SlideShare a Scribd company logo
1
MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN
PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN
PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Dosen Pengampu : Dr. Sulton Djasmi
Disusun Oleh:
KELOMPOK 9
Royadi Irwansyah (1513033035)
Elliyen Sutrisna (1513033057)
Sukmawati (1513033061)
Suciana (1513033058)
Zahra Qurrotun’aini (1513033056)
Novri Rahman (1513033060)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pada dasarnya pendidikan diselenggarakan untuk menumbuhkan kompetensi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada masing-masing peserta didik.
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menjelaskan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan pada hakikatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu peserta
didik untuk menjadi pintar dan menjadi baik untuk mampu berinteraksi dalam
masyarakat. Menjadikan peserta didik pintar boleh jadi mudah melakukannya,
tetapi menjadikan peserta didik agar menjadi orang yang baik (berkarakter)
tampaknya jauh lebih sulit.
Kepala Sekolah merupakan jabatan tertinggi pada suatu jenjang pendidikan
prasekolah, SD, SMP, SMA atau jenjang yang sederajat. Memang tidak semua
orang dapat menempati posisi tersebut, perlu adanya seseorang dengan jiwa
pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memegang kendali
kepemimpinan sebagai kepala sekolah. Posisi tersebut bukanlah hanya sekedar
formalitas yang dapat ditempati oleh sembarang orang, namun dibutuhkan
keahlian dan kompetensi khusus yang secara mutlak harus dimiliki oleh
seseorang yang berada pada posisi tersebut.
Keberhasilan organisasi sekolah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kepala
sekolah dalam menjalankan peranan dan tugasnya. Peranan adalah
seperangkat sikap dan perilaku yang harus dilakukan sesuai dengan posisinya
dalam organisasi (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2007). Peranan tidak
3
hanya menunjukkan tugas dan hak, tapi juga mencerminkan tanggung jawab
dan wewenang dalam organisasi. Berbicara peranan kepala sekolah tentu tidak
lepas dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13
Tahun 2007, dimana Permendiknas ini berada di bawah dua payung hukum
yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan yang telah dirubah menjadi PP Nomor 32 Tahun
2013. Kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007
harus memenuhi dua aspek, yaitu kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi
terdiri dari kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan
sosial.
1.2.Rumusan Masalah
1. Jelaskan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu
pendidikan ?
2. Apa tugas kepemimpinan kepala sekolah ?
3. Jelaskan peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan ?
4. Jelaskan beberapa peran kepala sekolah dalam mutu pendidikan ?
1.3.Tujuan
Untuk mengetahui peran-peran Kepala Sekolah di dunia Pendidikan.
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam peningkatan mutu
Pendidikan
Definisi umum kepemimpinan yaitu kemampuan dan kesiapan yang
dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak,
menuntun agar ia menerima pengaruh itu selanjutnya berbuat sesuatu yang
dapat membantu pencapaian suatu maksud atau tujuan-tujuan tertentu.
Kepemimpinan juga bisa didefinisikan sebagai pengajuan suatu struktur
atau prosedur baru untuk mencapai tujuan organisasi atau untuk mengubah
tujuan organisasi (Lipham, 1985).
Sedangkan Soetopo, (2010) menyatakan kepemimpinan adalah suatu
kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga
tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama. Unsur-unsur yang
terlibat dalam situasi kepemimpinan adalah orang yang dapat
mempengaruhi orang lain disuatu pihak, orang yang dapat mempengaruhi
dilain pihak, adanya maksud atau tujuan tertentu yang hendak dicapai,
adanya serangkaian tindakan tertentu untuk mempengaruhi dan untuk
mencapai maksud atau tujuan tersebut.
Untuk mengetahui konsep kepemimpinan dalam perspektif yang lebih luas
dan mendalam maka perlu diuraikan beberapa pandangan para ahli dalam
mengkaji dan menganalisis kepemimpinan.
Secara epistimologi kepemimpinan berasal dari kata dasar Pemimpin.
Yang dalam bahasa inggris Leadership yang artinya adalah
Kepemimpinan, sedangkan akar katanya dari to lead yang artinya antara
5
lain adalah, bergerak lebih awal, berjalan diawal, mengambil langkah
awal, berbuat paling dulu, bergerak lebih awal, berjalan diawal,
mengambil langkah awal, berbuat paling dulu, memelopori, mengarahkan
pikiran-pikiran orang lain, membimbing, menuntun, dan menggerakkan
orang lain melalui pengaruhnya.
Dalam dunia pendidikan tanggung jawab personel disertai dengan rasa
ikhlas, sehingga personil tidak merasa dipaksa atau ditekan, pendapat lain
menyatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan
dalam usaha mempengaruhi personel di lingkungan pendidikan pada
situasi tertentu agar mereka melalui usaha kerja sama, mau bekerja dengan
penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan kepemimpinan merupakan proses
mempengaruhi orang lain untuk mengambil langkah-langkah atau tindakan
menuju sasasaran bersama. Oleh karena itu kepemimpinan adalah kegiatan
mempengaruhi orang lain agar mau bekerja untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan. Purwanti 2013:212) Dari beberapa pengertian di atas
maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan itu adalah suatu proses
mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentu
untuk tujuan bersama.
Artinya terjadi proses interaksi antara pemimpin, yang dipimpin, dan
situasi. Pemimpin didalam dunia pendidikan terutama disekolah disebut
kepala sekolah. Kepala Sekolah adalah guru yang mendapat tugas
tambahan untuk menyelenggarakan pendidikan di Sekolah Mendikbud no
054 1996) satu faktor yang dapat mewujudkan Visi, Misi, tujuan dan
sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara
terencana dan bertahab. Oleh sebab itu seorang kepala sekolah dituntut
untuk memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh
agar dapat mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu
pendidikan hal ini untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan.
6
Pemberdayaan kepala sekolah ini dapat dilakukan antara lain dengan
melalui kebijakan- kebijakan pemerintah yang lebih memberikan
kesempatan, kewenangan serta otonomi yang luas kepada kepala sekolah,
hal ini bertujuan untuk menggali, mengelola, dan mengembangkan,
mengelola, dan mengembangkan sumber-sumber daya lain, serta
mengambil prakarsa dan kebijakan-kebijakan penting yang diperlukan
oleh sekolah. Dengan lahirnya UU No. 32 tahun 2004 membawa implikasi
juga dalam dunia pendidikan, yaitu adanya desentralisasi pendidikan,
Yakni pendelegasian atau pelimpahan wewenang atau kekuasaan dari
pimpinan atau atasan ketingkat bawahan dalam suatu organisasi.
Kepala sekolah sebagai seorang pimpinan di sekolah akan dapat mengelola
pendidikan dengan baik dan bertanggungjawab apabila memiliki
wewenang penuh untuk mengurus segala hal yang menjadi urusan
rumahtangganya. Dengan mendapatkan otonomi kepala sekolah akan
berusaha semaksimal mungkin dalam ningkatkan mutu pendidikan
disekolahnya. Dengan demikian, kepemimpinan seharusnya melekat pada
diri pemimpin dalam wujud kepribadian dan kesanggupan atau Total
Quality Management penting dalam TQM. Dikatakan bahwa, pemimpin
yang efektif menurut konsep TQM adalah pemimpin yang sensitif atau
peka terhadap adanya perubahan dan pemimpin yang melakukan
pekerjaannya secara terfokus.
Dalam konsep TQM, memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat
untuk dikerjakan, menciptakan dinamika organisasi yang dikehendaki agar
semua orang memberikan komitmen, bekerja dengan semangat dan
antusias untuk mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan
organisasi, memotivasi perilaku bawahan untuk mencapai tujuan,
7
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Oleh
karena, kepemimpinan pada hakekatnya adalah,
a. Proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada
pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
b. Seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan,
kepercayaan, kehormatan, dan kerja sama yang bersemangat untuk
mencapai tujuan bersama;
c. Kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi, dan mengarahkan
tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan
d. Melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut, dan situasi tertentu;
e. Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan
2.2. Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah
Mengemban amanah sebagai kepala sekolah memang tidak ringan, karena ia
harus mewakafkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kepentingan yang
lebih besar. Blumberg & Greenfield (2002) menyatakan tugas kepala sekolah
tidak hanya memberi layanan saja, melainkan juga memastikan aktifitas
sekolah secara lancar dan terus-menerus dengan harmonisasi yang baik.
Seorang kepala sekolah harus mampu membantu masyarakat sekolah
merumuskan tujuan-tujuan pendidikan. Adapun tindakan pemimpin yang
diperlukan untuk membantu perumusan tujuan pendidikan adalah
memperjelas nilai-nilai dan pandangan-pandangan masyarakat terhadap
pendidikan, memberikan dasar rasional bagi persetujuan mengenai tujuan-
tujuan operasional dan usaha-usaha untuk mencapainya, dan memperjelas
peranan pihak luar yang dapat dilibatkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kepala sekolah juga harus memantau proses pembelajaran dan
mengembangkan efektivitas yang lebih besar dalam pembelajaran. Kepala
sekolah juga harus memiliki kompetensi untuk bergaul secara efektif dengan
berbagai potensi dalam stafnya.
8
Kepala sekolah dapat membantu kemajuan pembelajaran melalui: inisiatif
mencari penjelasan secara terus-menerus, mengusahakan penerimaan tujuan-
tujuan pendidikan, menggunakan konsep perubahan yang sesuai, membuat
proses pembelajaran menjadi pusat dari semua usaha organisasi dan membuat
sarana yang memadai untuk perubahan lembaga maupun individual.
Meskipun dalam pelaksanaan tugas sebagai pimpinan tertinggi di sekolah
dibantu oleh wakil-wakilnya, namun seorang kepala sekolah harus tetap
mampu membangun suatu unit organisasi yang produktif. Pemimpin bukan
hanya menjalankan tugas-tugas administrasi, ia dituntut untuk membina
hubungan antar personil secara harmonis. Kerjasama adalah suatu hal yang
penting guna membangun suatu unit organisasi yang produktif.
2.2. Peran Kepala Sekolah dalam peningkatan mutu Pendidikan
a. Pengertian Peran Kepala Sekolah
Dalam bahasa Inggris peran 1672) tingkah yang diharapkan dimiliki oleh
orang yang berkedudukan dimasyarakat. diatas yang dimaksud adalah
peran atau tugas kepala sekolah. Kepala sekolah terdiri dari kata ”kepala
dan sekolah”. Kata kepala dapat diartikan ”ketua atau pemimpin” dalam
suatu organisasi atau sebuah lembaga, sedang ”sekolah” adalah sebuah
lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran.
1988:420).
Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang
tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah
dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana
9
terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang
menerima pelajaran. Digambarkan bahwa peran kepala sekolah adalah
tugas seorang tenaga fungsional guru dalam memimpin sekolah dimana
diselenggarakan proses kegiatan pembelajaran sehingga terjadi pelajaran.
b. Peran Kepala Sekolah
Menurut Wahjosumijo Kepala Sekolah merupakan salah satu
komponen pendidikan yang paling berperan penting dalam
meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Kepala Sekolah adalah
seorang tenaga fungsional guru, yang diberi tugas untuk memimpin
suatu sekolah dimana diselenggarakannya proses belajar mengajar,
atau tempat dimana terjadi interaksi antara seorang guru dengan murid
dalam proses belajar mengajar
Pendapat Mulyasa, perspektif kedepan mengisyaratkan bahwa Kepala
Sekolah juga harus mampu berperan sebagai figur dan mediator.
c. Beberapa peran kepala sekolah antara lain:
1. Kepala Sekolah sebagai pemimpin
Sebagai seorang pemimpin tertinggi di sekolah yang di pimpinnya,
pola kepemimpinan akan sangatlah berpengaruh bahkan
menentukan terhadap kemajuan sekolah. Kepemimpinan kepala
sekolah adalah suatu cara atau usaha kepala sekolah dalam
memengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan
menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa dan pihak lain
yang terkait untuk bekerja dan berperan dalam rangka mencapai
suatu tujuan yang telah ditetapkan.
10
Kedudukan kepala sekolah adalah sebagai seorang pemimpin
tertinggi di sekolahan yang harus membawahi, mengayomi, semua
sumber manusia yang ada di sekolahan. Oleh karena itu seorang
kepala sekolah adalah sebagai penaggung jawab terhadap
pelaksanaan keseluruhan proses pendidikan di sekolah yang
dilakukan oleh seluruh warga sekolah. dan sebagai seorang
pemimpin kepala sekolah dituntut untuk mengupayakan proses
pendidikan secara efektif dan efisien.
Dalam menjalankan tugasnya seorang kepala sekolah hendaknya
memiliki prinsip-prinsip kepemimpinan antara lain: Konstruktif,
kreatif, partisipatif, kooperatif, delegatif, integrative, rasional, dan
objektif. Kepala Sekolah adalah pemimpin pendidikan yang
memiliki peran yang sangat besar, terutama dalam
mengembangkan mutu pendidikan disekolah.
Berkembangnya semangat kerja, kerjasama yang harmonis, minat
terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang
menyenangkan, dan pengembangan mutu professional diantara
guru , banyak di tentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala
sekolah. dengan demikian maka kepemimpinan seorang kepala
sekolah adalah salah satu kunci faktor dalam penentu keberhasilan
sekolah dalam mencapai tujuannya.
2. Kepala Sekolah Sebagai Pendidik
11
Sebagai seorang pendidik seorang kepala sekolah harus mampu
menanamkan, memajukan dan meningkatkan empat macam nilai
antara lain :
a. Mental, yakni hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak
manusia
b. Moral, ajakan baik buruk mengenai perbuatan, sikap dan
kewajiban atau moral.
c. Fisik, yang berkaitab dengan jasmanian atau badan, kesehatan, dan
penampilan secara lahiriah.
d. Artistic, yang berkaitan dengan kepekaan terhadap seni dan
keindahan,
Dua hal yang perlu diperhatikan oleh seorang kepala sekolah
sebagi seorang pendidik, yang pertama adalah sasaran, yakni
kepada siapakah perilaku pendidik itu diarahkan, dalam hal ini ada
tiga yang menjadi sasaran utama yakni, guru atau tenaga
fungsional yang lain, tenaga administrativ didik, selain itu ada
juga organisasi orang tua, organisasi siswa dan guru. kedua
bagaimana peranan pendidikan itu dilaksanakan.
3. Peran kepala sekolah sebagai seorang manajer
Kepala sekolah harus mampu menciptakan kerjasama dalam
meningkatkan kinerja guru di sekolahan. Seorang kepala sekolah
harus mementingkan kerjasama dengan guru dan pihak lain yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran.
Sebagai seorang manajer seorang kepala sekolah haruslah mau dan
mampu mendayagunakan seluruh sumberdaya sekolah dalam
upaya meningkatkan visi, misi dan mencapai tujuan. Seorang
kepala sekolah mewajibkan setiap guru mata pelajaran harus
melaksanakan proses pembelajaran yang mengacu pada standar
12
kelulusan dan melaksnakan musyawarah guru matapelajaran yang
ada di sekolahan.
Sebagai seorang manajer, kepala sekolah memiliki peranan yang
sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan
menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang berada di
sekolahan. Selain itu juga harus mampu merencanakan setiap
tindakan yang akan diterapkan di sekolah. sebab semua kegiatan
sekolah bisa, karena direncanakan dengan matang, kepala sekolah
yang dibantu wali kelas dan guru-guru selalu mengadakan
musyawarah bersama untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan
yang mungkin terjadi di sekolah selama proses belajar mengajar.
4. Kepala Sekolah sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab
terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di
sekolahnya. Oleh karena itu dalam menjalankan fungsinya sebagai
administrator, ia harus mampu menguasai tugas dan melaksanakannya
dengan baik. Sebagai seorang administrator maka kepala sekolah harus
melaksanakan fungsi manajemen, baik dalam perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap organisasi yang
dipimpinnya.
Bentuk aktivitas kepala sekolah dalam menjalankan tugas pelaksanaan
fungsi-fungsi tersebut adalah dengan menerapkan dalam kegiatan-
kegiatan sekolah yang dipimpinnya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain
membuat program semester, program tahunan, menyusun organisasi
sekolah, melaksanakan pengoordinasian dan pengarahan, dan pengelolaan
kepegawaian dan pengawasan terhadap semua sumber dayayang ada di
sekolah tersebut. Dalam melaksanakan peranannya sebagai administrator,
kepala sekolah mempunyai fungsi-fungsi pokok operasional yang menjadi
13
tugas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan
sekolahnya.
Sebagai seorang administrator berati bahwa seorang kepala sekolah
haruslah mampu mengusai dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.
antara lain adalah membuat perencanaan, misalnya menyusun program
tahunan yang mencakup program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian,
keuanagan, dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan.
Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah
yang kemudian dijabarkan dalam program semester.
Sebagai seorang administrator seorang kepala sekolah di tuntut dalam
memahami dan mengelola kurikulum, adaministrasi peserta didik,
administrasi sarana dan prasarana dan administrasi kearsipan. Kegiatan
tersebut perlu dilakukan secara efektif agar administrasi sekolah tertata
dan terlaksana dengan baik. Selain hal tersebut diatas juga berkenaan
dengan keuangan, masalah keuangan adalah masalah yang peka. Oleh
karena dalam mengelola bidang ini seorang kepala sekolah haruslah hati-
hati, jujur dan terbuka hal ini bertujuan agar agar tidak timbul kecurigaan
baik dari staf maupun masyarakat atau orang tua siswa.
5. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, kepala sekolah adalah
administrator sekaligus supervisor. Karena itu tugasnya adalah membina
dan mengembangkan staf agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-
baiknya. Peranan kepala sekolah sebagai supervisor meliputi tugas dan
tanggung-jawab dalam memantau, membina dan memperbaiki kegiatan
belajar-mengajar di sekolahnya. Untuk itu kepala sekolah harus menguasai
dengan baik hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar,
misalnya perangkat mengajar, metode, teknik evaluasi, kurikulum, dan
sejenisnya.
14
Sebagaimana disebutkan di atas, supervisi berfungsi untuk membantu,
memperbaiki, memberi dukungan, dan mendorong ke arah pengembangan
profesi guru. Jika ditinjau dari fungsinya, maka peranan supervisi itu akan
tampak pada kinerja supervisor dalam melaksanakan tugas. Banyak
pendapat dari para ahli tentang peranan supervisi, salah satunya adalah
pendapat Oliva yang dikutip oleh Sahertian (2000;25) yang menyatakan
bahwa, peranan supervisi dapat dipandang sebagai: (1) koordinator, (2)
konsultan, (3) pemimpin kelompok, dan (4) evaluator.
1. Sebagai koordinator, supervisor harus dapat mengkoordinasikan semua
program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf dan berbagai kegiatan
yang berbeda-beda diantara guru-guru. Sebagai contoh adalah dalam
mengkoordinasikan tugas mengajar satu mata pelajaran yang dibina oleh
beberapa guru.
2. Sebagai konsultan, supervisor harus dapat memberi bantuan, serta
dapat memberikan konsultasi masalah yang dialami oleh para guru
baiksecara individu maupun secara kelompok. Misalnya dalam mengatasi
anak yang kesulitan dalam belajar, yang menyebabkan guru sendiri sulit
mengatasi tatap muka dalam kelas.
3. Sebagai pemimpin kelompok, supervisor harus dapat memimpin
sejumlah taf (guru) dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat
mengembangkan kurikulum, materi pelajaran, dan kebutuhan profesional
guru secara bersama. Sebagai pemimpin kelompok supervisor harus dapat
mengembangkan keterampilan dan kiat-kiat dalam penyelesaian tugas
dan pekerjaannya. 
4. Sebagai evaluator, supervisor harus dapat membantu guru-guru dalam
menilai (mengevaluasi) hasil proses belajar-mengajar, dan dapat menilai
kurikulum yang sedang dikembangkan. Disamping itu, supervisor harus
dapat membantu guru agar dapat belajar menatap dirinya sendiri atau
mengevaluasi diri sendiri.
15
Dengan memperhatikan ke empat peranan supervisi tersebut di atas, maka
dapat dikatakan bahwa pada dasarnya peranan supervisi adalah merupakan
tugas supervisor yang berhubungan dengan kegiatan pengajaran. Intinya
adalah supervisor bertugas untuk memberikan pelayanan dengan cara
membantu, membina, membimbing dan memotivasi kepada guru untuk
menjadi tenaga yang profesional dalam menjalankan tugasnya mengajar.
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka tugas supervisor harus
dilaksanakan secara kontinyu dan sungguh-sungguh. Salah satu supervisor
yang dapat melakukan tugas ini adalah kepala sekolah, dengan alasan bahwa
kepala sekolah mempunyai banyak waktu di sekolah sehingga dapat
memberikan pelayanan supervisi setiap saat kepada guru yang membutuhkan.
Dalam melaksanakan peranannya kepala sekolah dituntut untuk lebih dekat
dengan guru-guru, ramah, komunikatif dan jangan sampai guru merasa tidak
nyaman dengan kehadirannya. Selaku supervisor, kepala sekolah harus
profesional dalam melaksanakan tugasnya dalam memberikan bantuan
konsultasi kepada guru dan harus mampu menggerakkan guru tersebut untuk
melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.
5. Kepala Sekolah Sebagai Inovator
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala
sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang
harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan
setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan
sekolah, dan mengembangkan model model pembelajaran yang inofatif.
Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara cara ia
melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif,
rasional, objektif, pragmatis, keteladanan
16
6. Kepala Sekolah Sebagai Motivator
Sebagai seorang motivator berarti bahwa seorang kepala sekolah haruslah
mampu memberikan dorongankepada seluruh guru atau pegawai agar aktif
dan mampu menjalankan pekerjaannya sesuai dengan metode dan
prosedur yang telah ditetapkan. Dengan motivasi ini seorang guru atau
pegawai akan merasa mendapatkan dorongan atau semangat. Oleh karena
itu seorang kepala sekolah haruslah memiliki strategi yang tepat dan
mengetahui bagaimana memotivasi atau memberikan dorongan kepada
guru atau pegawai agar dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa
tanggung jawab serta mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
Seorang kepala sekolah haruslah mampu membangun motivasi kerja bagi
seluruh guru,karyawan, dan berbagai pihak yang terlibat di sekolah.
kemampuan seorang kepala sekolah dalam membangun motivasi yang
baik akan membangun produktivitas organisasi dan meningkatkan
efisiensi kerja. Dengan motivasi yang tinggi dan didukung dengan
kemampuan guru dan karyawan yang memadai akan memacu kerja
lembaga secara keseluruhan. Karena kemampuan membangun dan
memotivasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan performa dan
produktivitas kerja.
17
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pendidikan pada hakikatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu peserta
didik untuk menjadi pintar dan menjadi baik untuk mampu berinteraksi
dalam masyarakat. Menjadikan peserta didik pintar boleh jadi mudah
melakukannya, tetapi menjadikan peserta didik agar menjadi orang yang
baik (berkarakter) tampaknya jauh lebih sulit.
Kepemimpinan kepala sekolah yang konsisten akan aturan yang berlaku
besar sekali pengaruhnya terhadap peningkatan mutu di sekolah dengan
catatan adanya interaksi antara kepala sekolah dan guru serta para
orangtua saling menunjang dan mengisi masing-masing konsisten dan
tanggung jawab atas hak dan kewajibannya sehingga tercipta situasi dan
kondisi yang diinginkan.
Seorang kepala sekolah harus mampu membantu masyarakat sekolah
merumuskan tujuan-tujuan pendidikan. Adapun tindakan pemimpin yang
diperlukan untuk membantu perumusan tujuan pendidikan adalah
memperjelas nilai-nilai dan pandangan-pandangan masyarakat terhadap
pendidikan, memberikan dasar rasional bagi persetujuan mengenai tujuan-
tujuan operasional dan usaha-usaha untuk mencapainya, dan memperjelas
peranan pihak luar yang dapat dilibatkan untuk mencapai tujuan
pendidikan.
Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang
tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah
dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana
terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang
menerima pelajaran.
18
DAFTAR PUSTAKA
Masykuri,Ali.2015. Tesis, Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam
Peningkatan Mutu Pembelajaran Tahfidzul Qur’an Di Smp Islam Terpadu
Nur Hidayah Surakarta Tahun 2015. Surakarta. IAIN Surakarta
www.pdf.tesis20full.com ( di akses, 10 April 2017, 13.00 )
Yuliana, Lia.2007. Jurnal Managemen Pendidikan No.02/Th III/Oktober/2007.
Peranan Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Kematangan
Profesional Guru. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta
www. 3616-9338-1-SM.pdf.com ( di akses, 10 April 2017, 14.00 )
https://intanrumapea.wordpress.com/2012/02/09/tugas-dan-peranan-kepala-
sekolah/ ( di akses, 10 April 2017, 14.30 )
https://yesisaadah84.wordpress.com/tugas-sim-pendidikan-3/tugas-kepala-
sekolah-dan-guru/ ( di akses, 10 April 2017, 14.40 )
http://rumahbuku.weebly.com/bangku-iii/kepala-sekolah-dalam-inovasi-
manajemen-pendidikan. ( di akses, 10 April 2017, 14.50 )

More Related Content

What's hot

Jiwa kepemimpinan
Jiwa kepemimpinanJiwa kepemimpinan
Jiwa kepemimpinan
septiputri
 
Pemahaman Peserta Didik.pptx
Pemahaman Peserta Didik.pptxPemahaman Peserta Didik.pptx
Pemahaman Peserta Didik.pptx
SultonRizal
 
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam OrganisasiKepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Lisa Ramadhanty
 
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
yayuzuliantini25
 
Dinamika Kelompok
Dinamika KelompokDinamika Kelompok
Dinamika Kelompok
Riinong
 
Manajemen perusahaan
Manajemen perusahaanManajemen perusahaan
Manajemen perusahaan
Susan Ucnk
 
Peran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paud
Peran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paudPeran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paud
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKANPPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
Ersa Nabela
 
1.1.1 latar belakang sosio kultural
1.1.1 latar belakang sosio kultural1.1.1 latar belakang sosio kultural
1.1.1 latar belakang sosio kultural
RereReni
 
pengenalan diri (LKMM PRA TD)
 pengenalan diri (LKMM PRA TD) pengenalan diri (LKMM PRA TD)
pengenalan diri (LKMM PRA TD)
Dean Aji
 
Studi pendekatan kepemimpinan
Studi pendekatan kepemimpinanStudi pendekatan kepemimpinan
Studi pendekatan kepemimpinan
Ahmad Fajar
 
Power point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelasPower point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelas
remintha
 
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
komisariatimmbpp
 
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kempKelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
smpusy13
 
Kiat sukses wirausaha
Kiat sukses wirausahaKiat sukses wirausaha
Kiat sukses wirausaha
Naneth A. Ekopriyono
 
Anak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khususAnak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khusus
11111115
 
Budaya konteks pendidikan
Budaya konteks pendidikanBudaya konteks pendidikan
Budaya konteks pendidikan
University of Andalas
 
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajarTeknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
Kumala Lestari
 
Kohesivitas Kelompok
Kohesivitas KelompokKohesivitas Kelompok
Kohesivitas Kelompok
Dea Narda
 
Kiprah Kepemimpinan Perempuan
Kiprah Kepemimpinan PerempuanKiprah Kepemimpinan Perempuan
Kiprah Kepemimpinan Perempuan
Pusat Kajian Keuangan Negara
 

What's hot (20)

Jiwa kepemimpinan
Jiwa kepemimpinanJiwa kepemimpinan
Jiwa kepemimpinan
 
Pemahaman Peserta Didik.pptx
Pemahaman Peserta Didik.pptxPemahaman Peserta Didik.pptx
Pemahaman Peserta Didik.pptx
 
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam OrganisasiKepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
 
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor kelompok dalam bimbingan konse...
 
Dinamika Kelompok
Dinamika KelompokDinamika Kelompok
Dinamika Kelompok
 
Manajemen perusahaan
Manajemen perusahaanManajemen perusahaan
Manajemen perusahaan
 
Peran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paud
Peran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paudPeran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paud
Peran orang-tua-dan-pendidik-dalam-mendukung-paud
 
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKANPPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
PPT INOVASI DAN REFORMASI PENDIDIKAN
 
1.1.1 latar belakang sosio kultural
1.1.1 latar belakang sosio kultural1.1.1 latar belakang sosio kultural
1.1.1 latar belakang sosio kultural
 
pengenalan diri (LKMM PRA TD)
 pengenalan diri (LKMM PRA TD) pengenalan diri (LKMM PRA TD)
pengenalan diri (LKMM PRA TD)
 
Studi pendekatan kepemimpinan
Studi pendekatan kepemimpinanStudi pendekatan kepemimpinan
Studi pendekatan kepemimpinan
 
Power point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelasPower point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelas
 
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk7. peran personil sekolah dalam layanan bk
7. peran personil sekolah dalam layanan bk
 
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kempKelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
Kelemahan dan kelebihan model jerrold kemp
 
Kiat sukses wirausaha
Kiat sukses wirausahaKiat sukses wirausaha
Kiat sukses wirausaha
 
Anak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khususAnak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khusus
 
Budaya konteks pendidikan
Budaya konteks pendidikanBudaya konteks pendidikan
Budaya konteks pendidikan
 
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajarTeknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
Teknik tes dan teknik nontes sebagai alat evaluasi hasil belajar
 
Kohesivitas Kelompok
Kohesivitas KelompokKohesivitas Kelompok
Kohesivitas Kelompok
 
Kiprah Kepemimpinan Perempuan
Kiprah Kepemimpinan PerempuanKiprah Kepemimpinan Perempuan
Kiprah Kepemimpinan Perempuan
 

Similar to Manajemen Pendidikan

Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
dpyulianti
 
Makalah perilaku organisasi
Makalah perilaku organisasiMakalah perilaku organisasi
Makalah perilaku organisasi
mirakomalsari
 
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docxProposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
GsbwBondowoso
 
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolahKepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
Krishna Veeni
 
Bab i
Bab iBab i
Tugas supervisi pendidikan
Tugas supervisi pendidikanTugas supervisi pendidikan
Tugas supervisi pendidikan
mhd_riski
 
Bab 1
Bab 1Bab 1
Ya Allah
Ya AllahYa Allah
Ya Allah
sumesek
 
Bab i a4
Bab i a4Bab i a4
Bab i a4
Ismadi Voltus
 
MANAJEMEN PENDIDIKAN 3.pptx
MANAJEMEN PENDIDIKAN  3.pptxMANAJEMEN PENDIDIKAN  3.pptx
MANAJEMEN PENDIDIKAN 3.pptx
ilysugli2
 
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdfUEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
sultansahrir1
 
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdfUEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
sultansahrir1
 
Poksi tenaga pendidik dan kependidikan
Poksi tenaga pendidik dan kependidikanPoksi tenaga pendidik dan kependidikan
Poksi tenaga pendidik dan kependidikan
Muhammad Aris
 
Program supervisi
Program supervisiProgram supervisi
Program supervisi
hajarol harahap
 
Ameng
AmengAmeng
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalismePentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
soeh20
 

Similar to Manajemen Pendidikan (20)

Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
Makalah kepemimpinan kepala sekolah kelompok 2
 
Makalah perilaku organisasi
Makalah perilaku organisasiMakalah perilaku organisasi
Makalah perilaku organisasi
 
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docxProposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
Proposal Pengaruh kepemimpinan.docx (1).docx
 
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolahKepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
Kepemimpinan guru besar dalam organisasi sekolah
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Tugas supervisi pendidikan
Tugas supervisi pendidikanTugas supervisi pendidikan
Tugas supervisi pendidikan
 
Bab 1
Bab 1Bab 1
Bab 1
 
Ya Allah
Ya AllahYa Allah
Ya Allah
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Bab i a4
Bab i a4Bab i a4
Bab i a4
 
MANAJEMEN PENDIDIKAN 3.pptx
MANAJEMEN PENDIDIKAN  3.pptxMANAJEMEN PENDIDIKAN  3.pptx
MANAJEMEN PENDIDIKAN 3.pptx
 
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdfUEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
 
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdfUEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
UEU-Course-17306-MODUL 1-14 PSD 471 KEP PENDIDIKAN.Image.Marked.pdf
 
Poksi tenaga pendidik dan kependidikan
Poksi tenaga pendidik dan kependidikanPoksi tenaga pendidik dan kependidikan
Poksi tenaga pendidik dan kependidikan
 
Program supervisi
Program supervisiProgram supervisi
Program supervisi
 
Ameng
AmengAmeng
Ameng
 
Allah
AllahAllah
Allah
 
Ppt uas admin & tekno
Ppt uas admin & teknoPpt uas admin & tekno
Ppt uas admin & tekno
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalismePentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
Pentingnya supervisi pendidikan sebagai upaya peningkatan profesionalisme
 

Recently uploaded

8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
ROFIK24
 
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelangkalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
Novi Cherly
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
ratna693450
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
ssuserb01093
 
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundunganMateri sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
RahayuAprilina1
 
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
gdrive16
 
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
adirachmad07
 
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluargaMateri IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
FranRestuKuntariDewi
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
SeptiaGalaxy
 
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdfKALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
SeptianingTyas5
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
baiqdevi36
 
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITALMasa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
DeriSeptiEfendi
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
ririnferina1
 
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docxCP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
NissaAprilia2
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
WahyuajengSarastika
 
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
Daud Ronal Huatagaol
 
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdfATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
LailaVikaSafitri
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
KartikaNurlailaRahma
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
HeryatyLumenta2
 

Recently uploaded (20)

8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
8. Materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) Disiplin Sekolah.pptx
 
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelangkalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
kalender pendidikan 2024-2025 kota magelang
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
 
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK.pdf
 
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundunganMateri sosialisasi tentang anti perundungan
Materi sosialisasi tentang anti perundungan
 
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN  2024
WAWASAN WIYATA MANDALA SMA NEGERI 1 KEDAMEAN 2024
 
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
Slides Share Hasil Pembelajaran Filsafat Ilmu. Kelompok 5, Dosen Pengampu : D...
 
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluargaMateri IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
Materi IPS kelas 7 Keberadaan diri dalam keluarga
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
 
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdfKALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
KALDIK provinsi jawa barat tahun pelajaran 2024 2025.pdf
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
 
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITALMasa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah_LITERASI DIGITAL
 
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdfmodul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
modul matematika kls 3 kurikulum merdeka-.pdf
 
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docxCP DAN ATP TJKT  X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
CP DAN ATP TJKT X FASE E KURIKULUM MERDEKA.docx
 
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptxMPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
MPLS Pengenalan Budaya Lokal salinan.pptx
 
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
atp ppkn kelas 10 kurikulum merdeka 2023
 
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdfATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
ATP PEND. PANCASILA FASE F KELAS XII.pdf
 
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
Tiga Dosa Besar Pendidikan, mari kita cegah terjadinya dosa besar di lingkung...
 
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptxMateri Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
Materi Kesadaran Bela Negara belum fix.pptx
 

Manajemen Pendidikan

  • 1. 1 MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH Dosen Pengampu : Dr. Sulton Djasmi Disusun Oleh: KELOMPOK 9 Royadi Irwansyah (1513033035) Elliyen Sutrisna (1513033057) Sukmawati (1513033061) Suciana (1513033058) Zahra Qurrotun’aini (1513033056) Novri Rahman (1513033060) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2017
  • 2. 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pada dasarnya pendidikan diselenggarakan untuk menumbuhkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada masing-masing peserta didik. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan pada hakikatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu peserta didik untuk menjadi pintar dan menjadi baik untuk mampu berinteraksi dalam masyarakat. Menjadikan peserta didik pintar boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan peserta didik agar menjadi orang yang baik (berkarakter) tampaknya jauh lebih sulit. Kepala Sekolah merupakan jabatan tertinggi pada suatu jenjang pendidikan prasekolah, SD, SMP, SMA atau jenjang yang sederajat. Memang tidak semua orang dapat menempati posisi tersebut, perlu adanya seseorang dengan jiwa pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memegang kendali kepemimpinan sebagai kepala sekolah. Posisi tersebut bukanlah hanya sekedar formalitas yang dapat ditempati oleh sembarang orang, namun dibutuhkan keahlian dan kompetensi khusus yang secara mutlak harus dimiliki oleh seseorang yang berada pada posisi tersebut. Keberhasilan organisasi sekolah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan peranan dan tugasnya. Peranan adalah seperangkat sikap dan perilaku yang harus dilakukan sesuai dengan posisinya dalam organisasi (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2007). Peranan tidak
  • 3. 3 hanya menunjukkan tugas dan hak, tapi juga mencerminkan tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi. Berbicara peranan kepala sekolah tentu tidak lepas dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007, dimana Permendiknas ini berada di bawah dua payung hukum yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang telah dirubah menjadi PP Nomor 32 Tahun 2013. Kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 harus memenuhi dua aspek, yaitu kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi terdiri dari kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. 1.2.Rumusan Masalah 1. Jelaskan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan ? 2. Apa tugas kepemimpinan kepala sekolah ? 3. Jelaskan peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan ? 4. Jelaskan beberapa peran kepala sekolah dalam mutu pendidikan ? 1.3.Tujuan Untuk mengetahui peran-peran Kepala Sekolah di dunia Pendidikan.
  • 4. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam peningkatan mutu Pendidikan Definisi umum kepemimpinan yaitu kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun agar ia menerima pengaruh itu selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud atau tujuan-tujuan tertentu. Kepemimpinan juga bisa didefinisikan sebagai pengajuan suatu struktur atau prosedur baru untuk mencapai tujuan organisasi atau untuk mengubah tujuan organisasi (Lipham, 1985). Sedangkan Soetopo, (2010) menyatakan kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama. Unsur-unsur yang terlibat dalam situasi kepemimpinan adalah orang yang dapat mempengaruhi orang lain disuatu pihak, orang yang dapat mempengaruhi dilain pihak, adanya maksud atau tujuan tertentu yang hendak dicapai, adanya serangkaian tindakan tertentu untuk mempengaruhi dan untuk mencapai maksud atau tujuan tersebut. Untuk mengetahui konsep kepemimpinan dalam perspektif yang lebih luas dan mendalam maka perlu diuraikan beberapa pandangan para ahli dalam mengkaji dan menganalisis kepemimpinan. Secara epistimologi kepemimpinan berasal dari kata dasar Pemimpin. Yang dalam bahasa inggris Leadership yang artinya adalah Kepemimpinan, sedangkan akar katanya dari to lead yang artinya antara
  • 5. 5 lain adalah, bergerak lebih awal, berjalan diawal, mengambil langkah awal, berbuat paling dulu, bergerak lebih awal, berjalan diawal, mengambil langkah awal, berbuat paling dulu, memelopori, mengarahkan pikiran-pikiran orang lain, membimbing, menuntun, dan menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya. Dalam dunia pendidikan tanggung jawab personel disertai dengan rasa ikhlas, sehingga personil tidak merasa dipaksa atau ditekan, pendapat lain menyatakan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi personel di lingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar mereka melalui usaha kerja sama, mau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk mengambil langkah-langkah atau tindakan menuju sasasaran bersama. Oleh karena itu kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Purwanti 2013:212) Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan itu adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentu untuk tujuan bersama. Artinya terjadi proses interaksi antara pemimpin, yang dipimpin, dan situasi. Pemimpin didalam dunia pendidikan terutama disekolah disebut kepala sekolah. Kepala Sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan untuk menyelenggarakan pendidikan di Sekolah Mendikbud no 054 1996) satu faktor yang dapat mewujudkan Visi, Misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahab. Oleh sebab itu seorang kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar dapat mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu pendidikan hal ini untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan.
  • 6. 6 Pemberdayaan kepala sekolah ini dapat dilakukan antara lain dengan melalui kebijakan- kebijakan pemerintah yang lebih memberikan kesempatan, kewenangan serta otonomi yang luas kepada kepala sekolah, hal ini bertujuan untuk menggali, mengelola, dan mengembangkan, mengelola, dan mengembangkan sumber-sumber daya lain, serta mengambil prakarsa dan kebijakan-kebijakan penting yang diperlukan oleh sekolah. Dengan lahirnya UU No. 32 tahun 2004 membawa implikasi juga dalam dunia pendidikan, yaitu adanya desentralisasi pendidikan, Yakni pendelegasian atau pelimpahan wewenang atau kekuasaan dari pimpinan atau atasan ketingkat bawahan dalam suatu organisasi. Kepala sekolah sebagai seorang pimpinan di sekolah akan dapat mengelola pendidikan dengan baik dan bertanggungjawab apabila memiliki wewenang penuh untuk mengurus segala hal yang menjadi urusan rumahtangganya. Dengan mendapatkan otonomi kepala sekolah akan berusaha semaksimal mungkin dalam ningkatkan mutu pendidikan disekolahnya. Dengan demikian, kepemimpinan seharusnya melekat pada diri pemimpin dalam wujud kepribadian dan kesanggupan atau Total Quality Management penting dalam TQM. Dikatakan bahwa, pemimpin yang efektif menurut konsep TQM adalah pemimpin yang sensitif atau peka terhadap adanya perubahan dan pemimpin yang melakukan pekerjaannya secara terfokus. Dalam konsep TQM, memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat untuk dikerjakan, menciptakan dinamika organisasi yang dikehendaki agar semua orang memberikan komitmen, bekerja dengan semangat dan antusias untuk mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku bawahan untuk mencapai tujuan,
  • 7. 7 mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Oleh karena, kepemimpinan pada hakekatnya adalah, a. Proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. b. Seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan, dan kerja sama yang bersemangat untuk mencapai tujuan bersama; c. Kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi, dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan d. Melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut, dan situasi tertentu; e. Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan 2.2. Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah Mengemban amanah sebagai kepala sekolah memang tidak ringan, karena ia harus mewakafkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kepentingan yang lebih besar. Blumberg & Greenfield (2002) menyatakan tugas kepala sekolah tidak hanya memberi layanan saja, melainkan juga memastikan aktifitas sekolah secara lancar dan terus-menerus dengan harmonisasi yang baik. Seorang kepala sekolah harus mampu membantu masyarakat sekolah merumuskan tujuan-tujuan pendidikan. Adapun tindakan pemimpin yang diperlukan untuk membantu perumusan tujuan pendidikan adalah memperjelas nilai-nilai dan pandangan-pandangan masyarakat terhadap pendidikan, memberikan dasar rasional bagi persetujuan mengenai tujuan- tujuan operasional dan usaha-usaha untuk mencapainya, dan memperjelas peranan pihak luar yang dapat dilibatkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kepala sekolah juga harus memantau proses pembelajaran dan mengembangkan efektivitas yang lebih besar dalam pembelajaran. Kepala sekolah juga harus memiliki kompetensi untuk bergaul secara efektif dengan berbagai potensi dalam stafnya.
  • 8. 8 Kepala sekolah dapat membantu kemajuan pembelajaran melalui: inisiatif mencari penjelasan secara terus-menerus, mengusahakan penerimaan tujuan- tujuan pendidikan, menggunakan konsep perubahan yang sesuai, membuat proses pembelajaran menjadi pusat dari semua usaha organisasi dan membuat sarana yang memadai untuk perubahan lembaga maupun individual. Meskipun dalam pelaksanaan tugas sebagai pimpinan tertinggi di sekolah dibantu oleh wakil-wakilnya, namun seorang kepala sekolah harus tetap mampu membangun suatu unit organisasi yang produktif. Pemimpin bukan hanya menjalankan tugas-tugas administrasi, ia dituntut untuk membina hubungan antar personil secara harmonis. Kerjasama adalah suatu hal yang penting guna membangun suatu unit organisasi yang produktif. 2.2. Peran Kepala Sekolah dalam peningkatan mutu Pendidikan a. Pengertian Peran Kepala Sekolah Dalam bahasa Inggris peran 1672) tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dimasyarakat. diatas yang dimaksud adalah peran atau tugas kepala sekolah. Kepala sekolah terdiri dari kata ”kepala dan sekolah”. Kata kepala dapat diartikan ”ketua atau pemimpin” dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga, sedang ”sekolah” adalah sebuah lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. 1988:420). Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana
  • 9. 9 terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran. Digambarkan bahwa peran kepala sekolah adalah tugas seorang tenaga fungsional guru dalam memimpin sekolah dimana diselenggarakan proses kegiatan pembelajaran sehingga terjadi pelajaran. b. Peran Kepala Sekolah Menurut Wahjosumijo Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan penting dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Kepala Sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru, yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakannya proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara seorang guru dengan murid dalam proses belajar mengajar Pendapat Mulyasa, perspektif kedepan mengisyaratkan bahwa Kepala Sekolah juga harus mampu berperan sebagai figur dan mediator. c. Beberapa peran kepala sekolah antara lain: 1. Kepala Sekolah sebagai pemimpin Sebagai seorang pemimpin tertinggi di sekolah yang di pimpinnya, pola kepemimpinan akan sangatlah berpengaruh bahkan menentukan terhadap kemajuan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah adalah suatu cara atau usaha kepala sekolah dalam memengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa dan pihak lain yang terkait untuk bekerja dan berperan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
  • 10. 10 Kedudukan kepala sekolah adalah sebagai seorang pemimpin tertinggi di sekolahan yang harus membawahi, mengayomi, semua sumber manusia yang ada di sekolahan. Oleh karena itu seorang kepala sekolah adalah sebagai penaggung jawab terhadap pelaksanaan keseluruhan proses pendidikan di sekolah yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah. dan sebagai seorang pemimpin kepala sekolah dituntut untuk mengupayakan proses pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam menjalankan tugasnya seorang kepala sekolah hendaknya memiliki prinsip-prinsip kepemimpinan antara lain: Konstruktif, kreatif, partisipatif, kooperatif, delegatif, integrative, rasional, dan objektif. Kepala Sekolah adalah pemimpin pendidikan yang memiliki peran yang sangat besar, terutama dalam mengembangkan mutu pendidikan disekolah. Berkembangnya semangat kerja, kerjasama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang menyenangkan, dan pengembangan mutu professional diantara guru , banyak di tentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah. dengan demikian maka kepemimpinan seorang kepala sekolah adalah salah satu kunci faktor dalam penentu keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. 2. Kepala Sekolah Sebagai Pendidik
  • 11. 11 Sebagai seorang pendidik seorang kepala sekolah harus mampu menanamkan, memajukan dan meningkatkan empat macam nilai antara lain : a. Mental, yakni hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak manusia b. Moral, ajakan baik buruk mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban atau moral. c. Fisik, yang berkaitab dengan jasmanian atau badan, kesehatan, dan penampilan secara lahiriah. d. Artistic, yang berkaitan dengan kepekaan terhadap seni dan keindahan, Dua hal yang perlu diperhatikan oleh seorang kepala sekolah sebagi seorang pendidik, yang pertama adalah sasaran, yakni kepada siapakah perilaku pendidik itu diarahkan, dalam hal ini ada tiga yang menjadi sasaran utama yakni, guru atau tenaga fungsional yang lain, tenaga administrativ didik, selain itu ada juga organisasi orang tua, organisasi siswa dan guru. kedua bagaimana peranan pendidikan itu dilaksanakan. 3. Peran kepala sekolah sebagai seorang manajer Kepala sekolah harus mampu menciptakan kerjasama dalam meningkatkan kinerja guru di sekolahan. Seorang kepala sekolah harus mementingkan kerjasama dengan guru dan pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. Sebagai seorang manajer seorang kepala sekolah haruslah mau dan mampu mendayagunakan seluruh sumberdaya sekolah dalam upaya meningkatkan visi, misi dan mencapai tujuan. Seorang kepala sekolah mewajibkan setiap guru mata pelajaran harus melaksanakan proses pembelajaran yang mengacu pada standar
  • 12. 12 kelulusan dan melaksnakan musyawarah guru matapelajaran yang ada di sekolahan. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah memiliki peranan yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang berada di sekolahan. Selain itu juga harus mampu merencanakan setiap tindakan yang akan diterapkan di sekolah. sebab semua kegiatan sekolah bisa, karena direncanakan dengan matang, kepala sekolah yang dibantu wali kelas dan guru-guru selalu mengadakan musyawarah bersama untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi di sekolah selama proses belajar mengajar. 4. Kepala Sekolah sebagai Administrator Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Oleh karena itu dalam menjalankan fungsinya sebagai administrator, ia harus mampu menguasai tugas dan melaksanakannya dengan baik. Sebagai seorang administrator maka kepala sekolah harus melaksanakan fungsi manajemen, baik dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap organisasi yang dipimpinnya. Bentuk aktivitas kepala sekolah dalam menjalankan tugas pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut adalah dengan menerapkan dalam kegiatan- kegiatan sekolah yang dipimpinnya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain membuat program semester, program tahunan, menyusun organisasi sekolah, melaksanakan pengoordinasian dan pengarahan, dan pengelolaan kepegawaian dan pengawasan terhadap semua sumber dayayang ada di sekolah tersebut. Dalam melaksanakan peranannya sebagai administrator, kepala sekolah mempunyai fungsi-fungsi pokok operasional yang menjadi
  • 13. 13 tugas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan sekolahnya. Sebagai seorang administrator berati bahwa seorang kepala sekolah haruslah mampu mengusai dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. antara lain adalah membuat perencanaan, misalnya menyusun program tahunan yang mencakup program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuanagan, dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah yang kemudian dijabarkan dalam program semester. Sebagai seorang administrator seorang kepala sekolah di tuntut dalam memahami dan mengelola kurikulum, adaministrasi peserta didik, administrasi sarana dan prasarana dan administrasi kearsipan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif agar administrasi sekolah tertata dan terlaksana dengan baik. Selain hal tersebut diatas juga berkenaan dengan keuangan, masalah keuangan adalah masalah yang peka. Oleh karena dalam mengelola bidang ini seorang kepala sekolah haruslah hati- hati, jujur dan terbuka hal ini bertujuan agar agar tidak timbul kecurigaan baik dari staf maupun masyarakat atau orang tua siswa. 5. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, kepala sekolah adalah administrator sekaligus supervisor. Karena itu tugasnya adalah membina dan mengembangkan staf agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik- baiknya. Peranan kepala sekolah sebagai supervisor meliputi tugas dan tanggung-jawab dalam memantau, membina dan memperbaiki kegiatan belajar-mengajar di sekolahnya. Untuk itu kepala sekolah harus menguasai dengan baik hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar, misalnya perangkat mengajar, metode, teknik evaluasi, kurikulum, dan sejenisnya.
  • 14. 14 Sebagaimana disebutkan di atas, supervisi berfungsi untuk membantu, memperbaiki, memberi dukungan, dan mendorong ke arah pengembangan profesi guru. Jika ditinjau dari fungsinya, maka peranan supervisi itu akan tampak pada kinerja supervisor dalam melaksanakan tugas. Banyak pendapat dari para ahli tentang peranan supervisi, salah satunya adalah pendapat Oliva yang dikutip oleh Sahertian (2000;25) yang menyatakan bahwa, peranan supervisi dapat dipandang sebagai: (1) koordinator, (2) konsultan, (3) pemimpin kelompok, dan (4) evaluator. 1. Sebagai koordinator, supervisor harus dapat mengkoordinasikan semua program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf dan berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru-guru. Sebagai contoh adalah dalam mengkoordinasikan tugas mengajar satu mata pelajaran yang dibina oleh beberapa guru. 2. Sebagai konsultan, supervisor harus dapat memberi bantuan, serta dapat memberikan konsultasi masalah yang dialami oleh para guru baiksecara individu maupun secara kelompok. Misalnya dalam mengatasi anak yang kesulitan dalam belajar, yang menyebabkan guru sendiri sulit mengatasi tatap muka dalam kelas. 3. Sebagai pemimpin kelompok, supervisor harus dapat memimpin sejumlah taf (guru) dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran, dan kebutuhan profesional guru secara bersama. Sebagai pemimpin kelompok supervisor harus dapat mengembangkan keterampilan dan kiat-kiat dalam penyelesaian tugas dan pekerjaannya. 4. Sebagai evaluator, supervisor harus dapat membantu guru-guru dalam menilai (mengevaluasi) hasil proses belajar-mengajar, dan dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan. Disamping itu, supervisor harus dapat membantu guru agar dapat belajar menatap dirinya sendiri atau mengevaluasi diri sendiri.
  • 15. 15 Dengan memperhatikan ke empat peranan supervisi tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa pada dasarnya peranan supervisi adalah merupakan tugas supervisor yang berhubungan dengan kegiatan pengajaran. Intinya adalah supervisor bertugas untuk memberikan pelayanan dengan cara membantu, membina, membimbing dan memotivasi kepada guru untuk menjadi tenaga yang profesional dalam menjalankan tugasnya mengajar. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka tugas supervisor harus dilaksanakan secara kontinyu dan sungguh-sungguh. Salah satu supervisor yang dapat melakukan tugas ini adalah kepala sekolah, dengan alasan bahwa kepala sekolah mempunyai banyak waktu di sekolah sehingga dapat memberikan pelayanan supervisi setiap saat kepada guru yang membutuhkan. Dalam melaksanakan peranannya kepala sekolah dituntut untuk lebih dekat dengan guru-guru, ramah, komunikatif dan jangan sampai guru merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Selaku supervisor, kepala sekolah harus profesional dalam melaksanakan tugasnya dalam memberikan bantuan konsultasi kepada guru dan harus mampu menggerakkan guru tersebut untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. 5. Kepala Sekolah Sebagai Inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model model pembelajaran yang inofatif. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional, objektif, pragmatis, keteladanan
  • 16. 16 6. Kepala Sekolah Sebagai Motivator Sebagai seorang motivator berarti bahwa seorang kepala sekolah haruslah mampu memberikan dorongankepada seluruh guru atau pegawai agar aktif dan mampu menjalankan pekerjaannya sesuai dengan metode dan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan motivasi ini seorang guru atau pegawai akan merasa mendapatkan dorongan atau semangat. Oleh karena itu seorang kepala sekolah haruslah memiliki strategi yang tepat dan mengetahui bagaimana memotivasi atau memberikan dorongan kepada guru atau pegawai agar dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab serta mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama. Seorang kepala sekolah haruslah mampu membangun motivasi kerja bagi seluruh guru,karyawan, dan berbagai pihak yang terlibat di sekolah. kemampuan seorang kepala sekolah dalam membangun motivasi yang baik akan membangun produktivitas organisasi dan meningkatkan efisiensi kerja. Dengan motivasi yang tinggi dan didukung dengan kemampuan guru dan karyawan yang memadai akan memacu kerja lembaga secara keseluruhan. Karena kemampuan membangun dan memotivasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan performa dan produktivitas kerja.
  • 17. 17 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Pendidikan pada hakikatnya memiliki dua tujuan, yaitu membantu peserta didik untuk menjadi pintar dan menjadi baik untuk mampu berinteraksi dalam masyarakat. Menjadikan peserta didik pintar boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan peserta didik agar menjadi orang yang baik (berkarakter) tampaknya jauh lebih sulit. Kepemimpinan kepala sekolah yang konsisten akan aturan yang berlaku besar sekali pengaruhnya terhadap peningkatan mutu di sekolah dengan catatan adanya interaksi antara kepala sekolah dan guru serta para orangtua saling menunjang dan mengisi masing-masing konsisten dan tanggung jawab atas hak dan kewajibannya sehingga tercipta situasi dan kondisi yang diinginkan. Seorang kepala sekolah harus mampu membantu masyarakat sekolah merumuskan tujuan-tujuan pendidikan. Adapun tindakan pemimpin yang diperlukan untuk membantu perumusan tujuan pendidikan adalah memperjelas nilai-nilai dan pandangan-pandangan masyarakat terhadap pendidikan, memberikan dasar rasional bagi persetujuan mengenai tujuan- tujuan operasional dan usaha-usaha untuk mencapainya, dan memperjelas peranan pihak luar yang dapat dilibatkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran.
  • 18. 18 DAFTAR PUSTAKA Masykuri,Ali.2015. Tesis, Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Tahfidzul Qur’an Di Smp Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta Tahun 2015. Surakarta. IAIN Surakarta www.pdf.tesis20full.com ( di akses, 10 April 2017, 13.00 ) Yuliana, Lia.2007. Jurnal Managemen Pendidikan No.02/Th III/Oktober/2007. Peranan Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Kematangan Profesional Guru. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta www. 3616-9338-1-SM.pdf.com ( di akses, 10 April 2017, 14.00 ) https://intanrumapea.wordpress.com/2012/02/09/tugas-dan-peranan-kepala- sekolah/ ( di akses, 10 April 2017, 14.30 ) https://yesisaadah84.wordpress.com/tugas-sim-pendidikan-3/tugas-kepala- sekolah-dan-guru/ ( di akses, 10 April 2017, 14.40 ) http://rumahbuku.weebly.com/bangku-iii/kepala-sekolah-dalam-inovasi- manajemen-pendidikan. ( di akses, 10 April 2017, 14.50 )