Teori
Permintaan dan
Penawaran Uang
By R. Khadafi SE, M.Si
Perkembangan Teori Moneter
 Titik beratnya pembahasan perkembangan moneter pada teori
permintaan akan uang. Hal ini dikarenakan menjadi perdebatan
antara berbagai aliran teori moneter.
 Pada teori penawaran uang tidak dijumpai perbedaan-perbedaan
yang fundamental seperti halnya teori permintaan uang.
Kesepakatan para ekonom nampak lebih nyata disini.
 Dalam membahas persoalan ini kemudian muncul sarjana-sarjana
yang saling berbeda pendapat.
Kelompok Pertama
Uang diterima masyarakat karena uang itu
dibuat dari barang-barang berharga
ataupun karena uang itu dapat ditukarkan
secara bebas dengan barang-barang
berharga tadi.
Inilah yang menjadi dasar perkembangan
kelompok ”Commodity Theory”.
Kelompok Kedua
Uang diterima masyarakat karena setiap orang
mengetahui uang itu dapat ditukarkan
dengan barang-barang dan jasa-jasa,
dengan kata lain bukan karena nilai
intrinsiknya akan tetapi karena uang itu
mempunyai kualitas alat pembayaran
dalam masyarakat.
Pendapat inilah yang menjadi dasar Quantity
Theory yang disebut ”Pure Quantity
Theory”.
Dalam Quantity Theory ini ada beberapa
pandangan yang akan dijelaskan sejak
awal perkembangannya. Quantity Theory
(teori Kuantitas) adalah teori yang
menjelaskan nilai uang.
Nilai Uang dalam Teori Kuantitas
Faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang:
1. Penawaran uang atau disebut jumlah uang
2. Kecepatan peredaran uang atau disebut
permintaan thd uang
3. Jumlah barang yang diperdagangkan
MACAM-MACAM TEORI
KUANTITAS (klasik)
1. Teori Uang Statis
Teori ini berusaha menjawab: apakah sebenarnya uang?, mengapa uang itu ada
harganya? Mengapa uang itu beredar?
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang
diakibatkan oleh perkembangan ekonomi
a. Teori Metalisme (interinsik)
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan
nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
b. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Davanzati
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat
untuk mempermudah pertukaran
c. Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya
d. Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila Negara menetapkan apa yang menjadi
alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya
kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan
MACAM-MACAM TEORI
KUANTITAS (klasik)
2. Teori Uang Dinamis
a. Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat
tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah
menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah
darisemula, dan juga sebaliknya.
b. Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh
Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang
dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
c. Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
d. Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam
dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Teori Irving Fisher
● Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang
sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia
menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada
3 faktor yaitu:
○ Jumlah uang beredar (M)
○ Cepatnya peredaran uang (V)
○ Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume
barang yang diperdagangkan (T)
● Rumus Fisher, Transaction Equation adalah:
MV = PT atau P = MV/T
Teori Irving Fisher
Persamaan MV = PT menyatakan bahwa
jumlah total uang yang dikeluarkan oleh
pembeli sama dengan jumlah total uang yang
diterima oleh penjual. Saat ini, yang dimaksud
dengan M adalah uang giral ditambah dengan
uang kartal. Seperti diketahui bahwa kaum
klasik beranggapan:
1. Uang hanya untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga
2. Dalam jangka pendek Velocity of Money adalah tetap
3. Barang-barang dan jasa-jasa jumlahnya tetap karena
perekonomian dianggap sudah mencapai full employment
Teori Irving Fisher
● Berdasarkan tiga anggapan diatas maka
sebenarnya teori Fisher dapat dikatakan
”bahwa dalam jangka pendek tingkat
harga umum (P) berubah secara
proporsional dengan perubahan supply
uang (M).”
● Hal ini sama dengan pendapat Crude
Quantity Theori dari Ricardo.
Teori Irving Fisher
Contoh:
Bila jumah uang yang beredar (M) sebesar Rp 100 miliar, kecepatan
peredaran uang (V) sebesar 8 kali, dan jumlah barang yang
diperdagangkan (T) sebesar 200, maka tingkat harga (P) dapat
dihitung sebagai berikut:
MV = PT --> 100 × 8 = P × 200
200 P = 800
P = 800/200 = 4
Jika M bertambah menjadi 120, sedangkan V dan T tetap, maka besar
P dapat dihitung dengan cara berikut:
MV = PT --> 120 × 8 = P × 200
200 P = 960
P = 960/200= 4,8
Teori Income Flow
Equation of Exchange
Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation
of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty
○ M = Jumlah uang beredar
○ Vy = Income velocity dari uang
○ Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang tercakup dalam Ty
○ Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang
diperdagangkan
Kecepatan laju peredaran uang ditentukan oleh:
a. kebiasaan pembelanjaan konsumen,
b. frekuensi pembayaran pendapatan,
c. praktik-praktik bank,
d. keadaan psikologi umum
Teori Income Flow
Equation of Exchange
Perubahan jumlah uang yang beredar dengan pendapatan nasional
dan harga-harga dapat dinyatakan sebagai berikut:
M . Vy = Y
Keterangan:
M = jumlah uang yang beredar
Vy = kelajuan/kecepatan peredaran uang
Y = pendapatan nasional (PDB atau PNB)
Teori Income Flow
Equation of Exchange
Perubahan jumlah uang yang beredar dengan pendapatan nasional
dan harga-harga dapat dinyatakan sebagai berikut:
M . Vy = Y
Keterangan:
M = jumlah uang yang beredar
Vy = kelajuan/kecepatan peredaran uang
Y = pendapatan nasional (PDB atau PNB)
Kelemahan Teori Kuantitas (Klasik)
B
Teori ini telah
mengabaikan pengaruh
tingkat bunga terhadap
perubahan permintaan
uang. Teori ini
mengangap bahwa
permintaan lebih
disebabkan karena
pendapatan, karena
motivasinya adalah untuk
transaksi, jadi tidak ada
hubungannya dengan
tingkat bunga.
A
Dalam kenyataannya,
perubahan jumlah uang
yang beredar, tidak selalu
langsung berakibat pada
perubahan penggunaan
uang tersebut
C
Dalam masyarakat modern,
velocity (kecepatan) uang
tidaklah stabil, karena ada
banyak alternatif yang bisa
masyarakat pilih dari
kelebihan uang yang dia
miliki. Alternatif-alternatif
tersebut diantaranya adalah:
– Untuk menambah kas
– Untuk menambah
tabungannya
– Untuk menambah
pembelian barang dan jasa
– Untuk menambah
pembelian surat-surat
berharga
Kesimpulan Teori Kuantitas Klasik
01
Tambahan Jumlah Uang
yang Beredar akan
dibelanjakan seluruhnya
tanpa terpikir untuk
ditabung sebagian
02
Velocity dan Jumlah
komoditi dianggap tetap
dan perubahannya hanya
dipengaruhi oleh faktor di
luar moneter
03
Jumlah Uang yang Beredar
tidak akan mempengaruhi
sektor riil, sektor ini hanya
dipengaruhi oleh teknologi
dan sumber daya manusia
04
Tingkat harga akan selalu
berubah secara
proporsional mengikuti
perubahan Jumlah Uang
yang beredar
Teori Kuantitas Modern
Teori ini dipopulerkan dan dikembangkan oleh Milton
Friedman, dengan mengatakan bahwa permintaan uang itu
sejalan dan identik dengan permintaan untuk komoditi tahan
lama.
M = k.Y = (1/v) . Y
Dimana :
M = Jumlah Uang yang Beredar
k = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk memegang
bagian dari pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas
Y = Pendapatan nasional
V = Velocity
Perbedaannya dengan teori
kuantitas klasik
a. Pada persamaan klasik yang dimaksud Y adalah current income,
sementara menurut Friedman Y adalah Permanent Income, yakni
pendapatan rata-rata yang diharapkan masyarakat selama
periode tertentu
b. Menurut teori klasik, yang dimaksud M adalah M1 (uang kartal dan
tabungan giro bank), sementara menurut Friedman adalah M2,
dimana M2 = M1 + Time Deposit
c. Dalam teori klasik, nilai v aalah konstan, namun dalam persamaan
Friedman nilai v berfluktuasi karena dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya :
– Inflasi
– Tingkat harga umum
– Penghasilan dari saham
– Penghasilan dari obligasi, dll
Kesimpulan Teori Kuantitas Modern
01
JUB (Jumlah Uang Beredar)
masih merupakan variabel
kunci dalam penentuan
kebijakan untuk
mengendalikan tingkat harga
dan pendapatan
02
Inflasi dan deflasi dapat diatasi
apabila perubahan JUB per unit
output dapat dijaga kenaikan
atau penurunnya
03
Velocity JUB relatif masih
stabil
04
Efektifitas kebijakan fiskal,
dalam hal ini defisit APBN,
masih dapat diatasi bila
dibiayai dengan pinjaman
masyarakat, dan bukan dari
penambahan pencetakan uang.
CREDITS: Diese Präsentationsvorlage wurde von
Slidesgo erstellt, inklusive Icons von Flaticon und
Infografiken & Bilder von Freepik
Terima Kasih!

EMon 4 - Teori permintaan uang.pptx

  • 1.
  • 2.
    Perkembangan Teori Moneter Titik beratnya pembahasan perkembangan moneter pada teori permintaan akan uang. Hal ini dikarenakan menjadi perdebatan antara berbagai aliran teori moneter.  Pada teori penawaran uang tidak dijumpai perbedaan-perbedaan yang fundamental seperti halnya teori permintaan uang. Kesepakatan para ekonom nampak lebih nyata disini.  Dalam membahas persoalan ini kemudian muncul sarjana-sarjana yang saling berbeda pendapat.
  • 3.
    Kelompok Pertama Uang diterimamasyarakat karena uang itu dibuat dari barang-barang berharga ataupun karena uang itu dapat ditukarkan secara bebas dengan barang-barang berharga tadi. Inilah yang menjadi dasar perkembangan kelompok ”Commodity Theory”.
  • 4.
    Kelompok Kedua Uang diterimamasyarakat karena setiap orang mengetahui uang itu dapat ditukarkan dengan barang-barang dan jasa-jasa, dengan kata lain bukan karena nilai intrinsiknya akan tetapi karena uang itu mempunyai kualitas alat pembayaran dalam masyarakat. Pendapat inilah yang menjadi dasar Quantity Theory yang disebut ”Pure Quantity Theory”. Dalam Quantity Theory ini ada beberapa pandangan yang akan dijelaskan sejak awal perkembangannya. Quantity Theory (teori Kuantitas) adalah teori yang menjelaskan nilai uang.
  • 5.
    Nilai Uang dalamTeori Kuantitas Faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang: 1. Penawaran uang atau disebut jumlah uang 2. Kecepatan peredaran uang atau disebut permintaan thd uang 3. Jumlah barang yang diperdagangkan
  • 6.
    MACAM-MACAM TEORI KUANTITAS (klasik) 1.Teori Uang Statis Teori ini berusaha menjawab: apakah sebenarnya uang?, mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi a. Teori Metalisme (interinsik) Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak. b. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Davanzati Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran c. Teori Nominalisme Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya d. Teori Negara Asal mula uang karena negara, apabila Negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan
  • 7.
    MACAM-MACAM TEORI KUANTITAS (klasik) 2.Teori Uang Dinamis a. Teori Kuantitas dari David Ricardo Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah darisemula, dan juga sebaliknya. b. Teori Kuantitas dari Irving Fisher Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang. c. Teori Persediaan Kas Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang. d. Teori Ongkos Produksi Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
  • 8.
    Teori Irving Fisher ●Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu: ○ Jumlah uang beredar (M) ○ Cepatnya peredaran uang (V) ○ Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume barang yang diperdagangkan (T) ● Rumus Fisher, Transaction Equation adalah: MV = PT atau P = MV/T
  • 9.
    Teori Irving Fisher PersamaanMV = PT menyatakan bahwa jumlah total uang yang dikeluarkan oleh pembeli sama dengan jumlah total uang yang diterima oleh penjual. Saat ini, yang dimaksud dengan M adalah uang giral ditambah dengan uang kartal. Seperti diketahui bahwa kaum klasik beranggapan: 1. Uang hanya untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga 2. Dalam jangka pendek Velocity of Money adalah tetap 3. Barang-barang dan jasa-jasa jumlahnya tetap karena perekonomian dianggap sudah mencapai full employment
  • 10.
    Teori Irving Fisher ●Berdasarkan tiga anggapan diatas maka sebenarnya teori Fisher dapat dikatakan ”bahwa dalam jangka pendek tingkat harga umum (P) berubah secara proporsional dengan perubahan supply uang (M).” ● Hal ini sama dengan pendapat Crude Quantity Theori dari Ricardo.
  • 11.
    Teori Irving Fisher Contoh: Bilajumah uang yang beredar (M) sebesar Rp 100 miliar, kecepatan peredaran uang (V) sebesar 8 kali, dan jumlah barang yang diperdagangkan (T) sebesar 200, maka tingkat harga (P) dapat dihitung sebagai berikut: MV = PT --> 100 × 8 = P × 200 200 P = 800 P = 800/200 = 4 Jika M bertambah menjadi 120, sedangkan V dan T tetap, maka besar P dapat dihitung dengan cara berikut: MV = PT --> 120 × 8 = P × 200 200 P = 960 P = 960/200= 4,8
  • 12.
    Teori Income Flow Equationof Exchange Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty ○ M = Jumlah uang beredar ○ Vy = Income velocity dari uang ○ Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang tercakup dalam Ty ○ Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang diperdagangkan Kecepatan laju peredaran uang ditentukan oleh: a. kebiasaan pembelanjaan konsumen, b. frekuensi pembayaran pendapatan, c. praktik-praktik bank, d. keadaan psikologi umum
  • 13.
    Teori Income Flow Equationof Exchange Perubahan jumlah uang yang beredar dengan pendapatan nasional dan harga-harga dapat dinyatakan sebagai berikut: M . Vy = Y Keterangan: M = jumlah uang yang beredar Vy = kelajuan/kecepatan peredaran uang Y = pendapatan nasional (PDB atau PNB)
  • 14.
    Teori Income Flow Equationof Exchange Perubahan jumlah uang yang beredar dengan pendapatan nasional dan harga-harga dapat dinyatakan sebagai berikut: M . Vy = Y Keterangan: M = jumlah uang yang beredar Vy = kelajuan/kecepatan peredaran uang Y = pendapatan nasional (PDB atau PNB)
  • 15.
    Kelemahan Teori Kuantitas(Klasik) B Teori ini telah mengabaikan pengaruh tingkat bunga terhadap perubahan permintaan uang. Teori ini mengangap bahwa permintaan lebih disebabkan karena pendapatan, karena motivasinya adalah untuk transaksi, jadi tidak ada hubungannya dengan tingkat bunga. A Dalam kenyataannya, perubahan jumlah uang yang beredar, tidak selalu langsung berakibat pada perubahan penggunaan uang tersebut C Dalam masyarakat modern, velocity (kecepatan) uang tidaklah stabil, karena ada banyak alternatif yang bisa masyarakat pilih dari kelebihan uang yang dia miliki. Alternatif-alternatif tersebut diantaranya adalah: – Untuk menambah kas – Untuk menambah tabungannya – Untuk menambah pembelian barang dan jasa – Untuk menambah pembelian surat-surat berharga
  • 16.
    Kesimpulan Teori KuantitasKlasik 01 Tambahan Jumlah Uang yang Beredar akan dibelanjakan seluruhnya tanpa terpikir untuk ditabung sebagian 02 Velocity dan Jumlah komoditi dianggap tetap dan perubahannya hanya dipengaruhi oleh faktor di luar moneter 03 Jumlah Uang yang Beredar tidak akan mempengaruhi sektor riil, sektor ini hanya dipengaruhi oleh teknologi dan sumber daya manusia 04 Tingkat harga akan selalu berubah secara proporsional mengikuti perubahan Jumlah Uang yang beredar
  • 17.
    Teori Kuantitas Modern Teoriini dipopulerkan dan dikembangkan oleh Milton Friedman, dengan mengatakan bahwa permintaan uang itu sejalan dan identik dengan permintaan untuk komoditi tahan lama. M = k.Y = (1/v) . Y Dimana : M = Jumlah Uang yang Beredar k = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk memegang bagian dari pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas Y = Pendapatan nasional V = Velocity
  • 18.
    Perbedaannya dengan teori kuantitasklasik a. Pada persamaan klasik yang dimaksud Y adalah current income, sementara menurut Friedman Y adalah Permanent Income, yakni pendapatan rata-rata yang diharapkan masyarakat selama periode tertentu b. Menurut teori klasik, yang dimaksud M adalah M1 (uang kartal dan tabungan giro bank), sementara menurut Friedman adalah M2, dimana M2 = M1 + Time Deposit c. Dalam teori klasik, nilai v aalah konstan, namun dalam persamaan Friedman nilai v berfluktuasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : – Inflasi – Tingkat harga umum – Penghasilan dari saham – Penghasilan dari obligasi, dll
  • 19.
    Kesimpulan Teori KuantitasModern 01 JUB (Jumlah Uang Beredar) masih merupakan variabel kunci dalam penentuan kebijakan untuk mengendalikan tingkat harga dan pendapatan 02 Inflasi dan deflasi dapat diatasi apabila perubahan JUB per unit output dapat dijaga kenaikan atau penurunnya 03 Velocity JUB relatif masih stabil 04 Efektifitas kebijakan fiskal, dalam hal ini defisit APBN, masih dapat diatasi bila dibiayai dengan pinjaman masyarakat, dan bukan dari penambahan pencetakan uang.
  • 20.
    CREDITS: Diese Präsentationsvorlagewurde von Slidesgo erstellt, inklusive Icons von Flaticon und Infografiken & Bilder von Freepik Terima Kasih!