UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO
FAKULTAS EKONOMI
PROGAM STUDI MANAJEMEN
http://www.unusida.ac.id
Berpikir dan Menulis Ilmiah
Menulis Karya Ilmiah
Sumber buku: Menulis karya ilmiah oleh Dr. H. Dalman,M. Pd.
Oleh : Minggu, 09 April 2017
Elga Dwi Yulianti dwielga989@gmail.com
C14160029
Pengertian Karya Tulis Ilmiah
A. Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi, atau pemecahan
masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunkan bahasa baku,
serta didukung oleh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empirik. Dalam hal ini, karya tulis ilmiah
dapat dikatakan sebagai hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran yang
didasarkan pada fakta, peristiwa, dan gejala yang disampaikan secara akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan
suatu pembahasa secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Tujuannya
untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
B. Ciri-ciri Karya Ilmiah
1. Objektif
2. Netral
3. Sistematis
4. Logis
5. Menyajikan fakta ( bukan emosi atau perasaan)
6. Tidak pleonastis
7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
C. Syarat Karya Ilmiah
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang
menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun
mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mendeskripsikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat
ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan),
deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan).
D. Jenis Karya Ilmiah
1. Karya ilmiah pendidikan : paper (karya tulis), preskripsi, skripsi, tesis, disertasi
2. Karya ilmiah penelitian : makalah seminar, laporan hasil penelitian, jurnal penelitian
Syarat Menulis Karya Ilmiah
A. Syarat Khusus Dalam Penulisan Karya Ilmiah
1. Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis
2. Karya tulis ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan.
3. Karya tulis ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secra terkendali,
konseptual, dan prosedural.
4. Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian sebab akibat
5. Karya tulis ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian
berdasarkan suatu hipotesis.
6. Karya tulis ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual.
B. Manfaat Karya Ilmiah
Beberapa manfaat yang dapat kita petik dari sebuah karangan ilmiah, adalah sebagai berikut :
1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
5. Memperoleh kepuasan intelektual.
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Jenis Atau Bentuk Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah dapat dilihat dari bentuk penyajian (bahasa) dan kajiannya. Dari segi bentuk
penyajiannya, sebagian karya tulis ilmiahmemang disajikan secara ilmiah teknis yang umumnya
dipahami oleh kalangan tertenu. Karya tulis seperti ini disebut karya tulis ilmiah akademis atau
pendidikan. Biasanya karya tulis seperti ini dimaksudkan untuk kepentingan akademis.
Sedangkan dari segi kajiannya, karya tulis ilmiah dapat diangkat dari penelitian ilmiah yang
dilakukan. Tetapi, sebagian lagi tidak berasal dari penelitian ilmiah, melainkan hanya gagasan
konseptual atau telaah kritis.
Karya tulis ilmiah terbagi atas artikel ilmiah populer, artikel ilmiah, disertasi, tesis,
skripsi, kertas kerja, dan makalah. Sementara itu, menurut Maizudin (dalam
http;//maizuddin.wordpress.com) macam-macam karya tulis ini disajikan dalam berbagai bentuk,
seperti: makalah, artikel, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.
Berbeda dengan pendapat diatas Tugino (dalam http://tugiono230171.wordpress.com)
menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah terbagi atas laporan, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis,
disertasi, resensi, kritik, dan esai. Berbagai macam pendapat tentang jenis-jenis karya ilmiah,
namun pada dasarnya karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi
atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan
menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empirik. Ciri-
ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan
substansi, sikap penulis, serta pengunaan bahasa. Jadi, apabila suatu karya tulis tertentu
memenuhi kriteria tersebut maka ia dapat dimasukkan ke dalam jenis karya ilmiah.
Tahap Penyusunan Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan salah satu bentuk karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang baik
melalui hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Dalam menyusun karya ilmiah terdapat lima
tahap, yaitu :
1. Persiapan
2. Pengumpulan data
3. Pengorganisasian dan pengonsepan
4. Penyajian dan pengetikan (Arifin, 2006)
Hal-hal yang harus diperhatikan pada tahap persiapan adalah: 1. Pemilihan topik/masalah, 2.
Penentuan judul, dan 3. Pembuatan kerangka karangan. Selanjutnya, pada tahap pengumpulan
data, seorang penulis harus memerhatikan hal berikut:
1. Pencarian keterangan dari bahan bacaan.
2. Pengumoulan keterangan dari pihak-pikah yang mengetahui masalah yang akan ditulis.
3. Pengamatan langsung ke objek yang akan ditelitu.
4. Percobaan dan pengujian dilapangan atau laboratorium.
Jika data sudah terkumpul, penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Dalam
hal ini penyusun harus menggolong-golongkan data menurut jenis, sifat, atau bentuk. Penyusun
menentukan data mana yang akan dibicarakan kemudian. Sebelum, mengetik konsep, penyusun
terlebih dahulu memeriksanya. Secara singkat, pemeriksaan konep mencakup pemeriksaan isi
karya atau cara penyajian karya, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan.
Tahap yang tak kalah pentingnya dalam menyusun karya ilmiah adalah tahap pengetikan
dan penyusunan karya ilmiah. Dalam mengetik naskah, penyusun hendaklah memerhatikan segi
kerapian dan kebersihan. Penusun memerhatikan tata letak unsur-unsur dalam karya ilmiah.
Tahap-tahap tersebut sebaiknya diperhatikan secara cermat dan saksama oleh penyusun karya
ilmiah agar tulisannya dapat terarah dan sistematis.
Elga dwi (menulis_karya_ilmiah)[1]
Elga dwi (menulis_karya_ilmiah)[1]

Elga dwi (menulis_karya_ilmiah)[1]

  • 1.
    UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMASIDOARJO FAKULTAS EKONOMI PROGAM STUDI MANAJEMEN http://www.unusida.ac.id Berpikir dan Menulis Ilmiah Menulis Karya Ilmiah Sumber buku: Menulis karya ilmiah oleh Dr. H. Dalman,M. Pd. Oleh : Minggu, 09 April 2017 Elga Dwi Yulianti dwielga989@gmail.com C14160029
  • 2.
    Pengertian Karya TulisIlmiah A. Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi, atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunkan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empirik. Dalam hal ini, karya tulis ilmiah dapat dikatakan sebagai hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran yang didasarkan pada fakta, peristiwa, dan gejala yang disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasa secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Tujuannya untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. B. Ciri-ciri Karya Ilmiah 1. Objektif 2. Netral 3. Sistematis 4. Logis 5. Menyajikan fakta ( bukan emosi atau perasaan) 6. Tidak pleonastis 7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal C. Syarat Karya Ilmiah 1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran 2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya. 3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi 4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur. 5. Karya tulis ilmiah harus mampu mendeskripsikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan. 6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan). D. Jenis Karya Ilmiah 1. Karya ilmiah pendidikan : paper (karya tulis), preskripsi, skripsi, tesis, disertasi 2. Karya ilmiah penelitian : makalah seminar, laporan hasil penelitian, jurnal penelitian
  • 3.
    Syarat Menulis KaryaIlmiah A. Syarat Khusus Dalam Penulisan Karya Ilmiah 1. Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis 2. Karya tulis ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan. 3. Karya tulis ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secra terkendali, konseptual, dan prosedural. 4. Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian sebab akibat 5. Karya tulis ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis. 6. Karya tulis ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual. B. Manfaat Karya Ilmiah Beberapa manfaat yang dapat kita petik dari sebuah karangan ilmiah, adalah sebagai berikut : 1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif. 2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber. 3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan. 4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis. 5. Memperoleh kepuasan intelektual. 6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan. Jenis Atau Bentuk Karya Ilmiah Karya tulis ilmiah dapat dilihat dari bentuk penyajian (bahasa) dan kajiannya. Dari segi bentuk penyajiannya, sebagian karya tulis ilmiahmemang disajikan secara ilmiah teknis yang umumnya dipahami oleh kalangan tertenu. Karya tulis seperti ini disebut karya tulis ilmiah akademis atau pendidikan. Biasanya karya tulis seperti ini dimaksudkan untuk kepentingan akademis. Sedangkan dari segi kajiannya, karya tulis ilmiah dapat diangkat dari penelitian ilmiah yang dilakukan. Tetapi, sebagian lagi tidak berasal dari penelitian ilmiah, melainkan hanya gagasan konseptual atau telaah kritis. Karya tulis ilmiah terbagi atas artikel ilmiah populer, artikel ilmiah, disertasi, tesis, skripsi, kertas kerja, dan makalah. Sementara itu, menurut Maizudin (dalam http;//maizuddin.wordpress.com) macam-macam karya tulis ini disajikan dalam berbagai bentuk, seperti: makalah, artikel, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.
  • 4.
    Berbeda dengan pendapatdiatas Tugino (dalam http://tugiono230171.wordpress.com) menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah terbagi atas laporan, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi, resensi, kritik, dan esai. Berbagai macam pendapat tentang jenis-jenis karya ilmiah, namun pada dasarnya karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empirik. Ciri- ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta pengunaan bahasa. Jadi, apabila suatu karya tulis tertentu memenuhi kriteria tersebut maka ia dapat dimasukkan ke dalam jenis karya ilmiah. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah Karya ilmiah merupakan salah satu bentuk karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang baik melalui hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Dalam menyusun karya ilmiah terdapat lima tahap, yaitu : 1. Persiapan 2. Pengumpulan data 3. Pengorganisasian dan pengonsepan 4. Penyajian dan pengetikan (Arifin, 2006) Hal-hal yang harus diperhatikan pada tahap persiapan adalah: 1. Pemilihan topik/masalah, 2. Penentuan judul, dan 3. Pembuatan kerangka karangan. Selanjutnya, pada tahap pengumpulan data, seorang penulis harus memerhatikan hal berikut: 1. Pencarian keterangan dari bahan bacaan. 2. Pengumoulan keterangan dari pihak-pikah yang mengetahui masalah yang akan ditulis. 3. Pengamatan langsung ke objek yang akan ditelitu. 4. Percobaan dan pengujian dilapangan atau laboratorium. Jika data sudah terkumpul, penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Dalam hal ini penyusun harus menggolong-golongkan data menurut jenis, sifat, atau bentuk. Penyusun menentukan data mana yang akan dibicarakan kemudian. Sebelum, mengetik konsep, penyusun terlebih dahulu memeriksanya. Secara singkat, pemeriksaan konep mencakup pemeriksaan isi karya atau cara penyajian karya, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan. Tahap yang tak kalah pentingnya dalam menyusun karya ilmiah adalah tahap pengetikan dan penyusunan karya ilmiah. Dalam mengetik naskah, penyusun hendaklah memerhatikan segi kerapian dan kebersihan. Penusun memerhatikan tata letak unsur-unsur dalam karya ilmiah. Tahap-tahap tersebut sebaiknya diperhatikan secara cermat dan saksama oleh penyusun karya ilmiah agar tulisannya dapat terarah dan sistematis.