Kelompok V
Anggraini Purnamasari
Dian Eka Setiawati
Nurma Prabawati
Putri Utami
Yuni Astuti
KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Lingkungan yang bersifat
dinamis dan memiliki
kemampuan untuk
mendukung kelangsungan
hidup makhluk hidup di
dalamnya
Daya Lenting
Lingkungan
Kemampuan lingkungan untuk
mengembalikan kondisi
lingkungan ke keadaan seimbang
ketika lingkungan mendapat
gangguan atau kerusakan sampai
batas tertentu
Dengan kata lain, Suksesi adalah proses pemulihan struktur
komunitas oleh lingkungan akibat dari alam maupun dengan
campur tangan manusia
Suksesi
Primer
Proses perubahan komposisi komunitas yang
terjadi pada suatu kawasan yang pada
mulanya hampir tidak ada kehidupan.
Organisme pioner atau spesies pioner
Organisme yang mampu tumbuh pertama
kali dan kemudia membentuk suatu
ekosistem dinamakan.
Sekunder
Suksesi sekunder terjadi pada area yang
mulanya ada kehidupan tetapi kemudian
mengalami beberapa gangguan yang
menyebabkan hilangnya komunitas yang
ada di area tersebut dan hanya
meninggalkan tanah yang tetap utuh.
Komunitas klimaks
merupakan komunitas yang dihasilkan dari
proses suksesi.
Suksesi Primer
Suksesi Sekunder
1. Fragmentasi dan Degradasi Habitat
Fragmentasi habitat adalah pengalihan fungsi suatu
habitat atau kawasan dan dapat disebabkan karena perubahan
tata letak lingkungan maupun oleh aktivitas manusia yang
dapat mengubah lingkungan secara cepat.
Contoh, Penebangan kawasan hutan
Degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas
habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu.
Contoh, Erosi pantai merupakan kondisi dimana suatu habitat
telah terdegradasi.
Erosi pantai dapat dilihat dari penurunan garis pantai.
http://static.republika.co.id/uploads/images/
detailnews/tanah_longsor_101203134251.jpg
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013
/01/13587049722036754152.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-
9yvgpvENHsQ/T0ePxXjV7dI/AAAAAAAAAYI/e
h85HOAaNyc/s1600/gempabumi.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-
17dvZAxnoFQ/T4eres7yCbI/AAAAAAAAA1Y/0
QWgkpkf654/s640/70606_anak_gunung_krak
atau.JPG
http://abrasithemovie.files.wordpress.com/2012/01/contoh-gb-abrasi.jpg
2. Terganggunya Aliran Energi di
Dalam Ekosistem
Ketika proses penebangan dan pembakaran hutan
selesai, maka kawasan itu kemudian akan
ditanami satu jenis tumbuhan (sistem
monokultur), contoh : padi. Hal itu menyebabkan
aliran energi yang semula kompleks, yaitu antara
beberapa jenis produsen, konsumen, dan
detritivoria menjadi aliran energi yang lebih
sederhana, yaitu satu jenis produsen, beberapa
konsumen, dan detritivoria.
https://diarykonservasi.files.wordpress.c
om/2012/03/hutan41.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-
IQhu3MVRcMw/T5WaaBZXb0I/AAAAAAAAAS
8/u3lfZ-r-L-w/s1600/sawah%2Bpadi.jpg
3. Resistensi Beberapa Spesies
Merugikan
Penggunaan pestisida dan antibiotika yang
berlebihan untuk membunuh populasi organisme
yang merugikan dapat menyebabkan munculnya
populasi organisme yang kebal terhadap pestisida
dan antibiotik tersebut.
4. Hilangnya Spesies Penting di Dalam
Ekosistem
Setiap organisme memiliki peran penting di dalam suatu ekosistem.
Hilangnya satu organisme dapat memberikan dampak yang cukup
besar di dalam ekosistem. Contohnya, di dalam ekosistem sawah,
Hilangnya keberadaan predator seperti burung, ular, dan sebagainya
Dapat meningkatkan populasi organisme lain, misalnya tikus yang
memakan padi.
Akibatnya, populasi padi akan menurun dan hasil panen akan
berkurang.
http://nicenizar.files.wordpress.com/
2011/10/burung-terbang.jpg
http://intisari-
online.com//media/images/8424_
pelajaran_dari_ular.jpg
http://intisari-
online.com//media/images/8424_p
elajaran_dari_ular.jpg
5. Introduksi Spesies Asing
Introduksi Spesies adalah masuknya spesies dari
suatu ekosistem ke ekosistem lainnya.
Contoh :
Positif : Penanaman padi untuk kebutuhan
manusia
Negatif : Masuknya hama pada suatu tanaman
6. Berkurangnya Sumber Daya Alam
Terbaharui
Semua sumber daya alam yang dapat
diperbaharui seperti kayu, tanduk, dan
gading jika digunakan dan dieksploitasi
secara berlebihan akan menurunkan
jumlah dan kualitas sumber daya alam
tersebut.
http://3.bp.blogspot.com/-
tYinBI8w1Ac/T6c95ArFAwI/AAAAAAAAAyw
/snGt1JL2Y4Q/s320/illegal-logger101.jpg
http://intisari-
online.com//media/images/8424
_pelajaran_dari_ular.jpg
http://images03.olx.co.id/ui/16/57/53/
1321861112_282485453_2-BEE-BAGS-
TAS-KULIT-ULAR-ASLI-PHYTON-SANCA-
COBRA-Jakarta.jpg
http://img.antaranews.com/new/2011/09/ori/201109071
2183817.jpg
7. Terganggunya Daur Materi di
Dalam Ekosistem
Meningkatnya aktivitas manusia di dunia
berpengaruh terhadap daur biogeokimia.
Contohnya daur karbon yang terganggu
akibat semakin banyaknya penggunaan
bahan bakar. Melimpahnya CO2 yang
dihasilkan dari proses pembakaran dapat
memberikan efek buruk, salah satunya
adalah pemanasan global.
http://4.bp.blogspot.com/_7mPoQYH
voWE/TFPIDf6lBLI/AAAAAAAAAFs/tdI
YJNbWFYs/s320/asap.jpeg
http://www.ylki.or.id/wp-
content/uploads/2011/11/p
olusi-udara.jpg
EKSPLOITASI BERLEBIHAN PADA
EKOSISTEM DARAT DAN AKUATIK
Ekosistem Darat
Eksploitasi berlebihan pada ekosistem darat
sebagian besar terjadi pada ekosistem hutan.
Ekosistem hutan, khususnya ekosistem hutan hujan
tropis memiliki keanekaragaman organisme yang
tinggi.
Penebangan hutan secara acak dalam jumlah besar
untuk industri furnitur atau industri kertas, dan
pembakaran hutan untuk area persawahan secara
terus-menerus menyebabkan dampak negatif bagi
keseimbangan Iingkungan baik secara regional
maupun global.
http://mbkpos.com/images/peneba
ngan%20hutan%20ilustrasi.jpg
http://hidayatullah.or.id/wp-
content/uploads/2013/10/kebakar
an-hutan-at-Australia.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-
u0CNoUvzaJ4/T4ibXgDLv-
I/AAAAAAAAAHA/fXyeUO4-
sR8/s640/penambang-pasir.jpg
Ekosistem Akuatik
Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa
penangkapan organisme laut secara berlebihan
Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan
adalah penggunaan ekosistem perairan sebagai daerah
wisata.
Penetapan daerah wisata perairan dapat dikatakan sebagai
eksploitasi karena apabila daerah wisata tersebut tidak
dikelola dengan balk maka akan mengganggu keberadaan
organisme yang ada di ekosistem tersebut. Sebagai contoh,
http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/pengeboran-minyak-lepas-
pantai-_110718170233-857.jpg
http://v-
images2.antarafoto.com/gpr/127176
7502/peristiwa-pelestarian-terumbu-
karang-02.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/g-
ec/1356955520/wisatawan-pantai-
kuta-20.jpg
UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN
LINGKUNGAN
• Menjaga kelestarian sumber daya alam terbaharui dapat
dimulai dari rumahmu
• Upaya penanggulangan sampah yang baik melibatkan
kesadaran masyarakat secara kolektif untuk mengurangi
produksi sampah, memisahkan sampah, dan mendaur
ulangnya.
• Upaya kolektif yang bisa dilakukan untuk menjaga
keseimbangan lingkungan
• Upaya menerapkan sistem bercocok tanam yang
memperhatikan aspek lingkungan
• Upaya untuk mencegah masuknya spesies asing ke dalam
negeri
• Upaya menjaga kelestarian spesies hewan di hutan dapat
dilakukan dengan mencegah perburuan hewan.

Keseimbangan Lingkungan bab 3

  • 1.
    Kelompok V Anggraini Purnamasari DianEka Setiawati Nurma Prabawati Putri Utami Yuni Astuti
  • 2.
    KESEIMBANGAN LINGKUNGAN Lingkungan yangbersifat dinamis dan memiliki kemampuan untuk mendukung kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya Daya Lenting Lingkungan Kemampuan lingkungan untuk mengembalikan kondisi lingkungan ke keadaan seimbang ketika lingkungan mendapat gangguan atau kerusakan sampai batas tertentu
  • 3.
    Dengan kata lain,Suksesi adalah proses pemulihan struktur komunitas oleh lingkungan akibat dari alam maupun dengan campur tangan manusia
  • 4.
    Suksesi Primer Proses perubahan komposisikomunitas yang terjadi pada suatu kawasan yang pada mulanya hampir tidak ada kehidupan. Organisme pioner atau spesies pioner Organisme yang mampu tumbuh pertama kali dan kemudia membentuk suatu ekosistem dinamakan. Sekunder Suksesi sekunder terjadi pada area yang mulanya ada kehidupan tetapi kemudian mengalami beberapa gangguan yang menyebabkan hilangnya komunitas yang ada di area tersebut dan hanya meninggalkan tanah yang tetap utuh. Komunitas klimaks merupakan komunitas yang dihasilkan dari proses suksesi.
  • 5.
  • 6.
  • 8.
    1. Fragmentasi danDegradasi Habitat Fragmentasi habitat adalah pengalihan fungsi suatu habitat atau kawasan dan dapat disebabkan karena perubahan tata letak lingkungan maupun oleh aktivitas manusia yang dapat mengubah lingkungan secara cepat. Contoh, Penebangan kawasan hutan Degradasi habitat adalah proses penurunan kualitas habitat/tempat tinggal mahluk hidup tertentu. Contoh, Erosi pantai merupakan kondisi dimana suatu habitat telah terdegradasi. Erosi pantai dapat dilihat dari penurunan garis pantai. http://static.republika.co.id/uploads/images/ detailnews/tanah_longsor_101203134251.jpg http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013 /01/13587049722036754152.jpg http://2.bp.blogspot.com/- 9yvgpvENHsQ/T0ePxXjV7dI/AAAAAAAAAYI/e h85HOAaNyc/s1600/gempabumi.jpg http://2.bp.blogspot.com/- 17dvZAxnoFQ/T4eres7yCbI/AAAAAAAAA1Y/0 QWgkpkf654/s640/70606_anak_gunung_krak atau.JPG http://abrasithemovie.files.wordpress.com/2012/01/contoh-gb-abrasi.jpg
  • 9.
    2. Terganggunya AliranEnergi di Dalam Ekosistem Ketika proses penebangan dan pembakaran hutan selesai, maka kawasan itu kemudian akan ditanami satu jenis tumbuhan (sistem monokultur), contoh : padi. Hal itu menyebabkan aliran energi yang semula kompleks, yaitu antara beberapa jenis produsen, konsumen, dan detritivoria menjadi aliran energi yang lebih sederhana, yaitu satu jenis produsen, beberapa konsumen, dan detritivoria. https://diarykonservasi.files.wordpress.c om/2012/03/hutan41.jpg http://1.bp.blogspot.com/- IQhu3MVRcMw/T5WaaBZXb0I/AAAAAAAAAS 8/u3lfZ-r-L-w/s1600/sawah%2Bpadi.jpg
  • 10.
    3. Resistensi BeberapaSpesies Merugikan Penggunaan pestisida dan antibiotika yang berlebihan untuk membunuh populasi organisme yang merugikan dapat menyebabkan munculnya populasi organisme yang kebal terhadap pestisida dan antibiotik tersebut.
  • 11.
    4. Hilangnya SpesiesPenting di Dalam Ekosistem Setiap organisme memiliki peran penting di dalam suatu ekosistem. Hilangnya satu organisme dapat memberikan dampak yang cukup besar di dalam ekosistem. Contohnya, di dalam ekosistem sawah, Hilangnya keberadaan predator seperti burung, ular, dan sebagainya Dapat meningkatkan populasi organisme lain, misalnya tikus yang memakan padi. Akibatnya, populasi padi akan menurun dan hasil panen akan berkurang. http://nicenizar.files.wordpress.com/ 2011/10/burung-terbang.jpg http://intisari- online.com//media/images/8424_ pelajaran_dari_ular.jpg http://intisari- online.com//media/images/8424_p elajaran_dari_ular.jpg
  • 12.
    5. Introduksi SpesiesAsing Introduksi Spesies adalah masuknya spesies dari suatu ekosistem ke ekosistem lainnya. Contoh : Positif : Penanaman padi untuk kebutuhan manusia Negatif : Masuknya hama pada suatu tanaman
  • 13.
    6. Berkurangnya SumberDaya Alam Terbaharui Semua sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti kayu, tanduk, dan gading jika digunakan dan dieksploitasi secara berlebihan akan menurunkan jumlah dan kualitas sumber daya alam tersebut. http://3.bp.blogspot.com/- tYinBI8w1Ac/T6c95ArFAwI/AAAAAAAAAyw /snGt1JL2Y4Q/s320/illegal-logger101.jpg http://intisari- online.com//media/images/8424 _pelajaran_dari_ular.jpg http://images03.olx.co.id/ui/16/57/53/ 1321861112_282485453_2-BEE-BAGS- TAS-KULIT-ULAR-ASLI-PHYTON-SANCA- COBRA-Jakarta.jpg http://img.antaranews.com/new/2011/09/ori/201109071 2183817.jpg
  • 14.
    7. Terganggunya DaurMateri di Dalam Ekosistem Meningkatnya aktivitas manusia di dunia berpengaruh terhadap daur biogeokimia. Contohnya daur karbon yang terganggu akibat semakin banyaknya penggunaan bahan bakar. Melimpahnya CO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran dapat memberikan efek buruk, salah satunya adalah pemanasan global. http://4.bp.blogspot.com/_7mPoQYH voWE/TFPIDf6lBLI/AAAAAAAAAFs/tdI YJNbWFYs/s320/asap.jpeg http://www.ylki.or.id/wp- content/uploads/2011/11/p olusi-udara.jpg
  • 15.
  • 16.
    Ekosistem Darat Eksploitasi berlebihanpada ekosistem darat sebagian besar terjadi pada ekosistem hutan. Ekosistem hutan, khususnya ekosistem hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman organisme yang tinggi. Penebangan hutan secara acak dalam jumlah besar untuk industri furnitur atau industri kertas, dan pembakaran hutan untuk area persawahan secara terus-menerus menyebabkan dampak negatif bagi keseimbangan Iingkungan baik secara regional maupun global. http://mbkpos.com/images/peneba ngan%20hutan%20ilustrasi.jpg http://hidayatullah.or.id/wp- content/uploads/2013/10/kebakar an-hutan-at-Australia.jpg http://4.bp.blogspot.com/- u0CNoUvzaJ4/T4ibXgDLv- I/AAAAAAAAAHA/fXyeUO4- sR8/s640/penambang-pasir.jpg
  • 17.
    Ekosistem Akuatik Eksploitasi sumberdaya akuatik dapat berupa penangkapan organisme laut secara berlebihan Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan adalah penggunaan ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah wisata perairan dapat dikatakan sebagai eksploitasi karena apabila daerah wisata tersebut tidak dikelola dengan balk maka akan mengganggu keberadaan organisme yang ada di ekosistem tersebut. Sebagai contoh, http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/pengeboran-minyak-lepas- pantai-_110718170233-857.jpg http://v- images2.antarafoto.com/gpr/127176 7502/peristiwa-pelestarian-terumbu- karang-02.jpg http://v-images2.antarafoto.com/g- ec/1356955520/wisatawan-pantai- kuta-20.jpg
  • 18.
    UPAYA MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN •Menjaga kelestarian sumber daya alam terbaharui dapat dimulai dari rumahmu • Upaya penanggulangan sampah yang baik melibatkan kesadaran masyarakat secara kolektif untuk mengurangi produksi sampah, memisahkan sampah, dan mendaur ulangnya. • Upaya kolektif yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan • Upaya menerapkan sistem bercocok tanam yang memperhatikan aspek lingkungan • Upaya untuk mencegah masuknya spesies asing ke dalam negeri • Upaya menjaga kelestarian spesies hewan di hutan dapat dilakukan dengan mencegah perburuan hewan.

Editor's Notes

  • #6 Suksesi primer
  • #7 Suksesi sekunder
  • #9 Fragmentasi=
  • #10 Mata rantai makanan akan terputus sehingga sebagian populasi akan meningkat sementara populasi lainnya akan menurun. Tidak seimbangnya populasi spesies dalam rantai makanan tersebut, Karena jika salah satunya terganggu maka seluruh sistem juga terganggu. Misalkan jumlah predator turun drastis akibat perburuan, maka jumlah herbivora akan meningkat tajam karena tidak ada pemangsa yang pada akhirnya menyebabkan jumlah makanan berkurang karena terlalu banyak dikonsumsi. Jika samapi benar-benar habis dapat menyebabkan ekosistem collapse dan mengarahkan kepunahan.