K.H. Ahmad Dahlan memperkenalkan konsep pendidikan kepanduan melalui Hizbul Wathan di Muhammadiyah pada 1918, bertujuan untuk membentuk generasi muda yang sehat dan berkarakter. Hizbul Wathan berperan penting dalam perkembangan Muhammadiyah dan telah melahirkan banyak tokoh nasional, meskipun mengalami hambatan ketika digabungkan dalam gerakan Pramuka pada 1961. Kebangkitan kembali Hizbul Wathan terjadi pada 1999, di mana organisasi ini dideklarasikan kembali sebagai bagian otonom dalam Muhammadiyah.