DETERMINAN KOTA
SEHAT DAN PERANAN
STAKEHOLDER
BY. LINDY
SEPTIAN.K
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM
INDONESIA
MAKASSAR
KOTA SEHAT
kota sehat adalah suatu pendekatan
untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat dengan mendorong
terciptanya kualitas lingkungan fisik,
sosial, budaya dan produktivitas,
serta perekonomian yang sesuai
dengan kebutuhan wilayah
perkotaan.
Tujuan Pembangunan Kota Sehat
 Tujuan kota sehat ialah tercapainya kondisi
kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan
sehat bagi warganya melalui upaya
peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial
dan budaya secara optimal sehingga dapat
mendukung pempat yang meningkatan
produktifitas dan perekonomian wilayah
Konsep Kota Sehat

 Konsep Kota Sehat merupakan pola
pendekatan untuk mencapai kondisi
kota/kabupaten yang aman, nyaman dan
sehat bagi warganya melalui upaya
peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial
dan budaya secara optimal sehingga dapat
mendukung peningkatan produktivitas dan
perekonomian wilayah (atau lebih bertujuan
kepada ‘good governance’). Kota Sehat
merupakan gerakan untuk
mendorong inisiatif masyarakat (capacity
building) menuju hidup
sehat.(Anonimous,2010)
Upaya-upaya Menuju Kota Sehat

 1. Mengendalikan dan memberantas
penyakit menular dan penyakit parasit
serta beban kesehatan yang memberakan
penduduk kota.
 2. Mengurangi bahaya zat kimiawi dan fisik
di rumah, di tempat kerja, dan di wilayah
kota yang lebih besar.
 3. Menciptakan kualitas lingkungan yang
berkualitas bagi penduduk kota
 4. Meminimalisasi transfer biaya lingkungan
kepada wilayah dan masyarakat serta sistim
lingkungan di sekitar kota dan kota lain.
 5. Menjamin adanya konsumsi yang
berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.

Kebijakan untuk melaksanakan Kota
Sehat
 1. Menciptakan dan mengembangkan sebuah kota yang
sehat dimana masyarakat, pemerintah dan stakeholder
merasa bertanggungjawab dan perduli terhadap sanitasi dan
kesehatan lingkungan.
 2. Dijadikan sebagai suatu rekomendasi kebijakan
pembangunan kota yang berkelanjutan dalam bentuk
peraturan daerah (Perda) kepada pemerintah daerah
khususnya mengenai isu sanitasi lingkungan.
 3. Menciptakan suatu kondisi kesehatan dan tata kota yang
maksimal dalam rangka tercapainya suatu kondisi
kesejahteraan hidup masyarakat yang baik.
 4. Mencegah dan menanggulangi mewabahnya berbagai
macam penyakit dikota – kota besar akibat kurangnya
sanitasi lingkungan yang dapat memicu munculnya masalah-
masalah sosial lainnya dengan menempatkan patisipatif
penduduk sebagai pemeran utama pembangunan.
NEXT….
 5. Sosialisasi dan pembentukan kelompok-
kelompok kerja sanitasi lingkungandi
kecamatan/ kelurahan
 6. Pelaksanaan gerakan sanitasi lingkungan
 7. Monitoring dan evaluasi.
Peranan Stakeholder
terhadap kota sehat
 Beberapa prinsip lokal yang dapat
dilaksanakan ialah peranan utama
pemerintah lokal dan partisipasi dari
segenap stakeholder. pentingnya
peranan pemerintah lokal, partisipasi
segenap stakeholder, dan perhatian
pada kesehatan dalam upaya mencapai
pembangunan yang berkelanjutan.
 Sasaran dan Tujuan Stakeholder Terhadap Kota
Sehat

 1. Sanitasi lingkungan (Air, Aliran
pembuangan/drainage dan Sampah padat)
 2. Udara
 3. Managemen tanah
 4. Emisi gas
 5. Kecelakaan Kelima isu lingkungan ini jika dikaitkan
dengan perilaku dan akses pelayanan kesehatan
akan menimbulkan masalah kesehatan perkotaan.

WASALLAM

Determinan kota sehat dan peranan stakeholder

  • 1.
    DETERMINAN KOTA SEHAT DANPERANAN STAKEHOLDER BY. LINDY SEPTIAN.K FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR
  • 2.
    KOTA SEHAT kota sehatadalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan produktivitas, serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perkotaan.
  • 3.
    Tujuan Pembangunan KotaSehat  Tujuan kota sehat ialah tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung pempat yang meningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah
  • 4.
    Konsep Kota Sehat  Konsep Kota Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kota/kabupaten yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian wilayah (atau lebih bertujuan kepada ‘good governance’). Kota Sehat merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju hidup sehat.(Anonimous,2010)
  • 5.
    Upaya-upaya Menuju KotaSehat   1. Mengendalikan dan memberantas penyakit menular dan penyakit parasit serta beban kesehatan yang memberakan penduduk kota.  2. Mengurangi bahaya zat kimiawi dan fisik di rumah, di tempat kerja, dan di wilayah kota yang lebih besar.  3. Menciptakan kualitas lingkungan yang berkualitas bagi penduduk kota  4. Meminimalisasi transfer biaya lingkungan kepada wilayah dan masyarakat serta sistim lingkungan di sekitar kota dan kota lain.  5. Menjamin adanya konsumsi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. 
  • 6.
    Kebijakan untuk melaksanakanKota Sehat  1. Menciptakan dan mengembangkan sebuah kota yang sehat dimana masyarakat, pemerintah dan stakeholder merasa bertanggungjawab dan perduli terhadap sanitasi dan kesehatan lingkungan.  2. Dijadikan sebagai suatu rekomendasi kebijakan pembangunan kota yang berkelanjutan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) kepada pemerintah daerah khususnya mengenai isu sanitasi lingkungan.  3. Menciptakan suatu kondisi kesehatan dan tata kota yang maksimal dalam rangka tercapainya suatu kondisi kesejahteraan hidup masyarakat yang baik.  4. Mencegah dan menanggulangi mewabahnya berbagai macam penyakit dikota – kota besar akibat kurangnya sanitasi lingkungan yang dapat memicu munculnya masalah- masalah sosial lainnya dengan menempatkan patisipatif penduduk sebagai pemeran utama pembangunan.
  • 7.
    NEXT….  5. Sosialisasidan pembentukan kelompok- kelompok kerja sanitasi lingkungandi kecamatan/ kelurahan  6. Pelaksanaan gerakan sanitasi lingkungan  7. Monitoring dan evaluasi.
  • 8.
    Peranan Stakeholder terhadap kotasehat  Beberapa prinsip lokal yang dapat dilaksanakan ialah peranan utama pemerintah lokal dan partisipasi dari segenap stakeholder. pentingnya peranan pemerintah lokal, partisipasi segenap stakeholder, dan perhatian pada kesehatan dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
  • 9.
     Sasaran danTujuan Stakeholder Terhadap Kota Sehat   1. Sanitasi lingkungan (Air, Aliran pembuangan/drainage dan Sampah padat)  2. Udara  3. Managemen tanah  4. Emisi gas  5. Kecelakaan Kelima isu lingkungan ini jika dikaitkan dengan perilaku dan akses pelayanan kesehatan akan menimbulkan masalah kesehatan perkotaan. 
  • 10.

Editor's Notes

  • #6 termasuk dalam kegiatan ini ialah adanya ruang terbuka kota, penyediaan tempat bermain untuk umum, perlindungan pada warisan budaya dan perlindungan keadaan alam
  • #7 1. Menciptakan dan mengembangkan sebuah kota yang sehat dimana masyarakat, pemerintah dan stakeholder merasa bertanggungjawab dan perduli terhadap sanitasi dan kesehatan lingkungan. 2. Dijadikan sebagai suatu rekomendasi kebijakan pembangunan kota yang berkelanjutan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) kepada pemerintah daerah khususnya mengenai isu sanitasi lingkungan. 3. Menciptakan suatu kondisi kesehatan dan tata kota yang maksimal dalam rangka tercapainya suatu kondisi kesejahteraan hidup masyarakat yang baik. 4. Mencegah dan menanggulangi mewabahnya berbagai macam penyakit dikota – kota besar akibat kurangnya sanitasi lingkungan yang dapat memicu munculnya masalah-masalah sosial lainnya dengan menempatkan patisipatif penduduk sebagai pemeran utama pembangunan. Sehingga persepsi, keinginan, dan seleksi masalah dilakukan oleh penduduk setempat 1. Menciptakan dan mengembangkan sebuah kota yang sehat dimana masyarakat, pemerintah dan stakeholder merasa bertanggungjawab dan perduli terhadap sanitasi dan kesehatan lingkungan. 2. Dijadikan sebagai suatu rekomendasi kebijakan pembangunan kota yang berkelanjutan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) kepada pemerintah daerah khususnya mengenai isu sanitasi lingkungan. 3. Menciptakan suatu kondisi kesehatan dan tata kota yang maksimal dalam rangka tercapainya suatu kondisi kesejahteraan hidup masyarakat yang baik. 4. Mencegah dan menanggulangi mewabahnya berbagai macam penyakit dikota – kota besar akibat kurangnya sanitasi lingkungan yang dapat memicu munculnya masalah-masalah sosial lainnya dengan menempatkan patisipatif penduduk sebagai pemeran utama pembangunan. Sehingga persepsi, keinginan, dan seleksi masalah dilakukan oleh penduduk setempat
  • #8 5. Sosialisasi dan pembentukan kelompok-kelompok kerja sanitasi lingkungandi kecamatan/ kelurahan dengan menyebarluaskan informasi dan diskusi mengenai rencana kota sehat dan sanitasi lingkungan di pelbagai forum masyarakat. Melalui proses ini diharapkan semua stakeholder berperan serta dalam rencana-rencana tersebut. 6. Pelaksanaan gerakan sanitasi lingkungan hendaknya melibatkan kelompok-kelompok masyarakat, organisasi non pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah sejalan dengan rencana yang telah disepakati. 7. Monitoring dan evaluasi. Pada tahap ini forum diharapkan dapat membahas pelaksanaan, hasil yang telah dicapai, mempelajari kegagalan, dan faktor-faktor pendukung serta penghambat.