Di Kabupaten Sumedang
Kecamatan : 26 Desa/Kelurahan : 279 Desa Sulit = 15 Gakin =  295 . 281 Puskesmas   : 32 Pusk. PONED  : 6 RS PONEK  : 1 Pustu   : 71 Posyandu   : 1503 Polindes   : 136 Balai Pengobatan  : 8 JML Penddk = 1.1 74 . 516 Dr. Umum  : 4 7 Dr Gigi : 2 8 Perawat : 2 64 Farmasi : 17 Gizi : 27 Sanitasi : 26 Bidan Puskesmas :39 Bidan Desa  : 2 84 Analisa Situasi  Kabupaten Sumedang  Tahun 2008
Konsep Pengembangan STBM dalam Klinik Sanitasi di Kabupaten Sumedang ZONA PENINGKATAN (PENYANGGA) ZONA PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SEHAT IPM 79,6 SMD SEHATI 2013 ZONA INTI  (STABIL) Keluarga
Perkembangan Jumlah Klinik Sanitasi di Puskesmas Kabupaten Sumedang Keterangan : Pembentukan Klinik Sanitasi di Kabupaten Sumedang tidak dengan anggaran khusus penyediaan ruangan KS tetapi lebih ditekankan pada mekanisme  Klinik Sanitasinya
Pilar 1 STBM : Stop BABs Perkenalan methode CLTS : Pertemuan sosialisasi di Tk Kab .  peserta Bapeda, Subdin Cipta Karya PU, BPMKS, dan LP Dinas Kesehatan ( Mei 2006) Pertemuan Teknis ke 2 & 3  dilakukan pelatihan peserta sebagai fasilitator CLTS . Dilaksanakan di Desa Sukawangi Pamulihan selama 4 hari. Dengan peserta unsur Bapeda, PU Cipta Karya, BPMKS, LP Dinkes, unsur Kecamatan dan Desa Sukawangi.   ( Agustus 2006)
Penelusuran wilayah, melihat langsung tempat BAB sembarangan
 
 
Air  mengandung  tinja digunakan untuk mencuci piring, mandi dll ( sebelum Pemicuan )
 
Pasca CLTS Monitoring perkembangan pembangunan Jaga oleh masyarakat Memotivasi “Tim Pemberantas Tai” Pencanangan “ Stop BAB  s embarangan “
 
Hasil pemicuan dg CLTS di Desa Sukawangi  Kecamatan Pamulihan (ODF 3 bulan paska pemicuan Tahun 2006)
 
Perkembangan Jumlah JAGA paska pemicuan di Ds Sukawangi s.d Desember 2006 Cakupan Jaga pra pemicuan : <40% Pemicuan Agustus 2006 di 2 RW ‘ rawan’ Desember 2006 11 RW (1Desa) ODF dg jumlah jamban terbangun / meningkat sebanyak 287 bh
 
 
Kegiatan tahun 2007 Pelatihan CLTS bagi petugas sanitasi & promkes Puskesmas (fasilitasi Dinkes Prop Jawa Barat) Pelatihan CLTS bagi kader PPK – IPM ( 86 orang kader dari 43 desa ) Pemicuan CLTS di 25 lokasi binaan di wilayah Puskesmas dengan Klinik Sanitasi (APBD Kab ) Pemicuan CLTS di 43 desa lokasi PPK IPM  (dana swadaya kader)
 
Perkembangan anggaran STBM  Sumber 2006 2007 2008 2009 APBN 0 0 125.000.000 pm APBD Prop 3.750.000 0 0 0 PI-SKPD 0 31.250.000 5.000.000 242.000.000 PI-Kecamatan 0 0 0 99.000.000 Swasta 0 0 0 210.000.000 Masyarakat 90.000.000 115.000.000 105.000.000 pm Total 93.750.000 146.250.000 235.000.000 pm
 
 
Kegiatan tahun 2008 Monitoring paska Pemicuan CLTS tahun 2007 Peningkatan kualitas lingkungan di desa lokasi PAMSIMAS dengan  pelatihan pengelolaan sampah dlm rangka peningkatan perekonomian dan peningkatan kualitas kesling
Deklarasi Stop BABS Perwakilan Depkes sedang memberi piagam pernghargaan kepada kepala desa telah Stop BABS Perwakilan Dinkes Jabar  sedang memberi piagam pernghargaan kepada natural leader  di desa yang telah Stop BABS
 
 
Pernah melakukan  Ds. Cibeusi Ds. Pasigaran Ds. Gudang Ds. Cijambu Ds. Margahayu Ds. Kadaka Ds. Sukawangi Ds. Cijeruk Ds. Cigendel Ds. Pamulihan Ds. CItali Ds. Sukasari Ds. Genteng Ds. Pangadegan Ds. Nagarawangi Ds. Cimggung Ds. Sukajaya Ds. Mulyasari Ds. Sirnamulya Ds. Rancamulya Ds. Cikareo Selatan Ds. Sukapura Ds.Neglasari Ds.Sundamekar Ds.Cipamekar Ds. Cacaban Ds. Babakan Asem Ds. Cipicung Ds. Mekarasih Ds. Cikadu Ds. Jatimekar Ds. Ambit Ds. Malaka Ds. Cijati Ds. Karangheuleut Ds. Sukatali Ds. Bangbayang Ds. Darmawangi Ds. Bantarmara Ds. Padasari Ds. Tanjungmulya Ds. Gunturmekar Ds. Tanjungwangi Ds. Cibitung Ds. Karangbungur Ds. Wanasari Ds. Pamekarsari Ds. Bongkok Ds. Sakurjaya Ds. Cibuluh Ds.Ganeas Ds. Sukaluyu Ds. Sukawening
Desa dengan Stop Buang Air Besar  Sembarangan 43 dusun ODF Total Jamban terbangun :  3903 buah +  38 MCK Sumber : Laporan Puskesmas Pernah melakukan  Belum pernah  melakukan Ds. Pasigaran Ds. Sukawangi Ds. Cijeruk Ds. Sirnamulya Ds.Neglasari Ds. Cacaban Ds. Tanjungwangi Ds. Karangbungur Ds. Sukawening Ds. Gunturmekar
Di  atas 85  % A ntara  75  -  85  % Di bawah 75 %  CAPAIAN  Cakupan Sarana Jamban Keluarga Tahun Tahun 2007 Cimalaka   Buahdua   Surian   Smd Utara Smd Selatan   Pamulihan   Cimanggung   Sukasari   Jatinangor Tanjungsa r i   Cibugel   Wado   Darmaraja   Jatinunggal   Jatigede   Tomo   Ujungjaya   Conggeang   Tanjungmedar   Rancakalong   Tanjungkerta   Paseh  Ganeas   Situraja   Cisitu   Cisarua
Di  atas 85  % A ntara  75  -  85  % Di bawah 75 %  CAPAIAN  Cakupan Sarana Jamban Keluarga Tahun Tahun 2008 Cimalaka   Buahdua   Surian   Smd Utara Smd Selatan   Pamulihan   Cimanggung   Sukasari   Jatinangor Tanjungsa r i   Cibugel   Wado   Darmaraja   Jatinunggal   Jatigede   Tomo   Ujungjaya   Conggeang   Tanjungmedar   Rancakalong   Tanjungkerta   Paseh  Ganeas   Situraja   Cisitu   Cisarua
1 Stop BAB Sembarangan Jml pemicuan = 72 dusun, 45 Desa ODF   = 43 dusun, 10 Desa 2 CTPS 52,9% (Riskesdas 2007) 3 Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga Merebus 97% Solar Desinfection 1% Air Rahmat 2% SANITASI  TOTAL BERBASIS MASYARAKAT 4 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 4 Desa di 4 Kecamatan Ds Banjarsari Ds Sukawening Ds Pasigaran Ds Karang Bungur 5 Pengelolan limbah Rumah Tangga Ds. Banjarsari Jatinunggal
Sarana CTPS di Desa Sukawening
PAMRT (Untuk menopang pilar 1)
Pengelolaan Sampah(pemberdayaan usaha dan lingkungan)
Ds. Pasigaran (Kerajinan dan kompos) Ds. Karangbungur (Briket dan kompor  tanah liat) Ds. Sukawening (kerajinan) Ds. Banjarsari  (kerajinan dan kompos) Desa dengan Stop Buang Air Besar  Sembarangan Pernah melakukan  Belum pernah  melakukan
SPAL
Tantangan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat (sebagian masyarakat mengerti fungsi jamban tetapi faktor gengsi untuk membuat jamban yang hanya ’ cubluk’) Kontinuitas program ( mis krn mutasi fasilitator terlatih dll menjadikan koordinasi lintas sektor mengalami kesulitan). faktor geografis yang relatif sulit dijangkau kurangnya jumlah petugas di Puskesmas( banyaknya tugas rangkap)      kurangnya waktu untuk kunjungan rumah paska CLTS
Pembelajaran Pembagian tugas  dan kesiapan tim fasilitator merupakan salah satu kunci keberhasilan pemicuan Persiapan alat – alat pendukung (kertas, kapur, serbuk gergaji, dll), sarana pendukung (sound sistem dll) serta persiapan lokasi  Advokasi  kepada Camat dan Kepala desa sebelum dan setelah pelaksanaan CLTS Monitoring dan pendampingan paska CLTS  sangat penting Pemberdayaan kader / Toma sebagai fasilitator CLTS mempercepat proses ODF
 
BROSUR STBM (depan)
BROSUR STBM (belakang)
Stiker Rumah
Spanduk PAMSIMAS
 

Implementasi Stbm Di Kab.Smd Juni 2009.Copy

  • 1.
  • 2.
    Kecamatan : 26Desa/Kelurahan : 279 Desa Sulit = 15 Gakin = 295 . 281 Puskesmas : 32 Pusk. PONED : 6 RS PONEK : 1 Pustu : 71 Posyandu : 1503 Polindes : 136 Balai Pengobatan : 8 JML Penddk = 1.1 74 . 516 Dr. Umum : 4 7 Dr Gigi : 2 8 Perawat : 2 64 Farmasi : 17 Gizi : 27 Sanitasi : 26 Bidan Puskesmas :39 Bidan Desa : 2 84 Analisa Situasi Kabupaten Sumedang Tahun 2008
  • 3.
    Konsep Pengembangan STBMdalam Klinik Sanitasi di Kabupaten Sumedang ZONA PENINGKATAN (PENYANGGA) ZONA PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SEHAT IPM 79,6 SMD SEHATI 2013 ZONA INTI (STABIL) Keluarga
  • 4.
    Perkembangan Jumlah KlinikSanitasi di Puskesmas Kabupaten Sumedang Keterangan : Pembentukan Klinik Sanitasi di Kabupaten Sumedang tidak dengan anggaran khusus penyediaan ruangan KS tetapi lebih ditekankan pada mekanisme Klinik Sanitasinya
  • 5.
    Pilar 1 STBM: Stop BABs Perkenalan methode CLTS : Pertemuan sosialisasi di Tk Kab . peserta Bapeda, Subdin Cipta Karya PU, BPMKS, dan LP Dinas Kesehatan ( Mei 2006) Pertemuan Teknis ke 2 & 3 dilakukan pelatihan peserta sebagai fasilitator CLTS . Dilaksanakan di Desa Sukawangi Pamulihan selama 4 hari. Dengan peserta unsur Bapeda, PU Cipta Karya, BPMKS, LP Dinkes, unsur Kecamatan dan Desa Sukawangi. ( Agustus 2006)
  • 6.
    Penelusuran wilayah, melihatlangsung tempat BAB sembarangan
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Air mengandung tinja digunakan untuk mencuci piring, mandi dll ( sebelum Pemicuan )
  • 10.
  • 11.
    Pasca CLTS Monitoringperkembangan pembangunan Jaga oleh masyarakat Memotivasi “Tim Pemberantas Tai” Pencanangan “ Stop BAB s embarangan “
  • 12.
  • 13.
    Hasil pemicuan dgCLTS di Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan (ODF 3 bulan paska pemicuan Tahun 2006)
  • 14.
  • 15.
    Perkembangan Jumlah JAGApaska pemicuan di Ds Sukawangi s.d Desember 2006 Cakupan Jaga pra pemicuan : <40% Pemicuan Agustus 2006 di 2 RW ‘ rawan’ Desember 2006 11 RW (1Desa) ODF dg jumlah jamban terbangun / meningkat sebanyak 287 bh
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Kegiatan tahun 2007Pelatihan CLTS bagi petugas sanitasi & promkes Puskesmas (fasilitasi Dinkes Prop Jawa Barat) Pelatihan CLTS bagi kader PPK – IPM ( 86 orang kader dari 43 desa ) Pemicuan CLTS di 25 lokasi binaan di wilayah Puskesmas dengan Klinik Sanitasi (APBD Kab ) Pemicuan CLTS di 43 desa lokasi PPK IPM (dana swadaya kader)
  • 19.
  • 20.
    Perkembangan anggaran STBM Sumber 2006 2007 2008 2009 APBN 0 0 125.000.000 pm APBD Prop 3.750.000 0 0 0 PI-SKPD 0 31.250.000 5.000.000 242.000.000 PI-Kecamatan 0 0 0 99.000.000 Swasta 0 0 0 210.000.000 Masyarakat 90.000.000 115.000.000 105.000.000 pm Total 93.750.000 146.250.000 235.000.000 pm
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    Kegiatan tahun 2008Monitoring paska Pemicuan CLTS tahun 2007 Peningkatan kualitas lingkungan di desa lokasi PAMSIMAS dengan pelatihan pengelolaan sampah dlm rangka peningkatan perekonomian dan peningkatan kualitas kesling
  • 24.
    Deklarasi Stop BABSPerwakilan Depkes sedang memberi piagam pernghargaan kepada kepala desa telah Stop BABS Perwakilan Dinkes Jabar sedang memberi piagam pernghargaan kepada natural leader di desa yang telah Stop BABS
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Pernah melakukan Ds. Cibeusi Ds. Pasigaran Ds. Gudang Ds. Cijambu Ds. Margahayu Ds. Kadaka Ds. Sukawangi Ds. Cijeruk Ds. Cigendel Ds. Pamulihan Ds. CItali Ds. Sukasari Ds. Genteng Ds. Pangadegan Ds. Nagarawangi Ds. Cimggung Ds. Sukajaya Ds. Mulyasari Ds. Sirnamulya Ds. Rancamulya Ds. Cikareo Selatan Ds. Sukapura Ds.Neglasari Ds.Sundamekar Ds.Cipamekar Ds. Cacaban Ds. Babakan Asem Ds. Cipicung Ds. Mekarasih Ds. Cikadu Ds. Jatimekar Ds. Ambit Ds. Malaka Ds. Cijati Ds. Karangheuleut Ds. Sukatali Ds. Bangbayang Ds. Darmawangi Ds. Bantarmara Ds. Padasari Ds. Tanjungmulya Ds. Gunturmekar Ds. Tanjungwangi Ds. Cibitung Ds. Karangbungur Ds. Wanasari Ds. Pamekarsari Ds. Bongkok Ds. Sakurjaya Ds. Cibuluh Ds.Ganeas Ds. Sukaluyu Ds. Sukawening
  • 28.
    Desa dengan StopBuang Air Besar Sembarangan 43 dusun ODF Total Jamban terbangun : 3903 buah + 38 MCK Sumber : Laporan Puskesmas Pernah melakukan Belum pernah melakukan Ds. Pasigaran Ds. Sukawangi Ds. Cijeruk Ds. Sirnamulya Ds.Neglasari Ds. Cacaban Ds. Tanjungwangi Ds. Karangbungur Ds. Sukawening Ds. Gunturmekar
  • 29.
    Di atas85 % A ntara 75 - 85 % Di bawah 75 % CAPAIAN Cakupan Sarana Jamban Keluarga Tahun Tahun 2007 Cimalaka Buahdua Surian Smd Utara Smd Selatan Pamulihan Cimanggung Sukasari Jatinangor Tanjungsa r i Cibugel Wado Darmaraja Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Tanjungmedar Rancakalong Tanjungkerta Paseh Ganeas Situraja Cisitu Cisarua
  • 30.
    Di atas85 % A ntara 75 - 85 % Di bawah 75 % CAPAIAN Cakupan Sarana Jamban Keluarga Tahun Tahun 2008 Cimalaka Buahdua Surian Smd Utara Smd Selatan Pamulihan Cimanggung Sukasari Jatinangor Tanjungsa r i Cibugel Wado Darmaraja Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Tanjungmedar Rancakalong Tanjungkerta Paseh Ganeas Situraja Cisitu Cisarua
  • 31.
    1 Stop BABSembarangan Jml pemicuan = 72 dusun, 45 Desa ODF = 43 dusun, 10 Desa 2 CTPS 52,9% (Riskesdas 2007) 3 Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga Merebus 97% Solar Desinfection 1% Air Rahmat 2% SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT 4 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 4 Desa di 4 Kecamatan Ds Banjarsari Ds Sukawening Ds Pasigaran Ds Karang Bungur 5 Pengelolan limbah Rumah Tangga Ds. Banjarsari Jatinunggal
  • 32.
    Sarana CTPS diDesa Sukawening
  • 33.
  • 34.
  • 35.
    Ds. Pasigaran (Kerajinandan kompos) Ds. Karangbungur (Briket dan kompor tanah liat) Ds. Sukawening (kerajinan) Ds. Banjarsari (kerajinan dan kompos) Desa dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan Pernah melakukan Belum pernah melakukan
  • 36.
  • 37.
    Tantangan kurangnya pengetahuandan kesadaran masyarakat (sebagian masyarakat mengerti fungsi jamban tetapi faktor gengsi untuk membuat jamban yang hanya ’ cubluk’) Kontinuitas program ( mis krn mutasi fasilitator terlatih dll menjadikan koordinasi lintas sektor mengalami kesulitan). faktor geografis yang relatif sulit dijangkau kurangnya jumlah petugas di Puskesmas( banyaknya tugas rangkap)  kurangnya waktu untuk kunjungan rumah paska CLTS
  • 38.
    Pembelajaran Pembagian tugas dan kesiapan tim fasilitator merupakan salah satu kunci keberhasilan pemicuan Persiapan alat – alat pendukung (kertas, kapur, serbuk gergaji, dll), sarana pendukung (sound sistem dll) serta persiapan lokasi Advokasi kepada Camat dan Kepala desa sebelum dan setelah pelaksanaan CLTS Monitoring dan pendampingan paska CLTS sangat penting Pemberdayaan kader / Toma sebagai fasilitator CLTS mempercepat proses ODF
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.