-KELOMPOK 3-
SUMBER-SUMBER
AJARAN ISLAM
Tim Penyusun:
1. Dimas Agung P. (202369030021)
2. Moh. Saifudin (202369030012)
3. Sahrul Ilmi (202369030028)
2
INTRODUCTION
Sumber ajaran islam adalah segala sesuatu yang dijadikan
dasar, acuan, atau pedoman syariat Islam. ajaran Islam adalah
pengembangan agama Islam. Islam sangat mendukung
umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan, terutama yang
bersumber dari sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an, Hadis,
Ijma’ dan Qiyas .
Rumusan Masalah
Berikut merupakan rumusan masalah pada makalah ini
1. Apa saja sumber-sumber ajaran Islam
2. Bagaimana Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam
3. Bagaimana Hadis sebagai sumber ajaran Islam
4. Bagaimana Ijma’ dan Qiyas sebagai sumber ajaran Islam
Tujuan
Makalah ini sebagai sarana pembelajaran untuk
lebih memahami sumber-sumber ajaran Islam. Serta
diharapkan dapat menjadi penambah wawasan agar
lebih mengetahui apa saja sumber ajaran Islam.
Selain itu penulisan makalah ini ditujukan pula untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama
Islam.
3
SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM
AL-QUR’AN
Sumber ajaran islam
yang paling utama
A-HADIS
Sebagai penjelas (bayan)
ungkapan Al-Qur’an
​
IJMA’
Konsensus kalangan
mujtahid terhadap suatu
masalah
QIYAS
Mempersamakan
hukum suatu perkara
AL-QUR’AN
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
secara lafaz (lisan), makna serta gaya
bahasanya, yang termaktub dalam mushaf
yang dinukilkan secara mutawir.
Secara mutawatir, ditulis dalam mushaf,
dimulai dengan surah Al-Fatihah dan
diakhiri dengan surah An-Nas.
Membacanya berfungsi sebagai ibadah,
sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW
dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi
umat manusia. Allah SWT
Beberapa pokok kandungan Al-Qur’an, yaitu:
1. Keimana (Tauhid), yaitu ajaran-ajaran tentang
kepercayaan kepada Allah
2. Ajaran tentang ibadah, yaitu pengabdian makhluk
kepada Khaliqnya.
3. Hukum dan peraturan, yaitu ajaran yang
mengatur tentang aturan yang berhubungan
dengan segala tindakan manusia dalam segala
bidang, baik hubungannya dengan Tuhan
maupun sesama manusia.
AL-QUR’AN
Keistimewaan Al-Qur’an antara lain: terletak pada
gaya pengungkapannya, dari segi kandungannya Al-
Qur’an mempunyai kandungan paling sempurna.
Selain itu, Al-Qur’an merupakan mu’jizat Nabi
Muhammad serta Al-Qur’an terpelihara keasliannya
sampai akhir zaman.
Fungsi Al-Qur’an menurut namanya:
1. Al-Huda, Al-Qur’an sebagai petunjuk yaitu petunjuk bagi manusia secara umum, manusia bertaqwa,
dan bagi manusia beriman.
2. Al-Furqan, Al-Qur’an merupakan kaidah untuk membedakan dan memisahkan antara hak dan batil
3. Asy-Syifa, Al-Qur’an berfungsi sebagai obat bagi penyakit psikologis
4. Al-Mauizhah, Al-Qur’an berfungsi sebagai nasihat orang yang bertakwa
Bukti autentisitas Al-Qur’an, Autentisitas Al-Quran
dilihat dari aspek kesejarahan, dan dilihat dari ciri-ciri
dan sifat dari Al-Quran
Lanjutan
6
KEDUDUKAN AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM
• Al-Qur’an merupakan sumber utama dan pertama sehingga semua persoalan harus
merujuk dan berpedoman kepadanya, sesuai dengan:
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul- Nya
(Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika
kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah SWT.
(al- Qur’an) dan Rasul-Nya (sunnah), jika kamu beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S.
an-Nisa’/4:59)
• Jelaslah bahwa al-Qur’an adalah kitab yang berisi sebagai petunjuk dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman. Al- Qur’an sumber dari segala sumber hukum
baik dalam konteks kehidupan di dunia maupun diakhirat kelak.
7
AL-HADIS
HADIS
Etimologi
Isim mashdar
(komunikasi, cerita)
Al-Jadid
(sesuatu yang baru)
Al-Khabar
(berita)
Al-Qarib
(sesuatu yang dekat)
Bahasa Perkataan atau ucapan
Istilah
Segala perkataan, perbuatan
dan ketetapan yang
dilakukan Rasullulah
8
KEDUDUKAN DAN FUNGSI HADIS
Dari segi keberadannya sebagai wahyu dan sumber syariah yang wajib diamalkan isinya, Hadis sejajar
dengan Al-Qur’an dan dari segi tingkatannya, ia berada berdampingan dengan Al-Qur’an karena ia berfungsi
menjelaskan, sebagaimana firman Alla sbb:
Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah
diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan (QS. An-Nahl:44)
Hadits atau sunnah sebagai sumber hukum Islam tidak hanya untuk kaitannya dalam hal ibadah,
akan tetapi juga dalam masalah masyarakat sosial. Eksistensi sunnah atau hadits sebagai sumber hukum
Islam dapat dilihat dari beberapa argumen Al-Qur’an, ijma’ maupun argumen rasional.
PEMBAGIAN HADIS
Hadis
Jumlah
periwayatan
Hadis
Mutawatir
Hadis Ahad
Kualitas Sanad
dan Matan
Hadis
Hadis Shahih
Hadis Hasan
Hadis Dhaif
Kedudukan
dalam Hujjah
Hadis Maqbul
Hadis Mardud
IJMA’
PENGERTIAN
• Ijma’ berarti menghimpun, mengumpulkan atau Bersatu dalam
pendapat.
• Ahli uhsul fikih mengemukakan bahwa ijma’ adalah kesepakatan
para mujtahid kaum muslimin terhadap suatu hukum syariat
mengenai suatu peristiwa. Apabila terjadi suatu peristiwa yang
memerlukan ketentuan hukum yang tidak ditemukan dalam
kedua sumber sebelumnya maka mujtahid mengemukakan
pendapatnya tentang hukum suatu peristiwa tsb.
• Jika disetujui atau disepakati maka kesepakatan itulah yang
disebut IJMA’
IJMA’ SEBAGAI SUMBER
HUKUM
• Ijma’ sebagai sumber hukum
secara historis terjadi pasca
wafatnya Nabi Muhammad SAW.
• .Ijma’ yang memiliki kehujahan
sebagai sumber hukum
didasarkan pada sejumlah
argumentasi teologis terutama
ayat 59 surah An-nisa’ yang
didalamnya terdapat anjuran untuk
taat pada ulil amri setelah taat
pada Allah SWT dan Rosul-Nya.
QIYAS
Secara Bahasa Qiyas berarti mengukur
atau mempersamakan, yaitu membandingkan
atau mempersamakan hukum suatu perkara
yang belum ada ketentuan hukumnya dengan
perkara lain yang sudah ada ketentuan
hukumnya dengan perkara lain yang sudah ada
di Al-Qur’an atau sunnah dengan melihat
persamaan ‘illat (sebab mendasari ketetapan
hukum)
Contoh:
Arak (khamr) diharamkan karena
memabukkan (Q.S: 2:219) maka
secara Qiyas benda atau hal lain
yang memabukkan maka hukumnya
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya
minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala,
dan mengundi nasib dengan anak panah adalah
perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka
jauhilah (perbuatanperbuatan) itu agar kamu
beruntung.” (Q.S. al-Maidah/5:90)
KESIMPULAN
1. Al-Qur’an adalah sumber hukum utama selain sebagai kitab suci. Oleh
karena itu, semua ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh
bertentangan dengan hukum-hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an
2. Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Dengan
demikian, hadis memiliki fungsi yang sangat penting dalam hukum Islam.
Di antara fungsi hadis, yaitu untuk menegaskan ketentuan yang telah ada
dalam Al-Qur’an.
3. Ijma’ adalah salah satu sumber hukum Islam yang memiliki posisi
kuat dalm menetapkan hukum dari suatu peristiwa. Bahkan telah diakui
luas
sebagai sumber hukum yang menempati posisi ketiga dalam hukum Islam.
4. Qiyas adalah mengukur atau mempersamakan, yakni membandingkan
atau mempersamakan hukum suatu perkara yang belum ada ketentuan
hukumnya dengan perkara lain yang sudah ada ketentuan hukumnya
dalam Al-Qur’an atau sunnah dengan melihat persamaan ‘illat (sebab yang
mendasari ketetapan hukum)
Merealisasikan dan menerapkan ajaran-ajaran
Islam dalam kehidupan akan membawa manfaat
besar bagi manusia. Semua aturan atau hukum
yang bersumber dari Allah SWT dan Rasul-Nya
merupakan suatu aturan yang dapat membawa
kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.
SARAN
REFERENSI
Alfiah,dkk. 2016 Studi Ilmu Hadis, Riau: Kreasi Edukasi.
Al-Khatib, Muhammad Ajjaj, Al-Sunnah Qbla al-Tadwin, op.cit,
Bakhtiar, Nur Hasanah.2018. Buku Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum,
Yogyakarta.
Muhaimin, dkk. 2012. Studi Islam dalam ragam dimensi dan pendekatan.Jakarta: kencana.
Musahadi HAM. 2000. Evolusi Konsep Sunnah. Semarang: CV. Aneka ilmu, anggota IKAPI.
Putra, 2013, Muhaimin, dkk. Studi Islam dalam ragam dimensi dan pendekatan, Jakarta:
kencana
Rois Mahfud,2011.Sumber Ajaran Islam, Palangka raya: Erlangga.
Supadi, Dididk Ahmad dan Sarjuni. 2011. Pengantar studi Islam. Semarang: Rajawali Pers.
Uhbiyati, Nur. 2013. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam. Semarang: Pustaka Rizki
Wahib, Abdul. 2020. Pengantar Studi Islam. Jember
Yasir,Muhammad, dkk. 2016. Studi Al-Qur’an.Pekanbaru: Asa Riau.
Zaiunudin Ali. 2007. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara
THANK YOU

Kelompok 3-Sumber Ajaran Islam 2024.pptx

  • 1.
    -KELOMPOK 3- SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM TimPenyusun: 1. Dimas Agung P. (202369030021) 2. Moh. Saifudin (202369030012) 3. Sahrul Ilmi (202369030028)
  • 2.
    2 INTRODUCTION Sumber ajaran islamadalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan, atau pedoman syariat Islam. ajaran Islam adalah pengembangan agama Islam. Islam sangat mendukung umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan, terutama yang bersumber dari sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas . Rumusan Masalah Berikut merupakan rumusan masalah pada makalah ini 1. Apa saja sumber-sumber ajaran Islam 2. Bagaimana Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam 3. Bagaimana Hadis sebagai sumber ajaran Islam 4. Bagaimana Ijma’ dan Qiyas sebagai sumber ajaran Islam Tujuan Makalah ini sebagai sarana pembelajaran untuk lebih memahami sumber-sumber ajaran Islam. Serta diharapkan dapat menjadi penambah wawasan agar lebih mengetahui apa saja sumber ajaran Islam. Selain itu penulisan makalah ini ditujukan pula untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam.
  • 3.
    3 SUMBER-SUMBER AJARAN ISLAM AL-QUR’AN Sumberajaran islam yang paling utama A-HADIS Sebagai penjelas (bayan) ungkapan Al-Qur’an ​ IJMA’ Konsensus kalangan mujtahid terhadap suatu masalah QIYAS Mempersamakan hukum suatu perkara
  • 4.
    AL-QUR’AN Al-Qur’an adalah wahyuAllah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara lafaz (lisan), makna serta gaya bahasanya, yang termaktub dalam mushaf yang dinukilkan secara mutawir. Secara mutawatir, ditulis dalam mushaf, dimulai dengan surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas. Membacanya berfungsi sebagai ibadah, sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi umat manusia. Allah SWT Beberapa pokok kandungan Al-Qur’an, yaitu: 1. Keimana (Tauhid), yaitu ajaran-ajaran tentang kepercayaan kepada Allah 2. Ajaran tentang ibadah, yaitu pengabdian makhluk kepada Khaliqnya. 3. Hukum dan peraturan, yaitu ajaran yang mengatur tentang aturan yang berhubungan dengan segala tindakan manusia dalam segala bidang, baik hubungannya dengan Tuhan maupun sesama manusia.
  • 5.
    AL-QUR’AN Keistimewaan Al-Qur’an antaralain: terletak pada gaya pengungkapannya, dari segi kandungannya Al- Qur’an mempunyai kandungan paling sempurna. Selain itu, Al-Qur’an merupakan mu’jizat Nabi Muhammad serta Al-Qur’an terpelihara keasliannya sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur’an menurut namanya: 1. Al-Huda, Al-Qur’an sebagai petunjuk yaitu petunjuk bagi manusia secara umum, manusia bertaqwa, dan bagi manusia beriman. 2. Al-Furqan, Al-Qur’an merupakan kaidah untuk membedakan dan memisahkan antara hak dan batil 3. Asy-Syifa, Al-Qur’an berfungsi sebagai obat bagi penyakit psikologis 4. Al-Mauizhah, Al-Qur’an berfungsi sebagai nasihat orang yang bertakwa Bukti autentisitas Al-Qur’an, Autentisitas Al-Quran dilihat dari aspek kesejarahan, dan dilihat dari ciri-ciri dan sifat dari Al-Quran Lanjutan
  • 6.
    6 KEDUDUKAN AL-QUR’AN SEBAGAISUMBER AJARAN ISLAM • Al-Qur’an merupakan sumber utama dan pertama sehingga semua persoalan harus merujuk dan berpedoman kepadanya, sesuai dengan: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul- Nya (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah SWT. (al- Qur’an) dan Rasul-Nya (sunnah), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisa’/4:59) • Jelaslah bahwa al-Qur’an adalah kitab yang berisi sebagai petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. Al- Qur’an sumber dari segala sumber hukum baik dalam konteks kehidupan di dunia maupun diakhirat kelak.
  • 7.
    7 AL-HADIS HADIS Etimologi Isim mashdar (komunikasi, cerita) Al-Jadid (sesuatuyang baru) Al-Khabar (berita) Al-Qarib (sesuatu yang dekat) Bahasa Perkataan atau ucapan Istilah Segala perkataan, perbuatan dan ketetapan yang dilakukan Rasullulah
  • 8.
    8 KEDUDUKAN DAN FUNGSIHADIS Dari segi keberadannya sebagai wahyu dan sumber syariah yang wajib diamalkan isinya, Hadis sejajar dengan Al-Qur’an dan dari segi tingkatannya, ia berada berdampingan dengan Al-Qur’an karena ia berfungsi menjelaskan, sebagaimana firman Alla sbb: Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan (QS. An-Nahl:44) Hadits atau sunnah sebagai sumber hukum Islam tidak hanya untuk kaitannya dalam hal ibadah, akan tetapi juga dalam masalah masyarakat sosial. Eksistensi sunnah atau hadits sebagai sumber hukum Islam dapat dilihat dari beberapa argumen Al-Qur’an, ijma’ maupun argumen rasional.
  • 9.
    PEMBAGIAN HADIS Hadis Jumlah periwayatan Hadis Mutawatir Hadis Ahad KualitasSanad dan Matan Hadis Hadis Shahih Hadis Hasan Hadis Dhaif Kedudukan dalam Hujjah Hadis Maqbul Hadis Mardud
  • 10.
    IJMA’ PENGERTIAN • Ijma’ berartimenghimpun, mengumpulkan atau Bersatu dalam pendapat. • Ahli uhsul fikih mengemukakan bahwa ijma’ adalah kesepakatan para mujtahid kaum muslimin terhadap suatu hukum syariat mengenai suatu peristiwa. Apabila terjadi suatu peristiwa yang memerlukan ketentuan hukum yang tidak ditemukan dalam kedua sumber sebelumnya maka mujtahid mengemukakan pendapatnya tentang hukum suatu peristiwa tsb. • Jika disetujui atau disepakati maka kesepakatan itulah yang disebut IJMA’ IJMA’ SEBAGAI SUMBER HUKUM • Ijma’ sebagai sumber hukum secara historis terjadi pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. • .Ijma’ yang memiliki kehujahan sebagai sumber hukum didasarkan pada sejumlah argumentasi teologis terutama ayat 59 surah An-nisa’ yang didalamnya terdapat anjuran untuk taat pada ulil amri setelah taat pada Allah SWT dan Rosul-Nya.
  • 11.
    QIYAS Secara Bahasa Qiyasberarti mengukur atau mempersamakan, yaitu membandingkan atau mempersamakan hukum suatu perkara yang belum ada ketentuan hukumnya dengan perkara lain yang sudah ada ketentuan hukumnya dengan perkara lain yang sudah ada di Al-Qur’an atau sunnah dengan melihat persamaan ‘illat (sebab mendasari ketetapan hukum) Contoh: Arak (khamr) diharamkan karena memabukkan (Q.S: 2:219) maka secara Qiyas benda atau hal lain yang memabukkan maka hukumnya “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatanperbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Q.S. al-Maidah/5:90)
  • 12.
    KESIMPULAN 1. Al-Qur’an adalahsumber hukum utama selain sebagai kitab suci. Oleh karena itu, semua ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan hukum-hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an 2. Hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Dengan demikian, hadis memiliki fungsi yang sangat penting dalam hukum Islam. Di antara fungsi hadis, yaitu untuk menegaskan ketentuan yang telah ada dalam Al-Qur’an. 3. Ijma’ adalah salah satu sumber hukum Islam yang memiliki posisi kuat dalm menetapkan hukum dari suatu peristiwa. Bahkan telah diakui luas sebagai sumber hukum yang menempati posisi ketiga dalam hukum Islam. 4. Qiyas adalah mengukur atau mempersamakan, yakni membandingkan atau mempersamakan hukum suatu perkara yang belum ada ketentuan hukumnya dengan perkara lain yang sudah ada ketentuan hukumnya dalam Al-Qur’an atau sunnah dengan melihat persamaan ‘illat (sebab yang mendasari ketetapan hukum) Merealisasikan dan menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan akan membawa manfaat besar bagi manusia. Semua aturan atau hukum yang bersumber dari Allah SWT dan Rasul-Nya merupakan suatu aturan yang dapat membawa kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. SARAN
  • 13.
    REFERENSI Alfiah,dkk. 2016 StudiIlmu Hadis, Riau: Kreasi Edukasi. Al-Khatib, Muhammad Ajjaj, Al-Sunnah Qbla al-Tadwin, op.cit, Bakhtiar, Nur Hasanah.2018. Buku Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum, Yogyakarta. Muhaimin, dkk. 2012. Studi Islam dalam ragam dimensi dan pendekatan.Jakarta: kencana. Musahadi HAM. 2000. Evolusi Konsep Sunnah. Semarang: CV. Aneka ilmu, anggota IKAPI. Putra, 2013, Muhaimin, dkk. Studi Islam dalam ragam dimensi dan pendekatan, Jakarta: kencana Rois Mahfud,2011.Sumber Ajaran Islam, Palangka raya: Erlangga. Supadi, Dididk Ahmad dan Sarjuni. 2011. Pengantar studi Islam. Semarang: Rajawali Pers. Uhbiyati, Nur. 2013. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam. Semarang: Pustaka Rizki Wahib, Abdul. 2020. Pengantar Studi Islam. Jember Yasir,Muhammad, dkk. 2016. Studi Al-Qur’an.Pekanbaru: Asa Riau. Zaiunudin Ali. 2007. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara
  • 14.