Table of Contents Favorite 
Back Share FB 
Home Table of Contents 
MEMUTAR IPAD: 
Untuk melihat majalah 
dalam tampilan horizontal 
atau vertikal 
ARTIKEL: 
Geser keatas dan kebawah 
untuk membaca artikel 
Gunakan icon berikut 
sebagai petunjuk membaca 
majalah ini 
Pindah halaman lewat scroll 
Galeri 
Image 
Audio 
Video 
3600 
360 View 
Kebawah 
Kumpulan edisi yang sudah dan belum didownload 
Menampilkan majalah yang sedang dibaca 
majalah detik 
Close 
Putar Info 
RUBRIK: 
Geser kekiri dan kekanan 
untuk melihat rubrik 
Tap 
Geser
TAP PADA KONTEN UNTUK MEMBACA ARTIKEL 
DAFTAR ISI EDISI 96 30 SEp - 6 OkT 2013 
NASIONAL 
FOKUS 
SUKARNO, DI ANTARA 
HANUNG & RACHMA 
Rachmawati Soekarnoputri 
melaporkan sutradara Hanung 
Bramantyo ke polisi. Buntut konflik 
akibat pemeran Sukarno yang 
mengaku tak mengenal Bung Karno. 
HUKUM 
QADU CEPAT KANDIDAT DEMOKRAT QMENGGUGAT NEGARA BERMODAL RP 600 RIBU 
Q DARI PETURASAN SAMPAI PLAZA SENAYAN 
INTERNASIONAL 
Q ADA APA DENGAN SI JANDA PUTIH 
Q BEREBUT NAMA ‘ALLAH’ 
INTERVIEW 
Q INDRA SJAFRI 
SAINS 
Q KIAMAT PURBA GUNUNG TOBA 
SENI HIBURAN 
Q TRIBUTE UNTUK SANG MAESTRO 
Q SEKUEL HOROR YANG 
KURANG SERAMNYA 
Q FILM PEKAN INI 
Q AGENDA 
Cover: 
Ilustrasi: Kiagus Auliansyah 
Video: MyTrans 
@majalah_detik majalah detik 
KRIMINAL 
QBEBAS DI ‘HARI EKSEKUSI’ 
EKONOMI 
QKONTROVERSI SAPI 
QMENDAPAT TAMBAHAN NAPAS 
BISNIS 
QHOTEL UNTUK SELEBRITAS KELAS ATAS 
QMENGINTIP PASAR MOBIL SUPERMEWAH 
SPORT 
QMUDA KAYA RAYA, TUA SENGSARA 
LENSA 
QMENGGUNTING JARAK DI LAUT BALI 
WKWKWK 
Q‘MENANAK’ DUIT RP 300 JUTA 
KOLOM 
QTHE FED DAN GEJOLAK MAKROEKONOMI 
GAYA HIDUP 
QBANDUNG, ADA APA LAGI? 
QSENSASI MAKAN DI KAPAL SELAM 
Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Dimas Adityo, Irwan 
Nugroho, Mulat Esti Utami, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif 
Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, 
Kustiah, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Evi 
Tresnawati S, Bahtiar Rifai Bahasa: Habib Rifa’i, Rahmayoga Wedar Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, 
Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, Sena Achari, Eko Tri Hatmono 
Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, 
Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Edi Wahyono 
Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 
Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran: 
appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya 
No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com 
Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.
TOL SEHARGA RP 2,5 T 
SUMBER: DETIKFOTO 
lensa 
Pertama kali mempunyai jalan tol, Bali langsung mendapatkan yang terbaik. Namanya jalan tol Bali 
Mandara. Terbentang di atas Laut Benoa sepanjang 12,7 kilometer dan menghabiskan duit Rp 2,485 
triliun. Praktis, jalan tol ini mampu menggunting jarak dan waktu di kaki Pulau Bali tersebut. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
Warga pada 6 Juli lalu bermain di jalan tol sebelum resmi dibuka. (GettyImages/Putu Sayoga)
Jalan tol sepanjang 12,7 kilometer ini merupakan megakonstruksi yang 100 persen sumber dayanya 
berasal dari dalam negeri. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembayaran perdana menggunakan e-toll card di 
pintu tol Nusa Dua saat meresmikan jalan tol Bali Mandara, Senin, 23 September lalu. (ANTARA FOTO/ 
Prasetyo Utomo)
Peresmian jalan tol Bali Mandara bertepatan dengan penyelenggaraan KTT APEC pada awal Oktober. 
(ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Jalan tol Bali Mandara menyediakan lajur untuk roda dua dan roda empat atau lebih. Bali Mandara 
merupakan jalan bebas hambatan pertama yang dibangun di atas laut dengan sindikasi pembiayaan 
dari bank-bank nasional dan BPD Bali. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Pembangunan jalan tol Bali Mandara menghabiskan dana Rp 2,485 triliun yang dihimpun dari 7 BUMN 
serta Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dengan masa konsesi 45 
tahun. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
ADU CEPAT KANDIDAT 
DEMOKRAT 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
PARA PESERTA KONVENSI PARTAI DEMOKRAT “TANCAP GAS” UNTUK MENDONGKRAK 
POPULARITAS DAN ELEKTABILITAS MEREKA. MEMBENTUK TIM SUKSES HINGGA 
MENGGALANG SUKARELAWAN DI DAERAH.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
TIDAK ada tanda-tanda rumah jembar ber-lantai 
dua di Jalan Imam Bonjol Nomor 16, 
Jakarta Pusat, itu menjadi markas tim suk-ses 
kandidat calon presiden. Tak ada papan 
reklame ataupun spanduk. Petunjuk bahwa rumah 
tersebut merupakan kantor tim pemenangan Endri-artono 
Sutarto, salah satu peserta konvensi calon 
presiden Partai Demokrat, baru diketahui setelah 
masuk ruang tamu. Poster bergambar mantan Pan-glima 
TNI itu terpampang di salah satu sisi dinding-nya. 
Meski rumah itu tidak menampilkan tanda-tanda 
sebagai markas tim pemenangan, kesibukan 
terasa saat majalah detik menyambangi 
bangunan berkelir krem itu Rabu pekan lalu. 
Sejumlah orang berembuk di sebuah ruangan. 
Di ruangan lain, seorang anak muda sibuk 
mengoperasikan laptop. 
Begitulah, setelah konvensi secara resmi 
dimulai pertengahan September lalu, sebelas 
kandidat seakan beradu cepat untuk merebut hati 
rakyat. Maklum, pemenang konvensi, yang akan 
diusung oleh Partai Demokrat sebagai calon presiden 
2014, ditentukan berdasarkan hasil survei. 
Popularitas dan elektabilitas kandidat menjadi 
sangat penting. Mereka pun seolah-olah tak mau 
menyia-nyiakan waktu penyelenggaraan konvensi 
selama delapan bulan ke depan. Masing-masing 
membentuk tim pemenangan. 
Endriartono, misalnya, menggandeng koleganya 
semasa di TNI sebagai tim sukses. Bekas Komandan 
Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat 
Letnan Jenderal (Purnawirawan) Amir Sembiring 
didapuk sebagai ketua. Mantan Asisten Pengamanan 
TNI AD Mayor Jenderal (Purnawirawan) I Dewa Putu 
Rai dan eks Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan 
Nasional Marsekal Madya (Purnawirawan) Rio 
Endriartono, 
misalnya, 
menggandeng 
koleganya semasa 
di TNI sebagai tim 
sukses.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
Pramono Edhie saat 
meresmikan Media Center, 
Senin (23/9). 
ARI SAPUTRA/DETIKFOTO 
Mendung Thalieb menjadi anggota. 
Para mantan jenderal itu juga mulai blusukan ke 
sejumlah daerah. Selain tim “sepuh”, sekelompok 
anak muda, dinamai Times atau Tim Muda 
Endriartono Sutarto, juga dibentuk. Mereka inilah 
yang akan berupaya mendongkrak popularitas 
pensiunan jenderal bintang empat itu melalui media 
sosial, seperti Facebook atau Twitter. 
“Biar masyarakat lebih mengenal siapa Pak 
Endriartono,” ujar Amir Sembiring. 
Sekitar 1 kilometer dari markas tim pemenangan 
Endriartono, kandidat lain peserta konvensi, Pramono 
Edhie Wibowo, Senin pekan lalu meresmikan Media 
Center Edhie Wibowo 55 di Jalan Diponegoro Nomor 
43. Angka 55 dianggap istimewa oleh Pramono, yang 
lahir pada tanggal 5, bulan 5, dan tahun 1955. Dia 
juga anak ke-5 Sarwo Edhie Wibowo (almarhum). 
Lokasi media center adalah rumah milik kader 
Partai Persatuan Pembangunan, Djan Faridz, yang
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
juga Menteri Perumahan Rakyat. 
Sebelumnya, rumah itu merupakan 
markas Sekretariat Gabungan Koalisi 
Partai Pendukung Pemerintah. 
Belakangan, pemakaian rumah 
itu menjadi media center Pramono 
diprotes sejumlah partai anggota 
Koalisi. 
Media center juga didirikan untuk meningkatkan 
popularitas dan elektabilitas adik ipar Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono itu. Sementara Endriartono 
menggunakan jaringan pertemanan tentara, 
Pramono, mantan Kepala Staf TNI AD, menggandeng 
bekas wartawan, Rajab Ritonga, sebagai ketua media 
center. 
Tim pemenangan Pramono memang 
menitikberatkan media untuk mendongkrak 
elektabilitasnya lantaran, dalam sejumlah survei, adik 
Ibu Negara Ani Yudhoyono itu belum termasuk tokoh 
Padepokan Relawan Demi 
Indonesia (atas). 
AGUNG PAMBUDHY /DETIKFOTO 
Dahlan Iskan saat 
meluncurkan helm untuk 
kampanyenya (bawah). 
DOK.RELAWAN DEMI INDONESIA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
populer. “Bagaimana menjadikan (Pramono) sebagai 
media darling, ini paling efektif untuk membuat beliau 
dikenal,” kata Rajab kepada majalah detik. 
Tim ini tak pernah absen mengajak wartawan dari 
Jakarta jika Pramono berkunjung ke daerah, seperti 
saat ia menyambangi korban letusan Gunung 
Sinabung di Sumatera Utara pekan lalu. Cara ini 
diakui Rajab, bekas direktur di Lembaga Kantor 
Berita Nasional Antara, lebih murah ketimbang 
memasang iklan di media cetak atau elektronik. 
Nah, sementara tim pemenangan Pramono 
mengandalkan media, kandidat lain, Dahlan 
Iskan, menjadikan sukarelawan di daerah sebagai 
motor penggerak agar namanya semakin dikenal. 
Kelompok-kelompok sukarelawan pendukung 
Dahlan menggunakan nama Menteri Badan Usaha 
Milik Negara itu, atau inisial DI, sebagai nama 
kelompok. 
Ada Tim Relawan Dahlan Iskan (Trendi), Dahlanis, 
Dahlan Wisdom, Jaringan Dahlan Iskan (Jadi), Pro 
Dahlan Iskan (Prodi), serta Dahlan Iskan Connection 
(Diskon). Semua di bawah koordinasi Padepokan 
Relawan Demi Indonesia (Redi), yang membuka 
posko di Jalan Hang Tuah Nomor 59, Kebayoran 
Baru, Jakarta Selatan. 
Koordinator Padepokan Redi, Amal Ghazali, 
mengatakan pihaknya juga menggelar program 
hingga ke pelosok desa, yang dinamai Getok Pintu. 
“Sukarelawan kami latih menjadi brand ambassador 
Dahlan Iskan,” tutur Sekretaris Departemen 
Pertanian Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 
itu. 
Amal mengklaim jumlah sukarelawan Dahlan lebih 
dari 300 ribu orang. Mereka juga bergerak melalui 
banyak akun di media sosial, seperti Facebook atau 
Twitter. “Kami juga membuat merchandise Dahlan, 
seperti pin, kaus, topi, dan helm,” ucapnya. 
Kandidat lain, Dino Patti Djalal, juga mulai 
Kalau tim Pramono 
mengandalkan 
media, Dahlan Iskan 
menjadikan relawan di 
daerah sebagai motor 
penggerak. 
Peserta Konvensi 
Partai Demokrat 
t Anies Baswedan (44 tahun) 
t Ali Masykur Musa (51 tahun) 
t Dahlan Iskan (62 tahun) 
t Dino Patti Djalal (48 tahun) 
t Endriartono Sutarto 
(66 tahun) 
t Gita Wirjawan (48 tahun) 
t Hayono Isman (58 tahun) 
t Irman Gusman (51 tahun) 
t Marzuki Alie (57 tahun) 
t Pramono Edhie Wibowo 
(58 tahun) 
t Sinyo Harry Sarundajang 
(68 tahun)
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
blusukan. Ia menggunakan 
setiap kesempatan untuk 
memperkenalkan diri. Seperti 
pada 12 September lalu, 
dalam penerbangan Jakarta 
ke Denpasar dengan maskapai 
penerbangan bertarif murah, 
Citilink, Dino memberi “kejutan” 
kepada para penumpang. Ia 
berbicara melalui mikrofon. 
“Saya Dino Patti Djalal, umur 
48 tahun. Saat ini Duta besar RI 
di Amerika Serikat. Dari ruang 
kokpit, saya bisa melaporkan 
cuaca di Denpasar dalam kondisi 
cerah, tapi tidak secerah masa 
depan Indonesia,” kata Dino. 
Setelah pesawat mendarat, 
Dino dengan sigap berdiri di 
dekat pintu keluar dan mengajak seluruh penumpang 
melakukan salam “Bronx”—salam kepal ala Amerika. 
Bersama tim suksesnya, Dino juga melakukan 
gerilya, termasuk ke pondok pesantren. Di Pesantren 
Darunnajah, Jakarta Selatan, Dino memberikan 
tausiyah kepada para santri, hal yang sangat jarang 
ia lakukan sebelumnya. 
Kandidat lain, Gita Wirjawan, pun berupaya 
merangkul berbagai kalangan. Menteri Perdagangan 
itu kini rajin blusukan menemui pemusik dan pencipta 
lagu, budayawan, olahragawan, hingga pedagang. 
Salah seorang Ketua DPP Partai Demokrat, Kastorius 
Sinaga, menjadi koordinator tim suksesnya. 
Gita didukung jaringan Relawan Gerakan 
Cinta Tanah Air (Gita). Ahad, 29 September lalu, 
kelompok sukarelawannya bertambah dengan 
dideklarasikannya Kelompok Pendukung Kampanye 
(KPK) GITA 2014 di lapangan tenis indoor Senayan, 
Jakarta. 
Kantor tim pemenangan 
Endriartono Sutarto. 
AGUNG PAMBUDHY /DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
Wajah Menteri Perdagangan itu juga 
kerap muncul dalam kampanye cinta 
produk Indonesia, yang diiklankan 
kementeriannya di berbagai media. 
Namun, Kastorius menolak anggapan 
jika iklan itu dikaitkan dengan aktivitas 
Gita dalam konvensi. “Itu kebetulan saja,” 
katanya. 
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie juga 
akan menggunakan media cetak dan elektronik untuk 
meningkatkan elektabilitas. Namun, kata pegiat tim 
pemenangan Marzuki, Kuseryansyah, kubunya tidak 
akan beradu volume iklan dengan peserta konvensi 
lain. “Adu kreatif saja,” ujarnya. 
Saat kandidat lain sudah membentuk tim sukses, 
bahkan mendirikan markas, tidak demikian dengan 
Marzuki. Tim sukses untuk Wakil Ketua Majelis Tinggi 
Partai Demokrat itu belum terbentuk secara formal. 
Markas tetap juga belum ada. “(Markas) pindah- 
Dino Patti Djalal saat 
memberikan tausiah di 
Pesantren Darunnajah (atas). 
DOK.TIM DINO 
Dino menyapa penumpang 
pesawat dengan salam kepal 
'Bronx' (bawah). 
DOK.ILHAM
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
NASIONAL 
pindah karena kami masih melakukan konsolidasi,” 
ucapnya. 
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray 
Rangkuti menilai konvensi Partai Demokrat, 
yang sebagian besar pesertanya merupakan 
pejabat negara, perlu dikawal. Jangan sampai, 
karena kampanye, tugas mereka sebagai pejabat 
terbengkalai. 
Kedua, perlu dipastikan tidak ada fasilitas negara 
yang digunakan untuk mendongkrak popularitas 
mereka. “Misalnya melalui iklan kementerian, 
kunjungan sana-sini, seolah untuk kepentingan kerja, 
padahal sedang membonceng untuk kepentingan 
kampanye,” kata Ray. 
DIMAS ADITYO, ARIFIN ASYDHAD, M. RIZAL 
Seorang relawan GITA (kiri). 
Papan reklame Kementerian 
Perdagangan yang 
menampilkan wajah Gita 
Wirjawan (kanan). 
ARI SAPUTRA/DETIKFOTO 
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
DARI PETURASAN 
SAMPAI 
PLAZA SENAYAN 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
nasional 
SEORANG HAKIM TINGGI GAGAL MENJADI HAKIM AGUNG 
GARA-GARA KEPERGOK BERTEMU DENGAN ANGGOTA KOMISI 
HUKUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DI TOILET. MENGHINDARI 
POLITIK TRANSAKSIONAL, KOALISI MASYARAKAT SIPIL MENDESAK 
PEMILIHAN HAKIM AGUNG TAK LAGI DILAKUKAN DI DEWAN.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
nasional 
WARTAWAN sebuah media nasional itu 
tak menyangka, saat buang air kecil di 
toilet gedung Dewan Perwakilan Rakyat, 
Jakarta, Rabu dua pekan lalu, dia me-mergoki 
pertemuan “mencurigakan” seorang calon 
hakim agung dengan seorang politikus. Saat itu, ia 
tengah meliput proses uji kelayakan dan kepatutan 
calon hakim agung di Komisi Hukum DPR. 
Wartawan pria itu sudah terlebih dulu berada di da-lam 
toilet ketika calon hakim agung Sudrajat Dimyati 
masuk. Ia melihat, hakim Pengadilan Tinggi Pontianak 
tersebut sempat memilih tempat kencing (urinoar) 
sebelum buang air kecil. 
Sebenarnya sang wartawan sudah selesai buang 
air kecil. Namun ia curiga setelah anggota Komisi 
Hukum, Bachrudin Nasori, menyusul masuk ke toilet. 
Naluri wartawannya muncul untuk mengetahui apa 
yang akan terjadi. Ia lantas berpura-pura membuang 
ingus di wastafel untuk mengulur waktu. 
Sudrajat Dimyati (kiri) dan 
Bachrudin Nasori 
RENGGA SANCAYA/DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 23 - 29 SEPTEMBER 2013 
nasional 
Sembari menundukkan kepala di wastafel, ia meng-intip 
apa yang dilakukan kedua orang tersebut. Saat 
itulah, ia menduga, ada sesuatu yang berpindah dari 
tangan Sudrajat ke Bachrudin, meski tidak dapat 
memastikan benda apa yang dimaksud. “Ketutup oleh 
badan Bachrudin,” tuturnya kepada majalah detik. 
Setelah itu, Bachrudin keluar, disusul Sudrajat. Tak 
berselang lama, kabar pertemuan di toilet itu cepat 
beredar di antara wartawan. Sudrajat pun dicecar 
pertanyaan untuk mengklarifikasi apa maksud per-temuannya 
dengan Bachrudin. 
Gara-gara pertemuan di peturasan itu, men-cuat 
dugaan keduanya melakukan lobi-lobi 
untuk meloloskan Sudrajat. Apalagi, tersiar 
kabar, Bachrudin diduga menerima sesuatu 
dari sang calon hakim agung. Peristiwa ini lalu 
ramai diberitakan dengan sebutan “lobi toilet”. 
Sudrajat dan Bachrudin kompak membantah 
melakukan lobi, apalagi sampai ada pemberian 
“amplop. Sudrajat malah mengaku, saat di toilet, 
ia tidak ngeh Bachrudin adalah anggota Komisi 
Hukum. “Saya tidak kenal orang itu,” ucapnya. 
Menurut Sudrajat, Bachrudin mengeluarkan seca-rik 
kertas jadwal uji kelayakan calon hakim agung. 
Ia menanyakan, mana di antara calon hakim agung 
perempuan yang bukan berasal dari hakim karier. 
“Kemudian saya bilang yang paling bawah, sambil 
memberikan kertas itu lagi,” tutur mantan hakim di 
Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu. 
Senada dengan Sudrajat, Bachrudin mengaku cuma 
bertanya soal status hakim perempuan yang ikut se-leksi. 
Pertemuan di toilet itu juga tak disengaja. “Tidak 
ada perpindahan barang dari satu orang ke orang lain. 
Kalau ada CCTV, bisa dilihat,” kata Bendahara Partai 
Kebangkitan Bangsa itu. 
Nah, di tengah ramainya pemberitaan, komisioner 
Sudrajat dan 
Bachrudin kompak 
membantah 
melakukan lobi, 
apalagi sampai 
ada pemberian 
‘amplop’.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
nasional 
Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, menyebut lobi-lobi 
untuk meloloskan calon hakim agung tak hanya 
terjadi di DPR, tapi juga di lembaganya, yang menye-leksi 
calon hakim agung. Imam bahkan mengungkap 
pernah ditawari uang untuk meloloskan seorang calon 
ke DPR saat proses seleksi tahun lalu. 
Saat itu, Imam, yang juga bekas politikus, bertemu 
dengan koleganya seorang anggota Komisi Hukum 
DPR di sebuah rumah makan di Plaza Senayan, Jakarta 
Selatan. Dalam pertemuan sembari makan siang itulah 
sang rekan—yang tak mau ia sebutkan nama dan fraksi-nya— 
menyampaikan “pesan” dari seorang hakim tinggi 
yang saat itu tengah diseleksi Komisi Yudisial. 
“Dia menawarkan sejumlah uang untuk saya dan 
komisioner lain agar hakim itu lolos,” ujar Imam. 
Uang yang ditawarkan cukup besar, Rp 200 juta. Ia 
mengasumsikan, jika dikalikan dengan tujuh komi-sioner, 
berarti fulus yang disiapkan mencapai Rp 1,4 
miliar. Namun saat itu juga Imam menolak tawaran 
tersebut. Masalah itu juga dibawa ke rapat pleno Ko-misi 
Yudisial. Hasilnya, sang hakim pemberi “pesan” 
digugurkan. “Karena menyangkut integritas si hakim,” 
ujar Imam. 
Anggota Komisi III DPR 
menghitung suara dalam 
voting pemilihan hakim agung 
di kompleks DPR, Senayan, 
Jakarta, 23 September lalu. 
YUDHI MAHATMA/ANTARA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
nasional 
Petugas Komisi III DPR 
menghitung suara dalam 
voting pemilihan hakim agung 
di kompleks DPR, Senayan, 
Jakarta, 23 September lalu. 
YUDHI MAHATMA/ANTARA 
Kembali ke “lobi toilet”. Insiden itu membuat nama 
Sudrajat tercoreng. Politikus Fraksi Partai Persatuan 
Pembangunan, Ahmad Yani, menuturkan umumnya 
anggota Komisi Hukum tidak mau mengambil risiko 
jika memilih Sudrajat. 
“Kalau (Sudrajat) terpilih, seolah (DPR) ambil uang 
(suap),” katanya. Padahal, kata Yani, belum tentu benar 
terjadi lobi atau sogok-menyogok di antara keduanya. 
Apalagi informasi itu sudah dibantah. 
Sudrajat akhirnya tidak lolos. Dari 12 calon, Komisi 
Hukum pada Senin pekan lalu memilih empat orang 
menjadi hakim agung. Empat orang itu adalah Wakil 
Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Gorontalo Zahrul Rabain 
yang mendapat 39 suara, hakim PT Tanjung Karang 
Eddy Army (35 suara), hakim PT Bandung Sumardi-jatmo 
(28 suara), serta Wakil Ketua PT Medan Maruap 
Dohmatiga Pasaribu (27 suara). 
Di antara delapan nama yang tidak terpilih, Sudra-jat 
mendapatkan dukungan paling sedikit, yakni satu 
suara. Selain gagal, Sudrajat diperiksa Komisi Yudi-sial 
untuk mengklarifikasi pertemuan itu. Sedangkan 
Bachrudin, selain dipanggil Komisi Yudisial, digeser
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
nasional 
oleh fraksinya dari Komisi Hukum. 
Secara terpisah, peneliti Indonesian Legal Roun-dtable 
(ILR), Erwin Natosmal Oemar, mengatakan, di 
tengah isu dugaan suap dan “lobi toilet”, semestinya 
saat itu DPR responsif dan tidak meneruskan proses 
pemilihan hakim agung. “Apalagi dasar hukumnya te-ngah 
dipertanyakan,” ucapnya.! 
Koalisi Masyarakat Sipil, termasuk ILR, sedang me-nunggu 
keputusan uji materi terhadap Pasal 18 ayat 4 
Undang-Undang Komisi Yudisial serta Pasal 8 ayat 2, 
3, dan 4 UU Mahkamah Agung, yang diajukan ke Mah-kamah 
Konstitusi. Dua undang-undang itu mengatur 
kewenangan DPR memilih calon hakim agung dengan 
ketentuan kuota 1 banding 3, yakni calon yang diajukan 
ke DPR oleh Komisi Yudisial harus tiga kali lipat dari 
jumlah hakim agung yang dibutuhkan.! 
“Konstitusi mengatur DPR cuma memiliki kewe-nangan 
menyetujui, bukan memilih,” kata Erwin, 
seraya menilai pemilihan yang dilakukan di DPR, se-perti 
terhadap pejabat negara yang lain, berpotensi 
terjadi politik transaksional. ! 
Imam Anshori setuju apabila proses seleksi calon 
hakim agung dikembalikan seperti diatur UUD 1945 
Pasal 24. Pola 3 banding 1 diakui Imam menyulitkan 
Komisi Yudisial karena tidak mudah mencari calon 
hakim agung. “Kalau dibutuhkan lima, kami harus 
menyiapkan 15,” ujarnya. 
Terkadang, kata Imam, calon yang ber-ada 
di peringkat tertinggi malah ter-singkir 
di DPR. Termasuk dalam 
pemilihan Senin pekan lalu. 
“Yang dianggap terbaik malah 
tidak lolos,” tuturnya. Q 
DIMAS ADITYO, M. RIZAL, M. IQBAL 
Imam Anshori Saleh 
AGUNG PAMBUDHY/DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - OKTOBER 2013 
hukum 
MENGGUGAT 
NEGARA 
BERMODAL 
RP 600 RIBU 
KISAH SEORANG SATPAM YANG 
MENUNTUT HAKNYA, SETELAH 
DIPECAT TANPA PESANGON 
DARI PERUSAHAAN TEMPATNYA 
BEKERJA. PERMOHONAN 
UJI MATERI PASAL YANG 
MENGATUR KEDALUWARSA 
DALAM PEMBERIAN 
PESANGON, AKHIRNYA 
DIKABULKAN MAHKAMAH 
KONSTITUSI. 
DETIKFOTO/ DIKHY SASRA, ARI SAPUTRA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - OKTOBER 2013 
hukum 
RUMAH petak berukuran sekitar 4 x 4 meter 
itu telah dihuni Marten Boiliu, dan istrinya, 
sejak tujuh tahun lalu. Rumah tersebut ber-ada 
di Jalan Selatan 8, Kelurahan Jati Mekar, 
Pondok Gede, Kota Bekasi, yang ia sewa seharga Rp 
250 ribu per bulan. 
Selama tinggal di wilayah itu, sosok Marten kurang 
dikenal, lantaran lebih banyak beraktivitas di luar 
rumah. Selain bekerja sebagai petugas satuan 
pengamanan (satpam) di PT Telekomunikasi Indonesia, 
Marten juga mengambil kuliah di Fakultas Hukum 
Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur. 
Namun, beberapa waktu belakangan ini, 
namanya melejit setelah permohonan uji 
materi (judicial review) undang-undang 
(UU) yang diajukannya, dimenangkan oleh 
Mahkamah Konstitusi, pada 19 September 
lalu. Wartawan pun silih berganti 
mewawancarainya. 
“Saya banyak diberi selamat dan support 
oleh teman dan tetangga. Apalagi nama 
saya masuk media,” ujar Marten. “Jadi 
banyak yang datang ke rumah.” 
Marten menguji materi Pasal 96 UU Nomor 13 
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setelah di- 
Marten menguji 
materi Pasal 96 UU 
Ketenagakerjaan, 
setelah di-PHK tanpa 
pesangon oleh PT 
Sandi Putra Makmur. 
PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa pesangon oleh 
PT Sandi Putra Makmur (SPM), tempatnya bekerja pada 
2009. Padahal, sudah tujuh tahun ia bekerja di perusahaan 
yang bergerak di bidang jasa tenaga kerja itu. 
Marten bekerja di perusahaan tersebut sejak 15 Mei 
2002, sampai dirumahkan pada 30 Juni 2009. Namun, 
ia baru menuntut pembayaran pesangon pada Juni 
tahun lalu. Marten menuntut pembayaran uang 
pesangon, penghargaan, dan penggantian hak, seperti 
yang diatur dalam Pasal 163 Ayat (2) juncto Pasal 156 
Ayat (2), (3), dan (4) UU Ketenagakerjaan.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - OKTOBER 2013 
hukum 
Tapi, tuntutannya itu terbentur Pasal 96 undang-undang 
yang sama, yang mengatur bahwa pesangon 
hanya bisa dituntut dua tahun setelah PHK. Ini 
mengakibatkan Marten tidak bisa lagi mengajukan 
tuntutan. Karena merasa dirugikan, Marten pun 
mengajukan uji materi ke MK. 
Terakhir bekerja di PT SPM, Marten mendapat upah 
sebesar Rp 811 ribu, plus uang makan dan transpor Rp 
250 ribu per bulan. Jika tidak masuk kerja, uang makan 
dan transpor melayang sekalipun ada izin atau sakit. 
Meski gaji kecil, Marten tetap bersabar. Untungnya, 
sang istri, Eister, juga bekerja sebagai staf bagian 
pembelian di International SOS. Ini membuat dapurnya 
“tetap ngebul” dan bisa menghidupi anak angkatnya, 
Catherine, yang berusia tiga tahun. 
Kesabarannya habis tatkala ia dan puluhan temannya, 
dirumahkan tanpa pesangon pada Juni 2009. Marten 
semakin kesal karena ia menduga, ada akal-akalan 
dalam urusan tenaga kerja yang dilakukan PT SPM, 
penyedia tenaga alih daya (outsourcing) di PT Telkom. 
Marten Boiliu saat ditemui di 
rumahnya, pekan lalu. 
DETIKFOTO/DIKHY SASRA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - OKTOBER 2013 
hukum 
Contohnya, meski sudah dipecat dari PT SPM, namun 
ia dan 65 orang temannya masih bekerja sebagai 
tenaga alih daya di PT Telkom, seperti sebelumnya. 
Hanya saja, mereka kini berada di bawah bendera PT 
Graha Sarana Duta (GSD). 
Anehnya lagi, PT GSD yang memenangi tender 
sebagai penyalur karyawan alih daya justru melakukan 
subtender ke PT SPM, yang sebelum kalah tender, 
telah mem-PHK karyawannya. Hal itu mendorong 
Marten serta rekan-rekannya membulatkan tekad 
untuk menuntut haknya. 
Sebelum mengajukan gugatan, ia mengumpulkan 
buku serta literatur terkait ketenagakerjaan 
dari sejumlah kenalan. Keinginannya untuk 
melayangkan uji materi semakin kuat setelah 
pada 2010, Marten duduk sebagai mahasiswa 
fakultas hukum. Ia juga banyak berdiskusi 
bersama teman-teman kuliahnya. 
“Saya masukan gugatan itu Agustus 2012,” 
kata pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara 
Timur, pada 11 November 1974, itu. 
Selama proses uji materi ke MK, ia 
mengaku tidak mengalami kendala berarti. 
Ia cuma mengeluarkan uang Rp 600 ribu, itu 
pun untuk keperluan memfotokopi berkas dan 
Sebelum mengajukan 
gugatan, ia 
mengumpulkan buku 
serta literatur terkait 
ketenagakerjaan dari 
sejumlah kenalan. 
transpor bolak-balik ke gedung MK. Tidak ada satu 
sen pun uang yang ia keluarkan untuk pengurusan 
perkara di lembaga penguji undang-undang tersebut. 
Perjuangan panjangnya untuk menggapai keadilan 
itu juga didukung penuh oleh sang istri. Bahkan, 
perempuan yang dinikahinya pada 2008, itu, banyak 
membantu dan mengatur biaya kuliah Marten di 
Fakultas Hukum UKI. “Nama saya selalu ada di dalam 
doanya,” tutur Marten. 
Selain menggugat undang-undang ke MK, Marten 
juga melayangkan gugatan ke Pengadilan Hubungan
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - OKTOBER 2013 
hukum 
Industri (PHI), beberapa bulan kemudian. Proses 
persidangan di PHI dimulai sejak 8 Juli 2013, dan masih 
berjalan sampai sekarang. “Sudah 9 kali sidang, tapi 
belum ada putusan,” ucapnya. 
Hasil putusan MK yang memenangkan uji materinya, 
kemudian diajukan Marten sebagai bukti di sidang PHI. 
Ia berharap putusan Mahkamah bisa mempermudah 
gugatannya di PHI, di mana ia menuntut uang pesangon 
Rp 1,5 miliar untuk 66 pekerja yang di-PHK PT SPM, 
termasuk dirinya. 
Secara terpisah, Hakim Konstitusi 
Harjono mengatakan, putusan Majelis 
Hakim MK telah didasari pertimbangan 
rasa keadilan. “Seorang pekerja juga 
punya pengorbanan dalam pekerjaan, 
dalam rentang waktu tertentu. Jadi harus 
diberikan upahnya, kalau di-PHK, ya harus 
ada pesangon,” kata Harjono kepada 
majalah detik. 
Menurut dia, tidak fair jika pekerja yang 
di-PHK mesti dihambat dengan aturan 
kedaluwarsa dalam menuntut hak-haknya, 
seperti diatur Pasal 96 UU Ketenagakerjaan. “Itu inti dari 
pertimbangan kita (MK),” ujarnya. Dengan putusan tersebut, 
Harjono berharap kalau ada tuntutan dari pekerja terhadap 
perusahaan, bisa diselesaikan dengan adil. 
Sementara itu, pengamat hukum tata negara, 
Margarito, berpendapat, dengan adanya putusan MK, 
pasal 96 UU Ketenagakerjaan tidak bisa lagi digunakan 
oleh perusahaan untuk mengesampingkan hak-hak 
para buruh. Margarito juga menjadi salah satu saksi 
ahli yang dihadirkan dalam kasus Marten di MK. 
“Sebab, selama ini perusahaan mengandalkan 
Pasal 96 UU 13 Tahun 2003, ketika berselisih dengan 
buruh,” katanya. “Batas kedaluwarsa dua tahun tentu 
menyulitkan buruh.” Q M. RIZAL | DEDEN GUNAWAN 
Unjuk rasa buruh menolak 
sistem kerja kontrak di Jakarta, 
beberapa waktu lalu. 
DETIKFOTO/ARI SAPUTRA 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6
BEBAS DI 
‘HARI EKSEKUSI’ 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kriminal 
POLISI MEMBONGKAR PRAKTEK PENYEKAPAN 
DAN PENYIKSAAN YANG DILAKUKAN KARYAWAN 
PERUSAHAAN JASA KEAMANAN. KORBANNYA 
ADALAH MEREKA YANG TERJERAT UTANG. 
PENGORDER KINI DIBURU. 
DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kriminal 
BOCAH berusia 5 tahun itu enggan melepas pe-lukannya 
dari Ahmad Zamani, 32 tahun, saat 
bapak-anak itu bertemu kembali di Markas 
Kepolisian Sektor Taman Sari, Jakarta Barat, 
Kamis dua pekan lalu. Maklum, hampir sepekan, Azis, 
nama bocah itu, tidak bertemu dengan sang ayah, 
yang menjadi korban penculikan dan penyekapan. 
“Itu muka ayah kenapa?” tanya Azis polos. Zamani, 
yang tak ingin anaknya tahu hal yang sebenarnya 
terjadi, menjawab sekenanya. “Ayah jatuh dari motor, 
kena aspal. Adik bagaimana kabarnya?” kata Zamani, 
mengalihkan pembicaraan. 
Zamani merupakan salah satu korban penculikan 
dan penyekapan yang dilakukan sekelompok orang 
yang bekerja di peru-sahaan 
jasa keamanan 
Benteng Jaya Mandiri 
(BJM). Berhari-hari ia 
disekap dan disiksa di 
kantor BJM, Jalan Hayam 
Wuruk Nomor 120-D, Ta-man 
Sari, Jakarta Barat, 
lantaran kasus utang-piutang. 
Sri Prihatin, 32 tahun, 
istri Zamani, awalnya 
juga tidak tahu suaminya 
diculik dan disekap. Sebab, saat kejadian, ia sedang 
mengantarkan Azis ke sekolah, yang tidak jauh dari 
rumahnya, di Perumahan Cilacap Regen, Cilacap, 
Jawa Tengah. 
Sepulang dari sekolah, Sri tak menemukan suami-nya 
di rumah. Seorang tetangga mengatakan Zamani 
dijemput beberapa orang yang datang menggunakan 
mobil. Awalnya, Sri mengira suaminya dibawa aparat, 
sehingga ia memilih menunggu datangnya surat pem- 
Konferensi pers kasus 
penyekapan dan penganiayaan 
terhadap Zamani dan Arifin. 
DETIKFOTO/ GRANDYOS ZAFNA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kriminal 
beritahuan dari polisi. 
Namun, setelah ber-hari- 
hari, bukan pem-beritahuan 
yang datang, 
melainkan aparat Polsek 
Taman Sari. Sri kaget 
setelah tahu suaminya 
menjadi korban pencu-likan 
dan penyekapan. 
Apalagi, saat disekap, 
Zamani mengaku disiksa. 
Kepalanya dipukul dengan pistol, tubuhnya disundut 
rokok, bibirnya dihajar sampai pecah, badannya dipe-cut 
dengan kabel, dan kemaluannya diolesi balsam. 
Zamani mengaku diculik lantaran kasus utang-piutang. 
Ia menuturkan terlilit utang karena usaha 
dagang yang dilakukannya via online bangkrut, dan 
menyisakan utang lebih dari Rp 1 miliar kepada F, mi-tranya. 
F, yang tidak sabar dengan nasib uang yang dikelola 
Zamani, diduga menggunakan jasa penagihan atau 
debt collector untuk meminta uangnya. Zamani dicu-lik 
pagi hari saat baru bangun tidur. Saat itu Zamani 
langsung diborgol dan matanya ditutup. Ia tidak tahu 
dibawa ke mana oleh lima orang yang berperawakan 
tinggi-besar. 
“Jauh banget. Mereka hanya berhenti sekali buat 
makan. Dan selama perjalanan, saya dijejelin (mulut 
disumpal) sepatu,” ucapnya. 
Penyiksaan dimulai sesampai mereka di sebuah 
tempat, yang belakangan diketahui merupakan kantor 
BJM. Zamani juga dipaksa membuat surat pernyataan 
kesediaan membayar utang dan membubuhkan tanda 
tangan di atas kertas bermeterai. 
Seorang tersangka penyekapan 
saat diamankan polisi. 
DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kriminal 
Para penyekap bahkan berencana mengeksekusi-nya, 
meski Zamani sudah meneken surat kesanggup-an 
membayar. “Malam saya dibebaskan itu adalah 
hari saya (diancam) akan dieksekusi. Saya sudah 
digun dulin, diberi baju baru, dan saya sudah berdoa,” 
tuturnya kepada majalah detik. “Tiba-tiba datang se-gerombolan 
orang, eh tahunya pak polisi.” 
Kasus penyekapan dan penyiksaan itu terungkap 
berkat informasi seorang warga yang datang ke 
kantor BJM. Saksi melihat ada orang yang disekap di 
dalam sel dengan wajah penuh luka. Mendapat infor-masi 
itu, polisi lalu menggerebek kantor BJM dan 
membebaskan Zamani serta Sunan Ali Arifin, 
49 tahun, korban lainnya. Kantor BJM tak 
seberapa jauh dari Markas Polsek Taman 
Sari. 
Seperti Zamani, Arifin disekap gara-gara 
urusan utang-piutang. Bahkan 
Arifin, yang tercatat kelahiran Lubuk-linggau, 
Sumatera Selatan, disekap se-bulan 
lebih, yakni sejak 5 Agustus 2013. 
Arifin terlilit utang setelah menjadi 
perantara sebuah proyek di Satuan Kerja 
Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu 
Minyak dan Gas Bumi, saat itu masih bersta-tus 
badan (BP Migas). Atas jasanya, Arifin diberi 
Kasus penyekapan 
dan penyiksaan 
itu terungkap 
berkat informasi 
seorang warga 
yang datang ke 
kantor BJM. 
uang Rp 250 juta. Namun ternyata proyek itu mandek, 
dan Arifin diminta ikut bertanggung jawab. 
Sebenarnya Arifin menyanggupi membayar uang itu 
dengan cara mencicil. Tapi, entah mengapa, ia dicu-lik. 
“Saya sempat bertemu dengan penagih bernama 
Hendra. Setelah itu saya dibawa ke sini (kantor BJM),” 
ujarnya. 
Anehnya, para penyekap meminta Arifin menanda-tangani 
perjanjian utang yang nilainya membengkak 
menjadi Rp 500 juta. Bukan hanya itu, mereka juga
meminta Arifin me-nyerahkan 
mobil Toyota 
Fortuner miliknya seba-gai 
jaminan. Jika tidak, ia 
diancam akan dibunuh. 
Arifin, sama dengan 
Zamani, kini bernapas 
lega karena terbebas dari 
penyiksaan. Apalagi para 
pelaku sudah ditang-kap. 
Dihubungi secara 
terpisah, Kepala Polsek 
Taman Sari Komisaris 
Adi Vivid mengatakan pihaknya telah menetapkan 14 
tersangka pelaku penyekapan tersebut. Dua di antara-nya 
merupakan anggota aktif TNI Angkatan Laut, yang 
langsung diserahkan ke Polisi Militer untuk diproses. 
Teranyar, polisi menangkap ZK dan H di sebuah hotel 
di bilangan Matraman, Jakarta Timur, pada 18 Sep-tember 
lalu. ZK, yang sempat menjadi buron selama 
dua hari, diduga sebagai otak pelaku penculikan dan 
penyekapan terhadap Zamani dan Arifin, sekaligus 
pemilik perusahaan. 
Petugas juga mengamankan 1 senjata organik jenis 
Beretta, 2 airsoft gun, 3 senjata tajam, dan 23 butir 
peluru berukuran 9 milimeter dari rumah-toko yang 
dijadikan kantor tersebut. Vivid menambahkan, para 
tersangka bakal dikenai Pasal 333 KUHP dan Pasal 
170 Undang-Undang Darurat Nomor 15 Tahun 1951 
dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. 
Namun tugas polisi belum selesai. Orang yang me-minta 
PT BJM menculik dan menyekap Zamani dan 
Arifin kini masih dalam pengejaran. “Inisialnya S dan 
H. Tenang saja, keduanya pasti kami tangkap,” kata 
Vivid. Q DEDEN GUNAWAN, SEPTIANA LEDYSIA | DIMAS 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kriminal 
MAJALAH DETIK 19 - 25 AGUSTUS Ruang penyekapan. 
DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
SEORANG JEMAAH HAJI MEMBAWA UANG RATUSAN 
JUTA RUPIAH DI DALAM ALAT PENANAK NASI 
ATAU RICE COOKER. PAK DIRJEN PUN MENYINDIR, 
MEMANG DUIT ITU MAU DIMASAK? 
MAJALAH DETIK M30A JSAELPATHE MDEBTEIRK - 260 O -K 2T6O BMEERI 22001133 
wkwkwk 
‘Menanak’ Duit 
Rp 300 Juta 
Ilustrator: Edi Wahyono 
PENYELENGGARAAN haji tahun ini diwarnai berbagai kisah unik dan lucu. 
Salah satunya soal barang bawaan para tamu Allah itu. Seperti cerita 
Nurma (29), jemaah asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini. Nurma rupanya 
mempersiapkan betul barang bawaannya sebelum berangkat ke Tanah 
Suci, lebih dari dua pekan lalu. Termasuk membawa uang yang cukup agar tidak 
keleleran di Arab Saudi. 
Namun, di luar uang untuk kebutuhan pribadinya, Nurma juga membawa uang 
tunai dalam jumlah banyak. Tidak tanggung-tanggung, ia membawa Rp 300 juta di 
dalam barang bawaannya. Tapi bukannya di dompet atau di tas, uang ratusan juta 
rupiah dalam pecahan Rp 100 ribuan itu, ia simpan di dalam alat penanak nasi (rice 
cooker)! Alamaak.... 
Adalah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, di Asrama 
Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, yang mendapati Nurma membawa uang 
sebanyak itu di dalam rice cooker. Hal itu diketahui saat petugas PPIH memeriksa 
barang bawaan jemaah di pintu masuk embarkasi. 
Uang Rp 300 juta tersebut dibungkus dalam plastik hitam, sebelum disimpan 
di alat penanak nasi listrik itu. Nurma bilang, uang Rp 300 juta itu adalah titipan 
beberapa sanak saudara dan tetangga di daerahnya, untuk amal di Tanah Suci. 
“Itu uang badal bagi umat muslim yang ingin memberangkatkan haji anggota 
keluarga yang sudah meninggal,” ujarnya. 
Kisah Nurma rupanya sampai juga ke telinga Direktur Jenderal Penyelenggaraan 
Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu. Anggito lalu mengimbau 
agar jemaah haji memanfaatkan fasilitas penyimpanan uang dalam bentuk kartu 
ATM. 
“Jangan bawa uang banyak-banyak. Disimpan di ATM saja, supaya tenang iba-dahnya. 
Apalagi ketika masuk Mekah, barang terpisah dari jemaah,” kata Anggito, 
di acara peluncuran fasilitas layanan perbankan untuk jemaah haji, di Asrama Haji 
Donohudan, Solo, Selasa dua pekan lalu. 
Bekas pejabat tinggi di Kementerian Keuangan ini pun tak lupa “menyindir” ulah 
jemaah haji seperti Nurma, yang membawa uang di dalam alat penanak nasi. “Mau 
dimasak apa?” tuturnya, yang disambut tawa para hadirin. Q 
DIMAS, HESTIANA DHARMASTUTI
Kolom E-Banking 
BELANJA CERDAS DAN SEHAT 
DENGAN KARTU DEBIT 
Pak Laksono, 
Sewaktu berbelanja saya biasa menggunakan kartu debit 
untuk melakukan transaksi pembayaran karena lebih 
mudah dan praktis. Saya menyukai gaya hidup sehat. 
Adakah promo belanja makanan atau minuman sehat 
dengan kartu debit? 
Dinda, Jakarta
Kolom E-Banking 
Hai Ibu Dinda, 
Semoga berbelanja memberikan kesenangan 
tersendiri untuk Ibu. 
Berbelanja memang merupakan kegiatan 
yang menyenangkan bagi orang yang 
memiliki hobi shopping, apalagi didukung 
dengan kemudahan layanan pembayaran 
yang ditawarkan perbankan dewasa ini, 
terutama melalui kartu debit. Perlu dicermati 
juga layanan kartu debit yang memberikan 
kemudahan bagi para nasabahnya. 
Saat ini BII memberikan kemudahan layanan 
pembayaran melalui BII Kartu Debit karena 
selain dapat digunakan di mesin EDC BII, BII 
Kartu Debit dapat digunakan di mesin EDC 
yang menggunakan PIN-based maupun EDC 
bank lain berlogo MasterCard (Signature-based). 
Dengan keunggulan tersebut, nasabah tidak 
perlu repot untuk membawa banyak kartu debit 
dan berbelanja pun terasa lebih nyaman. 
Untuk Ibu yang menyukai gaya hidup sehat 
dengan mengkonsumsi makanan atau minuman 
sehat, BII Kartu Debit bekerja sama dengan 
merchant-merchant tengah mengadakan promo 
yang menarik. Salah satunya dengan Yogen Fruz 
(probiotik frozen yoghurt) dalam mengadakan 
program “Diskon 20% dengan Menggunakan BII 
Kartu Debit” mulai 1 September 2013 hingga 31 
Januari 2014. Promo berlaku setiap hari selama 
periode program. 
Nasabah dapat mengikuti program ini hanya 
dengan melakukan transaksi pembelian 
minimal Rp50.000,- di outlet Yogen Fruz sbb: 
Puri Indah Mall 2nd floor 
Plaza Indonesia Mall, LB 
Pacific Place Mall, LG floor 
Taman Anggrek Mall, 4th floor 
Plaza Senayan, 3rd floor Food Court 
Emporium Pluit 
Pondok Indah Mall 1 
Metropolitan Mall Bekasi 
Selain itu, mulai 1 Agustus – 31 Oktober 2013 
berlangsung program ”Raih Hadiah dengan 
Transaksi di BII ATM  Belanja dengan BII 
Kartu Debit” yaitu program dimana selain 
mendapatkan poin untuk transaksi yang 
dilakukan di BII ATM, nasabah juga akan 
mendapatkan poin setiap berbelanja di 
merchant menggunakan BII Kartu Debit dan 
berkesempatan memenangkan hadiah utama 
1 (satu) BII Tabungan senilai Rp 10 Jt dan 
hadiah bulanan dengan total 9 unit Samsung 
Galaxy Note 8”. 
Ayo terus gunakan BII Kartu Debit dan 
nikmati kemudahannya. 
Jika ada pertanyaan seputar electronic banking 
dapat mengirimkan email ke ebanking@ 
majalahdetik.com. 
Untuk pertanyaan yang dimuat akan 
mendapatkan payung cantik dari BII.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
SUKARNO, 
DI ANTARA HANUNG 
 RACHMA 
RACHMAWATI SOEKARNOPUTRI MELAPORKAN SUTRADARA HANUNG 
BRAMANTYO KE POLISI. BUNTUT KONFLIK AKIBAT PEMERAN 
SUKARNO YANG MENGAKU TAK MENGENAL BUNG KARNO.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
DEAL! Tulisan yang direkatkan pada sebuah foto ter-sebut 
tampak mencolok. Kata itu ditulis pada kertas 
berwarna hijau terang. 
Foto yang direkati tulisan itu adalah sebuah foto se-orang 
lelaki dalam balutan kemeja putih. Kepalanya 
ditutupi peci hitam. Kulitnya gelap, wajahnya “sangat 
Indonesia”. Ia terlihat gagah. 
Di bawah foto itu tertera nama sang pria, “Ario Bayu”, 
sementara di atasnya ada tulisan “Sukarno”. 
Hanung memang memilih Ario sebagai bintang 
utama film Soekarno: Indonesia Merdeka. Namun 
keputusan pemilihan Ario itu membuatnya disomasi 
Rachmawati Soekarnoputri. Bahkan, pada Senin pe-kan 
lalu, putri Bung Karno itu melaporkan Hanung 
ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Rachma merasa 
namanya dicemarkan oleh Hanung. 
“Akar semua problem ini adalah Bu Rachma tidak 
suka yang memerankan Sukarno itu Ario Bayu, that’s 
all!” kata Hanung kepada majalah detik. 
Hanung sebenarnya menyiapkan tiga aktor buat 
memerankan Sukarno. Agus Kuncoro, Darius Sinat-hrya, 
dan Ario Bayu didandani mirip sang proklamator, 
lantas direkam layaknya syuting betulan. 
Tiga aktor itu dipilih terutama karena jangkung. 
Hanung beralasan, jika pemeran Sukarno pendek, dia 
bakal kerepotan mencari pemain tokoh lainnya. “Te-rus 
nanti siapa yang mau memerankan Sjahrir, masak 
pakai anak kecil?” 
Ketiganya ditolak Rachma. Ketua Pembina Yayasan 
Pendidikan Soekarno itu balas mengajukan Imam 
Wibowo dan Andrie Djarot. Hanung menolaknya 
karena kurang tinggi. 
Bagi Hanung, pilihan terbaik tetap Ario Bayu. Maka 
dikirimkanlah bintang film yang besar di Selandia 
Baru itu menemui Rachma. 
Nahas, pertemuan itu malah membuat Rachma
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
mutung. Ia berkeyakinan pemeran Sukarno haruslah 
orang yang memahami pemikiran ayahnya itu. 
Tidak aneh dia kesal betul ketika Ario berkata, “I’m 
not nationalist, saya tidak kenal Sukarno karena saya 
banyak tinggal di luar negeri,” ujarnya menirukan Ario. 
“Ini sudah gugur kalau dalam ujian.” 
Rachma sempat melunak ketika Ario berjanji akan 
belajar soal Sukarno. Akhirnya pintu buat Ario tertu-tup 
total ketika dia mengingkari janji akan datang ke 
kampus Universitas Bung Karno. 
Akhirnya Rachma mengajukan anak tirinya, Anjas-mara, 
yang memerankan Sukarno dalam teater Dhar-ma 
Gita Maha Guru, yang dibuatnya pada Juli tahun 
lalu. “Anjas gesture -nya dapat, semua dapat, dan dia 
mau melakoni ritual untuk memerankan Sukarno.” 
Bagi Rachma, alasan pemilihan Ario lebih banyak 
pada sisi komersial karena dia aktor terkenal. “Sejak 
awal kami ingin film jadi pembuka sejarah yang benar 
Ario Bayu memerankan Sukarno 
DOK. DAPUR FILM
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
tentang Sukarno, bukan komersial,” kata pengacara 
Rachma, Ramdhan Alamsyah. 
Hanung merasa dalih Rachma soal nasionalisme 
Ario berlebihan. Dia mencontohkan Meryl Streep, yang 
asli Amerika, bisa memerankan Perdana Menteri Ing-gris 
Margaret Thatcher atau tokoh Myanmar Aung San 
Suu Kyi juga bisa dibintangi oleh Michelle Yeoh, yang 
kelahiran Malaysia. 
Lagi pula Ario disuplai buku-buku soal Sukarno. Se-lama 
empat bulan dia juga melahap rekaman kegiat-an 
presiden pertama Indonesia itu, yang didatangkan 
Hanung dari Belanda. 
“Tinggi badan itulah yang dilihat penonton, sementa-ra 
nasionalis tidak kelihatan,” kata Hanung. “Menurut 
saya sih, penentuan pemain adalah hak sutradara.” 
Pengamat perfilman Adrian Jonathan menilai 
kemiripan pemeran dengan tokoh asli tidak mutlak 
diperlukan. Ia juga berpendapat biopik alias film 
biografi sebenarnya tidak mesti meminta restu 
keluarga. Kalaupun ada keluarga tokoh yang dijadikan 
penasihat, Adrian mengatakan, intervensi mereka 
terbatas pada kesepakatan awal dengan produser dan 
sutradara. 
,,, 
Setelah membuat pergelaran Teater Putra Sang 
Fajar, Rachmawati menggagas teater soal Sukarno 
yang dia beri judul Dharma Gita Maha Guru. Ada dua 
yang lulus audisi jadi pemeran Sukarno, yakni Andrie 
Djarot dan Anjasmara. 
Seusai pementasan Dharma Gita pada tahun lalu, 
dia terpikir membuat film Sukarno agar bisa men-jangkau 
penonton yang lebih luas. Rachma lantas me-minta 
saran kepada aktris senior yang juga bermain di 
Dharma Gita, Widyawati. “Dia menyarankan Hanung 
Bramantyo,” ujar perempuan yang kini aktif di Partai 
Tinggi badan 
itulah yang 
dilihat penonton, 
sementara 
nasionalis tidak 
kelihatan.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
NasDem itu. 
Rachma pun mengontak Hanung. Lalu, pada perte-ngahan 
2011 itu, keduanya bertemu di kampus Uni-versitas 
Bung Karno. Rachma ingin memodali semua 
pekerjaan, tapi Hanung menyarankan mereka bekerja 
sama dengan produser yang berpengalaman. 
Kebetulan Hanung sebelumnya sempat berdiskusi 
dengan pemilik PT Tripar Multivision Plus, Raam Jet-hmal 
Punjabi, soal membuat film Sukarno setelah 
menggarap Sang Pencerah. Namun Raam tidak setuju 
karena produksi film Sukarno bakal lebih sulit daripa-da 
pembuatan film tentang kisah hidup Ahmad Dahlan, 
pendiri Muhammadiyah, itu. 
Bagi Raam, meminta restu kepada keluarga Sukar-no 
bakal rumit. Tapi ternyata pucuk dicita ulam tiba, 
Rachma mengajaknya membuat film Sukarno. 
Namun Rachma mematok syarat. Dia ingin berkuasa 
penuh dalam menentukan pemeran Sukarno. Bahkan 
dia juga minta diperbolehkan duduk di samping Hanung 
saat syuting. Jika gerak-gerik pemeran Sukarno keliru, 
Rachma bisa segera menyetop pengambilan gambar 
Rachmawati Soekarnoputri 
DETIKFOTO/ARI SAPUTRA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
dan mengoreksinya. 
Hanung setuju. 
Akhirnya, pada 17 
Oktober 2011, Rachma 
atas nama Yayasan 
Pendidikan Soekarno 
mengikat perjanjian 
dengan Multivision. 
Sayang, hak menentukan 
pemeran utama dan alur 
cerita dalam skenario 
tidak dituangkan secara 
tegas dalam kontrak itu. 
“Sebelum kontrak, ada gentlemen agreement,” kata 
pengacara Rachma, Ramdhan Alamsyah. “Jadi ada 
perjanjian secara lisan yang sudah disepakati.” 
Namun, karena tidak ada hitam di atas putih, kubu 
Multivision menganggap sepi penolakan Rachma 
terhadap Ario. Begitu juga soal adegan Sukarno buang 
air kecil di pesawat dan lebih banyaknya dialog karakter 
Sjahrir serta Tan Malaka. 
Rachma juga meminta agar hari-hari terakhir Sukarno 
jadi fokus film. Namun Hanung dan Raam malah 
menjadikan bagian itu sebagai calon sekuel, itu pun 
hanya kalau film Soekarno: Indonesia Merdeka sukses. 
Akhirnya, pada Juni lalu, Rachma mengirimkan 
somasi. Dia menyatakan mundur dari produksi film 
dan akan membuat film sendiri soal Sukarno dengan 
latar tahun 1965. 
Rachma menuding Hanung memang ogah membuat 
film dengan setting 1965 karena akan membuat film 
mengenai Soeharto. Dimintai konfirmasi soal ini, 
Hanung hanya tersenyum. Meski tidak berkeberatan 
jika ditawari membuat film Soeharto, Hanung 
mengatakan, “Saya belum menemukan hal penting 
yang harus saya angkat dari Pak Harto.” 
Dokumen kotrak film Sukarno
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Ramdhan mengatakan, dengan berakhirnya 
perjanjian, penggarapan film Sukarno ikut disetop. 
Menurut dia, Rachma bukan sebatas narasumber, tapi 
juga penggagas. “Seharusnya kan, setelah digugurkan 
perjanjiannya, filmnya serta-merta juga gugur,” 
ujarnya. 
Nyatanya, Hanung dan Multivision maju terus, 
bahkan menetapkan film itu ditayangkan pada 12 De-sember 
2013. Pengacara Multivision, David Abraham, 
menunjuk pada bagian “hak dan kewajiban” dalam 
perjanjian kerja sama. 
Dalam kontrak tertulis, “Multivision berhak me-nentukan 
pihak-pihak yang akan bekerja sama dalam 
produksi film termasuk tapi tidak terbatas pada pe-main/ 
artis pendukung, sutradara, skenario, penulis 
cerita....” Sedangkan pihak kedua, yakni Rachma, 
disebutkan hanya berhak memberi masukan berupa 
saran dan pendapat untuk casting, isi, serta kegiatan 
produksi film. 
Lagi pula, kata David, kliennya mendanai semua 
proses produksi, yang sudah mencapai Rp 15 miliar. 
David mengatakan, sesuai dengan perjanjian, Rachma 
juga sudah menerima uang muka 10 persen dari ke- 
Pertemuan pembahasaan 
pembuatan film 
DOK. DAPUR FILM
30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
untungan bersih film sebesar Rp 200 juta. 
Belakangan, uang yang ditransfer ke rekening BCA 
Rachma itu dikembalikan dalam bentuk uang tunai yang 
dimasukkan ke dalam karung. Bagi David, itu bukan 
berarti Rachmawati berhak merebut film dari kliennya. 
David menjelaskan, dalam kontrak tercantum 
Multivisionlah yang memegang hak cipta. Mereka juga 
sudah mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal Hak 
atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak 
Asasi Manusia. “Jadi, kalau bicara kepemilikan film, tidak 
bisa dibantah ini murni milik Multivision,” kata David. 
Perselisihan Rachma dengan Hanung dan Multivision 
ini akhirnya masuk ke ranah hukum. Rachma 
melaporkan Hanung ke polisi karena dianggap 
mencemarkan namanya. “Hanung mengatakan di 
media bahwa kisruh film Sukarno dibuat untuk Bu 
Rachma mencari popularitas,” kata Ramdhan. 
Laporan ke polisi itu dipandang Hanung dan Raam 
sebagai tanda tertutupnya upaya penyelesaian seng-keta 
secara kekeluargaan. “Kami sudah mau (menye-lesaikan 
masalah) secara kekeluargaan, tapi mereka 
malah mengembalikan uangnya dengan cara dika-rungi 
seperti itu,” ujarnya. 
Soal pengaduan Rachma, Hanung menantang men-cari 
pembuktian kebenaran di pengadilan. “Film ini 
akan lanjut terus karena tidak ada indikasi pelanggar-an 
hukum apa pun di sana,” ujarnya. 
Apalagi Hanung juga sudah mendapat lampu hijau 
dari Guntur Soekarnoputra, yang ikut merevisi skenario. 
Sementara itu, Sukmawati menilai Ario Bayu secara fisik 
lebih pas memerankan Sukarno ketimbang Anjasmara. 
Sukmawati tak terlalu mempermasalahkan siapa 
pemeran Sukarno dan kemiripan fisik dengan ayahnya. 
“Yang penting jiwa, semangat, dan cita-cita Bung 
Karno yang mulia bisa masuk ke generasi muda.” Q 
ISFARI HIKMAT, BAHTIAR RIFAI, SUDRAJAT | OKTA WIGUNA 
Film ini akan 
lanjut terus 
karena tidak 
ada indikasi 
pelanggaran 
hukum apa pun 
di sana. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
GERILYA RESTU 
FILM BUNG KARNO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
TREN FILM SUKARNO MUNCUL NYARIS BERIRINGAN DENGAN 
DITETAPKANNYA PROKLAMATOR RI ITU SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL. 
PARA SUTRADARA MEMILIH-MILIH RESTU DARI KELUARGA BUNG KARNO.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Engkau menjadi terang di mataku. Engkau yang akan 
memungkinkan aku melanjutkan perjuangan yang 
mahadahsyat ini. Kalau kau menolak cintaku, jangan 
heran kalau Sukarno tak ada lagi di muka bumi ini. 
KALIMAT itu disampaikan Sukarno melalui sepucuk 
surat cinta kepada Fatmawati. Membaca surat itu, 
dengan latar belakang sebuah pantai di Bengkulu, 
Fatmawati tidak kuasa menahan rasa bahagia. Se-nyum 
manis pun langsung tersungging di bibir 
perempuan yang mengenakan kerudung tersebut. 
Adegan itu terlihat dalam pembukaan trailer film 
berjudul 9 Reasons: Great Leader, Great Lover. Film 
ini digarap oleh rumah produksi Rupakata Cinema. 
Sutradara M. Dedy Vanshophi menggandeng aktris 
senior Tio Pakusadewo sebagai tokoh pemeran 
Sukarno. 
Sedangkan sembilan istri Sukarno diperankan 
deretan aktris cantik. Untari, istri pertama Sukarno, 
diperankan Acha Septriasa. Lalu secara berturut-turut 
Inggit Ganarsih (Happy Salma), Fatmawati 
(Revalina S. Temat), Hartini (Lola Amaria), Haryati 
(Ajeng Anjani), Kartini Manoppo (Wulan Guritno), 
Kartika Sari Dewi (Mariana Renata), Yurike Sanger 
(Pevita Pearce), dan Heldy Jafar (Putri Aribowo). 
Kesembilan istri Proklamator RI itu pun ditampilkan 
dalam trailer berdurasi 2 menit 30 detik tersebut. 
Namun trailer itu sudah tidak dapat lagi diakses 
di situs YouTube. Di beberapa media online yang 
sempat menukilnya, trailer itu juga tak dapat dibuka 
dengan keterangan dicabut oleh Rupakata. “Kok, 
kamu masih bisa lihat, sih?” kata Dedy saat ditemui 
majalah detik. 
Mulai diketahui proyek penggarapannya pada
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Februari 2013, film 9 Reasons belum menunjukkan 
perkembangan yang berarti. Tio mengungkapkan, 
sampai saat ini, syuting yang sebenarnya belum 
dilakukan. Ia mendengar sutradara tengah membuat 
skenario baru dan mengganti judulnya. Malah Tio 
berseloroh, produser tak akan melanjutkan film itu 
karena tak punya nyali. “Karena, begitu film jadi, 
akan disomasi sama Guruh (Guruh Sukarno Putra),” 
kata Tio kepada majalah detik sambil tertawa. 
Dedy mengatakan se benarnya proses produksi 
film itu sangat siap dilakukan. Namun masih ada 
“hambatan” yang perlu dicarikan jalan keluarnya, 
yakni suara keberatan dari keluarga Bung Karno. 
Gampang ditebak, keberatan itu menyangkut tema 
yang hendak diangkat Dedy ke layar lebar. 
Menurut dia, film itu tak mengangkat Sukarno 
sebagai tokoh utama. 9 Reasons mengungkap fase-fase 
kehidupan Sukarno dilihat dari kacamata 
Hanung Bramantyo bertemu 
dengan Taufiq Kiemas. 
FOTO: @HANUNGBRAMANTYO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
istri-istrinya. Dengan sudut pandang yang 
ditawarkan itu, Sukarno akan tampil dalam dua 
sisi sekaligus, yakni sebagai manusia biasa dan 
pemimpin besar. Pemimpin yang besar berakar 
dari jiwa seorang pencinta sejati. Cinta yang 
bergelora itu juga menimbulkan kepekaan 
yang luar biasa terhadap penderitaan rakyat. 
Dedy mengaku sudah menghubungi 
sejumlah anggota keluarga Bung Karno 
untuk melakukan pendekatan. Menurut 
dia, tidak semua putra dan putri Bung Karno 
memprotes materi film tersebut. Sebagian 
menyambutnya positif. Sebagian lagi 
memintanya berhati-hati dalam mengangkat 
kehidupan pribadi Bung Karno ke layar lebar. 
Meski begitu, pembuatan film itu memang belum 
melangkah lebih jauh. “Keputusan ada di produser 
apakah berhenti atau mengambil risiko,” kata Dedy. 
Kegalauan menghadapi keluarga Bung Karno juga 
dialami oleh sutradara Hanung Bramantyo. Dedi 
Gumelar masih ingat ketika dimintai bantuan oleh 
Hanung agar dipertemukan dengan keluarga besar 
Sukarno dalam rangka membuat film Soekarno: 
Indonesia Merdeka. Setahun lalu, Hanung meneken 
kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Soekarno 
pimpinan Rachmawati Soekarnoputri untuk 
menggarap film itu. Namun Hanung masih merasa 
perlu meminta restu kepada putra-putri Bung Karno 
lainnya. 
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang 
akrab disapa Miing itu kemudian mengajak Hanung 
menemui Guntur Soekarnoputra. Guntur meneliti 
skenario film yang dibawa Hanung dan memberikan 
coretan di beberapa adegan. Namun, pada dasarnya, 
putra tertua Bung Karno itu menyetujui skenario film 
Potongan poster film 
9 Reasons. 
FOTO: RUPAKATA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Sukarno. Bahkan, saat syuting berlangsung, Hanung 
kerap berkonsultasi dengan Guntur. 
Bulan puasa 2013 lalu, Miing membawa Hanung 
menyambangi Taufiq Kiemas (almarhum). Dalam 
persamuhan di pompa bensin milik Taufiq di 
Pejompongan, Jakarta Pusat, itu, Hanung juga 
menyorongkan skenario. Taufiq mengapresiasi. 
Namun ia menyarankan sutradara muda itu juga 
bertemu dengan Megawati Soekarnoputri. 
Tapi bertemu dengan Megawati bukan perkara 
mudah bagi Hanung. Miing, yang menganggap 
film Sukarno mampu mendongkrak suara PDI 
Perjuangan pada Pemilu 2014, yakin Mega akan 
menerima Hanung. Tanpa menyebut harinya, Miing 
mengungkapkan, ia dan Hanung gagal menemui 
Megawati Soekarnoputri. 
FOTO: GRANDY
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Megawati di rumahnya, Jalan 
Teuku Umar, Jakarta Pusat. 
“Sudah di garasinya, tapi tak 
bertemu,” ujar Miing kepada 
majalah detik. 
Keduanya mencoba lewat 
Prananda Prabowo, putra 
Megawati dari suami sebelum 
Taufiq. Namun Prananda belum 
memberi lampu hijau. Megawati 
salah paham terhadap film 
yang hendak digarapnya. Dia 
mengira film Hanung bercerita 
tentang istri-istri Sukarno yang 
digarap Dedy itu. Hanung sudah 
mengirimkan penjelasan lewat 
surat. 
“Tapi (Megawati) belum 
memberikan jawaban apa-apa,” 
ujarnya kepada majalah detik. 
Belakangan, setelah proses produksi berjalan, 
Hanung terlibat selisih paham dengan Rachmawati. 
Di samping dua judul film di atas, masih ada dua film 
menyangkut Sukarno yang akan muncul, yakni film 
tentang kehidupan Bung Karno semasa pengasingan 
di Ende (1934-1938) dan film tentang Inggit. Film 
pertama merupakan proyek Kementerian Pendidikan 
Nasional. Adapun film Inggit yang diangkat dari buku 
Ramadan K.H., Kuantar Kau ke Gerbang, akan digarap 
oleh Manu Sukmajaya, produser Sukma Putra Film. 
Film tentang Inggit belum ada kabar 
perkembangannya lagi sampai saat ini. Sedangkan 
film Bung Karno versi Kementerian Pendidikan, yang 
menelan dana Rp 6 miliar, akan dimulai syutingnya 
oleh sutradara Viva Westi. Berbagai peralatan 
syuting sudah diangkut ke Ende melalui jalur darat. 
M. Dedy Vansophi, sutradara 
9 Reasons. 
FOTO: FACEBOOK
Sukmawati 
DETIKFOTO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Sejumlah artis pemeran, khususnya Baim Wong, 
yang memerankan Bung Karno, sudah berangkat ke 
lokasi. Film ini juga bekerja sama dengan Yayasan 
Pendidikan Soekarno dan Yayasan Inggit untuk 
sumber-sumber sejarah Bung Karno di Ende. 
Diakui Sukmawati Soekarno putri, masing-masing 
ke turunan Bung Karno punya pendapat sendiri - 
sendiri tentang film Bung Karno. Tidak pula semua 
putra-putri Bung Karno ikut digandeng dalam 
pembuatan karya film tentang Proklamator RI itu. 
Bergantung pada yang hendak membikin film. Ia 
sendiri tidak dimintai pendapat oleh Hanung. Maka 
tidak mengherankan kalau tidak semua anggota 
keluarga Bung Karno ikut nimbrung dalam masalah 
antara Rachmawati dan Hanung. 
Sebagai putri Bung Karno, ia berpandangan, siapa 
pun boleh membuat film tentang ayahnya. Sebab, 
Sukarno sudah menjadi milik bangsa Indonesia. 
Sukmawati menyambut baik film-film yang dibuat 
untuk memperkenalkan perjuangan Sukarno 
kepada generasi muda. Namun ia berharap film 
tersebut menyuguhkan dengan baik karakter 
Bung Karno serta tidak bermotif melecehkan. 
“Saya kira semua warga negara berhak asalkan 
benar. Jangan hanya untuk ngawur-ngawuran. 
Terus dia dilecehkan seperti orang yang tak 
berharga,” ujar Sukmawati. 
BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, PASTI LIBERTI MAPAPPA, ARYO BHAWONO, OKTAMANDJAYA 
WIGUNA, ARIF ARIANTO | IRWAN NUGROHO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
TIO PAKUSADEWO 
ANJASMARA 
YASINAN DAN GANTI GIGI 
DEMI SUKARNO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
BERPUASA DAN MENGAJI DI MAKAM HINGGA MENULIS DENGAN TANGAN KIRI 
DILAKUKAN PARA AKTOR PEMERAN SUKARNO. ADA YANG MENGAKU 
DIDATANGI SUKARNO LEWAT MIMPI. 
BAIM WONG 
FOTO: VIVA WESTI | DETIKFOTO | BACHTIAR RIFAI
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
SETIAP kali becermin, Baim Wong menjadi tidak 
percaya diri. Wajah yang terlihat di depannya adalah 
wajah dirinya sendiri, tidak ada wajah Sukarno, yang 
akan diperankannya. 
Pemain sinetron bernama asli Muhammad Ibrahim 
itu berpikir keras agar penampakannya bisa berubah 
mendekati sosok proklamator itu. Ia membaca 
skenario dan buku-buku sejarah begitu dipercaya 
memerankan Sukarno muda. Namun tetap saja ada 
yang terasa kurang. 
Pria 32 tahun ini akhirnya memutuskan datang ke 
klinik dokter gigi. Ia harus ganti gigi. “Jadinya memang 
lebih enak dan lebih yakin. Saya ganti gigi, memakai 
gingsul,” ujar Baim kepada majalah detik di kawasan 
Kemang, Jakarta Selatan. 
Keputusan itu diambil setelah Baim berkonsultasi 
dengan aktor senior Tio Pakusadewo. Ia mengenal 
pria 50 tahun itu sebagai aktor yang 
fanatik pada Sukarno dan pemeran 
sang proklamator dalam film 9 
Reasons. 
“Kata dia, kamu harus yakin diri 
kamu itu Sukarno. Apa yang bisa 
mengubah itu? Ya, menurut dia, 
salah satunya gigi, gingsul,” ujar 
Baim menirukan nasihat Tio. 
Jadinya memang lebih 
enak dan lebih yakin. 
Saya ganti gigi, memakai 
gingsul. 
Selain menemui Tio, Baim berguru kepada aktor 
Lukman Sardi dan sowan kepada Guruh Sukarno Putra 
(putra bungsu Sukarno) serta Kartika (anak angkat 
Sukarno bersama istri keduanya, Inggit Ganarsih) di 
Ende, Nusa Tenggara Timur. “Saya ke rumah Mas 
Guruh, meminta arahan dari beliau,” ujar Baim. 
Lelaki yang berkecimpung di dunia sinetron sejak 
2001 itu mengaku awalnya tidak mengenal Sukarno. 
Ia juga tak terlalu hirau terhadap Proklamasi 
Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dia baru mempelajari
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
dan mendalami itu semua ketika sutradara Viva Westi, 
yang akan menggarap Ketika Bung di Ende, memintanya 
memerankan Sukarno muda. Film ini bercerita tentang 
kehidupan Sukarno semasa di pengasingan di Ende 
pada 1934-1938. 
“Saya sangat terhormat bisa mengetahui sejarah 
tentang beliau dan sampai sekarang tidak ada yang 
bisa sekelas dia. Yang paling saya kagumi dari Sukarno, 
dia seorang presiden tapi sangat miskin. Berarti dia 
bukan orang yang mudah tergiur oleh kekayaan. Dia 
pure untuk kemerdekaan dari awal,” tutur Baim. 
Lain lagi dengan Anjasmara Prasetya, yang pernah 
tiga kali berperan dalam film sebagai Sukarno. 
Memerankan sosok sang proklamator bagi bintang 
sinetron berusia 37 tahun ini seperti takdir dari Tuhan. 
Pasalnya, Sukarno sempat mendatanginya lewat 
mimpi. 
“Saya lupa tepatnya, di performance yang keberapa 
saya juga lupa. Tapi, yang diingat setelah itu, enggak 
Anjasmara sebagai Sukarno 
dalam Dharma Gita 
Mahaguru Guru Bangsa. 
ANTARA
berapa lama setelah saya ditawari peran Sukarno. 
Katanya sih ada kecocokan dan mirip,” ujar suami dari 
Dian Nitami ini. 
Dalam rentang waktu menjadi Bung Karno, Anjas 
juga melakukan ritual khusus agar bisa punya koneksi, 
di antaranya puasa pada beberapa hari tertentu dan 
berdoa khusus bagi Sukarno. “Ya, puasa, kirim doa 
juga. Ada beberapa ritual khusus yang enggak bisa 
saya sebutkan. Setidaknya, dari ritual ini, saya bisa 
mendapatkan energi beliau,” kata Anjasmara. 
Pria yang akrab dengan sapaan Anjas ini pertama 
kali memerankan Sukarno pada 2010 untuk film televisi 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Ya, puasa, kirim doa 
juga. Ada beberapa ritual 
khusus yang enggak 
bisa saya sebutkan. 
Setidaknya, dari ritual ini, 
saya bisa mendapatkan 
energi beliau. 
yang diarahkan Garin Nugroho dan 
Guruh Sukarno Putra. Kedua, dalam 
bentuk teater atau wayang pada 
2011. Sedangkan yang ketiga dalam 
pergelaran teater Dharma Gita Maha 
Guru pada 2012. 
Menurut Anjas, pertunjukan 
yang ketigalah yang membuatnya 
terkenang. Di situ Anjas merasakan 
100 persen sosok Bung Karno. “Dari 
segi kedalaman memerankan lebih 
terekspos, sangat tragis dan luar 
biasa. Kalau yang kedua kan enggak 
pakai dialog.” 
Dedy Vansophi, sutradara 9 Reasons, memilih Tio 
untuk memerankan Sukarno karena suaranya sangat 
mirip. Belum lagi gaya bicaranya dan pengetahuannya 
tentang Sukarno. “Beberapa kali dia membuat film 
dokumenter dan membuat teaser tentang Sukarno 
juga,” ujarnya. 
Di luar itu, Dedy melanjutkan, Tio melakukan ritual 
tertentu, seperti nyekar dan membaca surat Yasin di 
makam Bung Karno. Juga berlatih vokal dan menulis 
dengan tangan kiri seperti yang dilakukan Sukarno
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
saat menulis surat rahasia. 
“Mas Tio berlatih dengan serius bagaimana agar 
nulisnya sama. Kenapa tangan kiri? Karena saat itu 
tulisan Bung Karno sangat dikenali. Orang sangat 
tahu karena saat itu dunia tulis, jadi orang mengenal 
tulisan Sukarno. Jadi ada surat rahasia yang sengaja 
agar tidak dikenal orang, dia menulis dengan tangan 
kiri. Nah, dia (Tio) bisa itu,” ujar Dedy. 
Ditemui secara terpisah, Tio mengaku melakukan 
pendekatan spiritual untuk bisa menjiwai tokoh 
Sukarno. Tapi, di antara para aktor lain, dia jugalah 
yang paling serius mempelajari dan mendalami sosok 
presiden pertama Indonesia itu. Buku-buku karya 
Sukarno, seperti Di Bawah Bendera Revolusi, Indonesia 
Menggugat, Sarinah, Putra Sang Fajar, hingga Tabeh 
yang ditulis dalam bahasa Belanda, dilahapnya. 
Semua itu dilakukan karena dia kadung cinta 
terhadap sosok Sukarno. 
Ario Bayu memerankan Sukarno. 
DOK. DAPUR FILM
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Sebagai putra sulung 
Sukarno, Guntur aktif 
memberikan koreksi. 
Cuma Megawati yang tak 
merespons dan menduga 
film yang dibuat Hanung 
bercerita tentang istri-istri 
Sukarno. 
“Kalau kamu jatuh cinta sama seseorang, awalnya 
punya kesulitan, tapi akan terus mencari tahu dan 
ujungnya selalu mencintai. Memerankan apa pun, aku 
harus mencintainya dulu. Untuk menjadi bagus, saya 
mesti gali lebih dalam, apalagi tokoh seperti Sukarno,” 
Tio menuturkan. 
Berbeda dengan aktor-aktor muda, yang 
mendapatkan peran lewat casting atau ditawari 
sutradara, Tio mengaku justru merebut peran Sukarno 
dari sutradara. Kepada sutradara, Tio menantang, 
jika dapat menemukan aktor lain yang mampu 
memerankan tokoh Sukarno lebih baik, dirinya akan 
menyerah. 
“Tokoh ini harus saya yang 
memainkan. Saya sudah bilang 
juga sama Hanung,” ujar aktor 
yang bernama asli Irwan Susetyo 
Pakusadewo itu. 
Sebaliknya, Ario Bayu justru 
sempat menolak saat ditawari 
memerankan Sukarno oleh Hanung 
untuk film Soekarno: Indonesia 
Merdeka. Alasannya, ia sejak usia 
11 tahun tinggal di Selandia Baru 
sehingga tak terlalu mengenal 
sosok Sukarno. “Dia bilang, ‘Sori, 
Bos, gua besar di New Zealand, jadi 
gua enggak tahu,” ujar Hanung. 
Tapi akhirnya aktor yang bermain dalam film garapan 
Hollywood, Java Heat, itu bersedia. “Karena saya 
dipercaya, ya sudah, I will do it,” kata Ario beberapa 
waktu lalu. 
Dia mengaku tidak ada kesulitan yang tak 
diatasinya. Namun terdapat beberapa detail yang 
membutuhkan usaha keras, seperti gaya berpidato 
Sukarno yang sangat berapi-api. “Beliau kan sosok
orang yang pidatonya saja bisa 
menggemparkan masyarakat. 
Di sana butuh riset lebih 
dalam,” ujarnya. 
Sebagai sutradara, Hanung 
menyokong Ario dengan 
menyediakan berbagai 
referensi, seperti buku-buku, 
film, dan artikel, 
yang berhubungan dengan 
proklamator itu. 
Selain itu, Hanung melakukan 
pendekatan kepada keluarga 
besar Sukarno, seperti 
Rachmawati, Taufiq Kiemas, 
dan Guntur. Sebagai putra 
sulung Sukarno, Guntur aktif 
memberikan koreksi. “Bahkan, 
saat syuting, kita langsung 
telepon-teleponan dengan Pak 
Guntur,” ujar Hanung. 
Selain memberikan skenario 
lewat Taufiq, Hanung menyurati 
Megawati untuk menjelaskan 
rencana pembuatan film ini. 
Sebab, anak kedua Sukarno 
itu pernah punya penafsiran 
bahwa film yang Hanung buat bercerita tentang istri-istri 
Sukarno. “Kami memberikan penjelasan melalui surat. 
(Tapi Megawati) belum memberikan jawaban apa-apa,” 
ujar Hanung. Q BAHTIAR RIFAI, ISFARI, PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Test kamera adegan film 
pengasingan Sukarno di Ende. 
Soekarno bersama Ratna 
Djuami kecil. 
FOTO/VIVA WESTI
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
BERGURU 
PADA TJOET 
NJA’ DHIEN 
FILM TJOET NJA' DHIEN BERHASIL 
MENEMBUS PANGGUNG DUNIA. WALAUPUN 
DANA PRODUKSINYA TERSENDAT, FILM INI 
TAYANG DI LAYAR FESTIVAL FILM CANNES 
PADA 1989. MODALNYA ADALAH IDEOLOGI 
DAN TOTALITAS. BISA DICONTOH.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
HUJAN deras membasahi perempuan renta 
berkerudung kain hitam di tengah hutan. Matanya 
terpejam dan mulutnya tak henti-hentinya 
menggumam ketika tentara marsose mengepung. 
Tanggal 7 November 1905, Cut Nyak Dhien tertangkap 
di Beutong Lhee Sageu, Aceh. 
Herlina Christine Natalia Hakim ingat betul adegan 
itu. Ia berperan sebagai Cut Nyak dalam film Tjoet Nja' 
Dhien garapan Eros Djarot pada 1988. Dalam adegan 
itu, penampilan Christine benar-benar menyerupai 
gembel. Pakaiannya lusuh dan rambutnya awut-awutan. 
Penampilan ini sama persis dengan foto dokumentasi 
koleksi Tropen Museum. Belanda mengabadikan 
penawanan Cut Nyak bersama empat orang sisa 
pengikutnya. Dia seperti gembel karena sudah 
katarak, enggak bisa lihat, hidup di hutan enam tahun, 
pakaiannya compang-camping, dan rambutnya sudah 
pliket-pliket (lengket), ujar Christine kepada majalah 
detik. 
Foto itu merupakan satu-satunya dokumentasi visual 
Cut Nyak. Dokumentasi visual lain sebelum gerilya di 
masa Aceh Oorlog (perang Aceh) sama sekali tidak ada. 
Tak mudah menghidupkan peran Cut Nyak. Christine 
harus tekun membaca referensi perang Aceh untuk 
mendukung penghayatan. Saat itu Eros membekali 
tim dengan 60 buku referensi, 13 di antaranya buku 
wajib dan 3 buku pegangan untuk masing-masing kru. 
Cut Nyak Dhien adalah bangsawan terakhir yang 
melakukan perlawanan terhadap Belanda. Perang 
Aceh terjadi dari 1873 sampai 1904, sedangkan gerilya 
Cut Nyak baru berhenti setelah ia tertangkap pada 
1905. Ia benar-benar konsisten melakukan gerilya 
karena kota sudah dikuasai Belanda. 
Memerankan Cut Nyak bukan hal gampang bagi 
Christine. Ia tak banyak tahu soal kehidupan di Aceh.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Syahdan, ia tinggal di Aceh menumpang di rumah 
Bupati Pidie Nurdin A.R., ayah artis Nova Eliza, dan 
kerabatnya di Banda Aceh. Eros pun memintanya 
mengajar anak-anak mengaji di meunasah, bergaul 
dengan ibu-ibu tetangga, hingga menginap di dalam 
hutan seorang diri. Christine harus menjadi perempuan 
Aceh. 
Aku pelajari saja bagaimana semestinya di dalam 
ilmu peran, mempersiapkan diri. Ada riset lapangan 
dan riset dari literatur, dia menjelaskan. 
Eros mengakui keberhasilan filmnya tertumpu pada 
kekuatan pemeran Cut Nyak Dhien. Karena itu, ia tak 
segan menekan Christine menghabiskan pengalaman 
di Aceh. Sampai-sampai ia memaksa Christine 
menginap di hutan dan menyeberangi jembatan tali di 
hutan demi mendalami peran. 
Film Tjoet Nja' Dhien berdurasi 2 jam 7 menit. Tiga 
perempat bagiannya adalah adegan gerilya Cut Nyak 
di hutan. Karena itu, Christine harus terbiasa dengan 
Cut nyak dien ketika menjadi 
tawanan belanda 
KOLEKSI TROPENMUSEUM
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
hutan. Eros tak mau pemeran utamanya hanya meniru 
laku Cut Nyak. 
Jadi yang namanya kekuatan akting itu ada yang 
benar-benar feel, ada yang pretending, dan ada yang 
sama sekali enggak bisa akting. Saya mau yang benar-benar 
feel, tuturnya. 
Pilihannya memberikan peran kepada Christine tak 
salah. Eros mengakui karakter Christine cocok dengan 
Cut Nyak dalam naskahnya. Ia butuh pemeran dengan 
bekal cerewet, ingin tahu, dan konsisten. Christine 
berhasil menyambut tantangan ini. Kerja keras ini 
menuai hasil. 
Minimalnya referensi visual menjadi keuntungan 
tersendiri bagi Christine. Ia bebas menginterpretasi 
Cut Nyak dari pengalamannya hidup di Aceh. Christine 
sudah punya bekal cukup untuk menjadi Cut Nyak. 
Tapi masalah penggarapan film Tjoet Nja' Dhien 
tak berhenti pada masalah membentuk pemeran 
utama. Eros harus banting tulang lebih keras. Sekitar 
dua pekan sebelum syuting, naskah yang dia bawa 
mendapat keberatan dari ulama lokal. 
Cerita yang dibangun Eros berawal dari kematian 
Teuku Umar. Rencananya, film ini dibuka dengan 
adegan pemakaman besar-besaran Teuku Umar. Ia 
adalah suami kedua Cut Nyak, yang meninggal karena 
penyergapan tentara marsose. 
Ide awal pembuatan film adalah mengangkat cerita 
kehebatan perempuan Indonesia. Namun masyarakat 
Aceh mengaku tak terbiasa dengan cerita Cut Nyak 
Dhien tanpa Teuku Umar. Naskah harus diubah. Edan! 
Aku harus mengubah naskah, menambah adegan, 
belum lagi mencari aktor! ujar Eros. 
Dia segera bergerak gesit. Dia mampu mengubah 
naskah dalam semalam. Sedangkan soal aktor, ia 
menelepon kakaknya, Slamet Djarot, yang tengah 
berada di New York, Amerika Serikat. Slamet pulang 
Saya mau 
yang benar-benar 
feel.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
dua hari setelah Eros meminta bantuannya. 
Tapi masih ada masalah yang tersisa. Menambah 
adegan berarti menambah biaya. Padahal dana 
pembuatan film cekak. Eros hanya memiliki modal 
sekitar Rp 300 juta untuk film itu. 
Biaya pembuatan film pun membengkak. Di 
pertengahan proses syuting, duit habis. Bahkan Eros 
sempat mengutang 500 nasi bungkus untuk krunya. 
Sampai-sampai uang kebutuhan rumah ia pakai untuk 
biaya produksi. 
Eros harus putar otak. Ia ke sana-kemari untuk 
mencari donatur. Untungnya jalan masih terbuka. Eros 
mendapat suntikan dana dari Menteri Koperasi dan 
Usaha Kecil Menengah Kabinet Pembangunan IV (1983- 
1988) Bustanil Arifin melalui anaknya, Alwin Arifin, 
serta pengusaha Aceh, Alwin Abdullah. Pembuatan 
CHRISTINE HAKIM 
MYTRANS/ALFIAN OKTA SUMANTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
film ini memakan waktu tiga tahun karena tersendat 
masalah biaya. Total keseluruhan pembuatan film, 
menurut Eros, mencapai Rp 1,5 miliar. 
Tapi dana ini belum cukup. Syuting terakhir harus 
dilakukan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa 
Barat, demi menghemat biaya. Christine 
sempat mengeluh karena mengganggu 
mood-nya. Ia sudah terbiasa hidup di 
Aceh. Karena itu, selama syuting, 
ia tinggal di tengah hutan demi 
mempertahankan mood. 
Ya, mau bagaimana lagi. Kalau 
tidak begitu, film tidak jadi. Ya, 
kreatif saja, ujar Eros. 
Kreativitas itu akhirnya menuai 
hasil luar biasa. Pada 1988, film 
Tjoet Nja' Dhien meraih gelar film 
terbaik Piala Citra Festival Film 
Indonesia. Tahun berikutnya, film ini 
diputar dalam Festival Film Cannes 
di Prancis. Padahal ini merupakan karya 
pertama Eros. Menurut dia, kuncinya adalah 
konsisten dengan ide asal dan kreatif. 
Film Tjoet Nja' Dhien patut ditiru dalam membuat film 
biopik Soekarno: Indonesia Merdeka garapan Hanung 
Bramantyo. Film ini memiliki referensi dokumentasi 
visual terbatas dan dana cekak tapi hasilnya luar 
biasa. Eros berpesan pembuatan film biopik ini tak 
boleh menyerah pada keinginan pasar 
Hanung pun tidak main-main menggarap film. Ia 
mengakui Tjoet Nja' Dhien menjadi salah satu referensi 
penggarapan filmnya. Q 
PASTI LIBERTI MAPAPPA, IRWAN NUGROHO, SUDRAJAT, 
OKTAWIGUNA MANJAYA, ISFARI HIKMAT | ARYO BHAWONO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EROS DJAROT 
DETIKFOTO/RENGGA SANCAYA
HANUNG BRAMANTYO: SAYA SADAR 
MEMFILMKAN 
SUKARNO BERAT 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
PERSOALAN INI AKAN SELESAI DENGAN SENDIRINYA APABILA SETIAP 
MASING-MASING PIHAK BERIKTIKAD BAIK DAN MEMILIKI PANDANGAN YANG POSITIF. 
ARI SAPUTRA/DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
ApA sebenarnya sengketa antara Rachmawati 
Soekarnoputri dengan sutradara Hanung Braman-tyo 
dalam proyek pembuatan film Soekarno: Indonesia 
Merdeka? 
Hanung membantah anggapan mencemarkan 
nama Rachmawati. Ia siap menghadapi proses hukum 
setelah dilaporkan Rachma ke Polda Metro Jaya atas 
tudingan melakukan pencemaran nama baik. 
“Yang bisa memutuskan salah atau benar kan peng-adilan. 
Gitu aja repot,” kata Hanung. 
Okta Wiguna dan Isfari Hikmat bersama fotografer 
Ari Saputra dan kamerawan Yusmega dari majalah 
detik menemui Hanung di kantor Dapur Film, Ampera, 
Jakarta Selatan, pada Rabu, 25 September 2013. 
Berikut ini petikan wawancara dengan Setiawan 
Hanung Bramantyo. 
Permasalahan dengan Rachmawati berujung 
pada pelaporan Anda ke polda. Bagaimana tanggap-annya? 
Ya, tidak apa-apa, mereka kan punya hak melapor-kan. 
Saya kan juga bisa saja melaporkan Anda, bisa 
saja to, iya to? Yang bisa memutuskan salah atau benar 
kan pengadilan. Gitu aja repot. 
Apakah Anda ingin menyelesaikan konflik dengan 
Rachmawati secara kekeluargaan? 
Kami sudah mau menyelesaikannya secara keke-luargaan. 
Kami juga bilang kepada pers bahwa kami 
bisa menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi, ke-esokannya, 
Bu Rachma mengembalikan uangnya 
dengan cara begitu, dengan cara dikarungi seperti itu. 
Kemudian Bu Rachma marah-marah dan bilang saya 
mencemarkan nama baik. 
Coba kita cek bareng-bareng, apa betul saya me-ngatakan 
itu? Jangan-jangan itu hanya diedit sama 
media supaya diperkeruh. Itu kan saya tidak tahu. 
Kami juga 
bilang kepada 
pers bahwa 
kami bisa 
menyelesaikan 
secara 
kekeluargaan.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
Apa problem sebenarnya perseteruan Anda deng-an 
Rachmawati? 
Problemnya adalah Bu Rachma tidak suka yang 
main adalah Ario Bayu. Itu saja problemnya. Problem 
dari semua problem ini adalah Bu Rachma tidak suka 
yang main Ario Bayu, that’s all. 
Kalau digantikan Anjasmara? 
Saya tidak mau terjebak oleh pertanyaan itu. Apa 
namanya… mending tidak dibahas. Menurut saya sih, 
menentukan pemain adalah hak sutradara.! 
Apa benar Rachmawati tidak suka Ario Bayu kare-na 
tidak nasionalis? 
Meryl Streep orang Amerika, dia memerankan 
Margaret Thatcher. Aung San Suu Kyi orang Myanmar, 
yang memerankan orang Cina-Malaysia (Michelle 
Yeoh), memangnya dia tahu nasionalisme Myanmar? 
Nasionalisme itu bisa dipelajari. Kecintaan terhadap 
Proses syuting film Soekarno: 
Indonesia Merdeka! 
FOTO-FOTO: DOK. DAPUR FILM
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
negara Indonesia itu bisa dipelajari. Dengan apa? Ya, 
dengan belajar sejarah. Kan kami support semua. 
Bukannya isi kontrak menyatakan, kalau salah 
seorang mundur, film ini berhenti produksi? 
Sudah baca kontraknya? Saya ambil surat kontrak-nya, 
ya…. Saya ambil kontraknya, Anda baca sendiri. 
(Hanung tampak sangat serius, sedikit kesal, lalu 
meninggalkan kursi wawancara. Sekitar 20 menit 
Hanung baru kembali. Ia lantas menjelaskan, dalam 
kontrak kerja sama, pihak kedua ditegaskan tidak 
punya hak menentukan, sedangkan modal dari pihak 
pertama.) 
Rachmawati mengkritik pemilihan Ario Bayu lebih 
karena alasan komersial. Tujuan pembuatan film ini 
memang untuk komersial? 
Uang muka 10 persen dari keuntungan setelah tu-tup 
buku, tapi Bu Rachma sudah minta dulu duit Rp 
200 juta, siapa yang komersial duluan? Untung atau 
tidak film ini kita belum tahu, tapi dia sudah mendapat 
Rp 200 juta lebih dulu. Makanya dikembalikan pakai 
karung, jadi siapa yang komersial duluan? Kenapa dia
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
menyerang dengan mengatakan pembuatan film ini 
semata-mata untuk tujuan komersial, sekarang yang 
ngejar komersial pertama kali siapa? 
Apakah sudah sejak awal menyadari risiko meng-garap 
film ini? 
Saya menyadari betul. Saya pikir itulah alasan 
orang-orang terdahulu, seperti Teguh Karya atau 
Suman Jaya, tidak mau memproduseri film Sukarno. 
Kenapa? Pasti akan ribet seperti sekarang. Saya me-relakan 
diri ini untuk apa? Kalau tidak ada film seperti 
ini, masyarakat tidak akan belajar. 
Dalam film Sukarno, katanya lebih banyak di-alog 
Tan Malaka daripada Sukarno? 
Tahu dari mana? Anda baca script-nya saja. Me-mang 
betul percakapannya seperti itu? Seperti 
dibilang ada bom yang dililitkan di badan Bu Ing-git, 
apa itu benar bom? Memang Bu Inggit selalu 
menyelundupkan buku ketika Bung Karno di 
Sukamiskin. Dia harus puasa, tidak makan. Jadi 
Bu Rachma, saya khawatirnya, belum memba-ca 
script-nya tapi mendengar dari orang yang 
dipercayai. Itu berbahaya, kan. Makanya saya 
berharap, tolong, skenario 
ini sudah ada di tangan be-liau, 
lo. 
Pertimbangan adegan 
yang diambil dalam film ini 
seperti apa? 
Pertimbangan adegan 
adalah yang memberikan 
inspirasi kepada penonton. 
Kenapa adegan Sukarno 
yang kencing di pesawat 
itu ditampilkan? 
Tidak ada, kencing di pe-sawat 
itu tidak ada. Tapi itu
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
ada di bukunya, di buku Penyambung Lidah Rakyat itu 
dia pipis dari perjalanan Makassar ke Jakarta untuk 
menghadiri negosiasi sama Jepang. Dia kencing di 
pesawat yang saat itu tidak ada toiletnya. Saat itu nyi-prat 
ke semuanya, ke Bung Hatta dan yang lain yang 
ada di situ. Itu kan lucu banget, tapi enggak kami 
munculkan. Kenapa? Karena, kalau kami munculkan, 
adegan itu bikin “il feel” (ilang feeling) banget. Itu tidak 
saya tampilkan. Pernah saya bikin, tapi akhirnya saya 
hapus, di skenario saya hapus. 
Apakah skenario juga diberikan kepada keluarga 
Sukarno? 
Skenario saya kirimkan ke tiga keluarga. Pertama 
kepada Bu Rachma, kedua Pak Taufiq Kiemas dengan 
harapan diserahkan ke Bu Mega, ketiga ke Pak Guntur. 
Tanggapan Pak Guntur positif. Pak Guntur aktif 
memberikan koreksi, tidak begini, tidak begitu, bahkan 
saat syuting kita langsung telepon-teleponan dengan 
Pak Guntur. Kenapa Pak Guntur (dikasih skenario)? 
Karena cerita film ini sejak proses kelahiran Bung 
Karno sampai tahun 1945. Pak Guntur sudah lahir
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
saat itu, dan di film ini ada proses lahirnya Pak Guntur. 
Ada orangnya jelas, ya kita izin, dong. Alhamdulillah, 
Pak Guntur support, bukunya betul-betul kami jadi kan 
referensi karena setting film ini sekitar 1943-1945. 
Tanggapan dari Megawati seperti apa? 
Yang belum memberikan feedback Bu Mega. Yang 
jelas, kami sudah menyurati, sudah memberitahukan 
bahwa kami membuat film Indonesia Merdeka. Sebab, 
Bu Mega pernah salah menafsirkan bahwa film yang 
saya buat ini tentang istri-istri Sukarno. Kami mem-berikan 
penjelasan melalui surat. Beliau belum 
memberikan jawaban apa-apa. 
Penggarapan film Sukarno ini terke san tidak 
lepas dari momentum politik 2014. Apakah me-mang 
seperti itu? 
Dari awal saya menyadari membuat film ini be-rat. 
Berat dalam pengertian secara konten berat, 
kemudian di luar konten ekspektasi orang juga 
berat. Susah dong mengharapkan ekspektasi 
orang, melayani ekspektasi orang. 
Aspek lainnya adalah Sukarno sangat me-lekat 
dengan satu partai, sehingga kita bisa 
dimanfaatkan oleh partai 
tersebut. Tapi, buat saya, 
saya melepaskan diri dari 
semua itu. 
Masalah ini Anda me-lihatnya 
akan berakhir 
seperti apa, berhentikah 
produksi filmnya ini nanti? 
Persoalan ini akan selesai 
dengan sendirinya apabila 
masing-masing pihak ber-iktikad 
baik dan memiliki 
pandangan yang positif. Q 
OKTA WIGUNA | ISFARI HIKMAT 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
!PENGACARA RACHMAWATI: 
PERJANJIAN BATAL, 
FILM SUKARNO TAK 
BOLEH TAYANG 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
AGUNG/DETIKFOTO 
RACHMAWATI BERKUKUH MEMINTA FILM SOEKARNO BUATAN 
HANUNG DIBATALKAN. ADA PERJANJIAN TAK TERTULIS YANG 
DIINGKARI PRODUSER RAAM PUNJABI.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
ERSETERUAN kubu Rach mawati dengan sutra dara 
film Soekarno: Indonesia Mer deka, Hanung Braman-tyo, 
berlanjut hingga ke media sosial. Pengacara Rach - 
mawati, Ramdhan Alam syah, menyerang Ha nung 
lewat akun Twitter-nya. Kubu Hanung menangkis nya 
lewat akun Twitter rumah produksi @DapurFilm. 
Puncaknya, Rachmawati mengadukan Hanung ke 
Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tudingan men-cemarkan 
nama baik. “Hanung mengatakan di media 
bahwa kisruh film Soekarno dibuat untuk Bu Rachma 
mencari popularitas,” kata Ramdhan. 
Kepada Bahtiar Rifai dari majalah detik, Ram-dhan 
menjelaskan pangkal sengketa kliennya dengan 
Hanung dan produser Raam Punjabi dari PT Tripar 
Multivision Plus. Rachmawati, kata dia, berkeras film 
Soekarno tak boleh tayang tanpa restunya. 
Sebenarnya apa duduk perkara sengketa Rach-mawati 
dengan Hanung dan Multivision? 
Mereka ingin aktornya (pemeran Sukarno) Ario Bayu. 
Dalam kesepakatan awalnya kan kita mau pakai non-aktor. 
Karena itulah terjadi perselisihan, sehingga Bu 
Rachma memilih keluar. 
Apa keberatan Rachmawati terhadap pemilihan 
Ario Bayu? 
Sejak awal kami ingin menjadikan film ini sebagai 
pembuka sejarah yang benar tentang Sukarno, bukan 
mengedepankan sisi komersial. Dengan memilih tokoh 
Ario Bayu sebagai Sukarno, itu kan ada pertimbangan 
komersial di sana. Kami memang tidak menafikan sisi 
komersial itu. Tapi seolah-olah, kalau tidak pakai Ario, 
film ini bakal tidak laku. 
Rachmawati tidak mengajukan alternatif? 
Bu Rachma masih disuruh melakukan casting untuk 
pemeran. Tapi mereka sudah memulai syuting, dan 
itulah yang buat dia tersinggung. 
Tapi dalam kontrak disebutkan Rachmawati hanya 
Dengan memilih 
tokoh Ario 
Bayu sebagai 
Sukarno, 
itu kan ada 
pertimbangan 
komersial di 
sana.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
memberi masukan dan 
saran dalam casting? 
Sekarang dibalikkan 
lagi bahwa seolah Bu 
Rachma hanya sebagai 
narasumber. Lo, kok, 
bagaimana Bu Rachma 
diposisikan seolah seba-gai 
narasumber, padahal 
yang punya ide awal ini 
kan Bu Rachma. 
Kita bicara fakta. Tanya-kan 
kepada mereka, ide 
pembuatan film itu dari 
siapa. Yang paling mahal kan ide. Itu kan dari pihak 
Bu Rachma. Yang punya proyek Bu Rachma. Hanung 
sebagai sutradara dan Raam sebagai pemodal jangan 
egois sekali dan memaksakan yang ada di pemikiran 
mereka. 
Mengapa tak ditegaskan di kontrak bahwa Rach-mawati 
yang menentukan pemeran utama? 
Di kontrak tidak sebutkan. Tapi, sebelum kontrak, 
ada gentlemen agreement. Kesepakatan secara lisan. 
Contohnya masalah peran. Soal ini sudah dibicarakan 
sejak awal sebelum ada perjanjian bahwa yang me-nentukan 
adalah Bu Rachma. Ini di awal sekali. 
Apakah Rachmawati terlibat dalam penyusunan 
skenario? 
Pembuatan skenario itu sama-sama dari tim Raam 
dan Yayasan Pendidikan Soekarno. Ketika begini-be-gini 
(berdiskusi), ditulis sama Hanung dan kemudian 
direvisi sama-sama. Tapi, setelah revisi ketiga, kami 
enggak tahu bagaimana itu selanjutnya film. Kami 
betul-betul tidak tahu script mana yang dipakai. 
Jadi Hanung tak memberitahukan skenario akhir? 
Bu Rachma tidak diberi tahu sama sekali tentang 
Rachmawati 
ARI SAPUTRA | DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOKUS 
DUEL FILM SUKARNO 
syuting itu. Dalam perjanjian, Bu Rachma juga berhak 
mengetahui kondisi keuangan, tapi tidak pernah ada 
laporan sama sekali. Sekarang mereka teriak telah 
menghabiskan Rp 15 miliar, buktinya apa? 
Bukankah semua modal film dari Multivision? 
Ingat, ya, perjanjian pertama itu Hanung disuruh buat 
film dan dibiayai Bu Rachma. Awalnya mau patungan, 
tapi ditolak sama Raam. Hanung juga menyarankan 
pembiayaan dari orang luar saja. 
Rachmawati sudah diberi uang muka keuntungan 
Rp 200 juta? 
Kalau enggak punya hak, kami enggak bakal men-dapat 
royalti dari film itu. Kalau kami sebatas nara-sumber, 
masak mendapat royalti. Logikanya 
kan begitu. 
Apa yang diinginkan Rachmawati dari film 
Soekarno yang digarap Hanung? 
Film itu ada dan lahir dari perjanjian kerja 
sama. Film itu bukan benar-benar ide Multi-vision, 
tapi ada campur tangan Bu Rachma. 
Itu ide dari Bu Rachma, tapi Multivision yang 
modalin. 
Sekarang perjanjian kan sudah dibatalkan 
secara tertulis, jadi itu tidak berlaku lagi. Ber-arti 
subyek dan obyek yang tertuang dalam perjanjian 
sudah batal demi hukum. Gugur. Film itu seharusnya 
gugur dengan sendirinya. Nah, sekarang mereka me-maksa 
agar film itu tetap tayang. 
Rachmawati menarik diri secara sepihak, bukan-kah 
itu berarti sebagai pihak yang melanggar kon-trak? 
Film ini lahir dari perjanjian yang dibuat dengan Bu 
Rachma. Di dalam perjanjian ditulis bahwa film ini 
diproduksi oleh para pihak, antara Bu Rachma dan 
Raam. Seharusnya kan, setelah digugurkan perjanji-annya, 
filmnya serta-merta juga gugur. Q OKTA WIGUNA 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Di dalam perjanjian 
ditulis bahwa film ini 
diproduksi oleh ‘para 
pihak’, antara Bu 
Rachma dan Raam.
wisata 
BANDUNG, 
Ada Apa Lagi? 
DULU, BANDUNG DIMINATI KARENA HAWANYA YANG SEJUK. 
KINI SUGUHAN KOTA PARAHYANGAN KIAN BERAGAM. MULAI 
DARI FASHION, KULINER, SEJARAH, HINGGA BERAGAM KARYA 
KREATIF LAINNYA ADA DI SINI. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
wisata 
ANDUNG, kota berjuluk PariKs van Java ini 
berada di ketinggian dan dikelilingi 
oleh pegunungan. Tak heran jika 
udaranya begitu sejuk. 
Namun pembangunan fisik mem-buat 
udara di Bandung kian menye-ngat, 
tak jauh beda dengan Jakarta. Tapi 
tetap, niat orang untuk berkunjung ke Kota Kembang 
ini tak surut. Sehingga saat liburan, ibu kota Jawa 
Barat ini padat oleh mobil berpelat B. 
Banyak tempat menarik yang wajib disinggahi di 
Bandung. Factory outlet yang banyak bertebaran di 
Kota Kembang ini adalah salah satunya. 
Namun buat Anda yang tak suka belanja, Trans Stu-dio 
Bandung bisa menjadi alternatif. Harga tiketnya 
memang lumayan mahal, yakni Rp 150 ribu (weekday) 
dan Rp 250 ribu (weekend). Tapi pengelola memberi-kan 
diskon hingga 20 persen bagi mereka yang bisa 
menunjukkan kartu mahasiswa atau kartu pelajar. 
Lumayan, kan? 
Pengelola juga sering mengadakan promo lewat 
daily deals. Jadi kalau ingin lebih murah, rajin-rajinlah 
browsing di internet. 
THINKSTOCK
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
wisata 
Trans Studio menawarkan aneka permainan seru di 
20 wahana yang ada. Saat akhir pekan, Trans Studio 
buka lebih awal dan tutup lebih malam, yakni mulai 
pukul 09.00 WIB s.d. 22.00 WIB. Tapi jika Anda ke sana 
saat liburan, sebaiknya datang pagi-pagi agar bisa 
puas menikmati seluruh wahana yang ada. Pasalnya 
saat liburan, pengunjung bisanya membludak. 
Satu lagi yang harus diingat, pengunjung dilarang 
membawa makanan dan minuman dari luar. Jadi 
buang jauh niat untuk membawa rantang makanan ke 
sini. 
DETIKBANDUNG
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
wisata 
DAGO PAKAR 
Kalau tak ingin terjebak di tengah sesaknya kota, 
Anda bisa melipir sedikit ke daerah Dago Pakar. Di sana, 
ada Taman Hutan Raya Djuanda. Kawasan konservasi 
seluas sekitar 600 hektare ini tak hanya menawarkan 
hawa sejuk, tetapi juga ketenangan. 
Dari pusat kota, Dago Pakar bisa dijangkau dengan 
mobil atau angkutan umum. Dalam waktu kurang dari 
setengah jam, Anda sudah bisa menikmati pepohonan 
hijau yang menyegarkan. 
Deretan pohon pinus yang banyak ditemui di Dago 
Pakar menjadi salah satu tempat favorit para pengun-jung. 
Bahkan tak sedikit yang menjadikan lokasi ini 
Tap untuk melihat foto 
IDA AYU ROSTINI
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
wisata 
sebagai latar untuk foto prewedding. Romantis, sih! 
Anda juga bisa meluangkan waktu ke Gua 
Jepang dan Gua Belanda. Gua ini dijadikan 
tempat persembunyian tentara Je-pang 
saat menghadapi Sekutu pada 
1940-an. Ingin lebih mengenal gua 
ini? Anda bisa menggunakan jasa pe-mandu 
yang banyak mangkal di pintu 
gua. 
Anda yang tak tertarik menelusuri gua, bisa 
jalan-jalan ke sejumlah air mancur (curug). Ada 
Curug Kidang, Curug Lalay, Curug Omas, dan Cu-rug 
Maribaya. Tapi jaraknya agak jauh, sekitar 6-7 km. 
Anda yang tak 
tertarik menelusuri 
gua, bisa jalan-jalan 
ke sejumlah 
air mancur (curug) 
Ada jasa ojek sih, tapi harga yang ditawarkan cukup 
mahal, yakni sekitar Rp 70 ribu. 
Jika Anda mengajak si kecil, penangkaran rusa yang 
terletak sekitar 2 km dari Gua Belanda bisa menjadi 
pilihan. Selain melihat rusa, si kecil juga bisa bermain 
di arena bermain, mengikuti outbound atau bersantai 
di saung-saung yang ada. 
Tujuan lain yang tak kalah menarik adalah Taman 
Kupu-kupu Cihanjuang. Letaknya lumayan jauh dari 
kota Bandung, tepatnya di Cihanjuang, Cimahi, Ban-dung 
Barat. Tempat ini biasanya ramai dikunjungi 
anak-anak saat liburan sekolah. Anak-anak akan 
senang menyaksikan ratusan serangga menawan itu 
terbang ke sana-kemari. 
Jika beruntung, si kecil bisa melihat proses meta-morfosis 
kepompong menjadi kupu-kupu cantik. Ka-lau 
tidak, dia tetap bisa belajar dari dinding informasi. 
Tiket masuk ke Taman Kupu-kupu dipatok Rp 20 ribu. 
Uniknya pengunjung tidak akan mendapatkan tiket, 
sebagai gantinya justru mendapatkan pin bergambar 
kupu-kupu sebagai tanda masuk.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
wisata 
KULINER 
Kuliner di Kota Kembang? Seabrek-abrek, sampai-sampai 
para wisatawan bingung memilihnya. Hampir 
setiap saat dibuka tempat makan baru di Bandung. 
Tapi ada beberapa yang selalu menjadi tujuan me-reka 
yang berkunjung ke Bandung. Salah satunya 
Soerabi Imoet. 
Pemilik warung soerabi di Jalan Setiabudi ini berha-sil 
melakukan inovasi. Soerabi-nya tak lagi hanya satu 
rasa, tapi tersedia dalam aneka rasa. 
Mau yang asin atau manis? Atau kombinasi topping 
yang menggugah selera? Semua tersedia. Ukur-annya 
sangat imut, jadi tak perlu malu jika melahap 
empat hingga lima potong dalam sekali kedatangan. 
Apalagi harganya juga tidak mahal, mulai dari Rp 4 
ribu hingga Rp 15 ribu. Lebih nikmat jika disantap di 
malam hari bersama minuman hangat. 
Makanan legendaris lainnya adalah soto Ban-dung. 
Soto ini berkuah bening dengan campuran 
lobak dan aneka sayuran. 
Ingin mencoba? Yang paling terkenal adalah Soto 
Ojolali di Jalan Cibadak. Anda juga bisa mencoba 
soto Bandung di Bandung Trade Center, Kopo Squa-re, 
dan Metro Trade Center. Harganya Rp 16 ribu per 
mangkok. Yum! 
Makanan yang juga sayang dilewatkan adalah Kupat 
Tahu Gempol yang sudah eksis sejak 1975. Harga per 
porsi hanya Rp 10 ribu, tapi untuk menikmatinya per-lu 
perjuangan. Anda harus bersaing dengan banyak 
orang yang ingin mencicipi kupat tahu legendaris, 
yang dijual di tengah pasar yang ramai ini. 
Tapi begitu suapan pertama masuk ke mulut Anda, 
dijamin rasa capek antre akan segera terbayarkan. 
Duh, jadi pingin buru-buru ke Bandung nih! Q 
IDA AYU ROSTINI, KEN YUNITA | ESTI UTAMI 
THINKSTOCK
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kuliner 
SenSaSi 
Makan 
di kapal 
SelaM 
TAK BANYAK ORANG PUNYA 
KESEMPATAN NAIK KAPAL 
SELAM. TAPI, KALAU SEKADAR 
MERASAKAN SENSASINYA, BISA 
KOK. TAK PERLU BAYAR MAHAL 
PULA, CUKUP KE OCEANIC DI 
KELAPA GADING. 
FOTO-FOTO: DETIKFOTO/RENGGA SANCAYA
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kuliner 
MASUK tempat ini, 
Anda akan langsung 
berasa di dunia lain. 
Anda akan berasa 
seperti berada di kapal selam. 
Ooo… tapi tunggu dulu, ini bukan 
kapal selam betulan, lo. Ini ha-nyalah 
restoran yang interiornya 
ditata sedemikian rupa sehing-ga 
mirip kapal selam. Namanya 
Oceanic Western  Asian Food 
Restaurant. 
Seperti halnya kapal selam, 
restoran di kawasan Boulevard 
Raya, Kelapa Gading, Jakarta 
Utara, ini tidak terlalu besar. 
Bentuknya memanjang seperti 
kapsul.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kuliner 
Pencahayaan di restoran mungil 
ini luar biasa terang jika dibanding-kan 
dengan resto-resto atau toko-toko 
di kanan-kirinya. Di malam 
hari, Oceanic didominasi warna biru 
yang hadir lewat sejumlah lampu 
dan ornamen yang ada. Di kanan-kiri 
tembok, berjejer cermin-cermin 
bulat. Sekilas mirip jendela di kapal 
selam. 
Suasana laut terasa hingga di 
tempat duduk. Meja makan dengan 
ketebalan 30 sentimeter di restoran 
ini ternyata juga merangkap sebagai 
akuarium air laut. Ikan-ikan laut 
kecil, seperti ikan buntal, udang 
laut, dan scorpion, wira-wiri di meja 
kaca ini. 
Jadi, sembari menunggu makanan 
datang, Anda bisa menikmati 
akuarium ini. Untuk menegaskan 
suasana laut, para pramusaji di 
Oceanic juga berpakaian seperti 
kelasi, yang berwarna putih dominan 
dan biru tua lengkap dengan topinya. 
Lucu! 
“Konsep seperti ini belum ada di 
Jakarta, jadi owner-nya memang 
pingin bikin konsep yang beda,” 
kata Yayan, manajer resto. Katanya, 
sang pemilik, William Samuel, 
terinspirasi membuat restoran ini 
saat berlibur ke Maldives. Eh, namun 
rencana William baru terwujud pada 
Februari lalu.
kuliner 
MENU 
MESKI memilih nama Oceanic, 
restoran ini tak melulu menjual 
seafood. Dalam daftar menun-ya 
ada chicken cordon bleu, ten-derloin 
steak, fettucini, chicken 
steak, dan banyak lagi menu ala 
Western lainnya. Untuk penyuka 
makanan Asia ada kwetiau, mie 
goreng Penang, nasi capcay atau 
Japanese chicken katsu. 
Sup kepala ikan 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
kuliner 
Tapi menu andalan Oceanic adalah 
chicken parmigiana, sup kepala ikan 
salmon, dan mi lobster. Majalah 
detik pun mencoba tiga menu 
andalan ini. 
Menu pertama yang tiba di meja 
makan adalah sup kepala ikan, 
yang disajikan dalam mangkuk 
aluminium kecil. Kami menemukan 
satu kepala ikan salmon cukup 
besar dalam kuah berwarna cokelat 
kemerahan. Rasanya asam-asam 
agak manis. 
Meski cocok disantap bersama 
nasi putih, kami memutuskan 
menggadonya saat masih panas. 
Harganya Rp 38 ribu, tak terlalu 
mahal untuk menu dari salmon. 
Chicken parmigiana menyusul 
kemudian, berwujud daging ayam 
tanpa tulang dibalur tepung dan 
digoreng. Disajikan bersama wortel 
rebus dan pasta fettucini. Taburan 
keju menjadi sentuhan akhir menu 
ini. Lezat dan mengenyangkan. 
Kalau ingin mencicipi makanan lain, 
sebaiknya pesan menu ini untuk 
berdua. Harganya Rp 40 ribu. 
Menu terakhir, mie baby lobster, 
tampak sangat menggiurkan 
dengan asap yang masih mengepul. 
Chicken parmigiana 
Mie baby lobster
MAJALAH DETIK 2 - 8 SEPTEMBER 2013 
kuliner 
MAJALAH MDEATJIAKL A 3H0 DSEETPITKE M9B - E1R5 - S6E POTKETMOBER Sekilas, tampilannya mirip mi ayam. 
Yang membedakan adalah baby 
lobster yang ditambahkan di salah 
satu sisinya. Harganya Rp 38 ribu. 
Jika ingin lobster yang lebih besar, 
Anda bisa memesan mi lobster, 
harganya lebih mahal, yakni Rp 85 
ribu. Dijamin lebih puas. 
Daftar minuman di Oceanic 
tak kalah panjang dibanding 
makanannya. Ada special strawberry 
ice tea, lychee ice tea, Italian fruit soda, 
dan masih banyak lainnya. Harganya 
dari Rp 12 ribu hingga Rp 20 ribu. 
Majalah detik memesan strawberry 
ice tea (Rp 12 ribu) dan Italian fruit 
soda (Rp 18 ribu). Potongan buah 
yang dicampurkan membuat 
minuman ini terasa menyegarkan, 
walau tak bisa dibilang istimewa. 
Sebelum pulang, Anda bisa 
memesan es krim dan pancake 
sebagai pencuci mulut. Tak mahal 
kok, hanya Rp 7.000 hingga Rp 15 
ribu untuk melengkapi sensasi 
makan di kapal selam ini. 
KEN YUNITA | ESTI UTAMI 
Strawberry ice tea 
Italian fruit soda
FOTO - FOTO: DIKHY SASRA HASAN ALHABSHY | DETIKFOTO | M RISYAL HIDAYAT | ANTARA 
EVAN DIMAS 
Jebrreeet, 
Indonesia 
Menang 
BONDAN 
VANIA LARISSA 
WINARNO 
Multi-talenta 
Berani 
Lebay 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
PEOPLE 
MULTITALENTA VANIA LARISSA 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
SUARA emas Vania Larissa be-nar- 
benar membuat juri Miss 
World 2013 terpesona. Tak 
mengherankan jika dara 17 ta-hun 
itu dipilih sebagai pemenang Talent 
Show di kontes yang berlangsung di Bali 
tersebut. 
Menyanyi memang bukan barang baru 
untuk Vania. Sejak kecil, perempuan 
yang memutuskan cuti dari kuliahnya di 
Amerika Serikat itu memang punya hobi 
menyanyi. 
Aliran lagu yang dipilih pun tak biasa: 
seriosa, yang mungkin tak banyak di-sukai 
anak muda sepertinya. Bakatnya 
itu jugalah yang akhirnya mengantar dia 
menjadi juara ajang Indonesia Mencari 
Bakat 2010. 
Talenta Vania yang tak biasa itu juga 
membuatnya banyak menuai pujian di 
kontes Miss World 2013. 
“Penampilan wakil Indonesia ini sa-ngat 
mengagumkan,” tulis situs resmi 
Miss World 2013. 
Pujian juga dilontarkan oleh rekannya 
sesama peserta Miss World 2013, Miss 
Philippines, Megan Lynne Young. Dia 
menyebut Vania sangat menakjubkan. 
Megan mengaku sering melihat pe-nampilan 
Vania lewat YouTube. “Tak sa-lah 
juri memilihnya sebagai pemenang,” 
ujarnya takjub. 
Tak cuma jago menyanyi, Vania juga 
mahir memainkan tuts-tuts piano. 
Hmm, sudah cantik, pintar, jago menya-nyi 
pula. Benar-benar lengkap! Q 
NYOMAN BUDHIANA | ANTARA
people 
BONDAN WINARNO 
MAKNYUS” dan “top markotop” adalah kata yang sering diguna-kan 
GESER MEMBACA ARTIKEL MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Tap untuk kembali 
ke Indeks People 
Bondan Winarno untuk meng gambarkan kelezatan kuliner 
Nusantara. Istilah ini populer hampir sepuluh tahun terakhir, 
lewat acara kuliner di Trans TV yang dia pandu. 
Namun Bondan belum lelah menularkan kecintaannya pada kuliner 
Nusantara. Kepada para follower-nya, pria yang selalu mencicipi makanan 
tradisional di tempat yang dikunjungi ini menularkan kebiasaan mencatat 
makanan yang disantap lengkap dengan lokasinya. “Lalu mempublikasi-kannya 
lewat berbagai media. Kalau perlu, harus lebay,” ujarnya di sela pe-luncuran 
buku Seratus Maknyus Bondan Winarno akhir pekan lalu di Jakarta. 
Buku itu merupakan catatan perjalanan Bondan ke hampir seluruh wilayah 
Nusantara selama 30 tahun. Meski mengakui banyak makanan tradisional 
yang makin sulit ditemukan, penikmat makanan yang sudah berkeliling du-nia 
ini tak khawatir makanan tradisional akan tergusur oleh makanan asing. 
“Kuliner Nusantara itu lezatnya dangerous, banyak chef terkenal menyebut 
kuliner Nusantara sebagai haute cuisine, karena tak mudah memasaknya,” 
dia menegaskan. 
Keyakinan Bondan kian bulat dengan melihat perkembangan selama 
sepuluh tahun terakhir. “Hampir semua stasiun televisi memiliki acara 
kuliner yang sebagian besar mengangkat kekayaan pangan Nusantara. Ini 
telah melahirkan lidah yang makin cerdas,” ujarnya. Q 
ESTI UTAMI 
Agung Pambudhy /detikfoto
people 
EVAN DIMAS 
JEBRREET, 
INDONESIA MENANG 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT 
GELAR PRIBADI ITU TAK PENTING!!! YANG 
TERPENTING INDONESIA MENANG!!!” 
Itulah status yang ditulis Evan Dimas, 
kapten timnas U-19, dalam akun Facebook-nya 
beberapa jam setelah tim Garuda Muda berhasil 
menjuarai Piala AFF 2013. 
Evan memang gagal menjaringkan bola ke gawang 
Vietnam saat adu penalti. Tendangannya masih bisa 
ditepis kiper Vietnam, Le Van Truong. Namun kega-galan 
itu termaafkan oleh catatan yang dia torehkan 
di sepanjang kompetisi. 
Evan menjadi bagian penting dari tim asuhan Indra 
Sjafri yang baru berumur dua tahun tersebut. Pemain 
kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995, ini sukses menja-lankan 
tugas sebagai komandan lapangan sekaligus 
menyuntikkan semangat hingga Garuda Muda meraih 
prestasi tertinggi. 
Hingga gelaran itu berakhir pada Minggu, 22 
September, malam, gelandang yang kini bergabung 
dengan Persebaya 1927 ini berhasil mengemas lima 
gol. Namun hal itu tak membuat pemain yang pernah 
merasakan langsung gemblengan mantan pelatih 
Barcelona, Pep Guardiola, ini menjadi besar kepala. 
Bagi dia, semua itu merupakan kerja tim. 
Kini, gelaran yang lebih besar, yakni kualifikasi Piala 
AFC U-19, menunggu Evan dan kawan-kawan. Semo-ga 
Garuda Muda kembali terbang tinggi. Jebrreeet!Q 
MOHAMMAD RESHA PRATAMA | ESTI UTAMI
ADA APA DENGAN SI 
JANDA PUTIH 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
internasional 
BEBERAPA SAKSI MATA MELIHAT SEORANG PEREMPUAN DI ANTARA PARA 
TERORIS YANG MENYERBU MAL WESTGATE DI NAIROBI, KENYA, PEKAN LALU. 
BENARKAH DIA SAMANTHA LEWTHWAITE ALIAS WHITE WIDOW? 
FOTO: MIRROR
PADA suatu pagi, 7 Juli 2005, Germaine Maurice 
Lind say meninggalkan apartemennya di Aylesbury, 
Bucking hamshire. Sebelum beranjak keluar dari 
apartemennya, Germaine, 19 tahun, masih sempat 
mencium anaknya yang baru berumur delapan bulan, 
Abdullah. 
Itulah ciuman perpisahan Germaine alias Abdullah 
Shaheed Jamal. “Aku pikir dia seharian ada di mas-jid,” 
kata Samantha Louise Lewthwaite, istrinya, kala 
itu. Tapi rupanya Germaine hari itu tak pergi ke masjid 
seperti biasanya. Bersama tiga kawannya—Shehzad 
Tanweer, Mohammad Sidique Khan, Habib Hussain— 
dia malah menebar maut di London. 
Pada pukul 07.21 waktu 
London, mereka berempat 
tertangkap kamera CCTV me-masuki 
Stasiun Luton. Satu 
setengah jam kemudian, tiga 
dentuman besar menggun-cang 
tiga jalur kereta bawah 
tanah yang padat penumpang. 
Satu jam berikutnya, sebuah 
bus tingkat yang melayani ja-lur 
Marble Arch dan Hackney 
Wick meledak dan hancur berkeping-keping. 
Hari itu, 56 orang tewas seketika—52 orang korban 
serta empat sekawan Germaine, Shehzad, Sidique, 
dan Habib, yang meledakkan bom di punggungnya. 
“Aku melihat gambar-gambar di televisi.... Aku mena-ngis 
melihat orang-orang kebingungan mencari ang-gota 
keluarganya,” Samantha Lewthwaite, yang saat 
itu tengah hamil anak kedua, mengomentari peristiwa 
maut tersebut. “Saat itu aku benar-benar tak tahu 
bahwa aku terkait dengan gambar-gambar yang aku 
saksikan di televisi.” 
Samantha alias Sherafiyah, ketika itu 21 tahun, tak 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
“Bagaimana mereka 
mengubah dan meracuni 
pikiran suamiku sungguh 
mengerikan.”
Penyergapan teroris di Mal 
Westgate Shopping, Kenya. 
FOTO: REUTERS 
paham apa yang mengubah suaminya. Dia menduga, 
suaminya bertemu dengan kelompok Islam radikal 
di salah satu masjid di London. “Bagaimana mereka 
mengubah dan meracuni pikiran suamiku sungguh 
mengerikan,” Samantha tak habis pikir. “Dia seorang 
yang innocent, naif, dan sederhana.” Sama seperti Sa-mantha 
alias Sherafiyah, saat itu. 
Samantha bertemu dengan Germaine, warga Ing-gris 
keturunan Jamaika, pada 2002 di sebuah kampus 
di Luton. Kala itu, Samantha merupakan mahasiswa 
baru di School of Oriental and African Studies, Uni-versitas 
London. Keduanya sama-sama belum lama 
memeluk Islam. Beberapa bulan kemudian mereka 
menikah, tapi tak pernah mendaftarkannya di kantor 
catatan sipil. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
Setelah pengeboman di kereta itu, selama beberapa 
bulan Samantha berada dalam perlindungan polisi. 
Kabar soal ibu dua anak itu perlahan menghilang dari 
media hingga, pada Agustus 2009, media mengabar-kan 
dia melahirkan anak ketiganya. Tak ada nama 
sang ayah dalam akta kelahiran bayi itu. Menurut se-orang 
kerabatnya kepada Telegraph, ayahnya seorang 
muslim keturunan Maroko. “Aku pikir dia menjadi istri 
kedua laki-laki itu,” kata sang kerabat. 
Entah apa yang terjadi dengan isi kepala Saman-tha, 
dari seorang gadis lugu, beberapa tahun kemu-dian 
dia berubah menjadi “White Widow”. Pada awal 
Maret 2012, dia diburu oleh Dinas Intelijen Amerika 
Serikat (CIA), Scotland Yard, pasuk-an 
khusus Inggris, SAS, bersama 
kepolisian Kenya, setelah di rumah 
yang dia sewa di Mombasa, Kenya, 
ditemukan setumpuk amunisi se-napan 
AK-47 dan hidrogen peroksi-da. 
Itu adalah bahan serupa yang 
dipakai oleh Germaine dan kawan-kawannya 
untuk meledakkan kereta 
bawah tanah London. 
Rumah itu disewa oleh Marco 
Costa, yang memegang paspor Mo-zambik. 
Kemungkinan besar Marco 
“karena itu, buat 
keputusan sekarang, tarik 
tentaramu dari Islamic 
Wilaayat.” 
Costa merupakan samaran dari Habib Saleh Ghani, 
suami kedua Samantha. Sebenarnya polisi sempat 
menangkap Samantha, tapi dia, yang mengaku berna-ma 
Natalie Faye Webb, dilepaskan. Belakangan, polisi 
baru tahu bahwa paspor Afrika Selatan milik Natalie 
palsu. Namun, ketika mereka kembali ke rumah itu, 
Samantha dan ketiga anaknya yang masih kecil sudah 
menghilang. Seorang tetangga menggambarkan “Na-talie” 
sangat tertutup dan melarang anak-anaknya 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pergi ke sekolah.
“Kami menduga dia 
bekerja sama dengan 
Al-Qaidah atau Al-Sha-baab,” 
kata Alfred Mutua, 
juru bicara kepolisian 
Kenya, saat itu. Tugas 
Natalie alias Samantha, 
menurut Alfred, adalah 
mengumpulkan dana, 
mengatur transportasi, 
dan menyediakan sen-jata. 
Samantha diduga 
merupakan bagian dari sel teroris yang 
terlibat dalam pengeboman sebuah bar di Mombasa 
beberapa bulan setelah penyergapan itu. 
Beberapa bulan menghilang, Samantha muncul di 
Twitter pertengahan tahun lalu. Lewat puisi Maybe 
Jannah Tomorrow (Mungkin Surga Besok), dia meren-canakan 
“masa depannya”. 
These black clouds over Kenya 
Keeping swirling around over me 
It’s a waste of time 
And I’d rather be receiving my syuhada 
Think I’ll get ready, And buy a vest 
…. And I’m breathing Jihad 
I wanna syuhada now 
It’s my time 
So maybe tomorrow it will be Jannah 
Seperti para “Black Widow”, janda para gerilya wan 
Chechnya, yang siap mati dengan bom bunuh diri, 
Samantha alias White Widow siap “membeli rompi” 
dan menjadi “syuhada”. Dia berencana mengikuti jejak 
almarhum suaminya. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Paspor palsu Natalie Faye 
Webb yang diduga dipakai 
Samantha Lewthwaite masuk 
ke Kenya. 
FOTO: WIKIPEDIA
OOO 
Pada Sabtu tengah hari dua pekan lalu, segerombol-an 
teroris menyerbu Mal Westgate di Nairobi, Kenya. 
Dengan membabi buta, gerombolan ini menghujani 
pengunjung mal mewah itu dengan tembakan. Sela-ma 
beberapa hari, gerombolan ini menguasai mal, 
menyandera dan membunuh puluhan orang. Sampai 
Rabu pekan lalu, 72 orang tewas, di antaranya 61 
korban sipil, 6 petugas keamanan, dan lima teroris. Di 
antara para korban itu, 
18 orang merupakan 
warga negara asing. 
Harakat al-Shabaab 
al-Mujahideen, sel Al- 
Qaidah yang tumbuh 
besar di Somalia, meng-klaim 
berada di balik pe-nyerbuan 
itu. Pemimpin 
Al-Shabaab, Mukhtar 
Abu Zubayr, lewat pida-tonya 
yang diunggah di 
Internet, menyebutkan 
serbuan ke Mal West gate 
itu sebagai “Badar of 
Nairobi”, merujuk pada 
Perang Badar pada zaman Nabi Muhammad SAW. 
Menurut Abu Zubayr, serangan itu merupakan hu-kuman 
bagi penguasa Kenya yang telah “menginvasi” 
Somalia—dia menyebutnya Islamic Wilaayat. “Kalian 
telah memasuki perang yang bukan perang kalian,” 
kata Abu Zubayr beberapa hari lalu. “Karena itu, buat 
keputusan sekarang, tarik tentaramu dari Islamic Wi-laayat. 
Jika tidak, bersiaplah menghadapi darah yang 
bakal kembali tumpah di negerimu.” 
Amina Mohammed, Menteri Luar Negeri Kenya, me- 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Catatan milik White Widow. 
FOTO: DAILY MAIL
ngatakan, dari informasi yang dia peroleh, ada seorang 
perempuan Inggris dan tiga laki-laki dari Amerika Se-rikat 
yang terlibat dalam serangan teroris itu. Namun 
Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May belum 
bisa memastikan apakah benar ada perempuan Ing-gris 
yang terlibat. “Sampai investigasinya tuntas, kami 
tak mungkin berkomentar ba-nyak,” 
katanya. 
Beberapa saksi mata yang 
selamat dari penyerbuan 
itu mengklaim melihat se-orang 
perempuan kulit putih 
berbahasa Inggris menjadi 
salah satu pemimpin serang-an. 
Menurut seorang saksi, 
perempuan itu memberikan 
perintah dalam bahasa Ing-gris 
yang kemudian diterje-mahkan 
ke bahasa Swahili. 
“Dari suaranya, terang dia 
seorang perempuan.... Dia 
tak memegang senapan, tapi setiap kali dia memberi 
perintah, gerombolan itu mulai mengamuk,” kata se-orang 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
saksi lain. 
Kabar itu memunculkan spekulasi bahwa Samantha 
Lewthwaite alias sang Janda Putih ada dalam gerom-bolan 
teroris itu. Kabar yang sulit dipercaya orang-orang 
yang mengenal Samantha dan keluarganya di 
Aylesbury. “Dia gadis Inggris rata-rata dan sangat 
baik. Dia akan melakukan apa saja untuk membantu 
orang lain. Dan dia agak kurang percaya diri,” kata Raj 
Khan, anggota Dewan Kota Aylesbury, yang kenal baik 
Samantha dan almarhum suaminya. “Karena itu, aku 
benar-benar heran jika dia menjadi seorang pemimpin 
organisasi teroris internasional.” Q 
SAPTO PRADITYO I GUARDIAN I TELEGRAPH I MIRROR 
Samantha Lewthwaite (tengah) 
di antara teman sekolahnya. 
FOTO: MIRROR
internasional 
B E R E B U T N A M A 
‘ALLAH’ 
SUDAH BELASAN TAHUN PEMERINTAH MALAYSIA BERSELISIH DENGAN 
MEDIA MILIK ORGANISASI KRISTEN SOAL PEMAKAIAN ISTILAH 
“ALLAH”. DIPUTUSKAN PENGADILAN BANDING BULAN DEPAN. 
REUTERS/BAZUKI MUHAMMAD 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
SETIAP Senin, Pastor Lawrence Andrew punya tugas 
rutin sebelum majalah mingguan yang dia kelola, 
Catholic Herald, naik cetak. Selain memeriksa ejaan 
dan tata bahasa, sejak empat tahun lalu dia punya 
tugas tambahan, yakni memastikan semua kata Allah 
harus dibubuhi tanda kutip. 
Tugas itu tampaknya sepele saja. Tapi, jika dia sam-pai 
melewatkannya, urusannya bisa gawat. Izin terbit 
majalah berbahasa Cina, Melayu, Tamil, dan Inggris 
itu bisa melayang. “Situasi ini sudah mirip urusan 
mati dan hidup,” kata Pastor Lawrence dua pekan lalu. 
Urusan tanda kutip ini merupakan buah “pertarungan” 
panjang antara Pastor Lawrence, yang disokong Ge-reja 
Katolik, dan pemerintah 
Malaysia sejak belasan tahun 
lalu. 
Lewat sidang kabinet pada 
Oktober dan November 2006, 
pemerintahan Perdana Men-teri 
Abdullah Ahmad Badawi 
memutuskan bahwa kata 
“Allah” hanya boleh digunakan 
oleh mereka yang beragama 
Islam. “Salah satu pertim-bangannya, 
karena sudah sangat lama istilah Allah 
dipakai kaum muslim untuk menyebut Tuhan,” kata 
Datuk Abdullah Mohammad Zin, menteri di kantor 
Perdana Menteri Malaysia, kala itu. 
Namun, jauh sebelum sidang kabinet itu, urusan 
istilah ini sebenarnya sudah jadi silang selisih antara 
pemerintah Malaysia dan media-media nonmuslim. 
Pada 1986, Kementerian Dalam Negeri melayangkan 
surat edaran kepada semua penerbit media milik or-ganisasi 
Kristen yang memuat pelarangan pemakaian 
kata Allah. Pemerintah Malaysia berdalih, pemakaian 
istilah Allah oleh kalangan nonmuslim akan membi- 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
“Situasi ini sudah mirip 
urusan mati dan hidup.”
ngungkan pemeluk Islam. Selain istilah Allah, pe-merintah 
Malaysia melarang kata “solat”, “Kaabah”, 
dan “Baitullah” dalam semua publikasi milik media 
nonmuslim. 
Surat peringatan pertama dari Kementerian Ke-amanan 
Dalam Negeri Malaysia kepada Pastor 
Lawrence supaya mengganti istilah Allah dengan 
“Tuhan” atau “God” dikirimkan pada 1998. Hingga 
2007, sudah enam surat peringatan dilayangkan kepa-da 
Pastor Lawrence. Jika sang pastor tak patuh, izin 
terbit majalahnya jadi taruhan. 
Tapi peringatan itu rupanya tak membikin ciut nyali 
Pastor Lawrence. Dia menilai larangan itu tak bisa di-terima. 
“Konstitusi mengatakan Melayu adalah bahasa 
nasional. Jadi mengapa kami tak boleh menggunakan 
bahasa nasional?” katanya. 
Menurut Pastor Lawrence, lebih dari separuh pastor 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Para pendemo menggelar banner di luar 
Pengadilan Malaysia di Putrajaya, Kuala 
Lumpur, 22 Agustus lalu. 
REUTERS/BAZUKI MUHAMMAD
di Malaysia merupakan orang Melayu alias bumipute-ra. 
Sekitar 10 persen warga Malaysia memeluk agama 
Katolik atau ketiga terbesar, setelah Islam dan Bud-dha. 
Tak mau menyerah begitu saja, Pastor Lawrence 
melayangkan gugatan atas keputusan pemerintah itu 
ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada Desember 
2008. 
Pada pertengahan Februari 2009, sikap pemerintah 
Malaysia sempat melunak dengan memperkenankan 
Catholic Herald memakai istilah Allah sepanjang me-reka 
mencantumkan kalimat “only for Christians” di 
halaman majalah itu. Tapi kebijakan itu hanya berumur 
sangat singkat. Pemerintah Malaysia memutuskan 
menganulir peraturan itu sebulan 
kemudian. Menteri Dalam Negeri 
Syed Hamid Albar mengatakan 
kebijakan yang memperkenankan 
media nonmuslim memakai istilah 
Allah itu merupakan sebuah kesa-lahan. 
Menjelang tahun baru 2010, ma-jelis 
hakim Pengadilan Tinggi Kuala 
Lumpur membuat kejutan dengan 
mengabulkan gugatan majalah He-rald. 
Hakim Lau Bee Lan berpenda-pat 
pelarangan penggunaan istilah 
Allah oleh media nonmuslim bertentangan dengan 
konstitusi Malaysia. “Ini sebuah tonggak besar... fair 
dan adil,” kata Pastor Lawrence ketika itu. 
Tapi putusan pengadilan itu membuat “panas” Ma-laysia. 
Lewat Facebook, beberapa kelompok Islam 
menggalang protes. Salah satu penanda tangan petisi 
di Facebook ini adalah Mukhriz Mahathir, putra man-tan 
orang nomor satu di Malaysia, Mahathir Mohamad. 
“Mengapa umat Kristen mengklaim nama Allah?” ta-nya 
Rahim Ismail, seorang pengusaha Malaysia. ”Aku 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
“Inilah contoh kebijakan 
bodoh yang dibuat dengan 
sembrono.”
tak paham mengapa mereka hendak mengklaim Allah 
sebagai tuhan mereka.” 
Walaupun tak sedikit umat Islam Malaysia yang 
mendukung putusan pengadilan, termasuk saudara 
kandung Mukhriz sendiri, Marina Mahathir, kabar itu 
bukan cuma membuat panas di Facebook. Beberapa 
hari setelah terbit putusan itu, beberapa gereja di Ma-laysia 
dibom dan dibakar. 
OOO 
Sekian lama tersimpan di bawah laci, cerita lama 
soal perebutan hak atas kata “Allah” ini kembali panas. 
Pengadilan Banding Malaysia melo-loskan 
gugatan banding pemerintah 
Malaysia atas putusan Pengadilan 
Tinggi pada akhir Agustus lalu. Tiga 
anggota panel Pengadilan Banding 
menolak keberatan yang diajukan 
oleh Keuskupan Gereja Katolik Ro-mawi 
Kuala Lumpur. 
Sidang banding pertama digelar 
pada 10 September lalu. Putusan 
atas banding itu mungkin baru akan 
dibacakan bulan depan. “Kami tak 
akan butuh waktu lama. Kami pa-ham 
betapa sensitifnya masalah ini,” kata Datuk Seri 
Apandi Ali, ketua majelis hakim, pekan lalu. 
Suzana Atan, pengacara yang mewakili pemerintah 
Malaysia dan sejumlah lembaga otoritas Islam dalam 
gugatan banding, tetap menyodorkan alasan bahwa 
pemakaian sebutan “Allah” bagi nonmuslim akan 
membingungkan pemeluk agama Islam. “Allah itu 
melambangkan keesaan, tak bisa menjadi bagian dari 
doktrin trinitas dalam agama Katolik,” kata Suzana. 
Beberapa hari sebelum sidang banding perdana, 
otoritas Islam di negeri jiran itu, Jabatan Kemajuan 
Islam Malaysia (Jakim), mengunggah khotbah Jumat 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Seorang muslim membaca 
Al-Quran 
FURLONG/GETTY IMAGES
di situsnya. “Ingatlah, kalimah Allah merupakan lafaz 
suci yang perlu dijaga dan berkait dengan akidah.... Sikap 
membenarkan sesiapa sahaja menggunakan kalimah 
tersebut semata-mata untuk menunjukkan bahawa Is-lam 
meraikan agama lain hanya akan mendatangkan 
mudharat yang lebih besar kepada agama dan umat 
Islam,” Jakim menulis. “Perkataan Allah, solat, tauhid, 
Rasul, Kaabah, Haji merupakan hak orang Islam yang 
tidak boleh dicerobohi oleh mana mana pihak.” 
Khalid Samad, politikus dari Partai Islam Se-Ma-laysia 
(PAS), tak sependapat. “Banyak bukti bahwa 
pemeluk agama selain Islam pada zaman Rasulullah 
SAW menggunakan kata Allah untuk 
merujuk pada tuhan pencipta alam,” 
kata Samad kepada majalah detik. 
“Ini merupakan satu perkara yang 
saya rasa terang dan jelas, hanya 
atas sebab politik, maka digunakan 
sebagai bahan politik untuk meng-inginkan 
orang Melayu, dan meng-asingkan 
orang yang bukan Melayu 
dan bukan beragama Islam.” 
Cara pemerintah Malaysia mena-ngani 
sengkarut istilah “Allah” ini juga 
dikritik Datuk Zaid Ibrahim, mantan 
menteri di kantor Perdana Menteri 
Malaysia. Menurut dia, jalan tengah masalah ini mes-tinya 
dicapai lewat jalan politik, bukan jalur hukum. 
“Inilah contoh kebijakan bodoh yang dibuat dengan 
sembrono,” kata Datuk Zaid. “Jika pengadilan memu-tuskan 
‘Allah hanya untuk kaum muslim’, bagaimana 
menegakkannya supaya tak dipakai oleh penganut 
agama Kristen?” Urusan ini sepertinya masih bakal 
berlarut-larut. Q 
MONIQUE SHINTAMI, SAPTO PRADITYO | THE STAR | AL-JAZEERA | MALAYMAILONLINE 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
“Perkataan Allah, solat, 
tauhid, Rasul, Kaabah, Haji 
merupakan hak orang Islam 
yang tidak boleh dicerobohi 
oleh mana mana pihak.”
Nama ‘allah’ punya siapa? 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
1986 
Surat edaran Kementerian Dalam 
Negeri Malaysia soal larangan istilah 
Allah, Kaabah, Baitullah, dan Solat di 
media nonmuslim. 
1988 
Negara Bagian Selangor melarang 
penggunaan 25 kata di media non-muslim, 
antara lain mubaligh, nabi, 
1998 wahyu, dan firman Allah. 
Surat peringatan pertama dari 
Kementerian Dalam Negeri untuk 
Catholic Herald 2007 
Surat peringatan keenam kepada 
Catholic Herald 
2008 
Gugatan Catholic Herald ke 
pengadilan. Desember 2009 
Pengadilan Tinggi memenangkan 
Januari 2010 gugatan Herald. 
Kerusuhan akibat putusan itu 
April 2011 
10 solusi dari pemerintah 
Agustus 2013 Malaysia 
Pengadilan Banding Malaysia 
meloloskan gugatan banding 
pemerintah Malaysia dan 
beberapa lembaga Islam.
SAINS 
KIAMAT PURBA 
GUNUNG TOBA 
LETUSAN GUNUNG TOBA PADA 74 RIBU TAHUN SILAM MERUPAKAN 
LETUSAN GUNUNG PALING DAHSYAT DALAM 2 JUTA TAHUN TERAKHIR. 
BENARKAH NYARIS MEMUNAHKAN MANUSIA? 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
4“Naiknya” 
Pulau Samosir 
dan blok Uluan. 
3Puncak Gunung 
Toba runtuh 
dan melahirkan 
kaldera raksasa. 
2Terbentuk 
ring fracture. 
1Gunung Toba meletus 
sekitar 74 ribu tahun 
silam, menyemburkan 
material lebih dari 2.800 
kilometer kubik.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
SAINS 
The bright sun was extinguish'd, and the stars 
Did wander darkling in the eternal space, 
Rayless, and pathless, and the icy earth 
Swung blind and blackening in the moonless air; 
DMorn came and went—and came, and brought no day ARKNESS, puisi itu dibuat Lord Gordon 
Byron, pada Juli 1816, di Jenewa, Swiss. 
Setahun setelah Gunung Tambora meletus, 
menyemburkan 50 kilometer kubik abu 
ke atmosfer, Jenewa, menurut Lord Byron, masih 
diselimuti gelap sepanjang hari. “Lilin dinyalakan 
seakan-akan tengah malam,” Lord Byron menuturkan. 
Pada 5 April 1815, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, 
Nusa Tenggara Barat, mulai menyemburkan lava 
panas. Tak berapa lama, dentuman kencang bertubi-tubi 
terdengar hingga jauh. Konon, suara dentuman 
itu terdengar hingga ke Makassar dan Batavia yang 
berjarak ratusan kilometer. Ditaksir, letusan Gunung 
Tambora dua abad silam itu mencapai 
skala 7 indeks ekplosivitas vulkanik 
(VEI) dan energinya empat kali lipat 
dari letusan Gunung Krakatau di Selat 
Sunda pada 1883. 
Efeknya sungguh dahsyat. “Di 
Genetic bottleneck yang 
bertahan hanya satu generasi 
tak akan meninggalkan jejak 
signifikan. 
sepanjang jalan masih ada beberapa jenazah... 
Desa-desa rata dengan tanah, dan penduduk yang 
tersisa bertebaran mencari makan,” Letnan Phillips, 
melaporkan. Dia ditugaskan oleh Sir Thomas Stamford 
Raffles, penguasa di Batavia, untuk memeriksa letusan 
Gunung Tambora. 
Debu tebal yang menutup atmosfer membuat 
selama setahun nyaris tak ada musim panas di Eropa 
dan belahan bumi utara. Suhu bumi tahun itu rata-rata 
turun 0,4-0,7 derajat Celsius. Di mana-mana makanan 
langka karena tanaman rusak tertimbun debu. Tahun
itu adalah sebuah kiamat kecil. 
Beribu-ribu tahun lalu, jauh sebelum Tambora 
mengamuk, letusan satu gunung di Sumatera Utara 
membuat bumi seperti “kiamat” selama bertahun-tahun. 
Konon, gara-gara letusan itu, selama sepuluh 
tahun bumi mengalami musim dingin, dan selama 
beberapa abad, temperatur atmosfer bumi mendingin. 
Itulah letusan gunung paling dahsyat dalam dua juta 
tahun terakhir. Akibatnya, menurut hipotesis Stanley 
H. Ambrose, profesor antropologi di Universitas 
Illinois, Urbana-Champaign, pertumbuhan populasi 
manusia melambat (population bottleneck). Bahkan ada 
kemungkinan populasi manusia kala itu berkurang 
signifikan. 
Seberapa hebat letusan Gunung Toba ini? Benarkah 
pengaruhnya sedemikian besar? 
,,, 
SAINS 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
DETIKFOTO/ DIKHY SASRA
SAINS 
Craig A. Chesner, profesor geologi di Universitas 
Eastern Illinois, menghitung saat Gunung Toba meletus 
pada sekitar 74.000 tahun silam, menyemburkan 
material dengan volume 2.800 kilometer kubik. Cukup 
untuk mengubur seluruh kota Jakarta sedalam ratusan 
meter. Jumlah material yang disemburkan Gunung 
Toba hampir dua puluh kali lipat kala Gunung Tambora 
mengamuk dua abad silam dan hampir 250 kali dari yang 
dimuntahkan Gunung Krakatau di akhir abad ke-19. 
Ditaksir, letusan Gunung Toba 740 abad silam 
itu mencapai skala 8 indeks ekplosivitas vulkanik 
(VEI) dengan kekuatan lebih dari 8 skala magnitude, 
merusak wilayah seluas 20.000 kilometer persegi. 
Gas sulfur dan debu yang disemburkan ke lapisan 
stratosfer, menghalangi 
matahari, dan membuat suhu 
permukaan bumi anjlok rata-rata 
3-5 derajat Celsius. Debu 
itu terbang hingga ke Afrika, 
Semenanjung Arab hingga 
ke utara Laut Cina Selatan. 
Letusan inilah yang melahirkan 
Bagi sistem mitigasi bencana tidak 
ada perlunya karena, toh Danau 
Toba bukan merupakan gunung api 
aktif yang berpotensi menimbulkan 
bencana. 
danau vulkanik terbesar di dunia, yakni Danau Toba. 
Menurut Stanley Ambrose, selama enam tahun 
berturut-turut, tak ada musim panas di sebagian 
besar wilayah dunia. Disusul kemudian, terjadi 
proses glasialisasi yang melahirkan zaman es 
selama 1.000 tahun. Sejumlah penelitian penelusuran 
perkembangan DNA manusia juga membuktikan 
terjadi genetic bottleneck sekitar tahun meletusnya 
Gunung Toba. 
“Genetic bottleneck yang bertahan hanya satu 
generasi tak akan meninggalkan jejak signifikan,” kata 
Ambrose, beberapa tahun lalu, mengutip penelitian 
lain. “Karena itu, enam tahun musim dingin mungkin 
telah menyebabkan anjloknya populasi manusia.” 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
Penyokong teori bottleneck ini tak sedikit, tapi 
tak sedikit pula yang meragukannya. Di antara 
yang menyangsikan hipotesis Ambrose adalah F.J. 
Gathorne-Hardy, peneliti di Museum Natural History, 
London, dan W.E.H. Harcourt Smith, paleontolog 
dari Museum American Museum of Natural 
History, New York. 
Dengan meminjam data kerusakan akibat 
letusan Gunung Krakatau pada 1883, Hardy dan 
Smith memperkirakan radius kerusakan langsung 
dari letusan Gunung Toba tak akan lebih dari 350 
kilometer. Dia meragukan kesimpulan Ambrose 
yang menyatakan letusan Gunung Toba bisa jadi 
membunuh banyak orang di Asia Selatan. Sebab, di 
Pulau Mentawai saja, yang hanya berjarak sekitar 
350 kilometer dari Gunung Toba, populasi beberapa 
primata endemik di pulau itu relatif tak terganggu. 
“Jadi kecil kemungkinan, efek kerusakannya 
mencapai India atau Indochina di utara atau Pulau 
Jawa di selatan,” Hardy menulis dalam artikelnya. 
Penelitian terbaru oleh tim dari Universitas 
Oxford, Inggris, membuktikan bahwa debu dari 
Gunung Toba terbang lebih dari 7.000 kilometer 
hingga ke Afrika Timur. Christine Lane dan timnya 
menemukan lapisan tipis abu Gunung Toba ini 
terkubur puluhan meter di bawah endapan di 
Danau Malawi. 
Dari penelitian endapan di Danau Malawi, 
mereka juga membuktikan bahwa tak terjadi 
penurunan temperatur udara secara dramatis dalam 
waktu sangat panjang seperti yang diduga Ambrose. 
“Bisa jadi, lingkungan di sana pulih sangat cepat 
setelah perubahan atmosfer akibat letusan Gunung 
Toba,” kata Christine Lane. 
,,, 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
SAINS 
CRAIG A. CHESNER
SAINS 
Selama 1 juta tahun terakhir, paling tidak tiga kali 
letusan besar terjadi di Gunung Toba. Letusan pertama 
terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu, disusul letusan 
kedua sekitar 300 ribu tahun kemudian. Yang terakhir 
dan paling dahsyat terjadi sekitar 74 ribu tahun lampau. 
Menurut hipotesis geolog dari Belanda, Reinout Willem 
van Bemmelen, yang sangat intensif meneliti gunung-gunung 
di Indonesia antara 1930-1940-an, letusan itu 
membuat sebagian besar magma di perut Gunung Toba 
terkuras. Karena “perutnya” kosong, 
maka runtuhlah puncak Gunung Toba, 
dan menghasilkan kaldera sangat besar. 
Itulah “bayi” Danau Toba. 
Walaupun sebagian besar material 
Gunung Toba telah disemburkan, namun 
menurut Danny Hilman Natawidjaja, 
geolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia, masih ada dapur magma di 
perut Danau Toba sekarang. Volumenya 
sekitar 30 ribu kubik di kedalaman 10.000 
meter. “Tapi kami belum yakin apakah 
dapur magma itu terisi lava cair atau 
tidak, atau hanya hidrotermal saja,” kata 
Danny, pekan lalu. 
Surono, mantan Kepala Pusat 
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, mengatakan 
penelitian lokal mengenai Gunung Toba memang 
sangat minim. “Bagi para peneliti, memang sangat 
mengasyikkan, tapi bagi sistem mitigasi bencana 
tidak ada perlunya karena, toh Danau Toba bukan 
merupakan gunung api aktif yang berpotensi 
menimbulkan bencana,” kata Surono, yang baru 
masuk masa pensiun sebulan lalu. Q 
MONIQUE SHINTAMI, SAPTO PRADITYO I LIVESCIENCE I PELBAGAI JURNAL 
CRAIG A. CHESNER 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
sport 
MUDA KAYA RAYA, 
TUA SENGSARA 
“AKU BAHKAN TAK PUNYA CUKUP UANG HANYA 
UNTUK MEMBELI SEPOTONG CHEESEBURGER.” 
FOTO: PHILLYSPORTS
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
sport 
SIDANG perceraian di Atlanta setahun lalu itu 
seperti sebuah panggung sandiwara. Di muka 
majelis hakim, dengan gaya dramatis, Allen 
Iverson merogoh kantong sembari berteriak 
ke arah istrinya, Tawanna. “Aku bahkan tak punya cukup 
uang hanya untuk membeli sepotong cheeseburger.” 
Dengan enteng, Tawanna yang menggugat cerai dari 
Allen mengambil duit US$ 61 dan menyodorkannya 
kepada suaminya. 
Allen Iverson, 38 tahun, adalah sebuah roller coaster. 
Melesat tinggi secepat roket, dan meluncur ke 
bawah sama kencangnya. Beberapa tahun lalu, 
dia merupakan salah satu bintang dengan 
gaji paling besar di liga bola basket Amerika 
Serikat, NBA. Sepanjang kariernya di 
NBA, dia menerima gaji sebesar US$ 150 
juta atau Rp 1,7 triliun. Belum lagi dari 
sejumlah kontrak iklan yang jumlahnya 
tak kalah besar. Dari kontrak iklan 
Reebok saja, The Answer mengantongi 
US$ 50 juta. 
Allen yang lahir dari ibu muda Ann 
Iverson--ibunya melahirkannya pada usia 15 
tahun dan ditinggal kabur ayahnya--tumbuh di 
Tuhan memberinya 
bakat yang sangat 
besar. Tapi kalian 
tahu, suatu saat Dia 
akan mengambilnya 
kembali. 
lingkungan miskin. Bola basket-lah yang membuat 
Allen menjadi kaya-raya di usia sangat muda. Dengan 
tinggi “hanya” 183 sentimeter, dia sebenarnya tergolong 
pendek untuk ukuran raksasa-raksasa NBA. 
Namun kecepatan dan akurasi tembakan Allen 
menjadikannya rookie of the year pada tahun pertamanya 
di NBA. Selama 11 musim bersama Philadelphia 
76ers, Allen menjadi tumpuan utama perolehan poin. 
Rata-rata, dia mencetak 26,3 poin per game, urutan 
keenam pencetak poin tertinggi sepanjang masa di 
NBA. Dia sebelas kali masuk dalam NBA All Stars,
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ssppoorrtt 
empat kali menjadi pencetak poin tertinggi dan sekali 
menjadi NBA Most Valuable Player. 
“Tuhan memberinya bakat yang sangat besar,” kata 
Pat Croce, mantan eksekutif Sixers. “Tapi kalian tahu, 
suatu saat Dia akan mengambilnya kembali.” Disiplin 
memang bukan bawaan Allen. Di Sixers, dia jarang 
sekali datang berlatih tepat waktu. Di rumah, alkohol 
jadi karibnya. Lengkap sudah. 
Saat anak pertamanya lahir, dia tak ada di samping 
istrinya. Tiga tahun kemudian, ketika Allen Jr. lahir, dia 
kelewat mabuk untuk mengantarkan istrinya ke rumah 
sakit. Namun manajemen 
Sixers menutup mata 
dengan tabiat buruk anak 
emasnya sepanjang dia 
tak henti mencetak poin 
di lapangan. 
Walaupun punya 
sejumlah tabiat buruk, 
Allen sangat royal 
kepada teman-teman 
dan kerabatnya. Dia tak 
pernah bilang “Tidak” 
jika ada kerabat yang 
meminta uang. Kerabat 
jauh yang semula enggan 
mendekat pun mendadak menjadi akrab. Roshown 
Mcleod, teman satu timnya di Sixers, mengatakan Allen 
selalu ringan tangan merogoh kantong jika berpesta 
dengan teman-temannya, tak peduli berapa banyak 
jumlah tagihannya. “Dia tak berpikir soal masa depan,” 
kata Larry Brown, mantan pelatihnya. 
Perlahan, kelihaian Allen di lapangan mulai luntur, 
tergerus kebiasaan buruk dan umur. Tak ada lagi tim 
yang mau merekrutnya. Repotnya, kebiasaan borosnya 
MIKE TYSON/RUCKUS
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
sport 
belum juga berkurang seolah-olah dolar masih 
mengucur deras dari keran di rumahnya. Ke mana-mana, 
dia masih menunggang sedan supermewah 
Maybach. Padahal, kondisi keuangannya tekor berat. 
Setiap bulan neraca keuangannya minus ratusan ribu 
dolar. 
Walhasil, bisa ditebak, duit segudang yang dia 
kumpulkan sewaktu bermain di NBA itu menguap 
begitu saja. Akhir tahun lalu, dia punya tunggakan 
utang pembelian perhiasan dari sebuah toko di 
Georgia senilai US$ 859 ribu atau hampir Rp 10 miliar. 
Tawanna terpaksa menjual koleksi perhiasan mereka 
hanya untuk membayar tagihan listrik, kebutuhan 
sekolah anak, dan rumah tangga. Rumah mewah 
mereka di Denver juga dilelang. 
Kini Allen Iverson dan istrinya sudah bercerai. 
Dan untuk membayar tunjangan anak pun Allen 
tak lagi mampu memenuhinya. Pada akhir 
bulan lalu, Tawanna terpaksa menggugat ke 
pengadilan supaya hakim memaksa mantan 
suaminya membayar tunjangan untuk anak-anaknya. 
“Aku menyerahkan semuanya ke tangan 
Tuhan. Aku sudah mencapai banyak hal di NBA, tapi 
jika jalan itu harus berakhir di sini, maka terjadilah....” 
kata Allen dengan nada pasrah. 
,,, 
Siapa pula yang tak kenal Evander Holyfield, kini 
50 tahun, mantan petinju juara sejati kelas berat. 
Pertarungannya dengan Mike Tyson dikenang 
sepanjang masa. Selama karier tinjunya, dia telah 
mengumpulkan duit lebih dari US$ 500 juta atau 
hampir Rp 6 triliun. Tapi senasib dengan Mike Tyson, 
kini Holyfield juga bangkrut. 
Tahun lalu, dia melelang pelbagai memorabilia, 
termasuk sabuk dan cincin gelar juara koleksinya, 
Tak ada yang 
menang, man, 
tak ada yang 
menang sama 
sekali.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
sport 
hanya untuk mendapatkan uang. Mansion--yang 
memiliki 109 kamar dengan 17 kamar mandi--di 
Atlanta miliknya sudah jauh-jauh hari disita bank dan 
dilelang karena dia tak sanggup lagi membayar cicilan. 
Sebuah perusahaan lanskap juga menggugatnya ke 
pengadilan Georgia karena dia menunggak pembayaran 
jasa. Evander juga masih dikejar-kejar beberapa 
mantan istrinya yang menagih uang tunjangan untuk 
anak-anaknya. Menurut Dinas Sosial Georgia, selama 
berbulan-bulan Holyfield tak membayar tunjangan 
untuk anak-anaknya. 
Boros, salah investasi, dan perempuan. Kombinasi 
itulah yang menguras duit Holyfield. Duitnya yang 
ditanam di beberapa kasino di Las Vegas dan Atlantic 
City amblas. Sementara itu, masa jayanya di atas ring 
sudah lama lewat. Padahal dia masih harus 
membayar tunjangan untuk anak-anaknya. 
Bayangkan saja, dia punya 11 anak dari 
sembilan perempuan. 
“Ini hari-hari yang sangat berat.... 
Harus berurusan dengan ibu-ibu 
dari anak-anakku. Tak ada 
yang menang, man, tak ada 
yang menang sama sekali. 
Aku tak punya uang untuk 
membayar pengacara, jadi 
harus menangani sendiri di 
pengadilan,” kata mantan 
juara tinju kelas berat itu, 
memelas. Q 
SAPTO PRADITYO I WASHINGTON POST I 
INDEPENDENT I TMZ 
JOHN BARNES/SPORCLE COM
DUIT MEREKA AMBLAS 
TAK BERBEKAS 
SCOTTIE 
PIPPEN, 
BINTANG NBA 
MAJALAH DETIK 9 - 15 SEPTEMBER 2013 
sport 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKOTOBER Menjadi pemain di liga-liga sepak 
bola utama di Eropa merupakan 
impian jutaan orang di dunia. 
Populer, berlimpah uang, dan 
dirubung perempuan-perempuan cantik. 
Tapi semua cerita gemerlap itu bisa sirna 
dalam hitungan tahun setelah pensiun 
dari lapangan rumput. Menurut riset 
XPro, tiga dari lima pemain di Liga Primer 
Inggris berakhir bangkrut hanya lima 
tahun setelah menggantung sepatu. 
Cerita-cerita suram mengenai para 
bintang olahraga ini sama sekali bukan 
hal langka. Tak pengalaman memegang 
uang dalam jumlah sangat besar di usia 
belia, rata-rata mereka menghamburkan 
duitnya untuk mobil mewah, baju-baju 
mahal, perhiasan, dan mentraktir 
perempuan atau teman-temannya. 
Tapi semua itu mendadak hilang 
setelah isi kantong mereka menipis. 
“Bangkrut itu bisa juga membawa berkah 
tak terduga. Ketika orang berpikir kamu 
tak punya banyak uang, mereka tak 
akan meneleponmu sesering biasanya, 
termasuk kerabat,” Bernie Kosar, mantan 
bintang NFL, bercanda. Pahit. 
Inilah beberapa bintang olahraga yang 
kariernya melesat, kemudian jatuh bebas. 
EVANDER 
HOLYFIELD, 
PETINJU 
MICHAEL VICK, 
BINTANG 
SEPAK BOLA 
AMERIKA (NFL) 
LEE HENDRIE, 
PEMAIN LIGA 
INGGRIS 
KEITH 
GILLESPIE, 
PEMAIN LIGA 
INGGRIS 
ALLEN 
IVERSON, 
BINTANG NBA 
ARANTXA 
SANCHEZ 
VICARIO, 
BINTANG TENIS 
JOHN DALY, 
BINTANG GOLF 
PROFESIONAL 
PAUL 
GASCOIGNE, 
BINTANG LIGA 
INGGRIS 
ANTOINE 
WALKER, 
BINTANG NBA 
MIKE TYSON, 
PETINJU 
KELAS BERAT 
JOHN BARNES, 
MANTAN 
ANGGOTA TIM 
NASIONAL 
SEPAK BOLA 
INGGRIS 
FOTO: EVANDERHOLYFIELD.COM, PHILLYSPORTS, HUFFINGTONPOST.COM, RUCKUS, SPORCLE.COM
INTERVIEW 
INDRA SJAFRI: 
SEMUA 
PEMAIN 
ADALAH 
BINTANG 
SEPAK BOLA ADALAH 
PERMAINAN TIM, 
BUKAN INDIVIDU. 
INTENSITAS LATIHAN 
DAN GEMBLENGAN 
HARUS DIJAGA AGAR 
PEMAIN TAK LABIL. 
ILUSTRATOR: EDI WAHYONO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
INTERVIEW 
ETELAH menyabet gelar juara Piala Federasi 
Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) di bawah usia 
19 tahun (U-19) pada 1961, Indonesia kembali 
menjadi juara pada Ahad, 22 September lalu, 
setelah mengalahkan Vietnam lewat adu pen-alti. 
Tapi, di media sosial, yang ramai diperbin-cangkan 
adalah teriakan “jebret” sang komentator, 
Valentino Simanjuntak. Sedangkan peran sang arsi-tek, 
Indra Sjafri, seolah dinafikan begitu saja. 
Padahal mantan kepala Kantor Pos di Padang yang 
baru menjadi pelatih pada 2007 ini tak cuma mengatur 
strategi, tapi juga memotivasi dan menanamkan 
filosofi bermain sepak bola kepada anak-anak 
asuhannya. Ia tertarik menjadi pelatih karena 
prihatin, saat masuk ke tim Pra-PON Sumatera Barat 
pada 1985, melihat banyak anak muda yang memiliki 
talenta bagus tapi tidak terpantau oleh PSSI. 
Kiprahnya melatih tim nasional tak mulus. Ketika 
mendapatkan kontrak pada 2011, lelaki kelahiran 
Painan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963, ini dicopot 
dan digantikan Luis Manuel Blanco. Tapi, karena 
Blanco menolak, Indra akhirnya diminta kembali 
menjadi pelatih. Di bawah asuhan Indra Sjafri, tim 
nasional Garuda Muda dua kali merebut gelar juara 
turnamen HKFA International Youth Invitational 
Tournament 2013 di Hong Kong. 
Bagaimana Indra menggembleng mereka? Berikut 
ini petikan wawancara dengan bekas pemain klub 
Semen Padang tersebut. 
Apa kunci keberhasilan kesebelasan ini? 
Anak-anak memiliki kemampuan yang bagus, 
skill mereka juga tinggi. Secara tim, mereka cepat 
beradaptasi. 
Berapa lama Anda membangun tim ini? 
Kami melakukan seleksi dengan mengunjungi 
44 daerah. Kami ke daerah atau wilayah terpencil, 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
INTERVIEW 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
TAP UNTUK 
MELIHAT CAPTION
INTERVIEW 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOTO-FOTO: AGUNG PAMBUDHY / DETIKFOTO 
seperti Alor di Nusa Tenggara Timur dan Muara 
Teweh di Kalimantan Utara. Dari semua daerah 
itu, saya menemukan banyak anak berbakat. Meski 
melelahkan, ini memberikan kepuasan. Di Muara 
Teweh, yang jauh dari ibu kota negara, sudah ada 
sekolah sepak bola dan ratusan klub guna menjaring 
calon pemain. 
Kami juga melakukan beberapa laga ekshibisi 
ke beberapa tempat untuk menjaring para pemain. 
Awalnya, ratusan calon terjaring, kemudian menjadi 
96 orang, mengerucut hingga jadi 35 orang, dan 
akhirnya terpilih 20 orang. 
Apa saja materi tes yang diberikan? 
Selain tes fisik, terutama kesehatan, kami 
melakukan tes magnetic resonance imaging (MRI), tes 
psikologi, dan psikotes. Itu bukan cuma formalitas, 
tapi kami rekam betul untuk mengetahui kondisi 
psikologi mereka, baik secara pribadi maupun 
anggota tim yang akan bekerja sama. Semua materi 
tes tersebut sesuai dengan standar di sepak bola 
Eropa. 
Apa yang Anda tanamkan sehingga mereka terlihat 
begitu solid? 
Filosofi permainan saya sangat sederhana. Kepada 
anak-anak saya katakan, dalam permainan ini, 
yang sangat penting adalah penguasaan bola. Dan 
penguasaan bola akan terjadi manakala tim kuat dan 
kompak. Jadi yang terpenting adalah kekompakan. 
Sebab, sepak bola adalah permainan tim, bukan 
individu. Filosofi itu harus terus ditanamkan. Mereka 
kan masih 16-18 tahun, sehingga sering labil. Tapi 
saya yakin, seiring dengan intensitas latihan dan 
gemblengan, mereka akan menerapkan filosofi itu. 
Selain filosofi itu, apa lagi yang Anda tanamkan? 
Pada saat tim terbentuk, saya mengajak mereka
INTERVIEW 
FOTO-FOTO: RACHMAN/DETIKFOTO 
berbicara. Saya katakan, “Sebelum melangkah lebih 
jauh, apakah kalian sanggup memikul tugas mulia 
yang diamanahkan negara dan bangsa kepada kita? 
Kita harus membuktikan kepada dunia bahwa kita 
mampu. Raihlah prestasi setinggi-tingginya. Kalian 
memiliki modal yang kuat, talenta yang tinggi. Skill 
luar biasa tidak ada artinya bila tidak didasari tekad 
dan semangat.” Semua mengatakan siap. Sejak 
itulah mereka kami gembleng. 
Pada bulan puasa, kami tetap berlatih seperti biasa. 
Bahkan, pada saat Idul Fitri, kami mengundang orang 
tua mereka berlebaran bersama putra-putra mereka. 
Ini semua demi mencapai tujuan dan target yang kami 
tetapkan. Alhamdulillah, para orang tua juga mengerti. 
Untuk menjaga stamina, ada strategi khusus? 
Mereka memang memiliki stamina bagus. Bahkan 
VO2Max (volume maksimal O2 yang diproses oleh 
tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang 
intensif) rata-rata pemain tergolong cukup tinggi, 
yakni 55. Ini termasuk superior bagi pemain berusia 
13-19 tahun. Bahkan Evan Dimas mempunyai VO2Max 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOTO: M RISYAL HIDAYAT / ANTARA
INTERVIEW 
hingga 60. 
Di kesebelasan ini, ada beberapa pemain yang 
punya skill tinggi. Siapa yang menjadi bintang? 
Bagi saya, semua anak itu bintang lapangan. 
Mereka memiliki talenta dan skill luar biasa. Dengan 
gabungan skill dan talenta merekalah kekompakan 
tim atau soliditas bisa terbangun dengan baik. Tanpa 
kekompakan antar-individu tidak akan tercipta 
sebuah tim yang solid, kuat, tangguh, dan menang. 
Bagi saya, tidak ada bintang di atas yang lain. 
Semuanya bintang. 
Bagaimana Anda menjaga mereka tak merasa lebih 
dari lain? 
Dalam setiap kesempatan selalu saya katakan, 
“Kalian semua masih dalam taraf perkembangan. 
Kalian memiliki talenta, fisik yang kuat, serta skill yang 
bagus. Raihlah prestasi setinggi mungkin. Jangan 
berpuas diri sampai di sini. Jangan pernah merasa 
telah menjadi besar. Itu akan mandek. Kalian masih 
baru dalam tahap awal, perjalanan masih jauh.” 
Kenapa Anda kerap menggunakan strategi formasi 
pemain 4-3-3, bukan 4-4-2 seperti yang digunakan 
pelatih umumnya. 
Secara historis, sejak dulu, pada saat kita memetik 
kemenangan, formasi pemain selalu 4-3-3. Saat 
bermain sepak bola, orang Indonesia selalu bermain 
dengan formasi seperti itu. Pola seperti itu sangat 
sesuai dengan karakter dan fisik orang Indonesia. 
Permainan selalu dalam jarak dekat, kekompakan 
tim terjaga, sehingga kekuatan terbentuk. Begitupun 
dengan saat menyerang, bisa cepat. Lantas kenapa 
kita latah meninggalkannya hanya untuk mengadopsi 
pola atau sistem permainan ala Eropa…. 
Untuk pola latihan, apakah Anda menerapkan cara 
khusus? 
Tim pelatih selalu mengevaluasi dan membuat 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Formasi 4-3-3 itu 
sangat sesuai 
dengan karakter 
dan fisik orang 
Indonesia.
INTERVIEW 
analisis berbagai kemungkinan strategi lawan. Setiap 
akan bertanding, kita lihat dulu siapa lawan yang 
akan dihadapi dan kita menyesuaikan latihannya 
seperti apa. Soal frekuensi, tentu saja tidak bisa 
leluasa. Hanya satu kali karena padatnya turnamen. 
Kami juga harus mempertimbangkan kondisi fisik 
dan psikologi pemain. 
Kondisi kepengurusan PSSI yang masih kental 
dengan konflik sempat mempengaruhi Anda? 
Kami bersikap profesional. Kami, pela tih dan anak-anak, 
berpikir serta bersikap profesional. Kami hanya 
berfokus pada bagaimana bermain sebaik-baiknya, 
bagaimana meraih kemenangan dan prestasi yang 
gemilang. 
Pemerintah memberikan apresiasi khusus? 
Sedari awal kami tidak pernah berpikir untuk 
mendapatkan seperti itu. Artinya, yang ada dalam 
benak kami adalah bagaimana memberikan 
kontribusi terbaik kepada negara dan bangsa, 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
FOTO-FOTO: AGUNG PAMBUDHY/DETIKFOTO
INTERVIEW 
sehingga konsentrasi dan tekad kami adalah 
bagaimana bisa mewujudkan impian menjadi juara 
itu. 
Kalaupun negara memberikan apresiasi, tentu 
kami tidak akan menolak. Tapi itu bukan tujuan 
utama. Kepada anak-anak juga saya sampaikan, 
“Motif kalian haruslah bagaimana memberikan 
yang terbaik kepada bangsa dan bagaimana kalian 
mencapai prestasi terbaik. Jangan berpikir soal 
hadiah dan sebagainya.” 
Apa target berikutnya setelah memenangi 
kejuaraan ini? 
Ada dua, yakni bersiap menghadapi Piala Asia 
U-19 pada Oktober nanti. Kita masuk Grup G 
bersama Korea Selatan, yang sudah 12 kali menjadi 
juara dan kini juara bertahan. Kemudian ada Laos 
dan Filipina. Perhitungan di atas kertas, tim kita 
lebih unggul dibanding Laos dan Filipina. Karena 
itu, kami menargetkan masuk putaran final. Target 
jangka panjang, sudah semestinya pembinaan 
mereka berkelanjutan agar nantinya bisa menjadi 
pemain andalan kita dalam berbagai turnamen. 
Mereka harus terus diasah. 
Kontrak Anda akan diperpanjang? 
Memang sebentar lagi habis, tapi saya sudah 
ditelepon Pak La Nyalla Mattalitti (Ketua Badan 
Tim Nasional). Beliau mengatakan kontrak saya 
diperpanjang, meskipun secara resmi belum ada 
tanda tangan kontrak. Mudah-mudahan begitu 
adanya. Tapi, bagi saya saat ini, soal itu bukan 
prioritas. Prioritas saya adalah menyiapkan anak-anak 
menghadapi kejuaraan Piala AFC U-19 pada 
Oktober nanti. 
Apakah cukup libur empat hari bagi para pemain? 
Saya sudah mewanti-wanti kepada mereka agar 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Bila tidak disiplin 
dan tak tepat 
waktu, jangan 
bertanya bila posisi 
pemain diisi oleh 
orang lain.
INTERVIEW 
menjaga disiplin. Saya bilang, “Ini saat yang tepat 
untuk mengubah nasib, untuk membuktikan kepada 
dunia bahwa kalian mampu. Masih banyak pemain 
bertalenta yang ingin seperti kalian. Bila tidak disiplin 
dan tak tepat waktu, jangan bertanya bila posisi kalian 
diisi oleh orang lain.” Saya tidak ada tawar-menawar 
soal disiplin. 
Anda juga melarang pemain menjadi bintang iklan 
dan diwawancarai media? 
Untuk acara-acara yang tidak terkait dengan sepak 
bola dan persiapan tim, saya meminta mereka tidak 
tergoda. Tapi, soal berhubungan dengan media, 
saya tidak melarangnya. Bagaimanapun, mereka 
anak-anak muda yang butuh wahana berekspresi, 
butuh menunjukkan eksistensi diri. Silakan saja 
berhubungan dengan media. 
ARIF ARIANTO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
BIODATA 
Nama: Indra Sjafri 
Tempat/Tanggal Lahir: 
Painan, Sumatera Barat, 
2 Februari 1963 
Istri: Temi Indrayani 
Anak: 
O Aryandra Andaru, 19 tahun 
O Diandra Aryandari, 15 tahun 
Domisili: DI Yogyakarta sejak 2010 
Karier: 
O Pemain Klub PSP Padang pada 1980 
O Masuk ke tim Pra-PON Sumatera 
Barat pada 1985. Pada saat itu 
Indra, yang menjadi kepala Kantor 
Pos Bandara Minangkabau, memilih 
pensiun dan menjadi pelatih klub 
sepak bola. 
O Instruktur pelatih PSSI, 2007 
O Instruktur dan pemandu bakat PSSI, 
Mei 2009 
O Pelatih timnas junior U-17 dan U-19 
sejak 2011. 
O Pada Februari 2013, mengantarkan 
timnas junior U-17 dan U-19 merebut 
trofi juara The HKFA (Hong Kong 
Football Association) International 
Youth Invitational Tournament 
O Pada 22 September 2013 
mengantarkan timnas U-19 merebut 
trofi juara AFF 2013.
KOLOM 
The Fed dan Gejolak 
Makroekonomi 
EJAK awal 2009, Federal Reserve atau 
The Fed telah menjalankan kebijakan 
Quantitative Easing sebanyak tiga kali 
dalam tiga kuartal. Bank Sentral Amerika Serikat 
itu secara berkala melakukan pembelian Treasuries 
security dan obligasi guna menstabilkan pasar uang. 
Kebijakan itu diterapkan pertama kali pada Maret- 
Oktober 2009. Pada saat itu The Fed membeli obligasi 
pemerintah senilai US$ 300 juta. Kedua, November 
2009 s.d. Juni 2010, dan ketiga pada September 2012 
hingga saat ini. Pada penerapan kebijakan yang ketiga 
itulah, The Fed membeli obligasi dengan tenor yang 
lebih panjang dengan nilai US$ 45 juta per bulan. 
Sampai pada 22 Mei lalu, ketika Gubernur Federal 
Reserve Ben Shalom Bernanke menyebut bank 
sentral itu berencana menghentikan kebijakan 
tersebut, pembelian obligasi masih terjadi. 
Wacana penghentian stimulus moneter tersebut 
seiring dengan semakin membaiknya indikator 
makroekonomi di Amerika. 
Bagi Indonesia rencana penghentian kebijakan itu 
telah menimbulkan masalah berupa derasnya arus 
keluar modal ke luar negeri. Pada Agustus lalu, 
modal yang keluar mencapai Rp 410 miliar, sehingga 
secara kumulatif, sejak kebijakan itu dijalankan 
hingga Agustus lalu, jumlah modal asing yang keluar 
dari Indonesia mencapai Rp 6,7 triliun. 
Dampak lain adalah 
terkereknya imbal hasil 
surat utang yang dikeluarkan 
pemerintah. Tercatat, per 
Agustus lalu, imbal hasil Surat 
Utang Negara (SUN) menjadi 
6,26 persen, padahal bulan 
sebelumnya 5,71 persen. 
Indeks Harga Saham Gabungan 
(IHSG) di Bursa Efek Indonesia 
pun sempat menyentuh level 
terendah di 3.967,84. 
Namun kondisi itu berubah 
setelah pekan lalu The Fed mengumumkan 
untuk menunda penghentian stimulus moneter 
tersebut. Bernanke berdalih masih membutuhkan 
hasil riset yang lebih mendalam terkait dengan upaya 
pemulihan ekonomi Amerika. 
Menyambut kabar baik itu, IHSG Indonesia 
langsung merangkak naik. Terbukti, pada 19 
September, indeks langsung meningkat sebesar 5 
persen. Begitu pun dengan nilai tukar rupiah yang 
sebelumnya di atas Rp 11 ribu per dolar berangsur 
menguat ke level hingga hampir Rp 11 ribu. 
Bukan hanya itu, pemerintah pun semakin 
optimistis bahwa capital inflow atau arus modal 
masuk bisa mengalir kembali ke Indonesia dan 
terus berlanjut hingga akhir tahun. Maklum, dengan 
kebijakan pemerintah dan The Fed yang menunda 
penghentian kebijakan stimulus moneter itu, juga 
cenderung menurunkan tingkat risiko global. 
Hanya saja, belum ada jaminan kenyamanan kondisi 
itu bakal berlangsung lama. Kita sangat berharap 
agar dampak positif dari penundaan stimulus Fed 
ini tidak hanya berlangsung secara temporer, tetapi 
memiliki dampak permanen. 
Fakta telah membuktikan, ketidakpastian 
kebijakan yang akan dirilis The Fed ternyata telah 
mampu mengguncang pasar keuangan global. Maju-mundur 
kebijakan telah menimbulkan volatilitas 
atau fluktuasi variabel makroekonomi di berbagai 
negara emerging market termasuk Indonesia. 
Besarnya pengaruh The Fed ini digambarkan oleh 
Mark Frey dari Cambridge Mercantile Group (dalam 
Hasan Zen Mahmud, 2013) sebagai “The Fed isn’t just 
the U.S.’s central bank. It’s the world’s central bank.” 
Helena Rey (2013) menganalisis berbagai 
kecenderungan global yang terjadi tersebut dan 
mengistilahkan sebagai global financial cycle. Begitu 
luasnya dampak kebijakan quantitative easing dari 
Fed adalah bukti bahwa siklus global itu sebagai 
fenomena tak terelakkan lagi di era global saat ini. 
Hasil penelitian Rey menunjukkan bahwa gejolak 
finansial global disebabkan oleh kebijakan Fed. 
Untuk itu, diperlukan manajemen dari arus modal 
meskipun bersifat soft dan sementara, juga disertai 
kebijakan makroprudensial. 
Kebijakan yang bersifat menyeluruh dari sistem 
keuangan itu secara khusus akan mampu mengelola 
risiko sistemik dan menjaga stabilitas finansial. 
Kebijakan ini dapat meminimalkan gejolak variabel 
makro-Indonesia akibat guncangan dari faktor global 
termasuk kebijakan The Fed. 
Salah satu yang terpenting dari kebijakan itu 
adalah memperkuat struktur ekonomi. Memang, 
penguatan struktur itu tidak bisa dilakukan dalam 
waktu sekejap. Langkah itu membutuhkan waktu 
dan konsistensi. 
Kejadian penundaan kebijakan The Fed pekan lalu 
telah cukup mengajari kita bahwa, betapa pentingnya 
konsistensi dalam melakukan reformasi ekonomi 
dan agar kita tidak terlena dengan stimulus moneter. 
Sejalan dengan langkah itu, investor dalam negeri 
harus semakin dirangkul. 
Hal itu bertujuan agar pendanaan dari dalam negeri 
jauh lebih kuat, sehingga kita tahan dari guncangan 
bila terjadi gonjang-ganjing di luar negeri. Sumber 
pendanaan domestik yang potensial harus terus 
digenjot seiring financial deepening dan financial 
inclusion. 
Sebab pengalaman membuktikan dana atau 
investasi asing selama ini menjadi sumber gejolak 
sektor keuangan kita. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
S 
BIODATA 
Nama: 
Telisa Aulia Falianty 
Tempat/Tangal Lahir: 
Muara Enim-Pendopo, 
4 September 1979 
Pekerjaan: 
Q Dosen Fakultas 
Ekonomi Universitas 
Indonesia 
Q Ekonom Bank Dunia 
Pendidikan: 
Q SMA 3 Bandung, 
1994-1997 
Q Fakultas Ekonomi 
Universitas Indonesia, 
1997-2001 
Q Master Ekonomi, 
2001-2003 
Q Doktor Ekonomi 
Moneter, 2003-2006 
INVESTOR DALAM NEGERI HARUS 
SEMAKIN DIRANGKUL. SEBAB INVESTASI 
ASING SELAMA INI MENJADI SUMBER 
GEJOLAK SEKTOR KEUANGAN KITA.
KONTROVERSI SAPI 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
EEKKOONNOOMMII 
DUA PERUSAHAAN PEMERINTAH 
MENGINCAR DUA PETERNAKAN SAPI DI 
AUSTRALIA. DINILAI TIDAK MEMILIKI NILAI 
TAMBAH BAGI PETERNAK INDONESIA.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
ISMED Hasan Putro bolak-balik Jakarta-Darwin, 
kota di bagian utara Australia. Direktur Utama PT 
Rajawali Nusantara Indonesia ini sedang menjajaki 
pencaplokan satu dari lima perusahaan peternak-an 
sapi di wilayah Northern Territory. 
Rajawali Nusantara—induk sejumlah perusahaan 
perkebunan, industri farmasi, sampai pabrik kon-dom— 
mengincar peternakan yang memiliki luas 25- 
500 ribu hektare di Australia. Target perusahaan ini 
adalah lahan peternakan hingga 100 ribu hektare. 
“Kami mengalokasikan bujet maksimal Rp 350 miliar,” 
ujar Ismed. Kebutuhan sebagian dari dana itu bakal 
didapatkan lewat pinjaman bank. 
Sejak ontran-ontran harga daging sapi yang mahal, 
sejumlah ide muncul agar Indonesia tercukupi da-gingnya. 
Salah satu ide yang kemudian muncul adalah 
memiliki sendiri lahan peternakan sapi di Australia. 
“RNI akan menjadi bagian dari asosiasi 
peternak sapi di Australia,” kata Ismed. 
Ide ini tidak hanya dijalankan oleh 
Rajawali Nusantara. Perusahaan pelat 
merah lain yang juga sedang berusaha 
mengakuisisi lahan peternakan sapi 
adalah PT Pupuk Indonesia Holding 
Company, induk sejumlah pabrik pe-nyubur 
tanah milik pemerintah. Saat 
ini Pupuk Indonesia sedang memburu 
Saat ini Pupuk Indonesia 
sedang memburu saham 
perusahaan peternakan 
sapi yang memiliki lahan 
seluas 1 juta hektare. 
saham perusahaan peternakan sapi yang memiliki 
lahan seluas 1 juta hektare. 
Tujuan perusahaan pemerintah menguasai pe-ternakan 
sapi di Australia, menurut Deputi Menteri 
Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Industri 
Primer Muhammad Zamkhani, adalah meningkatkan 
pasokan sapi dan daging sapi. Australia dipilih karena 
termasuk negara bebas penyakit kuku dan mulut. 
“Intinya adalah memastikan suplai atau pasokan,
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
entah sapi atau dagingnya, tidak melalui perantara, 
melainkan melalui BUMN langsung ke pasar,” tutur 
Zamkhani, merujuk pada kasus pidana suap terkait 
dengan kuota impor daging sapi. 
Indonesia memang menghadapi kekurangan daging 
sapi sehingga harganya naik. Harga naik karena im-por 
dari Australia dikurangi sejak tahun lalu, padahal 
produksi dalam negeri masih kurang. Awalnya Aus-tralia 
yang menghentikan ekspor, dengan alasan sapi-nya 
diperlakukan buruk di Indonesia. Tapi kemudian 
ganti Indonesia yang mengurangi sendiri impor de-ngan 
alasan agar tercipta swasembada sapi di dalam 
negeri. 
Untuk meningkatkan produksi sapi dalam negeri ini, 
Sapi impor 
DETIKFOTO/RACHMAN
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
Rajawali Nusantara berjanji tidak hanya mengirim sapi 
bakalan—dengan berat sekitar 300 kilogram—tapi 
juga anak sapi dan sapi betina produktif ke Indonesia. 
Manfaat lain, menurut Zamkhani, pemerintah me-minta 
perusahaan yang mengoperasikan peternakan 
di Australia itu menjalin kerja sama dengan kelompok 
peternak, misalnya untuk penggemukan sapi. “Jadi 
impor itu bisa mendatangkan manfaat bagi masyara-kat,” 
kata Zamkhani. 
Perusahaan penggemukan dibutuhkan karena, 
dalam peraturan sekarang, sapi hanya boleh diimpor 
dengan berat sekitar 300 kilogram sehingga harus 
ada penggemukan di Indonesia. Tujuannya, berat sapi 
naik menjadi 400-450 kilogram sebelum dipotong. 
Tapi, daripada mengeluarkan uang untuk membuat 
peternakan di luar negeri, mengapa tidak di dalam 
negeri? 
Teguh Budiyana, Ketua Asosiasi Peternak Indonesia, 
menyarankan Menteri BUMN Dahlan Iskan lebih 
baik menanam modal di dalam negeri untuk 
menyelamatkan sapi betina produktif dari 
tangan jagal. Karena harga yang bagus 
saat ini, para peternak lokal terlalu ber-semangat 
memotong sapi, sehingga sapi 
produktif yang mestinya bisa beranak juga 
dipotong. 
Ia mengatakan sekitar 300 ribu ekor sapi 
betina produktif dipotong setiap tahun untuk 
menambah pasokan daging sapi. Padahal 
sapi betina produktif itu merupakan aset 
nasional untuk meningkatkan 
jumlah populasi. “Daripada 
duitnya ditaruh di sana (Aus-tralia), 
mbok ya garap dulu 
sapi betina produktif,” Teguh 
menambahkan. 
Direktur Utama RNI 
Ismed Hasan Putro 
DETIKFOTO/LAMHOT
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
Tapi beternak sapi di dalam negeri dalam ukuran 
besar, agar efisien, seperti yang dilakukan Australia 
bukan hal yang gampang. Ini membutuhkan lokasi 
yang luas. Padahal lahan luas sulit ditemukan di Indo-nesia. 
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hew-an 
di Kementerian Per-tanian 
Syukur Iwantoro 
pernah bercerita, bahkan 
di wilayah terpencil di 
Papua atau Nusa Teng-gara 
Timur, semua tanah 
sudah ada pemiliknya. 
“Ada tanah ulayat,” kata-nya 
saat mengungkapkan 
sulitnya mencari lahan 
kosong untuk peternakan 
sapi di Indonesia. 
Sekarang muncul ide sistem “tumpang sari” sapi 
dengan kebun sawit untuk mengatasi kekurang-an 
lahan ini. Joni Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi 
Produsen Daging dan Feedlot Indonesia, mengatakan 
kualitas sapi sawit tidak kalah dibanding sapi impor, 
dan biaya produksinya rendah karena pakan utama-nya 
adalah bungkil sawit. 
Karena itu, Joni menyarankan Dahlan Iskan memin-ta 
BUMN perkebunan dan BUMN yang ingin terlibat 
dalam peternakan untuk mengembangbiakkan sapi 
sawit. “Konon, ada 8 juta hektare lahan sawit. Kalau 
itu diintegrasikan dengan budi daya sapi sawit, bisa 
menghasilkan sapi bakalan yang murah,” tutur Joni. 
Menurut Joni, program sapi sawit ini juga mendu-kung 
upaya pemerintah mencapai swasembada sapi 
secara bertahap. Selain itu, sistem ini memberi nilai 
tambah kepada petani karena kotoran dan air seni sapi 
bermanfaat untuk pertumbuhan kelapa sawit. Q 
HANS HENRICUS B.S. ARON | NUR KHOIRI 
Penjual daging sapi 
FOTO: RACHMAN/DETIKFOTO
EKONOMI 
MANUSIA LEBIH SEDIKIT 
Di Australia, jumlah sapi lebih banyak daripada manusia. 
Itu sebabnya, mereka mengekspor sumber protein ini ke Indonesia. 
ASAL SAPI 
Queensland: 
12,6 juta 
Selatan: 
1,3 juta New South Wales: 
Victoria: 
4 juta 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
Jumlah Penduduk: 
238juta 
Rasio: 
1 
INDONESIA 
Rasio: 
1 
AUSTRALIA 
17penduduk 
0,8penduduk 
sapi 
setiap 
sapi 
setiap 
Jumlah Penduduk: 
22juta 
Jumlah Sapi: 
14juta 
Jumlah Sapi: 
28,5juta 
SUMBER: MEAT AND LIVESTOCK AUSTRALIA 
Jepang: 
34% 
Australia 
Utara: 
2,2 juta 
Australia Barat: 
2,1 juta Australia 
Korea Selatan: 
13% Amerika Serikat: 
Lain-lain: 22% 
14% 
Tasmania: 
0,7 juta 
5,7 juta
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
EKONOMI 
Indonesia: 
4% 
Taiwan: 
4% 
EKSPOR 
SAPI 
AUSTRALIA 
Indonesia: 
55% 
Cile: 
2% 
Cina: 
9% 
Israel: 
9% 
Mesir: 
5% 
Filipina: 
3% Rusia: 
5% 
Turki: 
6% 
Lain-lain: 
8% 
Jepang: 
34% 
EKSPOR 
DAGING 
AUSTRALIA 
Korea Selatan: 
13% 
Rusia: 
5% 
Amerika Serikat: 
22% 
Filipina: 
2% 
Lain-lain: 
14%
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
eekkoonnoommii 
MENDAPAT 
ANTARA FOTO/YUDHI MAHATMA 
TAMBAHAN NAPAS 
AMERIKA MENUNDA MENCABUT STIMULUS EKONOMI, INDONESIA 
MENDAPAT KESEMPATAN “BERNAPAS”. PEMERINTAH TETAP WASPADA 
KARENA PADA AKHIRNYA STIMULUS EKONOMI AMERIKA PASTI DICABUT.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ekonomi 
BANK Indonesia menjadi tuan rumah per-temuan 
pengatur moneter ini dengan para 
menteri bidang ekonomi pada Selasa pekan 
lalu. Agenda rapat di Menara Radius Prawiro, 
Jakarta, itu mengevaluasi paket ekonomi yang dilan-sir 
sebulan sebelumnya, yang dikeluarkan saat rupiah 
ambruk dan harga saham berjatuhan. 
Berbeda dengan saat pengumuman paket ekonomi 
dilansir, tidak ada wajah-wajah tegang dalam pertemu-an 
di Bank Indonesia tersebut. Wajah para undangan 
malah bisa dibilang menampakkan sedikit kelegaan. 
Beberapa hari sebelumnya, Amerika Serikat menunda 
pencabutan program stimulus ekonomi, padahal isu 
inilah yang membuat rupiah dan harga 
saham rontok. 
Keputusan Amerika ini memberi na-pas 
baru kepada pemerintah. Menteri 
Keuangan Muhammad Chatib Basri ha-nya 
mengingatkan bahwa penundaan 
pencabutan stimulus itu hanya semen-tara. 
“Pemerintah harus tetap was-pada,” 
katanya. 
Indonesia lebih banyak 
melakukan impor 
daripada ekspor. 
Sejak 2008, Amerika Serikat meluncurkan program 
stimulus ekonomi besar-besaran untuk menekan 
suku bunga di negara itu. Karena suku bunga Ameri-ka 
rendah, para investor membawa dana mereka ke 
negara yang suku bunganya lebih tinggi dan bursanya 
bergairah, seperti Indonesia dan India. 
Tiba-tiba saja, Mei silam Amerika mengisyaratkan 
akan menghapus paket stimulus. Jika ini terjadi, suku 
bunga di Amerika akan naik. Para investor pun sege-ra 
berhitung bahwa dana bakal dilarikan dari pasar 
modal negara berkembang kembali ke Amerika Seri-kat. 
Segera saja mereka meninggalkan pasar modal 
Indonesia, sehingga bursa jatuh. Selain itu, dana yang 
ditarik ke Amerika membuat rupiah runtuh.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ekonomi 
Celakanya, saat berita ini muncul, Indonesia lebih 
banyak melakukan impor daripada ekspor. Defisit 
perdagangan ini membuat Indonesia lebih banyak 
membeli dolar untuk membayar impor daripada ne-gara 
asing membeli rupiah. Rupiah dan bursa saham 
pun semakin terpuruk. 
Kecemasan bakal terjadi krisis seperti pada 1997- 
1998 sempat muncul. Itu sebabnya, pemerintah ke-mudian 
mengeluarkan paket kebijakan yang pekan 
lalu dievaluasi karena umurnya sudah sebulan itu. 
Meski Amerika menunda mencabut stimulus eko-nomi, 
pemerintah Indonesia memutuskan tetap me-lanjutkan 
paket kebijakan yang targetnya membawa 
modal kembali ke Indonesia, menjaga inflasi, serta 
mendorong pertumbuhan tersebut. “Kita melihat apa 
yang sejak Agustus kita jalankan kelihatan semua 
sudah on the track (berada di jalur semestinya),” ujar 
DETIKFOTO/RACHMAN
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ekonomi 
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. 
Salah satu target pemerintah adalah menurunkan 
kekurangan dana masuk dari luar (defisit transaksi 
berjalan), yang mencapai 4,4 persen, dibanding produk 
domestik bruto, padahal angka aman defisit maksimal 
3 persen. 
Sejumlah analis berhitung, Indonesia bisa selamat 
dari krisis global 2008 karena saat itu transaksi berja-lannya 
tidak mengalami defisit. Jadi, ketika dana asing 
keluar, perusahaan Indonesia masih selamat. Hanya, 
pasar ekspor terganggu, tapi tidak sampai mencip-takan 
krisis seperti di banyak negara 
lain. 
“Yang paling penting, implementasi 
paket kebijakan ekonomi yang dikelu-arkan 
bulan Agustus itu harus dilaksa-nakan,” 
kata Chatib. 
Sikap waspada juga diambil oleh Bank 
Indonesia, sebagai penggembala rupi-ah. 
Bank Indonesia tidak mengendur-kan 
kebijakan uang ketatnya, bahkan 
pekan lalu kembali menaikkan tingkat 
Yang paling penting, 
implementasi paket 
kebijakan ekonomi yang 
dikeluarkan bulan Agustus 
itu harus dilaksanakan. 
suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis point 
menjadi 7,25 persen. Hal ini dilakukan agar investor 
asing tidak buru-buru menarik dana dari Indonesia. 
“Orang yang sebelumnya berpikir mau capital outflow 
(menarik dana keluar Indonesia) akan berhitung lagi, 
ngapain keluar, karena ternyata masih menarik,” kata 
Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah. 
Langkah Bank Indonesia ini didukung para ekonom. 
Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, bahkan memperkirakan 
BI Rate akan naik lagi. “BI diperkirakan akan menaik-kan 
BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 7,5 persen,” 
katanya. 
Senada, ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi 
Ichsan, mengatakan bank sentral di negara-negara
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ekonomi 
yang saat ini mengalami defisit transaksi berjalan 
menaikkan tingkat suku bunga. Contohnya bank sen-tral 
di India, Brasil, dan Turki. 
Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga diharapkan 
dapat menarik kembali dana-dana asing yang akan 
dipakai untuk menutup kekeringan likuiditas akibat 
defisit transaksi berjalan. “Supaya aliran modal asing 
untuk menutup defisit tidak keluar atau bahkan bisa 
masuk lebih banyak. Karena itu, suku bunga harus 
lebih tinggi,” tutur Ryan. 
Difi menambahkan, upaya menjaga stabilitas eko-nomi 
ini tidak hanya menjadi domain BI semata deng-an 
menaikkan tingkat suku bunga. Pemerintah juga 
berperan dalam mengendalikan laju inflasi dan upaya 
mengatasi masalah defisit transaksi berjalan. “Dari 
sisi current account (transaksi berjalan) salah satunya 
adalah mengendalikan impor migas,” kata Difi. Q 
HANS HENRICUS B.S. ARON | NUR KHOIRI 
DETIKFOTO/RACHMAN
2008 Okt 2009 Apr Jul Okt 2010 Apr Jul Okt 2011 Apr Jul Okt 2012 Apr Jul Okt 2013 Apr Jul 
5.00K 
4.50K 
4.00K 
3.50K 
3.00K 
2.50K 
2.00K 
1.5K 
MEI-SEP 2013 
Q IHSG turun 21 persen 
Q Dari 5.155 ke 4.072 
Amerika Serikat 
mengisyaratkan 
akan 
menghentikan 
stimulus 
ekonomi. Jika itu 
dilakukan, akan 
membuat bunga 
di Amerika 
Serikat menjadi 
tinggi kembali 
dan investor 
meninggalkan 
Indonesia. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
ekonomi 
KUATNYA PENGARUH ASING 
Pengaruh asing di ekonomi Indonesia bisa terlihat dari harga-harga saham yang diperdagangkan di bursa 
efek. Investor asing banyak yang ikut bermain di bursa Indonesia. Merekalah yang mendorong harga naik 
serta membeli saham-saham yang baru dijual. Tapi, jika sedang ada masalah di dunia internasional, mereka 
pulalah yang cepat lari dan membuat harga saham ambruk. Posisi sebagai negara berkembang membuat 
saham-saham Indonesia menjadi yang pertama dilepas begitu ada gonjang-ganjing ekonomi dunia. 
MEI-NOV 2008 
Q IHSG turun 52 persen 
Q Dari 2.468 ke 1.146 
Krisis global, 
ekonomi dunia 
mengkerut. 
Ekspor Indonesia 
ambruk. 
MEI 2010 
Q IHSG turun 12 persen 
Q Dari 2.971 ke 2.623 
Sejumlah isu 
internasional 
membuat indeks 
turun pada awal 
bulan, terutama 
krisis kredit 
perumahan 
Spanyol. Tapi dari 
dalam negeri juga 
muncul kabar 
negatif di bursa 
karena berita 
Sri Mulyani akan 
mundur dari 
posisi Menteri 
Keuangan, yang 
menekan indeks 
sampai 100 poin. 
AGST-SEP 2011 
Q IHSG turun 17 persen 
Q Dari 4.130 ke 3.425 
Krisis Yunani 
dicemaskan 
bakal menjalar 
ke seluruh 
dunia. Investor 
memandang 
negara 
berkembang 
tidak aman 
sehingga 
menarik 
dananya. Situasi 
diperburuk oleh 
krisis pagu utang 
Amerika Serikat. 
APR-MEI 2012 
Q IHSG turun 9,9 persen 
Q Dari 4.216 ke 3.799 
Puncak 
krisis Yunani. 
Semua cemas 
efek utang 
pemerintah 
Yunani bisa 
menjalar ke 
seluruh dunia. 
NASKAH: NUR KHOIRI | SUMBER: DETIK FINANCE
BISNIS 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
HOTEL 
UNTUK 
SELEBRITAS 
KELAS ATAS 
SEJUMLAH HOTEL DAN RESOR KECIL ELITE 
BEROPERASI DI INDONESIA. TARIF MINIMAL 
DI ATAS RP 6 JUTA. SELEBRITAS TOP DUNIA 
MENJADI PELANGGANNYA. 
DOK. VICEROY BALI, LUXURY VILLAS, RESTAURANT  SPA
BISNIS 
SALAH satu kegiatan favorit Lia Komukai 
adalah menginap dari hotel ke hotel, baik di 
dalam negeri maupun luar negeri, saat mu-sim 
libur sekolah tiba. Sejumlah hotel mahal 
sudah ia cicipi dalam pelesiran regulernya. Tapi yang 
paling berkesan bagi Lia, seorang ibu rumah tangga 
di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, adalah saat 
bersama suami dan tiga anaknya menginap di sebuah 
hotel kecil dengan suasana Jawa di tengah kampung 
sepi dekat Candi Borobudur bernama Amanjiwo. 
Hotel mungil tempatnya menginap itu hanya memi-liki 
puluhan kamar. Dari lobi hotel yang adem, mata-nya 
bisa langsung memandang puncak Borobudur di 
kejauhan. Suasananya tenang. Sejumlah kamar me-miliki 
kolam renang sendiri. 
Tapi tidak hanya pemandangan dan fasilitas yang 
kelas wahid yang membuatnya terkesan. Begitu 
datang, kata Lia, ia disambut aksi dua bocah penari 
dan dua bocah pemain gamelan. Setelah dia duduk di 
lobi, general manager hotel datang dan menyambut. 
“Kami seperti tamunya (pribadi), bukan tamu hotel,” 
katanya. Menjelang magrib, seorang petugas hotel 
datang, membenahi kelambu dan membuka selimut 
agar siap jika ia ingin tidur. “Kami seperti punya pela-yan 
pribadi.” 
Pelayanan kelas satu ini tidaklah murah. Di Aman-jiwo— 
dan sejumlah hotel kecil di Bali, seperti Viceroy 
Bali di Ubud atau Four Seasons Hotels and Resort di 
Jimbaran—para tamu mesti membayar sangat mahal. 
Tidak ada kamar yang tarifnya di bawah Rp 6 juta. 
Tapi, karena suasananya “sangat lokal” dan yang 
didapatkan sepadan dengan harganya, hotel-hotel ke-cil 
ini menjadi favorit selebritas dunia. Bekas bintang 
Manchester United dan Real Madrid, David Beckham, 
misalnya, pernah menikmati layanan mewah ini di 
Amanjiwo. Richard Gere, bintang yang namanya me- 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
BISNIS 
ledak di Indonesia sejak membintangi Pretty Woman, 
saat datang ke Yogyakarta juga menginap di sana. 
Sedangkan Viceroy Bali antara lain membanggakan 
nama bintang Hollywood papan atas, Julia Roberts, 
dan penulis blog desain paling top dunia, Garance 
Dore, yang pernah menginap di kamar-kamar mereka 
di Ubud. 
Seperti di Amanjiwo, Viceroy hanya memiliki sedikit 
kamar. Mereka hanya menyediakan 25 kamar dan 11 
vila. Juru bicara Viceroy, Lely Elfrida, mengatakan, 
dengan jumlah kamar yang sedikit itu, mereka bisa 
memastikan setiap tamu mendapatkan layanan ala 
para bangsawan. 
Hotel ini memasang tarif US$ 750-2.500 (Rp 7,5-28 
juta) per malam. Tapi, menurut Lely, “Tingkat hunian 
per tahun mencapai 85 persen.” 
Sedangkan Amanjiwo tidak bersedia menyebutkan 
tingkat huniannya. Kami tidak bisa membuka infor-masi 
tingkat hunian atau karakter tamunya, kata 
Lana Shekho, juru bicara induk Amanjiwo, yakni Aman 
Resorts, yang berkedudukan di Singapura. 
Viceroy Bali jarang kedatangan tamu lokal. Tamunya 
lebih banyak berasal dari Australia, Amerika Serikat, 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
BISNIS 
dan Jepang. “Tamu lokal sedikit sekali,” ucapnya. 
Tamu-tamu asing dari Australia dan Amerika Seri-kat, 
ujar Lely, berlibur ke Bali dan menginap di Viceroy 
biasanya untuk merayakan hari perkawinan mereka 
atau berbulan madu. Juga menikmati suasana tropis 
serta eksotisme Bali yang memukau mereka. “Rata-rata 
dari Australia dan Amerika suka suasana gunung 
serta laut,” ucapnya. 
Rata-rata tamu asing ini, Lely menuturkan, mengi-nap 
tiga malam di Viceroy. Namun, ujarnya, sejumlah 
tamu juga senang berlama-lama berdiam di vila. 
“Kadang sampai sepekan mendekam di (dalam) vila 
terus,” tuturnya. Sedangkan tamu lokal, katanya, “Bi-asanya 
hanya menginap dua malam.” 
Untuk menggaet para turis kelas atas ini, Viceroy 
rajin berpromosi di Australia, Amerika Serikat, dan 
Jepang. “Kami sering menggelar pameran dan sese-ring 
mungkin mengontak agen perjalanan di sana,” 
ucapnya. “Kapan pun tamu ingin, kami siap melayani.” 
Sementara Viceroy berada di pegunungan di Ubud, 
ada pesaing dengan pasar yang kira-kira sama tapi 
terletak di wilayah pantai, Jimbaran. Hotel ini ada-lah 
Four Seasons Hotels and Resort, Jimbaran Bay, 
Bali. Grup Four Seasons ini mengoperasikan 147 vila 
mewah sejak 1993. Vila itu, kata Associate Director of 
Public Relations Prhativi Dyah, “Terbagi menjadi tujuh 
desa tradisional Bali.” 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
Dyah mengatakan hotelnya, yang tarifnya mulai Rp 
7 juta sampai hampir Rp 40 juta semalam, sangat 
ramai pada Juli-Agustus. Sebagian besar tamunya 
dari Jepang dan menikmati bulan madu. “Rata-rata 
wisatawan Jepang itu menginap di Four Seasons se-lama 
tiga malam, kemudian berpindah ke hotel lain,” 
katanya. 
Tak jauh berbeda dengan kondisi di Viceroy, persen-tase 
wisatawan lokal yang menginap di Four Seasons 
sangat kecil. “Menginapnya pun hanya dua malam,” 
ucapnya. 
Yang membedakan Four Seasons Jimbaran dengan 
hotel supermewah lain, kata Dyah, adalah pelayanan-nya. 
Setiap pagi dan sore, petugas hotel selalu mem-bersihkan 
kamar dan vila, mengganti segala sesuatu 
yang telah dipakai dengan yang baru. “Kami melayani 
tamu seperti raja dan ratu,” ucapnya. Q 
BUDI ALIMUDDIN | NUR KHOIRI 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
BISNIS 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
bisnis 
MOBIL SUPERMEWAH BANYAK DIJUAL IMPORTIR UMUM. PASARNYA TERBATAS. 
RELATIF KEBAL DARI MASALAH EKONOMI. 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
MENGINTIP 
PASAR MOBIL 
SUPERMEWAH 
FOTO-FOTO: GETTYIMAGES
bisnis 
PEKERJAAN ini sederhana: memarkir mobil 
di ruang pamer toko. Pekerjaan remeh se-perti 
ini lazimnya dijalankan oleh karyawan 
toko. Tapi tidak di dealer mobil Amanstar, 
yang berada di kawasan perumahan elite Kelapa 
Gading, Jakarta Utara. 
Pemilik ruang pamer itu, Maikel Aman, turun 
tangan sendiri dengan hati-hati memarkir mobilnya 
agar posisinya lebih pas dan enak dipandang. Salah 
satu pegawainya harus puas hanya menjadi “tukang 
parkir”, memandu Maikel menyetir mobil. Dia 
bersusah payah menyetir mobil karena yang sedang 
ia parkir adalah Ferrari F430. Mobil sport Italia itu 
dia parkir di samping Porsche Cayenne, mobil SUV 
yang sedikit lebih murah. 
AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
bisnis 
Amanstar mengimpor sendiri mobil-mobil yang ia 
jual. Posisinya memang berbeda dengan sejumlah 
dealer mobil yang lazimnya menjual mobil yang 
diimpor atau dirakit oleh agen tunggal pemegang 
merek (ATPM). Amanstar—seperti sejumlah importir 
independen atau lazim disebut importir umum— 
bermain di mobil-mobil mahal atau yang jarang di 
pasaran. 
Bisnis jual-beli mobil mewah ini, kata Maikel, 
terbilang aman dan nyaman. Dalam dua bulan, ia 
bisa menjual 4 dari 5 Porsche yang didatangkan 
dari Hong Kong. “Tahun lalu bahkan kami menjual 
Lamborghini seharga Rp 5 miliar,” katanya. Tidak 
semua mobil ia datangkan dari luar negeri. Ada pula 
Ferrari bekas pakai yang dititipkan kepadanya untuk 
dijual. 
Importir mobil mewah lain, Terminal Motor, 
bahkan memiliki omzet lumayan besar. Tahun lalu 
mereka bisa menjual kurang-lebih 100 unit mobil 
supermewah baru. “Setiap bulan sih ada saja yang 
laku,” kata salah satu tenaga pemasarannya, Stanley 
Limans. 
GETTYIMAGES 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
bisnis 
Lewat tiga ruang pamernya di Jakarta, Terminal 
Motor tahun lalu bisa melepas mobil Lamborghini 
Gallardo dan Bentley seharga Rp 6,5 miliar. 
Padahal banyak mobil mewah ini tidak cocok dipakai 
di jalanan Indonesia, yang sebagian besar lubangnya 
mengerikan. Misalnya Ahmad Sahroni, pengusaha 
perkapalan dan perhotelan sekaligus politikus, yang 
menyimpan Ferrari 458 dan Lamborghini Aventador 
LP-700 di garasi rumahnya. 
Pria 36 tahun itu mengatakan mobil-mobil sport 
supermewah itu dia miliki untuk memuaskan 
keinginan saat ia masih muda. “(Mobil ini) jarang 
saya pakai,” ucapnya menyebut Ferrari yang ia beli 
tiga tahun lalu dengan harga Rp 3 miliar. Untuk 
bekerja, ia memilih menggunakan satu dari dua 
Toyota Alphard miliknya atau kadang Mercedes-Benz 
dari seri termahal, S-Class. 
Bahkan, untuk bersenang-senang pun, mobil 
mewah Italia itu tidak sepenuhnya bisa digunakan. 
Para pemilik Ferrari, katanya, pernah melakukan 
touring Jakarta-Bali. Tapi ia tidak bisa mengendarai 
mobil ceper itu sampai Bali. “Tidak mungkin kan 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
bisnis 
sampai Bali, penyok semua bumper bawahnya,” dia 
menambahkan sambil terkekeh. 
Perawatan Ferrari-nya terbilang mudah dan masih 
murah karena ia membeli baru dan jarang dipakai. 
Setiap pagi ia hanya menyalakan mesin guna 
menjaga performa dan kualitas mesinnya. “Nanti, 
kalau sudah berjalan 5.000 kilometer, baru diservis 
ringan,” ucapnya. 
Untuk pasar dengan kelas sedikit di bawah mobil 
sport eksotik itu, ada PT Garansindo, yang sekarang 
menjadi ATPM untuk Chrysler—pabrik mobil terbesar 
ketiga asli Amerika, setelah Ford dan General Motors. 
Merek di bawah Chrysler antara lain Jeep, Dodge, 
Fiat, selain Chrysler sendiri. 
Mobil yang dipasarkan bersaing dengan sejumlah 
merek mobil mewah, seperti Mercedes dan Volvo. 
Pasar mobil merek ini, menurut Satya Saptaputra, 
Chief Operating Officer Chrysler Indonesia, lebih 
luas dibanding konsumen merek Lamborghini atau 
Ferrari. “Persentasenya sangat kecil dari pasar yang 
ada, tapi tumbuh,” ucapnya. 
Mobil termurah di Garansindo adalah mobil kota 
Fiat 500, yakni Rp 300 juta, dan termahal Rp 1,45 
miliar, yakni sedan Chrysler 300cSRT. Mereka sedang 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
bisnis 
menimbang-nimbang memasukkan mobil sport SRT 
Viper, yang harganya Rp 2 miliar. Sejak beroperasi 
pada 2009, Garansindo telah menjual sedikitnya 
1.000 mobil. 
Penjualan mobil mewah ini agaknya cukup kebal 
dari krisis, seperti ambruknya rupiah. Selain kenaikan 
nilai dolar, pemerintah kemudian menaikkan pajak 
mobil mewah untuk mengurangi tekanan rupiah. 
Tapi Maikel optimistis pasar mereka tidak sensitif 
terhadap harga sehingga penjualan tidak akan 
terpengaruh. “Yang beli kan sudah punya uang, jadi 
tidak ada pengaruhnya bagi mereka,” ucapnya. 
BUDI ALIMUDDIN | NUR KHOIRI 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR 
AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
Makan Nasi (1956). Tjap Go Meh (1940). 
Tribute untuk 
Sang Maestro 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
SUDJOJONO BERSAMA SENIMAN PERSAGI SUDAH 
MENANCAPKAN TONGGAK PENTING DALAM SEJARAH 
SENI RUPA INDONESIA. JEJAK MEREKA NAMPAK DALAM 
KARYA-KARYA SENIMAN KONTEMPORER KITA.
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
Di Dalam Kelambu Tertutup 
(2013) oleh Nasirun. 
ASIRUN membuat lukisan 
pria berbaring menyamping 
dengan bentuk terpiuh, khas 
karya-karyanya, kali ini dido-minasi 
warna merah menya-la. 
Dia memberi judul lukisan cat minyak itu Di Dalam 
Kelambu Tertutup (2013). 
Judul tersebut mengingatkan kita pada lukisan 
S. Sudjojono, Di Depan Kelambu Terbuka (1939), yang 
sekarang jadi koleksi Istana Bogor. Sudjojono melu-kiskan 
perempuan berkebaya kembang-kembang, 
berkain hitam polos dengan tumpal merah, rambut 
panjangnya terurai, duduk di kursi di tepi ranjang yang 
kelambunya terbuka. Perempuan ini seakan sedang 
menunggu. 
Ekspresi hampa perempuan yang menunggu di de-pan 
ranjang itu tentu bertolak belakang dengan eks-presi 
“nakal” laki-laki yang berbaring menyamping 
yang dibuat Nasirun. Nasirun (kelahiran 1965) secara 
berseloroh tapi serius menunjukkan SILVIA/DETIKFOTO ada aktivitas di
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
atas ranjang, yang jika diperhatikan benar-benar, 
bukan hanya oleh satu orang seperti tertulis di awal 
tulisan ini, tapi ternyata oleh dua orang. Ada dua hal 
kontras dalam karya dua generasi perupa ini: yang 
termangu-mangu menunggu dan yang menggebu-gebu. 
Dalam peringatan Seabad S. Sudjojono 1913-2013, 
karya-karya S. Sudjojono berikut seniman Persatuan 
Ahli Gambar Indonesia (Persagi) disandingkan dengan 
15 karya generasi di bawah mereka, tiga hingga em-pat 
generasi, yang mendapat inspirasi dari Sudjojono. 
Pameran itu bertajuk Jiwa Ketok dan Kebangsaan: S. 
Sudjojono, Persagi, dan Kita, digelar di Galeri Nasional 
Indonesia, Jakarta pada 20 September hingga 6 Okto-ber 
2013. 
Sudjojono (1938-1986) adalah ikon Persagi, organi-sasi 
yang didirikan pada 23 Oktober 1938 untuk me-wadahi 
seniman, khususnya pelukis. Persagi periode 
pertama diketuai Agus Djaya, S. Sudjojono menjadi 
sekretaris, dan Rameli sebagai komisaris. Anggota-nya 
S. Sudiardjo, Emiria Soenasa, Saptarita Latief, 
Herbert Hoetagaloeng, S. Toetoer, Sindusisworo, Soe-aib, 
Soekirno, Soeromo, dan Otto Djaya. 
Bersama kawan- kawannya di Persagi, Sudjo-jono 
ingin mem- balikkan persepsi bahwa 
Wajah mati oleh Ivan Sagita 
SILVIA/DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
melukis adalah praktik menyalin gambar yang 
nampak di luar, menjadi seni menampakkan 
image yang tersembunyi di dalam diri seniman. 
Dia menekankan kejujuran melihat realitas 
sekitar sehingga objek-objek yang kumuh 
pun dapat mengungkapkan kebenaran. 
Sudjojono secara tegas meng-ambil 
sikap oposisi terhadap 
Mooi Indie (Hindia Molek), baik 
lewat tulisan maupun karya lukisnya. 
Keyakinan ini jadi titik tolak pemben-tukan 
sikapnya dalam memahami 
Indonesia, yang saat itu belum 
di- proklamasikan merdeka. Su djojono 
melukis dalam kesadaran realisme yang disebutnya 
seni lukis “Indonesia baru”. 
Dalam tulisannya, Zaman Raden Saleh dibandingkan 
dengan Zaman Pelukis-pelukis Angkatan Muda, “Benda-benda 
tak diatur-atur digambarkan secara sederhana, 
tetapi secara benar. Gambar yang jelek digambar jelek. 
Pelukis ini tak lari ke gunung-gunung untuk mencari 
kebagusan, tetapi di kota mereka menunjukkan hidup 
sekeliling mereka. Botol, panci, sepatu, kantor, kursi, 
adik-adik, ibu-ibu, kota, jembatan busuk, selokan, ja-lan- 
jalan, dan kuli-kuli melarat menjadi benda-benda 
gambar mereka.” 
Dia membandingkan kecenderungan lukisan para 
seniman muda sezamannya dengan lukisan romantis-isme 
pelukis Raden Saleh Bustaman yang dianggap-nya 
terlalu gelap dan menyembunyikan banyak hal. 
Meski tak dapat dimungkiri, “realisme Sudjojono” ini 
tak lepas dari tren berkembangnya gerakan realisme 
pada awal abad ke-20. 
Dari realisme Sudjojono itu pula lahir ungkapan 
“jiwa ketok (jiwa yang nampak)”, termuat dalam risa-lah 
Kesenian, Seniman, dan Masyarakat (1946). Bahwa 
Pelukis ini tak lari 
ke gunung-gunung 
untuk mencari 
kebagusan, tetapi 
di kota mereka 
menunjukkan hidup 
sekeliling mereka
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
sebenarnya buah aktivitas kesenian itu tak lain jiwa 
sang seniman sendiri yang ternampakkan. Kesenian 
melampaui sekadar persoalan artistik karena kese-nian 
adalah jiwa. Karena itu hanya jiwa besarlah yang 
bisa menciptakan kesenian yang besar. 
Melalui tulisan-tulisannya yang amat produktif, an-tara 
lain Kami Tahu Ke Mana Seni Lukis Indonesia Akan 
Kami Bawa (1948), Sudjojono menggebrak kesadaran 
harga diri bangsa. Artikel ini adalah reaksinya atas 
artikel penulis berkebangsaan Belanda, J. Hopman 
dalam majalah Uitzicht edisi Januari 1947 berjudul 
Toekomst van de Beeldende Kunst in Indonesie (Masa 
Depan Seni Rupa di Indonesia) yang berisi antara lain 
“menafikan keberadaan seni lukis Indonesia”. 
Sudjojono menulis, “…tentang bagaimana seni lukis 
Indonesia yang akan datang kita bangsa Indonesia 
cukup cakap untuk mengaturnya sendiri. Dari zaman 
penjajahan Belanda dahulu (zaman Persagi) kami 
sudah tahu bagaimana dan ke mana kami akan bawa 
seni lukis kami.” 
Standing Reception 
(1983) oleh Otto Djaya. 
SILVIA/DETIKFOTO
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
pameran 
Retorikanya mengentak, pro-vokatif, 
sekaligus menyentuh. 
Dia menempatkan kesenian 
dalam posisi penting terhadap 
harga diri sebuah bangsa, dan 
seniman adalah perekam sema-ngat 
dan jiwa zaman. 
Dan kini, para pelukis gene-rasi 
muda menunjukkan upaya 
“memberi makna” pada eksis-tensi 
Sudjojono dengan cara 
mereka. F. Sigit Santoso (lahir 
1964) secara telak menunjukkan 
kegamangannya terhadap situasi 
seni rupa Indonesia hari ini yang 
ideologinya rapuh dan malah ribut 
dengan isu-isu dangkal. Melalui 
Aku Tidak Tahu Ke Mana Seni Akan 
Kamu Bawa (2013) dia melukis sosok Sudjojono muda 
yang terjungkir, tetapi perhatikan latar belakangnya, 
panorama indah. Tentu judul itu mengingatkan kita 
pada judul risalah Sudjojono Kami Tahu Ke Mana Seni 
Lukis Indonesia Akan Kami Bawa. Sekali lagi kita jumpai 
dua hal yang berseberangan dari seniman dua gene-rasi. 
Para perupa muda ini hidup dalam atmosfer sosial, 
ekonomi, politik, kebudayaan yang sama sekali berbe-da 
dibandingkan era Sudjojono. Mereka berada dalam 
isu-isu lingkungan, pemanasan global, korupsi, serta 
pergaulan antarbangsa. Persoalan kebangsaan dan 
jiwa ketok di masa sekarang lebih kompleks dibanding 
ketika istilah itu pertama dicetuskan Sudjojono, 67 ta-hun 
lalu. Namun demikian tetap kita jumpai jembatan 
pemahaman yang sama dalam cara mereka meman-dang 
sekitar. Semangat Sudjojono masih menyala di 
seniman muda. Q 
SILVIA GALIKANO 
Aku Tidak Tahu Ke Mana Seni 
Akan Kamu Bawa (2013) oleh 
Sigit Santosa. 
SILVIA/DETIKFOTO
Sekuel Horor 
yang kurang 
Seramnya 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
sseennii hhiibbuurraann FFiiLLMM 
Keluarga lambert masih dihantui 
maKhluK halus walau sudah pindah Ke 
rumah orang tua Josh. mengapa Josh 
lambert tidaK pernah ada saat peristiwa 
aneh terJadi pada Keluarganya?
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
seni hiburan FiLM 
SELALU ada sesosok bayangan di belakang 
Dalton (Ty Simpkins). Kadang hitam, kadang 
putih seperti asap. Bayangan yang berjarak 
beberapa sentimeter di belakang si bocah itu 
diketahui karena muncul di semua foto Dalton. Dia pun 
belakangan kerap mendapat mimpi buruk. 
Orang tua Dalton, Josh Lambert (Patrick Wilson) dan 
Renai Lambert (Rose Byrne), curiga rumah mereka 
dihuni makhluk halus. Keduanya memanggil cenayang 
yang juga bisa menghipnosis, Elise (Lin Shaye) berikut 
asistennya: Specs (penulis skenario Leigh Whannell), 
Tucker (Angus Sampson), dan Carl (Steve Coulter). 
Menurut Elise, rumah keluarga Lambert baik-baik 
saja karena makhluk halus itu tidak menghuni rumah, 
melainkan melekat ke seseorang. Dalton, menurut 
Elise, punya bakat khusus sehingga ditempeli makh-luk 
halus. 
Kejadian berikutnya di luar dugaan. Dalton menda-dak 
mengalami koma supranatural. Rohnya pergi ke 
dimensi lain. Elise pun dipanggil lagi. Namun malang, 
Elise tewas di ruang keluarga Lambert dengan luka 
di leher. Polisi curiga Josh-lah pembunuhnya karena 
dia satu-satunya yang berada dekat Elise pada waktu 
Judul: 
Insidious: Chapter 2 
Genre: ! 
Horor, misteri, thriller 
Sutradara: James Wan 
Skenario: Leigh Whannell, 
James Wan 
Produksi: FilmDistrict 
Pemain: Patrick Wilson, 
Rose Byr ne, B arbar a Her - 
shey 
Durasi: 1 jam 45 menit
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
seni hiburan FiLM 
kejadian. 
Sementara rumah mereka diselidiki polisi, keluarga 
Lambert tinggal di rumah ibu Josh, Lorraine (Barbara 
Hershey), yakni sebuah rumah tua dengan banyak 
kamar. Mereka berharap di rumah Lorraine ini Dalton 
tidak lagi diganggu makhluk halus. 
Kenyataannya, kejadian-kejadian aneh tak juga ber-henti. 
Renai yang baru saja menidurkan bayinya di lan-tai 
atas, mendengar suara piano jelas sekali. Dia pergi 
ke kamar depan untuk melihat siapa yang memainkan 
piano. Seperti diduga, suara piano berhenti dan tidak 
ada siapa-siapa di depan grand piano. 
Tengah Renai bingung di dekat piano, terdengar suara 
jerit bayinya di lantai atas. Renai tergapah-gopoh naik, 
berlari ke kamar, tapi mendapati boks bayi kosong. Si 
bayi sedang tengkurap menangis di lantai. 
Pernah juga saat mengantar Dalton tidur, Dalton
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
seni hiburan FiLM 
bertanya pada Renai, “Mom, siapa di belakangmu?” 
Ada perempuan berbaju putih dengan rambut tergu-lung 
rapi berdiri memunggungi dinding, tapi Renai tak 
melihat. Renai juga tidak sadar saat berbicara itu Dal-ton 
sedang mengigau. Dan di mana Josh kala semua 
peristiwa aneh ini terjadi? 
Inilah apesnya sutradara James Wan. Insidious: 
Chapter 2 dirilis hanya berselang dua bulan setelah 
sukses besar Conjuring (2013), film horor yang juga 
dia sutradarai. Penonton pun menetapkan standar: 
kali ini harus lebih seram dari Conjuring atau ke laut 
aja, mengingat prekuelnya, Insidious, sudah lumayan 
lama, tahun 2010. 
Lantas apakah Insidious: Chapter 2 
memenuhi ekspektasi penonton? Se-belum 
menjawab pertanyaan itu, 
boleh juga dipertimbangkan gosip 
yang beredar di Hollywood saat 
ini bahwa Wan disebut-sebut 
akan meninggalkan genre ho-ror. 
Sudah kehabisan idekah? 
Bertolak dari Insidious: 
Chapter 2 kita bisa menilai 
Conjuring adalah kulminasi 
Wan dalam genre horor. Di situ 
dia bisa menggabungkan unsur-unsur 
ketegangan yang orisinal, 
horor klasik, narasi yang bagus, se-dikit 
sadisme, dan eksekusi yang rapi 
insidious: Chapter 2 
kita Bisa menilai 
Conjuring adalah 
kulminasi Wan dalam 
tanpa perlu banyak bumbu. 
Bertolak dari 
genre horor. 
Standar ini tidak terpenuhi di film terbarunya. 
Memang skenario Leigh Whannell ciamik menjalin 
cerita kilas balik dengan masa sekarang, dan dunia 
nyata dengan limbo, semuanya mengalir mulus. Tapi 
seramnya setengah-setengah. Kita bisa duduk manis
seni hiburan FiLM 
saja sambil menebak-nebak apa yang bakal terjadi. 
Pintu yang membuka-menutup, piano berbunyi sen-diri, 
penampakan hantu perempuan berbedak tebal, 
hingga koleksi puluhan mayat pengantin yang masih 
bertudung, tak cukup seram untuk jadi pengalih per-hatian. 
Humor yang terselip melalui karakter komikal 
Tucker dan Carl, mirip karakter di Dumb and Dumber, 
menjadikan tingkat keseraman pun makin melorot. 
Sepertinya Wan tidak mengejar keseraman, kete-gangan, 
atau apa pun namanya, dalam Insidious: Chap-ter 
2. Dia hanya menyuntikkan imajinasi, keseriusan, 
dan humor cerdas dalam sebuah produk yang sudah 
punya merek sebagai film horor. Walau begitu, Wan 
makin baik dalam mengarahkan aktor agar hanya 
satu kali take demi mendapat ketegangan maksimal. 
Penguasaannya pada sound, efek visual, dan timing, 
sekali lagi luar biasa. Q SILVIA GALIKANO 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
INTERSECTIONS 
AYLOR dan Scott Dolan (Jai-mie 
Alexander dan Frank Gril-lo) 
sedang berbulan madu di 
Maroko. Di sana, Taylor beren-cana 
membunuh suaminya yang kaya 
dengan bantuan kekasihnya, Travis 
(Charlie Bewley). Rencana tidak berja-lan 
mulus karena semua pihak terlibat 
dalam kecelakaan mobil beruntun di 
gurun terpencil. 
Mereka selamat dari kecelakaan dan 
bertemu dengan sekelompok korban 
selamat; yakni seorang penyelundup 
yang buron, Omar (Moussa Maaskri); 
seorang wanita Prancis, Audrey (Marie- 
Jos e Croze); Saleh dan bayinya yang 
sakit; serta seorang “tukang reparasi” 
misterius (Roschdy Zem). Mereka 
memulai perjalanan, dan masalah 
memun cak di jantung Gurun Essaoui-ra. 
Jenis Film: Thriller 
Produser: Luc Besson 
Produksi: EuropaCorp 
Sutradara: David Marconi 
Durasi: 102 menit 
MAJALAH DETIK 23 - 29 SEPTEMBER 2013 
SENI HIBURAN FILM PEKAN INI 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
SENI HIBURAN FILM PEKAN INI 
MALAVITA 
Jenis Film: Action 
Produser: Luc Besson, 
Ryan Kavanaugh, Vir-ginie 
Silla 
Sutradara: Luc Besson 
Durasi: 110 menit 
Fred Manzoni (Robert 
De Niro), seorang bos 
mafia dan keluarganya 
dipindah ke sebuah kota 
sepi di Pranc is dalam 
prog ram per lindungan 
saksi setelah mengadu-kan 
kelomp ok nya. 
CIA menurunkan agen 
terbaiknya (Tommy Lee 
Jones) untuk men jaga 
semuanya agar tetap 
berjalan aman. Na - 
mun Manzoni dan is-trinya, 
Mag gie (Michelle 
Pfeiffer), serta anak-anak 
mereka, Belle (Di-anna 
Agron) dan Warren 
(John D’Leo), tidak mem-bantu, 
malah kembali ke 
kebiasaan lama deng-an 
men angani masalah 
secara “kekeluargaan”. 
Hal ini memungkinkan 
para mantan kroninya 
dapat mel acak mereka. 
Selepas menghadiri pesta kantor, Emily 
(Alice Eve), David (Brian Geraghty), dan Corey 
(Josh Peck) harus ke ATM terdekat sebelum 
pulang. Saat ingin mengambil uang, tiga re-kan 
kerja ini ternyata harus menghadapi mim-pi 
buruk. Seorang yang tidak dikenal ternyata 
mengincar mereka. Teror! menakutkan dari 
sosok misterius yang mempunyai niat jahat. 
Mampukah ketiganya mengatasi teror atau 
malah menjadi korban? 
Jenis Film: Thriller 
Produser: Paul Brooks, Peter Safran 
Sutradara: David Brook 
Durasi: 90 menit
seni hiburan agenda 
OKTOBER 
INVASION 2013 
TIESTO CLUB LIFE 
MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 
LOG2ROCK SKID ROW 
VS JAMRUD 
1 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB 
Lapangan D Senayan, Jakarta 
OKT 
 
OKT 
 
4 Oktober 2013, 
18.00 WIB 
Eco Park, Ancol Jakarta 
Promotor: X2 Club 
7TH BALINALE 
INTERNATIONAL 
FILM FESTIVAL 
4-10 Oktober 2014 
Cinema XXI Beachwalk Kuta, 
Bali
Alamat Redaksi : Aldevco Octagon Building Lt. 4 
Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 
Email: redaksi@majalahdetik.com 
Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. 
@majalah_detik majalah detik 
Tap untuk 
kembali ke cover

majalah detik_96

  • 2.
    Table of ContentsFavorite Back Share FB Home Table of Contents MEMUTAR IPAD: Untuk melihat majalah dalam tampilan horizontal atau vertikal ARTIKEL: Geser keatas dan kebawah untuk membaca artikel Gunakan icon berikut sebagai petunjuk membaca majalah ini Pindah halaman lewat scroll Galeri Image Audio Video 3600 360 View Kebawah Kumpulan edisi yang sudah dan belum didownload Menampilkan majalah yang sedang dibaca majalah detik Close Putar Info RUBRIK: Geser kekiri dan kekanan untuk melihat rubrik Tap Geser
  • 3.
    TAP PADA KONTENUNTUK MEMBACA ARTIKEL DAFTAR ISI EDISI 96 30 SEp - 6 OkT 2013 NASIONAL FOKUS SUKARNO, DI ANTARA HANUNG & RACHMA Rachmawati Soekarnoputri melaporkan sutradara Hanung Bramantyo ke polisi. Buntut konflik akibat pemeran Sukarno yang mengaku tak mengenal Bung Karno. HUKUM QADU CEPAT KANDIDAT DEMOKRAT QMENGGUGAT NEGARA BERMODAL RP 600 RIBU Q DARI PETURASAN SAMPAI PLAZA SENAYAN INTERNASIONAL Q ADA APA DENGAN SI JANDA PUTIH Q BEREBUT NAMA ‘ALLAH’ INTERVIEW Q INDRA SJAFRI SAINS Q KIAMAT PURBA GUNUNG TOBA SENI HIBURAN Q TRIBUTE UNTUK SANG MAESTRO Q SEKUEL HOROR YANG KURANG SERAMNYA Q FILM PEKAN INI Q AGENDA Cover: Ilustrasi: Kiagus Auliansyah Video: MyTrans @majalah_detik majalah detik KRIMINAL QBEBAS DI ‘HARI EKSEKUSI’ EKONOMI QKONTROVERSI SAPI QMENDAPAT TAMBAHAN NAPAS BISNIS QHOTEL UNTUK SELEBRITAS KELAS ATAS QMENGINTIP PASAR MOBIL SUPERMEWAH SPORT QMUDA KAYA RAYA, TUA SENGSARA LENSA QMENGGUNTING JARAK DI LAUT BALI WKWKWK Q‘MENANAK’ DUIT RP 300 JUTA KOLOM QTHE FED DAN GEJOLAK MAKROEKONOMI GAYA HIDUP QBANDUNG, ADA APA LAGI? QSENSASI MAKAN DI KAPAL SELAM Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Dimas Adityo, Irwan Nugroho, Mulat Esti Utami, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Evi Tresnawati S, Bahtiar Rifai Bahasa: Habib Rifa’i, Rahmayoga Wedar Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, Sena Achari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Edi Wahyono Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran: appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.
  • 5.
    TOL SEHARGA RP2,5 T SUMBER: DETIKFOTO lensa Pertama kali mempunyai jalan tol, Bali langsung mendapatkan yang terbaik. Namanya jalan tol Bali Mandara. Terbentang di atas Laut Benoa sepanjang 12,7 kilometer dan menghabiskan duit Rp 2,485 triliun. Praktis, jalan tol ini mampu menggunting jarak dan waktu di kaki Pulau Bali tersebut. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 6.
    Warga pada 6Juli lalu bermain di jalan tol sebelum resmi dibuka. (GettyImages/Putu Sayoga)
  • 7.
    Jalan tol sepanjang12,7 kilometer ini merupakan megakonstruksi yang 100 persen sumber dayanya berasal dari dalam negeri. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
  • 8.
    Presiden Susilo BambangYudhoyono melakukan pembayaran perdana menggunakan e-toll card di pintu tol Nusa Dua saat meresmikan jalan tol Bali Mandara, Senin, 23 September lalu. (ANTARA FOTO/ Prasetyo Utomo)
  • 9.
    Peresmian jalan tolBali Mandara bertepatan dengan penyelenggaraan KTT APEC pada awal Oktober. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
  • 10.
    Jalan tol BaliMandara menyediakan lajur untuk roda dua dan roda empat atau lebih. Bali Mandara merupakan jalan bebas hambatan pertama yang dibangun di atas laut dengan sindikasi pembiayaan dari bank-bank nasional dan BPD Bali. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
  • 11.
    Pembangunan jalan tolBali Mandara menghabiskan dana Rp 2,485 triliun yang dihimpun dari 7 BUMN serta Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dengan masa konsesi 45 tahun. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
  • 13.
    ADU CEPAT KANDIDAT DEMOKRAT MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL PARA PESERTA KONVENSI PARTAI DEMOKRAT “TANCAP GAS” UNTUK MENDONGKRAK POPULARITAS DAN ELEKTABILITAS MEREKA. MEMBENTUK TIM SUKSES HINGGA MENGGALANG SUKARELAWAN DI DAERAH.
  • 14.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL TIDAK ada tanda-tanda rumah jembar ber-lantai dua di Jalan Imam Bonjol Nomor 16, Jakarta Pusat, itu menjadi markas tim suk-ses kandidat calon presiden. Tak ada papan reklame ataupun spanduk. Petunjuk bahwa rumah tersebut merupakan kantor tim pemenangan Endri-artono Sutarto, salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, baru diketahui setelah masuk ruang tamu. Poster bergambar mantan Pan-glima TNI itu terpampang di salah satu sisi dinding-nya. Meski rumah itu tidak menampilkan tanda-tanda sebagai markas tim pemenangan, kesibukan terasa saat majalah detik menyambangi bangunan berkelir krem itu Rabu pekan lalu. Sejumlah orang berembuk di sebuah ruangan. Di ruangan lain, seorang anak muda sibuk mengoperasikan laptop. Begitulah, setelah konvensi secara resmi dimulai pertengahan September lalu, sebelas kandidat seakan beradu cepat untuk merebut hati rakyat. Maklum, pemenang konvensi, yang akan diusung oleh Partai Demokrat sebagai calon presiden 2014, ditentukan berdasarkan hasil survei. Popularitas dan elektabilitas kandidat menjadi sangat penting. Mereka pun seolah-olah tak mau menyia-nyiakan waktu penyelenggaraan konvensi selama delapan bulan ke depan. Masing-masing membentuk tim pemenangan. Endriartono, misalnya, menggandeng koleganya semasa di TNI sebagai tim sukses. Bekas Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purnawirawan) Amir Sembiring didapuk sebagai ketua. Mantan Asisten Pengamanan TNI AD Mayor Jenderal (Purnawirawan) I Dewa Putu Rai dan eks Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Marsekal Madya (Purnawirawan) Rio Endriartono, misalnya, menggandeng koleganya semasa di TNI sebagai tim sukses.
  • 15.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL Pramono Edhie saat meresmikan Media Center, Senin (23/9). ARI SAPUTRA/DETIKFOTO Mendung Thalieb menjadi anggota. Para mantan jenderal itu juga mulai blusukan ke sejumlah daerah. Selain tim “sepuh”, sekelompok anak muda, dinamai Times atau Tim Muda Endriartono Sutarto, juga dibentuk. Mereka inilah yang akan berupaya mendongkrak popularitas pensiunan jenderal bintang empat itu melalui media sosial, seperti Facebook atau Twitter. “Biar masyarakat lebih mengenal siapa Pak Endriartono,” ujar Amir Sembiring. Sekitar 1 kilometer dari markas tim pemenangan Endriartono, kandidat lain peserta konvensi, Pramono Edhie Wibowo, Senin pekan lalu meresmikan Media Center Edhie Wibowo 55 di Jalan Diponegoro Nomor 43. Angka 55 dianggap istimewa oleh Pramono, yang lahir pada tanggal 5, bulan 5, dan tahun 1955. Dia juga anak ke-5 Sarwo Edhie Wibowo (almarhum). Lokasi media center adalah rumah milik kader Partai Persatuan Pembangunan, Djan Faridz, yang
  • 16.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL juga Menteri Perumahan Rakyat. Sebelumnya, rumah itu merupakan markas Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Pendukung Pemerintah. Belakangan, pemakaian rumah itu menjadi media center Pramono diprotes sejumlah partai anggota Koalisi. Media center juga didirikan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Sementara Endriartono menggunakan jaringan pertemanan tentara, Pramono, mantan Kepala Staf TNI AD, menggandeng bekas wartawan, Rajab Ritonga, sebagai ketua media center. Tim pemenangan Pramono memang menitikberatkan media untuk mendongkrak elektabilitasnya lantaran, dalam sejumlah survei, adik Ibu Negara Ani Yudhoyono itu belum termasuk tokoh Padepokan Relawan Demi Indonesia (atas). AGUNG PAMBUDHY /DETIKFOTO Dahlan Iskan saat meluncurkan helm untuk kampanyenya (bawah). DOK.RELAWAN DEMI INDONESIA
  • 17.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL populer. “Bagaimana menjadikan (Pramono) sebagai media darling, ini paling efektif untuk membuat beliau dikenal,” kata Rajab kepada majalah detik. Tim ini tak pernah absen mengajak wartawan dari Jakarta jika Pramono berkunjung ke daerah, seperti saat ia menyambangi korban letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara pekan lalu. Cara ini diakui Rajab, bekas direktur di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, lebih murah ketimbang memasang iklan di media cetak atau elektronik. Nah, sementara tim pemenangan Pramono mengandalkan media, kandidat lain, Dahlan Iskan, menjadikan sukarelawan di daerah sebagai motor penggerak agar namanya semakin dikenal. Kelompok-kelompok sukarelawan pendukung Dahlan menggunakan nama Menteri Badan Usaha Milik Negara itu, atau inisial DI, sebagai nama kelompok. Ada Tim Relawan Dahlan Iskan (Trendi), Dahlanis, Dahlan Wisdom, Jaringan Dahlan Iskan (Jadi), Pro Dahlan Iskan (Prodi), serta Dahlan Iskan Connection (Diskon). Semua di bawah koordinasi Padepokan Relawan Demi Indonesia (Redi), yang membuka posko di Jalan Hang Tuah Nomor 59, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Koordinator Padepokan Redi, Amal Ghazali, mengatakan pihaknya juga menggelar program hingga ke pelosok desa, yang dinamai Getok Pintu. “Sukarelawan kami latih menjadi brand ambassador Dahlan Iskan,” tutur Sekretaris Departemen Pertanian Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat itu. Amal mengklaim jumlah sukarelawan Dahlan lebih dari 300 ribu orang. Mereka juga bergerak melalui banyak akun di media sosial, seperti Facebook atau Twitter. “Kami juga membuat merchandise Dahlan, seperti pin, kaus, topi, dan helm,” ucapnya. Kandidat lain, Dino Patti Djalal, juga mulai Kalau tim Pramono mengandalkan media, Dahlan Iskan menjadikan relawan di daerah sebagai motor penggerak. Peserta Konvensi Partai Demokrat t Anies Baswedan (44 tahun) t Ali Masykur Musa (51 tahun) t Dahlan Iskan (62 tahun) t Dino Patti Djalal (48 tahun) t Endriartono Sutarto (66 tahun) t Gita Wirjawan (48 tahun) t Hayono Isman (58 tahun) t Irman Gusman (51 tahun) t Marzuki Alie (57 tahun) t Pramono Edhie Wibowo (58 tahun) t Sinyo Harry Sarundajang (68 tahun)
  • 18.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL blusukan. Ia menggunakan setiap kesempatan untuk memperkenalkan diri. Seperti pada 12 September lalu, dalam penerbangan Jakarta ke Denpasar dengan maskapai penerbangan bertarif murah, Citilink, Dino memberi “kejutan” kepada para penumpang. Ia berbicara melalui mikrofon. “Saya Dino Patti Djalal, umur 48 tahun. Saat ini Duta besar RI di Amerika Serikat. Dari ruang kokpit, saya bisa melaporkan cuaca di Denpasar dalam kondisi cerah, tapi tidak secerah masa depan Indonesia,” kata Dino. Setelah pesawat mendarat, Dino dengan sigap berdiri di dekat pintu keluar dan mengajak seluruh penumpang melakukan salam “Bronx”—salam kepal ala Amerika. Bersama tim suksesnya, Dino juga melakukan gerilya, termasuk ke pondok pesantren. Di Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan, Dino memberikan tausiyah kepada para santri, hal yang sangat jarang ia lakukan sebelumnya. Kandidat lain, Gita Wirjawan, pun berupaya merangkul berbagai kalangan. Menteri Perdagangan itu kini rajin blusukan menemui pemusik dan pencipta lagu, budayawan, olahragawan, hingga pedagang. Salah seorang Ketua DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga, menjadi koordinator tim suksesnya. Gita didukung jaringan Relawan Gerakan Cinta Tanah Air (Gita). Ahad, 29 September lalu, kelompok sukarelawannya bertambah dengan dideklarasikannya Kelompok Pendukung Kampanye (KPK) GITA 2014 di lapangan tenis indoor Senayan, Jakarta. Kantor tim pemenangan Endriartono Sutarto. AGUNG PAMBUDHY /DETIKFOTO
  • 19.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL Wajah Menteri Perdagangan itu juga kerap muncul dalam kampanye cinta produk Indonesia, yang diiklankan kementeriannya di berbagai media. Namun, Kastorius menolak anggapan jika iklan itu dikaitkan dengan aktivitas Gita dalam konvensi. “Itu kebetulan saja,” katanya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie juga akan menggunakan media cetak dan elektronik untuk meningkatkan elektabilitas. Namun, kata pegiat tim pemenangan Marzuki, Kuseryansyah, kubunya tidak akan beradu volume iklan dengan peserta konvensi lain. “Adu kreatif saja,” ujarnya. Saat kandidat lain sudah membentuk tim sukses, bahkan mendirikan markas, tidak demikian dengan Marzuki. Tim sukses untuk Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu belum terbentuk secara formal. Markas tetap juga belum ada. “(Markas) pindah- Dino Patti Djalal saat memberikan tausiah di Pesantren Darunnajah (atas). DOK.TIM DINO Dino menyapa penumpang pesawat dengan salam kepal 'Bronx' (bawah). DOK.ILHAM
  • 20.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 NASIONAL pindah karena kami masih melakukan konsolidasi,” ucapnya. Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menilai konvensi Partai Demokrat, yang sebagian besar pesertanya merupakan pejabat negara, perlu dikawal. Jangan sampai, karena kampanye, tugas mereka sebagai pejabat terbengkalai. Kedua, perlu dipastikan tidak ada fasilitas negara yang digunakan untuk mendongkrak popularitas mereka. “Misalnya melalui iklan kementerian, kunjungan sana-sini, seolah untuk kepentingan kerja, padahal sedang membonceng untuk kepentingan kampanye,” kata Ray. DIMAS ADITYO, ARIFIN ASYDHAD, M. RIZAL Seorang relawan GITA (kiri). Papan reklame Kementerian Perdagangan yang menampilkan wajah Gita Wirjawan (kanan). ARI SAPUTRA/DETIKFOTO TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
  • 22.
    DARI PETURASAN SAMPAI PLAZA SENAYAN MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 nasional SEORANG HAKIM TINGGI GAGAL MENJADI HAKIM AGUNG GARA-GARA KEPERGOK BERTEMU DENGAN ANGGOTA KOMISI HUKUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DI TOILET. MENGHINDARI POLITIK TRANSAKSIONAL, KOALISI MASYARAKAT SIPIL MENDESAK PEMILIHAN HAKIM AGUNG TAK LAGI DILAKUKAN DI DEWAN.
  • 23.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 nasional WARTAWAN sebuah media nasional itu tak menyangka, saat buang air kecil di toilet gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu dua pekan lalu, dia me-mergoki pertemuan “mencurigakan” seorang calon hakim agung dengan seorang politikus. Saat itu, ia tengah meliput proses uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di Komisi Hukum DPR. Wartawan pria itu sudah terlebih dulu berada di da-lam toilet ketika calon hakim agung Sudrajat Dimyati masuk. Ia melihat, hakim Pengadilan Tinggi Pontianak tersebut sempat memilih tempat kencing (urinoar) sebelum buang air kecil. Sebenarnya sang wartawan sudah selesai buang air kecil. Namun ia curiga setelah anggota Komisi Hukum, Bachrudin Nasori, menyusul masuk ke toilet. Naluri wartawannya muncul untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Ia lantas berpura-pura membuang ingus di wastafel untuk mengulur waktu. Sudrajat Dimyati (kiri) dan Bachrudin Nasori RENGGA SANCAYA/DETIKFOTO
  • 24.
    MAJALAH DETIK 23- 29 SEPTEMBER 2013 nasional Sembari menundukkan kepala di wastafel, ia meng-intip apa yang dilakukan kedua orang tersebut. Saat itulah, ia menduga, ada sesuatu yang berpindah dari tangan Sudrajat ke Bachrudin, meski tidak dapat memastikan benda apa yang dimaksud. “Ketutup oleh badan Bachrudin,” tuturnya kepada majalah detik. Setelah itu, Bachrudin keluar, disusul Sudrajat. Tak berselang lama, kabar pertemuan di toilet itu cepat beredar di antara wartawan. Sudrajat pun dicecar pertanyaan untuk mengklarifikasi apa maksud per-temuannya dengan Bachrudin. Gara-gara pertemuan di peturasan itu, men-cuat dugaan keduanya melakukan lobi-lobi untuk meloloskan Sudrajat. Apalagi, tersiar kabar, Bachrudin diduga menerima sesuatu dari sang calon hakim agung. Peristiwa ini lalu ramai diberitakan dengan sebutan “lobi toilet”. Sudrajat dan Bachrudin kompak membantah melakukan lobi, apalagi sampai ada pemberian “amplop. Sudrajat malah mengaku, saat di toilet, ia tidak ngeh Bachrudin adalah anggota Komisi Hukum. “Saya tidak kenal orang itu,” ucapnya. Menurut Sudrajat, Bachrudin mengeluarkan seca-rik kertas jadwal uji kelayakan calon hakim agung. Ia menanyakan, mana di antara calon hakim agung perempuan yang bukan berasal dari hakim karier. “Kemudian saya bilang yang paling bawah, sambil memberikan kertas itu lagi,” tutur mantan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu. Senada dengan Sudrajat, Bachrudin mengaku cuma bertanya soal status hakim perempuan yang ikut se-leksi. Pertemuan di toilet itu juga tak disengaja. “Tidak ada perpindahan barang dari satu orang ke orang lain. Kalau ada CCTV, bisa dilihat,” kata Bendahara Partai Kebangkitan Bangsa itu. Nah, di tengah ramainya pemberitaan, komisioner Sudrajat dan Bachrudin kompak membantah melakukan lobi, apalagi sampai ada pemberian ‘amplop’.
  • 25.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 nasional Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, menyebut lobi-lobi untuk meloloskan calon hakim agung tak hanya terjadi di DPR, tapi juga di lembaganya, yang menye-leksi calon hakim agung. Imam bahkan mengungkap pernah ditawari uang untuk meloloskan seorang calon ke DPR saat proses seleksi tahun lalu. Saat itu, Imam, yang juga bekas politikus, bertemu dengan koleganya seorang anggota Komisi Hukum DPR di sebuah rumah makan di Plaza Senayan, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan sembari makan siang itulah sang rekan—yang tak mau ia sebutkan nama dan fraksi-nya— menyampaikan “pesan” dari seorang hakim tinggi yang saat itu tengah diseleksi Komisi Yudisial. “Dia menawarkan sejumlah uang untuk saya dan komisioner lain agar hakim itu lolos,” ujar Imam. Uang yang ditawarkan cukup besar, Rp 200 juta. Ia mengasumsikan, jika dikalikan dengan tujuh komi-sioner, berarti fulus yang disiapkan mencapai Rp 1,4 miliar. Namun saat itu juga Imam menolak tawaran tersebut. Masalah itu juga dibawa ke rapat pleno Ko-misi Yudisial. Hasilnya, sang hakim pemberi “pesan” digugurkan. “Karena menyangkut integritas si hakim,” ujar Imam. Anggota Komisi III DPR menghitung suara dalam voting pemilihan hakim agung di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, 23 September lalu. YUDHI MAHATMA/ANTARA
  • 26.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 nasional Petugas Komisi III DPR menghitung suara dalam voting pemilihan hakim agung di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, 23 September lalu. YUDHI MAHATMA/ANTARA Kembali ke “lobi toilet”. Insiden itu membuat nama Sudrajat tercoreng. Politikus Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani, menuturkan umumnya anggota Komisi Hukum tidak mau mengambil risiko jika memilih Sudrajat. “Kalau (Sudrajat) terpilih, seolah (DPR) ambil uang (suap),” katanya. Padahal, kata Yani, belum tentu benar terjadi lobi atau sogok-menyogok di antara keduanya. Apalagi informasi itu sudah dibantah. Sudrajat akhirnya tidak lolos. Dari 12 calon, Komisi Hukum pada Senin pekan lalu memilih empat orang menjadi hakim agung. Empat orang itu adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Gorontalo Zahrul Rabain yang mendapat 39 suara, hakim PT Tanjung Karang Eddy Army (35 suara), hakim PT Bandung Sumardi-jatmo (28 suara), serta Wakil Ketua PT Medan Maruap Dohmatiga Pasaribu (27 suara). Di antara delapan nama yang tidak terpilih, Sudra-jat mendapatkan dukungan paling sedikit, yakni satu suara. Selain gagal, Sudrajat diperiksa Komisi Yudi-sial untuk mengklarifikasi pertemuan itu. Sedangkan Bachrudin, selain dipanggil Komisi Yudisial, digeser
  • 27.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 nasional oleh fraksinya dari Komisi Hukum. Secara terpisah, peneliti Indonesian Legal Roun-dtable (ILR), Erwin Natosmal Oemar, mengatakan, di tengah isu dugaan suap dan “lobi toilet”, semestinya saat itu DPR responsif dan tidak meneruskan proses pemilihan hakim agung. “Apalagi dasar hukumnya te-ngah dipertanyakan,” ucapnya.! Koalisi Masyarakat Sipil, termasuk ILR, sedang me-nunggu keputusan uji materi terhadap Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Komisi Yudisial serta Pasal 8 ayat 2, 3, dan 4 UU Mahkamah Agung, yang diajukan ke Mah-kamah Konstitusi. Dua undang-undang itu mengatur kewenangan DPR memilih calon hakim agung dengan ketentuan kuota 1 banding 3, yakni calon yang diajukan ke DPR oleh Komisi Yudisial harus tiga kali lipat dari jumlah hakim agung yang dibutuhkan.! “Konstitusi mengatur DPR cuma memiliki kewe-nangan menyetujui, bukan memilih,” kata Erwin, seraya menilai pemilihan yang dilakukan di DPR, se-perti terhadap pejabat negara yang lain, berpotensi terjadi politik transaksional. ! Imam Anshori setuju apabila proses seleksi calon hakim agung dikembalikan seperti diatur UUD 1945 Pasal 24. Pola 3 banding 1 diakui Imam menyulitkan Komisi Yudisial karena tidak mudah mencari calon hakim agung. “Kalau dibutuhkan lima, kami harus menyiapkan 15,” ujarnya. Terkadang, kata Imam, calon yang ber-ada di peringkat tertinggi malah ter-singkir di DPR. Termasuk dalam pemilihan Senin pekan lalu. “Yang dianggap terbaik malah tidak lolos,” tuturnya. Q DIMAS ADITYO, M. RIZAL, M. IQBAL Imam Anshori Saleh AGUNG PAMBUDHY/DETIKFOTO
  • 28.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - OKTOBER 2013 hukum MENGGUGAT NEGARA BERMODAL RP 600 RIBU KISAH SEORANG SATPAM YANG MENUNTUT HAKNYA, SETELAH DIPECAT TANPA PESANGON DARI PERUSAHAAN TEMPATNYA BEKERJA. PERMOHONAN UJI MATERI PASAL YANG MENGATUR KEDALUWARSA DALAM PEMBERIAN PESANGON, AKHIRNYA DIKABULKAN MAHKAMAH KONSTITUSI. DETIKFOTO/ DIKHY SASRA, ARI SAPUTRA
  • 29.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - OKTOBER 2013 hukum RUMAH petak berukuran sekitar 4 x 4 meter itu telah dihuni Marten Boiliu, dan istrinya, sejak tujuh tahun lalu. Rumah tersebut ber-ada di Jalan Selatan 8, Kelurahan Jati Mekar, Pondok Gede, Kota Bekasi, yang ia sewa seharga Rp 250 ribu per bulan. Selama tinggal di wilayah itu, sosok Marten kurang dikenal, lantaran lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Selain bekerja sebagai petugas satuan pengamanan (satpam) di PT Telekomunikasi Indonesia, Marten juga mengambil kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur. Namun, beberapa waktu belakangan ini, namanya melejit setelah permohonan uji materi (judicial review) undang-undang (UU) yang diajukannya, dimenangkan oleh Mahkamah Konstitusi, pada 19 September lalu. Wartawan pun silih berganti mewawancarainya. “Saya banyak diberi selamat dan support oleh teman dan tetangga. Apalagi nama saya masuk media,” ujar Marten. “Jadi banyak yang datang ke rumah.” Marten menguji materi Pasal 96 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setelah di- Marten menguji materi Pasal 96 UU Ketenagakerjaan, setelah di-PHK tanpa pesangon oleh PT Sandi Putra Makmur. PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa pesangon oleh PT Sandi Putra Makmur (SPM), tempatnya bekerja pada 2009. Padahal, sudah tujuh tahun ia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jasa tenaga kerja itu. Marten bekerja di perusahaan tersebut sejak 15 Mei 2002, sampai dirumahkan pada 30 Juni 2009. Namun, ia baru menuntut pembayaran pesangon pada Juni tahun lalu. Marten menuntut pembayaran uang pesangon, penghargaan, dan penggantian hak, seperti yang diatur dalam Pasal 163 Ayat (2) juncto Pasal 156 Ayat (2), (3), dan (4) UU Ketenagakerjaan.
  • 30.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - OKTOBER 2013 hukum Tapi, tuntutannya itu terbentur Pasal 96 undang-undang yang sama, yang mengatur bahwa pesangon hanya bisa dituntut dua tahun setelah PHK. Ini mengakibatkan Marten tidak bisa lagi mengajukan tuntutan. Karena merasa dirugikan, Marten pun mengajukan uji materi ke MK. Terakhir bekerja di PT SPM, Marten mendapat upah sebesar Rp 811 ribu, plus uang makan dan transpor Rp 250 ribu per bulan. Jika tidak masuk kerja, uang makan dan transpor melayang sekalipun ada izin atau sakit. Meski gaji kecil, Marten tetap bersabar. Untungnya, sang istri, Eister, juga bekerja sebagai staf bagian pembelian di International SOS. Ini membuat dapurnya “tetap ngebul” dan bisa menghidupi anak angkatnya, Catherine, yang berusia tiga tahun. Kesabarannya habis tatkala ia dan puluhan temannya, dirumahkan tanpa pesangon pada Juni 2009. Marten semakin kesal karena ia menduga, ada akal-akalan dalam urusan tenaga kerja yang dilakukan PT SPM, penyedia tenaga alih daya (outsourcing) di PT Telkom. Marten Boiliu saat ditemui di rumahnya, pekan lalu. DETIKFOTO/DIKHY SASRA
  • 31.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - OKTOBER 2013 hukum Contohnya, meski sudah dipecat dari PT SPM, namun ia dan 65 orang temannya masih bekerja sebagai tenaga alih daya di PT Telkom, seperti sebelumnya. Hanya saja, mereka kini berada di bawah bendera PT Graha Sarana Duta (GSD). Anehnya lagi, PT GSD yang memenangi tender sebagai penyalur karyawan alih daya justru melakukan subtender ke PT SPM, yang sebelum kalah tender, telah mem-PHK karyawannya. Hal itu mendorong Marten serta rekan-rekannya membulatkan tekad untuk menuntut haknya. Sebelum mengajukan gugatan, ia mengumpulkan buku serta literatur terkait ketenagakerjaan dari sejumlah kenalan. Keinginannya untuk melayangkan uji materi semakin kuat setelah pada 2010, Marten duduk sebagai mahasiswa fakultas hukum. Ia juga banyak berdiskusi bersama teman-teman kuliahnya. “Saya masukan gugatan itu Agustus 2012,” kata pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 11 November 1974, itu. Selama proses uji materi ke MK, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia cuma mengeluarkan uang Rp 600 ribu, itu pun untuk keperluan memfotokopi berkas dan Sebelum mengajukan gugatan, ia mengumpulkan buku serta literatur terkait ketenagakerjaan dari sejumlah kenalan. transpor bolak-balik ke gedung MK. Tidak ada satu sen pun uang yang ia keluarkan untuk pengurusan perkara di lembaga penguji undang-undang tersebut. Perjuangan panjangnya untuk menggapai keadilan itu juga didukung penuh oleh sang istri. Bahkan, perempuan yang dinikahinya pada 2008, itu, banyak membantu dan mengatur biaya kuliah Marten di Fakultas Hukum UKI. “Nama saya selalu ada di dalam doanya,” tutur Marten. Selain menggugat undang-undang ke MK, Marten juga melayangkan gugatan ke Pengadilan Hubungan
  • 32.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - OKTOBER 2013 hukum Industri (PHI), beberapa bulan kemudian. Proses persidangan di PHI dimulai sejak 8 Juli 2013, dan masih berjalan sampai sekarang. “Sudah 9 kali sidang, tapi belum ada putusan,” ucapnya. Hasil putusan MK yang memenangkan uji materinya, kemudian diajukan Marten sebagai bukti di sidang PHI. Ia berharap putusan Mahkamah bisa mempermudah gugatannya di PHI, di mana ia menuntut uang pesangon Rp 1,5 miliar untuk 66 pekerja yang di-PHK PT SPM, termasuk dirinya. Secara terpisah, Hakim Konstitusi Harjono mengatakan, putusan Majelis Hakim MK telah didasari pertimbangan rasa keadilan. “Seorang pekerja juga punya pengorbanan dalam pekerjaan, dalam rentang waktu tertentu. Jadi harus diberikan upahnya, kalau di-PHK, ya harus ada pesangon,” kata Harjono kepada majalah detik. Menurut dia, tidak fair jika pekerja yang di-PHK mesti dihambat dengan aturan kedaluwarsa dalam menuntut hak-haknya, seperti diatur Pasal 96 UU Ketenagakerjaan. “Itu inti dari pertimbangan kita (MK),” ujarnya. Dengan putusan tersebut, Harjono berharap kalau ada tuntutan dari pekerja terhadap perusahaan, bisa diselesaikan dengan adil. Sementara itu, pengamat hukum tata negara, Margarito, berpendapat, dengan adanya putusan MK, pasal 96 UU Ketenagakerjaan tidak bisa lagi digunakan oleh perusahaan untuk mengesampingkan hak-hak para buruh. Margarito juga menjadi salah satu saksi ahli yang dihadirkan dalam kasus Marten di MK. “Sebab, selama ini perusahaan mengandalkan Pasal 96 UU 13 Tahun 2003, ketika berselisih dengan buruh,” katanya. “Batas kedaluwarsa dua tahun tentu menyulitkan buruh.” Q M. RIZAL | DEDEN GUNAWAN Unjuk rasa buruh menolak sistem kerja kontrak di Jakarta, beberapa waktu lalu. DETIKFOTO/ARI SAPUTRA MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6
  • 33.
    BEBAS DI ‘HARIEKSEKUSI’ MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kriminal POLISI MEMBONGKAR PRAKTEK PENYEKAPAN DAN PENYIKSAAN YANG DILAKUKAN KARYAWAN PERUSAHAAN JASA KEAMANAN. KORBANNYA ADALAH MEREKA YANG TERJERAT UTANG. PENGORDER KINI DIBURU. DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
  • 34.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kriminal BOCAH berusia 5 tahun itu enggan melepas pe-lukannya dari Ahmad Zamani, 32 tahun, saat bapak-anak itu bertemu kembali di Markas Kepolisian Sektor Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis dua pekan lalu. Maklum, hampir sepekan, Azis, nama bocah itu, tidak bertemu dengan sang ayah, yang menjadi korban penculikan dan penyekapan. “Itu muka ayah kenapa?” tanya Azis polos. Zamani, yang tak ingin anaknya tahu hal yang sebenarnya terjadi, menjawab sekenanya. “Ayah jatuh dari motor, kena aspal. Adik bagaimana kabarnya?” kata Zamani, mengalihkan pembicaraan. Zamani merupakan salah satu korban penculikan dan penyekapan yang dilakukan sekelompok orang yang bekerja di peru-sahaan jasa keamanan Benteng Jaya Mandiri (BJM). Berhari-hari ia disekap dan disiksa di kantor BJM, Jalan Hayam Wuruk Nomor 120-D, Ta-man Sari, Jakarta Barat, lantaran kasus utang-piutang. Sri Prihatin, 32 tahun, istri Zamani, awalnya juga tidak tahu suaminya diculik dan disekap. Sebab, saat kejadian, ia sedang mengantarkan Azis ke sekolah, yang tidak jauh dari rumahnya, di Perumahan Cilacap Regen, Cilacap, Jawa Tengah. Sepulang dari sekolah, Sri tak menemukan suami-nya di rumah. Seorang tetangga mengatakan Zamani dijemput beberapa orang yang datang menggunakan mobil. Awalnya, Sri mengira suaminya dibawa aparat, sehingga ia memilih menunggu datangnya surat pem- Konferensi pers kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Zamani dan Arifin. DETIKFOTO/ GRANDYOS ZAFNA
  • 35.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kriminal beritahuan dari polisi. Namun, setelah ber-hari- hari, bukan pem-beritahuan yang datang, melainkan aparat Polsek Taman Sari. Sri kaget setelah tahu suaminya menjadi korban pencu-likan dan penyekapan. Apalagi, saat disekap, Zamani mengaku disiksa. Kepalanya dipukul dengan pistol, tubuhnya disundut rokok, bibirnya dihajar sampai pecah, badannya dipe-cut dengan kabel, dan kemaluannya diolesi balsam. Zamani mengaku diculik lantaran kasus utang-piutang. Ia menuturkan terlilit utang karena usaha dagang yang dilakukannya via online bangkrut, dan menyisakan utang lebih dari Rp 1 miliar kepada F, mi-tranya. F, yang tidak sabar dengan nasib uang yang dikelola Zamani, diduga menggunakan jasa penagihan atau debt collector untuk meminta uangnya. Zamani dicu-lik pagi hari saat baru bangun tidur. Saat itu Zamani langsung diborgol dan matanya ditutup. Ia tidak tahu dibawa ke mana oleh lima orang yang berperawakan tinggi-besar. “Jauh banget. Mereka hanya berhenti sekali buat makan. Dan selama perjalanan, saya dijejelin (mulut disumpal) sepatu,” ucapnya. Penyiksaan dimulai sesampai mereka di sebuah tempat, yang belakangan diketahui merupakan kantor BJM. Zamani juga dipaksa membuat surat pernyataan kesediaan membayar utang dan membubuhkan tanda tangan di atas kertas bermeterai. Seorang tersangka penyekapan saat diamankan polisi. DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
  • 36.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kriminal Para penyekap bahkan berencana mengeksekusi-nya, meski Zamani sudah meneken surat kesanggup-an membayar. “Malam saya dibebaskan itu adalah hari saya (diancam) akan dieksekusi. Saya sudah digun dulin, diberi baju baru, dan saya sudah berdoa,” tuturnya kepada majalah detik. “Tiba-tiba datang se-gerombolan orang, eh tahunya pak polisi.” Kasus penyekapan dan penyiksaan itu terungkap berkat informasi seorang warga yang datang ke kantor BJM. Saksi melihat ada orang yang disekap di dalam sel dengan wajah penuh luka. Mendapat infor-masi itu, polisi lalu menggerebek kantor BJM dan membebaskan Zamani serta Sunan Ali Arifin, 49 tahun, korban lainnya. Kantor BJM tak seberapa jauh dari Markas Polsek Taman Sari. Seperti Zamani, Arifin disekap gara-gara urusan utang-piutang. Bahkan Arifin, yang tercatat kelahiran Lubuk-linggau, Sumatera Selatan, disekap se-bulan lebih, yakni sejak 5 Agustus 2013. Arifin terlilit utang setelah menjadi perantara sebuah proyek di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, saat itu masih bersta-tus badan (BP Migas). Atas jasanya, Arifin diberi Kasus penyekapan dan penyiksaan itu terungkap berkat informasi seorang warga yang datang ke kantor BJM. uang Rp 250 juta. Namun ternyata proyek itu mandek, dan Arifin diminta ikut bertanggung jawab. Sebenarnya Arifin menyanggupi membayar uang itu dengan cara mencicil. Tapi, entah mengapa, ia dicu-lik. “Saya sempat bertemu dengan penagih bernama Hendra. Setelah itu saya dibawa ke sini (kantor BJM),” ujarnya. Anehnya, para penyekap meminta Arifin menanda-tangani perjanjian utang yang nilainya membengkak menjadi Rp 500 juta. Bukan hanya itu, mereka juga
  • 37.
    meminta Arifin me-nyerahkan mobil Toyota Fortuner miliknya seba-gai jaminan. Jika tidak, ia diancam akan dibunuh. Arifin, sama dengan Zamani, kini bernapas lega karena terbebas dari penyiksaan. Apalagi para pelaku sudah ditang-kap. Dihubungi secara terpisah, Kepala Polsek Taman Sari Komisaris Adi Vivid mengatakan pihaknya telah menetapkan 14 tersangka pelaku penyekapan tersebut. Dua di antara-nya merupakan anggota aktif TNI Angkatan Laut, yang langsung diserahkan ke Polisi Militer untuk diproses. Teranyar, polisi menangkap ZK dan H di sebuah hotel di bilangan Matraman, Jakarta Timur, pada 18 Sep-tember lalu. ZK, yang sempat menjadi buron selama dua hari, diduga sebagai otak pelaku penculikan dan penyekapan terhadap Zamani dan Arifin, sekaligus pemilik perusahaan. Petugas juga mengamankan 1 senjata organik jenis Beretta, 2 airsoft gun, 3 senjata tajam, dan 23 butir peluru berukuran 9 milimeter dari rumah-toko yang dijadikan kantor tersebut. Vivid menambahkan, para tersangka bakal dikenai Pasal 333 KUHP dan Pasal 170 Undang-Undang Darurat Nomor 15 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Namun tugas polisi belum selesai. Orang yang me-minta PT BJM menculik dan menyekap Zamani dan Arifin kini masih dalam pengejaran. “Inisialnya S dan H. Tenang saja, keduanya pasti kami tangkap,” kata Vivid. Q DEDEN GUNAWAN, SEPTIANA LEDYSIA | DIMAS MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kriminal MAJALAH DETIK 19 - 25 AGUSTUS Ruang penyekapan. DETIKFOTO/GRANDYOS ZAFNA
  • 38.
    SEORANG JEMAAH HAJIMEMBAWA UANG RATUSAN JUTA RUPIAH DI DALAM ALAT PENANAK NASI ATAU RICE COOKER. PAK DIRJEN PUN MENYINDIR, MEMANG DUIT ITU MAU DIMASAK? MAJALAH DETIK M30A JSAELPATHE MDEBTEIRK - 260 O -K 2T6O BMEERI 22001133 wkwkwk ‘Menanak’ Duit Rp 300 Juta Ilustrator: Edi Wahyono PENYELENGGARAAN haji tahun ini diwarnai berbagai kisah unik dan lucu. Salah satunya soal barang bawaan para tamu Allah itu. Seperti cerita Nurma (29), jemaah asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini. Nurma rupanya mempersiapkan betul barang bawaannya sebelum berangkat ke Tanah Suci, lebih dari dua pekan lalu. Termasuk membawa uang yang cukup agar tidak keleleran di Arab Saudi. Namun, di luar uang untuk kebutuhan pribadinya, Nurma juga membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Tidak tanggung-tanggung, ia membawa Rp 300 juta di dalam barang bawaannya. Tapi bukannya di dompet atau di tas, uang ratusan juta rupiah dalam pecahan Rp 100 ribuan itu, ia simpan di dalam alat penanak nasi (rice cooker)! Alamaak.... Adalah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, yang mendapati Nurma membawa uang sebanyak itu di dalam rice cooker. Hal itu diketahui saat petugas PPIH memeriksa barang bawaan jemaah di pintu masuk embarkasi. Uang Rp 300 juta tersebut dibungkus dalam plastik hitam, sebelum disimpan di alat penanak nasi listrik itu. Nurma bilang, uang Rp 300 juta itu adalah titipan beberapa sanak saudara dan tetangga di daerahnya, untuk amal di Tanah Suci. “Itu uang badal bagi umat muslim yang ingin memberangkatkan haji anggota keluarga yang sudah meninggal,” ujarnya. Kisah Nurma rupanya sampai juga ke telinga Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu. Anggito lalu mengimbau agar jemaah haji memanfaatkan fasilitas penyimpanan uang dalam bentuk kartu ATM. “Jangan bawa uang banyak-banyak. Disimpan di ATM saja, supaya tenang iba-dahnya. Apalagi ketika masuk Mekah, barang terpisah dari jemaah,” kata Anggito, di acara peluncuran fasilitas layanan perbankan untuk jemaah haji, di Asrama Haji Donohudan, Solo, Selasa dua pekan lalu. Bekas pejabat tinggi di Kementerian Keuangan ini pun tak lupa “menyindir” ulah jemaah haji seperti Nurma, yang membawa uang di dalam alat penanak nasi. “Mau dimasak apa?” tuturnya, yang disambut tawa para hadirin. Q DIMAS, HESTIANA DHARMASTUTI
  • 39.
    Kolom E-Banking BELANJACERDAS DAN SEHAT DENGAN KARTU DEBIT Pak Laksono, Sewaktu berbelanja saya biasa menggunakan kartu debit untuk melakukan transaksi pembayaran karena lebih mudah dan praktis. Saya menyukai gaya hidup sehat. Adakah promo belanja makanan atau minuman sehat dengan kartu debit? Dinda, Jakarta
  • 40.
    Kolom E-Banking HaiIbu Dinda, Semoga berbelanja memberikan kesenangan tersendiri untuk Ibu. Berbelanja memang merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi orang yang memiliki hobi shopping, apalagi didukung dengan kemudahan layanan pembayaran yang ditawarkan perbankan dewasa ini, terutama melalui kartu debit. Perlu dicermati juga layanan kartu debit yang memberikan kemudahan bagi para nasabahnya. Saat ini BII memberikan kemudahan layanan pembayaran melalui BII Kartu Debit karena selain dapat digunakan di mesin EDC BII, BII Kartu Debit dapat digunakan di mesin EDC yang menggunakan PIN-based maupun EDC bank lain berlogo MasterCard (Signature-based). Dengan keunggulan tersebut, nasabah tidak perlu repot untuk membawa banyak kartu debit dan berbelanja pun terasa lebih nyaman. Untuk Ibu yang menyukai gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan atau minuman sehat, BII Kartu Debit bekerja sama dengan merchant-merchant tengah mengadakan promo yang menarik. Salah satunya dengan Yogen Fruz (probiotik frozen yoghurt) dalam mengadakan program “Diskon 20% dengan Menggunakan BII Kartu Debit” mulai 1 September 2013 hingga 31 Januari 2014. Promo berlaku setiap hari selama periode program. Nasabah dapat mengikuti program ini hanya dengan melakukan transaksi pembelian minimal Rp50.000,- di outlet Yogen Fruz sbb: Puri Indah Mall 2nd floor Plaza Indonesia Mall, LB Pacific Place Mall, LG floor Taman Anggrek Mall, 4th floor Plaza Senayan, 3rd floor Food Court Emporium Pluit Pondok Indah Mall 1 Metropolitan Mall Bekasi Selain itu, mulai 1 Agustus – 31 Oktober 2013 berlangsung program ”Raih Hadiah dengan Transaksi di BII ATM Belanja dengan BII Kartu Debit” yaitu program dimana selain mendapatkan poin untuk transaksi yang dilakukan di BII ATM, nasabah juga akan mendapatkan poin setiap berbelanja di merchant menggunakan BII Kartu Debit dan berkesempatan memenangkan hadiah utama 1 (satu) BII Tabungan senilai Rp 10 Jt dan hadiah bulanan dengan total 9 unit Samsung Galaxy Note 8”. Ayo terus gunakan BII Kartu Debit dan nikmati kemudahannya. Jika ada pertanyaan seputar electronic banking dapat mengirimkan email ke ebanking@ majalahdetik.com. Untuk pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan payung cantik dari BII.
  • 41.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO SUKARNO, DI ANTARA HANUNG RACHMA RACHMAWATI SOEKARNOPUTRI MELAPORKAN SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO KE POLISI. BUNTUT KONFLIK AKIBAT PEMERAN SUKARNO YANG MENGAKU TAK MENGENAL BUNG KARNO.
  • 42.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO DEAL! Tulisan yang direkatkan pada sebuah foto ter-sebut tampak mencolok. Kata itu ditulis pada kertas berwarna hijau terang. Foto yang direkati tulisan itu adalah sebuah foto se-orang lelaki dalam balutan kemeja putih. Kepalanya ditutupi peci hitam. Kulitnya gelap, wajahnya “sangat Indonesia”. Ia terlihat gagah. Di bawah foto itu tertera nama sang pria, “Ario Bayu”, sementara di atasnya ada tulisan “Sukarno”. Hanung memang memilih Ario sebagai bintang utama film Soekarno: Indonesia Merdeka. Namun keputusan pemilihan Ario itu membuatnya disomasi Rachmawati Soekarnoputri. Bahkan, pada Senin pe-kan lalu, putri Bung Karno itu melaporkan Hanung ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Rachma merasa namanya dicemarkan oleh Hanung. “Akar semua problem ini adalah Bu Rachma tidak suka yang memerankan Sukarno itu Ario Bayu, that’s all!” kata Hanung kepada majalah detik. Hanung sebenarnya menyiapkan tiga aktor buat memerankan Sukarno. Agus Kuncoro, Darius Sinat-hrya, dan Ario Bayu didandani mirip sang proklamator, lantas direkam layaknya syuting betulan. Tiga aktor itu dipilih terutama karena jangkung. Hanung beralasan, jika pemeran Sukarno pendek, dia bakal kerepotan mencari pemain tokoh lainnya. “Te-rus nanti siapa yang mau memerankan Sjahrir, masak pakai anak kecil?” Ketiganya ditolak Rachma. Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno itu balas mengajukan Imam Wibowo dan Andrie Djarot. Hanung menolaknya karena kurang tinggi. Bagi Hanung, pilihan terbaik tetap Ario Bayu. Maka dikirimkanlah bintang film yang besar di Selandia Baru itu menemui Rachma. Nahas, pertemuan itu malah membuat Rachma
  • 43.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO mutung. Ia berkeyakinan pemeran Sukarno haruslah orang yang memahami pemikiran ayahnya itu. Tidak aneh dia kesal betul ketika Ario berkata, “I’m not nationalist, saya tidak kenal Sukarno karena saya banyak tinggal di luar negeri,” ujarnya menirukan Ario. “Ini sudah gugur kalau dalam ujian.” Rachma sempat melunak ketika Ario berjanji akan belajar soal Sukarno. Akhirnya pintu buat Ario tertu-tup total ketika dia mengingkari janji akan datang ke kampus Universitas Bung Karno. Akhirnya Rachma mengajukan anak tirinya, Anjas-mara, yang memerankan Sukarno dalam teater Dhar-ma Gita Maha Guru, yang dibuatnya pada Juli tahun lalu. “Anjas gesture -nya dapat, semua dapat, dan dia mau melakoni ritual untuk memerankan Sukarno.” Bagi Rachma, alasan pemilihan Ario lebih banyak pada sisi komersial karena dia aktor terkenal. “Sejak awal kami ingin film jadi pembuka sejarah yang benar Ario Bayu memerankan Sukarno DOK. DAPUR FILM
  • 44.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO tentang Sukarno, bukan komersial,” kata pengacara Rachma, Ramdhan Alamsyah. Hanung merasa dalih Rachma soal nasionalisme Ario berlebihan. Dia mencontohkan Meryl Streep, yang asli Amerika, bisa memerankan Perdana Menteri Ing-gris Margaret Thatcher atau tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi juga bisa dibintangi oleh Michelle Yeoh, yang kelahiran Malaysia. Lagi pula Ario disuplai buku-buku soal Sukarno. Se-lama empat bulan dia juga melahap rekaman kegiat-an presiden pertama Indonesia itu, yang didatangkan Hanung dari Belanda. “Tinggi badan itulah yang dilihat penonton, sementa-ra nasionalis tidak kelihatan,” kata Hanung. “Menurut saya sih, penentuan pemain adalah hak sutradara.” Pengamat perfilman Adrian Jonathan menilai kemiripan pemeran dengan tokoh asli tidak mutlak diperlukan. Ia juga berpendapat biopik alias film biografi sebenarnya tidak mesti meminta restu keluarga. Kalaupun ada keluarga tokoh yang dijadikan penasihat, Adrian mengatakan, intervensi mereka terbatas pada kesepakatan awal dengan produser dan sutradara. ,,, Setelah membuat pergelaran Teater Putra Sang Fajar, Rachmawati menggagas teater soal Sukarno yang dia beri judul Dharma Gita Maha Guru. Ada dua yang lulus audisi jadi pemeran Sukarno, yakni Andrie Djarot dan Anjasmara. Seusai pementasan Dharma Gita pada tahun lalu, dia terpikir membuat film Sukarno agar bisa men-jangkau penonton yang lebih luas. Rachma lantas me-minta saran kepada aktris senior yang juga bermain di Dharma Gita, Widyawati. “Dia menyarankan Hanung Bramantyo,” ujar perempuan yang kini aktif di Partai Tinggi badan itulah yang dilihat penonton, sementara nasionalis tidak kelihatan.
  • 45.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO NasDem itu. Rachma pun mengontak Hanung. Lalu, pada perte-ngahan 2011 itu, keduanya bertemu di kampus Uni-versitas Bung Karno. Rachma ingin memodali semua pekerjaan, tapi Hanung menyarankan mereka bekerja sama dengan produser yang berpengalaman. Kebetulan Hanung sebelumnya sempat berdiskusi dengan pemilik PT Tripar Multivision Plus, Raam Jet-hmal Punjabi, soal membuat film Sukarno setelah menggarap Sang Pencerah. Namun Raam tidak setuju karena produksi film Sukarno bakal lebih sulit daripa-da pembuatan film tentang kisah hidup Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, itu. Bagi Raam, meminta restu kepada keluarga Sukar-no bakal rumit. Tapi ternyata pucuk dicita ulam tiba, Rachma mengajaknya membuat film Sukarno. Namun Rachma mematok syarat. Dia ingin berkuasa penuh dalam menentukan pemeran Sukarno. Bahkan dia juga minta diperbolehkan duduk di samping Hanung saat syuting. Jika gerak-gerik pemeran Sukarno keliru, Rachma bisa segera menyetop pengambilan gambar Rachmawati Soekarnoputri DETIKFOTO/ARI SAPUTRA
  • 46.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO dan mengoreksinya. Hanung setuju. Akhirnya, pada 17 Oktober 2011, Rachma atas nama Yayasan Pendidikan Soekarno mengikat perjanjian dengan Multivision. Sayang, hak menentukan pemeran utama dan alur cerita dalam skenario tidak dituangkan secara tegas dalam kontrak itu. “Sebelum kontrak, ada gentlemen agreement,” kata pengacara Rachma, Ramdhan Alamsyah. “Jadi ada perjanjian secara lisan yang sudah disepakati.” Namun, karena tidak ada hitam di atas putih, kubu Multivision menganggap sepi penolakan Rachma terhadap Ario. Begitu juga soal adegan Sukarno buang air kecil di pesawat dan lebih banyaknya dialog karakter Sjahrir serta Tan Malaka. Rachma juga meminta agar hari-hari terakhir Sukarno jadi fokus film. Namun Hanung dan Raam malah menjadikan bagian itu sebagai calon sekuel, itu pun hanya kalau film Soekarno: Indonesia Merdeka sukses. Akhirnya, pada Juni lalu, Rachma mengirimkan somasi. Dia menyatakan mundur dari produksi film dan akan membuat film sendiri soal Sukarno dengan latar tahun 1965. Rachma menuding Hanung memang ogah membuat film dengan setting 1965 karena akan membuat film mengenai Soeharto. Dimintai konfirmasi soal ini, Hanung hanya tersenyum. Meski tidak berkeberatan jika ditawari membuat film Soeharto, Hanung mengatakan, “Saya belum menemukan hal penting yang harus saya angkat dari Pak Harto.” Dokumen kotrak film Sukarno
  • 47.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Ramdhan mengatakan, dengan berakhirnya perjanjian, penggarapan film Sukarno ikut disetop. Menurut dia, Rachma bukan sebatas narasumber, tapi juga penggagas. “Seharusnya kan, setelah digugurkan perjanjiannya, filmnya serta-merta juga gugur,” ujarnya. Nyatanya, Hanung dan Multivision maju terus, bahkan menetapkan film itu ditayangkan pada 12 De-sember 2013. Pengacara Multivision, David Abraham, menunjuk pada bagian “hak dan kewajiban” dalam perjanjian kerja sama. Dalam kontrak tertulis, “Multivision berhak me-nentukan pihak-pihak yang akan bekerja sama dalam produksi film termasuk tapi tidak terbatas pada pe-main/ artis pendukung, sutradara, skenario, penulis cerita....” Sedangkan pihak kedua, yakni Rachma, disebutkan hanya berhak memberi masukan berupa saran dan pendapat untuk casting, isi, serta kegiatan produksi film. Lagi pula, kata David, kliennya mendanai semua proses produksi, yang sudah mencapai Rp 15 miliar. David mengatakan, sesuai dengan perjanjian, Rachma juga sudah menerima uang muka 10 persen dari ke- Pertemuan pembahasaan pembuatan film DOK. DAPUR FILM
  • 48.
    30 SEPTEMBER -6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO untungan bersih film sebesar Rp 200 juta. Belakangan, uang yang ditransfer ke rekening BCA Rachma itu dikembalikan dalam bentuk uang tunai yang dimasukkan ke dalam karung. Bagi David, itu bukan berarti Rachmawati berhak merebut film dari kliennya. David menjelaskan, dalam kontrak tercantum Multivisionlah yang memegang hak cipta. Mereka juga sudah mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Jadi, kalau bicara kepemilikan film, tidak bisa dibantah ini murni milik Multivision,” kata David. Perselisihan Rachma dengan Hanung dan Multivision ini akhirnya masuk ke ranah hukum. Rachma melaporkan Hanung ke polisi karena dianggap mencemarkan namanya. “Hanung mengatakan di media bahwa kisruh film Sukarno dibuat untuk Bu Rachma mencari popularitas,” kata Ramdhan. Laporan ke polisi itu dipandang Hanung dan Raam sebagai tanda tertutupnya upaya penyelesaian seng-keta secara kekeluargaan. “Kami sudah mau (menye-lesaikan masalah) secara kekeluargaan, tapi mereka malah mengembalikan uangnya dengan cara dika-rungi seperti itu,” ujarnya. Soal pengaduan Rachma, Hanung menantang men-cari pembuktian kebenaran di pengadilan. “Film ini akan lanjut terus karena tidak ada indikasi pelanggar-an hukum apa pun di sana,” ujarnya. Apalagi Hanung juga sudah mendapat lampu hijau dari Guntur Soekarnoputra, yang ikut merevisi skenario. Sementara itu, Sukmawati menilai Ario Bayu secara fisik lebih pas memerankan Sukarno ketimbang Anjasmara. Sukmawati tak terlalu mempermasalahkan siapa pemeran Sukarno dan kemiripan fisik dengan ayahnya. “Yang penting jiwa, semangat, dan cita-cita Bung Karno yang mulia bisa masuk ke generasi muda.” Q ISFARI HIKMAT, BAHTIAR RIFAI, SUDRAJAT | OKTA WIGUNA Film ini akan lanjut terus karena tidak ada indikasi pelanggaran hukum apa pun di sana. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
  • 49.
    GERILYA RESTU FILMBUNG KARNO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO TREN FILM SUKARNO MUNCUL NYARIS BERIRINGAN DENGAN DITETAPKANNYA PROKLAMATOR RI ITU SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL. PARA SUTRADARA MEMILIH-MILIH RESTU DARI KELUARGA BUNG KARNO.
  • 50.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Engkau menjadi terang di mataku. Engkau yang akan memungkinkan aku melanjutkan perjuangan yang mahadahsyat ini. Kalau kau menolak cintaku, jangan heran kalau Sukarno tak ada lagi di muka bumi ini. KALIMAT itu disampaikan Sukarno melalui sepucuk surat cinta kepada Fatmawati. Membaca surat itu, dengan latar belakang sebuah pantai di Bengkulu, Fatmawati tidak kuasa menahan rasa bahagia. Se-nyum manis pun langsung tersungging di bibir perempuan yang mengenakan kerudung tersebut. Adegan itu terlihat dalam pembukaan trailer film berjudul 9 Reasons: Great Leader, Great Lover. Film ini digarap oleh rumah produksi Rupakata Cinema. Sutradara M. Dedy Vanshophi menggandeng aktris senior Tio Pakusadewo sebagai tokoh pemeran Sukarno. Sedangkan sembilan istri Sukarno diperankan deretan aktris cantik. Untari, istri pertama Sukarno, diperankan Acha Septriasa. Lalu secara berturut-turut Inggit Ganarsih (Happy Salma), Fatmawati (Revalina S. Temat), Hartini (Lola Amaria), Haryati (Ajeng Anjani), Kartini Manoppo (Wulan Guritno), Kartika Sari Dewi (Mariana Renata), Yurike Sanger (Pevita Pearce), dan Heldy Jafar (Putri Aribowo). Kesembilan istri Proklamator RI itu pun ditampilkan dalam trailer berdurasi 2 menit 30 detik tersebut. Namun trailer itu sudah tidak dapat lagi diakses di situs YouTube. Di beberapa media online yang sempat menukilnya, trailer itu juga tak dapat dibuka dengan keterangan dicabut oleh Rupakata. “Kok, kamu masih bisa lihat, sih?” kata Dedy saat ditemui majalah detik. Mulai diketahui proyek penggarapannya pada
  • 51.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Februari 2013, film 9 Reasons belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Tio mengungkapkan, sampai saat ini, syuting yang sebenarnya belum dilakukan. Ia mendengar sutradara tengah membuat skenario baru dan mengganti judulnya. Malah Tio berseloroh, produser tak akan melanjutkan film itu karena tak punya nyali. “Karena, begitu film jadi, akan disomasi sama Guruh (Guruh Sukarno Putra),” kata Tio kepada majalah detik sambil tertawa. Dedy mengatakan se benarnya proses produksi film itu sangat siap dilakukan. Namun masih ada “hambatan” yang perlu dicarikan jalan keluarnya, yakni suara keberatan dari keluarga Bung Karno. Gampang ditebak, keberatan itu menyangkut tema yang hendak diangkat Dedy ke layar lebar. Menurut dia, film itu tak mengangkat Sukarno sebagai tokoh utama. 9 Reasons mengungkap fase-fase kehidupan Sukarno dilihat dari kacamata Hanung Bramantyo bertemu dengan Taufiq Kiemas. FOTO: @HANUNGBRAMANTYO
  • 52.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO istri-istrinya. Dengan sudut pandang yang ditawarkan itu, Sukarno akan tampil dalam dua sisi sekaligus, yakni sebagai manusia biasa dan pemimpin besar. Pemimpin yang besar berakar dari jiwa seorang pencinta sejati. Cinta yang bergelora itu juga menimbulkan kepekaan yang luar biasa terhadap penderitaan rakyat. Dedy mengaku sudah menghubungi sejumlah anggota keluarga Bung Karno untuk melakukan pendekatan. Menurut dia, tidak semua putra dan putri Bung Karno memprotes materi film tersebut. Sebagian menyambutnya positif. Sebagian lagi memintanya berhati-hati dalam mengangkat kehidupan pribadi Bung Karno ke layar lebar. Meski begitu, pembuatan film itu memang belum melangkah lebih jauh. “Keputusan ada di produser apakah berhenti atau mengambil risiko,” kata Dedy. Kegalauan menghadapi keluarga Bung Karno juga dialami oleh sutradara Hanung Bramantyo. Dedi Gumelar masih ingat ketika dimintai bantuan oleh Hanung agar dipertemukan dengan keluarga besar Sukarno dalam rangka membuat film Soekarno: Indonesia Merdeka. Setahun lalu, Hanung meneken kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Soekarno pimpinan Rachmawati Soekarnoputri untuk menggarap film itu. Namun Hanung masih merasa perlu meminta restu kepada putra-putri Bung Karno lainnya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akrab disapa Miing itu kemudian mengajak Hanung menemui Guntur Soekarnoputra. Guntur meneliti skenario film yang dibawa Hanung dan memberikan coretan di beberapa adegan. Namun, pada dasarnya, putra tertua Bung Karno itu menyetujui skenario film Potongan poster film 9 Reasons. FOTO: RUPAKATA
  • 53.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Sukarno. Bahkan, saat syuting berlangsung, Hanung kerap berkonsultasi dengan Guntur. Bulan puasa 2013 lalu, Miing membawa Hanung menyambangi Taufiq Kiemas (almarhum). Dalam persamuhan di pompa bensin milik Taufiq di Pejompongan, Jakarta Pusat, itu, Hanung juga menyorongkan skenario. Taufiq mengapresiasi. Namun ia menyarankan sutradara muda itu juga bertemu dengan Megawati Soekarnoputri. Tapi bertemu dengan Megawati bukan perkara mudah bagi Hanung. Miing, yang menganggap film Sukarno mampu mendongkrak suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2014, yakin Mega akan menerima Hanung. Tanpa menyebut harinya, Miing mengungkapkan, ia dan Hanung gagal menemui Megawati Soekarnoputri. FOTO: GRANDY
  • 54.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Megawati di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. “Sudah di garasinya, tapi tak bertemu,” ujar Miing kepada majalah detik. Keduanya mencoba lewat Prananda Prabowo, putra Megawati dari suami sebelum Taufiq. Namun Prananda belum memberi lampu hijau. Megawati salah paham terhadap film yang hendak digarapnya. Dia mengira film Hanung bercerita tentang istri-istri Sukarno yang digarap Dedy itu. Hanung sudah mengirimkan penjelasan lewat surat. “Tapi (Megawati) belum memberikan jawaban apa-apa,” ujarnya kepada majalah detik. Belakangan, setelah proses produksi berjalan, Hanung terlibat selisih paham dengan Rachmawati. Di samping dua judul film di atas, masih ada dua film menyangkut Sukarno yang akan muncul, yakni film tentang kehidupan Bung Karno semasa pengasingan di Ende (1934-1938) dan film tentang Inggit. Film pertama merupakan proyek Kementerian Pendidikan Nasional. Adapun film Inggit yang diangkat dari buku Ramadan K.H., Kuantar Kau ke Gerbang, akan digarap oleh Manu Sukmajaya, produser Sukma Putra Film. Film tentang Inggit belum ada kabar perkembangannya lagi sampai saat ini. Sedangkan film Bung Karno versi Kementerian Pendidikan, yang menelan dana Rp 6 miliar, akan dimulai syutingnya oleh sutradara Viva Westi. Berbagai peralatan syuting sudah diangkut ke Ende melalui jalur darat. M. Dedy Vansophi, sutradara 9 Reasons. FOTO: FACEBOOK
  • 55.
    Sukmawati DETIKFOTO MAJALAHDETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Sejumlah artis pemeran, khususnya Baim Wong, yang memerankan Bung Karno, sudah berangkat ke lokasi. Film ini juga bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Soekarno dan Yayasan Inggit untuk sumber-sumber sejarah Bung Karno di Ende. Diakui Sukmawati Soekarno putri, masing-masing ke turunan Bung Karno punya pendapat sendiri - sendiri tentang film Bung Karno. Tidak pula semua putra-putri Bung Karno ikut digandeng dalam pembuatan karya film tentang Proklamator RI itu. Bergantung pada yang hendak membikin film. Ia sendiri tidak dimintai pendapat oleh Hanung. Maka tidak mengherankan kalau tidak semua anggota keluarga Bung Karno ikut nimbrung dalam masalah antara Rachmawati dan Hanung. Sebagai putri Bung Karno, ia berpandangan, siapa pun boleh membuat film tentang ayahnya. Sebab, Sukarno sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Sukmawati menyambut baik film-film yang dibuat untuk memperkenalkan perjuangan Sukarno kepada generasi muda. Namun ia berharap film tersebut menyuguhkan dengan baik karakter Bung Karno serta tidak bermotif melecehkan. “Saya kira semua warga negara berhak asalkan benar. Jangan hanya untuk ngawur-ngawuran. Terus dia dilecehkan seperti orang yang tak berharga,” ujar Sukmawati. BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, PASTI LIBERTI MAPAPPA, ARYO BHAWONO, OKTAMANDJAYA WIGUNA, ARIF ARIANTO | IRWAN NUGROHO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 56.
    TIO PAKUSADEWO ANJASMARA YASINAN DAN GANTI GIGI DEMI SUKARNO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO BERPUASA DAN MENGAJI DI MAKAM HINGGA MENULIS DENGAN TANGAN KIRI DILAKUKAN PARA AKTOR PEMERAN SUKARNO. ADA YANG MENGAKU DIDATANGI SUKARNO LEWAT MIMPI. BAIM WONG FOTO: VIVA WESTI | DETIKFOTO | BACHTIAR RIFAI
  • 57.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO SETIAP kali becermin, Baim Wong menjadi tidak percaya diri. Wajah yang terlihat di depannya adalah wajah dirinya sendiri, tidak ada wajah Sukarno, yang akan diperankannya. Pemain sinetron bernama asli Muhammad Ibrahim itu berpikir keras agar penampakannya bisa berubah mendekati sosok proklamator itu. Ia membaca skenario dan buku-buku sejarah begitu dipercaya memerankan Sukarno muda. Namun tetap saja ada yang terasa kurang. Pria 32 tahun ini akhirnya memutuskan datang ke klinik dokter gigi. Ia harus ganti gigi. “Jadinya memang lebih enak dan lebih yakin. Saya ganti gigi, memakai gingsul,” ujar Baim kepada majalah detik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Keputusan itu diambil setelah Baim berkonsultasi dengan aktor senior Tio Pakusadewo. Ia mengenal pria 50 tahun itu sebagai aktor yang fanatik pada Sukarno dan pemeran sang proklamator dalam film 9 Reasons. “Kata dia, kamu harus yakin diri kamu itu Sukarno. Apa yang bisa mengubah itu? Ya, menurut dia, salah satunya gigi, gingsul,” ujar Baim menirukan nasihat Tio. Jadinya memang lebih enak dan lebih yakin. Saya ganti gigi, memakai gingsul. Selain menemui Tio, Baim berguru kepada aktor Lukman Sardi dan sowan kepada Guruh Sukarno Putra (putra bungsu Sukarno) serta Kartika (anak angkat Sukarno bersama istri keduanya, Inggit Ganarsih) di Ende, Nusa Tenggara Timur. “Saya ke rumah Mas Guruh, meminta arahan dari beliau,” ujar Baim. Lelaki yang berkecimpung di dunia sinetron sejak 2001 itu mengaku awalnya tidak mengenal Sukarno. Ia juga tak terlalu hirau terhadap Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dia baru mempelajari
  • 58.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO dan mendalami itu semua ketika sutradara Viva Westi, yang akan menggarap Ketika Bung di Ende, memintanya memerankan Sukarno muda. Film ini bercerita tentang kehidupan Sukarno semasa di pengasingan di Ende pada 1934-1938. “Saya sangat terhormat bisa mengetahui sejarah tentang beliau dan sampai sekarang tidak ada yang bisa sekelas dia. Yang paling saya kagumi dari Sukarno, dia seorang presiden tapi sangat miskin. Berarti dia bukan orang yang mudah tergiur oleh kekayaan. Dia pure untuk kemerdekaan dari awal,” tutur Baim. Lain lagi dengan Anjasmara Prasetya, yang pernah tiga kali berperan dalam film sebagai Sukarno. Memerankan sosok sang proklamator bagi bintang sinetron berusia 37 tahun ini seperti takdir dari Tuhan. Pasalnya, Sukarno sempat mendatanginya lewat mimpi. “Saya lupa tepatnya, di performance yang keberapa saya juga lupa. Tapi, yang diingat setelah itu, enggak Anjasmara sebagai Sukarno dalam Dharma Gita Mahaguru Guru Bangsa. ANTARA
  • 59.
    berapa lama setelahsaya ditawari peran Sukarno. Katanya sih ada kecocokan dan mirip,” ujar suami dari Dian Nitami ini. Dalam rentang waktu menjadi Bung Karno, Anjas juga melakukan ritual khusus agar bisa punya koneksi, di antaranya puasa pada beberapa hari tertentu dan berdoa khusus bagi Sukarno. “Ya, puasa, kirim doa juga. Ada beberapa ritual khusus yang enggak bisa saya sebutkan. Setidaknya, dari ritual ini, saya bisa mendapatkan energi beliau,” kata Anjasmara. Pria yang akrab dengan sapaan Anjas ini pertama kali memerankan Sukarno pada 2010 untuk film televisi MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Ya, puasa, kirim doa juga. Ada beberapa ritual khusus yang enggak bisa saya sebutkan. Setidaknya, dari ritual ini, saya bisa mendapatkan energi beliau. yang diarahkan Garin Nugroho dan Guruh Sukarno Putra. Kedua, dalam bentuk teater atau wayang pada 2011. Sedangkan yang ketiga dalam pergelaran teater Dharma Gita Maha Guru pada 2012. Menurut Anjas, pertunjukan yang ketigalah yang membuatnya terkenang. Di situ Anjas merasakan 100 persen sosok Bung Karno. “Dari segi kedalaman memerankan lebih terekspos, sangat tragis dan luar biasa. Kalau yang kedua kan enggak pakai dialog.” Dedy Vansophi, sutradara 9 Reasons, memilih Tio untuk memerankan Sukarno karena suaranya sangat mirip. Belum lagi gaya bicaranya dan pengetahuannya tentang Sukarno. “Beberapa kali dia membuat film dokumenter dan membuat teaser tentang Sukarno juga,” ujarnya. Di luar itu, Dedy melanjutkan, Tio melakukan ritual tertentu, seperti nyekar dan membaca surat Yasin di makam Bung Karno. Juga berlatih vokal dan menulis dengan tangan kiri seperti yang dilakukan Sukarno
  • 60.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO saat menulis surat rahasia. “Mas Tio berlatih dengan serius bagaimana agar nulisnya sama. Kenapa tangan kiri? Karena saat itu tulisan Bung Karno sangat dikenali. Orang sangat tahu karena saat itu dunia tulis, jadi orang mengenal tulisan Sukarno. Jadi ada surat rahasia yang sengaja agar tidak dikenal orang, dia menulis dengan tangan kiri. Nah, dia (Tio) bisa itu,” ujar Dedy. Ditemui secara terpisah, Tio mengaku melakukan pendekatan spiritual untuk bisa menjiwai tokoh Sukarno. Tapi, di antara para aktor lain, dia jugalah yang paling serius mempelajari dan mendalami sosok presiden pertama Indonesia itu. Buku-buku karya Sukarno, seperti Di Bawah Bendera Revolusi, Indonesia Menggugat, Sarinah, Putra Sang Fajar, hingga Tabeh yang ditulis dalam bahasa Belanda, dilahapnya. Semua itu dilakukan karena dia kadung cinta terhadap sosok Sukarno. Ario Bayu memerankan Sukarno. DOK. DAPUR FILM
  • 61.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Sebagai putra sulung Sukarno, Guntur aktif memberikan koreksi. Cuma Megawati yang tak merespons dan menduga film yang dibuat Hanung bercerita tentang istri-istri Sukarno. “Kalau kamu jatuh cinta sama seseorang, awalnya punya kesulitan, tapi akan terus mencari tahu dan ujungnya selalu mencintai. Memerankan apa pun, aku harus mencintainya dulu. Untuk menjadi bagus, saya mesti gali lebih dalam, apalagi tokoh seperti Sukarno,” Tio menuturkan. Berbeda dengan aktor-aktor muda, yang mendapatkan peran lewat casting atau ditawari sutradara, Tio mengaku justru merebut peran Sukarno dari sutradara. Kepada sutradara, Tio menantang, jika dapat menemukan aktor lain yang mampu memerankan tokoh Sukarno lebih baik, dirinya akan menyerah. “Tokoh ini harus saya yang memainkan. Saya sudah bilang juga sama Hanung,” ujar aktor yang bernama asli Irwan Susetyo Pakusadewo itu. Sebaliknya, Ario Bayu justru sempat menolak saat ditawari memerankan Sukarno oleh Hanung untuk film Soekarno: Indonesia Merdeka. Alasannya, ia sejak usia 11 tahun tinggal di Selandia Baru sehingga tak terlalu mengenal sosok Sukarno. “Dia bilang, ‘Sori, Bos, gua besar di New Zealand, jadi gua enggak tahu,” ujar Hanung. Tapi akhirnya aktor yang bermain dalam film garapan Hollywood, Java Heat, itu bersedia. “Karena saya dipercaya, ya sudah, I will do it,” kata Ario beberapa waktu lalu. Dia mengaku tidak ada kesulitan yang tak diatasinya. Namun terdapat beberapa detail yang membutuhkan usaha keras, seperti gaya berpidato Sukarno yang sangat berapi-api. “Beliau kan sosok
  • 62.
    orang yang pidatonyasaja bisa menggemparkan masyarakat. Di sana butuh riset lebih dalam,” ujarnya. Sebagai sutradara, Hanung menyokong Ario dengan menyediakan berbagai referensi, seperti buku-buku, film, dan artikel, yang berhubungan dengan proklamator itu. Selain itu, Hanung melakukan pendekatan kepada keluarga besar Sukarno, seperti Rachmawati, Taufiq Kiemas, dan Guntur. Sebagai putra sulung Sukarno, Guntur aktif memberikan koreksi. “Bahkan, saat syuting, kita langsung telepon-teleponan dengan Pak Guntur,” ujar Hanung. Selain memberikan skenario lewat Taufiq, Hanung menyurati Megawati untuk menjelaskan rencana pembuatan film ini. Sebab, anak kedua Sukarno itu pernah punya penafsiran bahwa film yang Hanung buat bercerita tentang istri-istri Sukarno. “Kami memberikan penjelasan melalui surat. (Tapi Megawati) belum memberikan jawaban apa-apa,” ujar Hanung. Q BAHTIAR RIFAI, ISFARI, PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Test kamera adegan film pengasingan Sukarno di Ende. Soekarno bersama Ratna Djuami kecil. FOTO/VIVA WESTI
  • 63.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO BERGURU PADA TJOET NJA’ DHIEN FILM TJOET NJA' DHIEN BERHASIL MENEMBUS PANGGUNG DUNIA. WALAUPUN DANA PRODUKSINYA TERSENDAT, FILM INI TAYANG DI LAYAR FESTIVAL FILM CANNES PADA 1989. MODALNYA ADALAH IDEOLOGI DAN TOTALITAS. BISA DICONTOH.
  • 64.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO HUJAN deras membasahi perempuan renta berkerudung kain hitam di tengah hutan. Matanya terpejam dan mulutnya tak henti-hentinya menggumam ketika tentara marsose mengepung. Tanggal 7 November 1905, Cut Nyak Dhien tertangkap di Beutong Lhee Sageu, Aceh. Herlina Christine Natalia Hakim ingat betul adegan itu. Ia berperan sebagai Cut Nyak dalam film Tjoet Nja' Dhien garapan Eros Djarot pada 1988. Dalam adegan itu, penampilan Christine benar-benar menyerupai gembel. Pakaiannya lusuh dan rambutnya awut-awutan. Penampilan ini sama persis dengan foto dokumentasi koleksi Tropen Museum. Belanda mengabadikan penawanan Cut Nyak bersama empat orang sisa pengikutnya. Dia seperti gembel karena sudah katarak, enggak bisa lihat, hidup di hutan enam tahun, pakaiannya compang-camping, dan rambutnya sudah pliket-pliket (lengket), ujar Christine kepada majalah detik. Foto itu merupakan satu-satunya dokumentasi visual Cut Nyak. Dokumentasi visual lain sebelum gerilya di masa Aceh Oorlog (perang Aceh) sama sekali tidak ada. Tak mudah menghidupkan peran Cut Nyak. Christine harus tekun membaca referensi perang Aceh untuk mendukung penghayatan. Saat itu Eros membekali tim dengan 60 buku referensi, 13 di antaranya buku wajib dan 3 buku pegangan untuk masing-masing kru. Cut Nyak Dhien adalah bangsawan terakhir yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Perang Aceh terjadi dari 1873 sampai 1904, sedangkan gerilya Cut Nyak baru berhenti setelah ia tertangkap pada 1905. Ia benar-benar konsisten melakukan gerilya karena kota sudah dikuasai Belanda. Memerankan Cut Nyak bukan hal gampang bagi Christine. Ia tak banyak tahu soal kehidupan di Aceh.
  • 65.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Syahdan, ia tinggal di Aceh menumpang di rumah Bupati Pidie Nurdin A.R., ayah artis Nova Eliza, dan kerabatnya di Banda Aceh. Eros pun memintanya mengajar anak-anak mengaji di meunasah, bergaul dengan ibu-ibu tetangga, hingga menginap di dalam hutan seorang diri. Christine harus menjadi perempuan Aceh. Aku pelajari saja bagaimana semestinya di dalam ilmu peran, mempersiapkan diri. Ada riset lapangan dan riset dari literatur, dia menjelaskan. Eros mengakui keberhasilan filmnya tertumpu pada kekuatan pemeran Cut Nyak Dhien. Karena itu, ia tak segan menekan Christine menghabiskan pengalaman di Aceh. Sampai-sampai ia memaksa Christine menginap di hutan dan menyeberangi jembatan tali di hutan demi mendalami peran. Film Tjoet Nja' Dhien berdurasi 2 jam 7 menit. Tiga perempat bagiannya adalah adegan gerilya Cut Nyak di hutan. Karena itu, Christine harus terbiasa dengan Cut nyak dien ketika menjadi tawanan belanda KOLEKSI TROPENMUSEUM
  • 66.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO hutan. Eros tak mau pemeran utamanya hanya meniru laku Cut Nyak. Jadi yang namanya kekuatan akting itu ada yang benar-benar feel, ada yang pretending, dan ada yang sama sekali enggak bisa akting. Saya mau yang benar-benar feel, tuturnya. Pilihannya memberikan peran kepada Christine tak salah. Eros mengakui karakter Christine cocok dengan Cut Nyak dalam naskahnya. Ia butuh pemeran dengan bekal cerewet, ingin tahu, dan konsisten. Christine berhasil menyambut tantangan ini. Kerja keras ini menuai hasil. Minimalnya referensi visual menjadi keuntungan tersendiri bagi Christine. Ia bebas menginterpretasi Cut Nyak dari pengalamannya hidup di Aceh. Christine sudah punya bekal cukup untuk menjadi Cut Nyak. Tapi masalah penggarapan film Tjoet Nja' Dhien tak berhenti pada masalah membentuk pemeran utama. Eros harus banting tulang lebih keras. Sekitar dua pekan sebelum syuting, naskah yang dia bawa mendapat keberatan dari ulama lokal. Cerita yang dibangun Eros berawal dari kematian Teuku Umar. Rencananya, film ini dibuka dengan adegan pemakaman besar-besaran Teuku Umar. Ia adalah suami kedua Cut Nyak, yang meninggal karena penyergapan tentara marsose. Ide awal pembuatan film adalah mengangkat cerita kehebatan perempuan Indonesia. Namun masyarakat Aceh mengaku tak terbiasa dengan cerita Cut Nyak Dhien tanpa Teuku Umar. Naskah harus diubah. Edan! Aku harus mengubah naskah, menambah adegan, belum lagi mencari aktor! ujar Eros. Dia segera bergerak gesit. Dia mampu mengubah naskah dalam semalam. Sedangkan soal aktor, ia menelepon kakaknya, Slamet Djarot, yang tengah berada di New York, Amerika Serikat. Slamet pulang Saya mau yang benar-benar feel.
  • 67.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO dua hari setelah Eros meminta bantuannya. Tapi masih ada masalah yang tersisa. Menambah adegan berarti menambah biaya. Padahal dana pembuatan film cekak. Eros hanya memiliki modal sekitar Rp 300 juta untuk film itu. Biaya pembuatan film pun membengkak. Di pertengahan proses syuting, duit habis. Bahkan Eros sempat mengutang 500 nasi bungkus untuk krunya. Sampai-sampai uang kebutuhan rumah ia pakai untuk biaya produksi. Eros harus putar otak. Ia ke sana-kemari untuk mencari donatur. Untungnya jalan masih terbuka. Eros mendapat suntikan dana dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabinet Pembangunan IV (1983- 1988) Bustanil Arifin melalui anaknya, Alwin Arifin, serta pengusaha Aceh, Alwin Abdullah. Pembuatan CHRISTINE HAKIM MYTRANS/ALFIAN OKTA SUMANTO
  • 68.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO film ini memakan waktu tiga tahun karena tersendat masalah biaya. Total keseluruhan pembuatan film, menurut Eros, mencapai Rp 1,5 miliar. Tapi dana ini belum cukup. Syuting terakhir harus dilakukan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, demi menghemat biaya. Christine sempat mengeluh karena mengganggu mood-nya. Ia sudah terbiasa hidup di Aceh. Karena itu, selama syuting, ia tinggal di tengah hutan demi mempertahankan mood. Ya, mau bagaimana lagi. Kalau tidak begitu, film tidak jadi. Ya, kreatif saja, ujar Eros. Kreativitas itu akhirnya menuai hasil luar biasa. Pada 1988, film Tjoet Nja' Dhien meraih gelar film terbaik Piala Citra Festival Film Indonesia. Tahun berikutnya, film ini diputar dalam Festival Film Cannes di Prancis. Padahal ini merupakan karya pertama Eros. Menurut dia, kuncinya adalah konsisten dengan ide asal dan kreatif. Film Tjoet Nja' Dhien patut ditiru dalam membuat film biopik Soekarno: Indonesia Merdeka garapan Hanung Bramantyo. Film ini memiliki referensi dokumentasi visual terbatas dan dana cekak tapi hasilnya luar biasa. Eros berpesan pembuatan film biopik ini tak boleh menyerah pada keinginan pasar Hanung pun tidak main-main menggarap film. Ia mengakui Tjoet Nja' Dhien menjadi salah satu referensi penggarapan filmnya. Q PASTI LIBERTI MAPAPPA, IRWAN NUGROHO, SUDRAJAT, OKTAWIGUNA MANJAYA, ISFARI HIKMAT | ARYO BHAWONO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EROS DJAROT DETIKFOTO/RENGGA SANCAYA
  • 69.
    HANUNG BRAMANTYO: SAYASADAR MEMFILMKAN SUKARNO BERAT MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO PERSOALAN INI AKAN SELESAI DENGAN SENDIRINYA APABILA SETIAP MASING-MASING PIHAK BERIKTIKAD BAIK DAN MEMILIKI PANDANGAN YANG POSITIF. ARI SAPUTRA/DETIKFOTO
  • 70.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO ApA sebenarnya sengketa antara Rachmawati Soekarnoputri dengan sutradara Hanung Braman-tyo dalam proyek pembuatan film Soekarno: Indonesia Merdeka? Hanung membantah anggapan mencemarkan nama Rachmawati. Ia siap menghadapi proses hukum setelah dilaporkan Rachma ke Polda Metro Jaya atas tudingan melakukan pencemaran nama baik. “Yang bisa memutuskan salah atau benar kan peng-adilan. Gitu aja repot,” kata Hanung. Okta Wiguna dan Isfari Hikmat bersama fotografer Ari Saputra dan kamerawan Yusmega dari majalah detik menemui Hanung di kantor Dapur Film, Ampera, Jakarta Selatan, pada Rabu, 25 September 2013. Berikut ini petikan wawancara dengan Setiawan Hanung Bramantyo. Permasalahan dengan Rachmawati berujung pada pelaporan Anda ke polda. Bagaimana tanggap-annya? Ya, tidak apa-apa, mereka kan punya hak melapor-kan. Saya kan juga bisa saja melaporkan Anda, bisa saja to, iya to? Yang bisa memutuskan salah atau benar kan pengadilan. Gitu aja repot. Apakah Anda ingin menyelesaikan konflik dengan Rachmawati secara kekeluargaan? Kami sudah mau menyelesaikannya secara keke-luargaan. Kami juga bilang kepada pers bahwa kami bisa menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi, ke-esokannya, Bu Rachma mengembalikan uangnya dengan cara begitu, dengan cara dikarungi seperti itu. Kemudian Bu Rachma marah-marah dan bilang saya mencemarkan nama baik. Coba kita cek bareng-bareng, apa betul saya me-ngatakan itu? Jangan-jangan itu hanya diedit sama media supaya diperkeruh. Itu kan saya tidak tahu. Kami juga bilang kepada pers bahwa kami bisa menyelesaikan secara kekeluargaan.
  • 71.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO Apa problem sebenarnya perseteruan Anda deng-an Rachmawati? Problemnya adalah Bu Rachma tidak suka yang main adalah Ario Bayu. Itu saja problemnya. Problem dari semua problem ini adalah Bu Rachma tidak suka yang main Ario Bayu, that’s all. Kalau digantikan Anjasmara? Saya tidak mau terjebak oleh pertanyaan itu. Apa namanya… mending tidak dibahas. Menurut saya sih, menentukan pemain adalah hak sutradara.! Apa benar Rachmawati tidak suka Ario Bayu kare-na tidak nasionalis? Meryl Streep orang Amerika, dia memerankan Margaret Thatcher. Aung San Suu Kyi orang Myanmar, yang memerankan orang Cina-Malaysia (Michelle Yeoh), memangnya dia tahu nasionalisme Myanmar? Nasionalisme itu bisa dipelajari. Kecintaan terhadap Proses syuting film Soekarno: Indonesia Merdeka! FOTO-FOTO: DOK. DAPUR FILM
  • 72.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO negara Indonesia itu bisa dipelajari. Dengan apa? Ya, dengan belajar sejarah. Kan kami support semua. Bukannya isi kontrak menyatakan, kalau salah seorang mundur, film ini berhenti produksi? Sudah baca kontraknya? Saya ambil surat kontrak-nya, ya…. Saya ambil kontraknya, Anda baca sendiri. (Hanung tampak sangat serius, sedikit kesal, lalu meninggalkan kursi wawancara. Sekitar 20 menit Hanung baru kembali. Ia lantas menjelaskan, dalam kontrak kerja sama, pihak kedua ditegaskan tidak punya hak menentukan, sedangkan modal dari pihak pertama.) Rachmawati mengkritik pemilihan Ario Bayu lebih karena alasan komersial. Tujuan pembuatan film ini memang untuk komersial? Uang muka 10 persen dari keuntungan setelah tu-tup buku, tapi Bu Rachma sudah minta dulu duit Rp 200 juta, siapa yang komersial duluan? Untung atau tidak film ini kita belum tahu, tapi dia sudah mendapat Rp 200 juta lebih dulu. Makanya dikembalikan pakai karung, jadi siapa yang komersial duluan? Kenapa dia
  • 73.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO menyerang dengan mengatakan pembuatan film ini semata-mata untuk tujuan komersial, sekarang yang ngejar komersial pertama kali siapa? Apakah sudah sejak awal menyadari risiko meng-garap film ini? Saya menyadari betul. Saya pikir itulah alasan orang-orang terdahulu, seperti Teguh Karya atau Suman Jaya, tidak mau memproduseri film Sukarno. Kenapa? Pasti akan ribet seperti sekarang. Saya me-relakan diri ini untuk apa? Kalau tidak ada film seperti ini, masyarakat tidak akan belajar. Dalam film Sukarno, katanya lebih banyak di-alog Tan Malaka daripada Sukarno? Tahu dari mana? Anda baca script-nya saja. Me-mang betul percakapannya seperti itu? Seperti dibilang ada bom yang dililitkan di badan Bu Ing-git, apa itu benar bom? Memang Bu Inggit selalu menyelundupkan buku ketika Bung Karno di Sukamiskin. Dia harus puasa, tidak makan. Jadi Bu Rachma, saya khawatirnya, belum memba-ca script-nya tapi mendengar dari orang yang dipercayai. Itu berbahaya, kan. Makanya saya berharap, tolong, skenario ini sudah ada di tangan be-liau, lo. Pertimbangan adegan yang diambil dalam film ini seperti apa? Pertimbangan adegan adalah yang memberikan inspirasi kepada penonton. Kenapa adegan Sukarno yang kencing di pesawat itu ditampilkan? Tidak ada, kencing di pe-sawat itu tidak ada. Tapi itu
  • 74.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO ada di bukunya, di buku Penyambung Lidah Rakyat itu dia pipis dari perjalanan Makassar ke Jakarta untuk menghadiri negosiasi sama Jepang. Dia kencing di pesawat yang saat itu tidak ada toiletnya. Saat itu nyi-prat ke semuanya, ke Bung Hatta dan yang lain yang ada di situ. Itu kan lucu banget, tapi enggak kami munculkan. Kenapa? Karena, kalau kami munculkan, adegan itu bikin “il feel” (ilang feeling) banget. Itu tidak saya tampilkan. Pernah saya bikin, tapi akhirnya saya hapus, di skenario saya hapus. Apakah skenario juga diberikan kepada keluarga Sukarno? Skenario saya kirimkan ke tiga keluarga. Pertama kepada Bu Rachma, kedua Pak Taufiq Kiemas dengan harapan diserahkan ke Bu Mega, ketiga ke Pak Guntur. Tanggapan Pak Guntur positif. Pak Guntur aktif memberikan koreksi, tidak begini, tidak begitu, bahkan saat syuting kita langsung telepon-teleponan dengan Pak Guntur. Kenapa Pak Guntur (dikasih skenario)? Karena cerita film ini sejak proses kelahiran Bung Karno sampai tahun 1945. Pak Guntur sudah lahir
  • 75.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO saat itu, dan di film ini ada proses lahirnya Pak Guntur. Ada orangnya jelas, ya kita izin, dong. Alhamdulillah, Pak Guntur support, bukunya betul-betul kami jadi kan referensi karena setting film ini sekitar 1943-1945. Tanggapan dari Megawati seperti apa? Yang belum memberikan feedback Bu Mega. Yang jelas, kami sudah menyurati, sudah memberitahukan bahwa kami membuat film Indonesia Merdeka. Sebab, Bu Mega pernah salah menafsirkan bahwa film yang saya buat ini tentang istri-istri Sukarno. Kami mem-berikan penjelasan melalui surat. Beliau belum memberikan jawaban apa-apa. Penggarapan film Sukarno ini terke san tidak lepas dari momentum politik 2014. Apakah me-mang seperti itu? Dari awal saya menyadari membuat film ini be-rat. Berat dalam pengertian secara konten berat, kemudian di luar konten ekspektasi orang juga berat. Susah dong mengharapkan ekspektasi orang, melayani ekspektasi orang. Aspek lainnya adalah Sukarno sangat me-lekat dengan satu partai, sehingga kita bisa dimanfaatkan oleh partai tersebut. Tapi, buat saya, saya melepaskan diri dari semua itu. Masalah ini Anda me-lihatnya akan berakhir seperti apa, berhentikah produksi filmnya ini nanti? Persoalan ini akan selesai dengan sendirinya apabila masing-masing pihak ber-iktikad baik dan memiliki pandangan yang positif. Q OKTA WIGUNA | ISFARI HIKMAT MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 76.
    !PENGACARA RACHMAWATI: PERJANJIANBATAL, FILM SUKARNO TAK BOLEH TAYANG MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO AGUNG/DETIKFOTO RACHMAWATI BERKUKUH MEMINTA FILM SOEKARNO BUATAN HANUNG DIBATALKAN. ADA PERJANJIAN TAK TERTULIS YANG DIINGKARI PRODUSER RAAM PUNJABI.
  • 77.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO ERSETERUAN kubu Rach mawati dengan sutra dara film Soekarno: Indonesia Mer deka, Hanung Braman-tyo, berlanjut hingga ke media sosial. Pengacara Rach - mawati, Ramdhan Alam syah, menyerang Ha nung lewat akun Twitter-nya. Kubu Hanung menangkis nya lewat akun Twitter rumah produksi @DapurFilm. Puncaknya, Rachmawati mengadukan Hanung ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tudingan men-cemarkan nama baik. “Hanung mengatakan di media bahwa kisruh film Soekarno dibuat untuk Bu Rachma mencari popularitas,” kata Ramdhan. Kepada Bahtiar Rifai dari majalah detik, Ram-dhan menjelaskan pangkal sengketa kliennya dengan Hanung dan produser Raam Punjabi dari PT Tripar Multivision Plus. Rachmawati, kata dia, berkeras film Soekarno tak boleh tayang tanpa restunya. Sebenarnya apa duduk perkara sengketa Rach-mawati dengan Hanung dan Multivision? Mereka ingin aktornya (pemeran Sukarno) Ario Bayu. Dalam kesepakatan awalnya kan kita mau pakai non-aktor. Karena itulah terjadi perselisihan, sehingga Bu Rachma memilih keluar. Apa keberatan Rachmawati terhadap pemilihan Ario Bayu? Sejak awal kami ingin menjadikan film ini sebagai pembuka sejarah yang benar tentang Sukarno, bukan mengedepankan sisi komersial. Dengan memilih tokoh Ario Bayu sebagai Sukarno, itu kan ada pertimbangan komersial di sana. Kami memang tidak menafikan sisi komersial itu. Tapi seolah-olah, kalau tidak pakai Ario, film ini bakal tidak laku. Rachmawati tidak mengajukan alternatif? Bu Rachma masih disuruh melakukan casting untuk pemeran. Tapi mereka sudah memulai syuting, dan itulah yang buat dia tersinggung. Tapi dalam kontrak disebutkan Rachmawati hanya Dengan memilih tokoh Ario Bayu sebagai Sukarno, itu kan ada pertimbangan komersial di sana.
  • 78.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO memberi masukan dan saran dalam casting? Sekarang dibalikkan lagi bahwa seolah Bu Rachma hanya sebagai narasumber. Lo, kok, bagaimana Bu Rachma diposisikan seolah seba-gai narasumber, padahal yang punya ide awal ini kan Bu Rachma. Kita bicara fakta. Tanya-kan kepada mereka, ide pembuatan film itu dari siapa. Yang paling mahal kan ide. Itu kan dari pihak Bu Rachma. Yang punya proyek Bu Rachma. Hanung sebagai sutradara dan Raam sebagai pemodal jangan egois sekali dan memaksakan yang ada di pemikiran mereka. Mengapa tak ditegaskan di kontrak bahwa Rach-mawati yang menentukan pemeran utama? Di kontrak tidak sebutkan. Tapi, sebelum kontrak, ada gentlemen agreement. Kesepakatan secara lisan. Contohnya masalah peran. Soal ini sudah dibicarakan sejak awal sebelum ada perjanjian bahwa yang me-nentukan adalah Bu Rachma. Ini di awal sekali. Apakah Rachmawati terlibat dalam penyusunan skenario? Pembuatan skenario itu sama-sama dari tim Raam dan Yayasan Pendidikan Soekarno. Ketika begini-be-gini (berdiskusi), ditulis sama Hanung dan kemudian direvisi sama-sama. Tapi, setelah revisi ketiga, kami enggak tahu bagaimana itu selanjutnya film. Kami betul-betul tidak tahu script mana yang dipakai. Jadi Hanung tak memberitahukan skenario akhir? Bu Rachma tidak diberi tahu sama sekali tentang Rachmawati ARI SAPUTRA | DETIKFOTO
  • 79.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOKUS DUEL FILM SUKARNO syuting itu. Dalam perjanjian, Bu Rachma juga berhak mengetahui kondisi keuangan, tapi tidak pernah ada laporan sama sekali. Sekarang mereka teriak telah menghabiskan Rp 15 miliar, buktinya apa? Bukankah semua modal film dari Multivision? Ingat, ya, perjanjian pertama itu Hanung disuruh buat film dan dibiayai Bu Rachma. Awalnya mau patungan, tapi ditolak sama Raam. Hanung juga menyarankan pembiayaan dari orang luar saja. Rachmawati sudah diberi uang muka keuntungan Rp 200 juta? Kalau enggak punya hak, kami enggak bakal men-dapat royalti dari film itu. Kalau kami sebatas nara-sumber, masak mendapat royalti. Logikanya kan begitu. Apa yang diinginkan Rachmawati dari film Soekarno yang digarap Hanung? Film itu ada dan lahir dari perjanjian kerja sama. Film itu bukan benar-benar ide Multi-vision, tapi ada campur tangan Bu Rachma. Itu ide dari Bu Rachma, tapi Multivision yang modalin. Sekarang perjanjian kan sudah dibatalkan secara tertulis, jadi itu tidak berlaku lagi. Ber-arti subyek dan obyek yang tertuang dalam perjanjian sudah batal demi hukum. Gugur. Film itu seharusnya gugur dengan sendirinya. Nah, sekarang mereka me-maksa agar film itu tetap tayang. Rachmawati menarik diri secara sepihak, bukan-kah itu berarti sebagai pihak yang melanggar kon-trak? Film ini lahir dari perjanjian yang dibuat dengan Bu Rachma. Di dalam perjanjian ditulis bahwa film ini diproduksi oleh para pihak, antara Bu Rachma dan Raam. Seharusnya kan, setelah digugurkan perjanji-annya, filmnya serta-merta juga gugur. Q OKTA WIGUNA MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Di dalam perjanjian ditulis bahwa film ini diproduksi oleh ‘para pihak’, antara Bu Rachma dan Raam.
  • 80.
    wisata BANDUNG, AdaApa Lagi? DULU, BANDUNG DIMINATI KARENA HAWANYA YANG SEJUK. KINI SUGUHAN KOTA PARAHYANGAN KIAN BERAGAM. MULAI DARI FASHION, KULINER, SEJARAH, HINGGA BERAGAM KARYA KREATIF LAINNYA ADA DI SINI. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 81.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 wisata ANDUNG, kota berjuluk PariKs van Java ini berada di ketinggian dan dikelilingi oleh pegunungan. Tak heran jika udaranya begitu sejuk. Namun pembangunan fisik mem-buat udara di Bandung kian menye-ngat, tak jauh beda dengan Jakarta. Tapi tetap, niat orang untuk berkunjung ke Kota Kembang ini tak surut. Sehingga saat liburan, ibu kota Jawa Barat ini padat oleh mobil berpelat B. Banyak tempat menarik yang wajib disinggahi di Bandung. Factory outlet yang banyak bertebaran di Kota Kembang ini adalah salah satunya. Namun buat Anda yang tak suka belanja, Trans Stu-dio Bandung bisa menjadi alternatif. Harga tiketnya memang lumayan mahal, yakni Rp 150 ribu (weekday) dan Rp 250 ribu (weekend). Tapi pengelola memberi-kan diskon hingga 20 persen bagi mereka yang bisa menunjukkan kartu mahasiswa atau kartu pelajar. Lumayan, kan? Pengelola juga sering mengadakan promo lewat daily deals. Jadi kalau ingin lebih murah, rajin-rajinlah browsing di internet. THINKSTOCK
  • 82.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 wisata Trans Studio menawarkan aneka permainan seru di 20 wahana yang ada. Saat akhir pekan, Trans Studio buka lebih awal dan tutup lebih malam, yakni mulai pukul 09.00 WIB s.d. 22.00 WIB. Tapi jika Anda ke sana saat liburan, sebaiknya datang pagi-pagi agar bisa puas menikmati seluruh wahana yang ada. Pasalnya saat liburan, pengunjung bisanya membludak. Satu lagi yang harus diingat, pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Jadi buang jauh niat untuk membawa rantang makanan ke sini. DETIKBANDUNG
  • 83.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 wisata DAGO PAKAR Kalau tak ingin terjebak di tengah sesaknya kota, Anda bisa melipir sedikit ke daerah Dago Pakar. Di sana, ada Taman Hutan Raya Djuanda. Kawasan konservasi seluas sekitar 600 hektare ini tak hanya menawarkan hawa sejuk, tetapi juga ketenangan. Dari pusat kota, Dago Pakar bisa dijangkau dengan mobil atau angkutan umum. Dalam waktu kurang dari setengah jam, Anda sudah bisa menikmati pepohonan hijau yang menyegarkan. Deretan pohon pinus yang banyak ditemui di Dago Pakar menjadi salah satu tempat favorit para pengun-jung. Bahkan tak sedikit yang menjadikan lokasi ini Tap untuk melihat foto IDA AYU ROSTINI
  • 84.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 wisata sebagai latar untuk foto prewedding. Romantis, sih! Anda juga bisa meluangkan waktu ke Gua Jepang dan Gua Belanda. Gua ini dijadikan tempat persembunyian tentara Je-pang saat menghadapi Sekutu pada 1940-an. Ingin lebih mengenal gua ini? Anda bisa menggunakan jasa pe-mandu yang banyak mangkal di pintu gua. Anda yang tak tertarik menelusuri gua, bisa jalan-jalan ke sejumlah air mancur (curug). Ada Curug Kidang, Curug Lalay, Curug Omas, dan Cu-rug Maribaya. Tapi jaraknya agak jauh, sekitar 6-7 km. Anda yang tak tertarik menelusuri gua, bisa jalan-jalan ke sejumlah air mancur (curug) Ada jasa ojek sih, tapi harga yang ditawarkan cukup mahal, yakni sekitar Rp 70 ribu. Jika Anda mengajak si kecil, penangkaran rusa yang terletak sekitar 2 km dari Gua Belanda bisa menjadi pilihan. Selain melihat rusa, si kecil juga bisa bermain di arena bermain, mengikuti outbound atau bersantai di saung-saung yang ada. Tujuan lain yang tak kalah menarik adalah Taman Kupu-kupu Cihanjuang. Letaknya lumayan jauh dari kota Bandung, tepatnya di Cihanjuang, Cimahi, Ban-dung Barat. Tempat ini biasanya ramai dikunjungi anak-anak saat liburan sekolah. Anak-anak akan senang menyaksikan ratusan serangga menawan itu terbang ke sana-kemari. Jika beruntung, si kecil bisa melihat proses meta-morfosis kepompong menjadi kupu-kupu cantik. Ka-lau tidak, dia tetap bisa belajar dari dinding informasi. Tiket masuk ke Taman Kupu-kupu dipatok Rp 20 ribu. Uniknya pengunjung tidak akan mendapatkan tiket, sebagai gantinya justru mendapatkan pin bergambar kupu-kupu sebagai tanda masuk.
  • 85.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 wisata KULINER Kuliner di Kota Kembang? Seabrek-abrek, sampai-sampai para wisatawan bingung memilihnya. Hampir setiap saat dibuka tempat makan baru di Bandung. Tapi ada beberapa yang selalu menjadi tujuan me-reka yang berkunjung ke Bandung. Salah satunya Soerabi Imoet. Pemilik warung soerabi di Jalan Setiabudi ini berha-sil melakukan inovasi. Soerabi-nya tak lagi hanya satu rasa, tapi tersedia dalam aneka rasa. Mau yang asin atau manis? Atau kombinasi topping yang menggugah selera? Semua tersedia. Ukur-annya sangat imut, jadi tak perlu malu jika melahap empat hingga lima potong dalam sekali kedatangan. Apalagi harganya juga tidak mahal, mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 15 ribu. Lebih nikmat jika disantap di malam hari bersama minuman hangat. Makanan legendaris lainnya adalah soto Ban-dung. Soto ini berkuah bening dengan campuran lobak dan aneka sayuran. Ingin mencoba? Yang paling terkenal adalah Soto Ojolali di Jalan Cibadak. Anda juga bisa mencoba soto Bandung di Bandung Trade Center, Kopo Squa-re, dan Metro Trade Center. Harganya Rp 16 ribu per mangkok. Yum! Makanan yang juga sayang dilewatkan adalah Kupat Tahu Gempol yang sudah eksis sejak 1975. Harga per porsi hanya Rp 10 ribu, tapi untuk menikmatinya per-lu perjuangan. Anda harus bersaing dengan banyak orang yang ingin mencicipi kupat tahu legendaris, yang dijual di tengah pasar yang ramai ini. Tapi begitu suapan pertama masuk ke mulut Anda, dijamin rasa capek antre akan segera terbayarkan. Duh, jadi pingin buru-buru ke Bandung nih! Q IDA AYU ROSTINI, KEN YUNITA | ESTI UTAMI THINKSTOCK
  • 86.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kuliner SenSaSi Makan di kapal SelaM TAK BANYAK ORANG PUNYA KESEMPATAN NAIK KAPAL SELAM. TAPI, KALAU SEKADAR MERASAKAN SENSASINYA, BISA KOK. TAK PERLU BAYAR MAHAL PULA, CUKUP KE OCEANIC DI KELAPA GADING. FOTO-FOTO: DETIKFOTO/RENGGA SANCAYA
  • 87.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kuliner MASUK tempat ini, Anda akan langsung berasa di dunia lain. Anda akan berasa seperti berada di kapal selam. Ooo… tapi tunggu dulu, ini bukan kapal selam betulan, lo. Ini ha-nyalah restoran yang interiornya ditata sedemikian rupa sehing-ga mirip kapal selam. Namanya Oceanic Western Asian Food Restaurant. Seperti halnya kapal selam, restoran di kawasan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini tidak terlalu besar. Bentuknya memanjang seperti kapsul.
  • 88.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kuliner Pencahayaan di restoran mungil ini luar biasa terang jika dibanding-kan dengan resto-resto atau toko-toko di kanan-kirinya. Di malam hari, Oceanic didominasi warna biru yang hadir lewat sejumlah lampu dan ornamen yang ada. Di kanan-kiri tembok, berjejer cermin-cermin bulat. Sekilas mirip jendela di kapal selam. Suasana laut terasa hingga di tempat duduk. Meja makan dengan ketebalan 30 sentimeter di restoran ini ternyata juga merangkap sebagai akuarium air laut. Ikan-ikan laut kecil, seperti ikan buntal, udang laut, dan scorpion, wira-wiri di meja kaca ini. Jadi, sembari menunggu makanan datang, Anda bisa menikmati akuarium ini. Untuk menegaskan suasana laut, para pramusaji di Oceanic juga berpakaian seperti kelasi, yang berwarna putih dominan dan biru tua lengkap dengan topinya. Lucu! “Konsep seperti ini belum ada di Jakarta, jadi owner-nya memang pingin bikin konsep yang beda,” kata Yayan, manajer resto. Katanya, sang pemilik, William Samuel, terinspirasi membuat restoran ini saat berlibur ke Maldives. Eh, namun rencana William baru terwujud pada Februari lalu.
  • 89.
    kuliner MENU MESKImemilih nama Oceanic, restoran ini tak melulu menjual seafood. Dalam daftar menun-ya ada chicken cordon bleu, ten-derloin steak, fettucini, chicken steak, dan banyak lagi menu ala Western lainnya. Untuk penyuka makanan Asia ada kwetiau, mie goreng Penang, nasi capcay atau Japanese chicken katsu. Sup kepala ikan MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 90.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 kuliner Tapi menu andalan Oceanic adalah chicken parmigiana, sup kepala ikan salmon, dan mi lobster. Majalah detik pun mencoba tiga menu andalan ini. Menu pertama yang tiba di meja makan adalah sup kepala ikan, yang disajikan dalam mangkuk aluminium kecil. Kami menemukan satu kepala ikan salmon cukup besar dalam kuah berwarna cokelat kemerahan. Rasanya asam-asam agak manis. Meski cocok disantap bersama nasi putih, kami memutuskan menggadonya saat masih panas. Harganya Rp 38 ribu, tak terlalu mahal untuk menu dari salmon. Chicken parmigiana menyusul kemudian, berwujud daging ayam tanpa tulang dibalur tepung dan digoreng. Disajikan bersama wortel rebus dan pasta fettucini. Taburan keju menjadi sentuhan akhir menu ini. Lezat dan mengenyangkan. Kalau ingin mencicipi makanan lain, sebaiknya pesan menu ini untuk berdua. Harganya Rp 40 ribu. Menu terakhir, mie baby lobster, tampak sangat menggiurkan dengan asap yang masih mengepul. Chicken parmigiana Mie baby lobster
  • 91.
    MAJALAH DETIK 2- 8 SEPTEMBER 2013 kuliner MAJALAH MDEATJIAKL A 3H0 DSEETPITKE M9B - E1R5 - S6E POTKETMOBER Sekilas, tampilannya mirip mi ayam. Yang membedakan adalah baby lobster yang ditambahkan di salah satu sisinya. Harganya Rp 38 ribu. Jika ingin lobster yang lebih besar, Anda bisa memesan mi lobster, harganya lebih mahal, yakni Rp 85 ribu. Dijamin lebih puas. Daftar minuman di Oceanic tak kalah panjang dibanding makanannya. Ada special strawberry ice tea, lychee ice tea, Italian fruit soda, dan masih banyak lainnya. Harganya dari Rp 12 ribu hingga Rp 20 ribu. Majalah detik memesan strawberry ice tea (Rp 12 ribu) dan Italian fruit soda (Rp 18 ribu). Potongan buah yang dicampurkan membuat minuman ini terasa menyegarkan, walau tak bisa dibilang istimewa. Sebelum pulang, Anda bisa memesan es krim dan pancake sebagai pencuci mulut. Tak mahal kok, hanya Rp 7.000 hingga Rp 15 ribu untuk melengkapi sensasi makan di kapal selam ini. KEN YUNITA | ESTI UTAMI Strawberry ice tea Italian fruit soda
  • 92.
    FOTO - FOTO:DIKHY SASRA HASAN ALHABSHY | DETIKFOTO | M RISYAL HIDAYAT | ANTARA EVAN DIMAS Jebrreeet, Indonesia Menang BONDAN VANIA LARISSA WINARNO Multi-talenta Berani Lebay MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 93.
    PEOPLE MULTITALENTA VANIALARISSA MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 SUARA emas Vania Larissa be-nar- benar membuat juri Miss World 2013 terpesona. Tak mengherankan jika dara 17 ta-hun itu dipilih sebagai pemenang Talent Show di kontes yang berlangsung di Bali tersebut. Menyanyi memang bukan barang baru untuk Vania. Sejak kecil, perempuan yang memutuskan cuti dari kuliahnya di Amerika Serikat itu memang punya hobi menyanyi. Aliran lagu yang dipilih pun tak biasa: seriosa, yang mungkin tak banyak di-sukai anak muda sepertinya. Bakatnya itu jugalah yang akhirnya mengantar dia menjadi juara ajang Indonesia Mencari Bakat 2010. Talenta Vania yang tak biasa itu juga membuatnya banyak menuai pujian di kontes Miss World 2013. “Penampilan wakil Indonesia ini sa-ngat mengagumkan,” tulis situs resmi Miss World 2013. Pujian juga dilontarkan oleh rekannya sesama peserta Miss World 2013, Miss Philippines, Megan Lynne Young. Dia menyebut Vania sangat menakjubkan. Megan mengaku sering melihat pe-nampilan Vania lewat YouTube. “Tak sa-lah juri memilihnya sebagai pemenang,” ujarnya takjub. Tak cuma jago menyanyi, Vania juga mahir memainkan tuts-tuts piano. Hmm, sudah cantik, pintar, jago menya-nyi pula. Benar-benar lengkap! Q NYOMAN BUDHIANA | ANTARA
  • 94.
    people BONDAN WINARNO MAKNYUS” dan “top markotop” adalah kata yang sering diguna-kan GESER MEMBACA ARTIKEL MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Tap untuk kembali ke Indeks People Bondan Winarno untuk meng gambarkan kelezatan kuliner Nusantara. Istilah ini populer hampir sepuluh tahun terakhir, lewat acara kuliner di Trans TV yang dia pandu. Namun Bondan belum lelah menularkan kecintaannya pada kuliner Nusantara. Kepada para follower-nya, pria yang selalu mencicipi makanan tradisional di tempat yang dikunjungi ini menularkan kebiasaan mencatat makanan yang disantap lengkap dengan lokasinya. “Lalu mempublikasi-kannya lewat berbagai media. Kalau perlu, harus lebay,” ujarnya di sela pe-luncuran buku Seratus Maknyus Bondan Winarno akhir pekan lalu di Jakarta. Buku itu merupakan catatan perjalanan Bondan ke hampir seluruh wilayah Nusantara selama 30 tahun. Meski mengakui banyak makanan tradisional yang makin sulit ditemukan, penikmat makanan yang sudah berkeliling du-nia ini tak khawatir makanan tradisional akan tergusur oleh makanan asing. “Kuliner Nusantara itu lezatnya dangerous, banyak chef terkenal menyebut kuliner Nusantara sebagai haute cuisine, karena tak mudah memasaknya,” dia menegaskan. Keyakinan Bondan kian bulat dengan melihat perkembangan selama sepuluh tahun terakhir. “Hampir semua stasiun televisi memiliki acara kuliner yang sebagian besar mengangkat kekayaan pangan Nusantara. Ini telah melahirkan lidah yang makin cerdas,” ujarnya. Q ESTI UTAMI Agung Pambudhy /detikfoto
  • 95.
    people EVAN DIMAS JEBRREET, INDONESIA MENANG MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT GELAR PRIBADI ITU TAK PENTING!!! YANG TERPENTING INDONESIA MENANG!!!” Itulah status yang ditulis Evan Dimas, kapten timnas U-19, dalam akun Facebook-nya beberapa jam setelah tim Garuda Muda berhasil menjuarai Piala AFF 2013. Evan memang gagal menjaringkan bola ke gawang Vietnam saat adu penalti. Tendangannya masih bisa ditepis kiper Vietnam, Le Van Truong. Namun kega-galan itu termaafkan oleh catatan yang dia torehkan di sepanjang kompetisi. Evan menjadi bagian penting dari tim asuhan Indra Sjafri yang baru berumur dua tahun tersebut. Pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995, ini sukses menja-lankan tugas sebagai komandan lapangan sekaligus menyuntikkan semangat hingga Garuda Muda meraih prestasi tertinggi. Hingga gelaran itu berakhir pada Minggu, 22 September, malam, gelandang yang kini bergabung dengan Persebaya 1927 ini berhasil mengemas lima gol. Namun hal itu tak membuat pemain yang pernah merasakan langsung gemblengan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola, ini menjadi besar kepala. Bagi dia, semua itu merupakan kerja tim. Kini, gelaran yang lebih besar, yakni kualifikasi Piala AFC U-19, menunggu Evan dan kawan-kawan. Semo-ga Garuda Muda kembali terbang tinggi. Jebrreeet!Q MOHAMMAD RESHA PRATAMA | ESTI UTAMI
  • 96.
    ADA APA DENGANSI JANDA PUTIH MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 internasional BEBERAPA SAKSI MATA MELIHAT SEORANG PEREMPUAN DI ANTARA PARA TERORIS YANG MENYERBU MAL WESTGATE DI NAIROBI, KENYA, PEKAN LALU. BENARKAH DIA SAMANTHA LEWTHWAITE ALIAS WHITE WIDOW? FOTO: MIRROR
  • 97.
    PADA suatu pagi,7 Juli 2005, Germaine Maurice Lind say meninggalkan apartemennya di Aylesbury, Bucking hamshire. Sebelum beranjak keluar dari apartemennya, Germaine, 19 tahun, masih sempat mencium anaknya yang baru berumur delapan bulan, Abdullah. Itulah ciuman perpisahan Germaine alias Abdullah Shaheed Jamal. “Aku pikir dia seharian ada di mas-jid,” kata Samantha Louise Lewthwaite, istrinya, kala itu. Tapi rupanya Germaine hari itu tak pergi ke masjid seperti biasanya. Bersama tiga kawannya—Shehzad Tanweer, Mohammad Sidique Khan, Habib Hussain— dia malah menebar maut di London. Pada pukul 07.21 waktu London, mereka berempat tertangkap kamera CCTV me-masuki Stasiun Luton. Satu setengah jam kemudian, tiga dentuman besar menggun-cang tiga jalur kereta bawah tanah yang padat penumpang. Satu jam berikutnya, sebuah bus tingkat yang melayani ja-lur Marble Arch dan Hackney Wick meledak dan hancur berkeping-keping. Hari itu, 56 orang tewas seketika—52 orang korban serta empat sekawan Germaine, Shehzad, Sidique, dan Habib, yang meledakkan bom di punggungnya. “Aku melihat gambar-gambar di televisi.... Aku mena-ngis melihat orang-orang kebingungan mencari ang-gota keluarganya,” Samantha Lewthwaite, yang saat itu tengah hamil anak kedua, mengomentari peristiwa maut tersebut. “Saat itu aku benar-benar tak tahu bahwa aku terkait dengan gambar-gambar yang aku saksikan di televisi.” Samantha alias Sherafiyah, ketika itu 21 tahun, tak MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 “Bagaimana mereka mengubah dan meracuni pikiran suamiku sungguh mengerikan.”
  • 98.
    Penyergapan teroris diMal Westgate Shopping, Kenya. FOTO: REUTERS paham apa yang mengubah suaminya. Dia menduga, suaminya bertemu dengan kelompok Islam radikal di salah satu masjid di London. “Bagaimana mereka mengubah dan meracuni pikiran suamiku sungguh mengerikan,” Samantha tak habis pikir. “Dia seorang yang innocent, naif, dan sederhana.” Sama seperti Sa-mantha alias Sherafiyah, saat itu. Samantha bertemu dengan Germaine, warga Ing-gris keturunan Jamaika, pada 2002 di sebuah kampus di Luton. Kala itu, Samantha merupakan mahasiswa baru di School of Oriental and African Studies, Uni-versitas London. Keduanya sama-sama belum lama memeluk Islam. Beberapa bulan kemudian mereka menikah, tapi tak pernah mendaftarkannya di kantor catatan sipil. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 99.
    Setelah pengeboman dikereta itu, selama beberapa bulan Samantha berada dalam perlindungan polisi. Kabar soal ibu dua anak itu perlahan menghilang dari media hingga, pada Agustus 2009, media mengabar-kan dia melahirkan anak ketiganya. Tak ada nama sang ayah dalam akta kelahiran bayi itu. Menurut se-orang kerabatnya kepada Telegraph, ayahnya seorang muslim keturunan Maroko. “Aku pikir dia menjadi istri kedua laki-laki itu,” kata sang kerabat. Entah apa yang terjadi dengan isi kepala Saman-tha, dari seorang gadis lugu, beberapa tahun kemu-dian dia berubah menjadi “White Widow”. Pada awal Maret 2012, dia diburu oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA), Scotland Yard, pasuk-an khusus Inggris, SAS, bersama kepolisian Kenya, setelah di rumah yang dia sewa di Mombasa, Kenya, ditemukan setumpuk amunisi se-napan AK-47 dan hidrogen peroksi-da. Itu adalah bahan serupa yang dipakai oleh Germaine dan kawan-kawannya untuk meledakkan kereta bawah tanah London. Rumah itu disewa oleh Marco Costa, yang memegang paspor Mo-zambik. Kemungkinan besar Marco “karena itu, buat keputusan sekarang, tarik tentaramu dari Islamic Wilaayat.” Costa merupakan samaran dari Habib Saleh Ghani, suami kedua Samantha. Sebenarnya polisi sempat menangkap Samantha, tapi dia, yang mengaku berna-ma Natalie Faye Webb, dilepaskan. Belakangan, polisi baru tahu bahwa paspor Afrika Selatan milik Natalie palsu. Namun, ketika mereka kembali ke rumah itu, Samantha dan ketiga anaknya yang masih kecil sudah menghilang. Seorang tetangga menggambarkan “Na-talie” sangat tertutup dan melarang anak-anaknya MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pergi ke sekolah.
  • 100.
    “Kami menduga dia bekerja sama dengan Al-Qaidah atau Al-Sha-baab,” kata Alfred Mutua, juru bicara kepolisian Kenya, saat itu. Tugas Natalie alias Samantha, menurut Alfred, adalah mengumpulkan dana, mengatur transportasi, dan menyediakan sen-jata. Samantha diduga merupakan bagian dari sel teroris yang terlibat dalam pengeboman sebuah bar di Mombasa beberapa bulan setelah penyergapan itu. Beberapa bulan menghilang, Samantha muncul di Twitter pertengahan tahun lalu. Lewat puisi Maybe Jannah Tomorrow (Mungkin Surga Besok), dia meren-canakan “masa depannya”. These black clouds over Kenya Keeping swirling around over me It’s a waste of time And I’d rather be receiving my syuhada Think I’ll get ready, And buy a vest …. And I’m breathing Jihad I wanna syuhada now It’s my time So maybe tomorrow it will be Jannah Seperti para “Black Widow”, janda para gerilya wan Chechnya, yang siap mati dengan bom bunuh diri, Samantha alias White Widow siap “membeli rompi” dan menjadi “syuhada”. Dia berencana mengikuti jejak almarhum suaminya. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Paspor palsu Natalie Faye Webb yang diduga dipakai Samantha Lewthwaite masuk ke Kenya. FOTO: WIKIPEDIA
  • 101.
    OOO Pada Sabtutengah hari dua pekan lalu, segerombol-an teroris menyerbu Mal Westgate di Nairobi, Kenya. Dengan membabi buta, gerombolan ini menghujani pengunjung mal mewah itu dengan tembakan. Sela-ma beberapa hari, gerombolan ini menguasai mal, menyandera dan membunuh puluhan orang. Sampai Rabu pekan lalu, 72 orang tewas, di antaranya 61 korban sipil, 6 petugas keamanan, dan lima teroris. Di antara para korban itu, 18 orang merupakan warga negara asing. Harakat al-Shabaab al-Mujahideen, sel Al- Qaidah yang tumbuh besar di Somalia, meng-klaim berada di balik pe-nyerbuan itu. Pemimpin Al-Shabaab, Mukhtar Abu Zubayr, lewat pida-tonya yang diunggah di Internet, menyebutkan serbuan ke Mal West gate itu sebagai “Badar of Nairobi”, merujuk pada Perang Badar pada zaman Nabi Muhammad SAW. Menurut Abu Zubayr, serangan itu merupakan hu-kuman bagi penguasa Kenya yang telah “menginvasi” Somalia—dia menyebutnya Islamic Wilaayat. “Kalian telah memasuki perang yang bukan perang kalian,” kata Abu Zubayr beberapa hari lalu. “Karena itu, buat keputusan sekarang, tarik tentaramu dari Islamic Wi-laayat. Jika tidak, bersiaplah menghadapi darah yang bakal kembali tumpah di negerimu.” Amina Mohammed, Menteri Luar Negeri Kenya, me- MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Catatan milik White Widow. FOTO: DAILY MAIL
  • 102.
    ngatakan, dari informasiyang dia peroleh, ada seorang perempuan Inggris dan tiga laki-laki dari Amerika Se-rikat yang terlibat dalam serangan teroris itu. Namun Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May belum bisa memastikan apakah benar ada perempuan Ing-gris yang terlibat. “Sampai investigasinya tuntas, kami tak mungkin berkomentar ba-nyak,” katanya. Beberapa saksi mata yang selamat dari penyerbuan itu mengklaim melihat se-orang perempuan kulit putih berbahasa Inggris menjadi salah satu pemimpin serang-an. Menurut seorang saksi, perempuan itu memberikan perintah dalam bahasa Ing-gris yang kemudian diterje-mahkan ke bahasa Swahili. “Dari suaranya, terang dia seorang perempuan.... Dia tak memegang senapan, tapi setiap kali dia memberi perintah, gerombolan itu mulai mengamuk,” kata se-orang MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 saksi lain. Kabar itu memunculkan spekulasi bahwa Samantha Lewthwaite alias sang Janda Putih ada dalam gerom-bolan teroris itu. Kabar yang sulit dipercaya orang-orang yang mengenal Samantha dan keluarganya di Aylesbury. “Dia gadis Inggris rata-rata dan sangat baik. Dia akan melakukan apa saja untuk membantu orang lain. Dan dia agak kurang percaya diri,” kata Raj Khan, anggota Dewan Kota Aylesbury, yang kenal baik Samantha dan almarhum suaminya. “Karena itu, aku benar-benar heran jika dia menjadi seorang pemimpin organisasi teroris internasional.” Q SAPTO PRADITYO I GUARDIAN I TELEGRAPH I MIRROR Samantha Lewthwaite (tengah) di antara teman sekolahnya. FOTO: MIRROR
  • 103.
    internasional B ER E B U T N A M A ‘ALLAH’ SUDAH BELASAN TAHUN PEMERINTAH MALAYSIA BERSELISIH DENGAN MEDIA MILIK ORGANISASI KRISTEN SOAL PEMAKAIAN ISTILAH “ALLAH”. DIPUTUSKAN PENGADILAN BANDING BULAN DEPAN. REUTERS/BAZUKI MUHAMMAD MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 104.
    SETIAP Senin, PastorLawrence Andrew punya tugas rutin sebelum majalah mingguan yang dia kelola, Catholic Herald, naik cetak. Selain memeriksa ejaan dan tata bahasa, sejak empat tahun lalu dia punya tugas tambahan, yakni memastikan semua kata Allah harus dibubuhi tanda kutip. Tugas itu tampaknya sepele saja. Tapi, jika dia sam-pai melewatkannya, urusannya bisa gawat. Izin terbit majalah berbahasa Cina, Melayu, Tamil, dan Inggris itu bisa melayang. “Situasi ini sudah mirip urusan mati dan hidup,” kata Pastor Lawrence dua pekan lalu. Urusan tanda kutip ini merupakan buah “pertarungan” panjang antara Pastor Lawrence, yang disokong Ge-reja Katolik, dan pemerintah Malaysia sejak belasan tahun lalu. Lewat sidang kabinet pada Oktober dan November 2006, pemerintahan Perdana Men-teri Abdullah Ahmad Badawi memutuskan bahwa kata “Allah” hanya boleh digunakan oleh mereka yang beragama Islam. “Salah satu pertim-bangannya, karena sudah sangat lama istilah Allah dipakai kaum muslim untuk menyebut Tuhan,” kata Datuk Abdullah Mohammad Zin, menteri di kantor Perdana Menteri Malaysia, kala itu. Namun, jauh sebelum sidang kabinet itu, urusan istilah ini sebenarnya sudah jadi silang selisih antara pemerintah Malaysia dan media-media nonmuslim. Pada 1986, Kementerian Dalam Negeri melayangkan surat edaran kepada semua penerbit media milik or-ganisasi Kristen yang memuat pelarangan pemakaian kata Allah. Pemerintah Malaysia berdalih, pemakaian istilah Allah oleh kalangan nonmuslim akan membi- MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 “Situasi ini sudah mirip urusan mati dan hidup.”
  • 105.
    ngungkan pemeluk Islam.Selain istilah Allah, pe-merintah Malaysia melarang kata “solat”, “Kaabah”, dan “Baitullah” dalam semua publikasi milik media nonmuslim. Surat peringatan pertama dari Kementerian Ke-amanan Dalam Negeri Malaysia kepada Pastor Lawrence supaya mengganti istilah Allah dengan “Tuhan” atau “God” dikirimkan pada 1998. Hingga 2007, sudah enam surat peringatan dilayangkan kepa-da Pastor Lawrence. Jika sang pastor tak patuh, izin terbit majalahnya jadi taruhan. Tapi peringatan itu rupanya tak membikin ciut nyali Pastor Lawrence. Dia menilai larangan itu tak bisa di-terima. “Konstitusi mengatakan Melayu adalah bahasa nasional. Jadi mengapa kami tak boleh menggunakan bahasa nasional?” katanya. Menurut Pastor Lawrence, lebih dari separuh pastor MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Para pendemo menggelar banner di luar Pengadilan Malaysia di Putrajaya, Kuala Lumpur, 22 Agustus lalu. REUTERS/BAZUKI MUHAMMAD
  • 106.
    di Malaysia merupakanorang Melayu alias bumipute-ra. Sekitar 10 persen warga Malaysia memeluk agama Katolik atau ketiga terbesar, setelah Islam dan Bud-dha. Tak mau menyerah begitu saja, Pastor Lawrence melayangkan gugatan atas keputusan pemerintah itu ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada Desember 2008. Pada pertengahan Februari 2009, sikap pemerintah Malaysia sempat melunak dengan memperkenankan Catholic Herald memakai istilah Allah sepanjang me-reka mencantumkan kalimat “only for Christians” di halaman majalah itu. Tapi kebijakan itu hanya berumur sangat singkat. Pemerintah Malaysia memutuskan menganulir peraturan itu sebulan kemudian. Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar mengatakan kebijakan yang memperkenankan media nonmuslim memakai istilah Allah itu merupakan sebuah kesa-lahan. Menjelang tahun baru 2010, ma-jelis hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur membuat kejutan dengan mengabulkan gugatan majalah He-rald. Hakim Lau Bee Lan berpenda-pat pelarangan penggunaan istilah Allah oleh media nonmuslim bertentangan dengan konstitusi Malaysia. “Ini sebuah tonggak besar... fair dan adil,” kata Pastor Lawrence ketika itu. Tapi putusan pengadilan itu membuat “panas” Ma-laysia. Lewat Facebook, beberapa kelompok Islam menggalang protes. Salah satu penanda tangan petisi di Facebook ini adalah Mukhriz Mahathir, putra man-tan orang nomor satu di Malaysia, Mahathir Mohamad. “Mengapa umat Kristen mengklaim nama Allah?” ta-nya Rahim Ismail, seorang pengusaha Malaysia. ”Aku MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 “Inilah contoh kebijakan bodoh yang dibuat dengan sembrono.”
  • 107.
    tak paham mengapamereka hendak mengklaim Allah sebagai tuhan mereka.” Walaupun tak sedikit umat Islam Malaysia yang mendukung putusan pengadilan, termasuk saudara kandung Mukhriz sendiri, Marina Mahathir, kabar itu bukan cuma membuat panas di Facebook. Beberapa hari setelah terbit putusan itu, beberapa gereja di Ma-laysia dibom dan dibakar. OOO Sekian lama tersimpan di bawah laci, cerita lama soal perebutan hak atas kata “Allah” ini kembali panas. Pengadilan Banding Malaysia melo-loskan gugatan banding pemerintah Malaysia atas putusan Pengadilan Tinggi pada akhir Agustus lalu. Tiga anggota panel Pengadilan Banding menolak keberatan yang diajukan oleh Keuskupan Gereja Katolik Ro-mawi Kuala Lumpur. Sidang banding pertama digelar pada 10 September lalu. Putusan atas banding itu mungkin baru akan dibacakan bulan depan. “Kami tak akan butuh waktu lama. Kami pa-ham betapa sensitifnya masalah ini,” kata Datuk Seri Apandi Ali, ketua majelis hakim, pekan lalu. Suzana Atan, pengacara yang mewakili pemerintah Malaysia dan sejumlah lembaga otoritas Islam dalam gugatan banding, tetap menyodorkan alasan bahwa pemakaian sebutan “Allah” bagi nonmuslim akan membingungkan pemeluk agama Islam. “Allah itu melambangkan keesaan, tak bisa menjadi bagian dari doktrin trinitas dalam agama Katolik,” kata Suzana. Beberapa hari sebelum sidang banding perdana, otoritas Islam di negeri jiran itu, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), mengunggah khotbah Jumat MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Seorang muslim membaca Al-Quran FURLONG/GETTY IMAGES
  • 108.
    di situsnya. “Ingatlah,kalimah Allah merupakan lafaz suci yang perlu dijaga dan berkait dengan akidah.... Sikap membenarkan sesiapa sahaja menggunakan kalimah tersebut semata-mata untuk menunjukkan bahawa Is-lam meraikan agama lain hanya akan mendatangkan mudharat yang lebih besar kepada agama dan umat Islam,” Jakim menulis. “Perkataan Allah, solat, tauhid, Rasul, Kaabah, Haji merupakan hak orang Islam yang tidak boleh dicerobohi oleh mana mana pihak.” Khalid Samad, politikus dari Partai Islam Se-Ma-laysia (PAS), tak sependapat. “Banyak bukti bahwa pemeluk agama selain Islam pada zaman Rasulullah SAW menggunakan kata Allah untuk merujuk pada tuhan pencipta alam,” kata Samad kepada majalah detik. “Ini merupakan satu perkara yang saya rasa terang dan jelas, hanya atas sebab politik, maka digunakan sebagai bahan politik untuk meng-inginkan orang Melayu, dan meng-asingkan orang yang bukan Melayu dan bukan beragama Islam.” Cara pemerintah Malaysia mena-ngani sengkarut istilah “Allah” ini juga dikritik Datuk Zaid Ibrahim, mantan menteri di kantor Perdana Menteri Malaysia. Menurut dia, jalan tengah masalah ini mes-tinya dicapai lewat jalan politik, bukan jalur hukum. “Inilah contoh kebijakan bodoh yang dibuat dengan sembrono,” kata Datuk Zaid. “Jika pengadilan memu-tuskan ‘Allah hanya untuk kaum muslim’, bagaimana menegakkannya supaya tak dipakai oleh penganut agama Kristen?” Urusan ini sepertinya masih bakal berlarut-larut. Q MONIQUE SHINTAMI, SAPTO PRADITYO | THE STAR | AL-JAZEERA | MALAYMAILONLINE MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 “Perkataan Allah, solat, tauhid, Rasul, Kaabah, Haji merupakan hak orang Islam yang tidak boleh dicerobohi oleh mana mana pihak.”
  • 109.
    Nama ‘allah’ punyasiapa? MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 1986 Surat edaran Kementerian Dalam Negeri Malaysia soal larangan istilah Allah, Kaabah, Baitullah, dan Solat di media nonmuslim. 1988 Negara Bagian Selangor melarang penggunaan 25 kata di media non-muslim, antara lain mubaligh, nabi, 1998 wahyu, dan firman Allah. Surat peringatan pertama dari Kementerian Dalam Negeri untuk Catholic Herald 2007 Surat peringatan keenam kepada Catholic Herald 2008 Gugatan Catholic Herald ke pengadilan. Desember 2009 Pengadilan Tinggi memenangkan Januari 2010 gugatan Herald. Kerusuhan akibat putusan itu April 2011 10 solusi dari pemerintah Agustus 2013 Malaysia Pengadilan Banding Malaysia meloloskan gugatan banding pemerintah Malaysia dan beberapa lembaga Islam.
  • 110.
    SAINS KIAMAT PURBA GUNUNG TOBA LETUSAN GUNUNG TOBA PADA 74 RIBU TAHUN SILAM MERUPAKAN LETUSAN GUNUNG PALING DAHSYAT DALAM 2 JUTA TAHUN TERAKHIR. BENARKAH NYARIS MEMUNAHKAN MANUSIA? MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 4“Naiknya” Pulau Samosir dan blok Uluan. 3Puncak Gunung Toba runtuh dan melahirkan kaldera raksasa. 2Terbentuk ring fracture. 1Gunung Toba meletus sekitar 74 ribu tahun silam, menyemburkan material lebih dari 2.800 kilometer kubik.
  • 111.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 SAINS The bright sun was extinguish'd, and the stars Did wander darkling in the eternal space, Rayless, and pathless, and the icy earth Swung blind and blackening in the moonless air; DMorn came and went—and came, and brought no day ARKNESS, puisi itu dibuat Lord Gordon Byron, pada Juli 1816, di Jenewa, Swiss. Setahun setelah Gunung Tambora meletus, menyemburkan 50 kilometer kubik abu ke atmosfer, Jenewa, menurut Lord Byron, masih diselimuti gelap sepanjang hari. “Lilin dinyalakan seakan-akan tengah malam,” Lord Byron menuturkan. Pada 5 April 1815, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mulai menyemburkan lava panas. Tak berapa lama, dentuman kencang bertubi-tubi terdengar hingga jauh. Konon, suara dentuman itu terdengar hingga ke Makassar dan Batavia yang berjarak ratusan kilometer. Ditaksir, letusan Gunung Tambora dua abad silam itu mencapai skala 7 indeks ekplosivitas vulkanik (VEI) dan energinya empat kali lipat dari letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda pada 1883. Efeknya sungguh dahsyat. “Di Genetic bottleneck yang bertahan hanya satu generasi tak akan meninggalkan jejak signifikan. sepanjang jalan masih ada beberapa jenazah... Desa-desa rata dengan tanah, dan penduduk yang tersisa bertebaran mencari makan,” Letnan Phillips, melaporkan. Dia ditugaskan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, penguasa di Batavia, untuk memeriksa letusan Gunung Tambora. Debu tebal yang menutup atmosfer membuat selama setahun nyaris tak ada musim panas di Eropa dan belahan bumi utara. Suhu bumi tahun itu rata-rata turun 0,4-0,7 derajat Celsius. Di mana-mana makanan langka karena tanaman rusak tertimbun debu. Tahun
  • 112.
    itu adalah sebuahkiamat kecil. Beribu-ribu tahun lalu, jauh sebelum Tambora mengamuk, letusan satu gunung di Sumatera Utara membuat bumi seperti “kiamat” selama bertahun-tahun. Konon, gara-gara letusan itu, selama sepuluh tahun bumi mengalami musim dingin, dan selama beberapa abad, temperatur atmosfer bumi mendingin. Itulah letusan gunung paling dahsyat dalam dua juta tahun terakhir. Akibatnya, menurut hipotesis Stanley H. Ambrose, profesor antropologi di Universitas Illinois, Urbana-Champaign, pertumbuhan populasi manusia melambat (population bottleneck). Bahkan ada kemungkinan populasi manusia kala itu berkurang signifikan. Seberapa hebat letusan Gunung Toba ini? Benarkah pengaruhnya sedemikian besar? ,,, SAINS MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 DETIKFOTO/ DIKHY SASRA
  • 113.
    SAINS Craig A.Chesner, profesor geologi di Universitas Eastern Illinois, menghitung saat Gunung Toba meletus pada sekitar 74.000 tahun silam, menyemburkan material dengan volume 2.800 kilometer kubik. Cukup untuk mengubur seluruh kota Jakarta sedalam ratusan meter. Jumlah material yang disemburkan Gunung Toba hampir dua puluh kali lipat kala Gunung Tambora mengamuk dua abad silam dan hampir 250 kali dari yang dimuntahkan Gunung Krakatau di akhir abad ke-19. Ditaksir, letusan Gunung Toba 740 abad silam itu mencapai skala 8 indeks ekplosivitas vulkanik (VEI) dengan kekuatan lebih dari 8 skala magnitude, merusak wilayah seluas 20.000 kilometer persegi. Gas sulfur dan debu yang disemburkan ke lapisan stratosfer, menghalangi matahari, dan membuat suhu permukaan bumi anjlok rata-rata 3-5 derajat Celsius. Debu itu terbang hingga ke Afrika, Semenanjung Arab hingga ke utara Laut Cina Selatan. Letusan inilah yang melahirkan Bagi sistem mitigasi bencana tidak ada perlunya karena, toh Danau Toba bukan merupakan gunung api aktif yang berpotensi menimbulkan bencana. danau vulkanik terbesar di dunia, yakni Danau Toba. Menurut Stanley Ambrose, selama enam tahun berturut-turut, tak ada musim panas di sebagian besar wilayah dunia. Disusul kemudian, terjadi proses glasialisasi yang melahirkan zaman es selama 1.000 tahun. Sejumlah penelitian penelusuran perkembangan DNA manusia juga membuktikan terjadi genetic bottleneck sekitar tahun meletusnya Gunung Toba. “Genetic bottleneck yang bertahan hanya satu generasi tak akan meninggalkan jejak signifikan,” kata Ambrose, beberapa tahun lalu, mengutip penelitian lain. “Karena itu, enam tahun musim dingin mungkin telah menyebabkan anjloknya populasi manusia.” MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 114.
    Penyokong teori bottleneckini tak sedikit, tapi tak sedikit pula yang meragukannya. Di antara yang menyangsikan hipotesis Ambrose adalah F.J. Gathorne-Hardy, peneliti di Museum Natural History, London, dan W.E.H. Harcourt Smith, paleontolog dari Museum American Museum of Natural History, New York. Dengan meminjam data kerusakan akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883, Hardy dan Smith memperkirakan radius kerusakan langsung dari letusan Gunung Toba tak akan lebih dari 350 kilometer. Dia meragukan kesimpulan Ambrose yang menyatakan letusan Gunung Toba bisa jadi membunuh banyak orang di Asia Selatan. Sebab, di Pulau Mentawai saja, yang hanya berjarak sekitar 350 kilometer dari Gunung Toba, populasi beberapa primata endemik di pulau itu relatif tak terganggu. “Jadi kecil kemungkinan, efek kerusakannya mencapai India atau Indochina di utara atau Pulau Jawa di selatan,” Hardy menulis dalam artikelnya. Penelitian terbaru oleh tim dari Universitas Oxford, Inggris, membuktikan bahwa debu dari Gunung Toba terbang lebih dari 7.000 kilometer hingga ke Afrika Timur. Christine Lane dan timnya menemukan lapisan tipis abu Gunung Toba ini terkubur puluhan meter di bawah endapan di Danau Malawi. Dari penelitian endapan di Danau Malawi, mereka juga membuktikan bahwa tak terjadi penurunan temperatur udara secara dramatis dalam waktu sangat panjang seperti yang diduga Ambrose. “Bisa jadi, lingkungan di sana pulih sangat cepat setelah perubahan atmosfer akibat letusan Gunung Toba,” kata Christine Lane. ,,, MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 SAINS CRAIG A. CHESNER
  • 115.
    SAINS Selama 1juta tahun terakhir, paling tidak tiga kali letusan besar terjadi di Gunung Toba. Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu, disusul letusan kedua sekitar 300 ribu tahun kemudian. Yang terakhir dan paling dahsyat terjadi sekitar 74 ribu tahun lampau. Menurut hipotesis geolog dari Belanda, Reinout Willem van Bemmelen, yang sangat intensif meneliti gunung-gunung di Indonesia antara 1930-1940-an, letusan itu membuat sebagian besar magma di perut Gunung Toba terkuras. Karena “perutnya” kosong, maka runtuhlah puncak Gunung Toba, dan menghasilkan kaldera sangat besar. Itulah “bayi” Danau Toba. Walaupun sebagian besar material Gunung Toba telah disemburkan, namun menurut Danny Hilman Natawidjaja, geolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, masih ada dapur magma di perut Danau Toba sekarang. Volumenya sekitar 30 ribu kubik di kedalaman 10.000 meter. “Tapi kami belum yakin apakah dapur magma itu terisi lava cair atau tidak, atau hanya hidrotermal saja,” kata Danny, pekan lalu. Surono, mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, mengatakan penelitian lokal mengenai Gunung Toba memang sangat minim. “Bagi para peneliti, memang sangat mengasyikkan, tapi bagi sistem mitigasi bencana tidak ada perlunya karena, toh Danau Toba bukan merupakan gunung api aktif yang berpotensi menimbulkan bencana,” kata Surono, yang baru masuk masa pensiun sebulan lalu. Q MONIQUE SHINTAMI, SAPTO PRADITYO I LIVESCIENCE I PELBAGAI JURNAL CRAIG A. CHESNER MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 116.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 sport MUDA KAYA RAYA, TUA SENGSARA “AKU BAHKAN TAK PUNYA CUKUP UANG HANYA UNTUK MEMBELI SEPOTONG CHEESEBURGER.” FOTO: PHILLYSPORTS
  • 117.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 sport SIDANG perceraian di Atlanta setahun lalu itu seperti sebuah panggung sandiwara. Di muka majelis hakim, dengan gaya dramatis, Allen Iverson merogoh kantong sembari berteriak ke arah istrinya, Tawanna. “Aku bahkan tak punya cukup uang hanya untuk membeli sepotong cheeseburger.” Dengan enteng, Tawanna yang menggugat cerai dari Allen mengambil duit US$ 61 dan menyodorkannya kepada suaminya. Allen Iverson, 38 tahun, adalah sebuah roller coaster. Melesat tinggi secepat roket, dan meluncur ke bawah sama kencangnya. Beberapa tahun lalu, dia merupakan salah satu bintang dengan gaji paling besar di liga bola basket Amerika Serikat, NBA. Sepanjang kariernya di NBA, dia menerima gaji sebesar US$ 150 juta atau Rp 1,7 triliun. Belum lagi dari sejumlah kontrak iklan yang jumlahnya tak kalah besar. Dari kontrak iklan Reebok saja, The Answer mengantongi US$ 50 juta. Allen yang lahir dari ibu muda Ann Iverson--ibunya melahirkannya pada usia 15 tahun dan ditinggal kabur ayahnya--tumbuh di Tuhan memberinya bakat yang sangat besar. Tapi kalian tahu, suatu saat Dia akan mengambilnya kembali. lingkungan miskin. Bola basket-lah yang membuat Allen menjadi kaya-raya di usia sangat muda. Dengan tinggi “hanya” 183 sentimeter, dia sebenarnya tergolong pendek untuk ukuran raksasa-raksasa NBA. Namun kecepatan dan akurasi tembakan Allen menjadikannya rookie of the year pada tahun pertamanya di NBA. Selama 11 musim bersama Philadelphia 76ers, Allen menjadi tumpuan utama perolehan poin. Rata-rata, dia mencetak 26,3 poin per game, urutan keenam pencetak poin tertinggi sepanjang masa di NBA. Dia sebelas kali masuk dalam NBA All Stars,
  • 118.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ssppoorrtt empat kali menjadi pencetak poin tertinggi dan sekali menjadi NBA Most Valuable Player. “Tuhan memberinya bakat yang sangat besar,” kata Pat Croce, mantan eksekutif Sixers. “Tapi kalian tahu, suatu saat Dia akan mengambilnya kembali.” Disiplin memang bukan bawaan Allen. Di Sixers, dia jarang sekali datang berlatih tepat waktu. Di rumah, alkohol jadi karibnya. Lengkap sudah. Saat anak pertamanya lahir, dia tak ada di samping istrinya. Tiga tahun kemudian, ketika Allen Jr. lahir, dia kelewat mabuk untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit. Namun manajemen Sixers menutup mata dengan tabiat buruk anak emasnya sepanjang dia tak henti mencetak poin di lapangan. Walaupun punya sejumlah tabiat buruk, Allen sangat royal kepada teman-teman dan kerabatnya. Dia tak pernah bilang “Tidak” jika ada kerabat yang meminta uang. Kerabat jauh yang semula enggan mendekat pun mendadak menjadi akrab. Roshown Mcleod, teman satu timnya di Sixers, mengatakan Allen selalu ringan tangan merogoh kantong jika berpesta dengan teman-temannya, tak peduli berapa banyak jumlah tagihannya. “Dia tak berpikir soal masa depan,” kata Larry Brown, mantan pelatihnya. Perlahan, kelihaian Allen di lapangan mulai luntur, tergerus kebiasaan buruk dan umur. Tak ada lagi tim yang mau merekrutnya. Repotnya, kebiasaan borosnya MIKE TYSON/RUCKUS
  • 119.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 sport belum juga berkurang seolah-olah dolar masih mengucur deras dari keran di rumahnya. Ke mana-mana, dia masih menunggang sedan supermewah Maybach. Padahal, kondisi keuangannya tekor berat. Setiap bulan neraca keuangannya minus ratusan ribu dolar. Walhasil, bisa ditebak, duit segudang yang dia kumpulkan sewaktu bermain di NBA itu menguap begitu saja. Akhir tahun lalu, dia punya tunggakan utang pembelian perhiasan dari sebuah toko di Georgia senilai US$ 859 ribu atau hampir Rp 10 miliar. Tawanna terpaksa menjual koleksi perhiasan mereka hanya untuk membayar tagihan listrik, kebutuhan sekolah anak, dan rumah tangga. Rumah mewah mereka di Denver juga dilelang. Kini Allen Iverson dan istrinya sudah bercerai. Dan untuk membayar tunjangan anak pun Allen tak lagi mampu memenuhinya. Pada akhir bulan lalu, Tawanna terpaksa menggugat ke pengadilan supaya hakim memaksa mantan suaminya membayar tunjangan untuk anak-anaknya. “Aku menyerahkan semuanya ke tangan Tuhan. Aku sudah mencapai banyak hal di NBA, tapi jika jalan itu harus berakhir di sini, maka terjadilah....” kata Allen dengan nada pasrah. ,,, Siapa pula yang tak kenal Evander Holyfield, kini 50 tahun, mantan petinju juara sejati kelas berat. Pertarungannya dengan Mike Tyson dikenang sepanjang masa. Selama karier tinjunya, dia telah mengumpulkan duit lebih dari US$ 500 juta atau hampir Rp 6 triliun. Tapi senasib dengan Mike Tyson, kini Holyfield juga bangkrut. Tahun lalu, dia melelang pelbagai memorabilia, termasuk sabuk dan cincin gelar juara koleksinya, Tak ada yang menang, man, tak ada yang menang sama sekali.
  • 120.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 sport hanya untuk mendapatkan uang. Mansion--yang memiliki 109 kamar dengan 17 kamar mandi--di Atlanta miliknya sudah jauh-jauh hari disita bank dan dilelang karena dia tak sanggup lagi membayar cicilan. Sebuah perusahaan lanskap juga menggugatnya ke pengadilan Georgia karena dia menunggak pembayaran jasa. Evander juga masih dikejar-kejar beberapa mantan istrinya yang menagih uang tunjangan untuk anak-anaknya. Menurut Dinas Sosial Georgia, selama berbulan-bulan Holyfield tak membayar tunjangan untuk anak-anaknya. Boros, salah investasi, dan perempuan. Kombinasi itulah yang menguras duit Holyfield. Duitnya yang ditanam di beberapa kasino di Las Vegas dan Atlantic City amblas. Sementara itu, masa jayanya di atas ring sudah lama lewat. Padahal dia masih harus membayar tunjangan untuk anak-anaknya. Bayangkan saja, dia punya 11 anak dari sembilan perempuan. “Ini hari-hari yang sangat berat.... Harus berurusan dengan ibu-ibu dari anak-anakku. Tak ada yang menang, man, tak ada yang menang sama sekali. Aku tak punya uang untuk membayar pengacara, jadi harus menangani sendiri di pengadilan,” kata mantan juara tinju kelas berat itu, memelas. Q SAPTO PRADITYO I WASHINGTON POST I INDEPENDENT I TMZ JOHN BARNES/SPORCLE COM
  • 121.
    DUIT MEREKA AMBLAS TAK BERBEKAS SCOTTIE PIPPEN, BINTANG NBA MAJALAH DETIK 9 - 15 SEPTEMBER 2013 sport MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKOTOBER Menjadi pemain di liga-liga sepak bola utama di Eropa merupakan impian jutaan orang di dunia. Populer, berlimpah uang, dan dirubung perempuan-perempuan cantik. Tapi semua cerita gemerlap itu bisa sirna dalam hitungan tahun setelah pensiun dari lapangan rumput. Menurut riset XPro, tiga dari lima pemain di Liga Primer Inggris berakhir bangkrut hanya lima tahun setelah menggantung sepatu. Cerita-cerita suram mengenai para bintang olahraga ini sama sekali bukan hal langka. Tak pengalaman memegang uang dalam jumlah sangat besar di usia belia, rata-rata mereka menghamburkan duitnya untuk mobil mewah, baju-baju mahal, perhiasan, dan mentraktir perempuan atau teman-temannya. Tapi semua itu mendadak hilang setelah isi kantong mereka menipis. “Bangkrut itu bisa juga membawa berkah tak terduga. Ketika orang berpikir kamu tak punya banyak uang, mereka tak akan meneleponmu sesering biasanya, termasuk kerabat,” Bernie Kosar, mantan bintang NFL, bercanda. Pahit. Inilah beberapa bintang olahraga yang kariernya melesat, kemudian jatuh bebas. EVANDER HOLYFIELD, PETINJU MICHAEL VICK, BINTANG SEPAK BOLA AMERIKA (NFL) LEE HENDRIE, PEMAIN LIGA INGGRIS KEITH GILLESPIE, PEMAIN LIGA INGGRIS ALLEN IVERSON, BINTANG NBA ARANTXA SANCHEZ VICARIO, BINTANG TENIS JOHN DALY, BINTANG GOLF PROFESIONAL PAUL GASCOIGNE, BINTANG LIGA INGGRIS ANTOINE WALKER, BINTANG NBA MIKE TYSON, PETINJU KELAS BERAT JOHN BARNES, MANTAN ANGGOTA TIM NASIONAL SEPAK BOLA INGGRIS FOTO: EVANDERHOLYFIELD.COM, PHILLYSPORTS, HUFFINGTONPOST.COM, RUCKUS, SPORCLE.COM
  • 122.
    INTERVIEW INDRA SJAFRI: SEMUA PEMAIN ADALAH BINTANG SEPAK BOLA ADALAH PERMAINAN TIM, BUKAN INDIVIDU. INTENSITAS LATIHAN DAN GEMBLENGAN HARUS DIJAGA AGAR PEMAIN TAK LABIL. ILUSTRATOR: EDI WAHYONO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 123.
    INTERVIEW ETELAH menyabetgelar juara Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) di bawah usia 19 tahun (U-19) pada 1961, Indonesia kembali menjadi juara pada Ahad, 22 September lalu, setelah mengalahkan Vietnam lewat adu pen-alti. Tapi, di media sosial, yang ramai diperbin-cangkan adalah teriakan “jebret” sang komentator, Valentino Simanjuntak. Sedangkan peran sang arsi-tek, Indra Sjafri, seolah dinafikan begitu saja. Padahal mantan kepala Kantor Pos di Padang yang baru menjadi pelatih pada 2007 ini tak cuma mengatur strategi, tapi juga memotivasi dan menanamkan filosofi bermain sepak bola kepada anak-anak asuhannya. Ia tertarik menjadi pelatih karena prihatin, saat masuk ke tim Pra-PON Sumatera Barat pada 1985, melihat banyak anak muda yang memiliki talenta bagus tapi tidak terpantau oleh PSSI. Kiprahnya melatih tim nasional tak mulus. Ketika mendapatkan kontrak pada 2011, lelaki kelahiran Painan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963, ini dicopot dan digantikan Luis Manuel Blanco. Tapi, karena Blanco menolak, Indra akhirnya diminta kembali menjadi pelatih. Di bawah asuhan Indra Sjafri, tim nasional Garuda Muda dua kali merebut gelar juara turnamen HKFA International Youth Invitational Tournament 2013 di Hong Kong. Bagaimana Indra menggembleng mereka? Berikut ini petikan wawancara dengan bekas pemain klub Semen Padang tersebut. Apa kunci keberhasilan kesebelasan ini? Anak-anak memiliki kemampuan yang bagus, skill mereka juga tinggi. Secara tim, mereka cepat beradaptasi. Berapa lama Anda membangun tim ini? Kami melakukan seleksi dengan mengunjungi 44 daerah. Kami ke daerah atau wilayah terpencil, MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 124.
    INTERVIEW MAJALAH DETIK30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 TAP UNTUK MELIHAT CAPTION
  • 125.
    INTERVIEW MAJALAH DETIK30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOTO-FOTO: AGUNG PAMBUDHY / DETIKFOTO seperti Alor di Nusa Tenggara Timur dan Muara Teweh di Kalimantan Utara. Dari semua daerah itu, saya menemukan banyak anak berbakat. Meski melelahkan, ini memberikan kepuasan. Di Muara Teweh, yang jauh dari ibu kota negara, sudah ada sekolah sepak bola dan ratusan klub guna menjaring calon pemain. Kami juga melakukan beberapa laga ekshibisi ke beberapa tempat untuk menjaring para pemain. Awalnya, ratusan calon terjaring, kemudian menjadi 96 orang, mengerucut hingga jadi 35 orang, dan akhirnya terpilih 20 orang. Apa saja materi tes yang diberikan? Selain tes fisik, terutama kesehatan, kami melakukan tes magnetic resonance imaging (MRI), tes psikologi, dan psikotes. Itu bukan cuma formalitas, tapi kami rekam betul untuk mengetahui kondisi psikologi mereka, baik secara pribadi maupun anggota tim yang akan bekerja sama. Semua materi tes tersebut sesuai dengan standar di sepak bola Eropa. Apa yang Anda tanamkan sehingga mereka terlihat begitu solid? Filosofi permainan saya sangat sederhana. Kepada anak-anak saya katakan, dalam permainan ini, yang sangat penting adalah penguasaan bola. Dan penguasaan bola akan terjadi manakala tim kuat dan kompak. Jadi yang terpenting adalah kekompakan. Sebab, sepak bola adalah permainan tim, bukan individu. Filosofi itu harus terus ditanamkan. Mereka kan masih 16-18 tahun, sehingga sering labil. Tapi saya yakin, seiring dengan intensitas latihan dan gemblengan, mereka akan menerapkan filosofi itu. Selain filosofi itu, apa lagi yang Anda tanamkan? Pada saat tim terbentuk, saya mengajak mereka
  • 126.
    INTERVIEW FOTO-FOTO: RACHMAN/DETIKFOTO berbicara. Saya katakan, “Sebelum melangkah lebih jauh, apakah kalian sanggup memikul tugas mulia yang diamanahkan negara dan bangsa kepada kita? Kita harus membuktikan kepada dunia bahwa kita mampu. Raihlah prestasi setinggi-tingginya. Kalian memiliki modal yang kuat, talenta yang tinggi. Skill luar biasa tidak ada artinya bila tidak didasari tekad dan semangat.” Semua mengatakan siap. Sejak itulah mereka kami gembleng. Pada bulan puasa, kami tetap berlatih seperti biasa. Bahkan, pada saat Idul Fitri, kami mengundang orang tua mereka berlebaran bersama putra-putra mereka. Ini semua demi mencapai tujuan dan target yang kami tetapkan. Alhamdulillah, para orang tua juga mengerti. Untuk menjaga stamina, ada strategi khusus? Mereka memang memiliki stamina bagus. Bahkan VO2Max (volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif) rata-rata pemain tergolong cukup tinggi, yakni 55. Ini termasuk superior bagi pemain berusia 13-19 tahun. Bahkan Evan Dimas mempunyai VO2Max MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOTO: M RISYAL HIDAYAT / ANTARA
  • 127.
    INTERVIEW hingga 60. Di kesebelasan ini, ada beberapa pemain yang punya skill tinggi. Siapa yang menjadi bintang? Bagi saya, semua anak itu bintang lapangan. Mereka memiliki talenta dan skill luar biasa. Dengan gabungan skill dan talenta merekalah kekompakan tim atau soliditas bisa terbangun dengan baik. Tanpa kekompakan antar-individu tidak akan tercipta sebuah tim yang solid, kuat, tangguh, dan menang. Bagi saya, tidak ada bintang di atas yang lain. Semuanya bintang. Bagaimana Anda menjaga mereka tak merasa lebih dari lain? Dalam setiap kesempatan selalu saya katakan, “Kalian semua masih dalam taraf perkembangan. Kalian memiliki talenta, fisik yang kuat, serta skill yang bagus. Raihlah prestasi setinggi mungkin. Jangan berpuas diri sampai di sini. Jangan pernah merasa telah menjadi besar. Itu akan mandek. Kalian masih baru dalam tahap awal, perjalanan masih jauh.” Kenapa Anda kerap menggunakan strategi formasi pemain 4-3-3, bukan 4-4-2 seperti yang digunakan pelatih umumnya. Secara historis, sejak dulu, pada saat kita memetik kemenangan, formasi pemain selalu 4-3-3. Saat bermain sepak bola, orang Indonesia selalu bermain dengan formasi seperti itu. Pola seperti itu sangat sesuai dengan karakter dan fisik orang Indonesia. Permainan selalu dalam jarak dekat, kekompakan tim terjaga, sehingga kekuatan terbentuk. Begitupun dengan saat menyerang, bisa cepat. Lantas kenapa kita latah meninggalkannya hanya untuk mengadopsi pola atau sistem permainan ala Eropa…. Untuk pola latihan, apakah Anda menerapkan cara khusus? Tim pelatih selalu mengevaluasi dan membuat MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Formasi 4-3-3 itu sangat sesuai dengan karakter dan fisik orang Indonesia.
  • 128.
    INTERVIEW analisis berbagaikemungkinan strategi lawan. Setiap akan bertanding, kita lihat dulu siapa lawan yang akan dihadapi dan kita menyesuaikan latihannya seperti apa. Soal frekuensi, tentu saja tidak bisa leluasa. Hanya satu kali karena padatnya turnamen. Kami juga harus mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologi pemain. Kondisi kepengurusan PSSI yang masih kental dengan konflik sempat mempengaruhi Anda? Kami bersikap profesional. Kami, pela tih dan anak-anak, berpikir serta bersikap profesional. Kami hanya berfokus pada bagaimana bermain sebaik-baiknya, bagaimana meraih kemenangan dan prestasi yang gemilang. Pemerintah memberikan apresiasi khusus? Sedari awal kami tidak pernah berpikir untuk mendapatkan seperti itu. Artinya, yang ada dalam benak kami adalah bagaimana memberikan kontribusi terbaik kepada negara dan bangsa, MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 FOTO-FOTO: AGUNG PAMBUDHY/DETIKFOTO
  • 129.
    INTERVIEW sehingga konsentrasidan tekad kami adalah bagaimana bisa mewujudkan impian menjadi juara itu. Kalaupun negara memberikan apresiasi, tentu kami tidak akan menolak. Tapi itu bukan tujuan utama. Kepada anak-anak juga saya sampaikan, “Motif kalian haruslah bagaimana memberikan yang terbaik kepada bangsa dan bagaimana kalian mencapai prestasi terbaik. Jangan berpikir soal hadiah dan sebagainya.” Apa target berikutnya setelah memenangi kejuaraan ini? Ada dua, yakni bersiap menghadapi Piala Asia U-19 pada Oktober nanti. Kita masuk Grup G bersama Korea Selatan, yang sudah 12 kali menjadi juara dan kini juara bertahan. Kemudian ada Laos dan Filipina. Perhitungan di atas kertas, tim kita lebih unggul dibanding Laos dan Filipina. Karena itu, kami menargetkan masuk putaran final. Target jangka panjang, sudah semestinya pembinaan mereka berkelanjutan agar nantinya bisa menjadi pemain andalan kita dalam berbagai turnamen. Mereka harus terus diasah. Kontrak Anda akan diperpanjang? Memang sebentar lagi habis, tapi saya sudah ditelepon Pak La Nyalla Mattalitti (Ketua Badan Tim Nasional). Beliau mengatakan kontrak saya diperpanjang, meskipun secara resmi belum ada tanda tangan kontrak. Mudah-mudahan begitu adanya. Tapi, bagi saya saat ini, soal itu bukan prioritas. Prioritas saya adalah menyiapkan anak-anak menghadapi kejuaraan Piala AFC U-19 pada Oktober nanti. Apakah cukup libur empat hari bagi para pemain? Saya sudah mewanti-wanti kepada mereka agar MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Bila tidak disiplin dan tak tepat waktu, jangan bertanya bila posisi pemain diisi oleh orang lain.
  • 130.
    INTERVIEW menjaga disiplin.Saya bilang, “Ini saat yang tepat untuk mengubah nasib, untuk membuktikan kepada dunia bahwa kalian mampu. Masih banyak pemain bertalenta yang ingin seperti kalian. Bila tidak disiplin dan tak tepat waktu, jangan bertanya bila posisi kalian diisi oleh orang lain.” Saya tidak ada tawar-menawar soal disiplin. Anda juga melarang pemain menjadi bintang iklan dan diwawancarai media? Untuk acara-acara yang tidak terkait dengan sepak bola dan persiapan tim, saya meminta mereka tidak tergoda. Tapi, soal berhubungan dengan media, saya tidak melarangnya. Bagaimanapun, mereka anak-anak muda yang butuh wahana berekspresi, butuh menunjukkan eksistensi diri. Silakan saja berhubungan dengan media. ARIF ARIANTO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 BIODATA Nama: Indra Sjafri Tempat/Tanggal Lahir: Painan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963 Istri: Temi Indrayani Anak: O Aryandra Andaru, 19 tahun O Diandra Aryandari, 15 tahun Domisili: DI Yogyakarta sejak 2010 Karier: O Pemain Klub PSP Padang pada 1980 O Masuk ke tim Pra-PON Sumatera Barat pada 1985. Pada saat itu Indra, yang menjadi kepala Kantor Pos Bandara Minangkabau, memilih pensiun dan menjadi pelatih klub sepak bola. O Instruktur pelatih PSSI, 2007 O Instruktur dan pemandu bakat PSSI, Mei 2009 O Pelatih timnas junior U-17 dan U-19 sejak 2011. O Pada Februari 2013, mengantarkan timnas junior U-17 dan U-19 merebut trofi juara The HKFA (Hong Kong Football Association) International Youth Invitational Tournament O Pada 22 September 2013 mengantarkan timnas U-19 merebut trofi juara AFF 2013.
  • 131.
    KOLOM The Feddan Gejolak Makroekonomi EJAK awal 2009, Federal Reserve atau The Fed telah menjalankan kebijakan Quantitative Easing sebanyak tiga kali dalam tiga kuartal. Bank Sentral Amerika Serikat itu secara berkala melakukan pembelian Treasuries security dan obligasi guna menstabilkan pasar uang. Kebijakan itu diterapkan pertama kali pada Maret- Oktober 2009. Pada saat itu The Fed membeli obligasi pemerintah senilai US$ 300 juta. Kedua, November 2009 s.d. Juni 2010, dan ketiga pada September 2012 hingga saat ini. Pada penerapan kebijakan yang ketiga itulah, The Fed membeli obligasi dengan tenor yang lebih panjang dengan nilai US$ 45 juta per bulan. Sampai pada 22 Mei lalu, ketika Gubernur Federal Reserve Ben Shalom Bernanke menyebut bank sentral itu berencana menghentikan kebijakan tersebut, pembelian obligasi masih terjadi. Wacana penghentian stimulus moneter tersebut seiring dengan semakin membaiknya indikator makroekonomi di Amerika. Bagi Indonesia rencana penghentian kebijakan itu telah menimbulkan masalah berupa derasnya arus keluar modal ke luar negeri. Pada Agustus lalu, modal yang keluar mencapai Rp 410 miliar, sehingga secara kumulatif, sejak kebijakan itu dijalankan hingga Agustus lalu, jumlah modal asing yang keluar dari Indonesia mencapai Rp 6,7 triliun. Dampak lain adalah terkereknya imbal hasil surat utang yang dikeluarkan pemerintah. Tercatat, per Agustus lalu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) menjadi 6,26 persen, padahal bulan sebelumnya 5,71 persen. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pun sempat menyentuh level terendah di 3.967,84. Namun kondisi itu berubah setelah pekan lalu The Fed mengumumkan untuk menunda penghentian stimulus moneter tersebut. Bernanke berdalih masih membutuhkan hasil riset yang lebih mendalam terkait dengan upaya pemulihan ekonomi Amerika. Menyambut kabar baik itu, IHSG Indonesia langsung merangkak naik. Terbukti, pada 19 September, indeks langsung meningkat sebesar 5 persen. Begitu pun dengan nilai tukar rupiah yang sebelumnya di atas Rp 11 ribu per dolar berangsur menguat ke level hingga hampir Rp 11 ribu. Bukan hanya itu, pemerintah pun semakin optimistis bahwa capital inflow atau arus modal masuk bisa mengalir kembali ke Indonesia dan terus berlanjut hingga akhir tahun. Maklum, dengan kebijakan pemerintah dan The Fed yang menunda penghentian kebijakan stimulus moneter itu, juga cenderung menurunkan tingkat risiko global. Hanya saja, belum ada jaminan kenyamanan kondisi itu bakal berlangsung lama. Kita sangat berharap agar dampak positif dari penundaan stimulus Fed ini tidak hanya berlangsung secara temporer, tetapi memiliki dampak permanen. Fakta telah membuktikan, ketidakpastian kebijakan yang akan dirilis The Fed ternyata telah mampu mengguncang pasar keuangan global. Maju-mundur kebijakan telah menimbulkan volatilitas atau fluktuasi variabel makroekonomi di berbagai negara emerging market termasuk Indonesia. Besarnya pengaruh The Fed ini digambarkan oleh Mark Frey dari Cambridge Mercantile Group (dalam Hasan Zen Mahmud, 2013) sebagai “The Fed isn’t just the U.S.’s central bank. It’s the world’s central bank.” Helena Rey (2013) menganalisis berbagai kecenderungan global yang terjadi tersebut dan mengistilahkan sebagai global financial cycle. Begitu luasnya dampak kebijakan quantitative easing dari Fed adalah bukti bahwa siklus global itu sebagai fenomena tak terelakkan lagi di era global saat ini. Hasil penelitian Rey menunjukkan bahwa gejolak finansial global disebabkan oleh kebijakan Fed. Untuk itu, diperlukan manajemen dari arus modal meskipun bersifat soft dan sementara, juga disertai kebijakan makroprudensial. Kebijakan yang bersifat menyeluruh dari sistem keuangan itu secara khusus akan mampu mengelola risiko sistemik dan menjaga stabilitas finansial. Kebijakan ini dapat meminimalkan gejolak variabel makro-Indonesia akibat guncangan dari faktor global termasuk kebijakan The Fed. Salah satu yang terpenting dari kebijakan itu adalah memperkuat struktur ekonomi. Memang, penguatan struktur itu tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Langkah itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Kejadian penundaan kebijakan The Fed pekan lalu telah cukup mengajari kita bahwa, betapa pentingnya konsistensi dalam melakukan reformasi ekonomi dan agar kita tidak terlena dengan stimulus moneter. Sejalan dengan langkah itu, investor dalam negeri harus semakin dirangkul. Hal itu bertujuan agar pendanaan dari dalam negeri jauh lebih kuat, sehingga kita tahan dari guncangan bila terjadi gonjang-ganjing di luar negeri. Sumber pendanaan domestik yang potensial harus terus digenjot seiring financial deepening dan financial inclusion. Sebab pengalaman membuktikan dana atau investasi asing selama ini menjadi sumber gejolak sektor keuangan kita. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 S BIODATA Nama: Telisa Aulia Falianty Tempat/Tangal Lahir: Muara Enim-Pendopo, 4 September 1979 Pekerjaan: Q Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Q Ekonom Bank Dunia Pendidikan: Q SMA 3 Bandung, 1994-1997 Q Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1997-2001 Q Master Ekonomi, 2001-2003 Q Doktor Ekonomi Moneter, 2003-2006 INVESTOR DALAM NEGERI HARUS SEMAKIN DIRANGKUL. SEBAB INVESTASI ASING SELAMA INI MENJADI SUMBER GEJOLAK SEKTOR KEUANGAN KITA.
  • 132.
    KONTROVERSI SAPI MAJALAHDETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI EEKKOONNOOMMII DUA PERUSAHAAN PEMERINTAH MENGINCAR DUA PETERNAKAN SAPI DI AUSTRALIA. DINILAI TIDAK MEMILIKI NILAI TAMBAH BAGI PETERNAK INDONESIA.
  • 133.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI ISMED Hasan Putro bolak-balik Jakarta-Darwin, kota di bagian utara Australia. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia ini sedang menjajaki pencaplokan satu dari lima perusahaan peternak-an sapi di wilayah Northern Territory. Rajawali Nusantara—induk sejumlah perusahaan perkebunan, industri farmasi, sampai pabrik kon-dom— mengincar peternakan yang memiliki luas 25- 500 ribu hektare di Australia. Target perusahaan ini adalah lahan peternakan hingga 100 ribu hektare. “Kami mengalokasikan bujet maksimal Rp 350 miliar,” ujar Ismed. Kebutuhan sebagian dari dana itu bakal didapatkan lewat pinjaman bank. Sejak ontran-ontran harga daging sapi yang mahal, sejumlah ide muncul agar Indonesia tercukupi da-gingnya. Salah satu ide yang kemudian muncul adalah memiliki sendiri lahan peternakan sapi di Australia. “RNI akan menjadi bagian dari asosiasi peternak sapi di Australia,” kata Ismed. Ide ini tidak hanya dijalankan oleh Rajawali Nusantara. Perusahaan pelat merah lain yang juga sedang berusaha mengakuisisi lahan peternakan sapi adalah PT Pupuk Indonesia Holding Company, induk sejumlah pabrik pe-nyubur tanah milik pemerintah. Saat ini Pupuk Indonesia sedang memburu Saat ini Pupuk Indonesia sedang memburu saham perusahaan peternakan sapi yang memiliki lahan seluas 1 juta hektare. saham perusahaan peternakan sapi yang memiliki lahan seluas 1 juta hektare. Tujuan perusahaan pemerintah menguasai pe-ternakan sapi di Australia, menurut Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Industri Primer Muhammad Zamkhani, adalah meningkatkan pasokan sapi dan daging sapi. Australia dipilih karena termasuk negara bebas penyakit kuku dan mulut. “Intinya adalah memastikan suplai atau pasokan,
  • 134.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI entah sapi atau dagingnya, tidak melalui perantara, melainkan melalui BUMN langsung ke pasar,” tutur Zamkhani, merujuk pada kasus pidana suap terkait dengan kuota impor daging sapi. Indonesia memang menghadapi kekurangan daging sapi sehingga harganya naik. Harga naik karena im-por dari Australia dikurangi sejak tahun lalu, padahal produksi dalam negeri masih kurang. Awalnya Aus-tralia yang menghentikan ekspor, dengan alasan sapi-nya diperlakukan buruk di Indonesia. Tapi kemudian ganti Indonesia yang mengurangi sendiri impor de-ngan alasan agar tercipta swasembada sapi di dalam negeri. Untuk meningkatkan produksi sapi dalam negeri ini, Sapi impor DETIKFOTO/RACHMAN
  • 135.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI Rajawali Nusantara berjanji tidak hanya mengirim sapi bakalan—dengan berat sekitar 300 kilogram—tapi juga anak sapi dan sapi betina produktif ke Indonesia. Manfaat lain, menurut Zamkhani, pemerintah me-minta perusahaan yang mengoperasikan peternakan di Australia itu menjalin kerja sama dengan kelompok peternak, misalnya untuk penggemukan sapi. “Jadi impor itu bisa mendatangkan manfaat bagi masyara-kat,” kata Zamkhani. Perusahaan penggemukan dibutuhkan karena, dalam peraturan sekarang, sapi hanya boleh diimpor dengan berat sekitar 300 kilogram sehingga harus ada penggemukan di Indonesia. Tujuannya, berat sapi naik menjadi 400-450 kilogram sebelum dipotong. Tapi, daripada mengeluarkan uang untuk membuat peternakan di luar negeri, mengapa tidak di dalam negeri? Teguh Budiyana, Ketua Asosiasi Peternak Indonesia, menyarankan Menteri BUMN Dahlan Iskan lebih baik menanam modal di dalam negeri untuk menyelamatkan sapi betina produktif dari tangan jagal. Karena harga yang bagus saat ini, para peternak lokal terlalu ber-semangat memotong sapi, sehingga sapi produktif yang mestinya bisa beranak juga dipotong. Ia mengatakan sekitar 300 ribu ekor sapi betina produktif dipotong setiap tahun untuk menambah pasokan daging sapi. Padahal sapi betina produktif itu merupakan aset nasional untuk meningkatkan jumlah populasi. “Daripada duitnya ditaruh di sana (Aus-tralia), mbok ya garap dulu sapi betina produktif,” Teguh menambahkan. Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro DETIKFOTO/LAMHOT
  • 136.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI Tapi beternak sapi di dalam negeri dalam ukuran besar, agar efisien, seperti yang dilakukan Australia bukan hal yang gampang. Ini membutuhkan lokasi yang luas. Padahal lahan luas sulit ditemukan di Indo-nesia. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hew-an di Kementerian Per-tanian Syukur Iwantoro pernah bercerita, bahkan di wilayah terpencil di Papua atau Nusa Teng-gara Timur, semua tanah sudah ada pemiliknya. “Ada tanah ulayat,” kata-nya saat mengungkapkan sulitnya mencari lahan kosong untuk peternakan sapi di Indonesia. Sekarang muncul ide sistem “tumpang sari” sapi dengan kebun sawit untuk mengatasi kekurang-an lahan ini. Joni Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia, mengatakan kualitas sapi sawit tidak kalah dibanding sapi impor, dan biaya produksinya rendah karena pakan utama-nya adalah bungkil sawit. Karena itu, Joni menyarankan Dahlan Iskan memin-ta BUMN perkebunan dan BUMN yang ingin terlibat dalam peternakan untuk mengembangbiakkan sapi sawit. “Konon, ada 8 juta hektare lahan sawit. Kalau itu diintegrasikan dengan budi daya sapi sawit, bisa menghasilkan sapi bakalan yang murah,” tutur Joni. Menurut Joni, program sapi sawit ini juga mendu-kung upaya pemerintah mencapai swasembada sapi secara bertahap. Selain itu, sistem ini memberi nilai tambah kepada petani karena kotoran dan air seni sapi bermanfaat untuk pertumbuhan kelapa sawit. Q HANS HENRICUS B.S. ARON | NUR KHOIRI Penjual daging sapi FOTO: RACHMAN/DETIKFOTO
  • 137.
    EKONOMI MANUSIA LEBIHSEDIKIT Di Australia, jumlah sapi lebih banyak daripada manusia. Itu sebabnya, mereka mengekspor sumber protein ini ke Indonesia. ASAL SAPI Queensland: 12,6 juta Selatan: 1,3 juta New South Wales: Victoria: 4 juta MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 Jumlah Penduduk: 238juta Rasio: 1 INDONESIA Rasio: 1 AUSTRALIA 17penduduk 0,8penduduk sapi setiap sapi setiap Jumlah Penduduk: 22juta Jumlah Sapi: 14juta Jumlah Sapi: 28,5juta SUMBER: MEAT AND LIVESTOCK AUSTRALIA Jepang: 34% Australia Utara: 2,2 juta Australia Barat: 2,1 juta Australia Korea Selatan: 13% Amerika Serikat: Lain-lain: 22% 14% Tasmania: 0,7 juta 5,7 juta
  • 138.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 EKONOMI Indonesia: 4% Taiwan: 4% EKSPOR SAPI AUSTRALIA Indonesia: 55% Cile: 2% Cina: 9% Israel: 9% Mesir: 5% Filipina: 3% Rusia: 5% Turki: 6% Lain-lain: 8% Jepang: 34% EKSPOR DAGING AUSTRALIA Korea Selatan: 13% Rusia: 5% Amerika Serikat: 22% Filipina: 2% Lain-lain: 14%
  • 139.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 eekkoonnoommii MENDAPAT ANTARA FOTO/YUDHI MAHATMA TAMBAHAN NAPAS AMERIKA MENUNDA MENCABUT STIMULUS EKONOMI, INDONESIA MENDAPAT KESEMPATAN “BERNAPAS”. PEMERINTAH TETAP WASPADA KARENA PADA AKHIRNYA STIMULUS EKONOMI AMERIKA PASTI DICABUT.
  • 140.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ekonomi BANK Indonesia menjadi tuan rumah per-temuan pengatur moneter ini dengan para menteri bidang ekonomi pada Selasa pekan lalu. Agenda rapat di Menara Radius Prawiro, Jakarta, itu mengevaluasi paket ekonomi yang dilan-sir sebulan sebelumnya, yang dikeluarkan saat rupiah ambruk dan harga saham berjatuhan. Berbeda dengan saat pengumuman paket ekonomi dilansir, tidak ada wajah-wajah tegang dalam pertemu-an di Bank Indonesia tersebut. Wajah para undangan malah bisa dibilang menampakkan sedikit kelegaan. Beberapa hari sebelumnya, Amerika Serikat menunda pencabutan program stimulus ekonomi, padahal isu inilah yang membuat rupiah dan harga saham rontok. Keputusan Amerika ini memberi na-pas baru kepada pemerintah. Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri ha-nya mengingatkan bahwa penundaan pencabutan stimulus itu hanya semen-tara. “Pemerintah harus tetap was-pada,” katanya. Indonesia lebih banyak melakukan impor daripada ekspor. Sejak 2008, Amerika Serikat meluncurkan program stimulus ekonomi besar-besaran untuk menekan suku bunga di negara itu. Karena suku bunga Ameri-ka rendah, para investor membawa dana mereka ke negara yang suku bunganya lebih tinggi dan bursanya bergairah, seperti Indonesia dan India. Tiba-tiba saja, Mei silam Amerika mengisyaratkan akan menghapus paket stimulus. Jika ini terjadi, suku bunga di Amerika akan naik. Para investor pun sege-ra berhitung bahwa dana bakal dilarikan dari pasar modal negara berkembang kembali ke Amerika Seri-kat. Segera saja mereka meninggalkan pasar modal Indonesia, sehingga bursa jatuh. Selain itu, dana yang ditarik ke Amerika membuat rupiah runtuh.
  • 141.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ekonomi Celakanya, saat berita ini muncul, Indonesia lebih banyak melakukan impor daripada ekspor. Defisit perdagangan ini membuat Indonesia lebih banyak membeli dolar untuk membayar impor daripada ne-gara asing membeli rupiah. Rupiah dan bursa saham pun semakin terpuruk. Kecemasan bakal terjadi krisis seperti pada 1997- 1998 sempat muncul. Itu sebabnya, pemerintah ke-mudian mengeluarkan paket kebijakan yang pekan lalu dievaluasi karena umurnya sudah sebulan itu. Meski Amerika menunda mencabut stimulus eko-nomi, pemerintah Indonesia memutuskan tetap me-lanjutkan paket kebijakan yang targetnya membawa modal kembali ke Indonesia, menjaga inflasi, serta mendorong pertumbuhan tersebut. “Kita melihat apa yang sejak Agustus kita jalankan kelihatan semua sudah on the track (berada di jalur semestinya),” ujar DETIKFOTO/RACHMAN
  • 142.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ekonomi Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Salah satu target pemerintah adalah menurunkan kekurangan dana masuk dari luar (defisit transaksi berjalan), yang mencapai 4,4 persen, dibanding produk domestik bruto, padahal angka aman defisit maksimal 3 persen. Sejumlah analis berhitung, Indonesia bisa selamat dari krisis global 2008 karena saat itu transaksi berja-lannya tidak mengalami defisit. Jadi, ketika dana asing keluar, perusahaan Indonesia masih selamat. Hanya, pasar ekspor terganggu, tapi tidak sampai mencip-takan krisis seperti di banyak negara lain. “Yang paling penting, implementasi paket kebijakan ekonomi yang dikelu-arkan bulan Agustus itu harus dilaksa-nakan,” kata Chatib. Sikap waspada juga diambil oleh Bank Indonesia, sebagai penggembala rupi-ah. Bank Indonesia tidak mengendur-kan kebijakan uang ketatnya, bahkan pekan lalu kembali menaikkan tingkat Yang paling penting, implementasi paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan bulan Agustus itu harus dilaksanakan. suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis point menjadi 7,25 persen. Hal ini dilakukan agar investor asing tidak buru-buru menarik dana dari Indonesia. “Orang yang sebelumnya berpikir mau capital outflow (menarik dana keluar Indonesia) akan berhitung lagi, ngapain keluar, karena ternyata masih menarik,” kata Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah. Langkah Bank Indonesia ini didukung para ekonom. Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, bahkan memperkirakan BI Rate akan naik lagi. “BI diperkirakan akan menaik-kan BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 7,5 persen,” katanya. Senada, ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, mengatakan bank sentral di negara-negara
  • 143.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ekonomi yang saat ini mengalami defisit transaksi berjalan menaikkan tingkat suku bunga. Contohnya bank sen-tral di India, Brasil, dan Turki. Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga diharapkan dapat menarik kembali dana-dana asing yang akan dipakai untuk menutup kekeringan likuiditas akibat defisit transaksi berjalan. “Supaya aliran modal asing untuk menutup defisit tidak keluar atau bahkan bisa masuk lebih banyak. Karena itu, suku bunga harus lebih tinggi,” tutur Ryan. Difi menambahkan, upaya menjaga stabilitas eko-nomi ini tidak hanya menjadi domain BI semata deng-an menaikkan tingkat suku bunga. Pemerintah juga berperan dalam mengendalikan laju inflasi dan upaya mengatasi masalah defisit transaksi berjalan. “Dari sisi current account (transaksi berjalan) salah satunya adalah mengendalikan impor migas,” kata Difi. Q HANS HENRICUS B.S. ARON | NUR KHOIRI DETIKFOTO/RACHMAN
  • 144.
    2008 Okt 2009Apr Jul Okt 2010 Apr Jul Okt 2011 Apr Jul Okt 2012 Apr Jul Okt 2013 Apr Jul 5.00K 4.50K 4.00K 3.50K 3.00K 2.50K 2.00K 1.5K MEI-SEP 2013 Q IHSG turun 21 persen Q Dari 5.155 ke 4.072 Amerika Serikat mengisyaratkan akan menghentikan stimulus ekonomi. Jika itu dilakukan, akan membuat bunga di Amerika Serikat menjadi tinggi kembali dan investor meninggalkan Indonesia. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 ekonomi KUATNYA PENGARUH ASING Pengaruh asing di ekonomi Indonesia bisa terlihat dari harga-harga saham yang diperdagangkan di bursa efek. Investor asing banyak yang ikut bermain di bursa Indonesia. Merekalah yang mendorong harga naik serta membeli saham-saham yang baru dijual. Tapi, jika sedang ada masalah di dunia internasional, mereka pulalah yang cepat lari dan membuat harga saham ambruk. Posisi sebagai negara berkembang membuat saham-saham Indonesia menjadi yang pertama dilepas begitu ada gonjang-ganjing ekonomi dunia. MEI-NOV 2008 Q IHSG turun 52 persen Q Dari 2.468 ke 1.146 Krisis global, ekonomi dunia mengkerut. Ekspor Indonesia ambruk. MEI 2010 Q IHSG turun 12 persen Q Dari 2.971 ke 2.623 Sejumlah isu internasional membuat indeks turun pada awal bulan, terutama krisis kredit perumahan Spanyol. Tapi dari dalam negeri juga muncul kabar negatif di bursa karena berita Sri Mulyani akan mundur dari posisi Menteri Keuangan, yang menekan indeks sampai 100 poin. AGST-SEP 2011 Q IHSG turun 17 persen Q Dari 4.130 ke 3.425 Krisis Yunani dicemaskan bakal menjalar ke seluruh dunia. Investor memandang negara berkembang tidak aman sehingga menarik dananya. Situasi diperburuk oleh krisis pagu utang Amerika Serikat. APR-MEI 2012 Q IHSG turun 9,9 persen Q Dari 4.216 ke 3.799 Puncak krisis Yunani. Semua cemas efek utang pemerintah Yunani bisa menjalar ke seluruh dunia. NASKAH: NUR KHOIRI | SUMBER: DETIK FINANCE
  • 145.
    BISNIS MAJALAH DETIK30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 HOTEL UNTUK SELEBRITAS KELAS ATAS SEJUMLAH HOTEL DAN RESOR KECIL ELITE BEROPERASI DI INDONESIA. TARIF MINIMAL DI ATAS RP 6 JUTA. SELEBRITAS TOP DUNIA MENJADI PELANGGANNYA. DOK. VICEROY BALI, LUXURY VILLAS, RESTAURANT SPA
  • 146.
    BISNIS SALAH satukegiatan favorit Lia Komukai adalah menginap dari hotel ke hotel, baik di dalam negeri maupun luar negeri, saat mu-sim libur sekolah tiba. Sejumlah hotel mahal sudah ia cicipi dalam pelesiran regulernya. Tapi yang paling berkesan bagi Lia, seorang ibu rumah tangga di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, adalah saat bersama suami dan tiga anaknya menginap di sebuah hotel kecil dengan suasana Jawa di tengah kampung sepi dekat Candi Borobudur bernama Amanjiwo. Hotel mungil tempatnya menginap itu hanya memi-liki puluhan kamar. Dari lobi hotel yang adem, mata-nya bisa langsung memandang puncak Borobudur di kejauhan. Suasananya tenang. Sejumlah kamar me-miliki kolam renang sendiri. Tapi tidak hanya pemandangan dan fasilitas yang kelas wahid yang membuatnya terkesan. Begitu datang, kata Lia, ia disambut aksi dua bocah penari dan dua bocah pemain gamelan. Setelah dia duduk di lobi, general manager hotel datang dan menyambut. “Kami seperti tamunya (pribadi), bukan tamu hotel,” katanya. Menjelang magrib, seorang petugas hotel datang, membenahi kelambu dan membuka selimut agar siap jika ia ingin tidur. “Kami seperti punya pela-yan pribadi.” Pelayanan kelas satu ini tidaklah murah. Di Aman-jiwo— dan sejumlah hotel kecil di Bali, seperti Viceroy Bali di Ubud atau Four Seasons Hotels and Resort di Jimbaran—para tamu mesti membayar sangat mahal. Tidak ada kamar yang tarifnya di bawah Rp 6 juta. Tapi, karena suasananya “sangat lokal” dan yang didapatkan sepadan dengan harganya, hotel-hotel ke-cil ini menjadi favorit selebritas dunia. Bekas bintang Manchester United dan Real Madrid, David Beckham, misalnya, pernah menikmati layanan mewah ini di Amanjiwo. Richard Gere, bintang yang namanya me- MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 147.
    BISNIS ledak diIndonesia sejak membintangi Pretty Woman, saat datang ke Yogyakarta juga menginap di sana. Sedangkan Viceroy Bali antara lain membanggakan nama bintang Hollywood papan atas, Julia Roberts, dan penulis blog desain paling top dunia, Garance Dore, yang pernah menginap di kamar-kamar mereka di Ubud. Seperti di Amanjiwo, Viceroy hanya memiliki sedikit kamar. Mereka hanya menyediakan 25 kamar dan 11 vila. Juru bicara Viceroy, Lely Elfrida, mengatakan, dengan jumlah kamar yang sedikit itu, mereka bisa memastikan setiap tamu mendapatkan layanan ala para bangsawan. Hotel ini memasang tarif US$ 750-2.500 (Rp 7,5-28 juta) per malam. Tapi, menurut Lely, “Tingkat hunian per tahun mencapai 85 persen.” Sedangkan Amanjiwo tidak bersedia menyebutkan tingkat huniannya. Kami tidak bisa membuka infor-masi tingkat hunian atau karakter tamunya, kata Lana Shekho, juru bicara induk Amanjiwo, yakni Aman Resorts, yang berkedudukan di Singapura. Viceroy Bali jarang kedatangan tamu lokal. Tamunya lebih banyak berasal dari Australia, Amerika Serikat, MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 148.
    BISNIS dan Jepang.“Tamu lokal sedikit sekali,” ucapnya. Tamu-tamu asing dari Australia dan Amerika Seri-kat, ujar Lely, berlibur ke Bali dan menginap di Viceroy biasanya untuk merayakan hari perkawinan mereka atau berbulan madu. Juga menikmati suasana tropis serta eksotisme Bali yang memukau mereka. “Rata-rata dari Australia dan Amerika suka suasana gunung serta laut,” ucapnya. Rata-rata tamu asing ini, Lely menuturkan, mengi-nap tiga malam di Viceroy. Namun, ujarnya, sejumlah tamu juga senang berlama-lama berdiam di vila. “Kadang sampai sepekan mendekam di (dalam) vila terus,” tuturnya. Sedangkan tamu lokal, katanya, “Bi-asanya hanya menginap dua malam.” Untuk menggaet para turis kelas atas ini, Viceroy rajin berpromosi di Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. “Kami sering menggelar pameran dan sese-ring mungkin mengontak agen perjalanan di sana,” ucapnya. “Kapan pun tamu ingin, kami siap melayani.” Sementara Viceroy berada di pegunungan di Ubud, ada pesaing dengan pasar yang kira-kira sama tapi terletak di wilayah pantai, Jimbaran. Hotel ini ada-lah Four Seasons Hotels and Resort, Jimbaran Bay, Bali. Grup Four Seasons ini mengoperasikan 147 vila mewah sejak 1993. Vila itu, kata Associate Director of Public Relations Prhativi Dyah, “Terbagi menjadi tujuh desa tradisional Bali.” MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 149.
    Dyah mengatakan hotelnya,yang tarifnya mulai Rp 7 juta sampai hampir Rp 40 juta semalam, sangat ramai pada Juli-Agustus. Sebagian besar tamunya dari Jepang dan menikmati bulan madu. “Rata-rata wisatawan Jepang itu menginap di Four Seasons se-lama tiga malam, kemudian berpindah ke hotel lain,” katanya. Tak jauh berbeda dengan kondisi di Viceroy, persen-tase wisatawan lokal yang menginap di Four Seasons sangat kecil. “Menginapnya pun hanya dua malam,” ucapnya. Yang membedakan Four Seasons Jimbaran dengan hotel supermewah lain, kata Dyah, adalah pelayanan-nya. Setiap pagi dan sore, petugas hotel selalu mem-bersihkan kamar dan vila, mengganti segala sesuatu yang telah dipakai dengan yang baru. “Kami melayani tamu seperti raja dan ratu,” ucapnya. Q BUDI ALIMUDDIN | NUR KHOIRI MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 BISNIS MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 150.
    bisnis MOBIL SUPERMEWAHBANYAK DIJUAL IMPORTIR UMUM. PASARNYA TERBATAS. RELATIF KEBAL DARI MASALAH EKONOMI. MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 MENGINTIP PASAR MOBIL SUPERMEWAH FOTO-FOTO: GETTYIMAGES
  • 151.
    bisnis PEKERJAAN inisederhana: memarkir mobil di ruang pamer toko. Pekerjaan remeh se-perti ini lazimnya dijalankan oleh karyawan toko. Tapi tidak di dealer mobil Amanstar, yang berada di kawasan perumahan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemilik ruang pamer itu, Maikel Aman, turun tangan sendiri dengan hati-hati memarkir mobilnya agar posisinya lebih pas dan enak dipandang. Salah satu pegawainya harus puas hanya menjadi “tukang parkir”, memandu Maikel menyetir mobil. Dia bersusah payah menyetir mobil karena yang sedang ia parkir adalah Ferrari F430. Mobil sport Italia itu dia parkir di samping Porsche Cayenne, mobil SUV yang sedikit lebih murah. AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 152.
    bisnis Amanstar mengimporsendiri mobil-mobil yang ia jual. Posisinya memang berbeda dengan sejumlah dealer mobil yang lazimnya menjual mobil yang diimpor atau dirakit oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM). Amanstar—seperti sejumlah importir independen atau lazim disebut importir umum— bermain di mobil-mobil mahal atau yang jarang di pasaran. Bisnis jual-beli mobil mewah ini, kata Maikel, terbilang aman dan nyaman. Dalam dua bulan, ia bisa menjual 4 dari 5 Porsche yang didatangkan dari Hong Kong. “Tahun lalu bahkan kami menjual Lamborghini seharga Rp 5 miliar,” katanya. Tidak semua mobil ia datangkan dari luar negeri. Ada pula Ferrari bekas pakai yang dititipkan kepadanya untuk dijual. Importir mobil mewah lain, Terminal Motor, bahkan memiliki omzet lumayan besar. Tahun lalu mereka bisa menjual kurang-lebih 100 unit mobil supermewah baru. “Setiap bulan sih ada saja yang laku,” kata salah satu tenaga pemasarannya, Stanley Limans. GETTYIMAGES MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 153.
    bisnis Lewat tigaruang pamernya di Jakarta, Terminal Motor tahun lalu bisa melepas mobil Lamborghini Gallardo dan Bentley seharga Rp 6,5 miliar. Padahal banyak mobil mewah ini tidak cocok dipakai di jalanan Indonesia, yang sebagian besar lubangnya mengerikan. Misalnya Ahmad Sahroni, pengusaha perkapalan dan perhotelan sekaligus politikus, yang menyimpan Ferrari 458 dan Lamborghini Aventador LP-700 di garasi rumahnya. Pria 36 tahun itu mengatakan mobil-mobil sport supermewah itu dia miliki untuk memuaskan keinginan saat ia masih muda. “(Mobil ini) jarang saya pakai,” ucapnya menyebut Ferrari yang ia beli tiga tahun lalu dengan harga Rp 3 miliar. Untuk bekerja, ia memilih menggunakan satu dari dua Toyota Alphard miliknya atau kadang Mercedes-Benz dari seri termahal, S-Class. Bahkan, untuk bersenang-senang pun, mobil mewah Italia itu tidak sepenuhnya bisa digunakan. Para pemilik Ferrari, katanya, pernah melakukan touring Jakarta-Bali. Tapi ia tidak bisa mengendarai mobil ceper itu sampai Bali. “Tidak mungkin kan MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
  • 154.
    bisnis sampai Bali,penyok semua bumper bawahnya,” dia menambahkan sambil terkekeh. Perawatan Ferrari-nya terbilang mudah dan masih murah karena ia membeli baru dan jarang dipakai. Setiap pagi ia hanya menyalakan mesin guna menjaga performa dan kualitas mesinnya. “Nanti, kalau sudah berjalan 5.000 kilometer, baru diservis ringan,” ucapnya. Untuk pasar dengan kelas sedikit di bawah mobil sport eksotik itu, ada PT Garansindo, yang sekarang menjadi ATPM untuk Chrysler—pabrik mobil terbesar ketiga asli Amerika, setelah Ford dan General Motors. Merek di bawah Chrysler antara lain Jeep, Dodge, Fiat, selain Chrysler sendiri. Mobil yang dipasarkan bersaing dengan sejumlah merek mobil mewah, seperti Mercedes dan Volvo. Pasar mobil merek ini, menurut Satya Saptaputra, Chief Operating Officer Chrysler Indonesia, lebih luas dibanding konsumen merek Lamborghini atau Ferrari. “Persentasenya sangat kecil dari pasar yang ada, tapi tumbuh,” ucapnya. Mobil termurah di Garansindo adalah mobil kota Fiat 500, yakni Rp 300 juta, dan termahal Rp 1,45 miliar, yakni sedan Chrysler 300cSRT. Mereka sedang MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
  • 155.
    bisnis menimbang-nimbang memasukkanmobil sport SRT Viper, yang harganya Rp 2 miliar. Sejak beroperasi pada 2009, Garansindo telah menjual sedikitnya 1.000 mobil. Penjualan mobil mewah ini agaknya cukup kebal dari krisis, seperti ambruknya rupiah. Selain kenaikan nilai dolar, pemerintah kemudian menaikkan pajak mobil mewah untuk mengurangi tekanan rupiah. Tapi Maikel optimistis pasar mereka tidak sensitif terhadap harga sehingga penjualan tidak akan terpengaruh. “Yang beli kan sudah punya uang, jadi tidak ada pengaruhnya bagi mereka,” ucapnya. BUDI ALIMUDDIN | NUR KHOIRI MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR AGUNG PAMBUDHY| DETIKFOTO
  • 156.
    Makan Nasi (1956).Tjap Go Meh (1940). Tribute untuk Sang Maestro MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran SUDJOJONO BERSAMA SENIMAN PERSAGI SUDAH MENANCAPKAN TONGGAK PENTING DALAM SEJARAH SENI RUPA INDONESIA. JEJAK MEREKA NAMPAK DALAM KARYA-KARYA SENIMAN KONTEMPORER KITA.
  • 157.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran Di Dalam Kelambu Tertutup (2013) oleh Nasirun. ASIRUN membuat lukisan pria berbaring menyamping dengan bentuk terpiuh, khas karya-karyanya, kali ini dido-minasi warna merah menya-la. Dia memberi judul lukisan cat minyak itu Di Dalam Kelambu Tertutup (2013). Judul tersebut mengingatkan kita pada lukisan S. Sudjojono, Di Depan Kelambu Terbuka (1939), yang sekarang jadi koleksi Istana Bogor. Sudjojono melu-kiskan perempuan berkebaya kembang-kembang, berkain hitam polos dengan tumpal merah, rambut panjangnya terurai, duduk di kursi di tepi ranjang yang kelambunya terbuka. Perempuan ini seakan sedang menunggu. Ekspresi hampa perempuan yang menunggu di de-pan ranjang itu tentu bertolak belakang dengan eks-presi “nakal” laki-laki yang berbaring menyamping yang dibuat Nasirun. Nasirun (kelahiran 1965) secara berseloroh tapi serius menunjukkan SILVIA/DETIKFOTO ada aktivitas di
  • 158.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran atas ranjang, yang jika diperhatikan benar-benar, bukan hanya oleh satu orang seperti tertulis di awal tulisan ini, tapi ternyata oleh dua orang. Ada dua hal kontras dalam karya dua generasi perupa ini: yang termangu-mangu menunggu dan yang menggebu-gebu. Dalam peringatan Seabad S. Sudjojono 1913-2013, karya-karya S. Sudjojono berikut seniman Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) disandingkan dengan 15 karya generasi di bawah mereka, tiga hingga em-pat generasi, yang mendapat inspirasi dari Sudjojono. Pameran itu bertajuk Jiwa Ketok dan Kebangsaan: S. Sudjojono, Persagi, dan Kita, digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pada 20 September hingga 6 Okto-ber 2013. Sudjojono (1938-1986) adalah ikon Persagi, organi-sasi yang didirikan pada 23 Oktober 1938 untuk me-wadahi seniman, khususnya pelukis. Persagi periode pertama diketuai Agus Djaya, S. Sudjojono menjadi sekretaris, dan Rameli sebagai komisaris. Anggota-nya S. Sudiardjo, Emiria Soenasa, Saptarita Latief, Herbert Hoetagaloeng, S. Toetoer, Sindusisworo, Soe-aib, Soekirno, Soeromo, dan Otto Djaya. Bersama kawan- kawannya di Persagi, Sudjo-jono ingin mem- balikkan persepsi bahwa Wajah mati oleh Ivan Sagita SILVIA/DETIKFOTO
  • 159.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran melukis adalah praktik menyalin gambar yang nampak di luar, menjadi seni menampakkan image yang tersembunyi di dalam diri seniman. Dia menekankan kejujuran melihat realitas sekitar sehingga objek-objek yang kumuh pun dapat mengungkapkan kebenaran. Sudjojono secara tegas meng-ambil sikap oposisi terhadap Mooi Indie (Hindia Molek), baik lewat tulisan maupun karya lukisnya. Keyakinan ini jadi titik tolak pemben-tukan sikapnya dalam memahami Indonesia, yang saat itu belum di- proklamasikan merdeka. Su djojono melukis dalam kesadaran realisme yang disebutnya seni lukis “Indonesia baru”. Dalam tulisannya, Zaman Raden Saleh dibandingkan dengan Zaman Pelukis-pelukis Angkatan Muda, “Benda-benda tak diatur-atur digambarkan secara sederhana, tetapi secara benar. Gambar yang jelek digambar jelek. Pelukis ini tak lari ke gunung-gunung untuk mencari kebagusan, tetapi di kota mereka menunjukkan hidup sekeliling mereka. Botol, panci, sepatu, kantor, kursi, adik-adik, ibu-ibu, kota, jembatan busuk, selokan, ja-lan- jalan, dan kuli-kuli melarat menjadi benda-benda gambar mereka.” Dia membandingkan kecenderungan lukisan para seniman muda sezamannya dengan lukisan romantis-isme pelukis Raden Saleh Bustaman yang dianggap-nya terlalu gelap dan menyembunyikan banyak hal. Meski tak dapat dimungkiri, “realisme Sudjojono” ini tak lepas dari tren berkembangnya gerakan realisme pada awal abad ke-20. Dari realisme Sudjojono itu pula lahir ungkapan “jiwa ketok (jiwa yang nampak)”, termuat dalam risa-lah Kesenian, Seniman, dan Masyarakat (1946). Bahwa Pelukis ini tak lari ke gunung-gunung untuk mencari kebagusan, tetapi di kota mereka menunjukkan hidup sekeliling mereka
  • 160.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran sebenarnya buah aktivitas kesenian itu tak lain jiwa sang seniman sendiri yang ternampakkan. Kesenian melampaui sekadar persoalan artistik karena kese-nian adalah jiwa. Karena itu hanya jiwa besarlah yang bisa menciptakan kesenian yang besar. Melalui tulisan-tulisannya yang amat produktif, an-tara lain Kami Tahu Ke Mana Seni Lukis Indonesia Akan Kami Bawa (1948), Sudjojono menggebrak kesadaran harga diri bangsa. Artikel ini adalah reaksinya atas artikel penulis berkebangsaan Belanda, J. Hopman dalam majalah Uitzicht edisi Januari 1947 berjudul Toekomst van de Beeldende Kunst in Indonesie (Masa Depan Seni Rupa di Indonesia) yang berisi antara lain “menafikan keberadaan seni lukis Indonesia”. Sudjojono menulis, “…tentang bagaimana seni lukis Indonesia yang akan datang kita bangsa Indonesia cukup cakap untuk mengaturnya sendiri. Dari zaman penjajahan Belanda dahulu (zaman Persagi) kami sudah tahu bagaimana dan ke mana kami akan bawa seni lukis kami.” Standing Reception (1983) oleh Otto Djaya. SILVIA/DETIKFOTO
  • 161.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 pameran Retorikanya mengentak, pro-vokatif, sekaligus menyentuh. Dia menempatkan kesenian dalam posisi penting terhadap harga diri sebuah bangsa, dan seniman adalah perekam sema-ngat dan jiwa zaman. Dan kini, para pelukis gene-rasi muda menunjukkan upaya “memberi makna” pada eksis-tensi Sudjojono dengan cara mereka. F. Sigit Santoso (lahir 1964) secara telak menunjukkan kegamangannya terhadap situasi seni rupa Indonesia hari ini yang ideologinya rapuh dan malah ribut dengan isu-isu dangkal. Melalui Aku Tidak Tahu Ke Mana Seni Akan Kamu Bawa (2013) dia melukis sosok Sudjojono muda yang terjungkir, tetapi perhatikan latar belakangnya, panorama indah. Tentu judul itu mengingatkan kita pada judul risalah Sudjojono Kami Tahu Ke Mana Seni Lukis Indonesia Akan Kami Bawa. Sekali lagi kita jumpai dua hal yang berseberangan dari seniman dua gene-rasi. Para perupa muda ini hidup dalam atmosfer sosial, ekonomi, politik, kebudayaan yang sama sekali berbe-da dibandingkan era Sudjojono. Mereka berada dalam isu-isu lingkungan, pemanasan global, korupsi, serta pergaulan antarbangsa. Persoalan kebangsaan dan jiwa ketok di masa sekarang lebih kompleks dibanding ketika istilah itu pertama dicetuskan Sudjojono, 67 ta-hun lalu. Namun demikian tetap kita jumpai jembatan pemahaman yang sama dalam cara mereka meman-dang sekitar. Semangat Sudjojono masih menyala di seniman muda. Q SILVIA GALIKANO Aku Tidak Tahu Ke Mana Seni Akan Kamu Bawa (2013) oleh Sigit Santosa. SILVIA/DETIKFOTO
  • 162.
    Sekuel Horor yangkurang Seramnya MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 sseennii hhiibbuurraann FFiiLLMM Keluarga lambert masih dihantui maKhluK halus walau sudah pindah Ke rumah orang tua Josh. mengapa Josh lambert tidaK pernah ada saat peristiwa aneh terJadi pada Keluarganya?
  • 163.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 seni hiburan FiLM SELALU ada sesosok bayangan di belakang Dalton (Ty Simpkins). Kadang hitam, kadang putih seperti asap. Bayangan yang berjarak beberapa sentimeter di belakang si bocah itu diketahui karena muncul di semua foto Dalton. Dia pun belakangan kerap mendapat mimpi buruk. Orang tua Dalton, Josh Lambert (Patrick Wilson) dan Renai Lambert (Rose Byrne), curiga rumah mereka dihuni makhluk halus. Keduanya memanggil cenayang yang juga bisa menghipnosis, Elise (Lin Shaye) berikut asistennya: Specs (penulis skenario Leigh Whannell), Tucker (Angus Sampson), dan Carl (Steve Coulter). Menurut Elise, rumah keluarga Lambert baik-baik saja karena makhluk halus itu tidak menghuni rumah, melainkan melekat ke seseorang. Dalton, menurut Elise, punya bakat khusus sehingga ditempeli makh-luk halus. Kejadian berikutnya di luar dugaan. Dalton menda-dak mengalami koma supranatural. Rohnya pergi ke dimensi lain. Elise pun dipanggil lagi. Namun malang, Elise tewas di ruang keluarga Lambert dengan luka di leher. Polisi curiga Josh-lah pembunuhnya karena dia satu-satunya yang berada dekat Elise pada waktu Judul: Insidious: Chapter 2 Genre: ! Horor, misteri, thriller Sutradara: James Wan Skenario: Leigh Whannell, James Wan Produksi: FilmDistrict Pemain: Patrick Wilson, Rose Byr ne, B arbar a Her - shey Durasi: 1 jam 45 menit
  • 164.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 seni hiburan FiLM kejadian. Sementara rumah mereka diselidiki polisi, keluarga Lambert tinggal di rumah ibu Josh, Lorraine (Barbara Hershey), yakni sebuah rumah tua dengan banyak kamar. Mereka berharap di rumah Lorraine ini Dalton tidak lagi diganggu makhluk halus. Kenyataannya, kejadian-kejadian aneh tak juga ber-henti. Renai yang baru saja menidurkan bayinya di lan-tai atas, mendengar suara piano jelas sekali. Dia pergi ke kamar depan untuk melihat siapa yang memainkan piano. Seperti diduga, suara piano berhenti dan tidak ada siapa-siapa di depan grand piano. Tengah Renai bingung di dekat piano, terdengar suara jerit bayinya di lantai atas. Renai tergapah-gopoh naik, berlari ke kamar, tapi mendapati boks bayi kosong. Si bayi sedang tengkurap menangis di lantai. Pernah juga saat mengantar Dalton tidur, Dalton
  • 165.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 seni hiburan FiLM bertanya pada Renai, “Mom, siapa di belakangmu?” Ada perempuan berbaju putih dengan rambut tergu-lung rapi berdiri memunggungi dinding, tapi Renai tak melihat. Renai juga tidak sadar saat berbicara itu Dal-ton sedang mengigau. Dan di mana Josh kala semua peristiwa aneh ini terjadi? Inilah apesnya sutradara James Wan. Insidious: Chapter 2 dirilis hanya berselang dua bulan setelah sukses besar Conjuring (2013), film horor yang juga dia sutradarai. Penonton pun menetapkan standar: kali ini harus lebih seram dari Conjuring atau ke laut aja, mengingat prekuelnya, Insidious, sudah lumayan lama, tahun 2010. Lantas apakah Insidious: Chapter 2 memenuhi ekspektasi penonton? Se-belum menjawab pertanyaan itu, boleh juga dipertimbangkan gosip yang beredar di Hollywood saat ini bahwa Wan disebut-sebut akan meninggalkan genre ho-ror. Sudah kehabisan idekah? Bertolak dari Insidious: Chapter 2 kita bisa menilai Conjuring adalah kulminasi Wan dalam genre horor. Di situ dia bisa menggabungkan unsur-unsur ketegangan yang orisinal, horor klasik, narasi yang bagus, se-dikit sadisme, dan eksekusi yang rapi insidious: Chapter 2 kita Bisa menilai Conjuring adalah kulminasi Wan dalam tanpa perlu banyak bumbu. Bertolak dari genre horor. Standar ini tidak terpenuhi di film terbarunya. Memang skenario Leigh Whannell ciamik menjalin cerita kilas balik dengan masa sekarang, dan dunia nyata dengan limbo, semuanya mengalir mulus. Tapi seramnya setengah-setengah. Kita bisa duduk manis
  • 166.
    seni hiburan FiLM saja sambil menebak-nebak apa yang bakal terjadi. Pintu yang membuka-menutup, piano berbunyi sen-diri, penampakan hantu perempuan berbedak tebal, hingga koleksi puluhan mayat pengantin yang masih bertudung, tak cukup seram untuk jadi pengalih per-hatian. Humor yang terselip melalui karakter komikal Tucker dan Carl, mirip karakter di Dumb and Dumber, menjadikan tingkat keseraman pun makin melorot. Sepertinya Wan tidak mengejar keseraman, kete-gangan, atau apa pun namanya, dalam Insidious: Chap-ter 2. Dia hanya menyuntikkan imajinasi, keseriusan, dan humor cerdas dalam sebuah produk yang sudah punya merek sebagai film horor. Walau begitu, Wan makin baik dalam mengarahkan aktor agar hanya satu kali take demi mendapat ketegangan maksimal. Penguasaannya pada sound, efek visual, dan timing, sekali lagi luar biasa. Q SILVIA GALIKANO MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013
  • 167.
    INTERSECTIONS AYLOR danScott Dolan (Jai-mie Alexander dan Frank Gril-lo) sedang berbulan madu di Maroko. Di sana, Taylor beren-cana membunuh suaminya yang kaya dengan bantuan kekasihnya, Travis (Charlie Bewley). Rencana tidak berja-lan mulus karena semua pihak terlibat dalam kecelakaan mobil beruntun di gurun terpencil. Mereka selamat dari kecelakaan dan bertemu dengan sekelompok korban selamat; yakni seorang penyelundup yang buron, Omar (Moussa Maaskri); seorang wanita Prancis, Audrey (Marie- Jos e Croze); Saleh dan bayinya yang sakit; serta seorang “tukang reparasi” misterius (Roschdy Zem). Mereka memulai perjalanan, dan masalah memun cak di jantung Gurun Essaoui-ra. Jenis Film: Thriller Produser: Luc Besson Produksi: EuropaCorp Sutradara: David Marconi Durasi: 102 menit MAJALAH DETIK 23 - 29 SEPTEMBER 2013 SENI HIBURAN FILM PEKAN INI MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER
  • 168.
    MAJALAH DETIK 30SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 SENI HIBURAN FILM PEKAN INI MALAVITA Jenis Film: Action Produser: Luc Besson, Ryan Kavanaugh, Vir-ginie Silla Sutradara: Luc Besson Durasi: 110 menit Fred Manzoni (Robert De Niro), seorang bos mafia dan keluarganya dipindah ke sebuah kota sepi di Pranc is dalam prog ram per lindungan saksi setelah mengadu-kan kelomp ok nya. CIA menurunkan agen terbaiknya (Tommy Lee Jones) untuk men jaga semuanya agar tetap berjalan aman. Na - mun Manzoni dan is-trinya, Mag gie (Michelle Pfeiffer), serta anak-anak mereka, Belle (Di-anna Agron) dan Warren (John D’Leo), tidak mem-bantu, malah kembali ke kebiasaan lama deng-an men angani masalah secara “kekeluargaan”. Hal ini memungkinkan para mantan kroninya dapat mel acak mereka. Selepas menghadiri pesta kantor, Emily (Alice Eve), David (Brian Geraghty), dan Corey (Josh Peck) harus ke ATM terdekat sebelum pulang. Saat ingin mengambil uang, tiga re-kan kerja ini ternyata harus menghadapi mim-pi buruk. Seorang yang tidak dikenal ternyata mengincar mereka. Teror! menakutkan dari sosok misterius yang mempunyai niat jahat. Mampukah ketiganya mengatasi teror atau malah menjadi korban? Jenis Film: Thriller Produser: Paul Brooks, Peter Safran Sutradara: David Brook Durasi: 90 menit
  • 169.
    seni hiburan agenda OKTOBER INVASION 2013 TIESTO CLUB LIFE MAJALAH DETIK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2013 LOG2ROCK SKID ROW VS JAMRUD 1 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB Lapangan D Senayan, Jakarta OKT OKT 4 Oktober 2013, 18.00 WIB Eco Park, Ancol Jakarta Promotor: X2 Club 7TH BALINALE INTERNATIONAL FILM FESTIVAL 4-10 Oktober 2014 Cinema XXI Beachwalk Kuta, Bali
  • 170.
    Alamat Redaksi :Aldevco Octagon Building Lt. 4 Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. @majalah_detik majalah detik Tap untuk kembali ke cover