KIMIA UNSUR 
“Logam Transisi” 
Periode 4
PENGERTIAN 
Logam transisi adalah 
kelompok unsur kimia yang berada 
pada golongan (IB sampai VIIIB pada 
sistem lama). Semua logam 
transisi adalah unsur blok-d yang 
berarti bahwa elektronnya terisi 
sampai orbit d.
Unsur transisi periode keempat 
umumnya memiliki elektron valensi 
pada subkulit 3d yang belum terisi 
penuh (kecuali unsur Seng (Zn) 
pada Golongan IIB). Unsur transisi 
periode keempat terdiri dari sepuluh 
unsur, yaitu Skandium (Sc), 
Titanium (Ti), Vanadium (V), 
Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi 
(Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), 
Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
SIFAT – SIFAT 
LOGAM TRANSISI 
“PERIODE 4”
BERSIFAT KEMAGNETAN 
KONFIGURASI KHAS 
BERSIFAT LOGAM 
ION – ION 
BERWARNA KHAS 
BILANGAN OKSIDASI 
yang BERAGAM
SUMBER MINERAL 
LOGAM TRANSISI 
“PERIODE 4”
TABEL 
SUMBER MINERAL 
UNSUR TRANSISI
PEMBUATAN 
LOGAM TRANSISI 
“PERIODE 4”
PEMBUATAN 
SKANDIUM (Sc) 
PEMBUATAN 
MANGAN (Mn) PEMBUATAN 
CROM (Cr) 
Dibuat dengan 
elektrolisis 
cairan ScCl3 
yang 
dicampurkan 
dengan 
klorida-klorida 
lain. 
Pembuatan 
feromangan 
dilakukan dengan 
mereduksi MnO2 
dengan campuran 
besi oksida dan 
karbon. Reaksinya: 
MnO2 + Fe2O3 + 
5C Mn + 2Fe + 
5CO 
Logam krom dibuat 
menurut proses 
goldschmidt dengan 
jalan 
mereduksi Cr2O3 
dengan logam 
aluminium. 
Reaksinya: 
Cr2O3 (s) + 
2Al(s) Al2O3(s)+ 
2Cr(s)
PEMBUATAN 
TITANIUM (Ti) 
PEMBUATAN 
VANADIUM (V) 
Salah satu metode yang 
digunakan dalam proses 
pembuatan titanium adalah 
Metode Kroll yang banyak 
menggunakan klor dan 
karbon. 
frevonadium (logam campuran 
dengan besi) dihasilkan dari 
reduksi V2O5 dengan campuran 
silikon (Si) dan besi (Fe), reaksinya: 
2V2O5(s) + 5 Si(s) +Fe(s) 4V(s) 
+ Fe(s) + 5 SiO2(s) 
Senyawa SiO2 ditambah dengan 
CaO menghasilkan suatu terak 
yaitu bahan yang dihasilkan 
selama pemurnian logam.
PEMBUATAN 
SENG (Zn) 
PEMBUATAN 
KOBALT (Co) 
Pembuatan logam seng 
dilakukan dengan 
pemanggangan seng 
sulfida (ZnS) kemudian 
oksida seng direduksi 
dengan karbon pijar. 
Unsur cobalt diproduksi ketika 
hidroksida hujan, akan timbul 
(NaOCl) . Berikut reaksinya : 
2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) 
+H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq). 
Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian 
dipanaskan untuk membentuk 
oksida dan kemudian ditambah 
dengan karbon sehingga 
terbentuklah unsur kobalt metal. 
Berikut reaksinya 
2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O
PEMBUATAN 
BESI (Fe) 
proses pengolahan bijih 
besi untuk 
menghasilkan logam 
besi dilakukan dalam 
tanur tinggi. Prinsip 
kerjanya dengan 
mereduksi oksida besi 
dengan gas karbon 
monoksida.
PEMBUATAN 
TEMBAGA (Cu) 
proses pengolahan tembaga 
diawali dengan 
pemanggangan kalkopirit 
(CuFeS2) atau bijih tembaga 
lain. Hasil pemanggangan 
dioksidasi dalam oksigen. 
Tembaga yang dihasilkan 
dimurnikan secara 
elektrolisis dan flotasi 
(proses pemisahan yang 
digunakan untuk 
menghasilkan konsentrat 
tembaga-emas).
KEGUNAAN 
LOGAM TRANSISI 
“PERIODE 4”
SEBAGAI BAHAN 
KONSTRUKSI 
BANGUNAN 
SEBAGAI BAHAN 
PEWARNA 
SEBAGAI 
KATALISATOR
Kimia unsur transisi periode 4

Kimia unsur transisi periode 4

  • 1.
    KIMIA UNSUR “LogamTransisi” Periode 4
  • 2.
    PENGERTIAN Logam transisiadalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan (IB sampai VIIIB pada sistem lama). Semua logam transisi adalah unsur blok-d yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit d.
  • 3.
    Unsur transisi periodekeempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
  • 4.
    SIFAT – SIFAT LOGAM TRANSISI “PERIODE 4”
  • 5.
    BERSIFAT KEMAGNETAN KONFIGURASIKHAS BERSIFAT LOGAM ION – ION BERWARNA KHAS BILANGAN OKSIDASI yang BERAGAM
  • 6.
    SUMBER MINERAL LOGAMTRANSISI “PERIODE 4”
  • 7.
    TABEL SUMBER MINERAL UNSUR TRANSISI
  • 8.
    PEMBUATAN LOGAM TRANSISI “PERIODE 4”
  • 9.
    PEMBUATAN SKANDIUM (Sc) PEMBUATAN MANGAN (Mn) PEMBUATAN CROM (Cr) Dibuat dengan elektrolisis cairan ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida lain. Pembuatan feromangan dilakukan dengan mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida dan karbon. Reaksinya: MnO2 + Fe2O3 + 5C Mn + 2Fe + 5CO Logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi Cr2O3 dengan logam aluminium. Reaksinya: Cr2O3 (s) + 2Al(s) Al2O3(s)+ 2Cr(s)
  • 10.
    PEMBUATAN TITANIUM (Ti) PEMBUATAN VANADIUM (V) Salah satu metode yang digunakan dalam proses pembuatan titanium adalah Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. frevonadium (logam campuran dengan besi) dihasilkan dari reduksi V2O5 dengan campuran silikon (Si) dan besi (Fe), reaksinya: 2V2O5(s) + 5 Si(s) +Fe(s) 4V(s) + Fe(s) + 5 SiO2(s) Senyawa SiO2 ditambah dengan CaO menghasilkan suatu terak yaitu bahan yang dihasilkan selama pemurnian logam.
  • 11.
    PEMBUATAN SENG (Zn) PEMBUATAN KOBALT (Co) Pembuatan logam seng dilakukan dengan pemanggangan seng sulfida (ZnS) kemudian oksida seng direduksi dengan karbon pijar. Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul (NaOCl) . Berikut reaksinya : 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) +H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq). Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O
  • 12.
    PEMBUATAN BESI (Fe) proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur tinggi. Prinsip kerjanya dengan mereduksi oksida besi dengan gas karbon monoksida.
  • 13.
    PEMBUATAN TEMBAGA (Cu) proses pengolahan tembaga diawali dengan pemanggangan kalkopirit (CuFeS2) atau bijih tembaga lain. Hasil pemanggangan dioksidasi dalam oksigen. Tembaga yang dihasilkan dimurnikan secara elektrolisis dan flotasi (proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat tembaga-emas).
  • 14.
    KEGUNAAN LOGAM TRANSISI “PERIODE 4”
  • 15.
    SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN SEBAGAI BAHAN PEWARNA SEBAGAI KATALISATOR