KITIN DAN KITOSAN
Kitin adalah senyawa Yang stabil terhadap reaksi
kimia, rendahnya reaktivitas kimia, tidak beracun
(non toxic) dan bersifat biodegradable. Kitin tidak
larut dalam air (bersifat hidrofobik), dalam alkohol
serta tidak larut dalam asam maupun alkali encer.
Kitin dapat larut dengan proses degradasi
menggunakan asam-asam mineral pekat pada asam
formiat anhidrous, namun tidak jelas apakah semua
jenis kitin dapat larut dalam asan formiat
anhidrous. Mudah tidaknya kitin terlarut sangat
tergantung pada derajat kristalisasi, karena hanya
ß-kitin yang terlarut dalam asam formiat
anhidrous. Sifat kelarutan, derajat berat molekul,
kelengkapan gugus asetil berbeda-beda menurut
sumber bahan dan metode yang diterapkan (Taufan
& Zulfahmi (2010).
Manfaat Kitosan
Pemanfaatan kitosan sangat banyak diantaranya:
1. Bidang Kesehatan
Dapat digunakan sebagai pembungkus kapsul karena mampu
melepaskan obatnya ke dalam tubuh secara terkontrol.
Beberapa turunan khitosan telah ditemukan mempunyai
sifat antibacterial dan antikogulan dalam darah. Sebagai
bahan pembuatan obat pelangsing, kosmetik, dan lain
sebagainya.
2. Bidang Industri
Pengolahan limbah cair yang digunakan sebagai bahan
penggumpalan dalam sirkulasi pengolahan air limbah yang
akan digunakan kembali (“recycling”) dalam industri
pangan.
3. Dalam bidang pangan
kitosan dimanfaatkan dalam pengawetan pangan(pengganti
formalin dan boraks), sebagai bahan pengemas, penstabil
dan pengental, antioksidan serta penjernih pada produk
minuman.Kitosan mempunyai gugus aktif yang akan
berikatan dengan mikroba sehingga kitosan juga mampu
menghambat pertumbuhan mikroba. Kitosan juga
diaplikasikan sebagai pangan fungsional karena dapat
berfungsi sebagai serat makanan, penurun kadar kolesterol
serta prebiotik.
Manfaat Kitin
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari
kitin, seperti:
1. Bidang Pangan
Sifat antifungi dan antibakteri yang dapat
dimanfaatkan untuk pengawetan pangan.Sebagai
bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk
mempertahankan tekstur dan pengemulsi makanan
yang baik.
2. Bidang Kesehatan
Lensa kontak, baik yang “hard lens” maupun yang
“soft lens” dapat dibuat dari polimer khitin karena
khitin mempunyai sifat permabilitas yang tinggi
terhadap oksigen.
Sifat Kimia Kitosan
Kitosan dapat diperoleh dengan berbagai macam
bentuk morfologi diantaranya struktur yang tidak
teratur, bentuknya kristaline atau semikristaline.
Selain itu dapat juga berbentuk padatan
amorfberwarna putih dengan struktur kristal tetap
dari bentuk awal kitin murni. Kitin memiliki sifat biologi
dan mekanik yang tinggi diantaranya adalah
biorenewable, biodegradable, dan biofungsional.
Kitosan mempunyai rantai yang lebih pendek daripada
rantai kitin. Kelarutan kitosan dalam larutan asam
serta viscositas larutannya tergantung dari derajat
deasetilasi dan derajat degradasi polimer. Terdapat
duametode untuk memperoleh kitin, kitosan dan
oligomernya dengan berbagai derajat deasetilasi (DD),
polimerisasi, dan berat molekulnya (MW) yaitu dengan
kimia dan enzimatis (Taumn & Zulåhmi, 2010).
Khitin merupakan biopolimer polisakarida
dengan rantai lurus, yang tersusun dari 2000 –
3000 monomer N-asetil-D-glukosamin.
Monomer-monomer tersebut tersusun dengan
ikatan β-1,4. Khitin berbentuk kristal, tidak
larut dalam pelarut biasa, tetapi larut dalam
larutan asam kuat(Bastaman, 1989).
Secara umum kitin (C8H1305N)mempunyai bentuk
fisis berupa kristal berwarna putih hingga kuning
muda, tidak memiliki rasa, tidak berbau dan memiliki
berat molekul yang besar dengan nama kimia Poly N-
acetyI-Dglucosamine (atau beta (1-4) 2-acetamido-
2deoxy-D-glucose).
Sifat Fisik Kitosan
Kitosan merupakan kopolimer Dglucosamine dan
N-acetyl-D-glucosamine dengan ikatan ß-( 164), yang
diperoleh dari alkali ataudeacetylasi enzimatik dari
polisakarida kitin. Kitosan mempunyai nama kimia
Poly dglucosamine (beta (1-4) 2-amino-2-deoxy-
Dglucose) (Taumn & Zulåhmi,2010).
Perbedaan antara kitin dan kitosan
adalah pada setiap cincin molekul kitin
terdapat gugus asetil (-CH3-CO) pada
atom karbon kedua, sedangkan pada
kitosan terdapat gugus amina (-NH).
Sifat Kimia Kitin
Kitosan merupakan kopolimer Dglucosamine dan N-
acetyl-D-glucosamine dengan ikatan ß-( 164), yang
diperoleh dari alkali atau deacetylasi enzimatik dari
polisakarida kitin.
Struktur Kitin (Taumn & Zulfahmi, 2010)
Persentase Kitin pada Binatang Muzzarelli (1985) dalam
Taufan & Zulfihmi (2010)
Sifat Fisik Kitin
Struktur Kltosan ('Iäutan & Zultähml, 2010)
Standar Kitosan Muzzarelli (1985) dalam Taufan & Zulåhmi (2010)
SALNI NINDITA
1843057022

INFOGRAFIS Kitin dan kitosan

  • 1.
    KITIN DAN KITOSAN Kitinadalah senyawa Yang stabil terhadap reaksi kimia, rendahnya reaktivitas kimia, tidak beracun (non toxic) dan bersifat biodegradable. Kitin tidak larut dalam air (bersifat hidrofobik), dalam alkohol serta tidak larut dalam asam maupun alkali encer. Kitin dapat larut dengan proses degradasi menggunakan asam-asam mineral pekat pada asam formiat anhidrous, namun tidak jelas apakah semua jenis kitin dapat larut dalam asan formiat anhidrous. Mudah tidaknya kitin terlarut sangat tergantung pada derajat kristalisasi, karena hanya ß-kitin yang terlarut dalam asam formiat anhidrous. Sifat kelarutan, derajat berat molekul, kelengkapan gugus asetil berbeda-beda menurut sumber bahan dan metode yang diterapkan (Taufan & Zulfahmi (2010). Manfaat Kitosan Pemanfaatan kitosan sangat banyak diantaranya: 1. Bidang Kesehatan Dapat digunakan sebagai pembungkus kapsul karena mampu melepaskan obatnya ke dalam tubuh secara terkontrol. Beberapa turunan khitosan telah ditemukan mempunyai sifat antibacterial dan antikogulan dalam darah. Sebagai bahan pembuatan obat pelangsing, kosmetik, dan lain sebagainya. 2. Bidang Industri Pengolahan limbah cair yang digunakan sebagai bahan penggumpalan dalam sirkulasi pengolahan air limbah yang akan digunakan kembali (“recycling”) dalam industri pangan. 3. Dalam bidang pangan kitosan dimanfaatkan dalam pengawetan pangan(pengganti formalin dan boraks), sebagai bahan pengemas, penstabil dan pengental, antioksidan serta penjernih pada produk minuman.Kitosan mempunyai gugus aktif yang akan berikatan dengan mikroba sehingga kitosan juga mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Kitosan juga diaplikasikan sebagai pangan fungsional karena dapat berfungsi sebagai serat makanan, penurun kadar kolesterol serta prebiotik. Manfaat Kitin Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari kitin, seperti: 1. Bidang Pangan Sifat antifungi dan antibakteri yang dapat dimanfaatkan untuk pengawetan pangan.Sebagai bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk mempertahankan tekstur dan pengemulsi makanan yang baik. 2. Bidang Kesehatan Lensa kontak, baik yang “hard lens” maupun yang “soft lens” dapat dibuat dari polimer khitin karena khitin mempunyai sifat permabilitas yang tinggi terhadap oksigen. Sifat Kimia Kitosan Kitosan dapat diperoleh dengan berbagai macam bentuk morfologi diantaranya struktur yang tidak teratur, bentuknya kristaline atau semikristaline. Selain itu dapat juga berbentuk padatan amorfberwarna putih dengan struktur kristal tetap dari bentuk awal kitin murni. Kitin memiliki sifat biologi dan mekanik yang tinggi diantaranya adalah biorenewable, biodegradable, dan biofungsional. Kitosan mempunyai rantai yang lebih pendek daripada rantai kitin. Kelarutan kitosan dalam larutan asam serta viscositas larutannya tergantung dari derajat deasetilasi dan derajat degradasi polimer. Terdapat duametode untuk memperoleh kitin, kitosan dan oligomernya dengan berbagai derajat deasetilasi (DD), polimerisasi, dan berat molekulnya (MW) yaitu dengan kimia dan enzimatis (Taumn & Zulåhmi, 2010). Khitin merupakan biopolimer polisakarida dengan rantai lurus, yang tersusun dari 2000 – 3000 monomer N-asetil-D-glukosamin. Monomer-monomer tersebut tersusun dengan ikatan β-1,4. Khitin berbentuk kristal, tidak larut dalam pelarut biasa, tetapi larut dalam larutan asam kuat(Bastaman, 1989). Secara umum kitin (C8H1305N)mempunyai bentuk fisis berupa kristal berwarna putih hingga kuning muda, tidak memiliki rasa, tidak berbau dan memiliki berat molekul yang besar dengan nama kimia Poly N- acetyI-Dglucosamine (atau beta (1-4) 2-acetamido- 2deoxy-D-glucose). Sifat Fisik Kitosan Kitosan merupakan kopolimer Dglucosamine dan N-acetyl-D-glucosamine dengan ikatan ß-( 164), yang diperoleh dari alkali ataudeacetylasi enzimatik dari polisakarida kitin. Kitosan mempunyai nama kimia Poly dglucosamine (beta (1-4) 2-amino-2-deoxy- Dglucose) (Taumn & Zulåhmi,2010). Perbedaan antara kitin dan kitosan adalah pada setiap cincin molekul kitin terdapat gugus asetil (-CH3-CO) pada atom karbon kedua, sedangkan pada kitosan terdapat gugus amina (-NH). Sifat Kimia Kitin Kitosan merupakan kopolimer Dglucosamine dan N- acetyl-D-glucosamine dengan ikatan ß-( 164), yang diperoleh dari alkali atau deacetylasi enzimatik dari polisakarida kitin. Struktur Kitin (Taumn & Zulfahmi, 2010) Persentase Kitin pada Binatang Muzzarelli (1985) dalam Taufan & Zulfihmi (2010) Sifat Fisik Kitin Struktur Kltosan ('Iäutan & Zultähml, 2010) Standar Kitosan Muzzarelli (1985) dalam Taufan & Zulåhmi (2010) SALNI NINDITA 1843057022