Sejarah Peradaban Islam
Masa Umayyah Timur: Kebijakan, Orientasi Politik, dan
kedudukan Amirul MUKMININ
Anisah Khoiriyah – Liya Nurhasanah – Yumna Zahro
Kuraini
Para sejarawan membagi Dinasti
Umayyah menjadi dua. Pertama, dinasti yang
dirintis oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang
berpusat di Damaskus (Suriah). Dan yang
kedua, adalah Dinasti Umayyah yang terletak
di Andalusia (Spanyol) yang pada awalnya
merupakan wilayah taklukan Umayyah di bawa
pimpinan seorang gubernur pada masa
khalifah Walid bin Malik. Kemudian menjadi
Kerajaan yang terpisah dari kekuasaan Dinasti
‘Abbasiyyah setelah berhasil menaklukan
Dinasti Umayyah di Damaskus.
Wilayah Daulah Bani Umayyah
Daulah Bani Umayyah
Suku atau klan Umayyah mengambil nama dari cabang
keturunan Umayyah bin Abdi Syam bin Abdi Manaf. Ia merupakan
tokoh terkemuka kaum Quraisy saat hadirnya agama Islam. Mu’awiyah
bin Abu Sufyan merupakan pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti
Umayyah. Sebagian sejarawan menorehkan catatan hitam dan
pandangan negative sebab keberhasilan memperoleh legalitas
kekuasaan dilakukan secara tidak benar melalui perang saudara di
Shiffin.
Terlepas dari catatan buruk itu, dalam diri Mu’awiyah bin Abu
Sufyan terkumpul sifat-sifat seorang penguasa, politikus, dan
administrator. Keberhasilan Mu’awiyah dalam mendirikan Dinasti
Umayyah bukan hanya kemenangan diplomasi dalam peran Shiffin dan
peristiwa Tahkim, melainkan sejak semula Muawiyah memiliki “basis
rasional” yang solid sebagai landasan pembangunan masa depan. Ia
juga mendapat dukungan yang kuat dari Suriah dan keluarga Bani
Umayyah.
Singkat Cerita
Meninggalnya ‘Utsman bin Affan yang
menyebabkan Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan
keluarganya menjadi oposisi terhadap
pemerintahan khalifah ‘Ali bin Abi Thalib.
Dua perang besar yaitu Perang Jamal dan Perang
Shiffin yang menuntut balas akan kematian
‘Ustman bin ‘Affan akhirnya berujung pada
peristiwa tahkim.
Peristiwa tahkim dilakukan di Daumatul Jandal
antara pihak Mu’awiyyah bin Abu Sufyan yang
diwakili oleh ‘Amr bin ‘Ash dan ‘Ali bin Abi Thalib
yang diwakili oleh Abu Musa Al-Asy’ari.
Peristiwa tahkim dimenangkan oleh pihak
Mu’awiyah bin Abu Suyfan. Kekalahan ‘Ali di
medan perang, terbunuhnya Husain cucu Nabi
Muhammad SAW juga merupakan awal
kemunculan kekuasaan keturunan yang merubah
sistem khilafah.
Berdirinya Daulah Umayyah
Mu‘awiyah mengubah sistem
pemerintahan dari demokrasi
mufakat ke pemerintahan
monarchy heredetis (kerajaan
turun temurun).
Tanggal 25 Rabi‘ul Awwal 41 H/
661 M merupakan awal tahun
berdirinya Dinasti Umayyah.
Masa kekuasaan Dinasti
Umayyah kurang lebih selama
91 tahun dengan estafet
kepemimpinan dua keluarga,
yaitu Bani Abu Sufyan dan
Marwan dengan jumlah
khalifah 14 orang.
Transisi Sistem Pemerintahan al-Khulafa ar-Rasyidun ke Dinasti Bani
Umayyah
Transisi dalam konteks regenerasi politik berarti
semua anggota masyarakat yang sudah dewasa mendapat
kesempatan untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan
negara. Di sisi lain, transisi dalam konteks sosial berarti juga
proses yang mengarah pada berbagai bentuk perubahan
masyarakat. Bentuk perubahan tersebut terjadi dari nilai lama
ke nilai yang baru.
Pada masa transisi tidak tidak dapat dipastikan
apakah masa sesudah transisi selalu menjadi lebih baik dari
masa sebelumnya. Keadaan yang terjadi setelah masa transisi
adalah suatu ketidakpastian.Transisi politik bisa menghasilkan
sebuah pencerahan bagi sistem baru dan berakhirnya sistem
lama. Artinya, masa transisi adalah masa yang sulit diprediksi.
Pada masa transisi kondisi politik suatu negara dalam
keadaan yang tidak stabil, sehingga segala kemungkinan bisa
Tirol Salzburg Styria
Carinthia
Tirol Salzburg Styria
Carinthia
Struktur Kekhalifahan Turun
Temurun Daulah Umayyah
Umat Islam pada masa itu sedang
bersentuhan dengan Imperium Romawi
dan Persia. Karenanya, Mu‘awiyah
bermaksud meniru cara suksesi
kepemimpinan khas dua peradaban ini,
yaitu monarki (kerajaan). Ia melanggar
perjanjian dengan Hasan bin Ali bahwa
pergantian pemimpin akan diserahkan
kepada umat Islam. Namun, akhirnya
Mu‘awiyah melanggar janji tersebut
dengan menunjuk putranya Yazid bin
Mu‘awiyah sebagai khalifah penggantinya.
Sistem inilah yang kemudian diikuti oleh
khalifah setelahnya secara turun temurun.
Kebijakan dan Orientasi Politik Masa Daulah Bani Umayyah di Timur
Mu’awiyah bin Abu Sufyan sebagai pendiri Daulah
Bani Umayyah memerintah kurang lebih selama 19 tahun.
Banyak kebijakan baru dalam politik, pemerintahan, dan lain-
lain. Kebijakannya antara lain:
1. Pemisahan Kekuasaan -
2. Pembagian Wilayah -
3. Pembagian Bidang Administrasi Pemerintahan
4. Politik Arabisasi -
Tirol Salzburg Styria
Carinthia
a. Kekuasaan agama (spiritual
power)
b. Kekuasaan politik (temporal
power)
(1) Syiria dan Palestina (2) Kufah dan
Irak (3) Basrah (4) Armenia (5) Hijaz (6)
Karman
(7) Mesir (8) Afrika (9) Yaman (10)
Andalusia
a. Bahasa wajib pemerintahan:
Bahasa Arab
b. Percetakan mata uang dinar dan
dirham hasil karya orang Arab
Pembagian Bidang Administrasi Pemerintahan
Dewan Rasail
Sekretaris Jendral
yang mengurus
surat yang
ditujukan pada
para gubernur
Dewan al-Kharraj
Pengurus Pajak Tanah
di daerah yang
dikuasai Daulah Bani
Umayyah
Dewan al-
Khattam
Departemen Pencatatan
untuk membendung
banyaknya usaha
pemalsuan tanda
tangan khalifah.
Diwan al-Barid
Intelijen negara yang
berfungsi
menyampaikan berita
rahasia daerah ke
pemerintah pusat
Kebijakan Arabisasi
Arabisasi artinya usaha-usaha pengaraban oleh Bani Umayyah di wilayah-wilayah
yang dikuasai oleh Islam. Arabisasi yang terkenal pada masa ini adalah pada masa ‘Abd Al-
Malik dan Al-Walid, yang dinilai oleh sebagian sejarawan adalah masa dimana Dinasti
Umayah mencapai puncak kejayaannya. Salah satu bentuk arabisasi adalah ketika Abdul
Malik mewajibkan bahasa pemerintahan yang dipakai dalam wilayah kekuasaannya adalah
bahasa Arab. Maka otomatis bahasa dalam Administrasi Publik pun diubah menjadi bahasa
Arab. Dilain bidang, Abdul Malik mulai mencetak dinar emas dan dirham perak yang murni
hasil karya orang Arab.
Kedudukan Amirul Mukminin
• Pada masa Dinasti Bani Umayyah, Amirul Mu’minin bertugas hanya sebagai khalifah
dalam bidang temporar (politik), sedangkan urusan keagamaan diserahkan kepada para
ulama. Hal ini berbeda dengan Amirul Mu’minin pada masa Khulafa Rasyidin yang mana
khalifah disamping kepala politik juga kepala agama. Beberapa perbedaan corak
kepemimpinan Khulafa Rasyidin dengan Daulah Bani Umayyah adalah:
• Pada masa Khulafa Rasyidin pemerintah dijalankan secara demokratis, sedangkan pada
masa Daulah Bani Umayyah berganti menuju sistem monarki absolut
• Pada masa Khulafa Rasyidin, khalifah menganggap diri mereka sebagai pelayan
masyarakat, sedangkan pada masa Daulah Bani Umayyah khalifah menganggap diri
mereka sebagai penguasa
• Pada masa Khulafa Rasyidin tidak ada satu suku yang bertahan dalam kekuasaan terus
menerus, sedangkan pada masa Daulah Bani Umayyah hanya suku tertentu (yaitu Bani
Umayyah) yang mendominasi percaturan politik dan masa kekhalifahan
Prestasi Daulah Bani Umayyah
• Perluasan wilayah kekuasaan Islam (futuhat Islamiyah) yang
membentang mulai dari Asia kecil, Afrika Utara, hingga ke Barat
mendekati Andalusia.
• Penemuan kertas dan Kompas yang amat berharga bagi umat
manusia
• Membangun masjid untuk kesejahteraan rakyat sekitar masjid.
Selain itu pada masa ini gencar pembangunan istana megah tempat
tinggal khalifah lengkap beserta taman yang indah untuk rekreasi
• Dalam bidang sosial, khalifah Bani Umayyah banyak membangun
panti-panti asuhan, panti jompo, panti fakir miskin, panti yang
menampung orang buta dan musafir, serta mendanai para penghafal
Al-Qur'an
• Salah satu puncak peradaban bidang intelektual adalah pembukuan
hadits yang diinisiasi oleh khalifah Umar bin 'Abdul Aziz
Kemunduran dan Keruntuhan Daulah Bani
Umayyah
• Faktor kemunduran dan runtuhnya Daulah Bani Umayyah
disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang menjadikan
turbulensi dan krisis multidimensi. Beberapa penyebab kemunduran
dan runtuhnya Daulah Bani Umayyah adalah:
• Sistem monarki yang membuat rakyat tidak puas terhadap kinerja
pemerintah
• Pergolakan politik dengan golongan Khawarij dan Syi'ah yang
memicu banyak huru-hara dan pertentangan internal maupun
eksternal
• Perubahan kebijakan penggunaan Baitul Mal yang sedikit banyak
diberikan kepada sanak famili khalifah Daulah Bani Umayyah
• Sikap khalifah yang cenderung hedon, suka berfoya-foya, dan kurang
memperhatikan kepentingan rakyat
• Peminggiran dan marginalisasi agamawan ('ulama)
• Wilayah kekuasaan yang luas menyulitkan pemerintah untuk
melakukan pengamanan
• Khalifah Daulah Bani Umayyah selalu menggencet dan menekan
ANY QUESTION?

PPT UMAYYAH TIMUR [Autosaved] [Autosaved].pptx

  • 1.
    Sejarah Peradaban Islam MasaUmayyah Timur: Kebijakan, Orientasi Politik, dan kedudukan Amirul MUKMININ Anisah Khoiriyah – Liya Nurhasanah – Yumna Zahro Kuraini
  • 2.
    Para sejarawan membagiDinasti Umayyah menjadi dua. Pertama, dinasti yang dirintis oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang berpusat di Damaskus (Suriah). Dan yang kedua, adalah Dinasti Umayyah yang terletak di Andalusia (Spanyol) yang pada awalnya merupakan wilayah taklukan Umayyah di bawa pimpinan seorang gubernur pada masa khalifah Walid bin Malik. Kemudian menjadi Kerajaan yang terpisah dari kekuasaan Dinasti ‘Abbasiyyah setelah berhasil menaklukan Dinasti Umayyah di Damaskus. Wilayah Daulah Bani Umayyah
  • 3.
    Daulah Bani Umayyah Sukuatau klan Umayyah mengambil nama dari cabang keturunan Umayyah bin Abdi Syam bin Abdi Manaf. Ia merupakan tokoh terkemuka kaum Quraisy saat hadirnya agama Islam. Mu’awiyah bin Abu Sufyan merupakan pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti Umayyah. Sebagian sejarawan menorehkan catatan hitam dan pandangan negative sebab keberhasilan memperoleh legalitas kekuasaan dilakukan secara tidak benar melalui perang saudara di Shiffin. Terlepas dari catatan buruk itu, dalam diri Mu’awiyah bin Abu Sufyan terkumpul sifat-sifat seorang penguasa, politikus, dan administrator. Keberhasilan Mu’awiyah dalam mendirikan Dinasti Umayyah bukan hanya kemenangan diplomasi dalam peran Shiffin dan peristiwa Tahkim, melainkan sejak semula Muawiyah memiliki “basis rasional” yang solid sebagai landasan pembangunan masa depan. Ia juga mendapat dukungan yang kuat dari Suriah dan keluarga Bani Umayyah.
  • 4.
    Singkat Cerita Meninggalnya ‘Utsmanbin Affan yang menyebabkan Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan keluarganya menjadi oposisi terhadap pemerintahan khalifah ‘Ali bin Abi Thalib. Dua perang besar yaitu Perang Jamal dan Perang Shiffin yang menuntut balas akan kematian ‘Ustman bin ‘Affan akhirnya berujung pada peristiwa tahkim. Peristiwa tahkim dilakukan di Daumatul Jandal antara pihak Mu’awiyyah bin Abu Sufyan yang diwakili oleh ‘Amr bin ‘Ash dan ‘Ali bin Abi Thalib yang diwakili oleh Abu Musa Al-Asy’ari. Peristiwa tahkim dimenangkan oleh pihak Mu’awiyah bin Abu Suyfan. Kekalahan ‘Ali di medan perang, terbunuhnya Husain cucu Nabi Muhammad SAW juga merupakan awal kemunculan kekuasaan keturunan yang merubah sistem khilafah.
  • 5.
    Berdirinya Daulah Umayyah Mu‘awiyahmengubah sistem pemerintahan dari demokrasi mufakat ke pemerintahan monarchy heredetis (kerajaan turun temurun). Tanggal 25 Rabi‘ul Awwal 41 H/ 661 M merupakan awal tahun berdirinya Dinasti Umayyah. Masa kekuasaan Dinasti Umayyah kurang lebih selama 91 tahun dengan estafet kepemimpinan dua keluarga, yaitu Bani Abu Sufyan dan Marwan dengan jumlah khalifah 14 orang.
  • 6.
    Transisi Sistem Pemerintahanal-Khulafa ar-Rasyidun ke Dinasti Bani Umayyah Transisi dalam konteks regenerasi politik berarti semua anggota masyarakat yang sudah dewasa mendapat kesempatan untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan negara. Di sisi lain, transisi dalam konteks sosial berarti juga proses yang mengarah pada berbagai bentuk perubahan masyarakat. Bentuk perubahan tersebut terjadi dari nilai lama ke nilai yang baru. Pada masa transisi tidak tidak dapat dipastikan apakah masa sesudah transisi selalu menjadi lebih baik dari masa sebelumnya. Keadaan yang terjadi setelah masa transisi adalah suatu ketidakpastian.Transisi politik bisa menghasilkan sebuah pencerahan bagi sistem baru dan berakhirnya sistem lama. Artinya, masa transisi adalah masa yang sulit diprediksi. Pada masa transisi kondisi politik suatu negara dalam keadaan yang tidak stabil, sehingga segala kemungkinan bisa Tirol Salzburg Styria Carinthia
  • 7.
    Tirol Salzburg Styria Carinthia StrukturKekhalifahan Turun Temurun Daulah Umayyah Umat Islam pada masa itu sedang bersentuhan dengan Imperium Romawi dan Persia. Karenanya, Mu‘awiyah bermaksud meniru cara suksesi kepemimpinan khas dua peradaban ini, yaitu monarki (kerajaan). Ia melanggar perjanjian dengan Hasan bin Ali bahwa pergantian pemimpin akan diserahkan kepada umat Islam. Namun, akhirnya Mu‘awiyah melanggar janji tersebut dengan menunjuk putranya Yazid bin Mu‘awiyah sebagai khalifah penggantinya. Sistem inilah yang kemudian diikuti oleh khalifah setelahnya secara turun temurun.
  • 8.
    Kebijakan dan OrientasiPolitik Masa Daulah Bani Umayyah di Timur Mu’awiyah bin Abu Sufyan sebagai pendiri Daulah Bani Umayyah memerintah kurang lebih selama 19 tahun. Banyak kebijakan baru dalam politik, pemerintahan, dan lain- lain. Kebijakannya antara lain: 1. Pemisahan Kekuasaan - 2. Pembagian Wilayah - 3. Pembagian Bidang Administrasi Pemerintahan 4. Politik Arabisasi - Tirol Salzburg Styria Carinthia a. Kekuasaan agama (spiritual power) b. Kekuasaan politik (temporal power) (1) Syiria dan Palestina (2) Kufah dan Irak (3) Basrah (4) Armenia (5) Hijaz (6) Karman (7) Mesir (8) Afrika (9) Yaman (10) Andalusia a. Bahasa wajib pemerintahan: Bahasa Arab b. Percetakan mata uang dinar dan dirham hasil karya orang Arab
  • 9.
    Pembagian Bidang AdministrasiPemerintahan Dewan Rasail Sekretaris Jendral yang mengurus surat yang ditujukan pada para gubernur Dewan al-Kharraj Pengurus Pajak Tanah di daerah yang dikuasai Daulah Bani Umayyah Dewan al- Khattam Departemen Pencatatan untuk membendung banyaknya usaha pemalsuan tanda tangan khalifah. Diwan al-Barid Intelijen negara yang berfungsi menyampaikan berita rahasia daerah ke pemerintah pusat
  • 10.
    Kebijakan Arabisasi Arabisasi artinyausaha-usaha pengaraban oleh Bani Umayyah di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Islam. Arabisasi yang terkenal pada masa ini adalah pada masa ‘Abd Al- Malik dan Al-Walid, yang dinilai oleh sebagian sejarawan adalah masa dimana Dinasti Umayah mencapai puncak kejayaannya. Salah satu bentuk arabisasi adalah ketika Abdul Malik mewajibkan bahasa pemerintahan yang dipakai dalam wilayah kekuasaannya adalah bahasa Arab. Maka otomatis bahasa dalam Administrasi Publik pun diubah menjadi bahasa Arab. Dilain bidang, Abdul Malik mulai mencetak dinar emas dan dirham perak yang murni hasil karya orang Arab.
  • 11.
    Kedudukan Amirul Mukminin •Pada masa Dinasti Bani Umayyah, Amirul Mu’minin bertugas hanya sebagai khalifah dalam bidang temporar (politik), sedangkan urusan keagamaan diserahkan kepada para ulama. Hal ini berbeda dengan Amirul Mu’minin pada masa Khulafa Rasyidin yang mana khalifah disamping kepala politik juga kepala agama. Beberapa perbedaan corak kepemimpinan Khulafa Rasyidin dengan Daulah Bani Umayyah adalah: • Pada masa Khulafa Rasyidin pemerintah dijalankan secara demokratis, sedangkan pada masa Daulah Bani Umayyah berganti menuju sistem monarki absolut • Pada masa Khulafa Rasyidin, khalifah menganggap diri mereka sebagai pelayan masyarakat, sedangkan pada masa Daulah Bani Umayyah khalifah menganggap diri mereka sebagai penguasa • Pada masa Khulafa Rasyidin tidak ada satu suku yang bertahan dalam kekuasaan terus menerus, sedangkan pada masa Daulah Bani Umayyah hanya suku tertentu (yaitu Bani Umayyah) yang mendominasi percaturan politik dan masa kekhalifahan
  • 12.
    Prestasi Daulah BaniUmayyah • Perluasan wilayah kekuasaan Islam (futuhat Islamiyah) yang membentang mulai dari Asia kecil, Afrika Utara, hingga ke Barat mendekati Andalusia. • Penemuan kertas dan Kompas yang amat berharga bagi umat manusia • Membangun masjid untuk kesejahteraan rakyat sekitar masjid. Selain itu pada masa ini gencar pembangunan istana megah tempat tinggal khalifah lengkap beserta taman yang indah untuk rekreasi • Dalam bidang sosial, khalifah Bani Umayyah banyak membangun panti-panti asuhan, panti jompo, panti fakir miskin, panti yang menampung orang buta dan musafir, serta mendanai para penghafal Al-Qur'an • Salah satu puncak peradaban bidang intelektual adalah pembukuan hadits yang diinisiasi oleh khalifah Umar bin 'Abdul Aziz
  • 13.
    Kemunduran dan KeruntuhanDaulah Bani Umayyah • Faktor kemunduran dan runtuhnya Daulah Bani Umayyah disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang menjadikan turbulensi dan krisis multidimensi. Beberapa penyebab kemunduran dan runtuhnya Daulah Bani Umayyah adalah: • Sistem monarki yang membuat rakyat tidak puas terhadap kinerja pemerintah • Pergolakan politik dengan golongan Khawarij dan Syi'ah yang memicu banyak huru-hara dan pertentangan internal maupun eksternal • Perubahan kebijakan penggunaan Baitul Mal yang sedikit banyak diberikan kepada sanak famili khalifah Daulah Bani Umayyah • Sikap khalifah yang cenderung hedon, suka berfoya-foya, dan kurang memperhatikan kepentingan rakyat • Peminggiran dan marginalisasi agamawan ('ulama) • Wilayah kekuasaan yang luas menyulitkan pemerintah untuk melakukan pengamanan • Khalifah Daulah Bani Umayyah selalu menggencet dan menekan
  • 14.