GETARAN
DEFINISI DAN BESARAN FISIS
GETARAN
Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik melalui
titik kesetimbangan.
Contoh getaran adalah gerak bandul atau ayunan,
gendang yang dipukul, dan lain-lain.
Besaran dalam getaran:
1. Frekuensi
2. Periode
3. Simpangan
4. Amplitudo
1. FREKUENSI
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi tiap
satuan waktu, atau didefinisikan sebagai banyaknya
getaran yang terjadi setiap satu sekon.
Frekuensi dilambangkan dengan f dan bersatuan Hz
(dibaca Hertz).
2. PERIODE
Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan satu kali getaran. Periode dilambangkan
dengan T dan bersatuan sekon.
3. SIMPANGAN
Simpangan adalah jarak yang ditempuh benda
bergetar dan dihitung dari titik kesetimbangan.
Simpangan dilambangkan dengan y dan bersatuan
meter.
4. AMPLITUDO
Amplitudo adalah simpangan maksimum yang
ditempuh benda bergetar.

Amplitudo dilambangkan dengan A dan bersatuan
meter.
Berikut ini hubungan antara frekuensi
dengan periode:
 f = n/t sedangkan T = t/n.

 Bila kedua persamaan ini digabungkan maka akan

diperoleh persamaan baru yaitu:
f = 1/T atau T = 1/f.
Hubungan diatas mempunyai arti bahwa antara
frekuensi dan periode hubungannya berbanding
terbalik yaitu:
“Bila frekuensi besar maka periodenya akan kecil,
begitu juga sebaliknya bila periodenya besar maka
frekuensinya akan kecil.”
2. JENIS GETARAN
1). Getaran bebas
2). Getaran paksa
1. GETARAN BEBAS
Getaran bebas terjadi bila sistem mekanis dimulai
dengan gaya awal, lalu dibiarkan bergetar secara
bebas.
Contoh getaran seperti ini adalah memukul garpu tala
dan membiarkannya bergetar, atau bandul yang
ditarik dari keadaan setimbang lalu dilepaskan.
2. GETARAN PAKSA
Getaran paksa terjadi bila gaya bolak-balik atau
gerakan diterapkan pada sistem mekanis.

Contohnya adalah getaran gedung pada saat gempa
bumi.
3. SUMBER GETARAN
Sumber getran berasal dari Bunyi dan suara muncul
karena ada sesuatu yang bergetar.
Getaran sama dengan gelombang atau energi yang
menjalar.
4. PENGARUH DAN DAMPAK
GETARAN

Gempa bumi ????
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang
terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa
disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng
bumi).
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa
bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena
pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat
ditahan.
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika
bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan
(subduksi) akan menyusup ke bawah.
Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat
gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu
menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan
zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan,
tarikan, dan geseran.
Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka
terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi
secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel
ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.
TIPE GEMPA BUMI
 Gempa bumi vulkanik
 Gempa bumi tektonik
1. Gempa bumi vulkanik
Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ): Gempa bumi
ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa
terjadi sebelum gunung api meletus.
Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan
menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi
tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik
Gempa bumi tektonik; Gempa bumi ini disebabkan
oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang
mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga
yang sangat besar.
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan
[tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan
plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba.
Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan
dikenal sebagai kecacatan tektonik.
Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik)
menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan
batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan
hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju.
Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecahpecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
JENIS-JENIS GEMPA BUMI
 Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan

oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke
bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi.
 Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya
terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan
bersifat lokal.
 Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah
gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari
manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu
yang dipukulkan ke permukaan bumi.
INTENSITAS DAN KEKUATAN
GEMPA BUMI???
Intensitas gempabumi adalah tingkat kerusakan yang
terasa pada lokasi terjadinya.
Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang
dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda,
bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orangorang.
Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity)
diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun
1902.
Magnituda adalah parameter gempa yang diukur
berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat
goncangan gempa pada sumbernya.

Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini
diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934.
Contoh, gempa bumi dengan kekuatan 8 Skala Richter
setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton
atau 1 milyar ton.

SKALA GEMPA
AKIBAT GEMPA BUMI???
 Hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan

tanah.
 Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa
reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan
kebakaran.
 Jika sumber gempabumi berada di dasar lautan maka
bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak
saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber
gempa tetapiJuga mencapai beberapa km ke daratan.
Korban jiwa terbesar akibat gempa bumi Indonesia
terjadi di Nias pada bulan Maret 2005 sebanyak 300
jiwa.
Sementara korban jiwa gempa bumi yang kemudian
membangkitkan tsunami terbesar memakan korban
jiwa terjadi di Aceh dan Sumut pada Desember 2004,
sebanyak 250.000 jiwa.
GETARAN

GETARAN

  • 2.
  • 3.
    DEFINISI DAN BESARANFISIS GETARAN Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik melalui titik kesetimbangan. Contoh getaran adalah gerak bandul atau ayunan, gendang yang dipukul, dan lain-lain.
  • 4.
    Besaran dalam getaran: 1.Frekuensi 2. Periode 3. Simpangan 4. Amplitudo
  • 5.
    1. FREKUENSI Frekuensi adalahbanyaknya getaran yang terjadi tiap satuan waktu, atau didefinisikan sebagai banyaknya getaran yang terjadi setiap satu sekon. Frekuensi dilambangkan dengan f dan bersatuan Hz (dibaca Hertz).
  • 6.
    2. PERIODE Periode adalahwaktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali getaran. Periode dilambangkan dengan T dan bersatuan sekon.
  • 7.
    3. SIMPANGAN Simpangan adalahjarak yang ditempuh benda bergetar dan dihitung dari titik kesetimbangan. Simpangan dilambangkan dengan y dan bersatuan meter.
  • 8.
    4. AMPLITUDO Amplitudo adalahsimpangan maksimum yang ditempuh benda bergetar. Amplitudo dilambangkan dengan A dan bersatuan meter.
  • 9.
    Berikut ini hubunganantara frekuensi dengan periode:  f = n/t sedangkan T = t/n.  Bila kedua persamaan ini digabungkan maka akan diperoleh persamaan baru yaitu: f = 1/T atau T = 1/f.
  • 10.
    Hubungan diatas mempunyaiarti bahwa antara frekuensi dan periode hubungannya berbanding terbalik yaitu: “Bila frekuensi besar maka periodenya akan kecil, begitu juga sebaliknya bila periodenya besar maka frekuensinya akan kecil.”
  • 11.
    2. JENIS GETARAN 1).Getaran bebas 2). Getaran paksa
  • 12.
    1. GETARAN BEBAS Getaranbebas terjadi bila sistem mekanis dimulai dengan gaya awal, lalu dibiarkan bergetar secara bebas. Contoh getaran seperti ini adalah memukul garpu tala dan membiarkannya bergetar, atau bandul yang ditarik dari keadaan setimbang lalu dilepaskan.
  • 13.
    2. GETARAN PAKSA Getaranpaksa terjadi bila gaya bolak-balik atau gerakan diterapkan pada sistem mekanis. Contohnya adalah getaran gedung pada saat gempa bumi.
  • 14.
    3. SUMBER GETARAN Sumbergetran berasal dari Bunyi dan suara muncul karena ada sesuatu yang bergetar. Getaran sama dengan gelombang atau energi yang menjalar.
  • 16.
    4. PENGARUH DANDAMPAK GETARAN Gempa bumi ????
  • 17.
    Gempa bumi adalahgetaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
  • 18.
    Lempeng samudera yangrapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.
  • 19.
    TIPE GEMPA BUMI Gempa bumi vulkanik  Gempa bumi tektonik
  • 20.
    1. Gempa bumivulkanik Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ): Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  • 21.
    2. Gempa bumitektonik Gempa bumi tektonik; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.
  • 22.
    Gempa bumi tektonikdisebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
  • 23.
    Teori dari tectonicplate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecahpecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
  • 24.
    JENIS-JENIS GEMPA BUMI Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi.  Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.  Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
  • 25.
  • 26.
    Intensitas gempabumi adalahtingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadinya. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda, bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orangorang. Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
  • 27.
    Magnituda adalah parametergempa yang diukur berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Contoh, gempa bumi dengan kekuatan 8 Skala Richter setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton atau 1 milyar ton. SKALA GEMPA
  • 28.
  • 29.
     Hancurnya bangunan-bangunankarena goncangan tanah.  Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan kebakaran.  Jika sumber gempabumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapiJuga mencapai beberapa km ke daratan.
  • 30.
    Korban jiwa terbesarakibat gempa bumi Indonesia terjadi di Nias pada bulan Maret 2005 sebanyak 300 jiwa. Sementara korban jiwa gempa bumi yang kemudian membangkitkan tsunami terbesar memakan korban jiwa terjadi di Aceh dan Sumut pada Desember 2004, sebanyak 250.000 jiwa.