(UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah)
Permasalahan Sampah
Sekitar 60 % sampah di kota-kota besar yang
dapat terangkut ke (TPA), yang operasi utamanya
adalah pengurugan (landfilling).
Banyaknya sampah yang tidak terangkut
kemungkinan besar tidak terdata secara
sistematis
Jarang diperhitungkan sampah yang ditangani
masyarakat secara swadaya, ataupun sampah yang
tercecer dan dibuang ke badan air.
Permasalahan sampah
Bau yang timbul akibat adanya dekomposisi materi
organik dan debu yang beterbangan akan mengganggu
saluran pernafasan.
Tempat berkumpulnya berbagai binatang yang dapat
menjadi vektor penyakit, seperti lalat, tikus, kecoa,
kucing, anjing liar, dan sebagainya
Masalah estetita (keindahan) dan kenyamanan yang
merupakan gangguan bagi pandangan mata.
Timbulan lindi (leachate), sebagai efek dekomposisi
biologis dari sampah memiliki potensi yang besar dalam
mencemari badan air sekelilingnya, terutama air tanah
di bawahnya.
Permasalahan sampah
Sampah yang dibuang sembarangan dapat
menyumbat saluran-saluran air buangan dan
drainase.
Kurangnya kemampuan pendanaan,
skala prioritas yang rendah, kurangnya
kesadaran masyarakat
Penduduk
(juta-jiwa)
Penduduk
(juta-jiwa)
Penduduk
dilayani
(juta-jiwa)
% penduduk
dilayani
Sumatera 49,3 23,5 48
Jawa 137 80,8 59
Bali dan Nusa
Tenggara
12,6 6,0 47
Kalimantan 12,9 6,0 46
Sulawesi, Maluku dan
Papua
20,8 14,2 68
total 232,7 130,3 56
Proporsi pelayanan sampah di Indonesia
Pengelolaan sampah
 3R (reduce, reuse dan recycle) merupakan
dasar penanganan sampah menurut UU-
18/2008. Pengelolaan sampah hendaknya
bersifat terpadu sesuai dengan karakteristik
sampah itu sendiri.
Tempat sampah
Langkah 1 Reduce (pembatasan): mengupayakan agar
sampah yang dihasilkan sesedikit mungkin
Langkah 2 Reuse (guna-ulang): bila limbah akhirnya
terbentuk, maka upayakan memanfaatkan
sampah tersebut secara langsung
Langkah 3 Recycle (daur-ulang): residu atau sampah yang
tersisa atau tidak dapat dimanfaatkan
secara langsung, kemudian diproses atau
diolah untuk dapat dimanfaatkan, baik sebagai
bahan baku maupun sebagai sumber enersi
Langkah 4 Treatment (olah): residu yang dihasilkan atau yang
tdk dapat dimanfaatkan diolah, agar memudahkan
penanganan berikutnya
Langkah 5 Dispose (singkir): residu/limbah yang tidak dapat
diolah dilepas ke lingkungan secara aman seperti
menyingkirkan pada sebuah g (landfill) yang
dirancang dan disiapkan secara baik
Langkah 6 Remediasi: media lingkungan (khusunya media air
dan tanah) yang sudah tercemar akibat limbah yang
tidak terkelola secara baik, perlu direhabilitasi
Sanitary Landfill
Pemusnahan sampah dilakukan dengan cara
menimbun sampah dengan cara menimbun
sampah dengan tanah yang dilakukan selapis
demi selapis.
Incenaration
Incenaration atau insinerasi merupakan suatu
metode pemusnahan sampah dengan cara
membakar sampah secara besar-besaran dengn
menggunakan fasilitas pabrik.
Composting
 Pemusnahan sampah dengan cara proses
dekomposisi zat organik oleh kuman-kuman
pembusuk pada kondisi tertentu. Proses ini
menghasilkan bahan berupa kompos atau
pupuk hijau
Dumping
Sampah dibuang atau diletakkan begitu saja di
tanah lapangan, jurang atau tempat sampah.
Recycling
Pengolahan kembali bagian-bagian dari sampah
yang masih dapat dipakai atau di daur ulang
Reduction
Metode ini digunakan dengan cara
menghancurkan sampah sampai ke bentuk yang
lebih kecil
Management  sampah terpadu
Management  sampah terpadu

Management sampah terpadu

  • 2.
    (UU No 18Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah)
  • 3.
    Permasalahan Sampah Sekitar 60% sampah di kota-kota besar yang dapat terangkut ke (TPA), yang operasi utamanya adalah pengurugan (landfilling). Banyaknya sampah yang tidak terangkut kemungkinan besar tidak terdata secara sistematis Jarang diperhitungkan sampah yang ditangani masyarakat secara swadaya, ataupun sampah yang tercecer dan dibuang ke badan air.
  • 5.
    Permasalahan sampah Bau yangtimbul akibat adanya dekomposisi materi organik dan debu yang beterbangan akan mengganggu saluran pernafasan. Tempat berkumpulnya berbagai binatang yang dapat menjadi vektor penyakit, seperti lalat, tikus, kecoa, kucing, anjing liar, dan sebagainya Masalah estetita (keindahan) dan kenyamanan yang merupakan gangguan bagi pandangan mata. Timbulan lindi (leachate), sebagai efek dekomposisi biologis dari sampah memiliki potensi yang besar dalam mencemari badan air sekelilingnya, terutama air tanah di bawahnya.
  • 6.
    Permasalahan sampah Sampah yangdibuang sembarangan dapat menyumbat saluran-saluran air buangan dan drainase. Kurangnya kemampuan pendanaan, skala prioritas yang rendah, kurangnya kesadaran masyarakat
  • 7.
    Penduduk (juta-jiwa) Penduduk (juta-jiwa) Penduduk dilayani (juta-jiwa) % penduduk dilayani Sumatera 49,323,5 48 Jawa 137 80,8 59 Bali dan Nusa Tenggara 12,6 6,0 47 Kalimantan 12,9 6,0 46 Sulawesi, Maluku dan Papua 20,8 14,2 68 total 232,7 130,3 56 Proporsi pelayanan sampah di Indonesia
  • 8.
  • 9.
     3R (reduce,reuse dan recycle) merupakan dasar penanganan sampah menurut UU- 18/2008. Pengelolaan sampah hendaknya bersifat terpadu sesuai dengan karakteristik sampah itu sendiri.
  • 11.
  • 12.
    Langkah 1 Reduce(pembatasan): mengupayakan agar sampah yang dihasilkan sesedikit mungkin Langkah 2 Reuse (guna-ulang): bila limbah akhirnya terbentuk, maka upayakan memanfaatkan sampah tersebut secara langsung Langkah 3 Recycle (daur-ulang): residu atau sampah yang tersisa atau tidak dapat dimanfaatkan secara langsung, kemudian diproses atau diolah untuk dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan baku maupun sebagai sumber enersi
  • 13.
    Langkah 4 Treatment(olah): residu yang dihasilkan atau yang tdk dapat dimanfaatkan diolah, agar memudahkan penanganan berikutnya Langkah 5 Dispose (singkir): residu/limbah yang tidak dapat diolah dilepas ke lingkungan secara aman seperti menyingkirkan pada sebuah g (landfill) yang dirancang dan disiapkan secara baik Langkah 6 Remediasi: media lingkungan (khusunya media air dan tanah) yang sudah tercemar akibat limbah yang tidak terkelola secara baik, perlu direhabilitasi
  • 14.
    Sanitary Landfill Pemusnahan sampahdilakukan dengan cara menimbun sampah dengan cara menimbun sampah dengan tanah yang dilakukan selapis demi selapis. Incenaration Incenaration atau insinerasi merupakan suatu metode pemusnahan sampah dengan cara membakar sampah secara besar-besaran dengn menggunakan fasilitas pabrik.
  • 15.
    Composting  Pemusnahan sampahdengan cara proses dekomposisi zat organik oleh kuman-kuman pembusuk pada kondisi tertentu. Proses ini menghasilkan bahan berupa kompos atau pupuk hijau Dumping Sampah dibuang atau diletakkan begitu saja di tanah lapangan, jurang atau tempat sampah.
  • 16.
    Recycling Pengolahan kembali bagian-bagiandari sampah yang masih dapat dipakai atau di daur ulang Reduction Metode ini digunakan dengan cara menghancurkan sampah sampai ke bentuk yang lebih kecil