PENDAHULUAN
Latar Belakang RumusanMasalah Tujuan Penulisan
Sistem hukum Islam (syariah)
komprehensif.
Menganalisis konsep dasar
hukum Islam.
Menjelaskan pengertian syariah,
fiqih, ushul fiqih.
Mengatur ibadah, sosial,
ekonomi, dan politik.
Mengidentifikasi sumber-sumber
utama.
Membahas peran Al-Quran dan
Hadis.
Panduan hidup bagi umat
Muslim.
Memahami relevansi
kontemporer.
Menguraikan aplikasi hukum di
Indonesia.
3.
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBERHUKUM
ISLAM
Kedudukan Al-Qur’an dalam Hukum
Islam
Sumber hukum pertama dan utama dalam Islam.
Pedoman hidup menyeluruh, mengatur akidah, ibadah,
dan muamalah.
Fondasi bagi semua hukum Islam lainnya, mutlak
untuk ditaati.
Sumber Utama Pedoman Hidup Dasar Syariah
Kandungan Hukum dalam Al-Qur’an
Hukum-hukum terkait ibadah (ritual keagamaan).
Hukum-hukum terkait muamalah (hubungan antar
4.
KANDUNGAN HUKUM DALAMAL-
QUR’AN
Akidah (*Keimanan*) Hukum Ibadah
• Dasar keyakinan fundamental.
• Hubungan manusia dengan Tuhan.
• Pilar utama ajaran Islam.
• Aturan ketat, spesifik, dan tetap.
• Prinsip: "Haram kecuali ada dalil."
• Tidak dapat diubah atau
dimodifikasi.
Syari’at (*Ibadah*) Hukum Muamalah
• Ritual dan praktik keagamaan.
• Pengabdian langsung kepada Allah.
• Contoh: Shalat, puasa, zakat.
• Interaksi sosial antarmanusia.
• Prinsip: "Boleh kecuali ada
larangan."
• Fleksibel dan dinamis.
5.
HADITS SEBAGAI SUMBERHUKUM
ISLAM
Pengertian Hadits Fungsi Hadits Terhadap Al-
Qur’an
• Jadid (baru), Qarib (dekat),
Etimologi: Khabar (berita).
Tafsir & Bayan (Penjelas): Memperjelas ayat-ayat
Al-Qur'an yang umum.
Segala ucapan,
perbuatan, & ketetapan
Nabi S AW.
•
Terminologi: Takhshish (Pengkhusus): Mengkhususkan hukum
Al-Qur'an yang umum.
Taqyid (Pembatas): Membatasi kemutlakan ayat Al-
Qur'an.
Kedudukan Hadits
Tasyri' (Penetapan Hukum Baru): Menetapkan
Sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, hukum yang tidak ada di Al-Qur'an.
berperan krusial dalam syariat.
Menegaskan dan memperkuat pondasi hukum
Islam.
Autentik Fundamentalis Valid
6.
FUNGSI HADITS TERHADAPAL-QUR’AN
Menjelaskan Ayat Al-Qur’an
yang Bersifat Umum
Memperkuat Pernyataan
dalam Al-Qur’an
Hadits memberikan perincian dan batasan terhadap
ayat-ayat umum Al-Qur’an.
Hadits mengukuhkan dan memperkuat hukum serta
ajaran yang sudah ada dalam Al-Qur’an.
Menerangkan Maksud dan Menetapkan Hukum Baru
7.
IJTIHAD SEBAGAI UPAYA MEMAHAMI
AL-QUR’AN DAN HADITS
Pengertian Ijtihad Syarat-Syarat
Mujtahid
Kedudukan Ijtihad
Menguasai bahasa Arab Landasan normatif dalam
hukum Islam
Mengerahkan segala
kemampuan Memahami Al-Qur'an &
Hadits Sumber hukum pelengkap
utama
Bersungguh-sungguh
mencurahkan tenaga Menguasai ilmu As-Sunnah
Bekerja optimal memahami Mengetahui masalah- Penguat dalil Al-Qur'an &
8.
BENTUK-BENTUK
IJTIHAD
Ijma’ Qiyas MaslahahMursalah
"Kesepakatan seluruh mujtahid
pada suatu masa tertentu setelah
wafatnya Rasul terhadap suatu
hukum syara’ untuk suatu
peristiwa."
"Penetapan hukum terhadap
masalah baru dengan
"Penetapan hukum berdasarkan
kemaslahatan umum yang tidak
ada dalil syara' khusus yang
mengakui atau menolaknya."
menganalogikan pada masalah
yang sudah ada hukumnya (ashl)
karena kesamaan illat (sebab)."
Mengutamakan kemaslahatan
umat.
Analogi hukum dari kasus
serupa.
Konsensus ulama berkompeten.
Tidak bertentangan dengan
9.
PENUTUP
Kesimpulan
Prinsip Islamisasi Ilmu:Integrasi wahyu dan
akal untuk kemaslahatan umat.
Metode Integrasi: Fleksibilitas melalui Ijma',
Qiyas, dan Maslahah Mursalah.
Tantangan Global: Adaptasi tanpa kompromi
terhadap nilai-nilai Islam.
Saran
Pengembangan Kurikulum: Integrasikan
perspektif Islam dalam disiplin ilmu modern.
Kolaborasi Global: Bangun jaringan akademisi
lintas budaya dan agama.