Dokumen tersebut membahas tentang konstruksi bangunan atas kapal, termasuk definisi bangunan atas efektif dan tidak efektif, rumah geladak, persentase penambahan penguat, dan cara menghitung tebal pelat dan ukuran penegar.
KONSTRUKSI BANGUNAN
ATAS
• 1.KONSTRUKSI BANGUNAN ATAS EFEKTIF
Adalah seluruh bangunan atas yang terletak diatas geladak menerus teratas membentang sampai
daerah 0.4 L mid ship dan panjangnya melebihi 0.15 L, dalam kaitan ini kulit lambung harus
menerus sampai geladak teratas sehingga pelat sisi bangunan atas dapat di fungsikan sebagai
kulit dengan geladak sebagai kekuatan.
• 2. KONSTRUKSI BANGUNAN ATAS TIDAK EFEKTIF
• Adalah jika terletak di luar 0.4 L mid ship dan mempunyai panjang kurang dari 0.15L atau 12
Meter.
• 3. RUMAH GELADAK
• Terletak diluar 0.4 L mid ship
• Panjang nya tidak lebih dari 0.2 L atau 15 meter
• Sisinya tidak selebar kapal
• Biasanya terletak 1.6 x jarak gading
.
3.
Keterangan Gambar :
B= Lebar kapal
A = Lebar bangunan atas
S = Lebar rumah geladak
1 = Badan kapal
2 = Bangunan kapal
3 = Rumah geladak
Pada ujung ujungbangunan atas, tebal pelat lajur atas, geladak
kekuatan selebar 0,1 B dari pelat kulit dan pelat sisi bangunan atas
harus dipertebal. Sesuai dengan perincian menurut tabel di
atas, penebalan ini meliputi empat kali jarak gading (a0) ke depan dan
ke belakang dari sekat ujung bangunan atas di daerah 0,5 L tengah
kapal. Bila terletak di luar 0,5 L tengah kapal, tidak diperlukan adanya
penguatan. Jika di atas geladak kekuatan ada bangunan atas yang tidak
efektif dan di atasnya lagi ditambah bangunan atas, tebal pelat geladak
yang paling bawah dapat dikurangi 10%. Jika geladak dilapisi kayu, tebal
pelat dapat dikurangi sampai 1 mm, tetapi tidak boleh kurang dari 5
mm. Penentuan ukuran seperti tebal pelat, penegar, dan lain-lainnya
ditentukan oleh besarnya beban perencanaan PA. Untuk menentukan
beban perencanaan PA ini, adalah sebagai berikut.
6.
PA = nc (b f-z) (kN/m2).
Di mana :
n = 20 + L/12, untuk bagian terbawah dari dinding depan yang tidak terlindungi.
Bagian terbawah biasanya bagian yang langsung di atas geladak menerus teratas dari tempat tinggi H
diukur. Namun, jika jarak H–T melebihi lambung timbul pokok menurut tabel sebesar paling kurang satu kali
tinggi standar bangunan atas, bagian
terbawah ini dapat ditentukan sebagai bagian kedua,
dan bagian di atasnya sebagai bagian ketiga.
n = 10 + L/12, untuk bagian kedua dari dinding depan yang
tidak terlindungi.
n = 5 + L/15, untuk bagian ketiga dan bagian-bagian di
atasnya dari dinding depan yang tidak terlindungi
dinding sisi dan dinding depan yang terlindung.
n = 7 + L/100 – 8 x/L, untuk dinding belakang di belakang
pertengahan kapal.
7.
n = 5+ L/100 – 4 x/L, untuk dinding belakang di depan
pertengahan kapal.
n = Tidak perlu diambil > 300 m.
b = 1.0 + (x/L – 0,45)2, untuk x/L 0,45
b = 1.0 + 1,5 (x/L – 0,45)2, untuk x/L 0,45
0,60 Cb 0,80,
bila menentukan ukuran-ukuran dari ujung
belakang di depan bagian tengah kapal tidak perlu
diambil lebih kecil dari 0,8.
x = Jarak (m) antara sekat yang ditinjau dan garis tegak
belakang AP.
Jika untuk menentukan dinding rumah geladak, rumah geladak harus dibagi ke dalam
bagianbagian dari panjang yang hampir sama dan masingmasing tidak melebihi 0,15 L dan x
harus dianbil sama dengan jarak antara garis tegak buritan dan pertengahan tiap bagian
yang ditinjau.
8.
f = 0,1.l.e–L/300 – [1 – ( (L/300)2] untuk L < 150
f = 0,1.l.e –L/300, untuk 150 m L 30 m.
f = 11,04 untuk L > 300 m. Faktor f diperoleh dari faktor f,
dapat juga diperoleh dari Tabel 2 berikut ini.
9.
y = Jaraktegak dari garis air musim panas ke titik tengah
bentangan penegar atau ke pertengahan bentangan pelat (m).
c = (0,2 + 0,7 b’/B’)
b’ = Lebar rumah geladak pada posisi yang ditinjau.
b’B’ = Tidak boleh diambil lebih kecil dari 0,25
c = Tidak boleh kurang dari 1,0 untuk bagian terbuka selubung kamar
mesin.
PA = Beban yang direncanakan tidak boleh diambil lebih kecil
dari harga-harga minimum yang diberikan oleh Tabel 3.
10.
a = Jarakantar penegar (m)
I = Jarak yang tidak ditumpu (m). I diambil sama dengan tinggi bangunan atas
atau tinggi rmah geladak namun tidak boleh kurang dari 2 m.
Untuk menentukan ukuran penegar-penegar sekat ujung bangunan atas dan
rumah geladak adalah dengan menggunakan modulus penampang penegar
yang sesuai rumus berikut ini :
W = 3,5 a I2 PA (cm3)
• Persyaratan ini dengan anggapan bilah penegar bagian paling bawah
disambung dengan sistem las terhadap geladak. Modulus penampang
penegar-penegar samping rumah
• geladak tidak perlu lebih besar dari gading-gading sisi yang
• terletak langsung di bawahnya, asalkan jarak a dan panjang l
• sama.
11.
di mana :
tminimum= 5,0 + L/100, untuk bagian terbawah
t = 4,0 + L/400, untuk bagian atas, tetapi tidak
boleh kurang dari 5,0 mm.
L = Panjang kapal dan tidak perlu dimabil lebih
besar dari 300 m.
Adapun tebal pelat sisi bangunan atas yang tidak
efektif, sesuai
dengan BKI tidak boleh kurang dari harga terbesar
menurut kedua rumus
berikut :
t = 1,26 a Ps + tK (mm)
t = 0,82 t2 (mm)
t = 0,8 t
di mana :
Ps = Besar beban pada sisi bangunan atas (kN/m2) dan
diukur mulai dari ujung bawah pelat.
t2 = Tebal pelat alas di luar 0,4 L tengah kapal.
t2 = (1,5 – 0,01 L) Lk (mm) untuk L> 50 m.
t2 = L.k untuk L 50 m t2 max = 16,0 mm
Tebal pelat sisi bangunan atas yang tidak efektif
ditentukan sama
dengan perhitungan untuk tebal pelat geladak
kedua, yaitu tebal pelat tidak
boleh kurang dari :
12.
t = 1,26a PL/K + tK (mm).
tmin = (5,5 + 0,02 L) K (mm).
di mana :
PL
= Beban pada geladak muatan (kN/m2).
a = Jarak antara balok geladak (m).
Tebal pelat geladak bangunan atas dapat dikurangi
10%, jika di atas
bangunan atas yang tidak efektif dan terletak di atas
geladak kekuatan
ditambahkan bangunan atas lagi.
Balok geladak bagunan menurut BKI ditentukan
berdasarkan
perhitungan modulus penampang pada balok geladak
yang telah dijelaskan
pada Bab II C.