OPERATOR
OPERATOR
• Operator Aritmetika
OperatorAritmetika
• Operator Penugasan
Operator Penugasan
• Operator Logika
Operator Logika
• Operator Bitwise
Operator Bitwise
• Operator Pembandingan
Operator Pembandingan
• Operator
Operator
Inkremen/Dekremen
Inkremen/Dekremen
• Operator String
Operator String
• Operator Kontrol Error
Operator Kontrol Error
• Operator Eksekusi
Operator Eksekusi
Merupakan simbol-simbol untuk melakukan operasi-operasi
matematis ataupun operasi string pada PHP.
3.
OPERATOR ARITMETIKA
OPERATOR ARITMETIKA
•Operator yang digunakan dalam
Operator yang digunakan dalam
operasi dasar matematika.
operasi dasar matematika.
Operator
Operator Arti
Arti
+
+ Penambahan
Penambahan
-
- Pengurangan
Pengurangan
*
* Perkalian
Perkalian
/
/ Pembagian
Pembagian
%
% Modulus
Modulus
4.
OPERATOR PENUGASAN
OPERATOR PENUGASAN
•Berfungsi memberikan nilai ke sebuah variabel.
Berfungsi memberikan nilai ke sebuah variabel.
• Dilambangkan dengan tanda sama dengan (=).
Dilambangkan dengan tanda sama dengan (=).
• Bersifat fleksibel dan dapat digunakan berbagai variasi.
Bersifat fleksibel dan dapat digunakan berbagai variasi.
<?
<?
$a=3;
$a=3;
$b=7;
$b=7;
$a+=6;
$a+=6;
$b=(
$b=($c=9
$c=9)+3;
)+3;
?>
?>
OPERATOR LOGIKA
OPERATOR LOGIKA
Operator
OperatorArti
Arti
AND
AND Operator dan
Operator dan
OR
OR Operator atau
Operator atau
XOR
XOR Operator atau ekslusif
Operator atau ekslusif
!
! Operator tidak/bukan
Operator tidak/bukan
(not)
(not)
&&
&& Operator dan
Operator dan
||
|| Operator atau
Operator atau
OPERATOR PEMBANDINGAN
OPERATOR PEMBANDINGAN
Digunakanuntuk membandingkan dua atau lebih nilai, variabel, atau
Digunakan untuk membandingkan dua atau lebih nilai, variabel, atau
pernyataan, dan menghasilkan nilai True atau False
pernyataan, dan menghasilkan nilai True atau False
Operator
Operator Nama
Nama
==
== Sama (melihat data secara fisik)
Sama (melihat data secara fisik)
===
=== Identik (melihat data dari type
Identik (melihat data dari type
data)
data)
!=
!= Tidak sama
Tidak sama
!==
!== Tidak indentik
Tidak indentik
<
< Lebih kecil
Lebih kecil
>
> Lebih besar
Lebih besar
<=
<= Lebih kecil atau sama dengan
Lebih kecil atau sama dengan
>=
>= Lebih besar atau sama dengan
Lebih besar atau sama dengan
13.
OPERATOR INKREMEN/DEKREMEN
OPERATOR INKREMEN/DEKREMEN
•Berfungsi untuk menambah atau mengurangi nilai
Berfungsi untuk menambah atau mengurangi nilai
variabel dengan satu ( 1 ).
variabel dengan satu ( 1 ).
• Operator inkremen ditulis dengan tanda tambah ( + )
Operator inkremen ditulis dengan tanda tambah ( + )
sebanyak dua di samping kiri atau kanan variabel.
sebanyak dua di samping kiri atau kanan variabel.
• Operator dekremen ditulis dengan tanda tambah ( - )
Operator dekremen ditulis dengan tanda tambah ( - )
sebanyak dua di samping kiri atau kanan variabel.
sebanyak dua di samping kiri atau kanan variabel.
• Contoh :
Contoh :
$a++
$a++
++$a
++$a
$a--
$a--
--$a
--$a
14.
OPERATOR INKREMEN/DEKREMEN
OPERATOR INKREMEN/DEKREMEN
•Sebenarnya merupakan
Sebenarnya merupakan
penyederhanaan dari persamaan
penyederhanaan dari persamaan
berikut :
berikut :
$a
$a = $a + 1 atau $a
= $a + 1 atau $a +
+= 1
= 1
$a
$a = $a – 1 atau $a -=1
= $a – 1 atau $a -=1
15.
OPERATOR
OPERATOR
INKREMEN/DEKREMEN
INKREMEN/DEKREMEN
• Jika operatorditulis di sebelah kiri
Jika operator ditulis di sebelah kiri
variabel, maka disebut
variabel, maka disebut
preinkremen/predekremen
preinkremen/predekremen.
.
• Jika operator ditulis di sebelah kanan
Jika operator ditulis di sebelah kanan
variabel, maka disebut
variabel, maka disebut
postinkremen/postdekremen
postinkremen/postdekremen.
.
16.
OPERATOR
OPERATOR
INKREMEN/DEKREMEN
INKREMEN/DEKREMEN
• Jika digunakan
Jikadigunakan
postinkremen, nilai variabel
postinkremen, nilai variabel
tepat pada saat ekspresi
tepat pada saat ekspresi
tersebut dinyatakan masih
tersebut dinyatakan masih
tetap nilai yang sama, baru
tetap nilai yang sama, baru
kemudian pada langkah
kemudian pada langkah
berikutnya ditambah dengan
berikutnya ditambah dengan
satu.
satu.
• Jika digunakan
Jika digunakan
preinkremen, nilai
preinkremen, nilai
variabel lansung
variabel lansung
bertambah satu pada
bertambah satu pada
saat ekspresi
saat ekspresi
tersebut dinyatakan.
tersebut dinyatakan.
• Untuk postdekremen dan predekremen berlaku hal yang sama.
OPERATOR STRING
OPERATOR STRING
•Untuk menggabungkan dua buah string dan dilambangkan dengan tanda
Untuk menggabungkan dua buah string dan dilambangkan dengan tanda
titik ( . ).
titik ( . ).
• Contoh :
Contoh :
<?
<?
$a = “kata pertama”;
$a = “kata pertama”;
$b = “dan kedua”;
$b = “dan kedua”;
$c = $a . $b;
$c = $a . $b;
echo “$c”;
echo “$c”;
?>
?>
– Hasilnya adalah “kata pertama dan kedua”.
Hasilnya adalah “kata pertama dan kedua”.
<?
<?
$a = “Web”;
$a = “Web”;
$a . = “Lanjut”;
$a . = “Lanjut”;
?>
?>
– Maka nilai $a adalah “Web Lanjut”.
Maka nilai $a adalah “Web Lanjut”.
20.
OPERATOR KONTROL ERROR
OPERATORKONTROL ERROR
• Berfungsi sebagai penanganan kesalahan yang
Berfungsi sebagai penanganan kesalahan yang
terjadi (error handling).
terjadi (error handling).
• Fitur track_errors harus aktif dengan menggunakan
Fitur track_errors harus aktif dengan menggunakan
phpinfo().
phpinfo().
• Ditandai dengan simbol @.
Ditandai dengan simbol @.
• Pesan kesalahan yang terjadi disimpan dalam
Pesan kesalahan yang terjadi disimpan dalam
variabel $php_errormsg.
variabel $php_errormsg.
21.
OPERATOR KONTROL ERROR
OPERATORKONTROL ERROR
• Penggunaan operator :
Penggunaan operator :
variabel = @fungsi or die (“pesan bila fungsi error”);
variabel = @fungsi or die (“pesan bila fungsi error”);
• Contoh :
Contoh :
<?
<?
$a = pi;
$a = pi;
$res = @tan ($a) or die (“terdapat kesalahan, yaitu ‘$php_errormsg’”);
$res = @tan ($a) or die (“terdapat kesalahan, yaitu ‘$php_errormsg’”);
echo “$res”;
echo “$res”;
?>
?>
• Program diatas sengaja disalahkan karena penulisan $a=pi
Program diatas sengaja disalahkan karena penulisan $a=pi
seharusnya $a=pi() dari pi (
seharusnya $a=pi() dari pi ( π
π )= 3,1416
)= 3,1416.
.
• Hasil program diatas :
Hasil program diatas :
terdapat kesalahan, yaitu ‘Use of undefined constant pi – assumed ‘pi’’
terdapat kesalahan, yaitu ‘Use of undefined constant pi – assumed ‘pi’’
22.
OPERATOR EKSEKUSI
OPERATOR EKSEKUSI
•Merupakan operator yang mengeksekusi sebuah perintah dan dijalankan dalam
Merupakan operator yang mengeksekusi sebuah perintah dan dijalankan dalam
shell.
shell.
• Hasil eksekusi disimpan dalam sebuah variabel.
Hasil eksekusi disimpan dalam sebuah variabel.
• Operator ini
Operator ini mengeksekusi perintah dalam shell Linux
mengeksekusi perintah dalam shell Linux, maka tidak bisa dijalankan
, maka tidak bisa dijalankan
pada Windows.
pada Windows.
• Ditandai dengan simbol backticks ( ` ).
Ditandai dengan simbol backticks ( ` ).
• Perintah yang akan di eksekusi diapit di dalam dua buah backticks.
Perintah yang akan di eksekusi diapit di dalam dua buah backticks.
• Contoh :
Contoh :
<?
<?
$output = `ls –l`;
$output = `ls –l`;
echo “<pre> $output </pre>”;
echo “<pre> $output </pre>”;
?>
?>
23.
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATORPRECEDENCE)
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATOR PRECEDENCE)
merupakan peringkat yang digunakan untuk menentukan operator
merupakan peringkat yang digunakan untuk menentukan operator
manakah yang akan di eksekusi terlebih dahulu bila dalam sebuah
manakah yang akan di eksekusi terlebih dahulu bila dalam sebuah
pernyataan terdapat dua atau lebih operator.
pernyataan terdapat dua atau lebih operator.
Asosiativitas
Asosiativitas Operator
Operator
Kiri
Kiri ,
,
Kiri
Kiri Or
Or
Kiri
Kiri Xor
Xor
Kiri
Kiri And
And
Kanan
Kanan Print
Print
Kiri
Kiri = += -= *= /= .= %= &= |= ^= ~= <<= >>=
= += -= *= /= .= %= &= |= ^= ~= <<= >>=
Kiri
Kiri ? :
? :
Kiri
Kiri ||
||
Kiri
Kiri &&
&&
24.
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATORPRECEDENCE)
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATOR PRECEDENCE)
Asosiativitas
Asosiativitas Operator
Operator
Kiri
Kiri |
|
Kiri
Kiri ^
^
Kiri
Kiri &
&
Non-
Non-
asosiatif
asosiatif
== ! = === ! ==
== ! = === ! ==
Non-
Non-
asosiatif
asosiatif
< < = > > =
< < = > > =
Kiri
Kiri < < > >
< < > >
Kiri
Kiri + - .
+ - .
Kiri
Kiri */%
*/%
25.
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATORPRECEDENCE)
KEDUDUKAN OPERATOR (OPERATOR PRECEDENCE)
Asosiativitas
Asosiativitas Operator
Operator
Kanan
Kanan {
{
Non-
Non-
asosiatif
asosiatif
New
New
Jika dalam suatu operasi matematis terdapat dua operator yang mempunyai
kedudukan sama, maka yang harus diperbandingkan adalah asosiativitasnya.
Jika asosiatif kiri, maka operator yang paling kiri yang dikerjakan terlebih
dahulu.
Jika asosiatif kanan, maka operator yang paling kanan yang dikerjakan terlebih
dahulu.