Definisi Plastik
Kata Kunci: malleable, plastik, polimer karbon, polimerisasi semi-sintetik, polimerisasi sintetik,
reliency
Ditulis oleh Ratna dkk pada 22-01-2010




Plastik adalah bahan yang mempunyai derajat kekristalan lebih rendah daripada serat, dan dapat
dilunakkan atau dicetak pada suhu tinggi (suhu peralihan kacanya diatas suhu ruang), jika tidak
banyak bersambung silang. Plastik merupakan polimer bercabang atau linier yang dapat
dilelehkan diatas panas penggunaannya. Plastik dapat dicetak (dan dicetak ulang) sesuai dengan
bentuk yang diinginkan dan yang dibutuhkan dengan menggunakan proses injection molding dan
ekstrusi.

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari
kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk
meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alam yang termasuk plastik.
Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak
dari mereka “malleable”, memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang
sangat banyak dalam properti yang dapat menolerans panas, keras, “reliency” dan lain-lain.
Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan
memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.

Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal
karena shear stress- lihat keplastikan (fisika) dan ductile.

Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-
belakang polimernya (vinyl{chloride, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi
lainnya juga umum.

Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk
banyak unit molekul berulang, atau “monomer”. Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon
saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang (beberapa minat
komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang
menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup
molekuler berlainan “bergantung” dari tulang-belakgan (biasanya “digantung” sebagai bagian
dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer).
Pengesetan ini oleh grup “pendant” telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di
kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut.

Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, “shellac”)
sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, “nitrocellulose”)
dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene)




Pengertian dan Jenis Jenis Plastik
Home › Artikel › life style   - Comments

Plastik merupakan bahan baru yang semakin berkembang. Dewasa ini, plastik banyak
digunakan untuk berbagai macam bahan dasar. Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan
pengemas, konstruksi, elektroteknik, automotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga,
bahan pesawat, kapal mainan dan lain sebagainya.

Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas di dasarkan pada alasan bahwa bahan
plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain antara lain, seperti tidak mudah
berkarat,       kuat,       tidak       mudah        pecah,      ringan,        dan       elastis.
Ada beberapa proses yang terjadi pada industri plastik, yaitu bahan dasar biji plastik mengalami
pemanasan, kemudian dikirim ke tempat pembentukan. Pembentukan bisa dilakukan dengan
berbagai cara antara lain: pencetakan, pengepresan, dan pembentukan dengan pemanasan atau
dengan vakum. Setelah mengalami pembentukan, selanjutnya dilakukan proses pendinginan.
Proses ini bertujuan agar plastik yang sudah terbentuk tidak mengalami perubahan bentuk lagi.

1.                                      Jenis-jenis                                       plastik.
Secara      umum       plastik   dikategorikan       menjadi    dua     kelompok       yaitu     :
1.                                        Thermo                                           Halus
Thermo halus adalah plastik yang mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi halus.
Jenis plastik ini sering kita gunakan karena sifat plastik ini mudah dibentuk sesuai keinginan
kita.
2.                                        Thermo                                           Kasar
Thermo kasar adalah plastik yamg mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi keras
dan tidak akan menjadi lunak. Jenis plastik ini sering digunakan pada industri-industri besar dan
juga digunakan pada pesawat ruang angkasa.

Selain pengelompokan plastik seperti di atas, plastik secara komersial dikenal dengan berbagai
macam       nama.     Penamaan      ini    dibuat      berdasarkan     bahan     penyusunnya.
Jenis-jenis              plastik                tersebut                adalah                :
a.                                      Polyetheen                                        (PE).
b.                 Poly                 Vinyl                  Chlorida                 (PVC).
c.                        Poly                           Propylen                          (PP)
d.            Poly           Methil              Meth             Acrylaat            (PMMA)
e.              Acrylonitrit            butadieen            Styreen                        (ABS).
f.                         Poly                       Amide                                  (PA).
g.           Polyester          (Cairan          pengeras         dan                     perapat).
h.                 Poly                 Ethen               Three                           (PET).

Masing-masing jenis plastik di atas mempunyai               karakteristik   yang   berbeda-beda.
Berikut ini beberapa karakteristik jenis-jenis plastik.

1.                                    Polyetheen                                         lunak,
Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, kalau dibakar terjadi tetesan api, asap warna hitam
dan bau seperti lilin.

2.           Poly            Methil             Meth              Acrylaat             (PMMA),
Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, kalau dibakar terjadi percikan api, bau sedikit manis,
dan nyala api kuning kebiru-biruan.

3.                                       Polystreen                                          (PS),
Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, asap tebal, dan nyala api oranye kekuningan.

4.            Poly              Vynil              Chlorida           (PVC)            lunak,
Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman),
dan mudah dibentuk.

5.            Poly              Vynil              Chlorida          (PVC)            keras,
Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman),
dan susah

Pengertian Plastik dan Sejarah Plastik
Author: admin

Untuk mengurangi kekeliruan pemahaman kita tentang plastik, sebaiknya kita ketahui dulu apa
pengertian, jenis, manfaat, dan bahaya dari plastik tersebut.
Plastik dapat diartikan sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau
dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki
derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat.
Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat dari banyaknya plastik
yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an, plastik menjadi bahan atau bagian
kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini terbukti dari banyaknya plastik yang dibuat dan
dicetak.
Tiap tahun, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005 plastik dicetak
sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik sebab
hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan terbuat dari plastik, semisal botol, sandal, tas,
keranjang, ember, dan gelas.
Plastik menjadi primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski bersifat hampir sama
dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat dan mahal. Akhirnya, hal itu yang
membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi.
Sedangkan sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap
tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastik. frans ekodhanto
Sejarah Plastik
Plastik menggantikan bola biliar yang semula terbuat dari semen. Adalah Alexander Parkes,
orang yang pertama kali memperkenalkan istilah plastik. Ketika itu, Parkes memperkenalkannya
di sebuah Great International Exhibition di London pada 1892.
Salah satu hasilnya adalah ketika bola biliar yang semula terbuat dari semen digantikan dengan
bahan temuan Hyatt ini. Sayangnya, temuan Hyatt dianggap kurang bagus sebab jenis plastik ini
sangat mudah meleleh di udara panas dan akhirnya bentuknya rusak. Ketika selulosa dijadikan
bahan pembuat film yang kemudian disebut seluloid pada awal 1900.
Dalam waktu hampir bersamaan, tepatnya 1897, muncul jenis plastik lain bernama formaldehyde
resins atau disebut bakelit. Namun, jenis plastik ini kemudian disebut sebagai plastik modern.
Salah satu produk yang terkenal ketika itu adalah ketika jenis ini digunakan sebagai campuran
pembuat kapur tulis.
Plastik jenis ini mencampur antara formaldehyde resin dengan teknik pembuatan dengan
elektrisitas (listrik). Plastik milik Smith bersifat lebih keras dan kaku.
Secara garis besar, pada 1839 – 1894 merupakan era kemunculan plastik jenis semisintetis.
Sedangkan pada awal abad ke-20 (1908 – 1932) merupakan era paling produktif munculnya
jenis-jenis plastik, mulai dari plastik yang kemudian dijadikan benang (nilon), PVC yang lebih
elastis, hingga “si busa putih bernama Styrofoam temuan Ray McIntire pada 1954″.
Memasuki era modern, 1940 – 1980, material pembuat plastik bukan hanya dari selulosa,
alkohol, atau resin, namun ada yang dicampur kristal. Yang sifatnya kaku, awet, dan bening
transparan seperti kristal. Plastik jenis ini kemudian banyak digunakan sebagai kaca lampu
kendaraan atau lampu-lampu lainn

Definisi plastik

  • 1.
    Definisi Plastik Kata Kunci:malleable, plastik, polimer karbon, polimerisasi semi-sintetik, polimerisasi sintetik, reliency Ditulis oleh Ratna dkk pada 22-01-2010 Plastik adalah bahan yang mempunyai derajat kekristalan lebih rendah daripada serat, dan dapat dilunakkan atau dicetak pada suhu tinggi (suhu peralihan kacanya diatas suhu ruang), jika tidak banyak bersambung silang. Plastik merupakan polimer bercabang atau linier yang dapat dilelehkan diatas panas penggunaannya. Plastik dapat dicetak (dan dicetak ulang) sesuai dengan bentuk yang diinginkan dan yang dibutuhkan dengan menggunakan proses injection molding dan ekstrusi. Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alam yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka “malleable”, memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menolerans panas, keras, “reliency” dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri. Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena shear stress- lihat keplastikan (fisika) dan ductile. Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang- belakang polimernya (vinyl{chloride, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum. Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau “monomer”. Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang (beberapa minat komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan “bergantung” dari tulang-belakgan (biasanya “digantung” sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer).
  • 2.
    Pengesetan ini olehgrup “pendant” telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut. Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, “shellac”) sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, “nitrocellulose”) dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene) Pengertian dan Jenis Jenis Plastik Home › Artikel › life style - Comments Plastik merupakan bahan baru yang semakin berkembang. Dewasa ini, plastik banyak digunakan untuk berbagai macam bahan dasar. Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi, elektroteknik, automotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga, bahan pesawat, kapal mainan dan lain sebagainya. Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas di dasarkan pada alasan bahwa bahan plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain antara lain, seperti tidak mudah berkarat, kuat, tidak mudah pecah, ringan, dan elastis. Ada beberapa proses yang terjadi pada industri plastik, yaitu bahan dasar biji plastik mengalami pemanasan, kemudian dikirim ke tempat pembentukan. Pembentukan bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain: pencetakan, pengepresan, dan pembentukan dengan pemanasan atau dengan vakum. Setelah mengalami pembentukan, selanjutnya dilakukan proses pendinginan. Proses ini bertujuan agar plastik yang sudah terbentuk tidak mengalami perubahan bentuk lagi. 1. Jenis-jenis plastik. Secara umum plastik dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu : 1. Thermo Halus Thermo halus adalah plastik yang mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi halus. Jenis plastik ini sering kita gunakan karena sifat plastik ini mudah dibentuk sesuai keinginan kita. 2. Thermo Kasar Thermo kasar adalah plastik yamg mempunyai sifat apabila dipanaskan ia akan menjadi keras dan tidak akan menjadi lunak. Jenis plastik ini sering digunakan pada industri-industri besar dan juga digunakan pada pesawat ruang angkasa. Selain pengelompokan plastik seperti di atas, plastik secara komersial dikenal dengan berbagai macam nama. Penamaan ini dibuat berdasarkan bahan penyusunnya. Jenis-jenis plastik tersebut adalah : a. Polyetheen (PE). b. Poly Vinyl Chlorida (PVC). c. Poly Propylen (PP) d. Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA)
  • 3.
    e. Acrylonitrit butadieen Styreen (ABS). f. Poly Amide (PA). g. Polyester (Cairan pengeras dan perapat). h. Poly Ethen Three (PET). Masing-masing jenis plastik di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa karakteristik jenis-jenis plastik. 1. Polyetheen lunak, Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, kalau dibakar terjadi tetesan api, asap warna hitam dan bau seperti lilin. 2. Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA), Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, kalau dibakar terjadi percikan api, bau sedikit manis, dan nyala api kuning kebiru-biruan. 3. Polystreen (PS), Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, asap tebal, dan nyala api oranye kekuningan. 4. Poly Vynil Chlorida (PVC) lunak, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman), dan mudah dibentuk. 5. Poly Vynil Chlorida (PVC) keras, Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-asaman), dan susah Pengertian Plastik dan Sejarah Plastik Author: admin Untuk mengurangi kekeliruan pemahaman kita tentang plastik, sebaiknya kita ketahui dulu apa pengertian, jenis, manfaat, dan bahaya dari plastik tersebut. Plastik dapat diartikan sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat. Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an, plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini terbukti dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Tiap tahun, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005 plastik dicetak sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik sebab hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan terbuat dari plastik, semisal botol, sandal, tas, keranjang, ember, dan gelas. Plastik menjadi primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski bersifat hampir sama dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat dan mahal. Akhirnya, hal itu yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi.
  • 4.
    Sedangkan sebanyak 9,1miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastik. frans ekodhanto Sejarah Plastik Plastik menggantikan bola biliar yang semula terbuat dari semen. Adalah Alexander Parkes, orang yang pertama kali memperkenalkan istilah plastik. Ketika itu, Parkes memperkenalkannya di sebuah Great International Exhibition di London pada 1892. Salah satu hasilnya adalah ketika bola biliar yang semula terbuat dari semen digantikan dengan bahan temuan Hyatt ini. Sayangnya, temuan Hyatt dianggap kurang bagus sebab jenis plastik ini sangat mudah meleleh di udara panas dan akhirnya bentuknya rusak. Ketika selulosa dijadikan bahan pembuat film yang kemudian disebut seluloid pada awal 1900. Dalam waktu hampir bersamaan, tepatnya 1897, muncul jenis plastik lain bernama formaldehyde resins atau disebut bakelit. Namun, jenis plastik ini kemudian disebut sebagai plastik modern. Salah satu produk yang terkenal ketika itu adalah ketika jenis ini digunakan sebagai campuran pembuat kapur tulis. Plastik jenis ini mencampur antara formaldehyde resin dengan teknik pembuatan dengan elektrisitas (listrik). Plastik milik Smith bersifat lebih keras dan kaku. Secara garis besar, pada 1839 – 1894 merupakan era kemunculan plastik jenis semisintetis. Sedangkan pada awal abad ke-20 (1908 – 1932) merupakan era paling produktif munculnya jenis-jenis plastik, mulai dari plastik yang kemudian dijadikan benang (nilon), PVC yang lebih elastis, hingga “si busa putih bernama Styrofoam temuan Ray McIntire pada 1954″. Memasuki era modern, 1940 – 1980, material pembuat plastik bukan hanya dari selulosa, alkohol, atau resin, namun ada yang dicampur kristal. Yang sifatnya kaku, awet, dan bening transparan seperti kristal. Plastik jenis ini kemudian banyak digunakan sebagai kaca lampu kendaraan atau lampu-lampu lainn