Oleh :
Ardella Aswieri / 3
Vincent Maxime / 23
Indische Partij
XI IPS 1
 Organisasi modern ketiga yang berdiri setelah Budi
Utomo dan Sarekat islam
 Organisasi ini merupakan organisasi pertama secara
tegas menyatakan berpolitik.
 Indische partij adalah Partai politik pertama di
Indonesia
Pendiri
Tjipto Mangoenkoesoemo
Ernest Douwes Dekker
Ki Hadjar Dewantara
 Untuk membangun patriotisme semua bangsa hindia
kepada tanah air yang telah memberi lapangan
hidup kepadanya
 Menganjurkan kerjasama atas dasar persamaan
ketatanegaraan
 Memajukan tanah air hindia
 Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka
 Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat
ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto
Mangunkusumo yang dimuat dalam De Express tanggal
26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi
tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan.
 Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam
TigaSerangkai, E.F.E. Douwes Dekker turut mengkritik
dalam tulisannya di De Express tanggal 5 Agustus 1913
yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo
en Soewardi Soerjaningrat, Pahlawan kita: Tjipto
Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat.
 Dengan diasingkannya ketiga pimpinan tersebut,
maka secara organis IP tidak berperan lagi dalam
pergerakan nasional Indonesia.Lalu IP berganti
nama menjadi Partai Insulinde yang kemudian tahun
1919 berganti nama menjadi National Indische
Partij(NIP).Dalam perkembangannya partai ini tidak
mempunyai pengaruh terhadap rakyat bahkan hanya
merupakan perkumpulan orang-orang terpelajar.
Indische partij

Indische partij

  • 1.
    Oleh : Ardella Aswieri/ 3 Vincent Maxime / 23 Indische Partij XI IPS 1
  • 2.
     Organisasi modernketiga yang berdiri setelah Budi Utomo dan Sarekat islam  Organisasi ini merupakan organisasi pertama secara tegas menyatakan berpolitik.  Indische partij adalah Partai politik pertama di Indonesia Pendiri Tjipto Mangoenkoesoemo Ernest Douwes Dekker Ki Hadjar Dewantara
  • 3.
     Untuk membangunpatriotisme semua bangsa hindia kepada tanah air yang telah memberi lapangan hidup kepadanya  Menganjurkan kerjasama atas dasar persamaan ketatanegaraan  Memajukan tanah air hindia  Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka
  • 4.
     Akibat daritulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam De Express tanggal 26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan.  Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam TigaSerangkai, E.F.E. Douwes Dekker turut mengkritik dalam tulisannya di De Express tanggal 5 Agustus 1913 yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat, Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat.
  • 5.
     Dengan diasingkannyaketiga pimpinan tersebut, maka secara organis IP tidak berperan lagi dalam pergerakan nasional Indonesia.Lalu IP berganti nama menjadi Partai Insulinde yang kemudian tahun 1919 berganti nama menjadi National Indische Partij(NIP).Dalam perkembangannya partai ini tidak mempunyai pengaruh terhadap rakyat bahkan hanya merupakan perkumpulan orang-orang terpelajar.