Pendahuluan
• Tumor dada dapat saja benigna atau
maligna, tumor dada maligna dapat
primer (yang timbul di dalam paru atau
mediastinum), atau dapat merupakan
metastase dari tumor primer dimana pun
di dalam tubuh
• Metastase dari tumor paru dapat terjadi
karena aliran darah membawa sel-sel
kanker yang bebas dari kanker primer
dimana saja di dalam tubuh ke paru-paru
• Tumor tumbuh di dalam dan di
antara alveoli dan bronchi →
mendorong alveoli dan bronchus
sejalan dengan pertumbuhan
tumor
• Banyak tumor dada timbul dari
epitalium bronchial, salah satunya
adalah karsinoma bronchogenik
(tumor maligna yang timbul dari
bronchus)
Ca Paru
• Angka harapan hidupnya rendah
karena menyebar ke limpatik
regional sampai saat terdiagnosa
• Empat jenis sel utama kanker
paru yang telah di
identifikasikan adalah :
a. Karsinoma epidormoid (sel
squamosa)
b. Karsinoma sel kecil (sel oat)
c. Aderokarsinoma
d. Karsinoma sel besar (tidak
dapat dibedakan)
• Jenis sel yang berbeda ,
beraksi berbeda pula.
- Prognosis tampak lebih baik
pada kanker epidermoid dan
adenokarsinoma
• Tumor sel kecil (sel oat)
mempunyai prognosi buruk
Definisi
• Karsinoma Bronchogenic adalah
tumor ganas perlu primer yang
berasal dari saluran pernapasan
• Karsinoma Bronchogenic adalah
tumor maligna yang timbul dari
bronchus
Faktor – Faktor Resiko
1. Asap Tembakau
• Penggunaan tembakau
menyebabkan lebih dari satu per 6
kematian di USA. Insiden Ca paru
10x lebih umum terjadi pada perokok
daripada bukan perokok. Resiko
ditentukan dengan jumlah riwayat
merokok dalam tahun
• Faktor lain yang dipertimbangkan
adalah termasuk jenis rokok yang
dihisap (kandungan tar, filter vs ≠
berfilter )
2. Nikotin dalam rokok merupakan
alkaloid yang bersifat stimulant
dan beracun pada dosis ↑. Tar,
mengandung zat kimia sebagai
penyebab terjadinya kanker dan
mengganggu mekanisme alami
pembersih paru sehingga banyak
polusi yang tertinggal di paru dan
bronchial → pembengkakan
selaput mucus
3. Perokok Kedua
• Perokok pasif telah di
identifikasikan sebagai
penyebab yang mungkin
dari paru
4. Polusi Udara
• Pemajanan Okupasi
(pemajanan kronik
terhadap karsinogen
industrial (arsenik,
asbestos, gas mustard,
nikel, minyak)
5. Radon
• Gas tidak berwarna, tidak berbau
yang ditemukan dalam tanah dan
bebatuan
6. Vit. A
• Ada hubungan antara diet rendah
masukan Vit. A dengan terjadinya
kanker paru (Vit. A berkaitan dengan
pengaturan di ferensiasi sel)
7. Faktor lain → pedisposisi genetik dan
penyakit pernafasan lain (Spora dan
tuberkolosis)
Manisfestasi Klinis
Tanda dan gejala tergantung pada ukuran
tumor dan letaknya, tingkat obstruksi dan
keleluasan metastase ke tempat regional
atau tempat yang jauh
1. Batuk
• Akibat iritasi yang disebabkan oleh massa
tumor, dimulai sebagai batuk kering
(hacking), tanpa membentuk sputum, tetapi
berkembang sampai membentuk sputum
kental, purulen dalam berespons terhadap
infeksi sekunder
2. Mengi (Wheezing)
• ± 20% pasien dengan Ca Paru
• Terjadi ketika bronchus menjadi
tersumbat oleh tumor
3. Demam
• Tidak tetap, sebagai gejala awal
(dini) dalam respons terhadap
infeksi yang menetap pada area
pneumonitis ke arah distal tumor
4. Nyeri
• Manifestasi yang ditemukan
berhubungan dengan metastase tulang
5. Jika tumor menyebar ke struktur
berdekatan dan nodus limfe regional,
klien akan merasakan nyeri dada dan
sesak, serak (menyerang saraf
Laringeal), disfagia, edema kepala dan
leher, gejala-gejala efusi pleura atau
perikardial
6. Gejala umum  kelemahan, pe↓ BB
dan anemia  akan tampak pada akhir
penyakit
Evaluasi Diagnostik
• Ro Thorax : perlu dilakukan untuk mengetahui densitas
paru, nodul perifer soliter (lesi berkoin), atelektasis dan
infeksi
• Sitologi Sputum : mengetahui sel-sel
malignancy
• Bronchoscopy Serat Optik :
menunjukkan pemeriksaan rinci
segmen bronchial dan membantu
mengidentifikasi sumber sel-sel
maligna
• Bronchofibroscopy Fluorescen :
Mendeteksi Ca Bronchogenik kecil
secara dini
• Mediastinoscopy : digunakan untuk
menentukan apakah tumor telah
menyebar ke nodus limfe hilus pada
ke-2 paru
• CT Scan Thorax
mengetahui metastase
• MRI Thorax
Penatalaksanaan Medis
• Pengobatan tergantung pada tipe sel,
tahap penyakit dan status fisiologis
(terutama jantung dan paru) pasien
• Pengobatan dapat mencakup :
a. Pembedahan
b. Radiasi
c. Kemoterapi
d. Imunoterapi
e. Kombinasi (Radiasi dan Kemoterapi)
a. Pembedahan
• Reseksi bedah adalah
metoda yang lebih dipilih
untuk pasien dengan tumor
setempat tanpa adanya
penyebaran metastatik
• Tiga tipe reseksi paru yang
bisa dilakukan :
1. Labektomi  satu lobus paru diangkat
2. Lobektomi Sleeve  lobus yang
mengalami kanker diangkat dan
segmen bronchus besar di reseksi
3. Pneumonektomi  pengangkatan seluruh paru
b. Radiasi
• Terapi radiasi dapat menyembuhkan
pasien dalam persentasi kecil, terapi
ini bermanfaat dalam pengendalian
neoplasma yang tidak dapat di
reseksi tetapi responsif terhadap
radiasi
• Radiasi dapat juga digunakan untuk
mengurangi ukuran tumor 
sehingga tumor yang tidak dapat
dioperasi sebelumnya menjadi dapat
dioperasi
• Radiasi juga digunakan sebagai pengobatan
paliatif untuk menghilangkan kompresi tumor
pada struktur vital
• Radiasi juga dapat mengendalikan metastase
medula spinalis dan kompresi vena cava
superior
Komplikasi Radiasi
Esophagitis, pneumonitis dan radiasi fibrosis
paru, yang dapat merusak kapasitas ventilasi
dan difusi
c. Kemoterapi
• Digunakan untuk mengganggu pola
pertumbuhan tumor, terutama dengan
tumor paru sel kecil dan metastase
yang luas dan untuk melengkapi bedah
atau terapi radiasi
• Pilihan agen pengobatan tergantung
pada pertumbuhan sel tumor dan fase
spesifik siklus sel yang dipengaruhi obat
• Kemoterapi memberikan peredaan,
terutama nyeri
• Kemoterapi tidak untuk menyembuhkan
dan jarang dapat memperpanjang hidup
Karsinoma Bronkogenik

Karsinoma Bronkogenik

  • 2.
    Pendahuluan • Tumor dadadapat saja benigna atau maligna, tumor dada maligna dapat primer (yang timbul di dalam paru atau mediastinum), atau dapat merupakan metastase dari tumor primer dimana pun di dalam tubuh • Metastase dari tumor paru dapat terjadi karena aliran darah membawa sel-sel kanker yang bebas dari kanker primer dimana saja di dalam tubuh ke paru-paru
  • 3.
    • Tumor tumbuhdi dalam dan di antara alveoli dan bronchi → mendorong alveoli dan bronchus sejalan dengan pertumbuhan tumor • Banyak tumor dada timbul dari epitalium bronchial, salah satunya adalah karsinoma bronchogenik (tumor maligna yang timbul dari bronchus)
  • 4.
    Ca Paru • Angkaharapan hidupnya rendah karena menyebar ke limpatik regional sampai saat terdiagnosa
  • 5.
    • Empat jenissel utama kanker paru yang telah di identifikasikan adalah : a. Karsinoma epidormoid (sel squamosa) b. Karsinoma sel kecil (sel oat) c. Aderokarsinoma d. Karsinoma sel besar (tidak dapat dibedakan)
  • 7.
    • Jenis selyang berbeda , beraksi berbeda pula. - Prognosis tampak lebih baik pada kanker epidermoid dan adenokarsinoma • Tumor sel kecil (sel oat) mempunyai prognosi buruk
  • 8.
    Definisi • Karsinoma Bronchogenicadalah tumor ganas perlu primer yang berasal dari saluran pernapasan • Karsinoma Bronchogenic adalah tumor maligna yang timbul dari bronchus
  • 9.
    Faktor – FaktorResiko 1. Asap Tembakau • Penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari satu per 6 kematian di USA. Insiden Ca paru 10x lebih umum terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Resiko ditentukan dengan jumlah riwayat merokok dalam tahun • Faktor lain yang dipertimbangkan adalah termasuk jenis rokok yang dihisap (kandungan tar, filter vs ≠ berfilter )
  • 10.
    2. Nikotin dalamrokok merupakan alkaloid yang bersifat stimulant dan beracun pada dosis ↑. Tar, mengandung zat kimia sebagai penyebab terjadinya kanker dan mengganggu mekanisme alami pembersih paru sehingga banyak polusi yang tertinggal di paru dan bronchial → pembengkakan selaput mucus
  • 11.
    3. Perokok Kedua •Perokok pasif telah di identifikasikan sebagai penyebab yang mungkin dari paru 4. Polusi Udara • Pemajanan Okupasi (pemajanan kronik terhadap karsinogen industrial (arsenik, asbestos, gas mustard, nikel, minyak)
  • 12.
    5. Radon • Gastidak berwarna, tidak berbau yang ditemukan dalam tanah dan bebatuan 6. Vit. A • Ada hubungan antara diet rendah masukan Vit. A dengan terjadinya kanker paru (Vit. A berkaitan dengan pengaturan di ferensiasi sel) 7. Faktor lain → pedisposisi genetik dan penyakit pernafasan lain (Spora dan tuberkolosis)
  • 13.
    Manisfestasi Klinis Tanda dangejala tergantung pada ukuran tumor dan letaknya, tingkat obstruksi dan keleluasan metastase ke tempat regional atau tempat yang jauh 1. Batuk • Akibat iritasi yang disebabkan oleh massa tumor, dimulai sebagai batuk kering (hacking), tanpa membentuk sputum, tetapi berkembang sampai membentuk sputum kental, purulen dalam berespons terhadap infeksi sekunder
  • 14.
    2. Mengi (Wheezing) •± 20% pasien dengan Ca Paru • Terjadi ketika bronchus menjadi tersumbat oleh tumor 3. Demam • Tidak tetap, sebagai gejala awal (dini) dalam respons terhadap infeksi yang menetap pada area pneumonitis ke arah distal tumor
  • 15.
    4. Nyeri • Manifestasiyang ditemukan berhubungan dengan metastase tulang 5. Jika tumor menyebar ke struktur berdekatan dan nodus limfe regional, klien akan merasakan nyeri dada dan sesak, serak (menyerang saraf Laringeal), disfagia, edema kepala dan leher, gejala-gejala efusi pleura atau perikardial 6. Gejala umum  kelemahan, pe↓ BB dan anemia  akan tampak pada akhir penyakit
  • 16.
  • 17.
    • Ro Thorax: perlu dilakukan untuk mengetahui densitas paru, nodul perifer soliter (lesi berkoin), atelektasis dan infeksi
  • 18.
    • Sitologi Sputum: mengetahui sel-sel malignancy
  • 19.
    • Bronchoscopy SeratOptik : menunjukkan pemeriksaan rinci segmen bronchial dan membantu mengidentifikasi sumber sel-sel maligna
  • 20.
    • Bronchofibroscopy Fluorescen: Mendeteksi Ca Bronchogenik kecil secara dini
  • 21.
    • Mediastinoscopy :digunakan untuk menentukan apakah tumor telah menyebar ke nodus limfe hilus pada ke-2 paru
  • 22.
    • CT ScanThorax mengetahui metastase • MRI Thorax
  • 23.
    Penatalaksanaan Medis • Pengobatantergantung pada tipe sel, tahap penyakit dan status fisiologis (terutama jantung dan paru) pasien • Pengobatan dapat mencakup : a. Pembedahan b. Radiasi c. Kemoterapi d. Imunoterapi e. Kombinasi (Radiasi dan Kemoterapi)
  • 24.
    a. Pembedahan • Reseksibedah adalah metoda yang lebih dipilih untuk pasien dengan tumor setempat tanpa adanya penyebaran metastatik • Tiga tipe reseksi paru yang bisa dilakukan :
  • 25.
    1. Labektomi satu lobus paru diangkat
  • 26.
    2. Lobektomi Sleeve lobus yang mengalami kanker diangkat dan segmen bronchus besar di reseksi
  • 27.
    3. Pneumonektomi pengangkatan seluruh paru
  • 28.
    b. Radiasi • Terapiradiasi dapat menyembuhkan pasien dalam persentasi kecil, terapi ini bermanfaat dalam pengendalian neoplasma yang tidak dapat di reseksi tetapi responsif terhadap radiasi • Radiasi dapat juga digunakan untuk mengurangi ukuran tumor  sehingga tumor yang tidak dapat dioperasi sebelumnya menjadi dapat dioperasi
  • 29.
    • Radiasi jugadigunakan sebagai pengobatan paliatif untuk menghilangkan kompresi tumor pada struktur vital • Radiasi juga dapat mengendalikan metastase medula spinalis dan kompresi vena cava superior Komplikasi Radiasi Esophagitis, pneumonitis dan radiasi fibrosis paru, yang dapat merusak kapasitas ventilasi dan difusi
  • 30.
    c. Kemoterapi • Digunakanuntuk mengganggu pola pertumbuhan tumor, terutama dengan tumor paru sel kecil dan metastase yang luas dan untuk melengkapi bedah atau terapi radiasi • Pilihan agen pengobatan tergantung pada pertumbuhan sel tumor dan fase spesifik siklus sel yang dipengaruhi obat • Kemoterapi memberikan peredaan, terutama nyeri • Kemoterapi tidak untuk menyembuhkan dan jarang dapat memperpanjang hidup