Disusun oleh :
 1. Fatma Hanani                   (07)
    2. Ikalevi Desti Oktaviani B A
                       (13)
  3. Muhammad Afrian Wiji Pratama
                       (17)
4. Muhammad Irsyad Baihaqi W
                     (18)
    5. Nur Isdha Meilany
                       (19)
Pengertian Nilai Sosial
Nilai sosial adalah penghargaan yang
diberikan masyarakat kepada segala
bentuk sesuatu yang baik, penting, luhur,
pantas, dan mempunyai daya guna
fungsional bagi perkembangan dan
kebaikan hidup bersama.
Tolok Ukur Nilai Sosial
 Nilai sosial merupakan keyakinan dan
 pedoman bagi masyarakat untuk
 menilai apakah sesuatu itu benar atau
 salah, baik atau buruk, pantas atau
 tidak untuk dilaksanakan dalam
 kehidupan    bermasyarakat    sehari-
 harinya.

   Syarat tolok ukur agar bersifat tetap
   :
1. Perhargaan     itu   diberikan    dan
     disetujui oleh   seluruh   anggota
     masyarakat bukan didasarkan pada
Sumber-Sumber Nilai Sosial
 Sumber nilai sosial berasal dari daya
 guna fungsional yang diakui dan
 diberikan masyarakat kepada segala
 cipta, rasa, karya, dan karsa manusia
 yang disebut dengan kebudayaan.
 Jenis sumber nilai sosial :
 Sumber Ekstrinsik
 Sumber Intrinsik
Ciri-Ciri Nilai Sosial
Terbentuknya dari hasil interaksi sosial
antarwarga masyarakat.
Dapat disebarluaskan melalui pergaulan.
Terbentuk melalui proses belajar.
Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu
dengan yang lain.
Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda
terhadap setiap orang dalam masyarakat.
Merupakan faktor pembentuk pribadi
seseorang, baik positif maupun negatif.
Masyarakat hasil seleksi dari berbagai macam
aspek kehidupan di dalam masyarakat.
Fungsi Nilai Sosial
Dapat menjadi alat yang siap dipakai masyarakat
untuk menetapkan harga sosial seseorang dalam
kelompok.
Sebagai faktor penentu yang terakhir bagi umat
manusia dalam menjalankan peran-peran
sosialnya.
Dapat dipakai sebagai pembentuk cara berpikir
dan berperilaku secara ideal dalam masyarakat.
Dapat dipakai sebagai alat kontrol sebagai
penuntun, pendorong, dan menekan orang agar
berbuat baik.
Digunakan sebagai alat solidaritas sosial atau
rasa kesetiakawanan sosial terhadap anggota
keluarga masyarakat.
Kelompok 1 nilai sosial

Kelompok 1 nilai sosial

  • 1.
    Disusun oleh : 1. Fatma Hanani (07) 2. Ikalevi Desti Oktaviani B A (13) 3. Muhammad Afrian Wiji Pratama (17) 4. Muhammad Irsyad Baihaqi W (18) 5. Nur Isdha Meilany (19)
  • 2.
    Pengertian Nilai Sosial Nilaisosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik, penting, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama.
  • 3.
    Tolok Ukur NilaiSosial Nilai sosial merupakan keyakinan dan pedoman bagi masyarakat untuk menilai apakah sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk, pantas atau tidak untuk dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat sehari- harinya. Syarat tolok ukur agar bersifat tetap : 1. Perhargaan itu diberikan dan disetujui oleh seluruh anggota masyarakat bukan didasarkan pada
  • 4.
    Sumber-Sumber Nilai Sosial Sumber nilai sosial berasal dari daya guna fungsional yang diakui dan diberikan masyarakat kepada segala cipta, rasa, karya, dan karsa manusia yang disebut dengan kebudayaan. Jenis sumber nilai sosial : Sumber Ekstrinsik Sumber Intrinsik
  • 5.
    Ciri-Ciri Nilai Sosial Terbentuknyadari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Terbentuk melalui proses belajar. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang, baik positif maupun negatif. Masyarakat hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat.
  • 6.
    Fungsi Nilai Sosial Dapatmenjadi alat yang siap dipakai masyarakat untuk menetapkan harga sosial seseorang dalam kelompok. Sebagai faktor penentu yang terakhir bagi umat manusia dalam menjalankan peran-peran sosialnya. Dapat dipakai sebagai pembentuk cara berpikir dan berperilaku secara ideal dalam masyarakat. Dapat dipakai sebagai alat kontrol sebagai penuntun, pendorong, dan menekan orang agar berbuat baik. Digunakan sebagai alat solidaritas sosial atau rasa kesetiakawanan sosial terhadap anggota keluarga masyarakat.