1. DFD (Data Flow Diagram)
Diperkenalkan oleh Tom DeMarco (1978) serta Chris Gane dan Trish Sarson
(1979) berdasarkan notasi SADT (Structure Analysis dan Design Technique). DFD
merupakan salah satu teknik yang cukup penting dalam menganalisa sistem karena:
- Dapat mendefinisikan batasan sistem.
- Membantu memeriksa kebenaran dan kelengkapan aliran informasi.
- Merupakan dasar perancangan dengan memunculkan proses-proses
pengolahan data.
- Menjelaskan aliran data dalam sistem, sumber dan tujuan data, proses yang
mengolah data tersebut, dan tempat penyimpanan datanya.
- Merepresentasikan bagaimana informasi keluar masuk dari ke sistem, proses
apa yang mengubah informasi tersebut dan dimana informasi disimpan.
Data Flow Diagram atau DFD merupakan gambaran suatu sistem yang
telah ada atau sistem baru yang dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir. Dengan
adanya Data Flow Diagram maka pemakai sistem yang kurang memahami
dibidang komputer dapat mengerti sistem yang sedang berjalan.
1.1 Pengertian DFD menurut para ahli
- Menurut Wijaya (2007) Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran grafis
yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam obyek kemudian
melewati suatu proses yang mentransformasikan ke tujuan yang lain, yang
ada pada objek lain.
- Menurut Kristanto (2003) Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model
logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal
data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di
simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara
data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
- Menurut Jogiyanto Hartono (2005) Data Flow Diagram
(DFD) adalah Diagram yang menggunakan notasi simbol untuk
menggambarkan arus data system
- Menurut Adi Nugroho (2011) Data Flow Diagram (DFD)
merupakan diagram yang menggunakan notasi – notasi atau simbol – simbol
untuk menggambarkan sistem jaringan kerja atar fungsi – fungsi yang
berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.
- DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan
transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi
output (Pressman, 2002: 364).
- Keuntungan dari DFD adalah memungkinkan untuk menggambarkan
sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikannya menjadi
level yang lebih rendah (dekomposisi), sedangkan kekurangan dari DFD
adalah tidak menunjukkan proses pengulangan, proses keputusan , dan
proses perhitungan (Sutarbi, 2004:163).
1.2 Komponen - komponen DFD (Data Flow Diagram)
Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan notasi dari komponen – komponen
yang digunakan dalam DFD menurut Demarco dan Yourdon, dan meurut Gane dan
Sarson :
Demarco dan Yourdon Gane dan Sarson Keterangan
Aliran data / Data Flow
Proses
Data Store
Entitas Eksternal /
Terminator
1.2.1 Aliran Data (Data Flow)
Data Flow pada DFD diberi simbol panah yang mengalir diantara proses (process),
simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Aliran data
digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data dari satu bagian ke
bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir atau informasi.
Data yang dinyatakan dengan aliran data boleh datang dari beberapa
dokumen, jadi tidak perlu dirinci menjadi dokumen-dokumen tersebut. Data ini
diberi nama sesuai dengan isi dari paket informasi (bukan nama dokumen) yang
mengalir. Jumlah aliran data yang masuk dan keluar proses harus sama. Ada 4
konsep tentang alur data :
Tabel 1 : Komponen – komponen DFD
a. Packets of data
Apabila ada 2 data atau lebih yang mengalir dari 1 sumber yang sama menuju
pada tujuan yang sama dan mempunyai hubungan digambarkan dengan 1 alur
data.
b. Diverging data flow / Aliran data menyebar
Apabila ada sejumlah paket data yang berasal dari sumber yang sama menuju
pada tujuan yang berbeda atau paket data yang kompleks dibagi menjadi
beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda.
c. Converging data flow / Aliran data mengumpul
Apabila ada beberapa alur data yang berbeda sumber menuju ke tujuan yang
sama.
Gambar 2 : Aliran data menyebar
Gambar 1: Packet of data
d. Sumber dan Tujuan
Arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari maupun yang menuju
proses.
a. Sumber dari proses menuju
bukan proses
b. Sumber dari bukan proses
menuju proses
c. Sumber dari proses menuju
proses
Gambar 3 : Aliran data mengumpul
1.2.2 Proses
Komponen proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari hasil suatu aliran data / data flow yang masuk kedalam proses untuk
dihasilkan aliran data yang akan keluar dari proses.
Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output.
Transformasi menjelaskan bagaimana satu atau beberapa masukan diubah menjadi
keluaran. Penamaan proses disesuaikan dengan proses atau kegiatan yang sedang
dilakukan. Nama proses biasanya ditulis dalam kata kerja. Ada 4 kemungkinan
yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output, seperti yang
digambarkan dalam tabel dibawah ini:
Proses 1 input dan 1 output Proses 1 input banyak output
Proses banyak input dan 1 output Proses banyak input dan banyak output
Dalam penulisan proses pada DFD ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Proses harus memiliki input dan output.
Tabel 2 : Jenis – jenis proses pada DFD
2. proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau
proses melalui alur data.
3. Sistem atau bagian atau divisi atau departemen yang sedang dianalisis oleh
profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.
1.2.3 Penyimpanan Data (Data Store)
Data Store merupakan tempat penyimpanan data berupa suatu file atau basis
data di sistem komputer, suatu arsip atau catatan manual, suatu tabel acuan manual,
suatu agenda atau buku.
Pada akhir pembangunan sistem, data store biasanya diimplementas ikan
sebagai file atau basis data. Penggambaran data store di DFD perlu memperhatikan
beberapa hal, sebagai berikut:
- Hanya proses saja yang berhubungan dengan data store, karena yang
menggunakan atau merubah data di data store adalah proses.
- Aliran data yang berasal dari proses menuju data store, hal ini berarti data
store berfungsi sebagai tujuan atau tempat penyimpanan dari suatu proses
(write process).
- Aliran data yang menuju ke data store dari suatu proses menunjukkan
proses update (update process) terhadap data yang tersimpan di data
store. Update process dapat berupa proses sebagai berikut:
a. Menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke
dalam simpanan data.
b. Menghapus record atau mengambil dokumen dari data store.
c. Merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di
data store.
- Arus data yang berasal dari data store ke suatu proses menunjukkan bahwa
proses tersebut menggunakan data yang ada di data store (read process).
Write process Read process Update process
Gambar 4 : Proses pada data store
1.2.4 Entitas Eksternal / Terminator
Terminator/ Entitas Eksternal merupakan kesatuan dilingkungan luar sistem yang
dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan/departemen yang
berada diluar sistem yang akan dibuat, diberi nama yang berhubungan dengan
sistem tersebut dan biasanya menggunakan kata benda.
Terminator biasanya Menggambarkan entitas yang berinteraksi dengan
sistem yang berada diluar ruang lingkup sistem (bukan yang menjalankan sistem
tersebut) atau entitas yang berfungsi sebagai producer/consumer dari sistem
(sumber atau tujuan data). Terdapat 2 jenis Terminator :
1. Terminator Sumber, Merupakan Terminator yang menjadi sumber
2. Terminator Tujuan, Merupakan Terminator yang menjadi tujuan data atau
informasi sistem.
Hal yang perlu diperhatikan tentang terminator :
1. Alur data yang menghubungkan terminator dengan sistem, menunjukkan
hubungan sistem dengan dunia luar.
2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi atau cara kerja, prosedur yang
berkaitan dengan Terminator.
3. Hubungan yang ada antar terminator tidak digambarkan dalam DFD.
1.3 Levelisasi DFD
Pendekatan dari representasi DFD adalah pendekatan Structure Analysis.
Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk melihat sistem pertama kali secara garis
besar (disebut dengan top level) dan kemudian memecahnya menjadi bagian yang
lebih terinci (disebut dengan lower lever).
DFD level teratas atau top level disebut dengan digram konteks (Context
Diagram). Kemudian dari konteks diagram ini akan dipecah menjadi lebih rinci
yang disebut dengan Overflow Diagram atau disebut juga dengan DFD Level 0.
Setiap proses di DFD Level 0 akan dipecah secara lebih rinci lagi menjadi DFD
level 1. Proses dari DFD Level 1 ini juga akan diperinci atau dipecah lagi menjadi
DFD Level 2. Demikian proses seterusnya sampai tiap – tiap proses pada tiap level
tidak dapat dipecah atau diperinci lagi. Proses yang sudah tidak bisa diperinci lagi
disebut dengan proses Primitif yang diidentifikasikan dengan huruf P yang
ditempatkan disamping nomor proses.
Gambar 5 : Levelisasi pada DFD
2. Flowchart (Bagan Alir)
2.1 Pengertian Flowchart (Bagan Alir)
Menurut Krismiaji (2010:71) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi
Akuntansi, menjelaskan bahwa “Flowchart merupakan teknik analitis yang
digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat dan
logis. Flowchart menggunakan serangkaian simbol standar untuk menguraikan
prosedur pengolahan transaksi yang digunakan oleh sebuah perusahaan, sekaligus
menguraikan aliran data dalam sebuah sistem”.
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan
hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan
simbol-simbol yang setiap simbolnya menggambarkan proses tertentu. Sedangkan
antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan
flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian
yang terlupakan dalam analisis masalah. Di samping itu flowchart juga berguna
sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim
sebuah proyek.
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat
mutlak. Karena flowchart merupakan hasil pemikiran dalam menganalisa suatu
masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi
antara satu pemrogram dengan pemrogram lain. Namun secara garis besar, setiap
pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
1. Input, berupa bahan mentah
2. Proses pengolahan, dan
3. Output, berupa bahan jadi.
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar
dari flowchart untuk pemecahan suatu masalah, yaitu:
- Start, berisi instruksi untuk persiapan peralatan yang diperlukan sebelum
menangani pemecahan persoalan.
- Read, berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input
- Process, berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan
dengan data yang dibaca
- Write, berisi instuksi untuk merekam hasil kegiatan ke peralatan input
- End, mengakhiri kegiatan pengolahan.
2.2 Simbol – simbol Flowchart
Dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Berikut ini
merupakan tabel dari simbol – simbol flowchart beserta nama dan fungsinya yang
secara umum digunakan :
Simbol Nama Fungsi
Off-line Connector
Untuk keluar/masuk prosedur
atau proses dalam
lembar/halaman yang lain
Connector
Untuk keluar/masuk prosedur
atau proses dalam
lembar/halaman yang sama
Comunication Link
Simbol transmisi untuk
informasi dari satu lokasi ke
lokasi lainnya
Process
Simbol yang menunjukkan
pengolahan yang dilakukan
oleh komputer
Manual Operation
Simbol yang menunjukkan
pengolahan yang tidak
dilakukanoleh komputer
Decision
Simbol untuk kondisi yang
akan menghasilkan beberapa
kemungkinan jawaban/aksi
Predefined Process
Untuk mempersiapkan
penyimpanan yang akan
digunakan sebagai tempat
pengolahan di dalam storage
Terminal
Untuk permulaan atau akhir
dari suatu program
Off-line Storage
Untuk menunjukkan bahwa
data di dalam symbol ini akan
disimpan
Manual Input
Untuk pemasukan data secara
manual on-line keyboard
Keying Operation
Simbol yang digunakan pada
operasi dengan menggunakan
mesin yang mempunyai
keyboard
Input-Output
Menyatakan proses input dan
output tanpa tergantung
dengan jenis peralatannya
Magnetig-tape unit
Menyatakan input berasal pita
magnetic atau output disimpan
ke pita magnetic
Punched card
Menyatakan input berasal dari
kartu atau output ditulis ke
kartu
Disk and on-line storage
Menyatakan input berasal dari
disk atau output disimpan ke
disk
Display
Menyatakan peralatan output
yang digunakan yaitu layar,
plotter, printer, dan sebagainya
Transmittal tape
Menyatakan input berasal dari
mesin jumlah/hitung
Dokumen
Menyatakan input berasal dari
dokumen dalam bentuk kertas
atau output dicetak ke kertas
Anak Panah Merepresentasikan alur kerja
2.3 Jenis – jenis flowchart
Sterneckert (2003) menyarankan untuk membuat model diagram alir yang berbeda
sesuai dengan perspektif pemakai (managers, system analysts and clerks) sehingga
dikenal ada 5 jenis diagram alir secara umum:
Tabel 3 : Simbol – simbol flowchart
2.3.1 Flowchart sistem
Flowchart sistem adalah bagan yang menunjukkan alur kerja dalam suatu sistem
secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada pada
sistem.
Flowchart sistem juga dapat diartikan sebagai diagram alir program yang
menggambarkan urutan pengerjaan dari suatu program dengan memanfaatkan
simbol-simbol tertentu. Data dan proses dalam flowchart sistem dapat digambarkan
baik secara online (dengan arti dihubungkan langsung dengan komputer) maupun
offline (dengan arti tidak dihubungkan langsung dengan komputer, misalnya mesin
ketik maupun kalkulator).
Gambar 6 : Flowchart system
2.3.2 Flowchart program
Flowchart Program dihasilkan dari flowchart sistem. Flowchart program memiliki
keterangan yang lebih terperinci tentang setiap langkah program atau prosedur yang
sesungguhnya dilaksanakan.
Flowchart program menunjukkan setiap langkah program atau prosedur
dalam urutan yang tepat saat terjadi. Flowchart program ini biasanya digunakan
programer untuk menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Bagi
analis, flowchart program biasanya digunakan untuk menggambarkan urutan-
urutan tugas atau aktifitas dalam suatu prosedur atau operasi.
Gambar 7 : Flowchart Program
2.3.3 Flowchart Proses
Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang
membagi-bagi ke dalam bagian-bagian dan menganalisis langkah-langkah
selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem.
Flowchart proses biasa digunakan untuk mempelajari dan mengembangkan
proses-proses manufacturing. Dalam analisis sistem, flowchart proses digunakan
secara efektif untuk menelusuri alur suatu laporan atau form. Simbol Flowchart
Proses - Terdapat lima buah simbol khusus pada flowchart proses, antara lain.
Gambar 8 : Flowchart Proses
2.3.4 Flowchart Dokumen
Flowchart dokumen atau disebut juga dengan flowchart paperwork adalah
flowchart yang berfungsi untuk menelusuri alur dari data yang ditulis melalui
sistem.
Fungsi utama dari flowchart ini adalah untuk menelusuri alur form dan
laporan sistem dari satu bagian ke bagian yang lainnya, baik itu bagaimana alur
form dan laporan yang diproses ataupun dicatat ataupun disimpan.
Gambar 9 : Flowchart Dokumen
2.3.5 Flowchart Skematik
Flowchart Skematik mirip dengan Flowchart Sistem yang menggambarkan suatu
sistem atau prosedur. Flowchart Skematik ini bukan hanya menggunakan simbol-
simbol flowchart standar, tetapi juga menggunakan gambar-gambar komputer,
peripheral, form-form atau peralatan lain yang digunakan dalam sistem.
Flowchart Skematik digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem
dengan seseorang yang tidak familiar dengan simbol-simbol flowchart yang
konvensional. Pemakaian gambar sebagai ganti dari simbol-simbol flowchart akan
menghemat waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempelajari simbol
abstrak sebelum dapat mengerti flowchart. Gambar-gambar ini mengurangi
kemungkinan salah pengertian tentang sistem, hal ini disebabkan oleh ketidak-
mengertian tentang simbol-simbol yang digunakan. Gambar-gambar juga
memudahkan pengamat untuk mengerti segala sesuatu yang dimaksudkan oleh
analis, sehingga hasilnya lebih menyenangkan dan tanpa ada salah pengertian.
Daftar Pustaka
Abdi , Nu. (2010). Contoh Contoh Diagram Konteks Sistem Informasi,
http://anasthea.blogspot.com/2010/04/contoh-contoh-diagram-konteks-
sistem.html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015).
Akbar, Syaichul. (2013). Pengertian Flowchart Sistem,
http://kajianinformasi.blogspot.com/2013/12/pengertian-flowchart-sistem.
html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015).
Hartono, Jogiyanto. (2004). Daftar Simbol, http://elib.unikom.ac.id. (Diakses
pada 27 februari 2015).
Kristanti, Tanti. dan Niluh Gede Redita A.K. (2012). “Sistem Informasi Nilai
SMPN 14 Bandung”. Jurnal Sistem Informasi, Vol. 7, No. 1, pp.85-94.
Minartiningtyas. (2013). Diagram Arus Data,
http://informatika.web.id/category/data-flow-diagram/. (Diakses tanggal
28 Februari 2015).
Oktora, Andrian. (2012). FLOWCHART Bag 1, http://auditorio-
materia.blogspot.com/2012/02/flowchart-bag-1.html. (Diakses tanggal 28
Februari 2015).
Ridho , Catur. (2014). Data Flow Diagram,
http://mouridho.blogspot.com/2014/01/data-flow-diagram-dfd.html.
(Diakses tanggal 28 Februari 2015).
Sari , Puspita. (2013). Pengertian Data Flow Diagram,
https://adepuspita28.wordpress.com/2013/10/26/pengertian-data-flow-
diagram-dfd-dan-contoh-gambar-dfd/. (Diakses tanggal 28 Februari 2015).
Wahyudiarbi , nur mohammad. (2014). Data Flow Diagram (DFD)
http://wahyudiarbi.blogspot.com/2014/01/data-flow-diagram-dfd.html.
(Diakses tanggal 28 Februari 2015)
Makalah
Analisa Perancangan Perangkat Lunak
“Data Flow Diagram & Flowchart”
Disusun Oleh :
Nama : Diah Afrianti
NIM : 120155201034
Teknik Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Maritim Raja Ali Haji
2015

Df ddiah

  • 1.
    1. DFD (DataFlow Diagram) Diperkenalkan oleh Tom DeMarco (1978) serta Chris Gane dan Trish Sarson (1979) berdasarkan notasi SADT (Structure Analysis dan Design Technique). DFD merupakan salah satu teknik yang cukup penting dalam menganalisa sistem karena: - Dapat mendefinisikan batasan sistem. - Membantu memeriksa kebenaran dan kelengkapan aliran informasi. - Merupakan dasar perancangan dengan memunculkan proses-proses pengolahan data. - Menjelaskan aliran data dalam sistem, sumber dan tujuan data, proses yang mengolah data tersebut, dan tempat penyimpanan datanya. - Merepresentasikan bagaimana informasi keluar masuk dari ke sistem, proses apa yang mengubah informasi tersebut dan dimana informasi disimpan. Data Flow Diagram atau DFD merupakan gambaran suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir. Dengan adanya Data Flow Diagram maka pemakai sistem yang kurang memahami dibidang komputer dapat mengerti sistem yang sedang berjalan. 1.1 Pengertian DFD menurut para ahli - Menurut Wijaya (2007) Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam obyek kemudian melewati suatu proses yang mentransformasikan ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain. - Menurut Kristanto (2003) Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di
  • 2.
    simpan, proses apayang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. - Menurut Jogiyanto Hartono (2005) Data Flow Diagram (DFD) adalah Diagram yang menggunakan notasi simbol untuk menggambarkan arus data system - Menurut Adi Nugroho (2011) Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggunakan notasi – notasi atau simbol – simbol untuk menggambarkan sistem jaringan kerja atar fungsi – fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data. - DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output (Pressman, 2002: 364). - Keuntungan dari DFD adalah memungkinkan untuk menggambarkan sistem dari level yang paling tinggi kemudian menguraikannya menjadi level yang lebih rendah (dekomposisi), sedangkan kekurangan dari DFD adalah tidak menunjukkan proses pengulangan, proses keputusan , dan proses perhitungan (Sutarbi, 2004:163). 1.2 Komponen - komponen DFD (Data Flow Diagram) Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan notasi dari komponen – komponen yang digunakan dalam DFD menurut Demarco dan Yourdon, dan meurut Gane dan Sarson : Demarco dan Yourdon Gane dan Sarson Keterangan Aliran data / Data Flow
  • 3.
    Proses Data Store Entitas Eksternal/ Terminator 1.2.1 Aliran Data (Data Flow) Data Flow pada DFD diberi simbol panah yang mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Aliran data digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data dari satu bagian ke bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir atau informasi. Data yang dinyatakan dengan aliran data boleh datang dari beberapa dokumen, jadi tidak perlu dirinci menjadi dokumen-dokumen tersebut. Data ini diberi nama sesuai dengan isi dari paket informasi (bukan nama dokumen) yang mengalir. Jumlah aliran data yang masuk dan keluar proses harus sama. Ada 4 konsep tentang alur data : Tabel 1 : Komponen – komponen DFD
  • 4.
    a. Packets ofdata Apabila ada 2 data atau lebih yang mengalir dari 1 sumber yang sama menuju pada tujuan yang sama dan mempunyai hubungan digambarkan dengan 1 alur data. b. Diverging data flow / Aliran data menyebar Apabila ada sejumlah paket data yang berasal dari sumber yang sama menuju pada tujuan yang berbeda atau paket data yang kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda. c. Converging data flow / Aliran data mengumpul Apabila ada beberapa alur data yang berbeda sumber menuju ke tujuan yang sama. Gambar 2 : Aliran data menyebar Gambar 1: Packet of data
  • 5.
    d. Sumber danTujuan Arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari maupun yang menuju proses. a. Sumber dari proses menuju bukan proses b. Sumber dari bukan proses menuju proses c. Sumber dari proses menuju proses Gambar 3 : Aliran data mengumpul
  • 6.
    1.2.2 Proses Komponen prosesadalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu aliran data / data flow yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan aliran data yang akan keluar dari proses. Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output. Transformasi menjelaskan bagaimana satu atau beberapa masukan diubah menjadi keluaran. Penamaan proses disesuaikan dengan proses atau kegiatan yang sedang dilakukan. Nama proses biasanya ditulis dalam kata kerja. Ada 4 kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output, seperti yang digambarkan dalam tabel dibawah ini: Proses 1 input dan 1 output Proses 1 input banyak output Proses banyak input dan 1 output Proses banyak input dan banyak output Dalam penulisan proses pada DFD ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Proses harus memiliki input dan output. Tabel 2 : Jenis – jenis proses pada DFD
  • 7.
    2. proses dapatdihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data. 3. Sistem atau bagian atau divisi atau departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses. 1.2.3 Penyimpanan Data (Data Store) Data Store merupakan tempat penyimpanan data berupa suatu file atau basis data di sistem komputer, suatu arsip atau catatan manual, suatu tabel acuan manual, suatu agenda atau buku. Pada akhir pembangunan sistem, data store biasanya diimplementas ikan sebagai file atau basis data. Penggambaran data store di DFD perlu memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut: - Hanya proses saja yang berhubungan dengan data store, karena yang menggunakan atau merubah data di data store adalah proses. - Aliran data yang berasal dari proses menuju data store, hal ini berarti data store berfungsi sebagai tujuan atau tempat penyimpanan dari suatu proses (write process). - Aliran data yang menuju ke data store dari suatu proses menunjukkan proses update (update process) terhadap data yang tersimpan di data store. Update process dapat berupa proses sebagai berikut: a. Menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data. b. Menghapus record atau mengambil dokumen dari data store. c. Merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di data store. - Arus data yang berasal dari data store ke suatu proses menunjukkan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di data store (read process).
  • 8.
    Write process Readprocess Update process Gambar 4 : Proses pada data store 1.2.4 Entitas Eksternal / Terminator Terminator/ Entitas Eksternal merupakan kesatuan dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan/departemen yang berada diluar sistem yang akan dibuat, diberi nama yang berhubungan dengan sistem tersebut dan biasanya menggunakan kata benda. Terminator biasanya Menggambarkan entitas yang berinteraksi dengan sistem yang berada diluar ruang lingkup sistem (bukan yang menjalankan sistem tersebut) atau entitas yang berfungsi sebagai producer/consumer dari sistem (sumber atau tujuan data). Terdapat 2 jenis Terminator : 1. Terminator Sumber, Merupakan Terminator yang menjadi sumber 2. Terminator Tujuan, Merupakan Terminator yang menjadi tujuan data atau informasi sistem. Hal yang perlu diperhatikan tentang terminator : 1. Alur data yang menghubungkan terminator dengan sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar. 2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi atau cara kerja, prosedur yang berkaitan dengan Terminator. 3. Hubungan yang ada antar terminator tidak digambarkan dalam DFD.
  • 9.
    1.3 Levelisasi DFD Pendekatandari representasi DFD adalah pendekatan Structure Analysis. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk melihat sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan kemudian memecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower lever). DFD level teratas atau top level disebut dengan digram konteks (Context Diagram). Kemudian dari konteks diagram ini akan dipecah menjadi lebih rinci yang disebut dengan Overflow Diagram atau disebut juga dengan DFD Level 0. Setiap proses di DFD Level 0 akan dipecah secara lebih rinci lagi menjadi DFD level 1. Proses dari DFD Level 1 ini juga akan diperinci atau dipecah lagi menjadi DFD Level 2. Demikian proses seterusnya sampai tiap – tiap proses pada tiap level tidak dapat dipecah atau diperinci lagi. Proses yang sudah tidak bisa diperinci lagi disebut dengan proses Primitif yang diidentifikasikan dengan huruf P yang ditempatkan disamping nomor proses. Gambar 5 : Levelisasi pada DFD
  • 10.
    2. Flowchart (BaganAlir) 2.1 Pengertian Flowchart (Bagan Alir) Menurut Krismiaji (2010:71) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi, menjelaskan bahwa “Flowchart merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat dan logis. Flowchart menggunakan serangkaian simbol standar untuk menguraikan prosedur pengolahan transaksi yang digunakan oleh sebuah perusahaan, sekaligus menguraikan aliran data dalam sebuah sistem”. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol-simbol yang setiap simbolnya menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di samping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim sebuah proyek. Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lain. Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: 1. Input, berupa bahan mentah 2. Proses pengolahan, dan 3. Output, berupa bahan jadi. Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar dari flowchart untuk pemecahan suatu masalah, yaitu:
  • 11.
    - Start, berisiinstruksi untuk persiapan peralatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan persoalan. - Read, berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input - Process, berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan dengan data yang dibaca - Write, berisi instuksi untuk merekam hasil kegiatan ke peralatan input - End, mengakhiri kegiatan pengolahan. 2.2 Simbol – simbol Flowchart Dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Berikut ini merupakan tabel dari simbol – simbol flowchart beserta nama dan fungsinya yang secara umum digunakan : Simbol Nama Fungsi Off-line Connector Untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang lain Connector Untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama Comunication Link Simbol transmisi untuk informasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya Process Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer
  • 12.
    Manual Operation Simbol yangmenunjukkan pengolahan yang tidak dilakukanoleh komputer Decision Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi Predefined Process Untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage Terminal Untuk permulaan atau akhir dari suatu program Off-line Storage Untuk menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan Manual Input Untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard Keying Operation Simbol yang digunakan pada operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard Input-Output Menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya Magnetig-tape unit Menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic
  • 13.
    Punched card Menyatakan inputberasal dari kartu atau output ditulis ke kartu Disk and on-line storage Menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk Display Menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya Transmittal tape Menyatakan input berasal dari mesin jumlah/hitung Dokumen Menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas Anak Panah Merepresentasikan alur kerja 2.3 Jenis – jenis flowchart Sterneckert (2003) menyarankan untuk membuat model diagram alir yang berbeda sesuai dengan perspektif pemakai (managers, system analysts and clerks) sehingga dikenal ada 5 jenis diagram alir secara umum: Tabel 3 : Simbol – simbol flowchart
  • 14.
    2.3.1 Flowchart sistem Flowchartsistem adalah bagan yang menunjukkan alur kerja dalam suatu sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada pada sistem. Flowchart sistem juga dapat diartikan sebagai diagram alir program yang menggambarkan urutan pengerjaan dari suatu program dengan memanfaatkan simbol-simbol tertentu. Data dan proses dalam flowchart sistem dapat digambarkan baik secara online (dengan arti dihubungkan langsung dengan komputer) maupun offline (dengan arti tidak dihubungkan langsung dengan komputer, misalnya mesin ketik maupun kalkulator). Gambar 6 : Flowchart system
  • 15.
    2.3.2 Flowchart program FlowchartProgram dihasilkan dari flowchart sistem. Flowchart program memiliki keterangan yang lebih terperinci tentang setiap langkah program atau prosedur yang sesungguhnya dilaksanakan. Flowchart program menunjukkan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat saat terjadi. Flowchart program ini biasanya digunakan programer untuk menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Bagi analis, flowchart program biasanya digunakan untuk menggambarkan urutan- urutan tugas atau aktifitas dalam suatu prosedur atau operasi. Gambar 7 : Flowchart Program
  • 16.
    2.3.3 Flowchart Proses FlowchartProses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang membagi-bagi ke dalam bagian-bagian dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem. Flowchart proses biasa digunakan untuk mempelajari dan mengembangkan proses-proses manufacturing. Dalam analisis sistem, flowchart proses digunakan secara efektif untuk menelusuri alur suatu laporan atau form. Simbol Flowchart Proses - Terdapat lima buah simbol khusus pada flowchart proses, antara lain. Gambar 8 : Flowchart Proses
  • 17.
    2.3.4 Flowchart Dokumen Flowchartdokumen atau disebut juga dengan flowchart paperwork adalah flowchart yang berfungsi untuk menelusuri alur dari data yang ditulis melalui sistem. Fungsi utama dari flowchart ini adalah untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian yang lainnya, baik itu bagaimana alur form dan laporan yang diproses ataupun dicatat ataupun disimpan. Gambar 9 : Flowchart Dokumen
  • 18.
    2.3.5 Flowchart Skematik FlowchartSkematik mirip dengan Flowchart Sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur. Flowchart Skematik ini bukan hanya menggunakan simbol- simbol flowchart standar, tetapi juga menggunakan gambar-gambar komputer, peripheral, form-form atau peralatan lain yang digunakan dalam sistem. Flowchart Skematik digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem dengan seseorang yang tidak familiar dengan simbol-simbol flowchart yang konvensional. Pemakaian gambar sebagai ganti dari simbol-simbol flowchart akan menghemat waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempelajari simbol abstrak sebelum dapat mengerti flowchart. Gambar-gambar ini mengurangi kemungkinan salah pengertian tentang sistem, hal ini disebabkan oleh ketidak- mengertian tentang simbol-simbol yang digunakan. Gambar-gambar juga memudahkan pengamat untuk mengerti segala sesuatu yang dimaksudkan oleh analis, sehingga hasilnya lebih menyenangkan dan tanpa ada salah pengertian.
  • 19.
    Daftar Pustaka Abdi ,Nu. (2010). Contoh Contoh Diagram Konteks Sistem Informasi, http://anasthea.blogspot.com/2010/04/contoh-contoh-diagram-konteks- sistem.html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Akbar, Syaichul. (2013). Pengertian Flowchart Sistem, http://kajianinformasi.blogspot.com/2013/12/pengertian-flowchart-sistem. html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Hartono, Jogiyanto. (2004). Daftar Simbol, http://elib.unikom.ac.id. (Diakses pada 27 februari 2015). Kristanti, Tanti. dan Niluh Gede Redita A.K. (2012). “Sistem Informasi Nilai SMPN 14 Bandung”. Jurnal Sistem Informasi, Vol. 7, No. 1, pp.85-94. Minartiningtyas. (2013). Diagram Arus Data, http://informatika.web.id/category/data-flow-diagram/. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Oktora, Andrian. (2012). FLOWCHART Bag 1, http://auditorio- materia.blogspot.com/2012/02/flowchart-bag-1.html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Ridho , Catur. (2014). Data Flow Diagram, http://mouridho.blogspot.com/2014/01/data-flow-diagram-dfd.html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Sari , Puspita. (2013). Pengertian Data Flow Diagram, https://adepuspita28.wordpress.com/2013/10/26/pengertian-data-flow- diagram-dfd-dan-contoh-gambar-dfd/. (Diakses tanggal 28 Februari 2015). Wahyudiarbi , nur mohammad. (2014). Data Flow Diagram (DFD) http://wahyudiarbi.blogspot.com/2014/01/data-flow-diagram-dfd.html. (Diakses tanggal 28 Februari 2015)
  • 20.
    Makalah Analisa Perancangan PerangkatLunak “Data Flow Diagram & Flowchart” Disusun Oleh : Nama : Diah Afrianti NIM : 120155201034 Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji 2015