MASYARAKAT
MADANI
Oleh :
Ansyah Nur (PSY)
Erni Setyaningsih (PSY)
Wiwik Ardiyanti (ESY)
Zaini (ESY)
Tuti Marlina (ESY)
MATERI
A. Pengertian Masyarakat Madani
B. Sejarah Dan Perkembangan
C. Fungsi Masyarakatmadani
D. Prinsip Masyarakat Madani
E. Karakteristik Masyarakat Madani
F. Pilar Penegak Civil Society
G. Masyarakat Madani Di Indonesia
PENGERTIAN
1. Anwar Ibrahim : masyarakat madani merupakan sistem sosial
yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin
keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan
masyarakat.
2. Han Sung joo : Civil Society merupakan sebuah kerangka
hukum yang melindungi dan menjamin hak –hak dasar
individu, perkumpulan sukarela yang terbebas dari negara,
suatu ruang publik yang mampu mengartikulasikan isu-isu
politik, gerakan warga negara yang mampu mengendalikan
diri dan independen, yang secara bersama-sama mengakui
norma-norma dan budaya yang menjadi identitas dan
solidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat
kelompok inti dalam civil society ini.
3. Zbidniew Rau: Civil Society adalah suatu masyarakat yang
berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana
individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung,bersaing
satu sama lainguna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini.
4. Kim Sunhyuk : civil society adalah suatu satuan yang terdiri
dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun
dirinya dan gerakan dalam masyarakat yang secara relatif
otonom dari negara, yang merupakan satuan-satuan dasar
dari (re) produksi dan masyarakat politik yang mampu
melakukan kegiatan politik dalam suatu ruang publik guna
menyatakan kepedulian mereka dan memajukan kepentingan-
kepentingan mereka menurut prinsip-prinsip pluralisme dan
pengelolaan yang mandiri.
Dengan demikian civil society adalah sebuah
kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara
mandiri di hadapan penguasa dan negara, memiliki
ruang publik (public sphere) dalam mengemukakan
pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang
dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik.
Sejarah dan Perkembangan Civil
Society
 Aristoteles (384-322 SM)
sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah koinonina
politik,yakni sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat
langsung dalam berbagai percaturan ekonomi-politik dan pengambilan
keputusan
 Marccus Tullius Cicero (106-43 SM)
societis civilies, yaitu sebuah komunitas yang mendominasi
komunitas yang lain
 Thomas Phaine (1737-1803)
civil society sebagai kelompok masyarakat yang memiliki posisi
secara diametral dengan negara,bahkan dianggapnya sebagai antitesis
dari negara.
 80-an Eropa Timur dan Tengah
model Gramsci dan Tocquevillelah yang menjadi inspirasi gerakan
pro-demokrasi
Fungsi Masyarakat Madani
 meniadakan ketidakadilan dan kesenjangan dalam
masyarakat
 melindungi kepentingan penduduk yang universal
Prinsip-prinsip Masyarakat Madani
 Persamaan (equality)
Prinsip persamaan ini bisa ditemukan dalam suatu
ide bahwa setiap orang, tanpa memandang jenis
kelamin, nasionalitas, atau status semuanya adalah
makhluk Tuhan. Dalam surat (al-hujurat(49):13) yang
artinya “sesungguhnya orang yang paling mulia disisi
Allah adalah orang yang paling bertaqwa”.
 Kebebasan dan Hak Asasi Manusia
Dasar ajaran kebebasan ini memperoleh
momentum penting dalam sejarah umat manusia,
yang selalu diwarnai oleh tindakan pembelengguan
hak serta kebebasan manusia. Mereka yang menjadi
sasaran ketidakadilan selalu berada pada pihak
kaum yang lemah. Misalkan, Budak oleh tuannya,
rakyat oleh penguasa, yang bodoh oleh yang pandai
dan lain sebagainya.
 Prinsip Musyawarah
Al-quran tidak mentolerir adanya
perbedaan antara yang satu dengan yang
lainya, laki atau wanita atas partisipasi yang
sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Al-quran menegaskan tentang prinsip
syura (musyawarah) untuk mengatur
proses pembuatan keputusan yang
dilakukan masyarakat madani
Karakteristik Civil Society
 Free Publik Sphere
Adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana
dalam mengemukakan pendapat
 Demokratis
Dimana dalam menjalani kehidupan, wagra negara
memiliki kebebasan penuh untuk lingkungannya.
 Toleransi
menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati
aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Toleransi ini
memungkinkan akan adanya kesadaran masing-masing
individu untuk menghargai dan menghormati pendapat serta
aktivitas yang dilakukan oleh orang lain yang berbeda
 Pluralisme
Menurut Nurcholis Madjid, konsep ini merupakan prasyarat bagi
tegaknya civil society. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati
kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban (genuine engagement of
diversities within the bonds of civility). Bahkan pluralisme adalah juga
suatu keharusan umat manusia antara lain melalui mekanisme
pengawasan dan pengimbangan (check and balance).
 Keadilan sosial
Keadilan dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan
pembagian yang proposional terhadap hak dan kewajiban setiap warga
negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Hal ini memungkinkan
tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada
satu kelompok masyarakat
Pilar Penegak Civil Society
 Lembaga Swadaya Masyarakat
Adalah institusi sosial yang tugas esensinya adalah membantu dan
memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas
 Pers
Adalah institusi yang penting dalam penegakan civil society karena
memungkinkannya dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari social
control yang dapat menganalisa serta mempublikasikan berbagai
kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan warga negaranya.
 Supremasi Hukum
Setiap wagra negara, baik yang duduk dalam formasi pemerintahan
maupun sebagai rakyat, harus tunduk kepada (aturan) hukum.Hal
tersebut berarti bahwa perjuangkan untuk mewujudkan hak dan
kebebasan antar warga negara dan antara warga negara dengan
pemerintah haruslah dilakukan dengan cara cara yang damai dan sesuai
dengan hukum yang berlaku.
 Perguruan Tinggi
Yakni tempat di mana civitas akademikanya (dosen
dan mahasiswa) merupakan,bagian dari kekuatan sosial
dan civil society yang bergerak pada jalur moral force
untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi
berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah dengan
catatan gerakan yang dilancarkan oleh mahasiswa
tersebut masih pada jalur yang benar dan memposisikan
diri pada rel dan realitas yang betul-betul objektif,
menyuarakan kepentingan masyarakat (publik).
 Partai Politik
Merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat
menyalurkan aspirasi politiknya.
Masyarakat Madani (Civil Society) di
Indonesia
Paradigma dan praktik Masyarakat madani di
Indonesia Sebelum bangsa negara berdiri, masyarakat sipil
telah berkembang pesat yang diwakili oleh kiprah beragam
organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional
dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain berperan
sebagai organisasi perjuangan penegakan HAM dan
pahlawan terhadap kekuasan kolonial, organisasi berbasis
islam seperti Sarekat Islam (SI), Nahdlatul Ulama (NU),
dan Muhammmadiyah, telah menunjukan kiprahnya
sebahgai komponen civil society yang penting dalam
sejarah perkembangan masyarakat ipil di Indonesia
END
THANK YOU

Masyarakat madani

  • 2.
    MASYARAKAT MADANI Oleh : Ansyah Nur(PSY) Erni Setyaningsih (PSY) Wiwik Ardiyanti (ESY) Zaini (ESY) Tuti Marlina (ESY)
  • 3.
    MATERI A. Pengertian MasyarakatMadani B. Sejarah Dan Perkembangan C. Fungsi Masyarakatmadani D. Prinsip Masyarakat Madani E. Karakteristik Masyarakat Madani F. Pilar Penegak Civil Society G. Masyarakat Madani Di Indonesia
  • 4.
    PENGERTIAN 1. Anwar Ibrahim: masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. 2. Han Sung joo : Civil Society merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak –hak dasar individu, perkumpulan sukarela yang terbebas dari negara, suatu ruang publik yang mampu mengartikulasikan isu-isu politik, gerakan warga negara yang mampu mengendalikan diri dan independen, yang secara bersama-sama mengakui norma-norma dan budaya yang menjadi identitas dan solidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalam civil society ini.
  • 5.
    3. Zbidniew Rau:Civil Society adalah suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung,bersaing satu sama lainguna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. 4. Kim Sunhyuk : civil society adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan dalam masyarakat yang secara relatif otonom dari negara, yang merupakan satuan-satuan dasar dari (re) produksi dan masyarakat politik yang mampu melakukan kegiatan politik dalam suatu ruang publik guna menyatakan kepedulian mereka dan memajukan kepentingan- kepentingan mereka menurut prinsip-prinsip pluralisme dan pengelolaan yang mandiri.
  • 6.
    Dengan demikian civilsociety adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri di hadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik (public sphere) dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik.
  • 7.
    Sejarah dan PerkembanganCivil Society  Aristoteles (384-322 SM) sistem kenegaraan dengan menggunakan istilah koinonina politik,yakni sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonomi-politik dan pengambilan keputusan  Marccus Tullius Cicero (106-43 SM) societis civilies, yaitu sebuah komunitas yang mendominasi komunitas yang lain  Thomas Phaine (1737-1803) civil society sebagai kelompok masyarakat yang memiliki posisi secara diametral dengan negara,bahkan dianggapnya sebagai antitesis dari negara.  80-an Eropa Timur dan Tengah model Gramsci dan Tocquevillelah yang menjadi inspirasi gerakan pro-demokrasi
  • 8.
    Fungsi Masyarakat Madani meniadakan ketidakadilan dan kesenjangan dalam masyarakat  melindungi kepentingan penduduk yang universal
  • 9.
    Prinsip-prinsip Masyarakat Madani Persamaan (equality) Prinsip persamaan ini bisa ditemukan dalam suatu ide bahwa setiap orang, tanpa memandang jenis kelamin, nasionalitas, atau status semuanya adalah makhluk Tuhan. Dalam surat (al-hujurat(49):13) yang artinya “sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”.
  • 10.
     Kebebasan danHak Asasi Manusia Dasar ajaran kebebasan ini memperoleh momentum penting dalam sejarah umat manusia, yang selalu diwarnai oleh tindakan pembelengguan hak serta kebebasan manusia. Mereka yang menjadi sasaran ketidakadilan selalu berada pada pihak kaum yang lemah. Misalkan, Budak oleh tuannya, rakyat oleh penguasa, yang bodoh oleh yang pandai dan lain sebagainya.
  • 11.
     Prinsip Musyawarah Al-qurantidak mentolerir adanya perbedaan antara yang satu dengan yang lainya, laki atau wanita atas partisipasi yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Al-quran menegaskan tentang prinsip syura (musyawarah) untuk mengatur proses pembuatan keputusan yang dilakukan masyarakat madani
  • 12.
    Karakteristik Civil Society Free Publik Sphere Adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat  Demokratis Dimana dalam menjalani kehidupan, wagra negara memiliki kebebasan penuh untuk lingkungannya.  Toleransi menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Toleransi ini memungkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu untuk menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang lain yang berbeda
  • 13.
     Pluralisme Menurut NurcholisMadjid, konsep ini merupakan prasyarat bagi tegaknya civil society. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban (genuine engagement of diversities within the bonds of civility). Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan (check and balance).  Keadilan sosial Keadilan dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan pembagian yang proposional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Hal ini memungkinkan tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat
  • 14.
    Pilar Penegak CivilSociety  Lembaga Swadaya Masyarakat Adalah institusi sosial yang tugas esensinya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas  Pers Adalah institusi yang penting dalam penegakan civil society karena memungkinkannya dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari social control yang dapat menganalisa serta mempublikasikan berbagai kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan warga negaranya.  Supremasi Hukum Setiap wagra negara, baik yang duduk dalam formasi pemerintahan maupun sebagai rakyat, harus tunduk kepada (aturan) hukum.Hal tersebut berarti bahwa perjuangkan untuk mewujudkan hak dan kebebasan antar warga negara dan antara warga negara dengan pemerintah haruslah dilakukan dengan cara cara yang damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • 15.
     Perguruan Tinggi Yaknitempat di mana civitas akademikanya (dosen dan mahasiswa) merupakan,bagian dari kekuatan sosial dan civil society yang bergerak pada jalur moral force untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah dengan catatan gerakan yang dilancarkan oleh mahasiswa tersebut masih pada jalur yang benar dan memposisikan diri pada rel dan realitas yang betul-betul objektif, menyuarakan kepentingan masyarakat (publik).  Partai Politik Merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi politiknya.
  • 16.
    Masyarakat Madani (CivilSociety) di Indonesia Paradigma dan praktik Masyarakat madani di Indonesia Sebelum bangsa negara berdiri, masyarakat sipil telah berkembang pesat yang diwakili oleh kiprah beragam organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain berperan sebagai organisasi perjuangan penegakan HAM dan pahlawan terhadap kekuasan kolonial, organisasi berbasis islam seperti Sarekat Islam (SI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammmadiyah, telah menunjukan kiprahnya sebahgai komponen civil society yang penting dalam sejarah perkembangan masyarakat ipil di Indonesia
  • 17.