MERANCANG KEGIATAN
LABORATORIUM SEKOLAH

OLEH

DRS. KASMUI, M.SI
(JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES)

Diklat Kepala Laboratorium IPA, Boyolali 27 April 2013
PERMASALAHAN
 Kemampuan dan penguasaan guru terhadap

peralatan dan pemanfaatan bahan praktek masih
belum memadai,
 Kurang memadai baik secara kualitas maupun
kuantitas tenaga laboratorium,
 Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah
rusak yang belum diadakan kembali, dan
 Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan
mengakibatkan tidak setiap siswa mendapat
kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen.
Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Pendidikan Menengah
Umum dan Inspektorat Jendral (2003),
Pendahuan
 Tujuan :

1. Peserta dapat memahami dan melaksanakan
sistem pengelolaan kegiatan laboratorium
dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi :
 Koordinasi
 Penjadwalan
 Monitoring dan evaluasi
 Laporan kegiatan
2. Peserta dapat mendokumentasikan semua
kegiatan dan pengelolaan laboratorium
Mekanisme Pelaksanaan
1. PLAN (perencanaan)
Penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan
b. Pembuatan program kerja tahunan
2. Do (tindakan/pekasanaan)
a. Menyelenggarakan praktikum
a.



Penataan tempat dan bahan praktikum

Penataan administrasi kegiatan laboratorium
 Pengamanan / perawatan peralatan.


b. Menyelenggarakan KIR dan penelitian
3. See (melihat)
a. Monitoring
b. Evaluasi (laporan)
LAPORAN KEGIATAN
 Laporan

tersebut disampaikan kepada kepala
sekolah. Pembuatan Laporan digunakan untuk :
1. Mengevaluasi keberhasilan dan kendala yang
dialami
2. Menentukan program kerja di semester / tahun
mendatang
3. Menentukan kebijakan pembinaan untuk tenaga
laboratorium
4. Menentukan penganggaran
Format Laporan
1. Judul
2. Lembar

pengesahan

3. Rencana

kegiatan

4. Pelaksanaan
5. Hasil
6. Masalah

/ Kendala

7. Pemecahan
8. Tindak

masalah

lanjut
PROGRAM KERJA LABORATORIUM
 Program kerja disusun berdasarkan hasil evaluasi

kegiatan tahun sebelumnya serta tantangan ke depan
yang harus dihadapi. Adapun program kerja yang
harus disusun meliput:

1. Pengelolaan anggaran
2.
3.
4.

Pengelolaan kegiatan (regular maupun
non regular)
Pengelolaan peralatan dan bahan
Pengelolaan SDM
1. Pengelolaan Anggaran Laboratorium
 Kebutuhan anggaran lab dpt dirancang dari :

1. Kegiatan Praktikum
2. Kegiatan KIR dan penelitian

3. Manajemen pengelolaan
4. Pengadaan alat dan bahan
5. Perawatan dan perbaikan
2.

Pengelolaan Kegiatan

 Ada beberapa faktor yang perlu

dipertimbangkan :
1. Tujuan
2. Bentuk kegiatan
 Ada dua kegiatan :
1. Regular (praktikum)
2. Non regular (KIR, penelitian dll)
 Evaluasi : melihat ketercapaian program dan
kendala serta solusinya
3. Pengelolaan Peralatan dan Bahan
1. Pengadaan

(Rancangan pengadaan alat & bahan
dan inventaris)
2. Perawatan
Contoh format usulan bahan laboratorium:
No.

Nama Bahan

spek

jml

sat

Harga
(Rp)

Jml
harga
(Rp)

1

Spirtus

Teknis

20

Lt

20.000

200.000

2

Glyserin

90%, teknis

20

Lt

20.000

500.000

3

Tabung reaksi

50 ml

10

bh

15.000

150.000

4

Gelas reaksi

100 ml

10

bh

36.000

360.000

5

Gelas reaksi

500 ml

10

bh

45.000

450.000

6

Gelas reaksi

1000 ml

10

bh

75.000

750.000

Kepala sekolah

Semarang, 27 April 2013
Koordinator Lab. IPA

(.....................)

(................................)

Ket
4. Pengelolaan SDM
 Pengelolaan SDM ini meliputi :

1. Pengadaan tenaga laboran / teknisi

(rekuitmen)
2. Peningkatan kompetensi
 pelatihan
 workshop
Program Kerja Laboratorium
1.

Meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pemahaman siswa terhadap materi

 Mekanisme :

melaksanakan kegiatan praktikum / demonstrasi
 Indikator :
a)

Dalam satu semester, terdapat sejumlah
praktikum (misal 10 kali praktikum)

b)

Hasil belajar siswa meningkat (misal 60 %)
2. Meningkatkan jumlah dan mutu kegiatan

penelitian yang berbasis pada laboratorium
 Mekanisme :
Melaksanakan PTK, KIR untuk siswa dan
sebagainya
 Indikator :
a) Jumlah KIR yang diikutkan lomba
meningkat
b) Jumlah KIR yang menang di tingkat
Regiaonal dan nasional meningkat
c) Jumlah penelitian guru meningkat
Dokumentasi Laboratorium
 Dokumen – dokumen yang diharapkan ada terdiri dari :
1. Panduan Mutu
2. Prosedur Mutu
3. Prosedur Pelaksanaan ( Instruksi Kerja)
4. Formulir Rekaman

1. Panduan Mutu merupakan interpretasi standar mutu
yang diacu dari ISO, berisikan:
1) Visi dan misi
2) Struktur organisasi
3) Uraian jabatan (job description)
4) Kualifikasi jabatan
SOP
2. Prosedur Mutu atau yang lebih dikenal dengan SOP
(Standard Operational Procedure) merupakan prosedur
operasional yang dibuat sebagai acuan dalam melakukan
pekerjaan atau kegiatan di laboratorium. Misalnya :
1) PM Peminjaman alat,
2) PM penelitian,
3) PM evaluasi praktikum dan lain – lain
3. Prosedur Pelaksanaan /Instruksi kerja merupakan
panduan teknis pelaksanaan kegiatan yang dibuat secara
rinci dan detail. Contoh :
1) IK Kegiatan Praktikum
2) IK penggunaan alat dan bahan
4. Formulir Rekaman/Dokumentasi kegiatan
laboratorium berupa semua dokumen yang
terkait dengan kegiatan praktikum dan
pelaksanaannya. Dokumen yang dimaksud
antara lain :
1) Jadwal praktikum
2) Buku petunjuk praktikum
3) Laporan praktikum dan lain – lain
Contoh dokumen pengelolaan kegiatan
laboratorium.
1. Dokumen tentang Tata Tertib Laboratorium
1. Berlaku sopan, santun dan menjunjung etika dalam
laboratorium. Menjunjung tinggi dan menghargai staf
laboratorium dan sesama pengguna laboratorium,
2. Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang
laboratorium,
3. Siswa tidak diperbolehkan praktikan apabila
mengenakan kaos oblong, memakai sandal, tidak
memakai jas/pakaian laboratorium,
4. Peserta praktikum dilarang makan dan minum,
membuat kericuhan selama kegiatan praktikum dan
di dalam ruang laboratorium,
5. Dilarang menyentuh, menggeser dan

menggunakan peralatan di laboratorium yang
tidak sesuai dengan acara praktikum mata
pelajaran IPA,
6. Membersihkan peralatan yang digunakan dalam
praktikum maupun penelitian dan
mengembalikannya kepada petugas laboratorium
7. Membaca, memahami dan mengikuti prosedur
operasional untuk setiap peralatan dan kegiatan
selama praktikum dan di ruang laboratorium
8. Selama kegiatan praktikum, TIDAK BOLEH
menggunakan handphone untuk pembicaraan
dan/atau SMS.
2. Dokumen IK Pelaksanaan Praktikum
1. Siswa peserta praktikum terdaftar sebagai peserta mata
pelajaran IPA,
2. Sebelum pelaksanaan praktikum, siswa berhak
memperoleh petunjuk praktikum,
3. Laboratorium mengumumkan kegiatan praktikum
dilengkapi dengan pembagian kelompok, acara dan
jadwal.
4. Acara praktikum meliputi pre-test, praktikum inti, posttest dan pelaporan kegiatan praktikum serta wajib
diikuti oleh setiap siswa.
5. Guru atau asisten praktikum menyampaikan hasil pretest dengan ketentuan siswa yang nilai pre-test < 65
tidak boleh mengikuti kegiatan praktikum dan diberikan
kesempatan satu (1) kali melakukan pre-test dengan
jadwal yang ditentukan kemudian.
6. Setelah menyelesaikan materi dalam praktikum

inti, peserta praktikum wajib menyusun draf
laporan secara individu atau kelompok, mengikuti
sistematika dalam petunjuk praktikum.
7. Peserta praktikum wajib mengikuti post-test sesuai
jadwal. Bagi peserta praktikum yang belum
mengumpulkan laporan, tidak boleh mengikuti
post-test.
8.Hasil post-test diumumkan di papan pengumuman
laboratorium selambat-lambatnya satu (1) minggu
setelah pelaksanaan.
9. Kepala laboratorium menandatangani kartu puas.
Kartu puas sebagai bukti telah mengikuti kegiatan
terjadwal dan dinyatakan lulus serta digunakan
untuk mengambil nilai akhir praktikum.
3. Dokumen PM Peminjaman Alat untuk Praktikum
1. Tiga (3) hari sebelum praktikum dimulai, setiap

kelompok siswa harus sudah menyerahkan berkas
peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru
mata pelajaran IPA,
2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas
peminjaman alat kepada kepala laboratorium,
3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf
administrasi dan selanjutnya, staf administrasi
memberitahukan memo kepada Laboran.
4. Laboran menyiapkan peralatan untuk kegiatan
praktikum sesuai dengan berkas peminjaman alat.
5. Asisten praktikum melakukan cek atas alat yang telah
disediakan.
6. Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar,
jenis maupun jumlah alat sebagaimana berkas
peminjaman alat, segera melapor kepada laboran.
7. Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan

berfungsi sebagaimana mestinya, serta spesifikasinya sesuai
dengan berkas peminjaman alat, asisten praktikum mengisi
buku peminjaman alat.
8. Saat kegiatan praktikum berlangsung, peralatan tidak boleh
dipinjamkan atau dipindah ke tempat lain; selain judul
acara praktikum yang tercantum dalam petunjuk praktikum
dan berkas peminjaman alat.
9. Setelah kegiatan praktikum selesai, asisten praktikum
segera melapor pada laboran.
10. Peserta praktikum harus membersihkan peralatan, meja
dan ruang praktikum, serta merapikannya.
11. Asisten praktikum bersama laboran melakukan cek atas
peralatan yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan
praktikum, untuk memastikan kondisinya sama dengan saat
peralatan akan dipinjam dan digunakan.
4.

Dokumen PM Peminjaman Alat untuk Penelitian

Tujuh hari (7) hari sebelum kegiatan penelitian dimulai;
siswa, guru maupun pihak luar, selanjutnya disebut
dengan PEMINJAM; sudah menyerahkan berkas
peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru
pembimbing maupun pihak luar yang bersangkutan
kepada staf administrasi laboratorium. Penyerahan
berkas ini sekaligus persetujuan atas biaya administrasi
dan sewa laboratorium dan/atau peralatan yang
dimaksud dalam berkas peminjaman alat. Besaran biaya
administrasi dan sewa laboratorium diatur dalam
lampiran sendiri,
2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas
peminjaman alat kepada kepala laboratorium,
3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf
administrasi dan selanjutnya, staf administrasi
memberitahukan memo kepada Laboran yang dimaksud,
4. Laboran menyiapkan peralatan sesuai dengan berkas
peminjaman alat,
1.
5.
6.

7.

8.

9.

Peminjam melakukan cek atas alat yang telah
disediakan,
Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara
daftar, jenis maupun jumlah alat sebagaimana
berkas peminjaman alat, segera melapor kepada
laboran,
Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik
dan berfungsi sebagaimana mestinya, serta
spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman
alat, peminjam mengisi buku peminjaman alat,

Saat kegiatan penelitian berlangsung, peralatan
tidak boleh dipinjamkan atau dipindah ke
tempat lain; selain judul penelitian yang
tercantum dalam proposal dan berkas
peminjaman alat,
Setelah kegiatan penelitian selesai; peminjam
segera melapor pada laboran,
9.

10.

11.

12.

Peminjam harus membersihkan peralatan, meja dan ruang
laboratorium, serta merapikannya; jika menggunakan
ruang laboratorium selama kegiatan penelitian,
Peminjam bersama laboran melakukan cek atas peralatan
yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan penelitian,
untuk memastikan kondisinya sama dengan saat peralatan
akan dipinjam dan digunakan.
Peminjam membayar biaya sewa atas peralatan dan/atau
laboratorium yang besarnya dapat dilihat pada lampiran
peralatan dan sewa alat.
Setelah menyelesaikan semua administrasi dan
memastikan kondisi peralatan sebagaimana saat
peminjaman dilakukan; peminjam memperoleh surat
keterangan bebas tanggungan alat dan laboratorium serta
pengesahan atas hasil penelitian yang dilakukan.
Dokumen PM Sangsi Penggunaan
Laboratorium
 Kegiatan Praktikum
a)

b)

Peserta praktikum yang tidak mematuhi tata
tertib TIDAK BOLEH masuk dan mengikuti
kegiatan praktikum di ruang laboratorium
Peserta praktikum yang datang terlambat (tidak
sesuai kesepakatan), tidak memakai jas lab, tidak
memakai sepatu, tidak memakai baju
berkerah/kaos berkerah, dan/atau tidak
membawa petunjuk praktikum, tetap
diperbolehkan masuk laboratorium tetapi TIDAK
BOLEH MENGIKUTI kegiatan praktikum.
c)

d)

e)

Peserta praktikum yang memindahkan dan/atau menggunakan
peralatan praktikum tidak sesuai dengan yang tercantum dalam
petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat, kegiatan
praktikum yang dilaksanakan akan dihentikan dan praktikum yang
bersangkutan dibatalkan.
Peserta praktikum yang mengumpulkan laporan praktikum
terlambat satu (1) hari, tetap diberikan nilai sebesar 75%,
sedangkan keterlambatan lebih dari satu (1) hari, diberikan nilai
0%.
Peserta praktikum yang telah menghilangkan, merusak atau
memecahkan peralatan praktikum harus mengganti sesuai dengan
spesifikasi alat yang dimaksud, dengan kesepakatan antara laboran,
pembimbing praktikum dan kepala laboratorium. Prosentase
pengantian alat yang hilang, rusak atau pecah disesuaikan dengan
jenis alat atau tingkat kerusakan dari alat.
• Peminjaman Alat
a)

b)

c)

d)

e)

Berkas peminjaman alat yang diserahkan kurang dari tujuh (2)
hari tidak dilayani,
Peminjam yang menggunakan alat tidak sesuai dengan proposal
penelitian dan berkas peminjaman alat, dikenakan denda yang
diatur sebagaimana dalam lampiran daftar harga dan sewa
peralatan,
Apabila peralatan yang dipinjam mengalami kerusakan, hilang
atau pecah, maka peminjam wajib mengganti alat tersebut,
Batas waktu penggantian alat yang rusak, hilang atau pecah
adalah tiga (3) hari setelah adanya laporan kondisi alat kepada
laboran; apabila melewati batas waktu yang ditentukan, maka
hasil penelitian tidak mendapatkan pengesahan dari kepala
laboratorium.
Terlambat mengembalikan alat akan dikenakan denda yang
dihitung per jenis alat per hari. Besarnya biaya denda dapat
dilihat pada lampiran daftar harga dan peralatan
1.Meingkatkan

jumlah dan mutu
kegiatan penelitian yang berbasis
pada laboratorium
mekanisme :
melaksanakan PTK, KIR untuk
siswa dan sebagainya
indikator :
Jumlah KIR yang diikutkan lomba
meningkat
Jumlah KIR yang menang di tingkat
Regiaonal dan nasional meningkat
Jumlah penelitian guru meningkat

Kegiatan lab

  • 1.
    MERANCANG KEGIATAN LABORATORIUM SEKOLAH OLEH DRS.KASMUI, M.SI (JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES) Diklat Kepala Laboratorium IPA, Boyolali 27 April 2013
  • 2.
    PERMASALAHAN  Kemampuan danpenguasaan guru terhadap peralatan dan pemanfaatan bahan praktek masih belum memadai,  Kurang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas tenaga laboratorium,  Banyak alat-alat laboratorium dan bahan yang sudah rusak yang belum diadakan kembali, dan  Tidak cukupnya/terbatasnya alat-alat dan bahan mengakibatkan tidak setiap siswa mendapat kesempatan belajar untuk mengadakan eksperimen. Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Pendidikan Menengah Umum dan Inspektorat Jendral (2003),
  • 3.
    Pendahuan  Tujuan : 1.Peserta dapat memahami dan melaksanakan sistem pengelolaan kegiatan laboratorium dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi :  Koordinasi  Penjadwalan  Monitoring dan evaluasi  Laporan kegiatan 2. Peserta dapat mendokumentasikan semua kegiatan dan pengelolaan laboratorium
  • 4.
    Mekanisme Pelaksanaan 1. PLAN(perencanaan) Penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan b. Pembuatan program kerja tahunan 2. Do (tindakan/pekasanaan) a. Menyelenggarakan praktikum a.  Penataan tempat dan bahan praktikum Penataan administrasi kegiatan laboratorium  Pengamanan / perawatan peralatan.  b. Menyelenggarakan KIR dan penelitian 3. See (melihat) a. Monitoring b. Evaluasi (laporan)
  • 5.
    LAPORAN KEGIATAN  Laporan tersebutdisampaikan kepada kepala sekolah. Pembuatan Laporan digunakan untuk : 1. Mengevaluasi keberhasilan dan kendala yang dialami 2. Menentukan program kerja di semester / tahun mendatang 3. Menentukan kebijakan pembinaan untuk tenaga laboratorium 4. Menentukan penganggaran
  • 6.
    Format Laporan 1. Judul 2.Lembar pengesahan 3. Rencana kegiatan 4. Pelaksanaan 5. Hasil 6. Masalah / Kendala 7. Pemecahan 8. Tindak masalah lanjut
  • 7.
    PROGRAM KERJA LABORATORIUM Program kerja disusun berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun sebelumnya serta tantangan ke depan yang harus dihadapi. Adapun program kerja yang harus disusun meliput: 1. Pengelolaan anggaran 2. 3. 4. Pengelolaan kegiatan (regular maupun non regular) Pengelolaan peralatan dan bahan Pengelolaan SDM
  • 8.
    1. Pengelolaan AnggaranLaboratorium  Kebutuhan anggaran lab dpt dirancang dari : 1. Kegiatan Praktikum 2. Kegiatan KIR dan penelitian 3. Manajemen pengelolaan 4. Pengadaan alat dan bahan 5. Perawatan dan perbaikan
  • 9.
    2. Pengelolaan Kegiatan  Adabeberapa faktor yang perlu dipertimbangkan : 1. Tujuan 2. Bentuk kegiatan  Ada dua kegiatan : 1. Regular (praktikum) 2. Non regular (KIR, penelitian dll)  Evaluasi : melihat ketercapaian program dan kendala serta solusinya
  • 10.
    3. Pengelolaan Peralatandan Bahan 1. Pengadaan (Rancangan pengadaan alat & bahan dan inventaris) 2. Perawatan
  • 11.
    Contoh format usulanbahan laboratorium: No. Nama Bahan spek jml sat Harga (Rp) Jml harga (Rp) 1 Spirtus Teknis 20 Lt 20.000 200.000 2 Glyserin 90%, teknis 20 Lt 20.000 500.000 3 Tabung reaksi 50 ml 10 bh 15.000 150.000 4 Gelas reaksi 100 ml 10 bh 36.000 360.000 5 Gelas reaksi 500 ml 10 bh 45.000 450.000 6 Gelas reaksi 1000 ml 10 bh 75.000 750.000 Kepala sekolah Semarang, 27 April 2013 Koordinator Lab. IPA (.....................) (................................) Ket
  • 12.
    4. Pengelolaan SDM Pengelolaan SDM ini meliputi : 1. Pengadaan tenaga laboran / teknisi (rekuitmen) 2. Peningkatan kompetensi  pelatihan  workshop
  • 13.
    Program Kerja Laboratorium 1. Meningkatkankualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi  Mekanisme : melaksanakan kegiatan praktikum / demonstrasi  Indikator : a) Dalam satu semester, terdapat sejumlah praktikum (misal 10 kali praktikum) b) Hasil belajar siswa meningkat (misal 60 %)
  • 14.
    2. Meningkatkan jumlahdan mutu kegiatan penelitian yang berbasis pada laboratorium  Mekanisme : Melaksanakan PTK, KIR untuk siswa dan sebagainya  Indikator : a) Jumlah KIR yang diikutkan lomba meningkat b) Jumlah KIR yang menang di tingkat Regiaonal dan nasional meningkat c) Jumlah penelitian guru meningkat
  • 15.
    Dokumentasi Laboratorium  Dokumen– dokumen yang diharapkan ada terdiri dari : 1. Panduan Mutu 2. Prosedur Mutu 3. Prosedur Pelaksanaan ( Instruksi Kerja) 4. Formulir Rekaman 1. Panduan Mutu merupakan interpretasi standar mutu yang diacu dari ISO, berisikan: 1) Visi dan misi 2) Struktur organisasi 3) Uraian jabatan (job description) 4) Kualifikasi jabatan
  • 16.
    SOP 2. Prosedur Mutuatau yang lebih dikenal dengan SOP (Standard Operational Procedure) merupakan prosedur operasional yang dibuat sebagai acuan dalam melakukan pekerjaan atau kegiatan di laboratorium. Misalnya : 1) PM Peminjaman alat, 2) PM penelitian, 3) PM evaluasi praktikum dan lain – lain 3. Prosedur Pelaksanaan /Instruksi kerja merupakan panduan teknis pelaksanaan kegiatan yang dibuat secara rinci dan detail. Contoh : 1) IK Kegiatan Praktikum 2) IK penggunaan alat dan bahan
  • 17.
    4. Formulir Rekaman/Dokumentasikegiatan laboratorium berupa semua dokumen yang terkait dengan kegiatan praktikum dan pelaksanaannya. Dokumen yang dimaksud antara lain : 1) Jadwal praktikum 2) Buku petunjuk praktikum 3) Laporan praktikum dan lain – lain
  • 18.
    Contoh dokumen pengelolaankegiatan laboratorium. 1. Dokumen tentang Tata Tertib Laboratorium 1. Berlaku sopan, santun dan menjunjung etika dalam laboratorium. Menjunjung tinggi dan menghargai staf laboratorium dan sesama pengguna laboratorium, 2. Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang laboratorium, 3. Siswa tidak diperbolehkan praktikan apabila mengenakan kaos oblong, memakai sandal, tidak memakai jas/pakaian laboratorium, 4. Peserta praktikum dilarang makan dan minum, membuat kericuhan selama kegiatan praktikum dan di dalam ruang laboratorium,
  • 19.
    5. Dilarang menyentuh,menggeser dan menggunakan peralatan di laboratorium yang tidak sesuai dengan acara praktikum mata pelajaran IPA, 6. Membersihkan peralatan yang digunakan dalam praktikum maupun penelitian dan mengembalikannya kepada petugas laboratorium 7. Membaca, memahami dan mengikuti prosedur operasional untuk setiap peralatan dan kegiatan selama praktikum dan di ruang laboratorium 8. Selama kegiatan praktikum, TIDAK BOLEH menggunakan handphone untuk pembicaraan dan/atau SMS.
  • 20.
    2. Dokumen IKPelaksanaan Praktikum 1. Siswa peserta praktikum terdaftar sebagai peserta mata pelajaran IPA, 2. Sebelum pelaksanaan praktikum, siswa berhak memperoleh petunjuk praktikum, 3. Laboratorium mengumumkan kegiatan praktikum dilengkapi dengan pembagian kelompok, acara dan jadwal. 4. Acara praktikum meliputi pre-test, praktikum inti, posttest dan pelaporan kegiatan praktikum serta wajib diikuti oleh setiap siswa. 5. Guru atau asisten praktikum menyampaikan hasil pretest dengan ketentuan siswa yang nilai pre-test < 65 tidak boleh mengikuti kegiatan praktikum dan diberikan kesempatan satu (1) kali melakukan pre-test dengan jadwal yang ditentukan kemudian.
  • 21.
    6. Setelah menyelesaikanmateri dalam praktikum inti, peserta praktikum wajib menyusun draf laporan secara individu atau kelompok, mengikuti sistematika dalam petunjuk praktikum. 7. Peserta praktikum wajib mengikuti post-test sesuai jadwal. Bagi peserta praktikum yang belum mengumpulkan laporan, tidak boleh mengikuti post-test. 8.Hasil post-test diumumkan di papan pengumuman laboratorium selambat-lambatnya satu (1) minggu setelah pelaksanaan. 9. Kepala laboratorium menandatangani kartu puas. Kartu puas sebagai bukti telah mengikuti kegiatan terjadwal dan dinyatakan lulus serta digunakan untuk mengambil nilai akhir praktikum.
  • 22.
    3. Dokumen PMPeminjaman Alat untuk Praktikum 1. Tiga (3) hari sebelum praktikum dimulai, setiap kelompok siswa harus sudah menyerahkan berkas peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru mata pelajaran IPA, 2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas peminjaman alat kepada kepala laboratorium, 3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf administrasi dan selanjutnya, staf administrasi memberitahukan memo kepada Laboran. 4. Laboran menyiapkan peralatan untuk kegiatan praktikum sesuai dengan berkas peminjaman alat. 5. Asisten praktikum melakukan cek atas alat yang telah disediakan. 6. Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar, jenis maupun jumlah alat sebagaimana berkas peminjaman alat, segera melapor kepada laboran.
  • 23.
    7. Setelah memastikanperalatan dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya, serta spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman alat, asisten praktikum mengisi buku peminjaman alat. 8. Saat kegiatan praktikum berlangsung, peralatan tidak boleh dipinjamkan atau dipindah ke tempat lain; selain judul acara praktikum yang tercantum dalam petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat. 9. Setelah kegiatan praktikum selesai, asisten praktikum segera melapor pada laboran. 10. Peserta praktikum harus membersihkan peralatan, meja dan ruang praktikum, serta merapikannya. 11. Asisten praktikum bersama laboran melakukan cek atas peralatan yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan praktikum, untuk memastikan kondisinya sama dengan saat peralatan akan dipinjam dan digunakan.
  • 24.
    4. Dokumen PM PeminjamanAlat untuk Penelitian Tujuh hari (7) hari sebelum kegiatan penelitian dimulai; siswa, guru maupun pihak luar, selanjutnya disebut dengan PEMINJAM; sudah menyerahkan berkas peminjaman alat yang telah ditandatangani oleh guru pembimbing maupun pihak luar yang bersangkutan kepada staf administrasi laboratorium. Penyerahan berkas ini sekaligus persetujuan atas biaya administrasi dan sewa laboratorium dan/atau peralatan yang dimaksud dalam berkas peminjaman alat. Besaran biaya administrasi dan sewa laboratorium diatur dalam lampiran sendiri, 2. Staf administrasi laboratorium menyerahkan berkas peminjaman alat kepada kepala laboratorium, 3. Kepala laboratorium memberikan memo kepada staf administrasi dan selanjutnya, staf administrasi memberitahukan memo kepada Laboran yang dimaksud, 4. Laboran menyiapkan peralatan sesuai dengan berkas peminjaman alat, 1.
  • 25.
    5. 6. 7. 8. 9. Peminjam melakukan cekatas alat yang telah disediakan, Bila ada kesalahan atau ketidaksesuaian antara daftar, jenis maupun jumlah alat sebagaimana berkas peminjaman alat, segera melapor kepada laboran, Setelah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya, serta spesifikasinya sesuai dengan berkas peminjaman alat, peminjam mengisi buku peminjaman alat, Saat kegiatan penelitian berlangsung, peralatan tidak boleh dipinjamkan atau dipindah ke tempat lain; selain judul penelitian yang tercantum dalam proposal dan berkas peminjaman alat, Setelah kegiatan penelitian selesai; peminjam segera melapor pada laboran,
  • 26.
    9. 10. 11. 12. Peminjam harus membersihkanperalatan, meja dan ruang laboratorium, serta merapikannya; jika menggunakan ruang laboratorium selama kegiatan penelitian, Peminjam bersama laboran melakukan cek atas peralatan yang dipinjam dan digunakan dalam kegiatan penelitian, untuk memastikan kondisinya sama dengan saat peralatan akan dipinjam dan digunakan. Peminjam membayar biaya sewa atas peralatan dan/atau laboratorium yang besarnya dapat dilihat pada lampiran peralatan dan sewa alat. Setelah menyelesaikan semua administrasi dan memastikan kondisi peralatan sebagaimana saat peminjaman dilakukan; peminjam memperoleh surat keterangan bebas tanggungan alat dan laboratorium serta pengesahan atas hasil penelitian yang dilakukan.
  • 27.
    Dokumen PM SangsiPenggunaan Laboratorium  Kegiatan Praktikum a) b) Peserta praktikum yang tidak mematuhi tata tertib TIDAK BOLEH masuk dan mengikuti kegiatan praktikum di ruang laboratorium Peserta praktikum yang datang terlambat (tidak sesuai kesepakatan), tidak memakai jas lab, tidak memakai sepatu, tidak memakai baju berkerah/kaos berkerah, dan/atau tidak membawa petunjuk praktikum, tetap diperbolehkan masuk laboratorium tetapi TIDAK BOLEH MENGIKUTI kegiatan praktikum.
  • 28.
    c) d) e) Peserta praktikum yangmemindahkan dan/atau menggunakan peralatan praktikum tidak sesuai dengan yang tercantum dalam petunjuk praktikum dan berkas peminjaman alat, kegiatan praktikum yang dilaksanakan akan dihentikan dan praktikum yang bersangkutan dibatalkan. Peserta praktikum yang mengumpulkan laporan praktikum terlambat satu (1) hari, tetap diberikan nilai sebesar 75%, sedangkan keterlambatan lebih dari satu (1) hari, diberikan nilai 0%. Peserta praktikum yang telah menghilangkan, merusak atau memecahkan peralatan praktikum harus mengganti sesuai dengan spesifikasi alat yang dimaksud, dengan kesepakatan antara laboran, pembimbing praktikum dan kepala laboratorium. Prosentase pengantian alat yang hilang, rusak atau pecah disesuaikan dengan jenis alat atau tingkat kerusakan dari alat.
  • 29.
    • Peminjaman Alat a) b) c) d) e) Berkaspeminjaman alat yang diserahkan kurang dari tujuh (2) hari tidak dilayani, Peminjam yang menggunakan alat tidak sesuai dengan proposal penelitian dan berkas peminjaman alat, dikenakan denda yang diatur sebagaimana dalam lampiran daftar harga dan sewa peralatan, Apabila peralatan yang dipinjam mengalami kerusakan, hilang atau pecah, maka peminjam wajib mengganti alat tersebut, Batas waktu penggantian alat yang rusak, hilang atau pecah adalah tiga (3) hari setelah adanya laporan kondisi alat kepada laboran; apabila melewati batas waktu yang ditentukan, maka hasil penelitian tidak mendapatkan pengesahan dari kepala laboratorium. Terlambat mengembalikan alat akan dikenakan denda yang dihitung per jenis alat per hari. Besarnya biaya denda dapat dilihat pada lampiran daftar harga dan peralatan
  • 30.
    1.Meingkatkan jumlah dan mutu kegiatanpenelitian yang berbasis pada laboratorium mekanisme : melaksanakan PTK, KIR untuk siswa dan sebagainya indikator : Jumlah KIR yang diikutkan lomba meningkat Jumlah KIR yang menang di tingkat Regiaonal dan nasional meningkat Jumlah penelitian guru meningkat