ELEKTROFORESIS
PENGERTIAN
Elektroforesis adalah teknik
pemisahan suatu partikel / spesies
/ ion atau partikel koloid
berdasarkan kemampuan
berpindah melalui medium
konduktif, biasanya berupa larutan
bufer, sebagai respon adanya suatu
medan listrik
Secara teknis, merupakan
istilah yang diberikan
untuk migrasi partikel
yang bermuatan akibat
diberikan arus listrik
searah atau DC (Direct
Current)
JENIS-JENIS
Elektroforesis kertas Elektroforesis gel
Elektroforesis kapiler
Elektroforesis kertas
 adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase
diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak,
terutama ialah ion-ion kompleks.
 Pemisahan terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang
sistem pemisahan.
 Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada :
 muatan atau valensi zat terlarut
 luas penampang
 tegangan yang digunakan
 konsentrasi elektrolit
 kekuatan ion
 Ph
 Viskositas
 adsorpsivitas zat terlarut
Elektroforesis kertas
KELEBIHAN KELEMAHAN
 proses migrasi lebih
cepat
 pemisahan spot
menjadi lebih kecil
 mudah memisahkan
sampel dengan
spektrofotometri
 mudah dilarutkan
dalam pelarut dalam
jumlah sedikit
adanya gangguan yang
disebabkan oleh adanya
gugus OH- yang terdapat
pada selulosa yang dapat
berinteraksi dengan
molekul polar sehingga
daya migrasi molekul
tersebut terganggu dan
menjadi lebih rendah
Elektroforesis gel
ialah elektroforesis yang menggunakan gel
sebagai fase diam untuk memisahkan
molekul-molekul.
Awalnya dilakukan dengan medium gel kanji
(sebagai fase diam) untuk memisahkan
biomolekul yang lebih besar seperti protein-
protein.
Selanjutnya elektroforesis gel berkembang
dengan menjadikan agarosa dan
poliakrilamida sebagai gel media
Elektroforesis gel
KELEBIHAN KELEMAHAN
 Mudah mengamati
reaksi kimia selama
proses berlangsung
 Sampel dapat
ditangani dengan
baik dan cepat
Rawan terjadi
kesalahan pada proses
pemindahan campuran
sampai kedalam slot
gel, karena slot gel
berukuran kecil
Elektroforesis kapiler
 adalah metode elektroforesis yang digunakan
untuk memisahkan asam amino, protein, lipid,
karbohidrat, dan nukleotida dengan resolusi
tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi
buffer.
 Elektroforesis kapiler menggunakan listrik
bertegangan tinggi yang menyebabkan semua
komponen ion atau molekul netral bergerak ke
katoda.
 Teknik pemisahan dipengaruhi oleh tegangan
listrik, koefisien difusi, panjang, dan diameter
pipa kapiler, serta konsentrasi sampel.
Elektroforesis kapiler
KELEBIHAN KELEMAHAN
 Dapat digunakan
untuk memisahkan
spesies ion
 Memiliki efisiensi
dan selektivitas
yang baik
Boros listrik karena
menggunakan
tegangan tinggi
Harga alat mahal
APLIKASI ELEKTROFORESIS
1. Membandingkan gen homolog dari spesies yang berbeda,
mengetahui susunan sekuens berbagai genom.
2. DNA fingerprinting.
3. Mendeteksi kelainan genetik.
4. Mendeteksi lokasi dan jumlah mRNA dalam sel atau jaringan
tertentu.
5. Mengetahui aktivitas gen selama perkembangan berbagai tipe sel
organisme atau percobaan perlakuan gen.
6. Mempelajari evolusi tingkat molecular.
7. Mengetahui variasi genetik yang ada di alam.
8. Menentukan atau mengidentifikasi berat molekul DNA, RNA, dan
protein tertentu.
9. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan genetik antar individu.
10. Mengetahui jumlah fragmen DNA yang diklon dalam rekombinan
DNA plasmid.
11. Menganalisa fragmen DNA yang diamplifikasi lewat PCR
PRINSIP KERJA ELEKTROFORESIS
Adanya pergerakan komponen bermuatan positif (+) pada kutub
negatif (-) serta komponen bermuatan negatif (-) pada kutub
positif (+).
Pegerakan yang terjadi disebut "elektrokinetik“
Hasil yang didapatkan dari elektroforesis adalah elektroforegram
yang memberikan informasi mengenai seberapa cepat
perpindahan komponen (tm) atau biasa disebut kecepatan migrasi.
Besaran yang digunakan sama dengan pada proses kromatografi.
SKEMA ELEKTROFORESIS
FAKTOR-RAKTOR YANG MEMPENGARUHI
ELEKTROFORESIS
SAMPEL
LARUTAN
BUFFER
MEDAN
LISTRIK
MEDIUM PENDUKUNG ELEKTROFORESIS
Cellulose
asetat
Larutan buffer
Medan
elektrik
KOMPONEN UTAMA ALAT ELEKTROFORESIS
Larutan
elektrolit
Zat
pendukung
Elektroda
RANGKAIAN ALAT ELEKTROFORESIS
CONTOH JURNAL
Judul :
PEMISAHAN DAN KARAKTERISASI SPESI SENYAWA
KOMPLEKS YTRIUM-90 DAN STRONSIUM-90 DENGAN
ELEKTROFORESIS KERTAS
Susunan Alat Penelitian
1. Cuplikan
2. Elektrode
3. Baffle(penghalang
4. Cuplikan
5. Elektrode
6. Baffle(penghalang
CONTOH JURNAL
Kesimpulan Penelitian
 Ytirium-90 membentuk senyawa kompleks dalam HCl.
 Larutan penyangga yang digunakan untuk dapat membentuk spesi
senyawa kompleks90Y adalah larutan penyangga tartrat dan larutan
penyangga sitrat
 Ligan pengompleksnya adalah Cl yang berasal dari HCl yang
digunakan sebagai pelarut.
 penggunaan penyangga tartrat, diperoleh kondisi optimum HCl 2
M dengan parameter operasional elektroforesis 200 Volt, 2,5 jam.
 Dengan penyangga sitrat, diperoleh kondisi optimum HCl 8 M,
dengan parameter operasional elektroforesis 200 Volt, 2jam.
 Migrasi kertas memungkinkan diganti dengan pelat silikagel.
elektroforesiskelompok31-210503112019.pdf

elektroforesiskelompok31-210503112019.pdf

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN Elektroforesis adalah teknik pemisahansuatu partikel / spesies / ion atau partikel koloid berdasarkan kemampuan berpindah melalui medium konduktif, biasanya berupa larutan bufer, sebagai respon adanya suatu medan listrik Secara teknis, merupakan istilah yang diberikan untuk migrasi partikel yang bermuatan akibat diberikan arus listrik searah atau DC (Direct Current)
  • 3.
  • 4.
    Elektroforesis kertas  adalahjenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks.  Pemisahan terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan.  Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada :  muatan atau valensi zat terlarut  luas penampang  tegangan yang digunakan  konsentrasi elektrolit  kekuatan ion  Ph  Viskositas  adsorpsivitas zat terlarut
  • 5.
    Elektroforesis kertas KELEBIHAN KELEMAHAN proses migrasi lebih cepat  pemisahan spot menjadi lebih kecil  mudah memisahkan sampel dengan spektrofotometri  mudah dilarutkan dalam pelarut dalam jumlah sedikit adanya gangguan yang disebabkan oleh adanya gugus OH- yang terdapat pada selulosa yang dapat berinteraksi dengan molekul polar sehingga daya migrasi molekul tersebut terganggu dan menjadi lebih rendah
  • 6.
    Elektroforesis gel ialah elektroforesisyang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein- protein. Selanjutnya elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media
  • 7.
    Elektroforesis gel KELEBIHAN KELEMAHAN Mudah mengamati reaksi kimia selama proses berlangsung  Sampel dapat ditangani dengan baik dan cepat Rawan terjadi kesalahan pada proses pemindahan campuran sampai kedalam slot gel, karena slot gel berukuran kecil
  • 8.
    Elektroforesis kapiler  adalahmetode elektroforesis yang digunakan untuk memisahkan asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dengan resolusi tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buffer.  Elektroforesis kapiler menggunakan listrik bertegangan tinggi yang menyebabkan semua komponen ion atau molekul netral bergerak ke katoda.  Teknik pemisahan dipengaruhi oleh tegangan listrik, koefisien difusi, panjang, dan diameter pipa kapiler, serta konsentrasi sampel.
  • 9.
    Elektroforesis kapiler KELEBIHAN KELEMAHAN Dapat digunakan untuk memisahkan spesies ion  Memiliki efisiensi dan selektivitas yang baik Boros listrik karena menggunakan tegangan tinggi Harga alat mahal
  • 10.
    APLIKASI ELEKTROFORESIS 1. Membandingkangen homolog dari spesies yang berbeda, mengetahui susunan sekuens berbagai genom. 2. DNA fingerprinting. 3. Mendeteksi kelainan genetik. 4. Mendeteksi lokasi dan jumlah mRNA dalam sel atau jaringan tertentu. 5. Mengetahui aktivitas gen selama perkembangan berbagai tipe sel organisme atau percobaan perlakuan gen. 6. Mempelajari evolusi tingkat molecular. 7. Mengetahui variasi genetik yang ada di alam. 8. Menentukan atau mengidentifikasi berat molekul DNA, RNA, dan protein tertentu. 9. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan genetik antar individu. 10. Mengetahui jumlah fragmen DNA yang diklon dalam rekombinan DNA plasmid. 11. Menganalisa fragmen DNA yang diamplifikasi lewat PCR
  • 11.
    PRINSIP KERJA ELEKTROFORESIS Adanyapergerakan komponen bermuatan positif (+) pada kutub negatif (-) serta komponen bermuatan negatif (-) pada kutub positif (+). Pegerakan yang terjadi disebut "elektrokinetik“ Hasil yang didapatkan dari elektroforesis adalah elektroforegram yang memberikan informasi mengenai seberapa cepat perpindahan komponen (tm) atau biasa disebut kecepatan migrasi. Besaran yang digunakan sama dengan pada proses kromatografi.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    KOMPONEN UTAMA ALATELEKTROFORESIS Larutan elektrolit Zat pendukung Elektroda
  • 16.
  • 17.
    CONTOH JURNAL Judul : PEMISAHANDAN KARAKTERISASI SPESI SENYAWA KOMPLEKS YTRIUM-90 DAN STRONSIUM-90 DENGAN ELEKTROFORESIS KERTAS Susunan Alat Penelitian 1. Cuplikan 2. Elektrode 3. Baffle(penghalang 4. Cuplikan 5. Elektrode 6. Baffle(penghalang
  • 18.
    CONTOH JURNAL Kesimpulan Penelitian Ytirium-90 membentuk senyawa kompleks dalam HCl.  Larutan penyangga yang digunakan untuk dapat membentuk spesi senyawa kompleks90Y adalah larutan penyangga tartrat dan larutan penyangga sitrat  Ligan pengompleksnya adalah Cl yang berasal dari HCl yang digunakan sebagai pelarut.  penggunaan penyangga tartrat, diperoleh kondisi optimum HCl 2 M dengan parameter operasional elektroforesis 200 Volt, 2,5 jam.  Dengan penyangga sitrat, diperoleh kondisi optimum HCl 8 M, dengan parameter operasional elektroforesis 200 Volt, 2jam.  Migrasi kertas memungkinkan diganti dengan pelat silikagel.