BAB/ TEMA : MENEMUKAN SOLUSI ATAS MASALAH
KEWIRAUSAHAAN
MATERI POKOK : TEKS CERPEN
KOMPETENSI DASAR :
1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk
mempersatukan bangsa
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui cerita
pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar,
dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama
2.1 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, responsif dan imajinatif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk berekspresi
2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab,peduli, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk memahami dan menyampaikan
permasalahan
2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bercerita ulang
2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan paparan
2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan tanggung jawab dalam penggunaan bahasa Indonesia untuk menyampaikan penjelasan
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan
maupun tulisan
3.2 Membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun
tulisan
3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, danulasan/reviu film/drama baikmelaluilisanmaupuntulisan
3.4 Mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui
lisan maupun tulisan
4.1 Menginterpretasi makna teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun
tulisan
4.2 Memproduksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan
karakteristik yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan
4.3 Menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah baik
secara lisan maupun tulisan
4.4 Mengabstraksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
4.5 Mengonversi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama ke dalam bentuk yang lain sesuai
dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan
PENDAHULUAN
Karya sastra dewasa ini tidak terlalu mendapat porsi yang besar dalam kehidupan. Padahal di dalam
karya sastra banyak mengandung amanat yang akan membawa kebaikan serta mengasah budi pekerti
yang luhur. Teks cerpen adalah salah satu karya sastra yang sarat amanat namun berbentuk sangat
pendek. Cerpen hendaknya menjadi menu bacaan peserta didik.Dalam pembelajaran bab ini peserta
didik diharapkan dapat memahami materi terkait dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-
hari sehingga dapat menikmati dan mengapresiasi cerpen untuk kemudian memproduksi teks cerpen
dengan sebaik-baiknya.
Solusi menurut KBBI adalah penyelesaian : pemecahan (masalah) sedangkan kewirausahaan adalah
bentuk tidak baku dari kata kewiraswastaan adalah hal mengenai wira swasta.
RINGKASAN MATERI
HAKIKAT TEKS CERPEN
Arti Teks Cerpen
Menurut KBBI, teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Sedangkan cerpen
menurut KBBI diartikan sebagai cerita pendek.
Jadi dapat disimpulkan bahwa teks cerpen adalah cerita pendek (biasanya menggunakan imajinasi)
yang dapat didasarkan pada kejadian nyata ataupun tidak nyata.
Ciri-ciri Teks Cerpen
Berdasarkan arti teks cerpen di atas dapat diambil ciri-ciri:
1.Berupa cerita pendek
2.Cenderung didasarkan pada imajinasi (khayalan)
3.Cenderung bertujuan menghibur dan memberikan amanat
Struktur Teks Cerpen
1.Abstrak: bagian ringkasan atau inti cerita
2.Orientasi: berisi pengenalan latar cerita
3.Komplikasi: urutan kejadian yang bersifat sebab akibat
4.Evaluasi: konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya
5.Resolusi: Berisi solusi dari berbagai konflik
6.Koda: berisi nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik pembaca
Ciri bahasa cerpen:
1.Menggunakan kata-kata denotatif dan kata-kata konotatif
2.Terkadang terselip kata-kata tidak baku
3.Menggunakan majas (gaya Bahasa)
4.Menggunakan kalimat yang menjelaskan suatu peristiwa
Unsur-unsur Teks Cerpen
1.Tokoh
2.Latar
3.Alur
Langkah-langkah menginterpretasi (menafsirkan) makna teks cerpen:
1.Bacalah teks cerpen dengan saksama
2.Pahami struktur teks cerpen
3.Pahami dan ambil makna yang terdapat pada struktur cerpen
Langkah-langkah membandingkan teks cerpen:
1. Tetapkan dua/ lebih teks cerpen
2. Pahami struktur teks cerpen, lihatlah urutan dan kelengkapannya
3. Pahami makna yang ada, dari segi isi dan kejelasan
4. Lihatlah bahasa yang digunakan
5. Simpulkan kekurangan dan kelebihan dua teks cerpen
6. Nilai dan bandingkan dua teks tersebut
Langkah-langkah memproduksi teks cerpen:
1. Tetapkan tema cerpen
2. Tetapkan tujuan cerpen
3. Tetapkan amanat cerpen
4. Tulislah cerpen dalam bahasa yang sesuai dengan tema, amanat, dan tujuan cerpen
5. Teliti kembali cerpen yang telah anda buat, bila ada kesalahan/ kekurangan, perbaikilah
Langkah-langkah menganalisis teks cerpen:
1. Baca teks cerpen
2. Lihatlah kesesuaian judul dengan isi
3. Lihatlah struktur teks cerpen dari segi kelengkapan dan urutan
4. Lihatlah bahasa yang digunakan
5. Simpulkan makna teks cerpen
Langkah-langkah menyunting teks cerpen:
1. Baca teks cerpen
2. Pahami isi , bila ada ketidaksesuaian tandailah dan revisilah
3. Teliti bahasa cerpen, bila ada ketidaksesuaian tandailah dan revisilah
Langkah-langkah mengidentifikasi teks cerpen:
1. Baca contoh teks cerpen
2. Cermati kekhasan bahasa dan isi cerpen secara umum
3. Simpulkan ciri-ciri kebahasaan dan isi cerpen
Langkah-langkah mengabstraksi teks cerpen:
1. Baca contoh teks cerpen
2. Cermati isi pokok cerpen
3. Tulis kembali cerpen tersebut dalam bentuk yang lebih ringkas dengan bahasa yang kreatif
Langkah-langkah mengevaluasi teks cerpen:
1. Baca teks cerpen
2. Teliti isi cerpen:
a. Kesesuaian judul dengan isi teks
b. Kejelasan isi
c. Kesesuaian dengan kriteria teks cerpen yang ideal
3. Teliti bahasa cerpen:
a. Penggunaan kalimat efektif
b. Kesesuaian dengan EYD
c. Koherensi kalimat
4. Kesimpulan penilaian
Langkah-langkah mengonversi teks cerpen:
1. Baca teks cerpen
2. Pahami makna/ isi
3. Ubahlah teks cerpen ke dalam bentuk teks lain yang telah ditetapkan
PEMODELAN TEKS CERPEN
TEKS CERPEN 1
Di Tempat Pembuangan Akhir
Cerpen Karangan: Adrian
Lolos moderasi pada: 9 January 2016
Kehidupan di bawah sang matahari yang begitu ganasnya menyengat ke pori-pori kulit. Di tempat pembuangan akhir (TPA),
itu mereka para anak-anak menghabiskan masa bermainnya hanya demi mengais sebuah rupiah. Anto adalah salah satu dari
sekian banyak anak-anak yang lain, yang bekerja lebih gigih dari temannya, agar bisa bertahan hidup mencari sesuap nasi,
mengganjal nafsu perutnya yang setiap waktu terus meronta meminta untuk dikabulkan.
“Aku ikhlas Tuhan! aku pasrah, jika dengan ini engkau ridho maka dengan senang hati aku bekerja.” Setelah ia berdoa
dengan penuh keikhlasan dia berangkat bersama dengan temannya yang senasib.
Ada waktu ketika lelah datang, para anak-anak bercengkerama, mengisi waktu istirahat mereka dengan cara berbagi kisah
tentang apa yang di dapat hari itu.
“Andi? kamu dapat apa tadi? sepertinya kamu serius sekali di ujung sana sendirian.” Anto dengan nada semangat mununjuk
ke arah samping kanan mereka yang letaknya lumayan jauh.
“Dapat emas!” kekeh Rani.
“Dompet!?” Reni pun tidak mau kalah dengan yang lainnya sambil menunjuk ke arah Andi.
“Hayo…” serempak yang lainnya.
“Enggak ah…enggak dapat apa-apa cuma dapat ini.” jari telunjuknya menunjuk ke arah barang yang didapatnya.
“Hahaha..” mereka tertawa-tawa saling bertatap muka dan menunjuk satu sama lainnya.
Sepulang sekolah mereka menghabiskan hari-hari di tumpukan atau biasa mereka menyebutnya bukit sampah yang
menggunung. Maka tak heran pada siang hari di bawah terik matahari kaki mereka berjalan untuk mendaki gunungan
sampah, jari mereka begitu cepat dan dengam lincahnya menyibak tumpukan, untuk mencari logam dan memunguti plastik-
plastik yang mana nantinya dapat ditukarkan dengan rupiah. Lagi-lagi mereka beristirahat untuk kesekian kalinya, satu sama
lain saling melihat pendapatan mereka.
“Ayo teman-teman! kita pulang, hari sudah mau malam, besok kita lanjutkan lagi,” sebagai yang dianggap nomor satu di
antara mereka Anto pun memberi kode karena hari sudah mulai gelap.
Hari-hari berikutnya tidak kalah dengan hari-hari sebelumnya masih sama persis. Sepulang sekolah seperti biasa setelah
berdoa, Anto dam teman lainnya bergegas kembali menuju tempat bermain mereka, rela berpeluh demi hidup, untuk
membantu orangtua-orangtua mereka.
“Asap! kawan-kawan!” kata Anto memberitahu.
“Iya… sudah tahu, sudah biasa sama yang beginian,” Reni menyahut.
“wo…y!” kata Andi.
“wo..y!” sambung teman yang lain.
Mereka saling sahut-sahutan di tengah-tengah asap yang sedang mengepul. Ketika asap dari sampah yang telah terbakar
membumbung, para bocah itu tetap gesit menjejak, napas mereka berpacu walau sesak, mata mereka perih dibiarkan terbuka.
Asap dan bau sampah pun tak mereka hiraukan lagi hanya demi logam bekas yang nantinya ditimbang, lalu dijual. Di balik
gunung sampah yang terserak, di balik gundukan-gundukan plastik yang berceceran. Sebuah kelambu dibentang dan tiga
bocah lelap mengayun mimpinya, tidak nyaman, tapi itulah hidup yang tengah dijalani mereka di TPA terjun, nyaris
diabaikan.
“Hey kawan lihatlah!” jari telunjuk Anto menunjuk ke arah burung-burung bangau.
“Iya…” sambung Rani.
“Mereka lapar!” Reni pun ikut gabung.
“Bukan hanya manusia saja yang berada di sini, tapi burung-burung itu juga membutuhkan sumber kehidupan di sini, coba
kalian perhatikan, bukan puluhan mereka datang bahkan ratusan kawan,” Anton menambahkan.
Terbakar. Yah, terbakar, bocah-bocah yang umur mereka berkisar 11 tahun tak mempedulikan wajah mereka terbakar
sengatan matahari. Mereka yang umurnya masih terlalu minim itu telah merasakan kerasnya hidup menyibak sampah demi
keluarganya. Bisa dibayangkan, para pemulung itu betapa kerasnya sehingga membentuk goresan tangan, kuku-kuku yang
menghitam dan kotoran yang setia menempel di cela-cela tangan, tentu berbeda dengan kebanyakan orang yang hidup serba
nyaman.
Tidak cukup sampai di situ perjuangan mereka. Hingga matahari tenggelam pun, tas gendong dari pundak para bocah baru
direbahkan, tapi bukan berarti pekerjaan telah usai. Bagai diburu waktu mereka mengemas apa yang telah mereka
kumpulkan untuk akhirnya ditimbang. Rasa lelah pun terbayarkan pada saat pagi datang. Plastik maupun logam bekas yang
telah dikumpulkan para bocah itu pun dibawa ke para pengepul yang ada di sekitar situ. Ketika telah menjadi uang, Ibu-Ibu
mereka pun sadar bahwasannya ada kerja keras sang anak di dalamnya.
… .
http://cerpenmu.com/cerpen-kehidupan/di-tempat-pembuangan-akhir.html
TEKS CERPEN 2
Negeri Berlian
Cerpen Karangan: Intan Ayu
Lolos moderasi pada: 9 January 2016
Ini hari ulang tahunku dan aku mengajak ketiga sahabatku Azza, Radita, dan Naila kita sudah berteman lama saat ulang
tahunku sudah selesai kita buka kado bareng-bareng. Walaupun aku yang ulang tahun tapi mereka juga ikut seneng. Aku
dapet boneka dan lain lain.
“Kasih aku satu dong tan….” kata Azza memohon.
“ya deh.. nih.” sambil menyodorkan boneka kecil hehehe.
“kecil banget.”
“Hahaha…” kita semua ketawa bareng-bareng.
Tiba-tiba bel berbunyi, “ting, tong, ting, tong,” aku pun membukanya ku lihat tak ada orang hanya ada sebuah kado. Aku
ambil lalu aku bawa ke kamar.
“apa tuh tan? dari siapa?” tanya Naila.
“gak tahu tadi ditaruh di teras depan gak tahu siapa yang ngasih.”
“Coba buka!” kata Radita saat aku buka ternyata sebuah cermin ketika kita berempat melihat tiba-tiba kita tersedot masuk ke
dalam.
Kaget bukan kepalang kita melihat negeri berlian yang sangat bercahaya. Lalu datang si prajurit berlian membawa kami ke
kerajaannya. Kami pun bertemu dengan ratu dari kerajaannya.
“kalian ku bawa ke sini karena aku ingin meminta tolong pada kalian menemukan sebuah berlian yang hilang. Berlian itu
sangat berharga karena hanya satu di dunia.” penjelasannya panjang lebar.
“apa bentuknya? Warnanya apa?” Kata Naila. “berbentuk hati dengan warna merah” kata sang ratu.
“mengapa harus kita bukankah masih banyak orang yang kuat di luar sana?”
“hanya kalianlah yang setia pada sahabat”
“Baiklah!” Kata kita berempat. Ratu memberikan kekuatan dan peta untuk ke sana.
Saat sampai di tempat yang ditunjukkan peta. Kami menemukan gunung tinggi sekali di sana ada tulisan, “ambil yang perlu
jangan berlebihan!” saat kita masuk tak ada satu pun berlian hanya ada naga yang tertidur. “sstt.. pelan-pelan nanti naganya
bangun!” kata Radita.
“ya sudah tahu kale…” kata Naila tiba-tiba Naila menginjak berlian kecil yang licin sehingga ia terjatuh.
“Gubrakkk!!”
Naga pun bangun.
“huwaaaaa!!”
“lari!!!” Kata kita bersamaan.
Karena sudah kelelahan dikejar plus dikasih bola api. Azza mengeluarkan entah bola apa dari dalam kantongnya dilempar
aja pokoknya. Akhirnya yang muncul hanya asap.
“cepat kita cari di mana berliannya!” Kataku, kita naik tangga tinggi sekali. Akhirnya sampai di puncaknya. Kita melihat
berlian banyak sekali lalu aku berteriak. “berliannya ada di sini!!!”
Kami melihat berlian yang berbentuk hati berwarna merah. Kita mengambilnya lalu kita turun hingga ke bawah. Sebelum
sampai di lantai paling bawah untuk pulang kita ngintip dulu masih ada gak tuh naga. Eh ternyata dia masih tidur kata Naila,
“heh naga kok suka tidur?”
“hahahha!!” kata Azza. “ssstttt…” kata Naila.
Akhirnya kita mengembalikkan berlian itu pada sang ratu. Dan ia memberikan cincin yang indah sebagai penghargaan untuk
kita berempat. Tiba-tiba kita bangun dan melihat kita tidur di kamarku hingga jam 10 malam. “loh kok kita ada di sini? kalau
mimpi kok aku pakai cincinnya ya aneh?” Kita berempat pun berpikiran sama. Akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya
masing-masing.
http://cerpenmu.com/cerpen-persahabatan/negeri-berlian.html
TUGAS
PEMODELAN TEKS CERPEN
TUGAS MANDIRI
Baca dan pahami teks cerpen 1, kemudian:
a. Temukan struktur yang terdapat dalam teks!
b. Interpretasikan maknanya!
TUGAS KELOMPOK
Amatilah teks cerpen 2 dan 4, kemudian bandingkan kedua teks tersebut sesuai langkah-langkahnya!
Manakah yang lebih baik?Teks pertama ataukah kedua? Jelaskan!
KERJA SAMA MEMBANGUN TEKS CERPEN
TUGAS KELOMPOK
1. Produksilah sebuah teks cerpen, jangan lupa penuhi seluruh syarat ideal teks cerpen!
2. Analisislah teks cerpen 3 dengan cermat!
3. Baca dan cermati cerpen 5, kemudian silakan anda sunting sesuai dengan langkah-langkahnya!
KERJA MANDIRI MEMBANGUN TEKS CERPEN
TUGAS MANDIRI
1. Identifikasilah teks cerpen 1 secara cermat!
2. Pahami kembali teks cerpen 2, kemudian abstraksilah sesuai langkah-langkah yang ada!
3. Evaluasilah teks cerpen 4 secara cermat!
4. Konversilah teks cerpen 5 dengan hati-hati ke dalam bentuk monolog!
SOAL LATIHAN UJI KOMPETENSI
Isian Singkat
1. Struktur cerpen yang juga dianggap penutup adalah… .
2. Cerpen ialah cerita singkat yang menarik karena … dan … .
3. Struktur yang terdapat pada cerpen adalah… buah.
4. Ringkasan cerpen terdapat pada struktur yang bernama… .
5. Amanat dalam cerpen dapat disampaikan secara… dan … .
6. Interpretasi makna dapat diartikan sebagai proses untuk… .makna.
7. Unsur-unsur dalam teks cerpen antara lain…, …, dan… .
8. Tokoh dalam cerpen dapat berupa… dan … .
9. Tujuan utama pembuatan cerpen adalah… .
10. Arti konversi adalah… .
Uraian
1. Mengapa struktur cerpen harus urut dan lengkap?
2. Jelaskan arti cerpen menurut kreativitas bahasa anda!
3. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam menginterpretasi makna sebuah teks cerpen!
4. Jelaskan tujuan tiap struktur yang ada dalam cerpen!
5. Apa kelebihan dan kekurangan bila cerpen menggunakan sudut pandang pengarang orang
ketiga? Jelaskan!
6. Apa sajakah ciri-ciri bahasa cerpen?
7. Cerpen yang baik hendaknya komunikatif. Arti komunikatif adalah.. .
8. Dapatkah sebuah cerpen ditulis dalam bentuk puisi? Jelaskan alasannya!
9. Apakah sebuah cerpen harus berasal dari kenyataan? Jelaskan dengan penggalan contoh!
10. Apa sajakah syarat ideal cerpen?
Cerpen

Cerpen

  • 1.
    BAB/ TEMA :MENEMUKAN SOLUSI ATAS MASALAH KEWIRAUSAHAAN MATERI POKOK : TEKS CERPEN KOMPETENSI DASAR : 1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa 1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama 1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama 2.1 Menunjukkan perilaku tanggung jawab, responsif dan imajinatif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk berekspresi 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab,peduli, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk memahami dan menyampaikan permasalahan 2.3 Menunjukkan perilaku jujur, tanggung jawab, dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk bercerita ulang 2.4 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, peduli, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan paparan 2.5 Menunjukkan perilaku jujur, peduli, santun, dan tanggung jawab dalam penggunaan bahasa Indonesia untuk menyampaikan penjelasan 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan 3.2 Membandingkan teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan 3.3 Menganalisis teks cerita pendek, pantun, ceritaulang, eksplanasi kompleks, danulasan/reviu film/drama baikmelaluilisanmaupuntulisan 3.4 Mengevaluasi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama berdasarkan kaidah-kaidah baik melalui lisan maupun tulisan 4.1 Menginterpretasi makna teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan
  • 2.
    4.2 Memproduksi tekscerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama yang koheren sesuai dengan karakteristik yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan 4.3 Menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan 4.4 Mengabstraksi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik secara lisan maupun tulisan 4.5 Mengonversi teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah baik secara lisan maupun tulisan PENDAHULUAN Karya sastra dewasa ini tidak terlalu mendapat porsi yang besar dalam kehidupan. Padahal di dalam karya sastra banyak mengandung amanat yang akan membawa kebaikan serta mengasah budi pekerti yang luhur. Teks cerpen adalah salah satu karya sastra yang sarat amanat namun berbentuk sangat pendek. Cerpen hendaknya menjadi menu bacaan peserta didik.Dalam pembelajaran bab ini peserta didik diharapkan dapat memahami materi terkait dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari sehingga dapat menikmati dan mengapresiasi cerpen untuk kemudian memproduksi teks cerpen dengan sebaik-baiknya. Solusi menurut KBBI adalah penyelesaian : pemecahan (masalah) sedangkan kewirausahaan adalah bentuk tidak baku dari kata kewiraswastaan adalah hal mengenai wira swasta. RINGKASAN MATERI HAKIKAT TEKS CERPEN Arti Teks Cerpen Menurut KBBI, teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Sedangkan cerpen menurut KBBI diartikan sebagai cerita pendek. Jadi dapat disimpulkan bahwa teks cerpen adalah cerita pendek (biasanya menggunakan imajinasi) yang dapat didasarkan pada kejadian nyata ataupun tidak nyata. Ciri-ciri Teks Cerpen Berdasarkan arti teks cerpen di atas dapat diambil ciri-ciri: 1.Berupa cerita pendek 2.Cenderung didasarkan pada imajinasi (khayalan) 3.Cenderung bertujuan menghibur dan memberikan amanat Struktur Teks Cerpen 1.Abstrak: bagian ringkasan atau inti cerita
  • 3.
    2.Orientasi: berisi pengenalanlatar cerita 3.Komplikasi: urutan kejadian yang bersifat sebab akibat 4.Evaluasi: konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya 5.Resolusi: Berisi solusi dari berbagai konflik 6.Koda: berisi nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik pembaca Ciri bahasa cerpen: 1.Menggunakan kata-kata denotatif dan kata-kata konotatif 2.Terkadang terselip kata-kata tidak baku 3.Menggunakan majas (gaya Bahasa) 4.Menggunakan kalimat yang menjelaskan suatu peristiwa Unsur-unsur Teks Cerpen 1.Tokoh 2.Latar 3.Alur Langkah-langkah menginterpretasi (menafsirkan) makna teks cerpen: 1.Bacalah teks cerpen dengan saksama 2.Pahami struktur teks cerpen 3.Pahami dan ambil makna yang terdapat pada struktur cerpen Langkah-langkah membandingkan teks cerpen: 1. Tetapkan dua/ lebih teks cerpen 2. Pahami struktur teks cerpen, lihatlah urutan dan kelengkapannya 3. Pahami makna yang ada, dari segi isi dan kejelasan 4. Lihatlah bahasa yang digunakan 5. Simpulkan kekurangan dan kelebihan dua teks cerpen 6. Nilai dan bandingkan dua teks tersebut Langkah-langkah memproduksi teks cerpen: 1. Tetapkan tema cerpen 2. Tetapkan tujuan cerpen 3. Tetapkan amanat cerpen 4. Tulislah cerpen dalam bahasa yang sesuai dengan tema, amanat, dan tujuan cerpen 5. Teliti kembali cerpen yang telah anda buat, bila ada kesalahan/ kekurangan, perbaikilah Langkah-langkah menganalisis teks cerpen: 1. Baca teks cerpen 2. Lihatlah kesesuaian judul dengan isi 3. Lihatlah struktur teks cerpen dari segi kelengkapan dan urutan 4. Lihatlah bahasa yang digunakan 5. Simpulkan makna teks cerpen
  • 4.
    Langkah-langkah menyunting tekscerpen: 1. Baca teks cerpen 2. Pahami isi , bila ada ketidaksesuaian tandailah dan revisilah 3. Teliti bahasa cerpen, bila ada ketidaksesuaian tandailah dan revisilah Langkah-langkah mengidentifikasi teks cerpen: 1. Baca contoh teks cerpen 2. Cermati kekhasan bahasa dan isi cerpen secara umum 3. Simpulkan ciri-ciri kebahasaan dan isi cerpen Langkah-langkah mengabstraksi teks cerpen: 1. Baca contoh teks cerpen 2. Cermati isi pokok cerpen 3. Tulis kembali cerpen tersebut dalam bentuk yang lebih ringkas dengan bahasa yang kreatif Langkah-langkah mengevaluasi teks cerpen: 1. Baca teks cerpen 2. Teliti isi cerpen: a. Kesesuaian judul dengan isi teks b. Kejelasan isi c. Kesesuaian dengan kriteria teks cerpen yang ideal 3. Teliti bahasa cerpen: a. Penggunaan kalimat efektif b. Kesesuaian dengan EYD c. Koherensi kalimat 4. Kesimpulan penilaian Langkah-langkah mengonversi teks cerpen: 1. Baca teks cerpen 2. Pahami makna/ isi 3. Ubahlah teks cerpen ke dalam bentuk teks lain yang telah ditetapkan PEMODELAN TEKS CERPEN
  • 5.
    TEKS CERPEN 1 DiTempat Pembuangan Akhir Cerpen Karangan: Adrian Lolos moderasi pada: 9 January 2016 Kehidupan di bawah sang matahari yang begitu ganasnya menyengat ke pori-pori kulit. Di tempat pembuangan akhir (TPA), itu mereka para anak-anak menghabiskan masa bermainnya hanya demi mengais sebuah rupiah. Anto adalah salah satu dari sekian banyak anak-anak yang lain, yang bekerja lebih gigih dari temannya, agar bisa bertahan hidup mencari sesuap nasi, mengganjal nafsu perutnya yang setiap waktu terus meronta meminta untuk dikabulkan. “Aku ikhlas Tuhan! aku pasrah, jika dengan ini engkau ridho maka dengan senang hati aku bekerja.” Setelah ia berdoa dengan penuh keikhlasan dia berangkat bersama dengan temannya yang senasib. Ada waktu ketika lelah datang, para anak-anak bercengkerama, mengisi waktu istirahat mereka dengan cara berbagi kisah tentang apa yang di dapat hari itu. “Andi? kamu dapat apa tadi? sepertinya kamu serius sekali di ujung sana sendirian.” Anto dengan nada semangat mununjuk ke arah samping kanan mereka yang letaknya lumayan jauh. “Dapat emas!” kekeh Rani. “Dompet!?” Reni pun tidak mau kalah dengan yang lainnya sambil menunjuk ke arah Andi. “Hayo…” serempak yang lainnya. “Enggak ah…enggak dapat apa-apa cuma dapat ini.” jari telunjuknya menunjuk ke arah barang yang didapatnya. “Hahaha..” mereka tertawa-tawa saling bertatap muka dan menunjuk satu sama lainnya. Sepulang sekolah mereka menghabiskan hari-hari di tumpukan atau biasa mereka menyebutnya bukit sampah yang menggunung. Maka tak heran pada siang hari di bawah terik matahari kaki mereka berjalan untuk mendaki gunungan sampah, jari mereka begitu cepat dan dengam lincahnya menyibak tumpukan, untuk mencari logam dan memunguti plastik- plastik yang mana nantinya dapat ditukarkan dengan rupiah. Lagi-lagi mereka beristirahat untuk kesekian kalinya, satu sama lain saling melihat pendapatan mereka. “Ayo teman-teman! kita pulang, hari sudah mau malam, besok kita lanjutkan lagi,” sebagai yang dianggap nomor satu di antara mereka Anto pun memberi kode karena hari sudah mulai gelap. Hari-hari berikutnya tidak kalah dengan hari-hari sebelumnya masih sama persis. Sepulang sekolah seperti biasa setelah berdoa, Anto dam teman lainnya bergegas kembali menuju tempat bermain mereka, rela berpeluh demi hidup, untuk membantu orangtua-orangtua mereka. “Asap! kawan-kawan!” kata Anto memberitahu. “Iya… sudah tahu, sudah biasa sama yang beginian,” Reni menyahut. “wo…y!” kata Andi. “wo..y!” sambung teman yang lain. Mereka saling sahut-sahutan di tengah-tengah asap yang sedang mengepul. Ketika asap dari sampah yang telah terbakar membumbung, para bocah itu tetap gesit menjejak, napas mereka berpacu walau sesak, mata mereka perih dibiarkan terbuka. Asap dan bau sampah pun tak mereka hiraukan lagi hanya demi logam bekas yang nantinya ditimbang, lalu dijual. Di balik gunung sampah yang terserak, di balik gundukan-gundukan plastik yang berceceran. Sebuah kelambu dibentang dan tiga bocah lelap mengayun mimpinya, tidak nyaman, tapi itulah hidup yang tengah dijalani mereka di TPA terjun, nyaris diabaikan. “Hey kawan lihatlah!” jari telunjuk Anto menunjuk ke arah burung-burung bangau. “Iya…” sambung Rani. “Mereka lapar!” Reni pun ikut gabung. “Bukan hanya manusia saja yang berada di sini, tapi burung-burung itu juga membutuhkan sumber kehidupan di sini, coba kalian perhatikan, bukan puluhan mereka datang bahkan ratusan kawan,” Anton menambahkan. Terbakar. Yah, terbakar, bocah-bocah yang umur mereka berkisar 11 tahun tak mempedulikan wajah mereka terbakar sengatan matahari. Mereka yang umurnya masih terlalu minim itu telah merasakan kerasnya hidup menyibak sampah demi keluarganya. Bisa dibayangkan, para pemulung itu betapa kerasnya sehingga membentuk goresan tangan, kuku-kuku yang menghitam dan kotoran yang setia menempel di cela-cela tangan, tentu berbeda dengan kebanyakan orang yang hidup serba nyaman.
  • 6.
    Tidak cukup sampaidi situ perjuangan mereka. Hingga matahari tenggelam pun, tas gendong dari pundak para bocah baru direbahkan, tapi bukan berarti pekerjaan telah usai. Bagai diburu waktu mereka mengemas apa yang telah mereka kumpulkan untuk akhirnya ditimbang. Rasa lelah pun terbayarkan pada saat pagi datang. Plastik maupun logam bekas yang telah dikumpulkan para bocah itu pun dibawa ke para pengepul yang ada di sekitar situ. Ketika telah menjadi uang, Ibu-Ibu mereka pun sadar bahwasannya ada kerja keras sang anak di dalamnya. … . http://cerpenmu.com/cerpen-kehidupan/di-tempat-pembuangan-akhir.html TEKS CERPEN 2 Negeri Berlian Cerpen Karangan: Intan Ayu Lolos moderasi pada: 9 January 2016 Ini hari ulang tahunku dan aku mengajak ketiga sahabatku Azza, Radita, dan Naila kita sudah berteman lama saat ulang tahunku sudah selesai kita buka kado bareng-bareng. Walaupun aku yang ulang tahun tapi mereka juga ikut seneng. Aku dapet boneka dan lain lain. “Kasih aku satu dong tan….” kata Azza memohon. “ya deh.. nih.” sambil menyodorkan boneka kecil hehehe. “kecil banget.” “Hahaha…” kita semua ketawa bareng-bareng. Tiba-tiba bel berbunyi, “ting, tong, ting, tong,” aku pun membukanya ku lihat tak ada orang hanya ada sebuah kado. Aku ambil lalu aku bawa ke kamar. “apa tuh tan? dari siapa?” tanya Naila. “gak tahu tadi ditaruh di teras depan gak tahu siapa yang ngasih.” “Coba buka!” kata Radita saat aku buka ternyata sebuah cermin ketika kita berempat melihat tiba-tiba kita tersedot masuk ke dalam. Kaget bukan kepalang kita melihat negeri berlian yang sangat bercahaya. Lalu datang si prajurit berlian membawa kami ke kerajaannya. Kami pun bertemu dengan ratu dari kerajaannya. “kalian ku bawa ke sini karena aku ingin meminta tolong pada kalian menemukan sebuah berlian yang hilang. Berlian itu sangat berharga karena hanya satu di dunia.” penjelasannya panjang lebar. “apa bentuknya? Warnanya apa?” Kata Naila. “berbentuk hati dengan warna merah” kata sang ratu. “mengapa harus kita bukankah masih banyak orang yang kuat di luar sana?” “hanya kalianlah yang setia pada sahabat” “Baiklah!” Kata kita berempat. Ratu memberikan kekuatan dan peta untuk ke sana. Saat sampai di tempat yang ditunjukkan peta. Kami menemukan gunung tinggi sekali di sana ada tulisan, “ambil yang perlu jangan berlebihan!” saat kita masuk tak ada satu pun berlian hanya ada naga yang tertidur. “sstt.. pelan-pelan nanti naganya bangun!” kata Radita. “ya sudah tahu kale…” kata Naila tiba-tiba Naila menginjak berlian kecil yang licin sehingga ia terjatuh. “Gubrakkk!!” Naga pun bangun. “huwaaaaa!!” “lari!!!” Kata kita bersamaan. Karena sudah kelelahan dikejar plus dikasih bola api. Azza mengeluarkan entah bola apa dari dalam kantongnya dilempar aja pokoknya. Akhirnya yang muncul hanya asap. “cepat kita cari di mana berliannya!” Kataku, kita naik tangga tinggi sekali. Akhirnya sampai di puncaknya. Kita melihat berlian banyak sekali lalu aku berteriak. “berliannya ada di sini!!!”
  • 7.
    Kami melihat berlianyang berbentuk hati berwarna merah. Kita mengambilnya lalu kita turun hingga ke bawah. Sebelum sampai di lantai paling bawah untuk pulang kita ngintip dulu masih ada gak tuh naga. Eh ternyata dia masih tidur kata Naila, “heh naga kok suka tidur?” “hahahha!!” kata Azza. “ssstttt…” kata Naila. Akhirnya kita mengembalikkan berlian itu pada sang ratu. Dan ia memberikan cincin yang indah sebagai penghargaan untuk kita berempat. Tiba-tiba kita bangun dan melihat kita tidur di kamarku hingga jam 10 malam. “loh kok kita ada di sini? kalau mimpi kok aku pakai cincinnya ya aneh?” Kita berempat pun berpikiran sama. Akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing. http://cerpenmu.com/cerpen-persahabatan/negeri-berlian.html TUGAS PEMODELAN TEKS CERPEN TUGAS MANDIRI Baca dan pahami teks cerpen 1, kemudian: a. Temukan struktur yang terdapat dalam teks! b. Interpretasikan maknanya! TUGAS KELOMPOK Amatilah teks cerpen 2 dan 4, kemudian bandingkan kedua teks tersebut sesuai langkah-langkahnya! Manakah yang lebih baik?Teks pertama ataukah kedua? Jelaskan! KERJA SAMA MEMBANGUN TEKS CERPEN
  • 8.
    TUGAS KELOMPOK 1. Produksilahsebuah teks cerpen, jangan lupa penuhi seluruh syarat ideal teks cerpen! 2. Analisislah teks cerpen 3 dengan cermat! 3. Baca dan cermati cerpen 5, kemudian silakan anda sunting sesuai dengan langkah-langkahnya! KERJA MANDIRI MEMBANGUN TEKS CERPEN TUGAS MANDIRI 1. Identifikasilah teks cerpen 1 secara cermat! 2. Pahami kembali teks cerpen 2, kemudian abstraksilah sesuai langkah-langkah yang ada! 3. Evaluasilah teks cerpen 4 secara cermat! 4. Konversilah teks cerpen 5 dengan hati-hati ke dalam bentuk monolog! SOAL LATIHAN UJI KOMPETENSI Isian Singkat 1. Struktur cerpen yang juga dianggap penutup adalah… . 2. Cerpen ialah cerita singkat yang menarik karena … dan … . 3. Struktur yang terdapat pada cerpen adalah… buah. 4. Ringkasan cerpen terdapat pada struktur yang bernama… .
  • 9.
    5. Amanat dalamcerpen dapat disampaikan secara… dan … . 6. Interpretasi makna dapat diartikan sebagai proses untuk… .makna. 7. Unsur-unsur dalam teks cerpen antara lain…, …, dan… . 8. Tokoh dalam cerpen dapat berupa… dan … . 9. Tujuan utama pembuatan cerpen adalah… . 10. Arti konversi adalah… . Uraian 1. Mengapa struktur cerpen harus urut dan lengkap? 2. Jelaskan arti cerpen menurut kreativitas bahasa anda! 3. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam menginterpretasi makna sebuah teks cerpen! 4. Jelaskan tujuan tiap struktur yang ada dalam cerpen! 5. Apa kelebihan dan kekurangan bila cerpen menggunakan sudut pandang pengarang orang ketiga? Jelaskan! 6. Apa sajakah ciri-ciri bahasa cerpen? 7. Cerpen yang baik hendaknya komunikatif. Arti komunikatif adalah.. . 8. Dapatkah sebuah cerpen ditulis dalam bentuk puisi? Jelaskan alasannya! 9. Apakah sebuah cerpen harus berasal dari kenyataan? Jelaskan dengan penggalan contoh! 10. Apa sajakah syarat ideal cerpen?