadap kontribusi temanmu dalam proyek
ini.
(Skor: 1 = Sangat Kurang, 2 = Cukup, 3 = Baik, 4 = Sangat Baik)
Aspek yang Dinilai
Skor
(1-4)
Komentar/Saran
(Opsional)
1. Berkontribusi dalam memberikan ide dan gagasan untuk proyek.
2. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang menjadi
bagiannya.
3. Aktif berkomunikasi dan berdiskusi dengan anggota lain.
4. Menunjukkan sikap positif dan mau membantu teman yang lain.
21.
C. ASESMEN PADAAKHIR PEMBELAJARAN
Asesmen sumatif dilaksanakan di akhir bab untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara
keseluruhan. Asesmen ini terdiri dari tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan penilaian proyek
untuk mengukur kemampuan aplikasi, analisis, dan kreativitas.
1. Tes Tertulis
Tes ini dirancang untuk mengukur pemahaman kognitif murid terhadap seluruh materi Bab 1.
• Bentuk Soal: Pilihan Ganda (10 soal), Isian Singkat (5 soal), dan Esai (3 soal).
• Waktu: 60 menit.
• Contoh Soal:
a. Pilihan Ganda (Mengukur Pengetahuan & Pemahaman)
1. Perubahan suara pada remaja laki-laki dan menstruasi pada remaja perempuan merupakan
contoh dari ....
A. Pertumbuhan primer
B. Pertumbuhan sekunder
C. Perkembangan primer
D. Perkembangan sekunder
2. Seekor ulat berubah menjadi kepompong sebelum akhirnya menjadi kupu-kupu. Tahapan
perubahan bentuk ini disebut ....
A. Regenerasi
B. Metamorfosis
C. Fertilisasi
D. Evolusi
b. Isian Singkat (Mengukur Aplikasi Konsep)
1. Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap tumbuh lebih cepat tinggi namun
batangnya lemah dan daunnya pucat. Kondisi ini disebut .... (Jawaban: Etiolasi)
2. Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur namun telurnya menetas di dalam tubuh
induk sehingga seolah-olah melahirkan disebut .... (Jawaban: Ovovivipar)
22.
c. Esai (MengukurAnalisis & Penalaran Kritis)
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara pertumbuhan dan perkembangan! Berikan masing-
masing satu contoh konkret yang terjadi pada dirimu saat ini!
2. Bandingkan tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu dengan metamorfosis tidak
sempurna pada belalang! Buatlah diagram sederhana untuk memperjelas jawabanmu!
3. Seorang anak mengalami stunting. Berdasarkan pengetahuan yang telah kamu pelajari,
analisis 2 (dua) faktor eksternal utama yang kemungkinan besar menjadi penyebab kondisi
tersebut dan jelaskan mengapa!
2. Penilaian Kinerja Proyek (Performance Assessment)
Produk kampanye stunting yang dihasilkan murid (poster, video, dll.) serta presentasinya dinilai
menggunakan rubrik yang lebih terperinci di bawah ini. Penilaian ini berfokus pada kemampuan murid dalam
mengaplikasikan pengetahuan, melakukan riset, berkolaborasi, dan berkomunikasi.
Rubrik Penilaian Proyek Kampanye "Stop Stunting"
Kriteria
Skor 4 (Sangat
Baik)
Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
A. Kualitas
Konten &
Kedalaman
Riset
Konten sangat akurat,
relevan, dan
mencakup semua
aspek wajib (definisi,
bahaya, faktor,
solusi) dengan
penjelasan
mendalam.
Mencantumkan lebih
dari 3 sumber
terpercaya.
Konten akurat dan
mencakup semua
aspek wajib, namun
penjelasannya
kurang mendalam.
Mencantumkan 3
sumber terpercaya.
Konten kurang
akurat dan/atau ada
aspek wajib yang
tidak tercakup.
Mencantumkan
kurang dari 3
sumber.
Konten tidak akurat,
tidak lengkap, dan
tidak mencantumkan
sumber yang jelas.
23.
B. Analisis
dan Solusi
Mampumenganalisis
masalah stunting dari
berbagai faktor
(misal: ekonomi,
sosial) dan
menawarkan solusi
yang sangat relevan,
kreatif, serta dapat
diterapkan.
Mampu
menganalisis
masalah dan
menawarkan solusi
yang relevan,
namun kurang
kreatif atau kurang
spesifik.
Analisis masalah
dangkal dan solusi
yang ditawarkan
bersifat sangat
umum atau sulit
diterapkan.
Tidak mampu
menganalisis
masalah dan tidak
menawarkan solusi
yang jelas.
C.
Kreativitas
& Desain
Visual
Produk kampanye
(poster/video)
memiliki desain yang
sangat menarik,
inovatif,
komunikatif, dan
mampu menarik
perhatian target
audiens.
Desain produk
menarik dan cukup
komunikatif,
namun kurang
inovatif.
Desain produk
sederhana, kurang
menarik, dan
kurang efektif
dalam
menyampaikan
pesan.
Desain produk tidak
menarik dan pesan
yang disampaikan
tidak jelas.
D.
Komunikasi
& Presentasi
Presentasi
disampaikan dengan
sangat percaya diri,
lancar, dan jelas.
Mampu menjawab
pertanyaan dengan
kritis dan
argumentatif.
Presentasi
disampaikan
dengan cukup
percaya diri dan
jelas, namun
terkadang kurang
lancar. Mampu
menjawab
pertanyaan inti.
Presentasi
disampaikan
dengan kurang
percaya diri, tidak
lancar, dan sulit
dipahami.
Kesulitan
menjawab
pertanyaan.
Tidak mampu
mempresentasikan
hasil proyek dengan
baik.
24.
3. Portofolio
Portofolio adalahkumpulan karya murid selama satu bab yang menunjukkan proses dan perkembangan
belajar mereka. Asesmen ini bersifat holistik dan melihat perjalanan belajar murid secara utuh.
Isi Portofolio Bab 1:
1. LKM 1.1: Diagram Alir Kehidupan Awal Manusia.
2. LKM 1.2: Hasil Analisis Siklus Hidup Hewan atau Desain Proyek Pengamatan.
3. LKM 1.3: Laporan hasil percobaan pertumbuhan tanaman, lengkap dengan tabel data pengamatan,
grafik, dan kesimpulan.
4. Produk Final Proyek: Cetakan poster, tautan video, atau dokumentasi lain dari proyek kampanye
stunting.
5. Lembar Refleksi Akhir Bab: Murid menuliskan satu paragraf refleksi yang menjawab pertanyaan:
"Apa hal terpenting yang saya pelajari di bab ini dan bagaimana saya bisa menerapkannya dalam
kehidupan saya?".
Rubrik Penilaian Portofolio
Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Kelengkapan Semua komponen
portofolio (5 item)
terkumpul lengkap
dan tepat waktu.
Salah satu
komponen tidak
terkumpul atau
terlambat.
Lebih dari satu
komponen tidak
terkumpul.
Sebagian besar
komponen tidak
terkumpul.
Kualitas Tugas Semua tugas
dikerjakan dengan
sangat baik,
menunjukkan
pemahaman konsep
yang mendalam dan
usaha yang maksimal.
Sebagian besar
tugas dikerjakan
dengan baik,
menunjukkan
pemahaman
konsep yang baik.
Beberapa tugas
dikerjakan dengan
kurang baik dan
menunjukkan
pemahaman yang
terbatas.
Tugas dikerjakan
seadanya dan
tidak
menunjukkan
pemahaman
konsep.
25.
Perkembangan
Belajar &
Refleksi
Lembar refleksi
menunjukkan
perenunganyang
mendalam, kesadaran
diri, dan kemampuan
mengaitkan materi
dengan kehidupan
nyata.
Lembar refleksi
menunjukkan
pemahaman yang
baik tentang apa
yang dipelajari.
Lembar refleksi
hanya menuliskan
ulang materi tanpa
perenungan
pribadi.
Tidak
menuliskan
lembar refleksi
atau isinya tidak
relevan.
26.
V. PENGAYAAN &REMEDIAL
• Pengayaan: Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran lebih cepat diberi tugas untuk
melakukan riset mendalam tentang peran hormon (auksin, giberelin, testosteron, estrogen) dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan. Mereka dapat membuat infografis atau presentasi singkat.
• Remedial: Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan materi ulang dengan
pendekatan yang berbeda (misal: video animasi yang lebih sederhana, kartu konsep/mind map).
Mereka akan mengerjakan soal-soal setara tes tertulis dengan bimbingan guru
VI. BAHAN BACAAN GURU & MURID
• Bahan Bacaan Utama: Sutia, Cece, dkk. (2022). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (Buku yang
dilampirkan).
• Bahan Bacaan Tambahan:
o Artikel dari situs web kesehatan terpercaya (misal: Alodokter, Halodoc) tentang pubertas dan
stunting.
o Video dokumenter dari National Geographic atau BBC tentang metamorfosis hewan.
o Situs web edukasi sains seperti Rumah Belajar Kemdikbud.
VII. GLOSARIUM
• Embrio: Calon individu baru yang terbentuk dari hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma.
• Fertilisasi: Proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur untuk membentuk zigot.
• Metamorfosis: Perubahan bentuk tubuh yang terjadi pada beberapa jenis hewan dari fase muda
hingga dewasa .
• Ovipar: Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur .
• Vivipar: Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan .
• Ovovivipar: Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan .
27.
• Pertumbuhan Primer:Pertumbuhan yang menyebabkan tanaman bertambah tinggi, terjadi pada
ujung akar dan batang .
• Pertumbuhan Sekunder: Pertumbuhan yang menyebabkan diameter batang tanaman bertambah
besar, terjadi karena aktivitas kambium .
• Pubertas: Masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik dan hormonal untuk mencapai
kematangan seksual .
• Stunting: Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam
waktu lama
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Sutia, Cece, dkk. 2022. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
28.
IX. LAMPIRAN
a. MateriAjar (Menggunakan Buku Ajar Lampiran Terpisah)
b. Lembar Kerja Murid
Lampiran 1: Lembar Kerja Murid 1.1 (Pertemuan 1-2)
Judul Kegiatan: Diagram Alir Kehidupan Awal Manusia (Aktivitas 1.1)
Tujuan: Murid mampu mengurutkan dan menjelaskan tahapan perkembangan manusia dari fertilisasi
hingga menjadi janin.
Langkah Kerja:
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
2. Bacalah materi tentang siklus hidup manusia di buku ajar halaman 3-4 .
3. Carilah informasi tambahan dari sumber lain (internet, buku) mengenai perkembangan janin
dari minggu ke minggu.
4. Buatlah sebuah poster diagram alir (flowchart) yang menggambarkan proses dari fertilisasi,
zigot, morula, blastula, embrio, hingga menjadi janin yang siap lahir.
5. Berikan keterangan singkat untuk setiap tahapan pada diagram alir kalian.
6. Sajikan karya kalian dalam bentuk: (pilih salah satu)
o Poster manual di kertas karton.
o Poster digital menggunakan aplikasi Canva.
7. Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil kerja kelompokmu!
29.
Lampiran 2: LembarKerja Murid 1.3 (Pertemuan 5-6)
Judul Kegiatan: Menguji Faktor Luar (Aktivitas 1.5)
Tujuan: Murid mampu merancang dan melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan pengaruh
faktor eksternal terhadap pertumbuhan tanaman.
Langkah Kerja:
1. Diskusikan dalam kelompok, faktor eksternal apa yang ingin kalian selidiki pengaruhnya
terhadap pertumbuhan kacang hijau? (Contoh: intensitas cahaya, jumlah air, jenis media
tanam).
2. Tuliskan Pertanyaan Penelitian: Contoh: "Apakah perbedaan intensitas cahaya matahari
mempengaruhi tinggi tanaman kacang hijau?"
3. Tuliskan Hipotesis (Dugaan): Contoh: "Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat
terang akan tumbuh lebih pendek tetapi lebih subur dibandingkan di tempat gelap".
4. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan (polybag/gelas plastik, tanah, biji kacang hijau, air,
dll.).
5. Lakukan penanaman sesuai rancangan percobaan kalian. Pastikan ada variabel kontrol
(tanaman dengan perlakuan normal).
6. Amati dan ukur tinggi tanaman setiap 2 hari sekali selama 10 hari. Catat datanya pada tabel di
bawah ini.
7. Tabel Pengamatan:
Hari ke- Perlakuan 1 (Contoh: Tempat Gelap) Perlakuan 2 (Contoh: Tempat Terang) Kontrol
2
4
6
8
10
Setelah 10 hari, buatlah grafik garis dari data yang kalian peroleh dan tarik kesimpulan dari percobaan
tersebut.
30.
Lampiran 3: LembarKerja Murid 1.3 (Pertemuan 5-6)
Judul Kegiatan: Investigasi Faktor Eksternal pada Pertumbuhan Tumbuhan (Aktivitas 1.5)
Tujuan: Murid mampu merancang, melaksanakan, dan menyimpulkan hasil percobaan sederhana untuk
membuktikan pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tanaman.
Petunjuk: Ikuti langkah-langkah metode ilmiah di bawah ini untuk melakukan investigasimu!
Bagian 1: Perancangan Percobaan
1. Pertanyaan Penelitian:
Diskusikan dalam kelompok, faktor eksternal apa yang menarik untuk kalian selidiki? (Contoh:
pengaruh intensitas cahaya, jumlah air, jenis media tanam, atau pemberian pupuk).
Tuliskan pertanyaan penelitian kelompokmu dalam format: "Bagaimana pengaruh [Faktor yang Diteliti]
terhadap [Apa yang Diukur] pada tanaman kacang hijau?"
Contoh: "Bagaimana pengaruh perbedaan intensitas cahaya terhadap tinggi batang tanaman kacang
hijau?"
Pertanyaan Penelitian Kelompok Kami:
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
2. Hipotesis (Dugaan Awal):
Berdasarkan pengetahuan awal kalian, tuliskan dugaan atau prediksi hasil percobaan!
Tuliskan hipotesis dalam format: "Jika [Perlakuan Diberikan], maka [Hasil yang Diharapkan], karena
[Alasan Ilmiah Singkat]."
Contoh: "Jika tanaman diletakkan di tempat gelap, maka pertumbuhannya akan lebih cepat tinggi
namun abnormal (etiolasi), karena hormon auksin bekerja optimal tanpa ada cahaya."
Hipotesis Kelompok Kami:
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
3. Variabel Percobaan:
o Variabel Manipulasi (Apa yang sengaja dibuat berbeda): ____________________
o Variabel Respon (Apa yang akan diukur sebagai hasilnya): ___________________
31.
o Variabel Kontrol(Apa yang harus dijaga tetap sama di semua perlakuan):
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
(Contoh: jenis biji, jumlah biji, ukuran pot, jenis tanah, dll.)
Bagian 2: Pelaksanaan & Pengamatan
1. Alat dan Bahan:
Tuliskan semua alat dan bahan yang kelompokmu butuhkan!
2. Prosedur Kerja:
Tuliskan langkah-langkah kerja kalian secara runtut dan jelas!
3. Tabel Pengamatan:
Gunakan tabel di bawah ini untuk mencatat data pengamatanmu setiap dua hari sekali. Lakukan
pengamatan selama 10 hari. Jangan lupa sertakan foto dokumentasi di setiap pengamatan jika
memungkinkan!
Tabel Data Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau
Hari
ke-
Tanggal
Pengamatan
Perlakuan A (Contoh: Tempat
Gelap)
Perlakuan B (Kontrol -
Tempat Terang)
Tinggi Tanaman (cm): Tinggi Tanaman (cm):
Kondisi Tanaman (Daun,
Batang, Warna):
Kondisi Tanaman (Daun,
Batang, Warna):
0 0 cm (Biji ditanam) 0 cm (Biji ditanam)
2
4
6
8
10
32.
Bagian 3: Analisisdan Kesimpulan
1. Analisis Data:
o Buatlah grafik garis dari data kuantitatif (tinggi tanaman) yang telah kamu kumpulkan.
Gunakan sumbu X untuk hari pengamatan dan sumbu Y untuk tinggi tanaman. Beri
warna garis yang berbeda untuk setiap perlakuan.
o Jelaskan apa yang dapat kamu simpulkan dari bentuk grafik tersebut.
2. Kesimpulan:
o Berdasarkan seluruh data dan analisis, apakah hipotesis awal kelompokmu terbukti
atau tidak terbukti? Jelaskan alasanmu!
o Tuliskan kesimpulan akhir dari percobaan yang telah kalian lakukan. Apa hubungan
antara faktor yang kalian teliti dengan proses pertumbuhan tanaman?