1
Dasar Pemrograman
Pertemuan ke-13
Nama : Hendro Gunawan
NIM : 200401072103
Kelas : IF-101
BAB 13
Fungsi
13.1. Fungsi
Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.
Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk:
• Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
• Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(), yang bersifat mutlak, karena
fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang lainnya fungsi print(), count() yang
mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data ke layar dan masih banyak lainnya.
13.2. Struktur Fungsi
Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:
Nama_fungsi(argumen)
{
...pernyataan / perintah
...pernyataan / perintah
...pernyataan / perintah
}
Keterangan:
• Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi dan nama-nama
fungsi yang mempunyai arti sendiri.
• Argumen, diletakkan diantara tanda kurung “( )” yang terletak di belakang nama fungsi. Argumen boleh
diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.
• Pernyataan/perintah, diletakkan di antara tanda kurung ‘{}’.
• Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama fungsinya.
Contoh pembuatan fungsi sederhana dengan bahasa C++
#include <iostream> // Header untuk input dan output
using namespace std;
// Pembuatan fungsi garis
void garis() {
cout << "n----------------------n";
2
}
// Program utama
int main() {
// Memanggil fungsi garis
garis();
cout << "AMIK BSI - Pondok Labu" << endl;
garis();
return 0;
}
Penjelasan program:
Penjelasan Kode Lengkap:
1. #include <iostream>:
o Library untuk input dan output standar seperti cin (input) dan cout (output).
2. using namespace std;:
o Mempermudah penggunaan fungsi di dalam namespace std, seperti cout dan endl.
3. Fungsi void garis():
o Fungsi ini tidak mengembalikan nilai (void) dan hanya mencetak garis horizontal di layar.
4. Fungsi int main():
o Ini adalah fungsi utama yang akan dijalankan pertama kali ketika program dimulai.
o Fungsi ini mengembalikan nilai int (return 0;) sebagai tanda bahwa program selesai dijalankan
dengan sukses.
5. cout dan endl:
o cout digunakan untuk menampilkan teks ke layar.
o endl digunakan untuk membuat baris baru.
6. return 0;:
o Menandakan program selesai dengan sukses. Ini adalah praktik standar untuk program
berbasis int main().
Output Program
Ketika kode lengkap ini dijalankan, hasilnya akan terlihat seperti ini:
Kode ini sudah ditulis secara lengkap, rapi, dan sesuai standar C++ modern.
13.3. Prototype Fungsi
Prototype fungsi digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai:
• Tipe data keluaran dari fungsi.
• Jumlah parameter yang digunakan.
3
• Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.
Keuntungan di dalam pemakai prototype yaitu:
• Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi.
• Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi
berbeda atau tidak sama, maka akan menunjukkan kesalahan,
Contoh prototype fungsi:
Gambar 13.1. Contoh Prototype Fungsi
Bentuk definisi dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototype, harus diubah.
Sebagai contoh pada pendefinisian berikut:
float total(a, b)
float a, b:
Bentuk pendefinisian di atas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi:
13.4. Parameter Fungsi
Terdapat dua macam parameter fungsi, yaitu:
• Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada di dalam definisi
fungsi.
• Parameter aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi.
Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.
4
Gambar 13.2. Parameter Fungsi
Ada dua cara untuk melewatkan parameter ke dalam fungsi, yaitu berupa:
1. Pemanggilan dengan nilai (Call by Value)
Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal.
Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak bisa berubah, walaupun nilai dari parameter formal berubah.
Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut:
/* ------------------------ */
/* Penggunaan Call By Value */
/* Program Tambah Nilai */
/* ------------------------ */
#include <iostream> // Header untuk input dan output
#include <conio.h> // Header untuk fungsi clrscr() dan getch()
using namespace std;
// Deklarasi fungsi tambah
void tambah(int m, int n);
// Program utama
int main() {
int a, b; // Deklarasi variabel a dan b
a = 5; // Inisialisasi variabel a
b = 9; // Inisialisasi variabel b
cout << "Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ";
cout << "na = " << a << " b = " << b;
// Memanggil fungsi tambah dengan passing by value
tambah(a, b);
// Menampilkan nilai setelah fungsi dipanggil
cout << "nNilai Setelah Fungsi Digunakan";
cout << "na = " << a << " b = " << b;
getch(); // Menunggu input karakter untuk keluar dari program
return 0; // Mengembalikan nilai 0, menandakan program selesai
}
5
// Definisi fungsi tambah
void tambah(int m, int n) {
// Menambah nilai m dan n
m += 5;
n += 7;
// Menampilkan nilai m dan n di dalam fungsi
cout << "nnNilai di dalam Fungsi Tambah()";
cout << "nm = " << m << " n = " << n;
cout << endl;
}
Penjelasan Kode Lengkap
1. #include <iostream> dan #include <conio.h>:
o <iostream>: Untuk fungsi input-output seperti cout dan cin.
o <conio.h>: Untuk fungsi clrscr() (membersihkan layar) dan getch() (menahan layar sebelum program
selesai).
2. using namespace std;:
o Agar bisa menggunakan fungsi seperti cout, cin, dan endl tanpa menambahkan std:: di depannya.
3. Fungsi void tambah(int m, int n):
o Fungsi ini menerapkan Call By Value, artinya parameter m dan n hanya merupakan salinan dari nilai asli
variabel a dan b.
o Perubahan pada m dan n tidak akan memengaruhi nilai asli dari a dan b.
4. Proses di Program Utama (main):
o Variabel a dan b diberikan nilai awal (a = 5; dan b = 9;).
o Sebelum memanggil fungsi tambah, nilai asli a dan b ditampilkan.
o Setelah memanggil fungsi tambah, nilai asli a dan b tetap tidak berubah karena parameter dikirim
menggunakan Call By Value.
5. Fungsi tambah:
o Nilai m dan n (salinan dari a dan b) dimodifikasi di dalam fungsi.
o Perubahan ini hanya berlaku di dalam fungsi tambah, tidak memengaruhi variabel asli.
Catatan
• Call By Value berarti hanya salinan nilai yang dikirim ke fungsi, sehingga nilai asli tidak berubah.
• Jika Anda ingin nilai asli berubah, gunakan Call By Reference dengan menambahkan simbol &
pada parameter fungsi (tambah (int &m, int &n)).
Ketika program dijalankan, hasilnya akan seperti ini:
6
2. Pemanggilan dengan Referensi (Call By Reference)
Pemanggilan dengan Reference merupakan pemanggilan alamat suatu variabel di dalam fungsi. Cara ini dapat
dipakai untuk mengubah isi suatu variabel yang di luar dari fungsi dengan melaksanakan pengubahan nilai
dari suatu variabel dilakukan di dalam fungsi.
#include <iostream> // Header untuk input dan output
#include <cstdlib> // Untuk system("cls") jika membersihkan layar diperlukan
using namespace std;
// Deklarasi fungsi tambah
void tambah(int *c, int *d);
int main() {
int a, b; // Deklarasi variabel a dan b
a = 3; // Inisialisasi variabel a
b = 7; // Inisialisasi variabel b
// system("cls"); // Hapus komentar ini jika ingin membersihkan layar di Windows
cout << "Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi";
cout << "na = " << a << " b = " << b;
// Memanggil fungsi tambah dengan passing by reference
tambah(&a, &b);
cout << endl;
cout << "nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi";
cout << "na = " << a << " b = " << b;
return 0; // Mengembalikan nilai 0, menandakan program selesai
}
// Definisi fungsi tambah
void tambah(int *c, int *d) {
*c += 7; // Menambahkan 7 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c
*d += 5; // Menambahkan 5 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer d
cout << endl;
cout << "nNilai di Akhir Fungsi Tambah()";
cout << "nc = " << *c << " d = " << *d; // Menampilkan nilai akhir
}
Penjelasan Kode
1. Passing By Reference:
o Fungsi tambah() menerima pointer (int *c dan int *d) sebagai parameter. Ketika pointer diterima, nilai
asli dari variabel a dan b akan dimodifikasi.
o *c += 7 artinya menambahkan 7 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c.
o *d += 5 artinya menambahkan 5 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer d.
2. Membersihkan Layar:
7
o Saya menggunakan system("cls"); sebagai alternatif clrscr() untuk membersihkan layar pada Windows.
Anda bisa menghapus baris ini jika tidak diperlukan atau mengganti dengan system("clear"); pada
Linux/MacOS.
3. Keluaran Program:
o Nilai variabel a dan b akan dimodifikasi di dalam fungsi tambah(), dan perubahan akan tercermin dalam
program utama karena parameter dikirimkan menggunakan referensi (pointer).
13.5. Pernyataan Return
Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang
memanggilnya. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan.
Contoh pemakai pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut:
#include <iostream> // Header untuk input dan output
#include <cstdlib> // Untuk system("cls") jika membersihkan layar diperlukan
using namespace std;
// Prototype fungsi tambah
int tambah(int *c);
int main() {
int a, b = 5; // Deklarasi dan inisialisasi variabel b
// system("cls"); // Hapus komentar ini jika ingin membersihkan layar di Windows
a = tambah(&b); // Memanggil fungsi tambah, hasilnya disimpan di a
// Menampilkan hasil
cout << "Nilai Setelah Pemanggilan Fungsi adalah " << a << endl;
return 0; // Mengakhiri program
}
// Definisi fungsi tambah
int tambah(int *c) {
return (*c += 2); // Menambahkan 2 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c dan
mengembalikannya
}
Penjelasan Kode
1. Fungsi dengan return():
8
o Fungsi tambah menggunakan pointer int *c untuk mengakses dan memodifikasi nilai asli
dari variabel b.
o Operasi *c += 2 menambahkan 2 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c.
o Nilai yang telah ditambahkan akan dikembalikan menggunakan return.
2. Membersihkan Layar:
o system("cls"); digunakan untuk membersihkan layar di Windows. Hapus baris ini jika
tidak diperlukan atau ganti dengan system("clear"); untuk Linux/MacOS.
3. Hasil Fungsi:
o Nilai dari variabel b yang telah dimodifikasi oleh fungsi tambah() akan disimpan dalam
variabel a.
o Variabel a kemudian ditampilkan sebagai output.
Jika Anda menjalankan program, hasilnya akan seperti berikut:
Penjelasan Output:
• Variabel b awalnya bernilai 5.
• Fungsi tambah menambahkan 2 ke b, sehingga nilainya menjadi 7.
• Nilai 7 dikembalikan oleh fungsi dan disimpan dalam variabel a, kemudian ditampilkan di layar.
13.6. Pengiriman data Ke Fungsi
1. Pengiriman Data Konstanta Ke Fungsi
Mengirimkan suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi yang lain dapat dilakukan dengan cara yang
mudah, dapat dilihat dari program berikut:
#include <iostream> // Header yang benar untuk C++
using namespace std;
float luas(float sisi); // Prototipe fungsi
int main() {
float luas_bs;
luas_bs = luas(4.25); // Panggil fungsi luas
cout << "nLuas Bujur Sangkar = " << luas_bs; // Tampilkan hasil
return 0; // Mengembalikan 0 menandakan program berjalan dengan baik
}
float luas(float sisi) {
return sisi * sisi; // Hitung luas bujur sangkar
}
Keterangan:
Dalam struktur program diatas dilihat bahwa, pernyataan luas_bs=luas(4,25), akan dikirimkan nilai
kepada fungsi luas(), untuk diolah lebih lanjut, yang nilai tersebut akan ditampung pada variabel sisi.
9
Selanjutnya di dalam fungsi return terjadi perkalian sisi dengan sisi, setelah itu hasil perkalian tersebut
dikirim balik ke variabel luas_bs yang memanggil fungsi.
Output yang dihasilkan, dari program di atas adalah:
2. Pengiriman Data Variabel Ke Fungsi
Bentuk pengiriman data Variabel, sama seperti halnya pengiriman suatu nilai data konstanta ke suatu
fungsi, hanya saja nilai yang dikirimkan tersebut senantiasa dapat berubah-ubah. Bentuk pengiriman
tersebut dapat dilihat dari program berikut:
#include <iostream> // Header yang benar untuk C++
using namespace std;
float luas(float sisi); // Prototipe fungsi
int main() {
float luas_bs, sisi_bs;
cout << "nMenghitung Luas Bujur Sangkar" << endl;
cout << "nMasukan Nilai Sisi Bujur Sangkar : ";
cin >> sisi_bs; // Input dari pengguna
luas_bs = luas(sisi_bs); // Panggil fungsi luas
cout << "nLuas Bujur Sangkar = " << luas_bs << " Cm²" << endl;
return 0; // Mengembalikan 0 menandakan program berjalan dengan baik
}
float luas(float sisi) {
return sisi * sisi; // Hitung luas bujur sangkar
}
Output yang akan dihasilkan, dari program di atas adalah:
Kesimpulan
• Fungsi sangat membantu dalam menjaga struktur program agar tetap rapi dan mengurangi
pengulangan kode.
• Dengan menggunakan parameter fungsi dan nilai kembali (return), kita dapat membuat program
yang lebih dinamis dan dapat berinteraksi dengan data yang lebih beragam.
Daftar Pustaka
[1] Riad Sahara, S. M. (2025). Modul Dasar Pemrograman Pertemuan 12 – Teknik Modularisasi.
Jakarta: Universitas Siber Asia.
10
Link File
👉
👉
11

Diskusi Dasar Pemrograman Pertemuan Ke-13.pdf

  • 1.
    1 Dasar Pemrograman Pertemuan ke-13 Nama: Hendro Gunawan NIM : 200401072103 Kelas : IF-101 BAB 13 Fungsi 13.1. Fungsi Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: • Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. • Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(), yang bersifat mutlak, karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang lainnya fungsi print(), count() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data ke layar dan masih banyak lainnya. 13.2. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: Nama_fungsi(argumen) { ...pernyataan / perintah ...pernyataan / perintah ...pernyataan / perintah } Keterangan: • Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. • Argumen, diletakkan diantara tanda kurung “( )” yang terletak di belakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. • Pernyataan/perintah, diletakkan di antara tanda kurung ‘{}’. • Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama fungsinya. Contoh pembuatan fungsi sederhana dengan bahasa C++ #include <iostream> // Header untuk input dan output using namespace std; // Pembuatan fungsi garis void garis() { cout << "n----------------------n";
  • 2.
    2 } // Program utama intmain() { // Memanggil fungsi garis garis(); cout << "AMIK BSI - Pondok Labu" << endl; garis(); return 0; } Penjelasan program: Penjelasan Kode Lengkap: 1. #include <iostream>: o Library untuk input dan output standar seperti cin (input) dan cout (output). 2. using namespace std;: o Mempermudah penggunaan fungsi di dalam namespace std, seperti cout dan endl. 3. Fungsi void garis(): o Fungsi ini tidak mengembalikan nilai (void) dan hanya mencetak garis horizontal di layar. 4. Fungsi int main(): o Ini adalah fungsi utama yang akan dijalankan pertama kali ketika program dimulai. o Fungsi ini mengembalikan nilai int (return 0;) sebagai tanda bahwa program selesai dijalankan dengan sukses. 5. cout dan endl: o cout digunakan untuk menampilkan teks ke layar. o endl digunakan untuk membuat baris baru. 6. return 0;: o Menandakan program selesai dengan sukses. Ini adalah praktik standar untuk program berbasis int main(). Output Program Ketika kode lengkap ini dijalankan, hasilnya akan terlihat seperti ini: Kode ini sudah ditulis secara lengkap, rapi, dan sesuai standar C++ modern. 13.3. Prototype Fungsi Prototype fungsi digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. • Jumlah parameter yang digunakan.
  • 3.
    3 • Tipe datadari masing-masing parameter yang digunakan. Keuntungan di dalam pemakai prototype yaitu: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama, maka akan menunjukkan kesalahan, Contoh prototype fungsi: Gambar 13.1. Contoh Prototype Fungsi Bentuk definisi dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototype, harus diubah. Sebagai contoh pada pendefinisian berikut: float total(a, b) float a, b: Bentuk pendefinisian di atas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi: 13.4. Parameter Fungsi Terdapat dua macam parameter fungsi, yaitu: • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada di dalam definisi fungsi. • Parameter aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.
  • 4.
    4 Gambar 13.2. ParameterFungsi Ada dua cara untuk melewatkan parameter ke dalam fungsi, yaitu berupa: 1. Pemanggilan dengan nilai (Call by Value) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak bisa berubah, walaupun nilai dari parameter formal berubah. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: /* ------------------------ */ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* ------------------------ */ #include <iostream> // Header untuk input dan output #include <conio.h> // Header untuk fungsi clrscr() dan getch() using namespace std; // Deklarasi fungsi tambah void tambah(int m, int n); // Program utama int main() { int a, b; // Deklarasi variabel a dan b a = 5; // Inisialisasi variabel a b = 9; // Inisialisasi variabel b cout << "Nilai Sebelum Fungsi Digunakan "; cout << "na = " << a << " b = " << b; // Memanggil fungsi tambah dengan passing by value tambah(a, b); // Menampilkan nilai setelah fungsi dipanggil cout << "nNilai Setelah Fungsi Digunakan"; cout << "na = " << a << " b = " << b; getch(); // Menunggu input karakter untuk keluar dari program return 0; // Mengembalikan nilai 0, menandakan program selesai }
  • 5.
    5 // Definisi fungsitambah void tambah(int m, int n) { // Menambah nilai m dan n m += 5; n += 7; // Menampilkan nilai m dan n di dalam fungsi cout << "nnNilai di dalam Fungsi Tambah()"; cout << "nm = " << m << " n = " << n; cout << endl; } Penjelasan Kode Lengkap 1. #include <iostream> dan #include <conio.h>: o <iostream>: Untuk fungsi input-output seperti cout dan cin. o <conio.h>: Untuk fungsi clrscr() (membersihkan layar) dan getch() (menahan layar sebelum program selesai). 2. using namespace std;: o Agar bisa menggunakan fungsi seperti cout, cin, dan endl tanpa menambahkan std:: di depannya. 3. Fungsi void tambah(int m, int n): o Fungsi ini menerapkan Call By Value, artinya parameter m dan n hanya merupakan salinan dari nilai asli variabel a dan b. o Perubahan pada m dan n tidak akan memengaruhi nilai asli dari a dan b. 4. Proses di Program Utama (main): o Variabel a dan b diberikan nilai awal (a = 5; dan b = 9;). o Sebelum memanggil fungsi tambah, nilai asli a dan b ditampilkan. o Setelah memanggil fungsi tambah, nilai asli a dan b tetap tidak berubah karena parameter dikirim menggunakan Call By Value. 5. Fungsi tambah: o Nilai m dan n (salinan dari a dan b) dimodifikasi di dalam fungsi. o Perubahan ini hanya berlaku di dalam fungsi tambah, tidak memengaruhi variabel asli. Catatan • Call By Value berarti hanya salinan nilai yang dikirim ke fungsi, sehingga nilai asli tidak berubah. • Jika Anda ingin nilai asli berubah, gunakan Call By Reference dengan menambahkan simbol & pada parameter fungsi (tambah (int &m, int &n)). Ketika program dijalankan, hasilnya akan seperti ini:
  • 6.
    6 2. Pemanggilan denganReferensi (Call By Reference) Pemanggilan dengan Reference merupakan pemanggilan alamat suatu variabel di dalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu variabel yang di luar dari fungsi dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu variabel dilakukan di dalam fungsi. #include <iostream> // Header untuk input dan output #include <cstdlib> // Untuk system("cls") jika membersihkan layar diperlukan using namespace std; // Deklarasi fungsi tambah void tambah(int *c, int *d); int main() { int a, b; // Deklarasi variabel a dan b a = 3; // Inisialisasi variabel a b = 7; // Inisialisasi variabel b // system("cls"); // Hapus komentar ini jika ingin membersihkan layar di Windows cout << "Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi"; cout << "na = " << a << " b = " << b; // Memanggil fungsi tambah dengan passing by reference tambah(&a, &b); cout << endl; cout << "nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi"; cout << "na = " << a << " b = " << b; return 0; // Mengembalikan nilai 0, menandakan program selesai } // Definisi fungsi tambah void tambah(int *c, int *d) { *c += 7; // Menambahkan 7 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c *d += 5; // Menambahkan 5 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer d cout << endl; cout << "nNilai di Akhir Fungsi Tambah()"; cout << "nc = " << *c << " d = " << *d; // Menampilkan nilai akhir } Penjelasan Kode 1. Passing By Reference: o Fungsi tambah() menerima pointer (int *c dan int *d) sebagai parameter. Ketika pointer diterima, nilai asli dari variabel a dan b akan dimodifikasi. o *c += 7 artinya menambahkan 7 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c. o *d += 5 artinya menambahkan 5 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer d. 2. Membersihkan Layar:
  • 7.
    7 o Saya menggunakansystem("cls"); sebagai alternatif clrscr() untuk membersihkan layar pada Windows. Anda bisa menghapus baris ini jika tidak diperlukan atau mengganti dengan system("clear"); pada Linux/MacOS. 3. Keluaran Program: o Nilai variabel a dan b akan dimodifikasi di dalam fungsi tambah(), dan perubahan akan tercermin dalam program utama karena parameter dikirimkan menggunakan referensi (pointer). 13.5. Pernyataan Return Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Contoh pemakai pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: #include <iostream> // Header untuk input dan output #include <cstdlib> // Untuk system("cls") jika membersihkan layar diperlukan using namespace std; // Prototype fungsi tambah int tambah(int *c); int main() { int a, b = 5; // Deklarasi dan inisialisasi variabel b // system("cls"); // Hapus komentar ini jika ingin membersihkan layar di Windows a = tambah(&b); // Memanggil fungsi tambah, hasilnya disimpan di a // Menampilkan hasil cout << "Nilai Setelah Pemanggilan Fungsi adalah " << a << endl; return 0; // Mengakhiri program } // Definisi fungsi tambah int tambah(int *c) { return (*c += 2); // Menambahkan 2 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c dan mengembalikannya } Penjelasan Kode 1. Fungsi dengan return():
  • 8.
    8 o Fungsi tambahmenggunakan pointer int *c untuk mengakses dan memodifikasi nilai asli dari variabel b. o Operasi *c += 2 menambahkan 2 ke nilai yang ditunjuk oleh pointer c. o Nilai yang telah ditambahkan akan dikembalikan menggunakan return. 2. Membersihkan Layar: o system("cls"); digunakan untuk membersihkan layar di Windows. Hapus baris ini jika tidak diperlukan atau ganti dengan system("clear"); untuk Linux/MacOS. 3. Hasil Fungsi: o Nilai dari variabel b yang telah dimodifikasi oleh fungsi tambah() akan disimpan dalam variabel a. o Variabel a kemudian ditampilkan sebagai output. Jika Anda menjalankan program, hasilnya akan seperti berikut: Penjelasan Output: • Variabel b awalnya bernilai 5. • Fungsi tambah menambahkan 2 ke b, sehingga nilainya menjadi 7. • Nilai 7 dikembalikan oleh fungsi dan disimpan dalam variabel a, kemudian ditampilkan di layar. 13.6. Pengiriman data Ke Fungsi 1. Pengiriman Data Konstanta Ke Fungsi Mengirimkan suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi yang lain dapat dilakukan dengan cara yang mudah, dapat dilihat dari program berikut: #include <iostream> // Header yang benar untuk C++ using namespace std; float luas(float sisi); // Prototipe fungsi int main() { float luas_bs; luas_bs = luas(4.25); // Panggil fungsi luas cout << "nLuas Bujur Sangkar = " << luas_bs; // Tampilkan hasil return 0; // Mengembalikan 0 menandakan program berjalan dengan baik } float luas(float sisi) { return sisi * sisi; // Hitung luas bujur sangkar } Keterangan: Dalam struktur program diatas dilihat bahwa, pernyataan luas_bs=luas(4,25), akan dikirimkan nilai kepada fungsi luas(), untuk diolah lebih lanjut, yang nilai tersebut akan ditampung pada variabel sisi.
  • 9.
    9 Selanjutnya di dalamfungsi return terjadi perkalian sisi dengan sisi, setelah itu hasil perkalian tersebut dikirim balik ke variabel luas_bs yang memanggil fungsi. Output yang dihasilkan, dari program di atas adalah: 2. Pengiriman Data Variabel Ke Fungsi Bentuk pengiriman data Variabel, sama seperti halnya pengiriman suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi, hanya saja nilai yang dikirimkan tersebut senantiasa dapat berubah-ubah. Bentuk pengiriman tersebut dapat dilihat dari program berikut: #include <iostream> // Header yang benar untuk C++ using namespace std; float luas(float sisi); // Prototipe fungsi int main() { float luas_bs, sisi_bs; cout << "nMenghitung Luas Bujur Sangkar" << endl; cout << "nMasukan Nilai Sisi Bujur Sangkar : "; cin >> sisi_bs; // Input dari pengguna luas_bs = luas(sisi_bs); // Panggil fungsi luas cout << "nLuas Bujur Sangkar = " << luas_bs << " Cm²" << endl; return 0; // Mengembalikan 0 menandakan program berjalan dengan baik } float luas(float sisi) { return sisi * sisi; // Hitung luas bujur sangkar } Output yang akan dihasilkan, dari program di atas adalah: Kesimpulan • Fungsi sangat membantu dalam menjaga struktur program agar tetap rapi dan mengurangi pengulangan kode. • Dengan menggunakan parameter fungsi dan nilai kembali (return), kita dapat membuat program yang lebih dinamis dan dapat berinteraksi dengan data yang lebih beragam. Daftar Pustaka [1] Riad Sahara, S. M. (2025). Modul Dasar Pemrograman Pertemuan 12 – Teknik Modularisasi. Jakarta: Universitas Siber Asia.
  • 10.
  • 11.