Menulis Karya Ilmiah Page 1
MENULIS KARYA ILMIAH
Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas Bahasa Indonesia
Oleh:
“Dr. Hj. Endah Harumi, M. Pd.”
Kelompok 6 :
1. Hidayatul Murtafi’ah (1688203049)
2. Pungky Ayu Lestari (1688203060)
3. Muhammad Ulil Aydiy (1688203055)
STKIP PGRI SIDOARJO
Alamat : Jalan Kemiri Buduran Sidoarjo
Telp (031) 8950181 Faks. 897155
Menulis Karya Ilmiah Page 2
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kepada Allah SWT kami ucapkan atas nikmat yang telah
diberikan kepada kami sehinggga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan-kesalahan baik dalam sistematika penyusunannya maupun isinya.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun masih sangat
kami harapkan untuk perbaikan penyusunan makalah yang selanjutnya.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Ahirnya semoga makalah ini
bermanfaat bagi kami khususnya dan bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya.
Sidoarjo, 15 April 2017
Penyusun,
Menulis Karya Ilmiah Page 3
DAFTAR KELOMPOK 3
NO NAMA NIM TTD
1 Hidayatul Murtafi’ah 1688203049
2 Pungky Ayu Lestari 1688203060
3 Muhammad Ulil Aydiy 1688203055
4
5
6
7
Menulis Karya Ilmiah Page 4
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................... 1
KATA PENGANTAR................................................................................... 2
DAFTAR KELOMPOK.................................................................................3
DAFTAR ISI..................................................................................................4
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.....................................................................,,,,,,,5
B. Rumusan Masalah..................................................................................... 6
D. Tujuan....................................................................................................... 6
II. PEMBAHASAN
A. Hakikat Menulis…………………………………………………………7
B. Pengertian karya ilmiah.............................................................................9
C. Ciri-ciri dan fungsi karya ilmiah .............................................................12
D. Macam-macam karya ilmiah……………………………………………15
E. Metode berpikir ilmiah.............................................................................18
F. Langkah-langkah Menulis Artikel Ilmiah………………………………22
III. PENUTUP
A. Simpulan...........................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..30
Menulis Karya Ilmiah Page 5
A. Latar Belakang
Menulis karya ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang
didapat dari berbagai latihan menulis. Hasil pemikiran baik konseptual
maupun yang disertai dengan bukti empirik, tidak banyak berguna jika tidak
disebarluaskan. Meskipun banyak cara yang digunakan untuk
menyebarluaskan hasil pemikiran tersebut, media yang banyak digunakan
adalah melalui media cetak atau dengan kata lain melalui tulisan. Semakin
efektif tulisan yang dibuat, maka semakin tinggi kemungkinan tulisan
dipahami pembaca.
Untuk menghasilkan tulisan yang efektif tentu dibutuhkan
keterampilan teknik menulis yang memadai. Membicarakan teknik menulis,
artinya membicarakan cara mengemas ide dalam bentuk tulisan sedemikian
rupa sehingga orang yang membaca tulisan tersebut dapat menangkap ide
yang disampaikan dengan benar.
Oleh karena itulah dalam makalah ini diungkap pengertian atau definisi
karya ilmiah, cirri-ciri, fungsi dan cara berfikir secara ilmiah agar dapat
membantu pembaca untuk lebih bisa memahami karya ilmiah dengan baik
dan tepat.
BAB I
PENDAHULUAN
Menulis Karya Ilmiah Page 6
B. Batasan Masalah
Makalah ini hanya memuat penjelasan tentang karya ilmiah dan bagaimana
cara menulis karya ilmiyah dengan efektif dan benar sesuai kaidah-kaidah
yang sudah ada
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Apa hakikat menulis ?
2. Apakah pengertian karya ilmiah ?
3. Apa ciri-ciri sebuah karya ilmiah ?
4. bagaimana cara menulis karya ilmiah yang benar ?
D. Tujuan Penulisan
1. Pembaca dapat mendefinisikan karya ilmiah
2. Pembaca dapat mengetahui ciri-ciri karya ilmiah
3. Pembaca dapat menulis karya ilmiah keilmuan dengan benar.
Menulis Karya Ilmiah Page 7
A. Hakikat Menulis
Menulis merupakan kegiatan seseorang dalam mengungkapkan
gagasan dan menyampaikannya dengan bahasa tulisan. Selain itu pendapat
lain juga mengatakan bahwa dengan komunikasi lewat lambang tulis dapat
tercapai oleh penulis, seperti yang diharapkan jika penulis mampu
menuangkan ide atau gagasan kedalam bahasa secara tepat, teratur dan
lengkap. (makalah Research and it school/16/3/2015).
Menulis merupakan bagian terpenting dari kehidupan, dengan menulis
sesorang menuangkan pendapatnya dengan tulisan, sejalan dengan hal
tersebut penalaran merupakan faktor penting dalam kegiatan menulis.
Dimana penalaran menjadi aspek dalam penarikan simpulan dan gagasan.
Maka penalaran dapat diperoleh melalui berbagai cara diantaranya adalah
dengan memiliki kerampilan/ skill, Ketrampilan menjadi salah satu cara
memperoleh penalaran yang lebih mendalam, maka ketrampilan sangat
penting untuk diasah bagi siapapun yang hendak ingin bisa menulis.
Karena perlunya keterampilan dalam menulis, seorang peserta didik tidak
harus menunggu untuk bisa menjadi seorang penulis yang terampil. Karena
menulis merupakan kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif,
kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun kemampuan menulis dapat kita
latih. Apalagi bagi kaum pelajar dan Mahasiswa, yang setip harinya
disibukan dengan tugas dan pelajaran. Kemampuan menulis sangat perlu
BAB II
PEMABAHASAN
II. PEMBAHASAN
Menulis Karya Ilmiah Page 8
untuk terus dilatih, semakin banyak latihan yang dikerjakan maka
kemampuan menulis akan semakin melekat pada diri seseorang.
Menulis Karya Ilmiah Page 9
B. Pengertian karya ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi
atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan
jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori
dan atau bukti-bukti empirik (Wardani : 2007 :1.6).
Menurut Dalman (2009 : 76) Karya ilmiah adalah tulisan yang memiliki
bobot akademis tertentu, ditinjau dari aspek organisasi tulisan, substansi
masalah, akurasi data, dan penyajianya.
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan
diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah
dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan
etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan
(Wikipedia.com).
Pengertian diatas sejalan dengan pengertian yang di berikan oleh
Brotowijoyo,yang dikutip oleh Zainal Arifin dalam Anggoro (2001:1.6)
sebagai berikut.”karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan
benar”, ditambahkan pula bahwa karangan ilmiah harus ditulis secara jujur
dan akurat berdasaran kebenaran tanpa mengingat akibatnya.Kebenaran
dalam karya ilmiah bukan merupakan kebenaran normatif,melainkan
kebenaran objektif dan positif sesuai dengan fakta dan data lapangan.
Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal
dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam
objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering
mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah
Menulis Karya Ilmiah Page 10
ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema
yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema
terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan.
Istilah karya ilmiah mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan
penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Di lihat
dari panjang pendeknya atau kedalaman uraiaan, karya tulis ilmiah
dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan,
baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan
cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului
oleh studi pustaka dan studi lapangan ( Azwardi, 2008 : 111).
Finoza dalam Alamsyah (2008 : 98) mengklasifikasikan karangan menurut
bobot isinya atas 3 jenis, yaitu (1) karangan Ilmiah, (2) karangan semi
ilmiah atau ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah.
Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan,
skripsi, tesis, disertasi. Yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain
adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase dan yang tergolong dalam
karangan non ilmiah antara lain anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen,
novel, roman, dan naskah drama.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk
menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi
(tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala
kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang
ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran
ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah
yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.
Menulis Karya Ilmiah Page 11
Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai
wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Selain itu, karya ilmiah ditulis dengan beberapa tujuan, sebagai berikut :
1. Menyampaikan gagasan kepada masyarakat luas dan kalangan tertentu.
Tujuan seperti ini pada umumnya terkait pada karya ilmiah yang berupa
artikel yang dimuat dalam berbagai media masa.
2. Mendiskusikan gagasan dengan kalangan tertentu dalam sebuah
pertemuan ilmiah. Misalnya, karya ilmiah yang disusun untuk satu
pertemuan, symposium, diskusi panel dan sejenisnya.
3. Mengikuti perlombaan penulisan karya ilmiah. Seperti, Lomba Karya
Tulis Ilmiah (LKTI) yang setiap tahun diselenggarakan mahasiswa seluruh
Indonesia oleh Direktorat Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan tinggi.
Menulis Karya Ilmiah Page 12
C. Ciri-ciri dan fungsi karya ilmiah
1. Ciri-ciri karya ilmiah
Dengan menyimak pemaparan diatas, sebuah karya ilmiah dapat dikenal
dari ciri-ciri berikut :
a. Dari segi isi,karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa
gagasan,deskripsi tengang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
b. Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data
(kajian empirik) atau pada teori – teori yang telah diakui
kebenarannya.
c. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran
dalam penulisan.
d. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan
istilah teknis,di samping istilah-istilah yang bersifat denotatif.
e. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.
2. Fungsi karya ilmiah
Karya ilmiah berfungsi sebagai rujukan atau reference dalam menyiapkan
karya tulis ataupun dalam menyiapkan satu pertemuan yang berbau ilmiah
(Wardani :2007 :1.9). selain kedua fungsi tersebut ada beberapa fungsi yang
dapat diperankan oleh sebuah karya ilmiah, antara lain :
a. Sebagai rujukan atau referensi dalam mempersiapkan karya tulis atau
kegiatan ilmiah,seperti seminar,melakukan penelitian ,diskusi.
b. Fungsi edukatif,yaitu sebagai sarana pendidikan yang dapat meningkatkan
wawasan seseorang dalam berbagai bidang ilmu.
Menulis Karya Ilmiah Page 13
c. Karya ilmiah juga berfungsi menyebarluaskan perkembangan bidang ilmu
kepada masyarakat luas atau kelompok tertentu yang terkait.Dalam hal ini
karya ilmiah mempunyai fungsi yang sangat sentral karena tanpa adanya
karya ilmiah,ilmu baru yang sedang berkembang hanya akan dimilikioleh
segelintir orang .Dengan demikian ,karya ilmiah dapat dikatakan
mempunyai fungsi diseminatif.
Manfaat karya ilmiah dapat kita kelompokkan menjadi dua,yaitu manfaat
untuk penulis sendiri,sesuai dengan fungsinya ,masyarakat luas kara ilmiah
dapat dimanfaatkan sebagai rujukan( reference),sumber untuk perluasan
wawasan ,serta mengikuti ilmu dan teknologi.Khusus bagi penulis,penulisan
karya ilmiah mempunyai manfaat yang sangat besar.
Si Kumbang, yang dikutip oleh Zainal Arifin(1993)menyebutkan enam
manfaat sebagai berikut:
a. Mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena ia harus
membaca berbagai rujukan sebelum menulis.
b. Penulis dapat kesempatan berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan
gagasan sendiri,kemudian mengembangkannya menjadi pemikiran yang
lebih matang.
c. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan perpustakaan ,seperti
menggunakan catalog dalam mencari buku yang diperlukan.
d. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan
fakta dan data secara jelas dan sistematis
Menulis Karya Ilmiah Page 14
e. Dengan menulis karya ilmiah ,penulis akan merasakan kepuasan
intelektual ,yaitu satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk
menyajikan satu khazanah pengetahuan.
f. Denan menulis karya ilmiah ,penulis ikut menyumbang bagi perluasan
cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa, karya ilmiah dapat
berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta
menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, karya ilmiah bermanfaat
untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih
mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikan secara sistematis,
memperluas wawasan, serta memberikan kepuasan intelaktual, disamping
menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
Menulis Karya Ilmiah Page 15
D. Macam-macam karya ilmiah
a. Artikel ilmiah
Artikel merupakan karya tulis yang dibuat untuk dimuat dalam buku
kumpulan artikel atau sering disebut jurnal dan ditulis sesuai dengan
konvensi ilmiah. Yang mana setiap Perguruan Tinggi memiliki cara
penulisan terendiri, seperti halnya STKIP PGRI Sidoarjo, Artikel penelitian
harus bersifat aktual, memberikan saran-saran yang aktual dan konkrit
terkait dengan isu yang dibahas. Penulisan harus mengikuti urutan biasanya
urut sebagai berikut: judul, abstrak dan kata kunci, pendahuluan
pembahasan, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka.
kata kunci utama
terdiri dari 150-200 kata, mencerminkan materi yang dibahas.
Tidak diperkenankan terdapat singkatan atau referensi didalam
abstrak. Kata kunci dibuat dalam bahasa inggris sebanyak 3-5 kata
dan dipisahkan dengan tanda semi colon (;)
a topik
untuk dibahas meliputi analisa, argumentasi dan pendirian penulis
mengenai masalah yang dibahas.
Pembahasan: memuat kupasan permasalahan yang dibahas meliputi
analisa, argumentasi dan pendirian penulis mengenai mengenai
masalah yang dibahas
Kesimpulan Dan Saran: memberikan penegasan terhadap sikap
penulis dan pemberian saran.
Menulis Karya Ilmiah Page 16
Daftar Pustaka: memuat sumber-sumber yang dikutip dalam tulisan/
art. Berdasarkan SE No. 152/E/2012 tentang publikasi karya ilmiah,
disebutkan bahwa :
Untuk lulus program sarjana (S-1) harus menghasilkan karya ilmiah
yang terbit dalam jurnal ilmiah.
Untuk lulus program magister (S-2) harus telah menghasilkan karrya
ilmiah yang telah terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan
yang terakreditasi Dikti.
Untuk lulus program doktor (S-3) harus telah menghasilkan artikel
ilmiah yang telah terbit pada jurnal internasional.
b. Makalah
Makalah merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk membahas
suatu topik atau permasalahan tertentu untuk menyelesaikan mata kulih
tertentu biasanya disajikan dalam presentasi. Bagian- bagian dari maklah
adalah.
Pendahuluan (biasanya berisi kata pengantar, daftar isi, latar belakang,
rumusan masalah dll).
Isi (berisi pokok pembahasan karya ilmiah yang ditulis).
Penutup (berisi kesimpulan, saran, dan daftar pustaka).
Menulis Karya Ilmiah Page 17
c. Laporan penelitian
Maklah merupakan karya ilmiah yang dibuat degan metodologi yang
benar berdasarkan hasil penelitian, bagi mahasiswa laporan penelitian
merupakan suatu studi akhir untuk mendapatkan gealr sarjana. Bagi
mahasiswa program studi S-1 laporan penelitian disebut skripi, untuk
semester 2 dalam meraih gelar magister di sebut dengan tesis. Sementara
bagi mahasiswa S-3 yang ingin meraih gelar Doktor laporan penelitiann
disebut dengan Desertasi. Seperti halnya makalah dan artikel ilmiah,
laporan ilmiah baik penelitian studi pustaka maupun penelitian lapangan
juga memiliki sistematis peneletian, biasanya terdiri sebagai berikut.
• Sampul
• Halaman judul’
• Halaman pengesahan
• Abstrak
• Kata pengantar
• Daftar isi
• Lampiran
• Daftar tabel
• Daftar bagan (gambar)
n isi
• BAB I Pendahuluan
• BAB II Landasan teori, kajian pustaka, kerangka berfikir
• BAB III Metodologi PeNelitian
• BAB IV Deskripsi Data dan Pembahasan
• BAB V Penutup (Simpulan, Implikasi dan Saran)
Menulis Karya Ilmiah Page 18
E. Metode berfikir ilmiah
Dalam Wikipedia Indonesia, Metode ilmiah atau proses ilmiah
merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta
membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam.
Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan
eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut
dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Metode Ilmiah adalah suatu cara untuk mencari ilmu pengetahuan yang
dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang. relevan, analisis
data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan
(scribd.com : 2010 ).
Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis ; masuk akal,
empiris ; dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat
dipertanggung jawabkan (subliyanto.blogspot.com : 2010).
Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah merupakan langkah
yang hierarkis (berjenjang atau berurutan) dan logis (Anggoro : 2007 :1.1).
Dalam penelitian ilmiah, langkah langkah tersebut secara tipikal dapat
dirinci sebagai berikut :
1. Mengenali dan menentukan masalah yang akan diteliti.
2. Mengkaji teori yang sudah ada yang relefan dangan masalah yang hendak
diteliti.
3. Mengajukan hipotesis atau pertanyaan penelitian
4. Membuat desain penelitian untuk menguji hipotesis tersebut
Menulis Karya Ilmiah Page 19
5. Mengumpulkan data dengan menggunakan prosedur yang mengacu pada
desain penelitian
6. Menganalisis data
7. Menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan
Dalam penelitian ilmiah, suatu penarikan kesimpulan yang tidak
menggunakan pendekatan atau metode ilmiah diatas tidak dapat dikatakan
sah. Hal ini perlu perlu disadari oleh peneliti pemula karena dalam prektik
ada beberapa prosedur dasar dalam penarikan kesimpulan yang tampaknya
sah justru sebaliknya, karena pendekatan yang digunakan bukan pendekatan
ilmiah.
Dalam penelitian ilmiah, terdapat beberapa ragam penelitian yang dapat
digunakan (scribd.com : 2010), antara lain :
1. Penelitian ditinjau dari sudut tujuan dan fungsi
• Penelitian eksploratif: yaitu sebuah penelitian yang bertujuan ingin
menggali secara luas tentang sebab-musabab atau hal-hal yang
mempengaruhi terjadinya sesuatu
• Penelitian pengembangan, yaitu sebuah penelitan yang bertujuan
mengadakan percobaan dan penyempurnaan terhadap suatu masalah
• Penelitian verifikas, yaitu sebuah penelitan yang bertujuan untuk
pengecek kebenaran penelitan lain
Menulis Karya Ilmiah Page 20
2. Penelitian ditinjau dari sudutpendekatan
• Pendekatan bujur (longitudinal), yaitu sebuah penelitian yang berusaha
merekam atau mencatat suatu fenomena sebuah subjek secara berturut-
turut dan dalam waktu yang relatif panjang.
• Pendekatan silang (cross-sectional), yaitu sebuah penelitian yang berusaha
merekam atau mencatat suatu fenomena dari sejumlah subjek secara
bersamaan dan dalam waktu yang relatif singkat.
3. Penelitian ditinjau dari jenis data
• Penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang membutuhkan data dalam
bentuk informasi, komentar, pendapat atau kalimat.
• Penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang membutuhkan data dalam
bentuk angka-angka atau nilai, atau data dalam bentuk informasi,
komentar, pendapat, atau kalimat namun dikuantitatifkan.
Menurut Irwan (1997), dalam Anggoro (2007:1.4) terdapat beberapa
perbadaan pendekatan penelitian metode ilmiah dan non-ilmiah ;
Metode ilmiah Metode non-ilmiah
Permasalahan harus dirumuskan
secara jelas, spesifik, dan
Nampak variebel-variabel yang
diteliti
Permasalahan yang dipertanyakan
sering tidak jelas, tiak bersifat
umum dan sumir
Jawaban yang diberikan
terhadap permasalahan harus
didukung data
Jawaban apapun tidak perlu
didukung data
Proses pengumpulan Tidak ada proses pengumpulan
Menulis Karya Ilmiah Page 21
data,analisis data, dan
penyimpulan harus dilakukan
dengan logis dan benar
data atau analisis data, meskipun
mungkin ditutup dangan
kesimpulan
Kesimpulan siap diuji oleh
siapapun yang meragukan
validitasnya
Pengujian terhadap kesimpulan
boleh dilakukan ataupun tidak
tanpa membawa akibat yang
berarti bagi kesimpulan pertama
Hanya digunakan untuk
mengkaji hal-hal yang diamati,
dapat diukur, empiris.
Boleh saja digunakan untuk
mengkajihal apapun termasuk
yang palinh misterius,
supranatural, dan dogmatis.
Menulis Karya Ilmiah Page 22
F. Langkah-langkah Menulis Artikel Ilmiah
Langkah-langkah menulis artikel ilmiah – Tulisan ilmiah populer
merupakan salah satu dari beberapa jenis karya tulis atau karya ilmiah.
Artikel ilmiah populer dihargai dengan 2 angka kredit.
Guru dapat memilih jenis tulisan ini sebagai karya tulis dalam rangka
memenuhi angka kredit dari unsur kegiatan pengembangan profesi.
Namun demikian karya ilmiah ini tidak hanya sekadar untuk ditulis
sehingga menjadi dokumen pribadi. Melainkan harus disebarkan melalui
media massa. Harus dikirim dan dimuat oleh surat kabar atau majalah,
tabloid, jurnal dan lain sebagainya.
Guntingan koran artikel yang dimuat di media cetak menjadi bukti fisik
ketika mengajukan bahan kenaikan pangkat guru.
Kegiatan menulis ilmiah/karya ilmiah sudah menjadi keharusan bagi guru.
Ini terbukti dengan adanya Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16
Tahun 2009 yang diberlakukan Oktober 2013 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya.
Untuk naik pangkat/golongan ke tingkat yang lebih tinggi, guru harus
mengumpulkan angka kredit tertentu dari kegiatan pengembangan profesi.
Guru yang tidak melakukan kegiatan pengembangan profesi, membuat
tulisan/karya tulis ilmiah akan mengalami masalah kenaikan pangkat ke
tingkat berikutnya.
Menulis Karya Ilmiah Page 23
Umumnya, bukan karena tidak mau melakukan kegiatan pengembangan
profesi, melainkan karena kendala kemampuan menulis ilmiah.
Berikut ini adalah 8 langkah penting dalam menulis artikel ilmiah yang
perlu dilakukan:
1.Memilih tema tulisan
Tema tulisan adalah pokok pembahasan dalam artikel. Pilihlah tema
yang mudah dan dikuasai. Misalnya, motivasi belajar siswa, prestasi belajar
siswa, strategi dan metode mengajar, dan lain sebagainya.
2.Menulis dengan kerangka
Biasakan menulis dengan membuat kerangka tulisan. Menyajikan
deretan kalimat penting secara garis besar. Hal-hal apa saja yang ingin
ditulis. Misalnya, tema artikel prestasi belajar.
Maka poin-poin yang dibuat menjadi kerangka artikel adalah: ada apa
dengan prestasi belajar siswa? Mengapa prestasi belajar siswa menurun?
Bagaimana cara mengatasinya? Tiga kalimat kerangka ini coba diperdalam
lagi masing-masingnya.
3.Membuat paragraf pembuka dengan baik
Kalimat pada paragaf pembuka, ibarat sebuah etalase toko yang
memamerkan barang-barang bagus dan disusun sangat rapi. Tujuannya
adalah menarik perhatian calon pembeli. Begitu pula halnya dengan fungsi
paragraf pembuka sebuah artikel ilmiah.
Menulis Karya Ilmiah Page 24
4.Menuliskan gagasan pokok secara gamblang
Tulisan ilmiah popular hanya berkisar 2,5 sampai 3,5 halaman. Oleh
sebab itu kemukakan gagasan pokok tulisan di bagian awal paragraf.
Dengan demikian pembaca dapat menangkap apa yang hendak disampaikan
oleh penulis.
5.Memberikan ilustrasi yang wajar
Jika di sebuah blog, ilustrasi yang menarik di tampilkan berupa
gambar atau foto yang mendukung ulasan dalam artikel postingan.
Namun dalam tulisan ilmiah popular, segala ilustrasi ditampilkan dalam
rangkaian kalimat pada paragraf. Ilustrasi yang dibuat haruslah yang wajar,
tidak mengada-ada dan logis.
6. Mempelajari cara dan gaya penulisan
Sebenarnya bahasa yang baik dan benar itu bersifat relatif. Namun
sebagai panduan bagi penulis adalah, media cetak mana yang kita pilih
untuk mengirim tulisan.
Setiap media cetak itu mempunyai cara dan gaya penyajian yang berbeda.
Maka pelajari cara dan gaya penulisan media yang dituju.
7. Menutup artikel dengan paragraf yang kuat
Yang tak kalah penting adalah membuat paragraf penutup yang kuat.
Artinya, semua gagasan pada paragraf sebelumnya harus diperkuat pada
paragraf terakhir. Biasanya boleh dipergunakan kalimat berupa kesimpulan
dari apa yang telah dibahas.
Menulis Karya Ilmiah Page 25
8.Menyunting artikel dengan seksama
Tahap yang paling lama membutuhkan waktu adalah menyunting
artikel yang sudah berhasil dibuat. Periksa kembali segala kata, kalimat dan
paragraf yang ada. Begitu pula ejaan dan tanda baca.
Biasanya editor media cetak enggan mengedit artikel kiriman yang terlalu
banyak kesalahan pada ejaan dan tanda baca.
Dalam menyunting artikel, bisa juga minta bantuan pada teman. Namun
kalau disunting sendiri, anggaplah kita sendiri, orang lain yang sedang
membaca artikel itu.
Demikian saja 8 langkah menulis artikel ilmiah untuk disebarkan melalui
media massa. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan inspirasi bagi blogger
dan netter, khususnya guru.
Menulis Karya Ilmiah Page 26
Contoh artikel pendek tentang motivasi hidup
Jangan Menyerah
Dalam sisi tertentu, hidup adalah sebuah arena bagi kita untuk "bertarung"
agar dapat merebut kebahagiaan dalam berbagai wujud. Ketika kita bisa
menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah, maka
kemenangan itu pasti akan menjadi milik kita.
Tidak ada sesuatu yang tidak membutuhkan perjuangan. Hidup sejatinya
mengajarkan manusia untuk bisa menjadi pribadi yang tangguh, karena
ketangguhan yang kita miliki akan membuka kesempatan kita untuk dapat
meraih sesuatu yang bernilai.
Tidak ada yang instan dalam hidup. Segala sesuatu yang ingin kita dapat
harus kita perjuangkan terlebih dahulu. Kita tidak akan mendapatkan apapun
tanpa disertai perjuangan yang berarti. Ketika kita terjatuh, maka kita harus
bangun dan kembali melangkah serta terus melangkah.
Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki apa yang ingin kita miliki.
Namun, kita pasti akan mendapatkan yang lebih baik jika kita mau
melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik bukan diluar kapasitas
kita, tapi melakukan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita. Terus
berjuang, maka segalanya pasti akan menjadi lebih baik.
Menulis Karya Ilmiah Page 27
Contoh artikel pendek tentang kesehatan
Tindakan Yang Merusak Mata
Berlama-lama di depan layar monitor seperti komputer, laptop, notebook
dan sebagainya membuat mata akan merasa mudah lelah, dan jika hal
tersebut dibiasakan dan tidak segera diatasi, maka hal ini akan menjadi
pemicu rusaknya mata anda. untuk mengatasinya, anda dapat mengurangi
intensitas cahaya dari monitor sehingga tidak begitu terang dan tidak mudah
merusak mata anda.
Akibat Paparan Sinar UV yang Mengenai Mata, paparan sinar UV yang
mengenai langsung kontak mata anda akan membuat mata terasa sakit, dan
hal ini menjadi penyebab rusaknya maka anda karena ketika mata melihat
sinar matahari yang begitu cerahnya maka membuat mata terasa sakit. Jadi,
untuk melihat matahari yang begitu terik secara langsung maka anda dapat
menggunakan pelapis khusus seperti kaca mata atau alat lainnya.
Menonton TV Terlalu Lama Dengan Jarak Yang Terlalu Dekat, TV
memiliki beragam jenis warna mulai dari yang soft hingga yang mencolok,
dan hal inilah yang membuat mata sangat mudah lelah terlebih ketika
melihatnya dalam jarak yang dekat.
Membaca Buku Sambil Tidur, Ketika anda membaca buku, maka sebaiknya
hindari membaca buku dengan posisi tidur karena hal ini juga dapat memicu
rusaknya mata anda.
Masih banyak lagi hal hal lainnya yang dapat merusak mata anda, maka dari
Menulis Karya Ilmiah Page 28
itu anda harus benar benar merawat mata anda baik-baik. Jika anda sudah
memiliki mata yang rusak, maka anda dapat mengatasinya dengan
mengubah beberapa kebiasaan buruk anda.
Menulis Karya Ilmiah Page 29
II. PENUTUP
A. Simpulan
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan,
deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara
objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh
fakta, teori dan atau bukti-bukti empiric.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan
gagasan memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalan
suatu pertemuan, mengikuti lomba , sarta untuk menyebarluaskan ilmu
pengetahuan/ hasil penelitian.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan
wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, karya
ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis,
berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikan secara
sistematis, memperluas wawasan, serta memberikan kepuasan intelaktual,
disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
BAB III
PENUTUPAN
II. PEMBAHASAN
Menulis Karya Ilmiah Page 30
DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, Toha. M. (2007). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka
Dalman, DR. (2009). Keterampilan Menulis. Bandar lampung
http://subliyanto.blogspot.com/2010/06/pengertian-penelitian-metode-
penelitian.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah
http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
http://www.scribd.com/doc/9771640/Materi-Karya-Ilmiah-
Wardani, I.G.A.K. (2007). Teknik menulis karya ilmiah. Jakarta : universitas
Terbuka
https://www.scribd.com/doc/9771640/Materi-Karya-Ilmiah

KATA PENGANTAR.docx

  • 1.
    Menulis Karya IlmiahPage 1 MENULIS KARYA ILMIAH Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia Oleh: “Dr. Hj. Endah Harumi, M. Pd.” Kelompok 6 : 1. Hidayatul Murtafi’ah (1688203049) 2. Pungky Ayu Lestari (1688203060) 3. Muhammad Ulil Aydiy (1688203055) STKIP PGRI SIDOARJO Alamat : Jalan Kemiri Buduran Sidoarjo Telp (031) 8950181 Faks. 897155
  • 2.
    Menulis Karya IlmiahPage 2 KATA PENGANTAR Puji Syukur Kepada Allah SWT kami ucapkan atas nikmat yang telah diberikan kepada kami sehinggga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan baik dalam sistematika penyusunannya maupun isinya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun masih sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan makalah yang selanjutnya. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Ahirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Sidoarjo, 15 April 2017 Penyusun,
  • 3.
    Menulis Karya IlmiahPage 3 DAFTAR KELOMPOK 3 NO NAMA NIM TTD 1 Hidayatul Murtafi’ah 1688203049 2 Pungky Ayu Lestari 1688203060 3 Muhammad Ulil Aydiy 1688203055 4 5 6 7
  • 4.
    Menulis Karya IlmiahPage 4 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................... 1 KATA PENGANTAR................................................................................... 2 DAFTAR KELOMPOK.................................................................................3 DAFTAR ISI..................................................................................................4 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.....................................................................,,,,,,,5 B. Rumusan Masalah..................................................................................... 6 D. Tujuan....................................................................................................... 6 II. PEMBAHASAN A. Hakikat Menulis…………………………………………………………7 B. Pengertian karya ilmiah.............................................................................9 C. Ciri-ciri dan fungsi karya ilmiah .............................................................12 D. Macam-macam karya ilmiah……………………………………………15 E. Metode berpikir ilmiah.............................................................................18 F. Langkah-langkah Menulis Artikel Ilmiah………………………………22 III. PENUTUP A. Simpulan...........................................................................................29 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..30
  • 5.
    Menulis Karya IlmiahPage 5 A. Latar Belakang Menulis karya ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat dari berbagai latihan menulis. Hasil pemikiran baik konseptual maupun yang disertai dengan bukti empirik, tidak banyak berguna jika tidak disebarluaskan. Meskipun banyak cara yang digunakan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran tersebut, media yang banyak digunakan adalah melalui media cetak atau dengan kata lain melalui tulisan. Semakin efektif tulisan yang dibuat, maka semakin tinggi kemungkinan tulisan dipahami pembaca. Untuk menghasilkan tulisan yang efektif tentu dibutuhkan keterampilan teknik menulis yang memadai. Membicarakan teknik menulis, artinya membicarakan cara mengemas ide dalam bentuk tulisan sedemikian rupa sehingga orang yang membaca tulisan tersebut dapat menangkap ide yang disampaikan dengan benar. Oleh karena itulah dalam makalah ini diungkap pengertian atau definisi karya ilmiah, cirri-ciri, fungsi dan cara berfikir secara ilmiah agar dapat membantu pembaca untuk lebih bisa memahami karya ilmiah dengan baik dan tepat. BAB I PENDAHULUAN
  • 6.
    Menulis Karya IlmiahPage 6 B. Batasan Masalah Makalah ini hanya memuat penjelasan tentang karya ilmiah dan bagaimana cara menulis karya ilmiyah dengan efektif dan benar sesuai kaidah-kaidah yang sudah ada C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa hakikat menulis ? 2. Apakah pengertian karya ilmiah ? 3. Apa ciri-ciri sebuah karya ilmiah ? 4. bagaimana cara menulis karya ilmiah yang benar ? D. Tujuan Penulisan 1. Pembaca dapat mendefinisikan karya ilmiah 2. Pembaca dapat mengetahui ciri-ciri karya ilmiah 3. Pembaca dapat menulis karya ilmiah keilmuan dengan benar.
  • 7.
    Menulis Karya IlmiahPage 7 A. Hakikat Menulis Menulis merupakan kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya dengan bahasa tulisan. Selain itu pendapat lain juga mengatakan bahwa dengan komunikasi lewat lambang tulis dapat tercapai oleh penulis, seperti yang diharapkan jika penulis mampu menuangkan ide atau gagasan kedalam bahasa secara tepat, teratur dan lengkap. (makalah Research and it school/16/3/2015). Menulis merupakan bagian terpenting dari kehidupan, dengan menulis sesorang menuangkan pendapatnya dengan tulisan, sejalan dengan hal tersebut penalaran merupakan faktor penting dalam kegiatan menulis. Dimana penalaran menjadi aspek dalam penarikan simpulan dan gagasan. Maka penalaran dapat diperoleh melalui berbagai cara diantaranya adalah dengan memiliki kerampilan/ skill, Ketrampilan menjadi salah satu cara memperoleh penalaran yang lebih mendalam, maka ketrampilan sangat penting untuk diasah bagi siapapun yang hendak ingin bisa menulis. Karena perlunya keterampilan dalam menulis, seorang peserta didik tidak harus menunggu untuk bisa menjadi seorang penulis yang terampil. Karena menulis merupakan kegiatan yang bersifat produktif dan ekspresif, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun kemampuan menulis dapat kita latih. Apalagi bagi kaum pelajar dan Mahasiswa, yang setip harinya disibukan dengan tugas dan pelajaran. Kemampuan menulis sangat perlu BAB II PEMABAHASAN II. PEMBAHASAN
  • 8.
    Menulis Karya IlmiahPage 8 untuk terus dilatih, semakin banyak latihan yang dikerjakan maka kemampuan menulis akan semakin melekat pada diri seseorang.
  • 9.
    Menulis Karya IlmiahPage 9 B. Pengertian karya ilmiah Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori dan atau bukti-bukti empirik (Wardani : 2007 :1.6). Menurut Dalman (2009 : 76) Karya ilmiah adalah tulisan yang memiliki bobot akademis tertentu, ditinjau dari aspek organisasi tulisan, substansi masalah, akurasi data, dan penyajianya. Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan (Wikipedia.com). Pengertian diatas sejalan dengan pengertian yang di berikan oleh Brotowijoyo,yang dikutip oleh Zainal Arifin dalam Anggoro (2001:1.6) sebagai berikut.”karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”, ditambahkan pula bahwa karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasaran kebenaran tanpa mengingat akibatnya.Kebenaran dalam karya ilmiah bukan merupakan kebenaran normatif,melainkan kebenaran objektif dan positif sesuai dengan fakta dan data lapangan. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah
  • 10.
    Menulis Karya IlmiahPage 10 ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan. Istilah karya ilmiah mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Di lihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraiaan, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan ( Azwardi, 2008 : 111). Finoza dalam Alamsyah (2008 : 98) mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas 3 jenis, yaitu (1) karangan Ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah. Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi. Yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase dan yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama. Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.
  • 11.
    Menulis Karya IlmiahPage 11 Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Selain itu, karya ilmiah ditulis dengan beberapa tujuan, sebagai berikut : 1. Menyampaikan gagasan kepada masyarakat luas dan kalangan tertentu. Tujuan seperti ini pada umumnya terkait pada karya ilmiah yang berupa artikel yang dimuat dalam berbagai media masa. 2. Mendiskusikan gagasan dengan kalangan tertentu dalam sebuah pertemuan ilmiah. Misalnya, karya ilmiah yang disusun untuk satu pertemuan, symposium, diskusi panel dan sejenisnya. 3. Mengikuti perlombaan penulisan karya ilmiah. Seperti, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang setiap tahun diselenggarakan mahasiswa seluruh Indonesia oleh Direktorat Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan tinggi.
  • 12.
    Menulis Karya IlmiahPage 12 C. Ciri-ciri dan fungsi karya ilmiah 1. Ciri-ciri karya ilmiah Dengan menyimak pemaparan diatas, sebuah karya ilmiah dapat dikenal dari ciri-ciri berikut : a. Dari segi isi,karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan,deskripsi tengang sesuatu atau pemecahan suatu masalah. b. Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori – teori yang telah diakui kebenarannya. c. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan. d. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknis,di samping istilah-istilah yang bersifat denotatif. e. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu. 2. Fungsi karya ilmiah Karya ilmiah berfungsi sebagai rujukan atau reference dalam menyiapkan karya tulis ataupun dalam menyiapkan satu pertemuan yang berbau ilmiah (Wardani :2007 :1.9). selain kedua fungsi tersebut ada beberapa fungsi yang dapat diperankan oleh sebuah karya ilmiah, antara lain : a. Sebagai rujukan atau referensi dalam mempersiapkan karya tulis atau kegiatan ilmiah,seperti seminar,melakukan penelitian ,diskusi. b. Fungsi edukatif,yaitu sebagai sarana pendidikan yang dapat meningkatkan wawasan seseorang dalam berbagai bidang ilmu.
  • 13.
    Menulis Karya IlmiahPage 13 c. Karya ilmiah juga berfungsi menyebarluaskan perkembangan bidang ilmu kepada masyarakat luas atau kelompok tertentu yang terkait.Dalam hal ini karya ilmiah mempunyai fungsi yang sangat sentral karena tanpa adanya karya ilmiah,ilmu baru yang sedang berkembang hanya akan dimilikioleh segelintir orang .Dengan demikian ,karya ilmiah dapat dikatakan mempunyai fungsi diseminatif. Manfaat karya ilmiah dapat kita kelompokkan menjadi dua,yaitu manfaat untuk penulis sendiri,sesuai dengan fungsinya ,masyarakat luas kara ilmiah dapat dimanfaatkan sebagai rujukan( reference),sumber untuk perluasan wawasan ,serta mengikuti ilmu dan teknologi.Khusus bagi penulis,penulisan karya ilmiah mempunyai manfaat yang sangat besar. Si Kumbang, yang dikutip oleh Zainal Arifin(1993)menyebutkan enam manfaat sebagai berikut: a. Mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena ia harus membaca berbagai rujukan sebelum menulis. b. Penulis dapat kesempatan berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri,kemudian mengembangkannya menjadi pemikiran yang lebih matang. c. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan perpustakaan ,seperti menggunakan catalog dalam mencari buku yang diperlukan. d. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data secara jelas dan sistematis
  • 14.
    Menulis Karya IlmiahPage 14 e. Dengan menulis karya ilmiah ,penulis akan merasakan kepuasan intelektual ,yaitu satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menyajikan satu khazanah pengetahuan. f. Denan menulis karya ilmiah ,penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa, karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikan secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberikan kepuasan intelaktual, disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
  • 15.
    Menulis Karya IlmiahPage 15 D. Macam-macam karya ilmiah a. Artikel ilmiah Artikel merupakan karya tulis yang dibuat untuk dimuat dalam buku kumpulan artikel atau sering disebut jurnal dan ditulis sesuai dengan konvensi ilmiah. Yang mana setiap Perguruan Tinggi memiliki cara penulisan terendiri, seperti halnya STKIP PGRI Sidoarjo, Artikel penelitian harus bersifat aktual, memberikan saran-saran yang aktual dan konkrit terkait dengan isu yang dibahas. Penulisan harus mengikuti urutan biasanya urut sebagai berikut: judul, abstrak dan kata kunci, pendahuluan pembahasan, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka. kata kunci utama terdiri dari 150-200 kata, mencerminkan materi yang dibahas. Tidak diperkenankan terdapat singkatan atau referensi didalam abstrak. Kata kunci dibuat dalam bahasa inggris sebanyak 3-5 kata dan dipisahkan dengan tanda semi colon (;) a topik untuk dibahas meliputi analisa, argumentasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang dibahas. Pembahasan: memuat kupasan permasalahan yang dibahas meliputi analisa, argumentasi dan pendirian penulis mengenai mengenai masalah yang dibahas Kesimpulan Dan Saran: memberikan penegasan terhadap sikap penulis dan pemberian saran.
  • 16.
    Menulis Karya IlmiahPage 16 Daftar Pustaka: memuat sumber-sumber yang dikutip dalam tulisan/ art. Berdasarkan SE No. 152/E/2012 tentang publikasi karya ilmiah, disebutkan bahwa : Untuk lulus program sarjana (S-1) harus menghasilkan karya ilmiah yang terbit dalam jurnal ilmiah. Untuk lulus program magister (S-2) harus telah menghasilkan karrya ilmiah yang telah terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti. Untuk lulus program doktor (S-3) harus telah menghasilkan artikel ilmiah yang telah terbit pada jurnal internasional. b. Makalah Makalah merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk membahas suatu topik atau permasalahan tertentu untuk menyelesaikan mata kulih tertentu biasanya disajikan dalam presentasi. Bagian- bagian dari maklah adalah. Pendahuluan (biasanya berisi kata pengantar, daftar isi, latar belakang, rumusan masalah dll). Isi (berisi pokok pembahasan karya ilmiah yang ditulis). Penutup (berisi kesimpulan, saran, dan daftar pustaka).
  • 17.
    Menulis Karya IlmiahPage 17 c. Laporan penelitian Maklah merupakan karya ilmiah yang dibuat degan metodologi yang benar berdasarkan hasil penelitian, bagi mahasiswa laporan penelitian merupakan suatu studi akhir untuk mendapatkan gealr sarjana. Bagi mahasiswa program studi S-1 laporan penelitian disebut skripi, untuk semester 2 dalam meraih gelar magister di sebut dengan tesis. Sementara bagi mahasiswa S-3 yang ingin meraih gelar Doktor laporan penelitiann disebut dengan Desertasi. Seperti halnya makalah dan artikel ilmiah, laporan ilmiah baik penelitian studi pustaka maupun penelitian lapangan juga memiliki sistematis peneletian, biasanya terdiri sebagai berikut. • Sampul • Halaman judul’ • Halaman pengesahan • Abstrak • Kata pengantar • Daftar isi • Lampiran • Daftar tabel • Daftar bagan (gambar) n isi • BAB I Pendahuluan • BAB II Landasan teori, kajian pustaka, kerangka berfikir • BAB III Metodologi PeNelitian • BAB IV Deskripsi Data dan Pembahasan • BAB V Penutup (Simpulan, Implikasi dan Saran)
  • 18.
    Menulis Karya IlmiahPage 18 E. Metode berfikir ilmiah Dalam Wikipedia Indonesia, Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode Ilmiah adalah suatu cara untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang. relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan (scribd.com : 2010 ). Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis ; masuk akal, empiris ; dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan (subliyanto.blogspot.com : 2010). Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah merupakan langkah yang hierarkis (berjenjang atau berurutan) dan logis (Anggoro : 2007 :1.1). Dalam penelitian ilmiah, langkah langkah tersebut secara tipikal dapat dirinci sebagai berikut : 1. Mengenali dan menentukan masalah yang akan diteliti. 2. Mengkaji teori yang sudah ada yang relefan dangan masalah yang hendak diteliti. 3. Mengajukan hipotesis atau pertanyaan penelitian 4. Membuat desain penelitian untuk menguji hipotesis tersebut
  • 19.
    Menulis Karya IlmiahPage 19 5. Mengumpulkan data dengan menggunakan prosedur yang mengacu pada desain penelitian 6. Menganalisis data 7. Menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan Dalam penelitian ilmiah, suatu penarikan kesimpulan yang tidak menggunakan pendekatan atau metode ilmiah diatas tidak dapat dikatakan sah. Hal ini perlu perlu disadari oleh peneliti pemula karena dalam prektik ada beberapa prosedur dasar dalam penarikan kesimpulan yang tampaknya sah justru sebaliknya, karena pendekatan yang digunakan bukan pendekatan ilmiah. Dalam penelitian ilmiah, terdapat beberapa ragam penelitian yang dapat digunakan (scribd.com : 2010), antara lain : 1. Penelitian ditinjau dari sudut tujuan dan fungsi • Penelitian eksploratif: yaitu sebuah penelitian yang bertujuan ingin menggali secara luas tentang sebab-musabab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu • Penelitian pengembangan, yaitu sebuah penelitan yang bertujuan mengadakan percobaan dan penyempurnaan terhadap suatu masalah • Penelitian verifikas, yaitu sebuah penelitan yang bertujuan untuk pengecek kebenaran penelitan lain
  • 20.
    Menulis Karya IlmiahPage 20 2. Penelitian ditinjau dari sudutpendekatan • Pendekatan bujur (longitudinal), yaitu sebuah penelitian yang berusaha merekam atau mencatat suatu fenomena sebuah subjek secara berturut- turut dan dalam waktu yang relatif panjang. • Pendekatan silang (cross-sectional), yaitu sebuah penelitian yang berusaha merekam atau mencatat suatu fenomena dari sejumlah subjek secara bersamaan dan dalam waktu yang relatif singkat. 3. Penelitian ditinjau dari jenis data • Penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang membutuhkan data dalam bentuk informasi, komentar, pendapat atau kalimat. • Penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang membutuhkan data dalam bentuk angka-angka atau nilai, atau data dalam bentuk informasi, komentar, pendapat, atau kalimat namun dikuantitatifkan. Menurut Irwan (1997), dalam Anggoro (2007:1.4) terdapat beberapa perbadaan pendekatan penelitian metode ilmiah dan non-ilmiah ; Metode ilmiah Metode non-ilmiah Permasalahan harus dirumuskan secara jelas, spesifik, dan Nampak variebel-variabel yang diteliti Permasalahan yang dipertanyakan sering tidak jelas, tiak bersifat umum dan sumir Jawaban yang diberikan terhadap permasalahan harus didukung data Jawaban apapun tidak perlu didukung data Proses pengumpulan Tidak ada proses pengumpulan
  • 21.
    Menulis Karya IlmiahPage 21 data,analisis data, dan penyimpulan harus dilakukan dengan logis dan benar data atau analisis data, meskipun mungkin ditutup dangan kesimpulan Kesimpulan siap diuji oleh siapapun yang meragukan validitasnya Pengujian terhadap kesimpulan boleh dilakukan ataupun tidak tanpa membawa akibat yang berarti bagi kesimpulan pertama Hanya digunakan untuk mengkaji hal-hal yang diamati, dapat diukur, empiris. Boleh saja digunakan untuk mengkajihal apapun termasuk yang palinh misterius, supranatural, dan dogmatis.
  • 22.
    Menulis Karya IlmiahPage 22 F. Langkah-langkah Menulis Artikel Ilmiah Langkah-langkah menulis artikel ilmiah – Tulisan ilmiah populer merupakan salah satu dari beberapa jenis karya tulis atau karya ilmiah. Artikel ilmiah populer dihargai dengan 2 angka kredit. Guru dapat memilih jenis tulisan ini sebagai karya tulis dalam rangka memenuhi angka kredit dari unsur kegiatan pengembangan profesi. Namun demikian karya ilmiah ini tidak hanya sekadar untuk ditulis sehingga menjadi dokumen pribadi. Melainkan harus disebarkan melalui media massa. Harus dikirim dan dimuat oleh surat kabar atau majalah, tabloid, jurnal dan lain sebagainya. Guntingan koran artikel yang dimuat di media cetak menjadi bukti fisik ketika mengajukan bahan kenaikan pangkat guru. Kegiatan menulis ilmiah/karya ilmiah sudah menjadi keharusan bagi guru. Ini terbukti dengan adanya Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 yang diberlakukan Oktober 2013 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Untuk naik pangkat/golongan ke tingkat yang lebih tinggi, guru harus mengumpulkan angka kredit tertentu dari kegiatan pengembangan profesi. Guru yang tidak melakukan kegiatan pengembangan profesi, membuat tulisan/karya tulis ilmiah akan mengalami masalah kenaikan pangkat ke tingkat berikutnya.
  • 23.
    Menulis Karya IlmiahPage 23 Umumnya, bukan karena tidak mau melakukan kegiatan pengembangan profesi, melainkan karena kendala kemampuan menulis ilmiah. Berikut ini adalah 8 langkah penting dalam menulis artikel ilmiah yang perlu dilakukan: 1.Memilih tema tulisan Tema tulisan adalah pokok pembahasan dalam artikel. Pilihlah tema yang mudah dan dikuasai. Misalnya, motivasi belajar siswa, prestasi belajar siswa, strategi dan metode mengajar, dan lain sebagainya. 2.Menulis dengan kerangka Biasakan menulis dengan membuat kerangka tulisan. Menyajikan deretan kalimat penting secara garis besar. Hal-hal apa saja yang ingin ditulis. Misalnya, tema artikel prestasi belajar. Maka poin-poin yang dibuat menjadi kerangka artikel adalah: ada apa dengan prestasi belajar siswa? Mengapa prestasi belajar siswa menurun? Bagaimana cara mengatasinya? Tiga kalimat kerangka ini coba diperdalam lagi masing-masingnya. 3.Membuat paragraf pembuka dengan baik Kalimat pada paragaf pembuka, ibarat sebuah etalase toko yang memamerkan barang-barang bagus dan disusun sangat rapi. Tujuannya adalah menarik perhatian calon pembeli. Begitu pula halnya dengan fungsi paragraf pembuka sebuah artikel ilmiah.
  • 24.
    Menulis Karya IlmiahPage 24 4.Menuliskan gagasan pokok secara gamblang Tulisan ilmiah popular hanya berkisar 2,5 sampai 3,5 halaman. Oleh sebab itu kemukakan gagasan pokok tulisan di bagian awal paragraf. Dengan demikian pembaca dapat menangkap apa yang hendak disampaikan oleh penulis. 5.Memberikan ilustrasi yang wajar Jika di sebuah blog, ilustrasi yang menarik di tampilkan berupa gambar atau foto yang mendukung ulasan dalam artikel postingan. Namun dalam tulisan ilmiah popular, segala ilustrasi ditampilkan dalam rangkaian kalimat pada paragraf. Ilustrasi yang dibuat haruslah yang wajar, tidak mengada-ada dan logis. 6. Mempelajari cara dan gaya penulisan Sebenarnya bahasa yang baik dan benar itu bersifat relatif. Namun sebagai panduan bagi penulis adalah, media cetak mana yang kita pilih untuk mengirim tulisan. Setiap media cetak itu mempunyai cara dan gaya penyajian yang berbeda. Maka pelajari cara dan gaya penulisan media yang dituju. 7. Menutup artikel dengan paragraf yang kuat Yang tak kalah penting adalah membuat paragraf penutup yang kuat. Artinya, semua gagasan pada paragraf sebelumnya harus diperkuat pada paragraf terakhir. Biasanya boleh dipergunakan kalimat berupa kesimpulan dari apa yang telah dibahas.
  • 25.
    Menulis Karya IlmiahPage 25 8.Menyunting artikel dengan seksama Tahap yang paling lama membutuhkan waktu adalah menyunting artikel yang sudah berhasil dibuat. Periksa kembali segala kata, kalimat dan paragraf yang ada. Begitu pula ejaan dan tanda baca. Biasanya editor media cetak enggan mengedit artikel kiriman yang terlalu banyak kesalahan pada ejaan dan tanda baca. Dalam menyunting artikel, bisa juga minta bantuan pada teman. Namun kalau disunting sendiri, anggaplah kita sendiri, orang lain yang sedang membaca artikel itu. Demikian saja 8 langkah menulis artikel ilmiah untuk disebarkan melalui media massa. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan inspirasi bagi blogger dan netter, khususnya guru.
  • 26.
    Menulis Karya IlmiahPage 26 Contoh artikel pendek tentang motivasi hidup Jangan Menyerah Dalam sisi tertentu, hidup adalah sebuah arena bagi kita untuk "bertarung" agar dapat merebut kebahagiaan dalam berbagai wujud. Ketika kita bisa menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah, maka kemenangan itu pasti akan menjadi milik kita. Tidak ada sesuatu yang tidak membutuhkan perjuangan. Hidup sejatinya mengajarkan manusia untuk bisa menjadi pribadi yang tangguh, karena ketangguhan yang kita miliki akan membuka kesempatan kita untuk dapat meraih sesuatu yang bernilai. Tidak ada yang instan dalam hidup. Segala sesuatu yang ingin kita dapat harus kita perjuangkan terlebih dahulu. Kita tidak akan mendapatkan apapun tanpa disertai perjuangan yang berarti. Ketika kita terjatuh, maka kita harus bangun dan kembali melangkah serta terus melangkah. Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki apa yang ingin kita miliki. Namun, kita pasti akan mendapatkan yang lebih baik jika kita mau melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik bukan diluar kapasitas kita, tapi melakukan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita. Terus berjuang, maka segalanya pasti akan menjadi lebih baik.
  • 27.
    Menulis Karya IlmiahPage 27 Contoh artikel pendek tentang kesehatan Tindakan Yang Merusak Mata Berlama-lama di depan layar monitor seperti komputer, laptop, notebook dan sebagainya membuat mata akan merasa mudah lelah, dan jika hal tersebut dibiasakan dan tidak segera diatasi, maka hal ini akan menjadi pemicu rusaknya mata anda. untuk mengatasinya, anda dapat mengurangi intensitas cahaya dari monitor sehingga tidak begitu terang dan tidak mudah merusak mata anda. Akibat Paparan Sinar UV yang Mengenai Mata, paparan sinar UV yang mengenai langsung kontak mata anda akan membuat mata terasa sakit, dan hal ini menjadi penyebab rusaknya maka anda karena ketika mata melihat sinar matahari yang begitu cerahnya maka membuat mata terasa sakit. Jadi, untuk melihat matahari yang begitu terik secara langsung maka anda dapat menggunakan pelapis khusus seperti kaca mata atau alat lainnya. Menonton TV Terlalu Lama Dengan Jarak Yang Terlalu Dekat, TV memiliki beragam jenis warna mulai dari yang soft hingga yang mencolok, dan hal inilah yang membuat mata sangat mudah lelah terlebih ketika melihatnya dalam jarak yang dekat. Membaca Buku Sambil Tidur, Ketika anda membaca buku, maka sebaiknya hindari membaca buku dengan posisi tidur karena hal ini juga dapat memicu rusaknya mata anda. Masih banyak lagi hal hal lainnya yang dapat merusak mata anda, maka dari
  • 28.
    Menulis Karya IlmiahPage 28 itu anda harus benar benar merawat mata anda baik-baik. Jika anda sudah memiliki mata yang rusak, maka anda dapat mengatasinya dengan mengubah beberapa kebiasaan buruk anda.
  • 29.
    Menulis Karya IlmiahPage 29 II. PENUTUP A. Simpulan Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori dan atau bukti-bukti empiric. Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalan suatu pertemuan, mengikuti lomba , sarta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/ hasil penelitian. Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikan secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberikan kepuasan intelaktual, disamping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan. BAB III PENUTUPAN II. PEMBAHASAN
  • 30.
    Menulis Karya IlmiahPage 30 DAFTAR PUSTAKA Anggoro, Toha. M. (2007). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka Dalman, DR. (2009). Keterampilan Menulis. Bandar lampung http://subliyanto.blogspot.com/2010/06/pengertian-penelitian-metode- penelitian.html http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah http://www.scribd.com/doc/9771640/Materi-Karya-Ilmiah- Wardani, I.G.A.K. (2007). Teknik menulis karya ilmiah. Jakarta : universitas Terbuka https://www.scribd.com/doc/9771640/Materi-Karya-Ilmiah