Kelompok X
Putri Ariyanti
Triyula Cahyani
Yussi Pujianti

Kaidah sosial berhubungan erat dengan
persyaratan kesesuaian pemilihan kata.
Kata-kata yang dipergunakan harus
sesuai dengan kesempatan atau situasi
yang akan dimasuki oleh tulisan itu.
Kaidah Sosial

Nilai kaidah sosial berhubungan dengan diksi.
Nah, dalam hal tersebut kita harus
memperhatikan lingkungan dalam penggunaan
kata-kata.
1). Lingkungan tingkat sosial (sosialek)
- dia beliau, Ibu, Bapak
- Mati mampus, meninggal, mangkat, tewas
- rumah kediaman, istana, graha
- istripermaisuri, ratu
Nilai Kaidah Sosial

2). Letak geografis (dialek)
Penuturan bahasa (dialek) dipengaruhi oleh unsur
bahasa daerah.
- kan menjadi ken
- semakin menjadi semangkin
- bapa(?) menjadi bapak
3). Fungsi lingkungan (resmi dan tidak resmi)
- bersantap (resmi) makan (tidak resmi)
4). Lingkungan yang bersifat umum (bahasa
umum) seperti bahasa alay.
- Tidak kagak
- Duduk nongkrong
- Serius cius

Kadang kita sering salah menyapa seseorang dalam situasi.
Misalnya, masih pagi kita menegur dengan selamat siang,
begitu pula sebaliknya. Padahal kalau dilihat dari urutan
tersebut, yang sesuai:
 Selamat pagi :pukul 04.01 – pukul 10.00 WIB
 Selamat siang :pukul 10.01 – pukul 14.00 WIB
 Selamat sore :pukul 14.01 – pukul 15.30 WIB
 Selamat petang:pukul 15.31 – pukul 18.30 WIB
 Selamat malam :pukul 18.31 – pukul 24.00 WIB
1). Ragam bahasa lisan
 Contoh : Penggunaan Bentuk Kata
– Nia sedang baca surat kabar.
– Ari mau nulis surat.
– Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.
– Mereka tinggal di Medan.
Ragam Bahasa

2). Ragam bahasa tulisan
 Penggunaan Bentuk Kata
Nia sedang membaca surat kabar.
Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran
itu.
Mereka bertempat tinggal di Menteng
Akan saya tanyakan soal itu.
 Penggunaan Kosa Kata
Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
Kita harus membuat karya tulis.
Rasanya masih terlalu muda bagi saya, Pak.

 pengkajian tentang lafal
 contoh : untuk kata “ apa “ ada tiga jenis lafal yakni
“[apa], [apo], [ape]”.
Dialektologi


KAIDAH SOSIAL

  • 1.
    Kelompok X Putri Ariyanti TriyulaCahyani Yussi Pujianti
  • 2.
     Kaidah sosial berhubunganerat dengan persyaratan kesesuaian pemilihan kata. Kata-kata yang dipergunakan harus sesuai dengan kesempatan atau situasi yang akan dimasuki oleh tulisan itu. Kaidah Sosial
  • 3.
     Nilai kaidah sosialberhubungan dengan diksi. Nah, dalam hal tersebut kita harus memperhatikan lingkungan dalam penggunaan kata-kata. 1). Lingkungan tingkat sosial (sosialek) - dia beliau, Ibu, Bapak - Mati mampus, meninggal, mangkat, tewas - rumah kediaman, istana, graha - istripermaisuri, ratu Nilai Kaidah Sosial
  • 4.
     2). Letak geografis(dialek) Penuturan bahasa (dialek) dipengaruhi oleh unsur bahasa daerah. - kan menjadi ken - semakin menjadi semangkin - bapa(?) menjadi bapak 3). Fungsi lingkungan (resmi dan tidak resmi) - bersantap (resmi) makan (tidak resmi) 4). Lingkungan yang bersifat umum (bahasa umum) seperti bahasa alay. - Tidak kagak - Duduk nongkrong - Serius cius
  • 5.
     Kadang kita seringsalah menyapa seseorang dalam situasi. Misalnya, masih pagi kita menegur dengan selamat siang, begitu pula sebaliknya. Padahal kalau dilihat dari urutan tersebut, yang sesuai:  Selamat pagi :pukul 04.01 – pukul 10.00 WIB  Selamat siang :pukul 10.01 – pukul 14.00 WIB  Selamat sore :pukul 14.01 – pukul 15.30 WIB  Selamat petang:pukul 15.31 – pukul 18.30 WIB  Selamat malam :pukul 18.31 – pukul 24.00 WIB
  • 6.
    1). Ragam bahasalisan  Contoh : Penggunaan Bentuk Kata – Nia sedang baca surat kabar. – Ari mau nulis surat. – Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu. – Mereka tinggal di Medan. Ragam Bahasa
  • 7.
     2). Ragam bahasatulisan  Penggunaan Bentuk Kata Nia sedang membaca surat kabar. Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu. Mereka bertempat tinggal di Menteng Akan saya tanyakan soal itu.  Penggunaan Kosa Kata Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar. Kita harus membuat karya tulis. Rasanya masih terlalu muda bagi saya, Pak.
  • 8.
      pengkajian tentanglafal  contoh : untuk kata “ apa “ ada tiga jenis lafal yakni “[apa], [apo], [ape]”. Dialektologi
  • 9.