1/28/2014

Kemitraan dalam
Pengembangan UPPKS
KEMITRAAN UPPKS

1
Pengembangan Keluarga dan Masyarakat

melalui
POSDAYA DI KABUPATEN SOLOK
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

2
Latar Belakang
KEMISKINAN, KELAPARAN MERUPAKAN
POTENSI KE HANCURAN HARI DEPAN
BANGSA,

Semuanya itu akan DAPAT DIATASI
DENGAN PEMBERDAYAAN MEREKA,
KELUARGA MEREKA DAN MASYARAKAT
MEREKA
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

3
Guna MENGANGKAT DAYA DAN POTENSI YANG ADA
PADA TIAP ANGGOTA KELUARGA DAN TIAP ANGGOTA
MASYARAKAT, UNTUK dapat MERUBAH DAN BERUBAH
Dari kondisi yang ada

POTENSI UNTUK BERUBAH ITU SUDAH
DIMILIKI SEJAK LAHIR, TETAPI TERPENDAM,
DAN MEREKA SENDIRI TIDAK TAHU BAHWA
DAYA DAN POTENSI ITU ADA

KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

4


Berdasarkan Pendataan Keluarga
Th 2012 di Kab. Solok,
◦ Kepala Keluarga berjumlah 92.308 KK,
◦ Kepala Keluarga Pra Sejahtera. 8.979 KK
atau 9,76% .
◦ Kepala Keluarga Sejahtera Tahap I
sebanyak 18.966 KK atau 20,55%,
 secara kumulatif Keluarga Pra S dan KS I
sebanyak 27.945 KK atau 30,27%. Angka
ini cukup memprihatinkan karena lebih
30% keluarga berada pada Tahap Pra S
dan KS I

KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

5
Ditinjau dari tingkat pendidikan, dari 92.308
Kepala Keluarga





Tidak Tamat SD tercatat 25.396 org atau 27,51%,
Tamat SD dan SLTP 44.411 org atau 48,11%,
Tamat SLTA 17.502 org atau 18,96% dan
Tamat Akademi/PT 4.999 orang atau 5,42%.

Dari angka-angka diatas dapat disimpulkan
bahwa 75,62% KK di kab. Solok berpendidikan
rendah yaitu 27,51% tidak tamat SD dan
48,11% tamat SD dan SLTP.
Rendahnya tingkat pendidikan Kepala Keluarga
berdampak terhadap rendahnya tingkat kesejahteraan
keluarga. Kondisi ini tercermin dari relatif tingginya
jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera
Tahap I , yaitu 30,27%.
KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

6
PRIORITAS DAN
FOKUS

PEMBANGUNAN

Pertama : Pembangunan PRO
RAKYAT , yaitu
PENANGGULANGAN
KEMISKINAN BERBASIS
KELUARGA, PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DAN EKONOMI
MIKRO DAN KECIL
KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

7
PRIORITAS DAN
FOKUS

PEMBANGUNAN

Kedua : KEADILAN UNTUK
SEMUA , yaitu memberikan

KEADILAN UNTUK
ANAK, PEREMPUAN, KETE
NAGAKERJAAN, HUKUM
SERTA KELOMPOK MISKIN
yang TERMARGINAL

KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

8
PRIORITAS DAN
FOKUS

PEMBANGUNAN

Ketiga :
PENCAPAIAN TUJUAN
MILENIUM Yaitu
PENCAPAIAN
DELAPAN SASARAN
DAN TUJUAN MDGs,
UTAMANYA
PENGENTASAN
KEMISKINAN
KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

9
MDG’s
Deklarasi Milenium hasil
kesepakatan kepala negara dan
perwakilan dari 189 negara
Perserikatan Bangsa-bangsa
(PBB) yang mulai dijalankan
pada September 2000.
Targetnya pada tahun 2015
tercapai kesejahteraan rakyat
dan pembangunan masyarakat
Sekaligus tantangan utama
dalam pembangunan di seluruh
dunia yang terurai
dalam Deklarasi Milenium,

KEMITRAAN UPPKS
10

1/28/2014
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.

Mengentaskan Kemiskinan Ekstrim dan
Kelaparan.
Mewujudkan Pendidikan Dasar Bagi semua.
Mendorong adanya kesetaraan Jender Dan
Pemberdayaan Perempuan.
Menguranggi Jumlah Kematian Ana.
Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu.
Memeranggi Penyakit Menular ;HIV.AIDS, Malaria,
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup,
Mengembangkan Kemitraan Global Untuk Tujuan
Pembangunan.
KEMITRAAN UPPKS

1/28/2014

11
Delapan Sasaran MGG’s
Dari delapan sasaran MDGs, tiga poin langsung
menyasar faktor continuity of life yaitu
– Menguranggi angka Kematian Anak,
– Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil,
– Memeranggi HIV/AIDS dan Malaria.

Lima poin yang lainpun berhubungan secara tidak
langsung dengan upaya continuity of life yaitu
– Penghapusan Kemiskinan.
– Pencapaian Pendidikan Dasar.
– Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan
Perempuan.
– Menjamin Lingkungan Yang Berkelanjutan.
– Pembangunan Kemitraan Global.

Dampak dari entitas-entitas di atas, baik langsung
maupun tdk langsung, adalah menurunnya jml mortalitas
penduduk, yang berarti akan memicu meningkatnnya
kelangsungan hidup penduduk. Hal itu fatal;
berkurangnya angka kematian tidak segera diimbangi
dengan pengendalian angka kelahiran, sehingga cepatnya
laju pertumbuhan penduduk tak bisa dihindari.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

12
Tiga Variabel Penentu Tingkat Kelahiran
1. Demografi,
2. Sosial Ekonomi, dan
3. Variabel pendukung lain, misal budaya, agama, dan lain-lain.

Poin No. 2 Yang Paling Berhubungan Dengan Sasaran MDG’s.
Bayangkan jika kondisi sosial ekonomi masyarakat membaik namun
tanpa diiringi kesadaran dalam mengatur jumlah kelahiran, maka MDGs
hanya akan menjadi proyek sia-sia belaka.
Karena kuantitas penduduk mempunyai hubungan linier dengan
kuantitas masalah hidup. Semakin besar jumlah penduduk, maka akan
semakin besar pula masalah kehidupan yang akan dihadapi. Atau,
Misalkan dengan tingkat kesejahteraan yang sudah baik dan kesadaran
mengatur kelahiran juga baik, namun ternyata tidak ada fasilitas bagi
penduduk untuk mengatur kelahirannya maka juga akan menghasilkan
peningkatan pertumbuhan penduduk yang dihasilkan dari kelahiran
anak yang sebenarnya sudah tidak diinginkan.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

13
Kabupaten Solok

Pemakaian Alat Kontrasepsi
sampai Juni 2013 dari 62.489
PUS, PA sebanyak 46.959 Aks.
atau 75,15 %. Dimana PA dari
Keluarga Pra S. Dan K S I
16.215 Aks. atau 76,40 %. Dari
PUS 21.224 PUS. Masih ada
PUS Pra S dan KS I yg Belum KB
sebanyak 5.009 PUS dng
alasan:

• Hamil sebanyak 866 Ibu.
• Ingin Anak Segera sebanyak 2267 PUS.
• Ingin Anak Ditunda sebanyak 993 PUS.
• Tidak Ingin Anak Lagi Sebanyak 883 PUS.
Dari data Sisa PUS Pra S dan KS I Diatas yang menjadi prioritas
kegiatan pada enam bulan berikutnya adalah sebanyak 4,782
PUS.
1/28/2014
KEMITRAAN UPPKS
14
MDG’s.1. Menguranggi Kemiskinan Dan Kelaparan.
Kemiskinan di Kab. Solok sekarang
11,75 % Target pada Tahun 2015
adalah 10 %.

Prioritas Kab. Solok untuk menurunkan
kemiskinan dan kelaparan :
– memperluas kesempatan kerja,
– meningkatkan infrastruktur pendukung, dan
– memperkuat sektor pertanian.

Perhatian khusus yang perlu diberikan
adalah pada:
1) perluasan fasilitas kredit untuk usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM);
2) pemberdayaan masyarakat miskin dengan meningkatkan
akses dan penggunaan sumber daya untuk
meningkatkan kesejahteraannya;
3) peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan
sosial dan
4) perbaikan penyediaan proteksi sosial bagi kelompok
termiskin di antara yang miskin.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

15
MDG’s.2. Mencapai Pendidikan Dasar.
• Upaya Kabupaten Solok untuk mencapai target MDGs di sektor
pendidikan dasar dan melek huruf sudah menuju pada pencapaian
target 2015. menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs
dengan menambahkan sekolah menengah pertama sebagai sasaran
pendidikan dasar universal
• Pada tahun 2012 angka partisipasi kasar (APK) SD/MI termasuk
Paket A di Kabupaten Solok mencapai 109,58 persen dan angka
partisipasi murni (APM) sekitar 94,25 persen. Pada tingkat sekolah
dasar (SD/MI) secara umum disparitas partisipasi pendidikan antar
Kecamatan semakin menyempit dengan APM di hampir semua
Kecamnatan telah mencapai lebih dari 100 %
• Sementara Jika Kita Bandingkan Dengan Nasional sebagai Berikut
Pada tahun 2008/09 angka partisipasi kasar (APK) SD/MI termasuk
Paket A telah mencapai 116,77 persen dan angka partisipasi murni
(APM) sekitar 95,23 persen. Pada tingkat sekolah dasar (SD/MI)
secara umum disparitas partisipasi pendidikan antarprovinsi
semakin menyempit dengan APM di hampir semua provinsi telah
mencapai lebih dari 90,0 persen.
Tantangan utama dalam percepatan pencapaian sasaran MDGs
pendidikan adalah meningkatkan pemerataan akses secara adil bagi
semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mendapatkan
pendidikan dasar yang berkualitas di semua daerah. Berbagai kebijakan
dan program pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut adalah
berupa:
•
•
•

perluasan akses yang merata pada pendidikan dasar khususnya bagi
masyarakat miskin;
peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan;
penguatan tatakelola dan akuntabilitas pelayanan pendidikan.

Disamping itu kebijakan alokasi dana pemerintah bagi sektor
pendidikan minimal sebesar 20 persen dari jumlah anggaran nasional
akan diteruskan untuk mengakselerasi pencapaian pendidikan dasar
universal pada tahun 2015.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

16
MDG’s.3. Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.
•

•

•

Berbagai kemajuan telah dicapai dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender di
semua jenjang dan jenis pendidikan, Pada tahun 2012 Rasio angka partisipasi
murni (APM) perempuan terhadap laki-laki di sekolah dasar dan sekolah
menengah pertama berturut-turut sebesar 94,11 % dan 67,24 %, dan rasio melek
huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun telah
mencapai 90,85. Oleh sebab itu secara efektif menuju pencapaian kesetaraan
gender yang terkait dengan pendidikan pada tahun 2015.
Di bidang ketenagakerjaan, terlihat adanya peningkatan kontribusi perempuan
dalam pekerjaan upahan di sektor nonpertanian. Di samping itu, proporsi kursi
yang diduduki oleh perempuan di DPR pada Pemilu terakhir juga mengalami
peningkatan, menjadi 5,71 persen.
Prioritas ke depan dalam mewujudkan kesetaraan gender meliputi :
1) peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan;
2) perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; dan
3) peningkatan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan.

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

17
MDG’s.4. Menurunkan Angka Kematian Anak / Bayi.
Target MDGs sebesar 23 per 1.000
kelahiran hidup pada tahun 2015.
Semetara sampai saat ini (2013)
Kabupaten Solok telah dapat
menurunkan menjadi 13,3 per 1000
kelahiran hidup. Demikian pula
dengan kematian anak menjadi 14.1
per 1000 anak balita. Namun
demikian, masih terjadi disparitas
regional pencapaian target, yang
mencerminkan adanya perbedaan
akses atas pelayanan
kesehatan, terutama di daerah-daerah
miskin dan terpencil.
Prioritas kedepan adalah memperkuat
sistem kesehatan dan meningkatkan
akses pada pelayanan kesehatan
terutama bagi masyarakat miskin dan
daerah terpencil.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

18
MDG’s.5. Meningkatkan Kesehatan IBU.

1/28/2014

• Angka kematian ibu melahirkan (MMR/Maternal
Mortality Rate) 126,5 per 100.000 kelahiran hidup
pada tahun 2012 Sedangkan Target pencapaian
MDGs pada tahun 2015 adalah sebesar 102 per
100.000 kelahiran hidup, sehingga diperlukan kerja
keras untuk mencapai target tersebut. Walaupun
pelayanan antenatal dan pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan terlatih cukup
tinggi, beberapa faktor seperti risiko tinggi pada
saat kehamilan dan aborsi perlu mendapat
perhatian.
• Upaya menurunkan angka kematian ibu didukung
pula dengan meningkatkan angka pemakaian
kontrasepsi dan menurunkan unmet need yang
dilakukan melalui peningkatan akses dan kualitas
pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
Kami di Kabupaten Solok yakin dapat mencapai
ketertinggalan sebanyak 23,5 per 100.000 kelahiran
hidup dengan program jampersal dan peningkatan
pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang serta
program kesehatan lainnya antara lain jorong
siaga, suami siaga dan ambulan desa yang kesemua itu
KEMITRAAN UPPKS
19
telah integrasikan dalam kegiatan-kegiatan POSDAYA.
MDG’s.6. Memeranggi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya.
•

Tingkat prevalensi HIV/AIDS cenderung meningkat di
Indonesia, terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu pengguna
narkoba suntik dan pekerja seks. Jumlah kasus HIV/AIDS yang
dilaporkan di Kabupaten Solok Tahun 2012 sebanyak 6 Orang.
Angka kejadian malaria per 1.000 penduduk menurun dari 4,68
pada tahun 1990 menjadi 1,85 pada tahun 2012.
•
Sementara itu, pengendalian penyakit Tuberkulosis yang meliputi
penemuan kasus dan pengobatan telah mencapai target.
Pendekatan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini
terutama diarahkan pada upaya pencegahan dan
pengarusutamaan ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Selain
itu, pengendalian penyakit harus melibatkan semua pemangku
kepentingan dan memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat.
Sejalan dengan upaya pencapaian target RPJMD : Pembinaan keluarga
sakinah di Kabupaten Solok dikembangkan kegiatan dengan sasaran
utama remaja usia sekolah melalui program triad KRR yaitu :
1) pencegahan prilaku sex bebas dikalangan remaja
2) HIV/AIDS dan
3) NAPZA Narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya
dengan mengaktifan PIK-Remaja Sekolah dan Remaja Jalur Luar Sekolah
(Karang Taruna). Bersama TP-PKK membentuk serta mengembangkan
Pusat Informasi Konseling Remaja di Kabupaten Solok Telah berdiri 33
Kelompok PIK R tersebut terutama pada wilayah-wilayah rentan.
Sasaran kegiatan PIK-R sampai saat ini telah mencapai 4.950 konselor
dari 38.527 orang remaja di Kabupaten Solok

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

20
MDG’s.7. Memastikan Kelestarian Lingkungan.
• Proporsi rumah tangga dengan akses air Bersih
layak meningkat dari 57,4 persen pada tahun 2011
menjadi 66,9 persen pada tahun 2012, maka
terlihat peningkatan sekitar 9, 5 Persen
• Sementara itu, proporsi rumah tangga dengan
akses sanitasi / Jamban layak meningkat dari 20,7
persen (2011) menjadi 25,4 persen (2012). Terjadi
peningkatan 4,7 %.
Upaya untuk mengakselerasi pencapaian target air
minum dan sanitasi yang layak terus dilakukan melalui
investasi penyediaan air minum dan sanitasi, terutama
untuk melayani jumlah penduduk Kabupaten Solok
yang terus meningkat.
Untuk Nagari dan Jorong, penyediaan air minum dan
sanitasi dilakukan melalui upaya pemberdayaan
masyarakat dengan Program Pansimas agar
masyarakat memiliki tanggung jawab dalam
pengelolaan infrastruktur dan pembangunan sarana,
di samping itu juga dilakukan upaya untuk
memperjelas peran dan tanggung jawab masingmasing Tingkatan pemerintahan.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

21
MDG’s.8. Membagun Kemitraan.
Pembangunan merupakan partisipan aktif bagi semua
unsur dan elemen adapun langkah-langkah yang kita
kembangkan adalah :
• Mengembangkan kelompok-kelompok UKM untuk
dapat bermitra dengan lembaga-lembaga keuangan
dan perusahaan yang mau bekerja sama seperti PT.
Semen Padang, PT Pegadaian dan lain sebagainya
hal ini tentu tidak terlepas dari Komitmen
Pemerintah Kabupaten Solok yang
baik, pembangungan dan pengurangan tingkat
kemiskinan.
• Membantu menfasilitasi keterampilan khusus dari
masyarakat seperti keterampilan
elektronik, menjahit, menyulam, perbengkelan dan
lain-lain. Melalui program dan Kegiatan SKPD
dilingkungan Pemerintah Kabupaten Solok terutama
pada daerah-daerah terpencil.
• Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun
adanya penyerapan tenaga kerja dan keuntungan
bagi masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja di
PTP VI, pabrik Aqua, tambang biji besi dan lain-lain
serta medukung penguasaan teknologi informasi dan
komunikasi dimasyarakat.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

22
Membangkik Batang Tarandam/Kearifan Lokal.
Dalam mencapai Sasaran Diatas dalam
penamaan Persepsi dan Meningkatkan
Kepedulian serta Peran serta Semua Unsur
, Pemeritah Kabupaten Solok melakukan
langkah penting dan melihat Potensi dan
Kondisi Budaya dengan memberdayakan
Majelis Tungku Tigo Sajarangan (MTTS) yang
merupakan kearifan lokal yang telah
diwariskan secara turun temurun di Minang
Kabau dengan melibatkan semua unsur
masyarakat yang berfungsi menjadi
evaluator, monitoring serta mencarikan jalan
keluar dari permasalahan-permasalahan yang
berkembang ditengah-tengah masyarakat.
Di Programkan SetiapNagari Melaksanakan
Minimal 2 Kali dalam Setahun untuk
melakukan Pertemuan.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

23
BANGUN NAGARI , MAJUKAN KELUARGA,
GERAKAN POSDAYA.
•

Menindak Lanjuti Program MTTS yang merupakan
Lokomotif dalam Penggerakan Masyarakat maka
untuk pembangunan keluarga dilakukan melalui
berbagai upaya pembinaan ketahanan dan
kesejahteraan keluarga dengan Pos Pemberdayaan
Keluarga (POSDAYA), yang melingkupi berbagai
kegiatan kelompok
seperti, BKB, BKL, BKR, POSYANDU, PAUD, Kelompok
Tani dan kelompok-kelompok lainnya, yang
diharapkan sebagai awal terbentuk karakter bangsa
berbasiskan kearifan lokal.
• Forum Posdaya Kabupaten Solok yang di resmikan
oleh Bapak Prof. Haryono Suyono Pada 16 Februari
2011. kepengurusan melibatkan Satuan Kerja
Perangkat Daerah yang terkait dan Lembaga
Kemasyarakatan yang ada di tingkat Kabupaten
bertugas membantu pemerintah daerah melakukan
pemberdayaan keluarga melalui Program dalam
Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan
pelestarian Lingkungan serta Program keagamaan
dan Budaya dengan MOTTO; ” BAGUN
NAGARI, MAJUKAN KELUARGA, GERAKAN POSDAYA
1/28/2014
KEMITRAAN UPPKS
“

24
POSDAYA.
•

•

Posdaya sebagai forum, wadah atau sarana bagi keluarga untuk mengembangkan
diri di bidang kesehatan, pendidikan dan ketahanan sosial dan ekonomi bagi
seluruh anggotanya melalui gotong royong atau kerjasama dalam kelompok
/masyarakat.
Frekuensi kegiatan Poktan yang tergabung Dalam POSDAYA realisasinya dapat
dilihat sebagai berikut :
– Kegiatan UPPKS terealisasi 176 Kegiatan dari 405 atau 43,46 %.
– Kegiatan BKB terealisasi 109 Kegiatan dari 405 atau 26,91 %..
– Kegiatan BKL terealisasi 13 Kegiatan dari 405 atau 3,21 %..
– Kegiatan BKR terealisasi 33 Kegiatan dari 405 atau 8,15 %..
– Kegiatan PAUD terealisasi 71 Kegiatan dari 405 atau 17,53 %..
– Kegiatan PKBM terealisasi 37 Kegiatan dari 74 Nagari atau 50 %.
– Keg. Peningkatan Ekonomi Perempuan 14 Keg. dari 405 atau 3,46 %..
– Keg. Peningkt Perempuan Rawan Sosial Ekonomi 5 Keg. dari 74 / 6,76 %..
– Keg. Melalui Aliansi Pita Putih Indonesia ( APPI ) 6 Keg. Dari 74 /8,11 %..
– Kegiatan Melalui POSYANDU 597 kegiatan dari 405 atau 147,41 %..
– Kegiatan Melalui Kebun Bergizi 33 kegiatan dari 74 Nagari atau 44,59 %.
– Pemberian Bantuan Biaya Belajar Bagi Mahasiswa 37 Orang

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

25
POSDAYA Dengan Kelompok Usahanya
Melalui Dana CSR PT Semen Padang Telah
Dapat Digulirkan Kepada 117 Kelompok
Usaha Yang di Bina Melalui Posdaya
Dengan Modal Awal Awal dari Rp.
7.500.000,- S.d 15.000.000,- Yang sampai
saat ini telah bergulir Modal yang di Bantu
Pengelolaannya oleh Koperasi POSDAYA
Limpur Jaya 1.750.000.000,- Dan Masih
ada Kelompok Usaha Yang belum
tergabung dalam Koperasi sebanyak 98
Kelompok dengan perputaran Uang Lebih
Kurang Rp. 75.000.000,- yang bersumber
dari perguliran dana melalui pinjaman
lunak ke Lembaga Keuangan yang mau
bekerjasama dengan POSDAYA Setempat.
Melalui Kelompok Kelompok Kegiatan
Usaha Yang Telah Berkembang Dapat
Memberikan Bantuan Biaya Belajar kepada
37 orang Mahasiswa yang berasal dari
Keluarga yg tergabung dalam POSDAYA.
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

26
Keadaan Selama Kerjasama
dengan PT. Semen Padang Maret
2012 s/d sekarang 2013
N
o
1

Kecamatan

Lb. Jaya

Nama Kelompok

Jenis Usaha

Jumlah
Anggot
a

Besar Kredit

Koperasi Limpur Jaya
Nagari Bt Bajanjang

Ternak Kelinci

204
orang

Rp. 1,7 M

Annisa Snack

Makanan ringan
(bawang goreng,
keripk kentang)

20
orang

Rp. 12.500.000,-

Posdaya PKBN Pelita
Hati Nagari Bt.
Bajanjang

Pelaminan

35
orang

Ket

Disebarkan ke 70 klpk
UPPKS se Kab. Solok

Rp. 12.500.000,-

2

IX Koto sei
Lasi

Posdaya Galanggang Buek
Nagari Taruang-taruang

Kolam Ikan dan
Wisata Agro buah

300
orang

Rp. 15.000.000,-

Ternak ikan Panen 1 X I
Tahun

3

X Koto
Singkarak

PAUD Posdaya Sayang
Bunda Nagari Kt. Sani

Ekonomi Pembibitan
ikan

75
orang

Rp. 5.000.000,-

Bantuan langsung berupa
semen

4

H. Gumanti

Posdaya Talang Babungo
Sepakat

Gula tebu/aren

110
orang

Rp. 5.000.000,-

Bantuan langsung berupa
semen

5

X Koto
Singkarak

SMK N I Tj. Alai

Bank Mini
Sekolah/PIK RM

120
Orang

Rp. 5.000.000,-

Pinjaman Modal

6

Kab. Solok

UPPKS

Beragam

1.600
orang

Rp. 500.000,-

Tersebar di klpk UPPKS seKab. Solok (Dana BUMN
,UPPKS,PNPM)

TOTAL

1/28/2014

Rp. 2.255.000.000,-

KEMITRAAN UPPKS

27
KONDISI SAAT INI
1. Kelembagaan KB dan komitmen Semakin
Melemah.
2. Jumlah tenaga pengelola, pendampingan
dan pembina berkurang dan kualitasnya
masih perlu ditingkatkan
3. Forum-forum pembinaan di lini lapangan
belum optimal
4. Belum optimalnya pemanfaatan POKTAN
(Kelp.
UPPKS)
untuk
meningkatkan,
pembinaan dan kemandirian peserta KB
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

28
5. Keterbatasan akses modal.
6. Kerjasama dengan mitra kerja dalam
akses modal belum optimal.
7. Tenaga pengelola, pendamping dan
pembina Kelompok UPPKS semakin
berkurang
8. Data Kelompok UPPKS masih belum
akurat

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

29
KEBIJAKAN UMUM

PROGRAM PEMBERDAYAAN
EKONOMI KELUARGA (UPPKS)
DIARAHKAN UNTUK MENUNJANG
VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN
STRATEGI PROGRAM
KEPENDUDUKAN DAN KB NASIONAL

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

30
KEBIJAKAN OPERASIONAL
• Meningkatkan Komitmen politis dan operasional dara
para pengambil kebijakan. Disemua tingkat sampai ke
lini lapangan tentang pemberdayaan ekonomi keluarga
• Meningkatkan usaha ekonomi produktif peserta KB
terutama Pra S dan KS I anggota kelompok UPPKS
• Meningkatkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian
ber KB anggota kelompok UPPKS melalui proses
pembelajaran usaha
• Meningkatkan jejaring kemitraan dalam usaha ekonomi
produktif di semua tingkatan wilayah
• Meningkatkan kapabilitas para pengelola dan mitra
kerja kelompok UPPKS
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

31
STRATEGI OPERASIONAL
• Meningkatkan
sosialisasi
kebijakan
program
pemberdayaan ekonomi keluarga peserta KB
disegala tingkatan
• Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan akses
sember daya terhadap keluarga peserta KB melalui
Usaha Ekonomi Produktif
• Mengembangkan peta kerja kelompok UPPKS yang
terkini dan tepat waktu
• Meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja dan
mengembangkan pendampingan usaha kelompok
ekonomi produktif Pra S dan KS I dalam upaya
mengakses sumber daya ekonomi
• Meningkatkan pembinaan, monitoring dan evaluasi
program pemberdayaan ekonomi keluarga disegala
tingkatan dalam upaya peningkatan kesertaan ber
KB anggota kelompokKEMITRAAN UPPKS
UPPKS
1/28/2014
32
PERKEMBANGAN KEGIATAN MELALUI POSDAYA S.D JUNI 2013 KABUPATEN SOLOK
KOORDINATOR
POSDAYA
NO
KECAMATAN

POKJA
POSDAYA Pertemuan
POSDA
TINGKAT
JORONG
YA
JORONG
NAGARI
JML
%

PELAKSANAAN KEGIATAN YANG TERGABUNG DALAM FORUM POSDAYA
UPPKS

BKB

BKR

BKL

PAUD

PKBM

KET

JML

%

JML

%

JML

%

JML

%

JML

%

JML

%

1

Pantai Cermin

2

28

6

21,4

2

7,14

5

17,86

0

0,00

1

3,57

5

17,86

2

100

2

Lembah
Gumanti

4

34

12

35,3

12

35,29

5

14,71

1

2,94

1

2,94

4

11,76

0

-

3

Hiliran Gumanti

3

20

7

35,0

3

15,00

18

90,00

3

15,00

2

10,00

3

15,00

0

-

4

Payung Sekaki

3

11

11

100

6

54,55

5

45,45

2

18,18

2

18,18

4

36,36

3

100,

5

Tigo Lurah

5

22

11

50,0

0

-

11

50,00

0

0,00

4

18,18

5

22,73

0

-

6

Lembang Jaya

6

43

20

46,5

42

97,67

6

13,95

2

4,65

2

4,65

6

13,95

4

66,67

7

Danau Kembar

2

18

7

38,9

1

5,56

5

27,78

1

5,56

2

11,11

2

11,11

1

50,00

8

Gunung Talang

8

37

21

56,8

12

32,43

9

24,32

0

0,00

2

5,41

8

21,62

8

100

9

Bukit Sundi

5

16

8

50,0

12

75,00

5

31,25

0

0,00

1

6,25

5

31,25

3

60,00

10 IX Koto Sei Lasi

9

26

9

34,6

11

42,31

6

23,08

1

3,85

2

7,69

7

26,92

2

22,22

11 Kubung

8

41

36

87,8

14

34,15

0

-

0

0,00

0

0,00

5

12,20

7

87,50

12 X Koto Diatas

9

52

34

65,4

20

38,46

11

21,15

1

1,92

8

15,38

5

9,62

2

22,22

13 X koto Singkarak

8

46

17

37,0

31

67,39

18

39,13

1

2,17

5

10,87

8

17,39

3

37,50

14 Junjung Sirih

2

11

11

100

10

90,91

5

45,45

1

9,09

1

9,09

4

36,36

2

100

JUMLAH

74

405

210

51,9

176

43,46

109 26,91

13

3,21

33

8,15

71

17,53

37

50,00

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

33
PERKEMBANGAN KEGIATAN MELALUI POSDAYA S.D JUNI 2013 KABUPATEN SOLOK
PELAKSANAAN KEGIATAN YANG TERGABUNG DALAM FORUM POSDAYA

NO

KOORDINATOR
POSDAYA
KECAMATAN

POKJA
POSDAYA
POSDAYA TINGKAT
NAGARI
JORONG

Pertemuan
JORONG

Peningkatan
Ekonomi
Perempuan

JML

%

JML

%

Peningkatan
Perempuan
Rawan Sosial
Ekonomi
JML
%

APPI

POSYANDU

Kebun Bergizi

JML

%

JML

%

JML

%

1

Pantai Cermin

2

28

6

21,4

14

50,00

0

-

0

-

40

142,86

1

50,00

2

LB.Gumanti

4

34

12

35,3

0

-

0

-

0

-

63

185,29

2

50,00

3

HL.Gumanti

3

20

7

35,0

0

-

0

-

0

-

31

155,00

1

33,33

4

Payung Sekaki

3

11

11

100

0

-

1

9,09

0

-

17

154,55

3

100

5

Tigo Lurah

5

22

11

50,0

3

13,64

0

-

0

-

23

104,55

1

20,00

6

Lembang Jaya

6

43

20

46,5

2

4,65

1

2,33

0

-

47

109,30

1

16,67

7

Danau Kembar

2

18

7

38,9

5

27,78

0

-

0

-

28

155,56

3

150,00

8

Gunung Talang

8

37

21

56,8

2

5,41

0

-

0

-

70

189,19

6

75,00

9

Bukit Sundi

5

16

8

50,0

3

18,75

1

6,25

3

60

40

250

3

60,00

10 IX Koto Sei Lasi

9

26

9

34,6

2

7,69

1

3,85

3

33,33

27

103,85

2

22,22

11 Kubung

8

41

36

87,8

43

104,88

0

-

0

-

73

178,05

4

50,00

12 X Koto Diatas

9

52

34

65,4

3

5,77

1

1,92

0

-

51

98,08

2

22,22

13 X kt Singkarak

8

46

17

37,0

1

2,17

0

-

0

-

54

117,39

3

37,50

14 Junjung Sirih

2

11

11

100

0

-

0

-

0

-

33

300

1

50,00

JUMLAH

74

405

210

51,9

14

3,46

5

6,76

6

8,11

33

44,59

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

597 147,41

34

KET
MOU dengan BUMN
PT. Semen Padang
Keuntungan yg dapat diambil :
 Tersalurnya kebutuhan modal bagi
kelompok UPPKS dari pihak BUMN
 Terbinanya kelompok dalam usaha
ekonomi (pembukuan pemasaran
usaha)
 Melatih Kelompok UPPKS lebih
mandiri
 dll

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

35
Rencana BKBPP Dan Realisasi
Tahun 2013
• Kerjasama dengan Badan Amal Zakat Daerah
melalui penyaluran Zakat
• Pihak-pihak lain yang mendukung, PNPM/PD,
Kelompok Ibi-ibu Pedesaan
• BKBPP Peningkatan keterampilan dalam pelatihanpelatihan study banding, dll
• PAUD terintegrasi + usaha ekonomi produktif
• PKBN Integrasi dengan PAUD
• Pelatihan Guru PAUD yang di fasilitasi PT. Semen
Padang bertempat di PAUD Karang Putih Indarung

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

36
PROGRAM
PERKASA
(KOPERASI
DESA SIAGA
(KESEHATAN)

KELUARGA
HARAPAN
(SOSIAL)l

PEMBENTUKAN,
PENGUATAN DAN
SEKTOR/
PENGEMBANGAN
LEMBAGA
LEMBAGA-2
PEMBERDAYAAN SDM
DI MASYARAKAT
JORONG DAN NAGARI
1/28/2014

FORUM
INFORMASI,
PENETAPAN
SASARAN DAN
PENGGERAKAN
MASYARAKAT

PELESTARIAN
LINGKUNGAN

WAJAR ,
BEBAS BH,
KBM
(DIKNAS)
PEMPROV/PEMKAB

POSDAYA
KEMITRAAN UPPKS

37
YANG PENTING ADALAH UPAYA
KONKRIT …..
• PERENCANAAN KEGIATAN:
–
–
–
–
–
–
–
–

PROGRAM POKOK
KEGIATAN NYATA
TUJUAN
SASARAN
PELAKU
HASIL YANG DIHARAPKAN
SUMBER DANA/DAYA YG DIPERLUKAN
UPAYA LANJUT

• RENCANA KERJA YANG BERLANJUT

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

38
UTAMAKAN SASARAN YG TEPAT
 Keluarga muda

Cakrawala
masih luas

 Keluarga paritas rendah
Agar jangan
terlanjur

 Keluarga miskin
Sasaran utama

 Keluarga yang lebih berada

 Penyandang minat dan pemerintah

Sinergi &
fasilitasi

Fasilitasi &
ayoman
MODAL DASAR KITA …
delapan fungsi keluarga

1.Fungsi Keagamaan
2.Fungsi Budaya
3.Fungsi Cinta Kasih
4.Fungsi Perlindungan
5.Fungsi Kesehatan
Reproduksi
6.Fungsi Pendidikan
7.Fungsi Ekonomi
8.Fungsi Membina
Lingkungan
10 PROGRAM POKOK PKK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

28/01/2014

Penghayatan dan pengamalan pancasila.
Gotong royong.
Pendidikan dan Ketrampilan.
Pengembangan Kehidupan Berkoperasi.
Pangan.
Sandanng.
Perumahan dan tata laksana RT.
Kesehatan.
Kelestarian lingkungan.
Perencanaan Sehat.

Pengembangan Posdaya

41
Kondisi Awal

PAUD

BKB

KLP
USAHA

POSYANDU

Klp
Pemuda

KOPERASI

BKL
BKR

KERAJINAN
KLP
TANI
Pos kesri
UP2K
JADI … APAKAH POSDAYA?
MTTS

PAUD

BKB

KLP
USAHA

POSYANDU

Klp
Pemuda

KOPERASI

BKL

POSDAYA
KERAJINAN

BKR

KLP
TANI

UP2K
INGAT …. ………….YANG DIHARAPKAN
MTTS
BKB

PAUD
KLOMP USAHA

POSYANDU
P
A
M
O
N
G

KOPERASI
BKL

POSDAYA

BKR
KERAJINAN
UP2K
MASJID
POSDAYA BUKAN PENGGANTI LEMBAGA DESA LAINNYA
SD,
POKJA II-III PKK, GURU,
SMP,
DLL UNTUK PENDIDIKAN
SMA
KURPAUD
SUS2
UKM
POKJA II-III PKK,
PENGUSAHA, DLL
UNTUK USAHA
EKONOMI

KOPERASI

POS-

YANDU

POSDAYA
POKJA I PKK, DLL

PENGUSAHA WIRAUSAHA

KEBUN
BERGIZI

TERNAK,
DLL

KLINIK

RUMAH
SAKIT,
DLL

POKJA IV PKK,
BIDAN, DLL UNTUK
KB DAN KESEHATAN

POKJA II-III PKK, DLL UNTUK
LINGKUNGAN HIDUP

POSDAYA ADALAH FORUM SILATURAHMI UNTUK
MEMPERLANCAR PENCAPAIAN PEMBERDAYAAN
DELAPAN FUNGSI KELUARGA ATAU MDGs
28-Jan-14

DAMANDIRI - 2010
MEMADUKAN
LEMBAGA
YANG
SUDAH ADA

MENSINERGIKAN
GERAKAN

TINGKAT
Nagari

 MENGISI PKBM ATAU UPK PNPM
MANDIRI DENGAN PROGRAM DAN
KEGIATAN PEMBERDAYAAN SDM
 MEMANFAATKAN KELEMBAGAAN
UPPKS, KUBE, KOPERASI, POSYANDU,
PAUD DSB. SEBAGAI SARANA
PEMBERDAYAAN KELUARGA

 INFRASTRUKTUR SOSIAL HIDUP
BERJALAN DAN MELAKSANAKAN
FUNGSI PEMBERDAYAAN

MENGEMBANGKAN KELUARGA DAN ANAKANAKNYA SESUAI 8 FUNGSI KELUARGA
46
PELEMBAGAAN DAN
PEMBUDAYAAN
DILAKSANAKAN SECARA
BERJENJANG MELALUI :
•RAKOR KEC.
•RAKOR NAGARI.

28/01/2014

Pengembangan Posdaya

47
MEKANISME PELEMBAGAAN DAN PEMBUDAYAAN

Pert. UPT
SKPD

Rakor/ KOORDINATOR
POSDAYA Kecamatan
(PKK/PPLKB/Pet. KB Kec)

SKPD-KB
KAB.
FORUM
POSDAYA
KAB.
Kecamatan

Staff
Meeting

KIE

PERT.POSDAYA
TK NAG -PKK/PLKB/PPKBN

oleh
TOMA/
TOGA
dan
Aparat

PERT. POSDAYA TK. JRNG
Tua Poktan PPKJ, SUBPPKBJ
Penyuluhan Kader

KELUARGA

Pelaks keg KB/KS/PP
Di Poktan – Tk.Kec
Nagari

Pelaks keg KB/KS/PP
Di Poktan – Tk.Nag
Jorong

Pelaks keg KB/KS/PP
Di Poktan - Jorng
10

L ANGKAH PENGGARAPAN.
Pendekatan
Tokoh Formal

1

Evaluasi,
Pencatatan
dan Pelaporan

Pendataan
& Pemetaan

10

2

PLKB/
PKB

9

Pembinaan
Peserta

3

4

8
Pelayanan
KB

Pembentukan
Grup Pelopor

5

7
6
KIE oleh
Tokoh Masyarakat

49

Pendekatan
Tokoh Informal

Pembentukan
Kesepakatan
(MMD)

Pemantapan
Kesepakatan
POLA PENGGERAKAN MASYARAKAT

BUPATI /
WALIKOTA

SKPD- KB

MITRA - DINKES

CAMAT
MITRA KB KECAMATAN - PUSKESMAS

PENGELOLA KB KEC

KADES/LURAH
MITRA KB DESA/KELR. - PUSTU

PLKB/PKB

PPKBD
RW
SUB PPKBD/
RT
50

KELUARGA

KELP. KB/
KELP. BINA KEL.
KELP. UPPKS
YANG PENTING ADALAH UPAYA
KONKRIT …..
• PERENCANAAN KEGIATAN:
–
–
–
–
–
–
–
–

PROGRAM POKOK
KEGIATAN NYATA
TUJUAN
SASARAN
PELAKU
HASIL YANG DIHARAPKAN
SUMBER DANA/DAYA YG DIPERLUKAN
UPAYA LANJUT

• RENCANA KERJA YANG BERLANJUT
terima kasih …

1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

52
Hatur Nuhun
1/28/2014

KEMITRAAN UPPKS

53

Kemitraan uppks

  • 1.
  • 2.
    Pengembangan Keluarga danMasyarakat melalui POSDAYA DI KABUPATEN SOLOK 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 2
  • 3.
    Latar Belakang KEMISKINAN, KELAPARANMERUPAKAN POTENSI KE HANCURAN HARI DEPAN BANGSA, Semuanya itu akan DAPAT DIATASI DENGAN PEMBERDAYAAN MEREKA, KELUARGA MEREKA DAN MASYARAKAT MEREKA 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 3
  • 4.
    Guna MENGANGKAT DAYADAN POTENSI YANG ADA PADA TIAP ANGGOTA KELUARGA DAN TIAP ANGGOTA MASYARAKAT, UNTUK dapat MERUBAH DAN BERUBAH Dari kondisi yang ada POTENSI UNTUK BERUBAH ITU SUDAH DIMILIKI SEJAK LAHIR, TETAPI TERPENDAM, DAN MEREKA SENDIRI TIDAK TAHU BAHWA DAYA DAN POTENSI ITU ADA KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 4
  • 5.
     Berdasarkan Pendataan Keluarga Th2012 di Kab. Solok, ◦ Kepala Keluarga berjumlah 92.308 KK, ◦ Kepala Keluarga Pra Sejahtera. 8.979 KK atau 9,76% . ◦ Kepala Keluarga Sejahtera Tahap I sebanyak 18.966 KK atau 20,55%,  secara kumulatif Keluarga Pra S dan KS I sebanyak 27.945 KK atau 30,27%. Angka ini cukup memprihatinkan karena lebih 30% keluarga berada pada Tahap Pra S dan KS I KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 5
  • 6.
    Ditinjau dari tingkatpendidikan, dari 92.308 Kepala Keluarga     Tidak Tamat SD tercatat 25.396 org atau 27,51%, Tamat SD dan SLTP 44.411 org atau 48,11%, Tamat SLTA 17.502 org atau 18,96% dan Tamat Akademi/PT 4.999 orang atau 5,42%. Dari angka-angka diatas dapat disimpulkan bahwa 75,62% KK di kab. Solok berpendidikan rendah yaitu 27,51% tidak tamat SD dan 48,11% tamat SD dan SLTP. Rendahnya tingkat pendidikan Kepala Keluarga berdampak terhadap rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga. Kondisi ini tercermin dari relatif tingginya jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahap I , yaitu 30,27%. KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 6
  • 7.
    PRIORITAS DAN FOKUS PEMBANGUNAN Pertama :Pembangunan PRO RAKYAT , yaitu PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS KELUARGA, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN EKONOMI MIKRO DAN KECIL KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 7
  • 8.
    PRIORITAS DAN FOKUS PEMBANGUNAN Kedua :KEADILAN UNTUK SEMUA , yaitu memberikan KEADILAN UNTUK ANAK, PEREMPUAN, KETE NAGAKERJAAN, HUKUM SERTA KELOMPOK MISKIN yang TERMARGINAL KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 8
  • 9.
    PRIORITAS DAN FOKUS PEMBANGUNAN Ketiga : PENCAPAIANTUJUAN MILENIUM Yaitu PENCAPAIAN DELAPAN SASARAN DAN TUJUAN MDGs, UTAMANYA PENGENTASAN KEMISKINAN KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 9
  • 10.
    MDG’s Deklarasi Milenium hasil kesepakatankepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000. Targetnya pada tahun 2015 tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat Sekaligus tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, KEMITRAAN UPPKS 10 1/28/2014
  • 11.
    1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengentaskan Kemiskinan Ekstrimdan Kelaparan. Mewujudkan Pendidikan Dasar Bagi semua. Mendorong adanya kesetaraan Jender Dan Pemberdayaan Perempuan. Menguranggi Jumlah Kematian Ana. Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu. Memeranggi Penyakit Menular ;HIV.AIDS, Malaria, Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup, Mengembangkan Kemitraan Global Untuk Tujuan Pembangunan. KEMITRAAN UPPKS 1/28/2014 11
  • 12.
    Delapan Sasaran MGG’s Daridelapan sasaran MDGs, tiga poin langsung menyasar faktor continuity of life yaitu – Menguranggi angka Kematian Anak, – Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil, – Memeranggi HIV/AIDS dan Malaria. Lima poin yang lainpun berhubungan secara tidak langsung dengan upaya continuity of life yaitu – Penghapusan Kemiskinan. – Pencapaian Pendidikan Dasar. – Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. – Menjamin Lingkungan Yang Berkelanjutan. – Pembangunan Kemitraan Global. Dampak dari entitas-entitas di atas, baik langsung maupun tdk langsung, adalah menurunnya jml mortalitas penduduk, yang berarti akan memicu meningkatnnya kelangsungan hidup penduduk. Hal itu fatal; berkurangnya angka kematian tidak segera diimbangi dengan pengendalian angka kelahiran, sehingga cepatnya laju pertumbuhan penduduk tak bisa dihindari. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 12
  • 13.
    Tiga Variabel PenentuTingkat Kelahiran 1. Demografi, 2. Sosial Ekonomi, dan 3. Variabel pendukung lain, misal budaya, agama, dan lain-lain. Poin No. 2 Yang Paling Berhubungan Dengan Sasaran MDG’s. Bayangkan jika kondisi sosial ekonomi masyarakat membaik namun tanpa diiringi kesadaran dalam mengatur jumlah kelahiran, maka MDGs hanya akan menjadi proyek sia-sia belaka. Karena kuantitas penduduk mempunyai hubungan linier dengan kuantitas masalah hidup. Semakin besar jumlah penduduk, maka akan semakin besar pula masalah kehidupan yang akan dihadapi. Atau, Misalkan dengan tingkat kesejahteraan yang sudah baik dan kesadaran mengatur kelahiran juga baik, namun ternyata tidak ada fasilitas bagi penduduk untuk mengatur kelahirannya maka juga akan menghasilkan peningkatan pertumbuhan penduduk yang dihasilkan dari kelahiran anak yang sebenarnya sudah tidak diinginkan. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 13
  • 14.
    Kabupaten Solok Pemakaian AlatKontrasepsi sampai Juni 2013 dari 62.489 PUS, PA sebanyak 46.959 Aks. atau 75,15 %. Dimana PA dari Keluarga Pra S. Dan K S I 16.215 Aks. atau 76,40 %. Dari PUS 21.224 PUS. Masih ada PUS Pra S dan KS I yg Belum KB sebanyak 5.009 PUS dng alasan: • Hamil sebanyak 866 Ibu. • Ingin Anak Segera sebanyak 2267 PUS. • Ingin Anak Ditunda sebanyak 993 PUS. • Tidak Ingin Anak Lagi Sebanyak 883 PUS. Dari data Sisa PUS Pra S dan KS I Diatas yang menjadi prioritas kegiatan pada enam bulan berikutnya adalah sebanyak 4,782 PUS. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 14
  • 15.
    MDG’s.1. Menguranggi KemiskinanDan Kelaparan. Kemiskinan di Kab. Solok sekarang 11,75 % Target pada Tahun 2015 adalah 10 %. Prioritas Kab. Solok untuk menurunkan kemiskinan dan kelaparan : – memperluas kesempatan kerja, – meningkatkan infrastruktur pendukung, dan – memperkuat sektor pertanian. Perhatian khusus yang perlu diberikan adalah pada: 1) perluasan fasilitas kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); 2) pemberdayaan masyarakat miskin dengan meningkatkan akses dan penggunaan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraannya; 3) peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan sosial dan 4) perbaikan penyediaan proteksi sosial bagi kelompok termiskin di antara yang miskin. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 15
  • 16.
    MDG’s.2. Mencapai PendidikanDasar. • Upaya Kabupaten Solok untuk mencapai target MDGs di sektor pendidikan dasar dan melek huruf sudah menuju pada pencapaian target 2015. menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs dengan menambahkan sekolah menengah pertama sebagai sasaran pendidikan dasar universal • Pada tahun 2012 angka partisipasi kasar (APK) SD/MI termasuk Paket A di Kabupaten Solok mencapai 109,58 persen dan angka partisipasi murni (APM) sekitar 94,25 persen. Pada tingkat sekolah dasar (SD/MI) secara umum disparitas partisipasi pendidikan antar Kecamatan semakin menyempit dengan APM di hampir semua Kecamnatan telah mencapai lebih dari 100 % • Sementara Jika Kita Bandingkan Dengan Nasional sebagai Berikut Pada tahun 2008/09 angka partisipasi kasar (APK) SD/MI termasuk Paket A telah mencapai 116,77 persen dan angka partisipasi murni (APM) sekitar 95,23 persen. Pada tingkat sekolah dasar (SD/MI) secara umum disparitas partisipasi pendidikan antarprovinsi semakin menyempit dengan APM di hampir semua provinsi telah mencapai lebih dari 90,0 persen. Tantangan utama dalam percepatan pencapaian sasaran MDGs pendidikan adalah meningkatkan pemerataan akses secara adil bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas di semua daerah. Berbagai kebijakan dan program pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut adalah berupa: • • • perluasan akses yang merata pada pendidikan dasar khususnya bagi masyarakat miskin; peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan; penguatan tatakelola dan akuntabilitas pelayanan pendidikan. Disamping itu kebijakan alokasi dana pemerintah bagi sektor pendidikan minimal sebesar 20 persen dari jumlah anggaran nasional akan diteruskan untuk mengakselerasi pencapaian pendidikan dasar universal pada tahun 2015. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 16
  • 17.
    MDG’s.3. Mendorong KesetaraanGender dan Pemberdayaan Perempuan. • • • Berbagai kemajuan telah dicapai dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender di semua jenjang dan jenis pendidikan, Pada tahun 2012 Rasio angka partisipasi murni (APM) perempuan terhadap laki-laki di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berturut-turut sebesar 94,11 % dan 67,24 %, dan rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun telah mencapai 90,85. Oleh sebab itu secara efektif menuju pencapaian kesetaraan gender yang terkait dengan pendidikan pada tahun 2015. Di bidang ketenagakerjaan, terlihat adanya peningkatan kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor nonpertanian. Di samping itu, proporsi kursi yang diduduki oleh perempuan di DPR pada Pemilu terakhir juga mengalami peningkatan, menjadi 5,71 persen. Prioritas ke depan dalam mewujudkan kesetaraan gender meliputi : 1) peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan; 2) perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; dan 3) peningkatan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 17
  • 18.
    MDG’s.4. Menurunkan AngkaKematian Anak / Bayi. Target MDGs sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Semetara sampai saat ini (2013) Kabupaten Solok telah dapat menurunkan menjadi 13,3 per 1000 kelahiran hidup. Demikian pula dengan kematian anak menjadi 14.1 per 1000 anak balita. Namun demikian, masih terjadi disparitas regional pencapaian target, yang mencerminkan adanya perbedaan akses atas pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah miskin dan terpencil. Prioritas kedepan adalah memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan akses pada pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 18
  • 19.
    MDG’s.5. Meningkatkan KesehatanIBU. 1/28/2014 • Angka kematian ibu melahirkan (MMR/Maternal Mortality Rate) 126,5 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 Sedangkan Target pencapaian MDGs pada tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup, sehingga diperlukan kerja keras untuk mencapai target tersebut. Walaupun pelayanan antenatal dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih cukup tinggi, beberapa faktor seperti risiko tinggi pada saat kehamilan dan aborsi perlu mendapat perhatian. • Upaya menurunkan angka kematian ibu didukung pula dengan meningkatkan angka pemakaian kontrasepsi dan menurunkan unmet need yang dilakukan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Kami di Kabupaten Solok yakin dapat mencapai ketertinggalan sebanyak 23,5 per 100.000 kelahiran hidup dengan program jampersal dan peningkatan pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang serta program kesehatan lainnya antara lain jorong siaga, suami siaga dan ambulan desa yang kesemua itu KEMITRAAN UPPKS 19 telah integrasikan dalam kegiatan-kegiatan POSDAYA.
  • 20.
    MDG’s.6. Memeranggi HIV/AIDSdan Penyakit Menular Lainnya. • Tingkat prevalensi HIV/AIDS cenderung meningkat di Indonesia, terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu pengguna narkoba suntik dan pekerja seks. Jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Solok Tahun 2012 sebanyak 6 Orang. Angka kejadian malaria per 1.000 penduduk menurun dari 4,68 pada tahun 1990 menjadi 1,85 pada tahun 2012. • Sementara itu, pengendalian penyakit Tuberkulosis yang meliputi penemuan kasus dan pengobatan telah mencapai target. Pendekatan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini terutama diarahkan pada upaya pencegahan dan pengarusutamaan ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Selain itu, pengendalian penyakit harus melibatkan semua pemangku kepentingan dan memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Sejalan dengan upaya pencapaian target RPJMD : Pembinaan keluarga sakinah di Kabupaten Solok dikembangkan kegiatan dengan sasaran utama remaja usia sekolah melalui program triad KRR yaitu : 1) pencegahan prilaku sex bebas dikalangan remaja 2) HIV/AIDS dan 3) NAPZA Narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya dengan mengaktifan PIK-Remaja Sekolah dan Remaja Jalur Luar Sekolah (Karang Taruna). Bersama TP-PKK membentuk serta mengembangkan Pusat Informasi Konseling Remaja di Kabupaten Solok Telah berdiri 33 Kelompok PIK R tersebut terutama pada wilayah-wilayah rentan. Sasaran kegiatan PIK-R sampai saat ini telah mencapai 4.950 konselor dari 38.527 orang remaja di Kabupaten Solok 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 20
  • 21.
    MDG’s.7. Memastikan KelestarianLingkungan. • Proporsi rumah tangga dengan akses air Bersih layak meningkat dari 57,4 persen pada tahun 2011 menjadi 66,9 persen pada tahun 2012, maka terlihat peningkatan sekitar 9, 5 Persen • Sementara itu, proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi / Jamban layak meningkat dari 20,7 persen (2011) menjadi 25,4 persen (2012). Terjadi peningkatan 4,7 %. Upaya untuk mengakselerasi pencapaian target air minum dan sanitasi yang layak terus dilakukan melalui investasi penyediaan air minum dan sanitasi, terutama untuk melayani jumlah penduduk Kabupaten Solok yang terus meningkat. Untuk Nagari dan Jorong, penyediaan air minum dan sanitasi dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat dengan Program Pansimas agar masyarakat memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan infrastruktur dan pembangunan sarana, di samping itu juga dilakukan upaya untuk memperjelas peran dan tanggung jawab masingmasing Tingkatan pemerintahan. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 21
  • 22.
    MDG’s.8. Membagun Kemitraan. Pembangunanmerupakan partisipan aktif bagi semua unsur dan elemen adapun langkah-langkah yang kita kembangkan adalah : • Mengembangkan kelompok-kelompok UKM untuk dapat bermitra dengan lembaga-lembaga keuangan dan perusahaan yang mau bekerja sama seperti PT. Semen Padang, PT Pegadaian dan lain sebagainya hal ini tentu tidak terlepas dari Komitmen Pemerintah Kabupaten Solok yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan. • Membantu menfasilitasi keterampilan khusus dari masyarakat seperti keterampilan elektronik, menjahit, menyulam, perbengkelan dan lain-lain. Melalui program dan Kegiatan SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Solok terutama pada daerah-daerah terpencil. • Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan tenaga kerja dan keuntungan bagi masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja di PTP VI, pabrik Aqua, tambang biji besi dan lain-lain serta medukung penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dimasyarakat. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 22
  • 23.
    Membangkik Batang Tarandam/KearifanLokal. Dalam mencapai Sasaran Diatas dalam penamaan Persepsi dan Meningkatkan Kepedulian serta Peran serta Semua Unsur , Pemeritah Kabupaten Solok melakukan langkah penting dan melihat Potensi dan Kondisi Budaya dengan memberdayakan Majelis Tungku Tigo Sajarangan (MTTS) yang merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun di Minang Kabau dengan melibatkan semua unsur masyarakat yang berfungsi menjadi evaluator, monitoring serta mencarikan jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Di Programkan SetiapNagari Melaksanakan Minimal 2 Kali dalam Setahun untuk melakukan Pertemuan. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 23
  • 24.
    BANGUN NAGARI ,MAJUKAN KELUARGA, GERAKAN POSDAYA. • Menindak Lanjuti Program MTTS yang merupakan Lokomotif dalam Penggerakan Masyarakat maka untuk pembangunan keluarga dilakukan melalui berbagai upaya pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA), yang melingkupi berbagai kegiatan kelompok seperti, BKB, BKL, BKR, POSYANDU, PAUD, Kelompok Tani dan kelompok-kelompok lainnya, yang diharapkan sebagai awal terbentuk karakter bangsa berbasiskan kearifan lokal. • Forum Posdaya Kabupaten Solok yang di resmikan oleh Bapak Prof. Haryono Suyono Pada 16 Februari 2011. kepengurusan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terkait dan Lembaga Kemasyarakatan yang ada di tingkat Kabupaten bertugas membantu pemerintah daerah melakukan pemberdayaan keluarga melalui Program dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan pelestarian Lingkungan serta Program keagamaan dan Budaya dengan MOTTO; ” BAGUN NAGARI, MAJUKAN KELUARGA, GERAKAN POSDAYA 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS “ 24
  • 25.
    POSDAYA. • • Posdaya sebagai forum,wadah atau sarana bagi keluarga untuk mengembangkan diri di bidang kesehatan, pendidikan dan ketahanan sosial dan ekonomi bagi seluruh anggotanya melalui gotong royong atau kerjasama dalam kelompok /masyarakat. Frekuensi kegiatan Poktan yang tergabung Dalam POSDAYA realisasinya dapat dilihat sebagai berikut : – Kegiatan UPPKS terealisasi 176 Kegiatan dari 405 atau 43,46 %. – Kegiatan BKB terealisasi 109 Kegiatan dari 405 atau 26,91 %.. – Kegiatan BKL terealisasi 13 Kegiatan dari 405 atau 3,21 %.. – Kegiatan BKR terealisasi 33 Kegiatan dari 405 atau 8,15 %.. – Kegiatan PAUD terealisasi 71 Kegiatan dari 405 atau 17,53 %.. – Kegiatan PKBM terealisasi 37 Kegiatan dari 74 Nagari atau 50 %. – Keg. Peningkatan Ekonomi Perempuan 14 Keg. dari 405 atau 3,46 %.. – Keg. Peningkt Perempuan Rawan Sosial Ekonomi 5 Keg. dari 74 / 6,76 %.. – Keg. Melalui Aliansi Pita Putih Indonesia ( APPI ) 6 Keg. Dari 74 /8,11 %.. – Kegiatan Melalui POSYANDU 597 kegiatan dari 405 atau 147,41 %.. – Kegiatan Melalui Kebun Bergizi 33 kegiatan dari 74 Nagari atau 44,59 %. – Pemberian Bantuan Biaya Belajar Bagi Mahasiswa 37 Orang 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 25
  • 26.
    POSDAYA Dengan KelompokUsahanya Melalui Dana CSR PT Semen Padang Telah Dapat Digulirkan Kepada 117 Kelompok Usaha Yang di Bina Melalui Posdaya Dengan Modal Awal Awal dari Rp. 7.500.000,- S.d 15.000.000,- Yang sampai saat ini telah bergulir Modal yang di Bantu Pengelolaannya oleh Koperasi POSDAYA Limpur Jaya 1.750.000.000,- Dan Masih ada Kelompok Usaha Yang belum tergabung dalam Koperasi sebanyak 98 Kelompok dengan perputaran Uang Lebih Kurang Rp. 75.000.000,- yang bersumber dari perguliran dana melalui pinjaman lunak ke Lembaga Keuangan yang mau bekerjasama dengan POSDAYA Setempat. Melalui Kelompok Kelompok Kegiatan Usaha Yang Telah Berkembang Dapat Memberikan Bantuan Biaya Belajar kepada 37 orang Mahasiswa yang berasal dari Keluarga yg tergabung dalam POSDAYA. 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 26
  • 27.
    Keadaan Selama Kerjasama denganPT. Semen Padang Maret 2012 s/d sekarang 2013 N o 1 Kecamatan Lb. Jaya Nama Kelompok Jenis Usaha Jumlah Anggot a Besar Kredit Koperasi Limpur Jaya Nagari Bt Bajanjang Ternak Kelinci 204 orang Rp. 1,7 M Annisa Snack Makanan ringan (bawang goreng, keripk kentang) 20 orang Rp. 12.500.000,- Posdaya PKBN Pelita Hati Nagari Bt. Bajanjang Pelaminan 35 orang Ket Disebarkan ke 70 klpk UPPKS se Kab. Solok Rp. 12.500.000,- 2 IX Koto sei Lasi Posdaya Galanggang Buek Nagari Taruang-taruang Kolam Ikan dan Wisata Agro buah 300 orang Rp. 15.000.000,- Ternak ikan Panen 1 X I Tahun 3 X Koto Singkarak PAUD Posdaya Sayang Bunda Nagari Kt. Sani Ekonomi Pembibitan ikan 75 orang Rp. 5.000.000,- Bantuan langsung berupa semen 4 H. Gumanti Posdaya Talang Babungo Sepakat Gula tebu/aren 110 orang Rp. 5.000.000,- Bantuan langsung berupa semen 5 X Koto Singkarak SMK N I Tj. Alai Bank Mini Sekolah/PIK RM 120 Orang Rp. 5.000.000,- Pinjaman Modal 6 Kab. Solok UPPKS Beragam 1.600 orang Rp. 500.000,- Tersebar di klpk UPPKS seKab. Solok (Dana BUMN ,UPPKS,PNPM) TOTAL 1/28/2014 Rp. 2.255.000.000,- KEMITRAAN UPPKS 27
  • 28.
    KONDISI SAAT INI 1.Kelembagaan KB dan komitmen Semakin Melemah. 2. Jumlah tenaga pengelola, pendampingan dan pembina berkurang dan kualitasnya masih perlu ditingkatkan 3. Forum-forum pembinaan di lini lapangan belum optimal 4. Belum optimalnya pemanfaatan POKTAN (Kelp. UPPKS) untuk meningkatkan, pembinaan dan kemandirian peserta KB 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 28
  • 29.
    5. Keterbatasan aksesmodal. 6. Kerjasama dengan mitra kerja dalam akses modal belum optimal. 7. Tenaga pengelola, pendamping dan pembina Kelompok UPPKS semakin berkurang 8. Data Kelompok UPPKS masih belum akurat 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 29
  • 30.
    KEBIJAKAN UMUM PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMIKELUARGA (UPPKS) DIARAHKAN UNTUK MENUNJANG VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KB NASIONAL 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 30
  • 31.
    KEBIJAKAN OPERASIONAL • MeningkatkanKomitmen politis dan operasional dara para pengambil kebijakan. Disemua tingkat sampai ke lini lapangan tentang pemberdayaan ekonomi keluarga • Meningkatkan usaha ekonomi produktif peserta KB terutama Pra S dan KS I anggota kelompok UPPKS • Meningkatkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber KB anggota kelompok UPPKS melalui proses pembelajaran usaha • Meningkatkan jejaring kemitraan dalam usaha ekonomi produktif di semua tingkatan wilayah • Meningkatkan kapabilitas para pengelola dan mitra kerja kelompok UPPKS 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 31
  • 32.
    STRATEGI OPERASIONAL • Meningkatkan sosialisasi kebijakan program pemberdayaanekonomi keluarga peserta KB disegala tingkatan • Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan akses sember daya terhadap keluarga peserta KB melalui Usaha Ekonomi Produktif • Mengembangkan peta kerja kelompok UPPKS yang terkini dan tepat waktu • Meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja dan mengembangkan pendampingan usaha kelompok ekonomi produktif Pra S dan KS I dalam upaya mengakses sumber daya ekonomi • Meningkatkan pembinaan, monitoring dan evaluasi program pemberdayaan ekonomi keluarga disegala tingkatan dalam upaya peningkatan kesertaan ber KB anggota kelompokKEMITRAAN UPPKS UPPKS 1/28/2014 32
  • 33.
    PERKEMBANGAN KEGIATAN MELALUIPOSDAYA S.D JUNI 2013 KABUPATEN SOLOK KOORDINATOR POSDAYA NO KECAMATAN POKJA POSDAYA Pertemuan POSDA TINGKAT JORONG YA JORONG NAGARI JML % PELAKSANAAN KEGIATAN YANG TERGABUNG DALAM FORUM POSDAYA UPPKS BKB BKR BKL PAUD PKBM KET JML % JML % JML % JML % JML % JML % 1 Pantai Cermin 2 28 6 21,4 2 7,14 5 17,86 0 0,00 1 3,57 5 17,86 2 100 2 Lembah Gumanti 4 34 12 35,3 12 35,29 5 14,71 1 2,94 1 2,94 4 11,76 0 - 3 Hiliran Gumanti 3 20 7 35,0 3 15,00 18 90,00 3 15,00 2 10,00 3 15,00 0 - 4 Payung Sekaki 3 11 11 100 6 54,55 5 45,45 2 18,18 2 18,18 4 36,36 3 100, 5 Tigo Lurah 5 22 11 50,0 0 - 11 50,00 0 0,00 4 18,18 5 22,73 0 - 6 Lembang Jaya 6 43 20 46,5 42 97,67 6 13,95 2 4,65 2 4,65 6 13,95 4 66,67 7 Danau Kembar 2 18 7 38,9 1 5,56 5 27,78 1 5,56 2 11,11 2 11,11 1 50,00 8 Gunung Talang 8 37 21 56,8 12 32,43 9 24,32 0 0,00 2 5,41 8 21,62 8 100 9 Bukit Sundi 5 16 8 50,0 12 75,00 5 31,25 0 0,00 1 6,25 5 31,25 3 60,00 10 IX Koto Sei Lasi 9 26 9 34,6 11 42,31 6 23,08 1 3,85 2 7,69 7 26,92 2 22,22 11 Kubung 8 41 36 87,8 14 34,15 0 - 0 0,00 0 0,00 5 12,20 7 87,50 12 X Koto Diatas 9 52 34 65,4 20 38,46 11 21,15 1 1,92 8 15,38 5 9,62 2 22,22 13 X koto Singkarak 8 46 17 37,0 31 67,39 18 39,13 1 2,17 5 10,87 8 17,39 3 37,50 14 Junjung Sirih 2 11 11 100 10 90,91 5 45,45 1 9,09 1 9,09 4 36,36 2 100 JUMLAH 74 405 210 51,9 176 43,46 109 26,91 13 3,21 33 8,15 71 17,53 37 50,00 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 33
  • 34.
    PERKEMBANGAN KEGIATAN MELALUIPOSDAYA S.D JUNI 2013 KABUPATEN SOLOK PELAKSANAAN KEGIATAN YANG TERGABUNG DALAM FORUM POSDAYA NO KOORDINATOR POSDAYA KECAMATAN POKJA POSDAYA POSDAYA TINGKAT NAGARI JORONG Pertemuan JORONG Peningkatan Ekonomi Perempuan JML % JML % Peningkatan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi JML % APPI POSYANDU Kebun Bergizi JML % JML % JML % 1 Pantai Cermin 2 28 6 21,4 14 50,00 0 - 0 - 40 142,86 1 50,00 2 LB.Gumanti 4 34 12 35,3 0 - 0 - 0 - 63 185,29 2 50,00 3 HL.Gumanti 3 20 7 35,0 0 - 0 - 0 - 31 155,00 1 33,33 4 Payung Sekaki 3 11 11 100 0 - 1 9,09 0 - 17 154,55 3 100 5 Tigo Lurah 5 22 11 50,0 3 13,64 0 - 0 - 23 104,55 1 20,00 6 Lembang Jaya 6 43 20 46,5 2 4,65 1 2,33 0 - 47 109,30 1 16,67 7 Danau Kembar 2 18 7 38,9 5 27,78 0 - 0 - 28 155,56 3 150,00 8 Gunung Talang 8 37 21 56,8 2 5,41 0 - 0 - 70 189,19 6 75,00 9 Bukit Sundi 5 16 8 50,0 3 18,75 1 6,25 3 60 40 250 3 60,00 10 IX Koto Sei Lasi 9 26 9 34,6 2 7,69 1 3,85 3 33,33 27 103,85 2 22,22 11 Kubung 8 41 36 87,8 43 104,88 0 - 0 - 73 178,05 4 50,00 12 X Koto Diatas 9 52 34 65,4 3 5,77 1 1,92 0 - 51 98,08 2 22,22 13 X kt Singkarak 8 46 17 37,0 1 2,17 0 - 0 - 54 117,39 3 37,50 14 Junjung Sirih 2 11 11 100 0 - 0 - 0 - 33 300 1 50,00 JUMLAH 74 405 210 51,9 14 3,46 5 6,76 6 8,11 33 44,59 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 597 147,41 34 KET
  • 35.
    MOU dengan BUMN PT.Semen Padang Keuntungan yg dapat diambil :  Tersalurnya kebutuhan modal bagi kelompok UPPKS dari pihak BUMN  Terbinanya kelompok dalam usaha ekonomi (pembukuan pemasaran usaha)  Melatih Kelompok UPPKS lebih mandiri  dll 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 35
  • 36.
    Rencana BKBPP DanRealisasi Tahun 2013 • Kerjasama dengan Badan Amal Zakat Daerah melalui penyaluran Zakat • Pihak-pihak lain yang mendukung, PNPM/PD, Kelompok Ibi-ibu Pedesaan • BKBPP Peningkatan keterampilan dalam pelatihanpelatihan study banding, dll • PAUD terintegrasi + usaha ekonomi produktif • PKBN Integrasi dengan PAUD • Pelatihan Guru PAUD yang di fasilitasi PT. Semen Padang bertempat di PAUD Karang Putih Indarung 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 36
  • 37.
    PROGRAM PERKASA (KOPERASI DESA SIAGA (KESEHATAN) KELUARGA HARAPAN (SOSIAL)l PEMBENTUKAN, PENGUATAN DAN SEKTOR/ PENGEMBANGAN LEMBAGA LEMBAGA-2 PEMBERDAYAANSDM DI MASYARAKAT JORONG DAN NAGARI 1/28/2014 FORUM INFORMASI, PENETAPAN SASARAN DAN PENGGERAKAN MASYARAKAT PELESTARIAN LINGKUNGAN WAJAR , BEBAS BH, KBM (DIKNAS) PEMPROV/PEMKAB POSDAYA KEMITRAAN UPPKS 37
  • 38.
    YANG PENTING ADALAHUPAYA KONKRIT ….. • PERENCANAAN KEGIATAN: – – – – – – – – PROGRAM POKOK KEGIATAN NYATA TUJUAN SASARAN PELAKU HASIL YANG DIHARAPKAN SUMBER DANA/DAYA YG DIPERLUKAN UPAYA LANJUT • RENCANA KERJA YANG BERLANJUT 1/28/2014 KEMITRAAN UPPKS 38
  • 39.
    UTAMAKAN SASARAN YGTEPAT  Keluarga muda Cakrawala masih luas  Keluarga paritas rendah Agar jangan terlanjur  Keluarga miskin Sasaran utama  Keluarga yang lebih berada  Penyandang minat dan pemerintah Sinergi & fasilitasi Fasilitasi & ayoman
  • 40.
    MODAL DASAR KITA… delapan fungsi keluarga 1.Fungsi Keagamaan 2.Fungsi Budaya 3.Fungsi Cinta Kasih 4.Fungsi Perlindungan 5.Fungsi Kesehatan Reproduksi 6.Fungsi Pendidikan 7.Fungsi Ekonomi 8.Fungsi Membina Lingkungan
  • 41.
    10 PROGRAM POKOKPKK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 28/01/2014 Penghayatan dan pengamalan pancasila. Gotong royong. Pendidikan dan Ketrampilan. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi. Pangan. Sandanng. Perumahan dan tata laksana RT. Kesehatan. Kelestarian lingkungan. Perencanaan Sehat. Pengembangan Posdaya 41
  • 42.
  • 43.
    JADI … APAKAHPOSDAYA? MTTS PAUD BKB KLP USAHA POSYANDU Klp Pemuda KOPERASI BKL POSDAYA KERAJINAN BKR KLP TANI UP2K
  • 44.
    INGAT …. ………….YANGDIHARAPKAN MTTS BKB PAUD KLOMP USAHA POSYANDU P A M O N G KOPERASI BKL POSDAYA BKR KERAJINAN UP2K MASJID
  • 45.
    POSDAYA BUKAN PENGGANTILEMBAGA DESA LAINNYA SD, POKJA II-III PKK, GURU, SMP, DLL UNTUK PENDIDIKAN SMA KURPAUD SUS2 UKM POKJA II-III PKK, PENGUSAHA, DLL UNTUK USAHA EKONOMI KOPERASI POS- YANDU POSDAYA POKJA I PKK, DLL PENGUSAHA WIRAUSAHA KEBUN BERGIZI TERNAK, DLL KLINIK RUMAH SAKIT, DLL POKJA IV PKK, BIDAN, DLL UNTUK KB DAN KESEHATAN POKJA II-III PKK, DLL UNTUK LINGKUNGAN HIDUP POSDAYA ADALAH FORUM SILATURAHMI UNTUK MEMPERLANCAR PENCAPAIAN PEMBERDAYAAN DELAPAN FUNGSI KELUARGA ATAU MDGs 28-Jan-14 DAMANDIRI - 2010
  • 46.
    MEMADUKAN LEMBAGA YANG SUDAH ADA MENSINERGIKAN GERAKAN TINGKAT Nagari  MENGISIPKBM ATAU UPK PNPM MANDIRI DENGAN PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN SDM  MEMANFAATKAN KELEMBAGAAN UPPKS, KUBE, KOPERASI, POSYANDU, PAUD DSB. SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN KELUARGA  INFRASTRUKTUR SOSIAL HIDUP BERJALAN DAN MELAKSANAKAN FUNGSI PEMBERDAYAAN MENGEMBANGKAN KELUARGA DAN ANAKANAKNYA SESUAI 8 FUNGSI KELUARGA 46
  • 47.
    PELEMBAGAAN DAN PEMBUDAYAAN DILAKSANAKAN SECARA BERJENJANGMELALUI : •RAKOR KEC. •RAKOR NAGARI. 28/01/2014 Pengembangan Posdaya 47
  • 48.
    MEKANISME PELEMBAGAAN DANPEMBUDAYAAN Pert. UPT SKPD Rakor/ KOORDINATOR POSDAYA Kecamatan (PKK/PPLKB/Pet. KB Kec) SKPD-KB KAB. FORUM POSDAYA KAB. Kecamatan Staff Meeting KIE PERT.POSDAYA TK NAG -PKK/PLKB/PPKBN oleh TOMA/ TOGA dan Aparat PERT. POSDAYA TK. JRNG Tua Poktan PPKJ, SUBPPKBJ Penyuluhan Kader KELUARGA Pelaks keg KB/KS/PP Di Poktan – Tk.Kec Nagari Pelaks keg KB/KS/PP Di Poktan – Tk.Nag Jorong Pelaks keg KB/KS/PP Di Poktan - Jorng
  • 49.
    10 L ANGKAH PENGGARAPAN. Pendekatan TokohFormal 1 Evaluasi, Pencatatan dan Pelaporan Pendataan & Pemetaan 10 2 PLKB/ PKB 9 Pembinaan Peserta 3 4 8 Pelayanan KB Pembentukan Grup Pelopor 5 7 6 KIE oleh Tokoh Masyarakat 49 Pendekatan Tokoh Informal Pembentukan Kesepakatan (MMD) Pemantapan Kesepakatan
  • 50.
    POLA PENGGERAKAN MASYARAKAT BUPATI/ WALIKOTA SKPD- KB MITRA - DINKES CAMAT MITRA KB KECAMATAN - PUSKESMAS PENGELOLA KB KEC KADES/LURAH MITRA KB DESA/KELR. - PUSTU PLKB/PKB PPKBD RW SUB PPKBD/ RT 50 KELUARGA KELP. KB/ KELP. BINA KEL. KELP. UPPKS
  • 51.
    YANG PENTING ADALAHUPAYA KONKRIT ….. • PERENCANAAN KEGIATAN: – – – – – – – – PROGRAM POKOK KEGIATAN NYATA TUJUAN SASARAN PELAKU HASIL YANG DIHARAPKAN SUMBER DANA/DAYA YG DIPERLUKAN UPAYA LANJUT • RENCANA KERJA YANG BERLANJUT
  • 52.
  • 53.