Manfaat bagi peserta
pelatihan
1.Peserta memahami arti penting Kepuasan
Pelanggan dan Keunggulan Kompetitif
2. Peserta memahami Pelayanan Berkualitas/Prima
3. Peserta memahami Kepuasan Pelanggan di
bidang Jasa.
4. Peserta mampu mengukur Kepuasan Pelanggan.
5. Peserta memahami cara penjualan ke Klien
Korporat (Business to business selling).
6. Peserta mampu membangun CRM (Customer
Relation Management)
15.
Materi yang akandibahas :
#1 Arti Kepuasan Pelanggan dan Keunggulan
Kompetitif.
#2 Pelayanan Berkualitas – Pelayanan Prima
#3 Kepuasan Pelanggan di bidang Jasa
#4 Mengukur Kepuasan Pelanggan
#5 B2B : Business to business Selling
#6 CRM : Customer Relation Management.
17
Siapakah pelanggan kita?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, jawablah pertanyaan bantuan berikut :
Untuk siapa anda bekerja ?
Dalam bekerja, anda berhubungan dengan siapa atau bagian apa saja ?
Siapakah yang menerima/menikmati hasil produk atau jasa anda ?
MENYAMAKAN ‘FREKUENSI’ (2)
18.
SIAPA PELANGGAN SAYA?
•Pelanggan (customer) adalah …
Seseorang (siapa saja) yang membutuhkan layanan kita
1. Pelanggan Didalam Perusahaan (INTERNAL)
REKAN KERJA yang membutuhkan layanan kita
2. Pelanggan Diluar Perusahaan (EKSTERNAL)
PENGGUNA, PEMBELI, PERORANGAN, PERUSAHAAN yang
membutuhkan layanan kita
19.
PENGERTIAN LAYANAN
Layanan (Service)adalah…
• Memberikan manfaat terbaik kepada
pelanggan dengan
• Memenuhi kebutuhan dan melampaui harapan
•
Layanan (Service) adalah…
• Peduli
• Menolong / membantu
• Sopan
• Sampai Masalah Khusus
19
20.
Mengapa Diperlukan OrganizationCulture ?
KINERJA
TRANSFORMASI
BUDAYA KERJA
TRANSFORMASI
ORGANISASI
LEADER
STRATEGI
SISTEM/ PROSES
STRUKTUR
BELIEFS
NILAI-NILAI
PERILAKU
MISI – VISI - GOALS
EKSEKUSI
CULTURE
TRANSFORMATION
BUSINESS
TRANSFORMATION
21.
MENGAPA TRANSFORMASI GAGAL?
“Heartof Change” by John Kotter
70% transformasi yang pernah dilakukan gagal karena hanya menggunakan
“Kepala (Head)” tanpa “Hati (Heart)”
Pemimpin yang berhasil dalam melakukan tranformasi adalah mereka yang
melibatkan aspek “Hati (Heart)”
22.
MENGAPA BANYAK PEMIMPINGAGAL?
Larry Bossidy & Ram Charan
“Execution The Discipline of Getting Things Done”
“Saya melihat banyak pemimpin terlalu fokus pada High-Level
Strategy, agar kelihatan hebat tapi tidak benar-benar memperhatikan
implementasinya.”
70% dari kegagalan strategi disebabkan oleh
Poor Execution of Leadership
23.
MENGAPA BANYAK PEMIMPINGAGAL?
If we talk about management,
we talk about human behaviour
and human institution
-Peter F. Drucker-
24.
VALUES SYSTEM LEADERSHIP
25%35% 40%*
- Internalization
- Externalization
- Habits/ characters
- Regulations
- HR Policies
- Role model
- Change leaders
- Coach
Culture Transformation
*DAVE ULRICH
25.
PENELITIAN MENGENAI BUDAYAORGANISASI
Research Oleh :
Kotter & Heskett –
“Corporate Culture
and Performance”
Data Research :
Dampak perusahaan yang memiliki
budaya yang kuat :
- Revenue 4x lebih tinggi,
- Kualitas tenaga kerja 7x lebih baik,
- Nilai saham 12x lebih tinggi
- Keuntungan bersih lebih dari 700%
Collins Porras –
“Built to Last”
Dampak perusahaan yang memiliki misi
visi yang jelas, terhadap kinerja
keuangan :
- Market umum naik 15x lebih tinggi
- Meningkat 16x lebih tinggi terhadap
perusahaan sejenis
Jim Ware –
“Investment Leadership”
Dampak perusahaan yang memiliki
budaya yang lemah :
- Penurunan nilai aset sebesar 82%
dalam jangka waktu 3 tahun
- Turn over karyawan hingga 50%”
26.
BISNIS APA
YANG BISAHIDUP
TANPA PELANGGAN ?
EVERYTHING STARTS WITH CUSTOMER.
Segalanya bermula dari Pelanggan.
Louis V. Gerstner, Jr., Chairman & CEO
IBM Corporation
Advanced information technology solutions
1 % Meninggaldunia
3 % Pindah
5 % Dipengaruhi teman
9 % Persaingan ( misal : Harga )
14 % Tidak puas dengan produknya
68 % Sikap acuh dari karyawan perusahaan
PELANGGAN LARI....
30.
PARADIGMA BARU BISNIS
Apapunbisnis kita, apapun produk atau
jasa yang kita jual, bisnis kita adalah
PELAYANAN, titik !
Setiap orang di dalam perusahaan harus
merasa terlibat dalam proses pemuasan
pelanggan, baik secara langsung atau tidak -
bukan hanya sebagai pelaksana dari suatu
fungsi tertentu
Bisnis adalah
Pelayanan
31.
Pelayanan Berkualitas –Pelayanan Prima
•Diupayakan oleh penyedia produk dan/atau
jasa
•Karyawan – Manajemen - Pelanggan
2
Layanan
Prima
• Diupayakan olehpenyedia produk dan/atau
jasa
• Karyawan – Manajemen - Pelanggan
Customer
Satisfacti
on
• Pelanggan yang puas dengan pelayanan yang
diberikan
• Sesuai dengan harapan pelanggan
Loyal
Customer
• Pelanggan yang setia dan tidak pindah ke
lainnya
• Master data pelanggan.
34.
Apa itu “Layanan Prima (Service Excellence)” ?
Adalah suatu proses peningkatan untuk
melayani pelanggan dengan kualitas
yang prima dari suatu organisasi,
sehingga dapat memberikan kepuasan
kepada pelanggannya.
Melalui sumber daya manusia, sarana
dan prasarana serta sistem operasi yang
tepat, cepat, murah dan baik sesuai
dengan standar yang dibutuhkan.
35.
Tidak Puas SangatPuas
Tingkat Kepuasan
Tingkat
Loyalitas
Mengapa Service Excellence “Penting”
Kepuasan Loyalitas
Manfaat dari “ServiceExcellence” ?
Bagi Pelanggan :
• Kebutuhan dan keinginan pelanggan terpenuhi
• Merasa dihargai dengan mendapat pelayanan yang baik
• Merasa dipercaya
Bagi Karyawan
• Ada kepuasan pribadi
• Merasa berguna dan bermanfaat
• Lebih percaya diri dan menjadi profesional
• Ketenangan bekerja
Bagi Perusahaan
• Meningkatkan citra perusahaan (Corporate/Brand Image)
• Kelangsungan usaha yang terjamin
• Mendorong perusahaan berkembang
38.
Penilaian kualitas pelayananjasa
1. Keunggulan penjualan jasa suatu perusahaan dibanding
dengan pesaingnya adalah dengan memberikan pelayanan
yang berkualitas dan bermutu, yang memenuhi tingkat
kepentingan pelanggan.
2. Tingkat kepentingan pelanggan akan jasa yang yang
diterima dibentuk atas pengalaman, standar dan kebutuhan
mereka.
3. Pelanggan memilih penyedia jasa berdasarkan tingkat
kepentingan, dan
4. Pelanggan setelah menikmati jasa tersebut cenderung akan
membandingkan dengan yang mereka harapkan dan
bandingkan dengan penyedia jasa lainnya.
5. Jika jasa yang diterima berada dibawah harapan maka
39.
Penilaian kualitas pelayananjasa
6. Tingkat kualitas pelayanan tidak dapat dinilai dari
sudut pandang pemberi jasa, tetapi harus dari sudut
pelanggan.
7. Perumusan strategi dan program pelayanan harus
berorientasi pada kepentingan pelanggan dengan
memperhatikan komponen kualitas pelayanan.
8. Dimensi Kualitas Pelayanan :
• Reliability (Kehandalan)
• Responsiveness (Cepat Tanggap)
• Assurance (Jaminan)
• Emphaty (Empati)
• Tangible (Kasat Mata)
40.
DIMENSI KUALITAS
• Tangibles: (kasat mata) untuk mengukur penampilan
fisik, peralatan, karyawan serta sarana lainnya.
• Reliability : (kehandalan) untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memberikan jasa
yang tepat dan dapat dihandalkan.
• Responsiveness : (cepat tanggap) untuk membantu
dan memberikan respon kepada pelanggan dengan
cepat dan tepat.
• Assurance: (jaminan) untuk mengukur kemampuan
dan kesopanan karyawan serta sifat dipercaya yang
dimiliki oleh karyawan
• Empathy : (empati) untuk mengukur pemahaman
karyawan terhadap kebutuhan pelanggan serta perhatian
yang diberikan oleh karyawan
41.
DIMENSI KUALITAS layananSatpam
• Tangibles : tampilan fisik anggota, peralatan dan
perlengkapan.
• Reliability : mempunyai kompetensi dan kemampuan
yang diandalkan untuk dapat melaksanakan tugas
dengan benar.
• Responsiveness : cepat tanggap, keinginan untuk
membantu dan memberikan respon yang cepat
• Assurance: jaminan yang diberikan kepada lingkungan
untuk menciptakan rasa aman dan nyaman
• Empathy : perhatian dan pelayanan yang tulus melalui
senyum, sapa dan salam kepada para pelanggan
42.
Kepuasan Pelanggan dibidang Jasa
Pelanggan yang puas dengan pelayanan yang diberikan
Sesuai dengan harapan pelanggan
3
43.
dasar-dasar SERVICE
Dissatisfied customershave far more friends than satisfied ones
Proses terbentuknya persepsi
Experience
Knowledge
Mood
Education
Lingkungan
Pesan-Kesan
PERSEPSI
•Perilaku
•Sikap
•Kepribadian
Manusia
Kepuasan Pelanggan....
KEPUASAN :Harapan VS Kenyataan yang di PERSEPSI
KEBUTUHAN
KEMAUAN
HARAPAN
JANJI
?
Layanan atau Produk
yang diterima
KENYATAAN
HASIL
< berkesan = DELIGHTED
= puas = SATISFIED
> tidak puas
47.
47
1. Service /product below expectation
Pelayanan / produk yg diterima tidak sesuai
harapan pelanggan
2. Feels cheated
Pelanggan merasa di bohongi
3. Not treated with proper respect
Tidak dilayani dengan baik
Mengapa pelanggan mengeluh ?
WHY?
48.
PELANGGAN YANG....
PUAS -Kembali membeli
produk kita
- Terbina hubungan
baik
Pelanggan yang PUAS akan
berbicara kepada TIGA orang lain
yang mungkin akan membeli
produk yang sama
TIDAK
PUAS
- Merasa kecewa
- Beralih ke tempat lain
- Menjelek-jelekkan
produk dan perusahaan
Akan berbicara kepada SEBELAS
orang lain yang pasti tidak akan
membeli produk yang sama
49.
B asic
E xpected
Desire
U nanticipate
Hierarchy of Customer Value
By Karl Albrecht
Dasar-dasar SERVICE
In a free market economy, never forget that the customer has a choice
W ajib
H arapan
K einginan
T ak terduga
50.
• Ingin diperlakukansebagai manusia
• Tersentuh bila diperlakukan sebagai individu
• Menyukai produk yang bisa berfungsi
dengan baik
• Menyukai hal yang mudah
dan sederhana
• Mendambakan pengalaman
tanpa birokrasi
HARAPAN DASAR PELANGGAN
(Customer’s generic preference)
51.
Pemasaran JASA
PemasaranJASA tidak sama dengan PRODUK
Jasa bersifat in-tangible dan im-material, karena
produknya tidak kasat mata dan tidak bisa diraba
Produk JASA dilakukan oleh karyawan saat
bertemu dengan pelanggan sehingga
pengawasan kualitasnya lebih sulit dibanding
pengawasan produk fisik.
Interaksi antara pelanggan dengan karyawan
adalah ‘moment oh truth’ dalam mewujudkan
jasa yang berkualitas.
52.
Manajemen Kualitas Pelayanan
JASA
Merumuskan strategi pelayanan
Mengkomunikasikan kualitas kepada
pelanggan
Menetapkan standar kualitas secara jelas.
Menerapkan sistem pelayanan yang efektif
Karyawan yang berorientasi kepada
kualitas pelayanan.
Survei tentang kepuasan dan kebutuhan
pelanggan.
Mengukur Kualitas Jasa
KualitasJASA dipengaruhi oleh Jasa yang
dirasakan (perceived service) dan Jasa yang
diharapkan (expected service).
KEBUTUHAN
KEMAUAN
HARAPAN
JANJI
?
Layanan atau Produk
yang diterima
KENYATAAN
HASIL
< berkesan = DELIGHTED
= puas = SATISFIED
> tidak puas
55.
Customer perceived quality
5-GAP
Kesenjangan tingkat kepentingan pelanggan dan
persepsi manajemen.
Kesenjangan antara persepsi manajemen terhadap
kepentingan pelanggan dan spesifikasi kualitas jasa.
Kesenjangan antara spesifikasi jasa dan
penyampaian Jasa
Kesenjangan antara penyampaian komunikasi
eksternal (iklan/janji).
Kesenjangan antara Jasa yang dirasakan dengan Jasa
yang diharapkan.
56.
Pengukuran Kepuasan
Pelanggan
Pengukurandapat dilakukan secara langsung melalui
pertanyaan kepada pelanggan dengan ungkapan : sangat
puas, puas, cukup puas, kurang puas.
Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar
mereka mengharapkan atribut tertentu dan seberapa
besar mereka merasakan.
Responden diminta menuliskan masalah-masalah yang
mereka hadapi dan dimintakan perbaikan-perbaikan yang
mereka sarankan.
Responden diminta untuk meranking elemen atau atribut
berdasarkan derajat kepentingannya dan seberapa baik
kinerja nya.
57.
Suara Pelanggan adalahASET
Jadi Suara Pelanggan merupakan ASET berharga
perusahaan sekaligus kesempatan untuk :
• mengidentifikasi kelemahan
• membenahi banyak hal
• menyelamatkan seorang pelanggan
• membangun loyalitas
58.
LISTEN = HEAR+ UNDERSTAND
Listen = Mendengar dan memahami
We are given 2 ears and 1 mouth
So that we listen more than talk
LISTEN NOT HEAR !
59.
PRINSIP TUNTAS
T :Tenangkan diri, jangan terpancing emosi
U : Upayakan ber-EMPATIK
N : Nyatakan Pengertian, mohon maaf tidak bela diri
T : Telusuri permasalahan, cari fakta dibalik amarah
A : Ajukan solusi, berikan tindakan tepat
S : Selesaikan dengan positif; ramah dan win-win
Dalam menyelesaikan permasalahan pelanggan gunakan prinsip TUNTAS
PRINSIP TUNTAS
T : Tenangkan diri, jangan terpancing emosi
U : Upayakan ber-EMPATIK
N : Nyatakan Pengertian, mohon maaf tidak bela diri
T : Telusuri permasalahan, cari fakta dibalik amarah
A : Ajukan solusi, berikan tindakan tepat
S : Selesaikan dengan positif; ramah dan win-win
PRINSIP TUNTAS
60.
Sukses Penyedia JASA
Janji perusahaan mengenai jasa yang akan
disampaikan kepada pelanggan. (Eksternal
Marketing).
Kemampuan perusahaan untuk membuat
karyawan mampu memenuhi janji tersebut
(Internal Marketing)
Kemampuan karyawan untuk
menyampaikan janji tersebut kepada
pelanggan (Interactive Marketing).
61.
B2B : Businessto business Selling.
Sukses melakukan penjualan ke Klien Korporat
5
62.
Lebih susah mana:
berjualanmobil atau jarum?
Kenapa?
Karena dalam menjual jarum jahit:
1 – Anda harus presentasi ke bagian produksi tentang kualitas jarum Anda
2 – Bisa jadi Anda perlu menyediakan jarum dengan spesifikasi khusus
sesuai permintaan
3 – Anda perlu negosiasi harga dengan bagian keuangan
4 – Anda harus membangun hubungan dengan pemilik perusahaan
Menjual mobil ke seorang karyawan swasta akan lebih mudah
dibandingkan
menjual jarum ke sebuah perusahaan pembuat mesin jahit.
63.
Berjualan mobil ke
karyawandisebut
Business-to-
Consumer (B2C)
Selling
Berjualan jarum ke
perusahaan pembuat
mesin jahit disebut
Business-to-Business
(B2B) Selling
Dalam proses penjualan
Business to Business (B2B),
seorang salesperson harus
menghadapi beragam pihak
dengan berbagai
kepentingan.
64.
Apakah proses penjualan(sales) BUJP termasuk
Business-to-Consumer (B2C) Selling
Atau
Business-to-Business (B2B) Selling
?
65.
Berjualan ke
Korporat
(B2B Selling)
Berjualanke Individu
(B2C Selling)
Ada produk/jasa standar
tapi bisa disesuaikan
dengan kebutuhan klien
Bentuk Produk
atau Jasa
Produk/jasa standar,
tidak menawarkan
banyak penyesuaian
Salesperson harus
didukung dengan bagian
tim internal (bagian
produk, teknis, customer
service, dsb.)
Pihak Penjual
yang terlibat
Sebagian besar ditangani
sendirian oleh
salesperson
Lebih banyak, biasanya
ada tim yang terlibat
Pihak pembeli
yang terlibat
Lebih sedikit, biasanya
hanya satu atau dua
orang
Kolektif, Anda harus
meyakinkan banyak
orang dengan peran
yang beragam
Keputusan
pembelian
Individual, Anda cukup
meyakinkan satu atau
dua orang saja
Bersifat jangka panjang Hubungan
penjual dan
pembeli
Bersifat jangka pendek
Memberikan
rekomendasi sekaligus
Ukuran
loyalitas dari
Memberikan
rekomendasi kepada
Mari kita lihat perbedaannya
CRM : CustomerRelation Management.
Membangun hubungan dengan pelanggan
6
70.
Customer Relationship
Membangun hubungandengan pelanggan
Apa itu membangun suasana positif ?
Segala perkataan, tingkah laku serta penampilan,
yang kita tunjukkan kepada lingkungan terutama kepada pelanggan,
sehingga menciptakan suasana yang gembira,menyenangkan dan
berkesan
Membangun hubungan win-win solution ?
Hubungan saling menguntungkan kedua pihak
Intimacy ?
Menjalin relasi lebih ‘dalam’ untuk saling membantu dalam tugas.
71.
Diagram 4-R ofMarketing
Membangun customer
relationship
Dapat meciptakan customer
retention
Menghasilkan customer referrals
Mudah menyelesaikan customer
recovery
72.
Customer Relationships
Hubunganakan terjadi ketika pelanggan
berhubungan dengan perusahaan dalam
periode waktu tertentu dan akan menciptakan
kedekatan perusahaan dengan pelanggan.
Untuk membangun hubungan itu sangat
diperlukan kejujuran, komitmen,
komunikasi dan saling pengertian.
Akan lebih baik jika perusahaan mempunyai
dukungan Data-based pelanggan yang
lengkap : Customer Master Data
73.
Customer Retention
Retensipelanggan : mempertahankan
pelanggan yang sudah ada jauh lebih
murah dibandingkan dengan mencari
pelanggan baru.
Retensi pelanggan dapat tercipta dengan
cara memberikan pelayanan yang lebih
besar dibandingkan dengan kebutuhan
pelanggan.
74.
Customer Referrals
Referralyang merupakan pengaruh dari
promosi dari mulut-ke-mulut akan terjadi
jika pelanggan puas.
Hanya pelanggan yang puas akan dengan
senang hati menyampaikan dan memberi
referensi kepada orang lain.
Pelanggan yang puas akan datang lagi dan
bahkan akan membawa temannya.
75.
Customer Recovery.
Tidakselamanya kegiatan bisnis berjalan dengan baik,
terkadang terjadi kesalahan atau masalah; oleh karena
itu setiap kesalahan atau masalah harus dijadikan
peluang untuk lebih baik.
Mengubah kesalahan atau cepat menyelesaikan masalah
dapat meningkatkan komitmen kepada pelanggan
sehingga akhirnya dapat meningkatkan loyalitas.
Penanganan keluhan yang tidak memuaskan justru bisa
merusak hubungan dan kepercayaan pelanggan.
Pemulihan akibat pelayanan kepada pelanggan yang
tidak baik merupakan momentum penting dalam
mengelelola hubungan pelanggan.