KANKER SERVIKS
dr.Trifena, MSi (Herb.Est), MBiomed
(AAM), Dipl.ECARE
Definisi
“ Kanker yang terjadi pada servik uterus”
suatu daerah pada organ reproduksi perempuan
yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang
terletak antara rahim (uterus) dengan liang
senggama (vagina)
Hasil Penelitian
Manifestasi Klinis :
a. Perdarahan per vaginam
b. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.
c. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause.
d Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah
e Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-
kuningan,berbau dan dapat bercampur dengan darah.
F. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
Penyebab
Faktor penyebab kanker leher rahim adalah
infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus),
yang merupakan penyakit menular seksual yang
paling sering terjadi di seluruh dunia. Penyakit
ini jarang menimbulkan gejala yang dapat
dikenali, karenanya banyak orang yang sedikit
mengetahui dirinya telah terinfeksi.
Prepatogenesis
Umumnya perempuan yang terinfeksi HPV akan
mengalami infeksi sesaat setelah aktif secara seksual,
pada usia antara 20 hingga 30 tahun. Infeksi HPV akan
berkembang menjadi kanker serviks dalam kurun waktu
10-20 tahun. Namun ada beberapa kasus dimana
prakanker dapat berubah menjadi kanker hanya dalam
waktu 1-2 tahun.
Patogenesis / perjalanan alamiah penyakit
Perubahan awal terjadi di daerah transformasi epitel
skuamokolumnar permukaan serviks
tumbuh meluas ke daerah sekitarnya invasif
ke dalam jaringan serviks.
Patogenesis / perjalanan alamiah penyakit
Secara sederhana :
lesi intraepitel
lesi mikroinvasif
lesi invasif
Konsep Triad Epidemiologi
Faktor yang bersifat eksogen atau lingkungan; termasuk
kontrasepsi, merokok, paritas dan adanya ko-infeksi
penyakit PHS.
Faktor virus; virus dengan spesifikasi
tertentu, ko-infeksi tipe HPV lain, varian
HPV, viral load dan integrasi dari virus.
Faktor dari penjamu; hormon endogen, faktor genetika,
dan faktor lain yang berkaitan dengan respons imun
Faktor risiko terkena kanker serviks :
1. Mulai melakukan hubungan seksual pada
usia muda.
2. Sering berganti-ganti pasangan seksual.
3. Trauma kronis pada serviks seperti
persalinan, infeksi, dan iritasi menahun.
4. Melahirkan banyak anak.
5. Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih
besar).
6. Defisiensi vitamin A,C,E.
Pencegahan & Pengobatan
Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi risiko terinfeksi
HPV dan menyebarnya pra kanker jadi kanker. Caranya antara lain, tidak
berganti-ganti pasangan hubungan seksual, menunda waktu hubungan seksual,
tidak punya anak pada usia sangat muda, memakai kondom saat berhubungan
seksual dengan pasangan yang berisiko tinggi terinfeksi menular seksual, gizi
seimbang, dan tidak merokok
1.Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
2.Cone biopsi
3. Pap smear test
4. Kolposkopi
5. Servikografi
Hasil Penelitian
Tahun 2005, kasus kanker serviks di Indonesia
menempati urutan kedua setelah kanker payudara dari
10 jenis kanker, yakni 5.069 kasus (berdasarkan
Maglignant Neoplasm ) dan 6.511 kasus berdasarkan
letak infeksinya. Berdasarkan data rumah sakit,
prevalensi kanker ginekologis Indonesia tahun 2007
berjumlah 2.970 kasus. Namun kanker serviks
merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah.
Kesimpulan:
1. Faktor Predisposisi
a. Umur
kanker serviks cenderung muncul pada
perempuan berusia 35-55 tahun, namun
dapat pula muncul pada perempuan
dengan usia yang lebih muda
b. Jenis kelamin
Penyakit ini hanya diderita pada
perempuan
c. Faktor genetika : ada
d. Gizi : ada
2. Penyebab penyakit
a. Biologis : ada
b. Bahan kimia : ada
c. Gizi : ada
d. Psikis : ada
3. Konsep Kejadian penyakit
a. Monokausal :
b. Multikausal : ada
4. PPT
a. Place : banyak dinegara berkembang
b. Person : Warga Negara Afrika & Asia
Tenggara
c. Time : tahun 2008
5. Faktor Resiko : ada
6. Patogenesis
a. Fase subklinis : ada
b. Fase klinis : ada
c. Fase penyembuhan : ada
d. Fase sembuh : ada
e. Fase kronis : ada
f. Fase cacat :
g. Fase kematian : ada
7. Ukuran Frekuensi
a. Inciden : ada
b. Prevalensi : ada
c. Mortalitas : ada
Kanker serviks by dr.Trifena RAFA, klinik kecantikan Bandung

Kanker serviks by dr.Trifena RAFA, klinik kecantikan Bandung

  • 1.
    KANKER SERVIKS dr.Trifena, MSi(Herb.Est), MBiomed (AAM), Dipl.ECARE
  • 2.
    Definisi “ Kanker yangterjadi pada servik uterus” suatu daerah pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina)
  • 3.
    Hasil Penelitian Manifestasi Klinis: a. Perdarahan per vaginam b. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. c. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause. d Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah e Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning- kuningan,berbau dan dapat bercampur dengan darah. F. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
  • 4.
    Penyebab Faktor penyebab kankerleher rahim adalah infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), yang merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Penyakit ini jarang menimbulkan gejala yang dapat dikenali, karenanya banyak orang yang sedikit mengetahui dirinya telah terinfeksi.
  • 5.
    Prepatogenesis Umumnya perempuan yangterinfeksi HPV akan mengalami infeksi sesaat setelah aktif secara seksual, pada usia antara 20 hingga 30 tahun. Infeksi HPV akan berkembang menjadi kanker serviks dalam kurun waktu 10-20 tahun. Namun ada beberapa kasus dimana prakanker dapat berubah menjadi kanker hanya dalam waktu 1-2 tahun.
  • 6.
    Patogenesis / perjalananalamiah penyakit Perubahan awal terjadi di daerah transformasi epitel skuamokolumnar permukaan serviks tumbuh meluas ke daerah sekitarnya invasif ke dalam jaringan serviks.
  • 7.
    Patogenesis / perjalananalamiah penyakit Secara sederhana : lesi intraepitel lesi mikroinvasif lesi invasif
  • 9.
    Konsep Triad Epidemiologi Faktoryang bersifat eksogen atau lingkungan; termasuk kontrasepsi, merokok, paritas dan adanya ko-infeksi penyakit PHS. Faktor virus; virus dengan spesifikasi tertentu, ko-infeksi tipe HPV lain, varian HPV, viral load dan integrasi dari virus. Faktor dari penjamu; hormon endogen, faktor genetika, dan faktor lain yang berkaitan dengan respons imun
  • 10.
    Faktor risiko terkenakanker serviks : 1. Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda. 2. Sering berganti-ganti pasangan seksual. 3. Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi, dan iritasi menahun. 4. Melahirkan banyak anak. 5. Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar). 6. Defisiensi vitamin A,C,E.
  • 11.
    Pencegahan & Pengobatan Kankerserviks sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi risiko terinfeksi HPV dan menyebarnya pra kanker jadi kanker. Caranya antara lain, tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, menunda waktu hubungan seksual, tidak punya anak pada usia sangat muda, memakai kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan yang berisiko tinggi terinfeksi menular seksual, gizi seimbang, dan tidak merokok 1.Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser. 2.Cone biopsi 3. Pap smear test 4. Kolposkopi 5. Servikografi
  • 12.
    Hasil Penelitian Tahun 2005,kasus kanker serviks di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker payudara dari 10 jenis kanker, yakni 5.069 kasus (berdasarkan Maglignant Neoplasm ) dan 6.511 kasus berdasarkan letak infeksinya. Berdasarkan data rumah sakit, prevalensi kanker ginekologis Indonesia tahun 2007 berjumlah 2.970 kasus. Namun kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah.
  • 13.
    Kesimpulan: 1. Faktor Predisposisi a.Umur kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda b. Jenis kelamin Penyakit ini hanya diderita pada perempuan c. Faktor genetika : ada d. Gizi : ada
  • 14.
    2. Penyebab penyakit a.Biologis : ada b. Bahan kimia : ada c. Gizi : ada d. Psikis : ada 3. Konsep Kejadian penyakit a. Monokausal : b. Multikausal : ada 4. PPT a. Place : banyak dinegara berkembang b. Person : Warga Negara Afrika & Asia Tenggara c. Time : tahun 2008
  • 15.
    5. Faktor Resiko: ada 6. Patogenesis a. Fase subklinis : ada b. Fase klinis : ada c. Fase penyembuhan : ada d. Fase sembuh : ada e. Fase kronis : ada f. Fase cacat : g. Fase kematian : ada 7. Ukuran Frekuensi a. Inciden : ada b. Prevalensi : ada c. Mortalitas : ada