CHEST MEETING
Senin, 20 Mei 2024
DPJP : Dr.dr.Telly Melinda, Sp.PD-KP
PPDS : dr. Danang Andi
IDENTITAS PASIEN
• Nama Pasien : Tn.Hains Arneld
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• NRM : 470-58-64.
• Tempat Lahir : Jakarta
• Umur : 47 tahun.
• Agama : Kristen
• Status : Menikah.
• Kewarganegaraan : WNI.
Anamnesa
• Keluhan Utama
• Batuk kering hilang timbul sejak 4 bulan terakhir
Anamnesa
• Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien mengeluhkan batuk kering sejak 4 bulan terakhir yang hilang timbul. Batuk tidak
produktif dan tidak pernah mengeluarkan darah.
• Saat ini tidak mengeluhkan sesak, namun menurut pasien terkadang ada rasa sesak, tidak
berbunyi mengi, tidak diperberat dengan aktivitas, tidak memberat di malam hari ,daisertai
rasa tidak nyaman di dada. Keluhan biasanya hilang timbul. Pasien tidur tidak membutuhkan
bantal lebih dari satu
• Pasien tidak mengeluhkan demam maupun benjolan.
• Tidak ada keluhan keringat malam
• Pasien juga tidak mengeluhkan nyeri dada maupun nafsu makan menurun.
• Riwayat kontak dengan pasien TB disangkal
• Tidak ada keluhan BAB kehitamanh, muntah darah atau tanda perdarahan lainnya
• Sejak 1 tahun terakhir, pasien rutin berobat ke Poli Pulmo RSCM dan dinyatakan sebagai ILD,
pasien juga rutin berobat ke Poli Alergi dan rutin mendapat metilprenidsolon 1 tahun terakhir
Background
• 1 tahun smrs mulai sering lemas, pucat dan mudah lelah. Pasien juga mulai sering batuk
kering dan sesak terutama saat beraktivitas. Sesak tidak tidak dipengaruhi posisi. Sesak
mendadak saat tidur tidak ada.
• Pasien berobat ke RS Carolus ditemukan anemia dan tidak ditemukan kelainan di paru
lalu dirujuk ke Yarsi untuk CT scan dan spirometry. di Yarsi pasien hanya dikatakan bukan
TBC, lalu mulai diberikan symbicort, pasien menggunakan secara rutin.
• Pasien diberikan sangobion untuk anemia. Pasien berobat ke RSCM, dikatakan ILD.
• BB sempat turun 20 kg dalam 2 tahun, 1 tahun terakhir stabil.
• Nyeri sendi, rambut rontok, sariawan, ruam-ruam disangkal.
• Riw. saat kecil pekerjaan orang tua di industri rotan dari 19 tahun, 30 tahun, tanpa
menggunakan APD.
• Pasien sering menghirup debu industri.
• Riw merokok 10 tahun 1 bungkus 3-7 hari, sudah berhenti sejak 2002.
• Riw TBC disangkal dan Riw COVID disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu
• Pasien tidak ada Riwayat TB Paru , Hepatitis dan penyakit jantung sebelumnya
• Riwayat Penyakit Keluarga
• Dalam keluarga tidak ada Riwayat HT dan DM
• Riwayat keluhan serupa pasien disangkal
• Terdapat Riwayat Asma pada Ibu pasien
• Riwayat Pekerjaan
• pegawai
• Riwayat pngobatan
• Pasien rutin berobat ke Poli Pulmo dan Poli Alergi RSCM dan mendapat terapi
Metil 4 mg, Myfortic 320 mg, serta NAC 3x200 mg
PEMERIKSAAN FISIK
• KU: CM, TD: 131/74 mmHg, Nadi: 78x/menit, RR: 20x/menit, T: 360C
• Wajah : Moon Face
• Mata : konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik
• Leher : KGB tidak teraba pembesaran,5+1 cmH2O.
• Paru : Vesikuler bilateral, Tidak ada ronki dan wheezing
• Jantung : BJ I - II reguler, tanpa murmur dan gallop.
• Abdomen : Datar, supel, bising usus normal, tidak ada nyeri
tekan, Hepar/limpa tidak teraba membesar.
• Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 detik, tidak ada edema.
DIAGNOSIS
• ILD dd Sarcoidosis
• Anemia Mikrositik Hipokrom ec ACD
Pemeriksaan Penunjang
• Lab 29/11/23
HBsAg/Anti HCV/Anti HCV NR/NR/NR
IgE total 3243
IgG 5882
IgA 1089
IgM 467
• Lab 4/8/23
DPL: 11,1/34,9/18.530/413.000
Na/K/Cl: 136/3,8/100,1
Ur/Cr/eGFR: 25,7/0,7/113,2
• Lab26/6/23
CRP 41.8
Mantoux negatif
Spirometri 17/7/23
FEV1/ FVC : 81.33%
FEV 1 : 114.10
Kesan : normal
CT Scan Toraks 17/5/24
Volumetri saat ini:
• Volume total paru kanan 1852 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 568
ml (31%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 358 ml (19%).
• Volume total paru kiri 1494 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 519 ml
(35%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 244 ml (16%).
• Volume total kedua paru 3346 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 1087
ml 32%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 602 ml (18%).
Kesan :
• Dibandingkan dengan CT toraks sebelumnya, saat ini:
• Opasitas retikular, opasitas ground glass, subpleura non-emphysematous cyst , kista di kedua
paru dengan sebagian honeycombing dan dilatasi cabanb bronchus , dapat sesuai dengan ILD
• Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus, ukuran dan jumlah berkurang.
• Pembesaran KGB di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang tervisualisasi,
ukuran berkurang.
• Spondylosis thorakalis, stqa.
• Volume paru yang terlibat : high attenuation dan low attenuation lebih dari 20 % dari volume
kedua paru
CT Scan(11 Desember 2023)
• CT scan 11/12/23
Dibandingkan dengan CT toraks dengan kontras sebelumnya, saat ini relatif stqa.
- Bronchiectasis cystic type dan varicose type di seluruh segmen kedua paru
- Opasitas retikular , opasitas ground glass di hampir seluruh segmen kedua paru ,
serta honeycombing di perifissura dan peribronkovaskular --Dangt; sugestif
gambaran ILD.
- Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus.
- Multipel limfadenopati di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang
tervisualisasi.
- Spondylosis thorakalis.
CT Scan Volumetri 5/6/2023
• Hasil volumetri menggunakan software 3D slicer sebagai berikut:
- Volume paru kanan 2269 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 636 mL
- Volume paru kiri 1913 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 517 mL
- Volume kedua paru total 4182 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 1153
mL
Kesimpulan
- Opasitas retikular, opasitas ground glass/ ground glass nodule, dan honeycombing di
peribronkhovaskular, perifissura dan subpleura kedua paru disertai traction bronchiectasis dengan
keterlibatan paru 20% dari volume total kedua paru, DD/ sarcoidosis, ILD.
- Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus.
- Multipel limfadenopati di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang tervisualisasi.
- Spondylosis thorakalis.
Foto Toraks
Pertanyaan Diskusi
• Bagaimana tatalaksana selanjutnya pada pasien?
terima kasih

CHEST MEETING Tn.Hains.pptx bagaimana tata laksana selanjutnya pada pasien

  • 1.
    CHEST MEETING Senin, 20Mei 2024 DPJP : Dr.dr.Telly Melinda, Sp.PD-KP PPDS : dr. Danang Andi
  • 2.
    IDENTITAS PASIEN • NamaPasien : Tn.Hains Arneld • Jenis Kelamin : Laki-laki • NRM : 470-58-64. • Tempat Lahir : Jakarta • Umur : 47 tahun. • Agama : Kristen • Status : Menikah. • Kewarganegaraan : WNI.
  • 3.
    Anamnesa • Keluhan Utama •Batuk kering hilang timbul sejak 4 bulan terakhir
  • 4.
    Anamnesa • Riwayat PenyakitSekarang • Pasien mengeluhkan batuk kering sejak 4 bulan terakhir yang hilang timbul. Batuk tidak produktif dan tidak pernah mengeluarkan darah. • Saat ini tidak mengeluhkan sesak, namun menurut pasien terkadang ada rasa sesak, tidak berbunyi mengi, tidak diperberat dengan aktivitas, tidak memberat di malam hari ,daisertai rasa tidak nyaman di dada. Keluhan biasanya hilang timbul. Pasien tidur tidak membutuhkan bantal lebih dari satu • Pasien tidak mengeluhkan demam maupun benjolan. • Tidak ada keluhan keringat malam • Pasien juga tidak mengeluhkan nyeri dada maupun nafsu makan menurun. • Riwayat kontak dengan pasien TB disangkal • Tidak ada keluhan BAB kehitamanh, muntah darah atau tanda perdarahan lainnya • Sejak 1 tahun terakhir, pasien rutin berobat ke Poli Pulmo RSCM dan dinyatakan sebagai ILD, pasien juga rutin berobat ke Poli Alergi dan rutin mendapat metilprenidsolon 1 tahun terakhir
  • 5.
    Background • 1 tahunsmrs mulai sering lemas, pucat dan mudah lelah. Pasien juga mulai sering batuk kering dan sesak terutama saat beraktivitas. Sesak tidak tidak dipengaruhi posisi. Sesak mendadak saat tidur tidak ada. • Pasien berobat ke RS Carolus ditemukan anemia dan tidak ditemukan kelainan di paru lalu dirujuk ke Yarsi untuk CT scan dan spirometry. di Yarsi pasien hanya dikatakan bukan TBC, lalu mulai diberikan symbicort, pasien menggunakan secara rutin. • Pasien diberikan sangobion untuk anemia. Pasien berobat ke RSCM, dikatakan ILD. • BB sempat turun 20 kg dalam 2 tahun, 1 tahun terakhir stabil. • Nyeri sendi, rambut rontok, sariawan, ruam-ruam disangkal. • Riw. saat kecil pekerjaan orang tua di industri rotan dari 19 tahun, 30 tahun, tanpa menggunakan APD. • Pasien sering menghirup debu industri. • Riw merokok 10 tahun 1 bungkus 3-7 hari, sudah berhenti sejak 2002. • Riw TBC disangkal dan Riw COVID disangkal.
  • 6.
    Riwayat Penyakit Dahulu •Pasien tidak ada Riwayat TB Paru , Hepatitis dan penyakit jantung sebelumnya • Riwayat Penyakit Keluarga • Dalam keluarga tidak ada Riwayat HT dan DM • Riwayat keluhan serupa pasien disangkal • Terdapat Riwayat Asma pada Ibu pasien • Riwayat Pekerjaan • pegawai • Riwayat pngobatan • Pasien rutin berobat ke Poli Pulmo dan Poli Alergi RSCM dan mendapat terapi Metil 4 mg, Myfortic 320 mg, serta NAC 3x200 mg
  • 7.
    PEMERIKSAAN FISIK • KU:CM, TD: 131/74 mmHg, Nadi: 78x/menit, RR: 20x/menit, T: 360C • Wajah : Moon Face • Mata : konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik • Leher : KGB tidak teraba pembesaran,5+1 cmH2O. • Paru : Vesikuler bilateral, Tidak ada ronki dan wheezing • Jantung : BJ I - II reguler, tanpa murmur dan gallop. • Abdomen : Datar, supel, bising usus normal, tidak ada nyeri tekan, Hepar/limpa tidak teraba membesar. • Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 detik, tidak ada edema.
  • 8.
    DIAGNOSIS • ILD ddSarcoidosis • Anemia Mikrositik Hipokrom ec ACD
  • 9.
    Pemeriksaan Penunjang • Lab29/11/23 HBsAg/Anti HCV/Anti HCV NR/NR/NR IgE total 3243 IgG 5882 IgA 1089 IgM 467 • Lab 4/8/23 DPL: 11,1/34,9/18.530/413.000 Na/K/Cl: 136/3,8/100,1 Ur/Cr/eGFR: 25,7/0,7/113,2 • Lab26/6/23 CRP 41.8 Mantoux negatif
  • 10.
    Spirometri 17/7/23 FEV1/ FVC: 81.33% FEV 1 : 114.10 Kesan : normal
  • 11.
    CT Scan Toraks17/5/24 Volumetri saat ini: • Volume total paru kanan 1852 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 568 ml (31%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 358 ml (19%). • Volume total paru kiri 1494 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 519 ml (35%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 244 ml (16%). • Volume total kedua paru 3346 ml, volume paru dengan high attenuation (HU -700 s.d. -400) 1087 ml 32%) dan low attenuation (HU -1250 s.d. -950) 602 ml (18%). Kesan : • Dibandingkan dengan CT toraks sebelumnya, saat ini: • Opasitas retikular, opasitas ground glass, subpleura non-emphysematous cyst , kista di kedua paru dengan sebagian honeycombing dan dilatasi cabanb bronchus , dapat sesuai dengan ILD • Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus, ukuran dan jumlah berkurang. • Pembesaran KGB di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang tervisualisasi, ukuran berkurang. • Spondylosis thorakalis, stqa. • Volume paru yang terlibat : high attenuation dan low attenuation lebih dari 20 % dari volume kedua paru
  • 13.
    CT Scan(11 Desember2023) • CT scan 11/12/23 Dibandingkan dengan CT toraks dengan kontras sebelumnya, saat ini relatif stqa. - Bronchiectasis cystic type dan varicose type di seluruh segmen kedua paru - Opasitas retikular , opasitas ground glass di hampir seluruh segmen kedua paru , serta honeycombing di perifissura dan peribronkovaskular --Dangt; sugestif gambaran ILD. - Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus. - Multipel limfadenopati di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang tervisualisasi. - Spondylosis thorakalis.
  • 14.
    CT Scan Volumetri5/6/2023 • Hasil volumetri menggunakan software 3D slicer sebagai berikut: - Volume paru kanan 2269 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 636 mL - Volume paru kiri 1913 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 517 mL - Volume kedua paru total 4182 mL. Area dengan high attenuation (-700 HU s.d -1 HU) sekitar 1153 mL Kesimpulan - Opasitas retikular, opasitas ground glass/ ground glass nodule, dan honeycombing di peribronkhovaskular, perifissura dan subpleura kedua paru disertai traction bronchiectasis dengan keterlibatan paru 20% dari volume total kedua paru, DD/ sarcoidosis, ILD. - Multipel limfadenopati mediastinum dan hilus. - Multipel limfadenopati di supraklavikula bilateral, perigastrika dan perilienalis yang tervisualisasi. - Spondylosis thorakalis.
  • 15.
  • 16.
    Pertanyaan Diskusi • Bagaimanatatalaksana selanjutnya pada pasien?
  • 17.