Integrasi
Sosial
Abyantika Aura
Alfianto Tri Saputro
Bellinda Elita Hapsari
Chamilul Hikam Al Karim
Ervira Martha Setyowati
Yusuf Afandi
Pengertian
• Integrasi sosial adalah proses
penyesuaian unsur-unsur yang
berbeda dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur
yang berbeda tersebur dapat meliputi
ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan,
sistem nilai dan lain sebagainya.
•
Faktor-Faktor Pendorong
A. Faktor Internal :
• kesadaran diri sebagai makhluk sosial
• tuntutan kebutuhan
• jiwa dan semangat gotong royong
B. Faktor External :
• tuntutan perkembangan zaman
• persamaan kebudayaan
• terbukanya berpartisipasi dalam kehidupan bersama
• persaman visi, misi, dan tujuan
• sikap toleransi
• adanya kosensus nilai
• adanya tantangan dari luar
C. Homogenitas Kelompok
Dalam masyarakat kemajemukannya rendah,integrasi sosial
mudah dicapai
D. Besar Kecilnya Kelompok
Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.
E. Mobilitas Geografis
adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.
F. Efektivitas Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.
Bentuk Integrasi Sosial
• Integrasi Normatif : integrasi yang terjadi akibat adanya
norma-norma yang berlaku dimasyarakat, contoh masyarakat
Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika
• Integrasi Fungsional, integrasi yang terbentuk sebagai
akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Contoh
Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan
dirinya dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut,
jawa pertanian, Minang pandai berdagang.
• Integrasi Koersif, integrasi yang terbentuk
berdasarkan kekuasaan yang dimiliki
penguasa.Dalam hal ini penguasa
menggunakan cara koersif. Contoh demo yang rusuh dapat
dihentikan oleh polisi.
Wujud Integrasi Sosial
1. Asimilasi : Perpaduan 2 kebudayaan dengan
meninggalkan budayya aslinya.
2. Akulturasi : Perpaduan 2 kebudayaan dengan
tanpa meninggalkan budaya aslinya. Contoh
arsitektur bangunan di Indonesia, ada
perpaduan antara budaya eropa/cina dengan
budaya indonesia,tetapi budaya indonesianya
masih ada.
3. Amalgamasi : Perpaduan 2 kebudayaan
melalui perkawinan. Contoh perkawinan
antara suku jawa dengan suku minang.
Masalah Sosial
A. Kerukunan Antar Umat Beragama
Republik Indonesia adalah negara yang mayoritas penganut. Di
kalangan umat islam dalam kenyataannya terdapat berbagai
derajat kaum muslimin, dari yang saleh sampai mereka yang
abangan. Sedangkan di barisan orang-orang saleh pun terdapat
bermacam-macam aliran. Dengan kondisi seperti itu, menjadikan
masalah islam di Indonesia sebagai persoalan yang cukup rumit.
Bersaman dengan isu Kristianisasi di kalangan umat islam belum
kunjung lenyap, dan belakangan ini muncul isu Islamisasi di
kalangan umat kristen. Semua ini menunjukkan betapa
berkembangnya solidaritas sempit yang membawa kemrosotan
semangat kebangsaan Indonesia.dengan demikian kesadaran
untuk menumbuhkan sikap saling pengertian kesulitan yang
dihadapi masing-masing kelompok agama masih sangat rendah
Akibat dari perkembangan teknologi juga muncul kelompok
masyarakat yang merasa mandiri, kemudian muncul egoisme.
B. Perubahan Nilai
Solusi
A, Keurukunan antar umat beragama
1. Memilih mana yang baik dan buruk
2. Meningktkan iman dan takwa
3. Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain
4. Mempertahankan apa yang telah
diyakininya tetapi tidak berlebihan
5. Menentang jika tidak sesuai pedoman (
islam : Al Qur’an)
B. Perubahan Nilai
1. Memilih mana yang baik dan buruk
2. Sikap primordial yang tidak berlebihan
Terima Kasih

Integrasi sosial

  • 1.
    Integrasi Sosial Abyantika Aura Alfianto TriSaputro Bellinda Elita Hapsari Chamilul Hikam Al Karim Ervira Martha Setyowati Yusuf Afandi
  • 2.
    Pengertian • Integrasi sosialadalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya. •
  • 3.
    Faktor-Faktor Pendorong A. FaktorInternal : • kesadaran diri sebagai makhluk sosial • tuntutan kebutuhan • jiwa dan semangat gotong royong B. Faktor External : • tuntutan perkembangan zaman • persamaan kebudayaan • terbukanya berpartisipasi dalam kehidupan bersama • persaman visi, misi, dan tujuan • sikap toleransi • adanya kosensus nilai • adanya tantangan dari luar
  • 4.
    C. Homogenitas Kelompok Dalammasyarakat kemajemukannya rendah,integrasi sosial mudah dicapai D. Besar Kecilnya Kelompok Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah. E. Mobilitas Geografis adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi. F. Efektivitas Komunikasi Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.
  • 5.
    Bentuk Integrasi Sosial •Integrasi Normatif : integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dimasyarakat, contoh masyarakat Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika • Integrasi Fungsional, integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Contoh Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut, jawa pertanian, Minang pandai berdagang. • Integrasi Koersif, integrasi yang terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa.Dalam hal ini penguasa menggunakan cara koersif. Contoh demo yang rusuh dapat dihentikan oleh polisi.
  • 6.
    Wujud Integrasi Sosial 1.Asimilasi : Perpaduan 2 kebudayaan dengan meninggalkan budayya aslinya. 2. Akulturasi : Perpaduan 2 kebudayaan dengan tanpa meninggalkan budaya aslinya. Contoh arsitektur bangunan di Indonesia, ada perpaduan antara budaya eropa/cina dengan budaya indonesia,tetapi budaya indonesianya masih ada. 3. Amalgamasi : Perpaduan 2 kebudayaan melalui perkawinan. Contoh perkawinan antara suku jawa dengan suku minang.
  • 7.
    Masalah Sosial A. KerukunanAntar Umat Beragama Republik Indonesia adalah negara yang mayoritas penganut. Di kalangan umat islam dalam kenyataannya terdapat berbagai derajat kaum muslimin, dari yang saleh sampai mereka yang abangan. Sedangkan di barisan orang-orang saleh pun terdapat bermacam-macam aliran. Dengan kondisi seperti itu, menjadikan masalah islam di Indonesia sebagai persoalan yang cukup rumit. Bersaman dengan isu Kristianisasi di kalangan umat islam belum kunjung lenyap, dan belakangan ini muncul isu Islamisasi di kalangan umat kristen. Semua ini menunjukkan betapa berkembangnya solidaritas sempit yang membawa kemrosotan semangat kebangsaan Indonesia.dengan demikian kesadaran untuk menumbuhkan sikap saling pengertian kesulitan yang dihadapi masing-masing kelompok agama masih sangat rendah
  • 8.
    Akibat dari perkembanganteknologi juga muncul kelompok masyarakat yang merasa mandiri, kemudian muncul egoisme. B. Perubahan Nilai
  • 9.
    Solusi A, Keurukunan antarumat beragama 1. Memilih mana yang baik dan buruk 2. Meningktkan iman dan takwa 3. Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain 4. Mempertahankan apa yang telah diyakininya tetapi tidak berlebihan 5. Menentang jika tidak sesuai pedoman ( islam : Al Qur’an)
  • 10.
    B. Perubahan Nilai 1.Memilih mana yang baik dan buruk 2. Sikap primordial yang tidak berlebihan
  • 12.