SlideShare a Scribd company logo
Bilangan 
Oksidasi 
• Kecenderungan unsur dari setengah blok d yaitu tidak 
menggunakan semua elektron terluar untuk berikatan 
menggunakan bilangan oksidasi maksimum. Seperti 
halnya Co(+V) yang tidak diakui keberadaannya dan 
Co(+IV) yang tidak stabil. 
• Bilangan oksidasi maksimum untuk Rh dan Ir adalah 
(+VI) 
• Sejauh ini bilangan oksidasi Co yang paling penting 
adalah (+II) dan (+III)
• Kecenderungan unsur-unsur pada baris pertama yaitu 
biloks (+II) lebih stabil daripada (+III) 
• Ion Co2+ dan ion terhidrasi [Co(H2O)6]2+ terdapat pada 
banyak senyawa sederhana dan ion terhidrasinya stabil 
dalam air. Sebaliknya, senyawa sederhana yang 
mengandung Co(+III) bersifat pengoksidasi dan relatif 
tidak stabil. Namun, Co(+III) stabil dan sangat penting 
dalam senyawa kompleks. 
• Biloks yang paling stabil untuk unsur-unsur lainnya yaitu 
Rh(+III), Ir(+III) dan Ir(+IV).
Bilangan Oksidasi 
(+II) (+III) (+IV) (+V) (+VI) lainnya 
CoO (Co2O3)h (CoO2)h - - Co3O4 
RhO Rh2O3 RhO2 - - 
- Ir2O3 IrO2 - IrO3 
CoF2 CoF3 - - - 
CoCl2 - - - - 
CoBr2 - - - - 
CoI2 - - - - 
- RhF3 RhF4 RhF5 RhF6 
- RhCl3 - - - 
- RhBr3 - - - 
- RhI3 - - - 
- IrF3 IrF4 IrF5 IrF6 
IrCl2 IrCl3 IrCl4 - - 
- IrBr3 - - - 
- IrI3 - - -
• Kobalt bersifat rapuh, logam 
keras, menyerupai penampakan 
besi dan nikel. 
• Kobalt memiliki permeabilitas 
logam sekitar dua pertiga daripada 
besi. 
• Kobalt cenderung terdapat sebagai 
campuran dua allotrop pada 
kisaran suhu yang sangat lebar. 
Transformasi antara dua bentuk 
ini bersifat lembam dan ditemukan 
dengan variasi tinggi sebagaimana 
dilaporkan pada sifat fisik kobalt. 
KOBALT
1.Mudah larut dalam asam – 
asam mineral encer 
2.Kurang reaktif 
3.Dapat membentuk senyawa 
kompleks 
4.Senyawanya umumnya 
berwarna 
5.Dalam larutan air, terdapat 
sebagai ion Co2+ yang 
berwarna merah 
KOBALT 
Sifat Kimia
6. Senyawa – senyawa Co(II) yang tak 
terhidrat atau tak terdisosiasi 
berwara biru. 
7. Ion Co3+ tidak stabil, tetapi 
kompleks – kompleksnya stabil 
baik dalam bentuk larutan maupun 
padatan. 
8. Kobalt (II) dapat dioksidasi menjadi 
kobalt(III) 
9. Bereaksi dengan hidogen sulfida 
membentuk endapan hitam 
10. Tahan korosi 
KOBALT 
Sifat Kimia
• Rodium berwarna putih keperakan 
dan bila dipijarkan perlahan-lahan 
di udara, akan berubah menjadi 
resquioksida. Pada suhu yang 
lebih tinggi, resquioksida ini 
kembali menjadi unsur rodium. 
Logam ini memiliki titik cair yang 
tinggi yaitu 19850C dan bobot 
jenis yang lebih rendah dari 
platina. Sifat lainnya adalah 
reflektif, keras dan tahan lama 
serta sangat tahan terhadap 
berbagai bentuk pengaruh asam. 
Rhodium
• Iridium, termasuk 
keluarga grup 
platinum, berwarna 
putih (sama dengan 
platinum) tapi dengan 
sedikit kuning semu. 
Karena iridium sangat 
keras dan rapuh, maka 
logam ini sangat sulit 
dipakai maupun 
dibentuk. 
Iridium
Iridium 
• Iridium adalah logam yang paling tahan korosi, dan dulu digunakan 
dalam pembuatan standar ukuran panjang dalam satuan meter di 
Paris, yang merupakan campuran dari platinum 90% dan iridium 
10%. Standar ini ini akhirnya diganti pada tahun 1960 dengan 
kripton. 
• Iridium tidak dapat larut dalam asam bahkan aqua regia, tapi larut 
dalam garam cair seperti NaCl, dan NaCN. Bobot jenis iridium 
mendekati bobot jenis osmium. Perhitungan kerapatan iridium dan 
osmium dari lapisan ruang memberikan nilai 22.65 dan 22.61 
g/cm3. Nilai ini lebih dapat dipercaya dariada pengukuran fisik 
untuk menentukan unsur mana yang lebih berat.
Beberapa Sifat 
Fisik 
Covalent 
radius (Å) 
Ionic radius (Å) 
Melting 
Point (˚C) 
Boiling 
point (˚C) 
Density 
(g cm-3) 
Pauling’s 
M2+ M3+ electronegativity 
Co 1,16 0,745h 0,61h 1495 3100 8,90 1,8 
0,65l 0,545l 
Rh 1,25 - 0,665 1960 3760 12,39 2,2 
Ir 1,26 - 0,68 2443 (4550) 22.61 2,2 
h = nilai spin tinggi l = jari-jari spin yang rendah
Beberapa 
Reaksi dari Co, 
Rh dan Ir 
Reagent Co Rh Ir 
O2 Co3O4 Rh2O3 pada 600˚C IrO2 pada 1000˚C 
F2 CoF2 dan CoF3 RhF3 pada 600˚C IrF6 
Cl2 CoCl2 RhCl3 pada 400˚C IrCl2 pada 1000˚C 
H2O Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi 
HCl (encer) atau 
HNO3 
[Co(H2O)6]2+ + H2 Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi 
Conc. HNO3 Pasif Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi
DAFTAR 
PUSTAKA 
• Anonim (1). 2008. Kobalt. http://www.chem-is-try. 
org/tabel_periodik/kobalt, (diakses pada tanggal 22 
Desember 2013, pukul 16:05 WIB). 
• Anonim (2). 2008. Iridium. http://www.chem-is-try. 
org/tabel_periodik/iridium, (diakses pada tanggal 22 
Desember 2013, pukul 16:08 WIB). 
• Anonim (3). 2008. Rodium. http://www.chem-is-try. 
org/tabel_periodik/rodium, (diakses pada tanggal 22 
Desember 2013, pukul 16:10 WIB). 
• Lee, J. D.. 1991. Concise Inorganic Chemistry. Edisi 
keempat. New York : Chamman & Hall
Bilangan Oksidasi dan Sifat Umum Keluarga Kobalt

More Related Content

What's hot

Mangan
ManganMangan
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organikPenyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
Irma Rahmawati
 
Membahas tentang unsur periode keempat
Membahas tentang unsur periode keempatMembahas tentang unsur periode keempat
Membahas tentang unsur periode keempat
kevin_w
 
Kereaktifan logam alkali
Kereaktifan logam alkaliKereaktifan logam alkali
Kereaktifan logam alkali
Lolla Mustafa
 
Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)
Windha Herjinda
 
Kimia Organik (Alkohol dan eter)
Kimia Organik (Alkohol dan eter) Kimia Organik (Alkohol dan eter)
Kimia Organik (Alkohol dan eter)
nailaamaliaa
 
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Kelompok 1 ppt identifikasi kation Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
risyanti ALENTA
 
Reaksi unsur golongan II A
Reaksi unsur golongan II AReaksi unsur golongan II A
Reaksi unsur golongan II A
Yuke Puspita
 
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroformEkstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
qlp
 
96837935 bundel-kalium-bikromat
96837935 bundel-kalium-bikromat96837935 bundel-kalium-bikromat
96837935 bundel-kalium-bikromatHaris Nurhidayat
 
Titanium ppt
Titanium pptTitanium ppt
Titanium ppt
Aditya Dwiaji
 
Gallium (31 ga)
Gallium (31 ga)Gallium (31 ga)
Gallium (31 ga)
Aditya Dwiaji
 
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
Munaw2802
 
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetriPenetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
UNIMUS
 
Tabulasi kation
Tabulasi kationTabulasi kation
Tabulasi kation
Lailani Shabrina
 
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyalaCara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
UIN Alauddin Makassar
 
Kelompok 4 senyawa karbon
Kelompok 4 senyawa karbonKelompok 4 senyawa karbon
Kelompok 4 senyawa karbon
Cha Bela
 
Senyawa Brom
Senyawa BromSenyawa Brom
Senyawa Brom
Nur Latifah
 
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetriPenentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
qlp
 
Zn 13 4
Zn 13 4Zn 13 4
Zn 13 4
Aditya Dwiaji
 

What's hot (20)

Mangan
ManganMangan
Mangan
 
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organikPenyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
Penyerangan Nukleofilik pada senyawa organik
 
Membahas tentang unsur periode keempat
Membahas tentang unsur periode keempatMembahas tentang unsur periode keempat
Membahas tentang unsur periode keempat
 
Kereaktifan logam alkali
Kereaktifan logam alkaliKereaktifan logam alkali
Kereaktifan logam alkali
 
Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)
 
Kimia Organik (Alkohol dan eter)
Kimia Organik (Alkohol dan eter) Kimia Organik (Alkohol dan eter)
Kimia Organik (Alkohol dan eter)
 
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Kelompok 1 ppt identifikasi kation Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
 
Reaksi unsur golongan II A
Reaksi unsur golongan II AReaksi unsur golongan II A
Reaksi unsur golongan II A
 
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroformEkstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
Ekstraksi kobalt dan nikel dengan ditizon dalam pelarut kloroform
 
96837935 bundel-kalium-bikromat
96837935 bundel-kalium-bikromat96837935 bundel-kalium-bikromat
96837935 bundel-kalium-bikromat
 
Titanium ppt
Titanium pptTitanium ppt
Titanium ppt
 
Gallium (31 ga)
Gallium (31 ga)Gallium (31 ga)
Gallium (31 ga)
 
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
Aes(Atomic Emission Spectroscopy)
 
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetriPenetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
Penetuan kadar na2 co3 dalam soda abu asidimetri
 
Tabulasi kation
Tabulasi kationTabulasi kation
Tabulasi kation
 
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyalaCara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
Cara uji timbal (pb) dengan spektrofotometer serapan atom (ssa) nyala
 
Kelompok 4 senyawa karbon
Kelompok 4 senyawa karbonKelompok 4 senyawa karbon
Kelompok 4 senyawa karbon
 
Senyawa Brom
Senyawa BromSenyawa Brom
Senyawa Brom
 
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetriPenentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
Penentuan ni dalam ferronikel secara gravimetri
 
Zn 13 4
Zn 13 4Zn 13 4
Zn 13 4
 

Similar to Bilangan Oksidasi dan Sifat Umum Keluarga Kobalt

Unsur-Unsur Golongan IA
Unsur-Unsur Golongan IAUnsur-Unsur Golongan IA
Unsur-Unsur Golongan IA
Farah Pranidasari
 
Alkali XII MIPA 5 2020/2021
Alkali XII MIPA 5 2020/2021Alkali XII MIPA 5 2020/2021
Alkali XII MIPA 5 2020/2021
GhinaNurvan
 
Oksigen dkk
Oksigen dkkOksigen dkk
Oksigen dkk
UNIMUS
 
Kimia unsur
Kimia unsurKimia unsur
Kimia unsur
Rihlatul adni
 
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsurSifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Devia Devio
 
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsurSifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Devia Devio
 
Koloid
KoloidKoloid
Koloid
davitanp
 
Tugas Kmia Unsur
Tugas Kmia  UnsurTugas Kmia  Unsur
Tugas Kmia Unsur
ShanezParamastri
 
14. logam dan non logam
14. logam dan non logam14. logam dan non logam
14. logam dan non logamHabibur Rohman
 
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
Firda Bing Slamet
 
Kelimpahan unsur di alam
Kelimpahan unsur di alamKelimpahan unsur di alam
Kelimpahan unsur di alam
14081994
 
Laporan Praktiku Alkali Tanah
 Laporan Praktiku Alkali Tanah Laporan Praktiku Alkali Tanah
Laporan Praktiku Alkali Tanah
Rafhachan HyuugaUchiha
 
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
14081994
 
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Rifki Ristiovan
 
Kimia unsur sel
Kimia unsur selKimia unsur sel
Kimia unsur sel
Fais Hanip
 
ALKALI
ALKALIALKALI
ALKALI
Emmy Kezia
 
Kimia unsur
Kimia unsurKimia unsur
Kimia unsur
Balqies Camilla
 
Unsur Unsur Transisi Fisika
Unsur Unsur Transisi FisikaUnsur Unsur Transisi Fisika
Unsur Unsur Transisi Fisika
Faizal Imam Dharmawan
 
20 logam dan non logam
20 logam dan non logam20 logam dan non logam
20 logam dan non logamHabibur Rohman
 
Kimia unsur syamsi firdaus
Kimia unsur syamsi firdausKimia unsur syamsi firdaus
Kimia unsur syamsi firdaus
syamsiprop
 

Similar to Bilangan Oksidasi dan Sifat Umum Keluarga Kobalt (20)

Unsur-Unsur Golongan IA
Unsur-Unsur Golongan IAUnsur-Unsur Golongan IA
Unsur-Unsur Golongan IA
 
Alkali XII MIPA 5 2020/2021
Alkali XII MIPA 5 2020/2021Alkali XII MIPA 5 2020/2021
Alkali XII MIPA 5 2020/2021
 
Oksigen dkk
Oksigen dkkOksigen dkk
Oksigen dkk
 
Kimia unsur
Kimia unsurKimia unsur
Kimia unsur
 
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsurSifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
 
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsurSifat sifat kimia dan fisika unsur
Sifat sifat kimia dan fisika unsur
 
Koloid
KoloidKoloid
Koloid
 
Tugas Kmia Unsur
Tugas Kmia  UnsurTugas Kmia  Unsur
Tugas Kmia Unsur
 
14. logam dan non logam
14. logam dan non logam14. logam dan non logam
14. logam dan non logam
 
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
Logam Alkali Tanah - Kimia kelas 12
 
Kelimpahan unsur di alam
Kelimpahan unsur di alamKelimpahan unsur di alam
Kelimpahan unsur di alam
 
Laporan Praktiku Alkali Tanah
 Laporan Praktiku Alkali Tanah Laporan Praktiku Alkali Tanah
Laporan Praktiku Alkali Tanah
 
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
KIMIA UNSUR by: XII IPA 4
 
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
Reaksi, Aplikasi, dan Titrasi Asam Basa (Kimia Kelas XI)
 
Kimia unsur sel
Kimia unsur selKimia unsur sel
Kimia unsur sel
 
ALKALI
ALKALIALKALI
ALKALI
 
Kimia unsur
Kimia unsurKimia unsur
Kimia unsur
 
Unsur Unsur Transisi Fisika
Unsur Unsur Transisi FisikaUnsur Unsur Transisi Fisika
Unsur Unsur Transisi Fisika
 
20 logam dan non logam
20 logam dan non logam20 logam dan non logam
20 logam dan non logam
 
Kimia unsur syamsi firdaus
Kimia unsur syamsi firdausKimia unsur syamsi firdaus
Kimia unsur syamsi firdaus
 

Bilangan Oksidasi dan Sifat Umum Keluarga Kobalt

  • 1.
  • 2. Bilangan Oksidasi • Kecenderungan unsur dari setengah blok d yaitu tidak menggunakan semua elektron terluar untuk berikatan menggunakan bilangan oksidasi maksimum. Seperti halnya Co(+V) yang tidak diakui keberadaannya dan Co(+IV) yang tidak stabil. • Bilangan oksidasi maksimum untuk Rh dan Ir adalah (+VI) • Sejauh ini bilangan oksidasi Co yang paling penting adalah (+II) dan (+III)
  • 3. • Kecenderungan unsur-unsur pada baris pertama yaitu biloks (+II) lebih stabil daripada (+III) • Ion Co2+ dan ion terhidrasi [Co(H2O)6]2+ terdapat pada banyak senyawa sederhana dan ion terhidrasinya stabil dalam air. Sebaliknya, senyawa sederhana yang mengandung Co(+III) bersifat pengoksidasi dan relatif tidak stabil. Namun, Co(+III) stabil dan sangat penting dalam senyawa kompleks. • Biloks yang paling stabil untuk unsur-unsur lainnya yaitu Rh(+III), Ir(+III) dan Ir(+IV).
  • 4. Bilangan Oksidasi (+II) (+III) (+IV) (+V) (+VI) lainnya CoO (Co2O3)h (CoO2)h - - Co3O4 RhO Rh2O3 RhO2 - - - Ir2O3 IrO2 - IrO3 CoF2 CoF3 - - - CoCl2 - - - - CoBr2 - - - - CoI2 - - - - - RhF3 RhF4 RhF5 RhF6 - RhCl3 - - - - RhBr3 - - - - RhI3 - - - - IrF3 IrF4 IrF5 IrF6 IrCl2 IrCl3 IrCl4 - - - IrBr3 - - - - IrI3 - - -
  • 5. • Kobalt bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. • Kobalt memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. • Kobalt cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Transformasi antara dua bentuk ini bersifat lembam dan ditemukan dengan variasi tinggi sebagaimana dilaporkan pada sifat fisik kobalt. KOBALT
  • 6. 1.Mudah larut dalam asam – asam mineral encer 2.Kurang reaktif 3.Dapat membentuk senyawa kompleks 4.Senyawanya umumnya berwarna 5.Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah KOBALT Sifat Kimia
  • 7. 6. Senyawa – senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwara biru. 7. Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks – kompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan maupun padatan. 8. Kobalt (II) dapat dioksidasi menjadi kobalt(III) 9. Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan hitam 10. Tahan korosi KOBALT Sifat Kimia
  • 8. • Rodium berwarna putih keperakan dan bila dipijarkan perlahan-lahan di udara, akan berubah menjadi resquioksida. Pada suhu yang lebih tinggi, resquioksida ini kembali menjadi unsur rodium. Logam ini memiliki titik cair yang tinggi yaitu 19850C dan bobot jenis yang lebih rendah dari platina. Sifat lainnya adalah reflektif, keras dan tahan lama serta sangat tahan terhadap berbagai bentuk pengaruh asam. Rhodium
  • 9. • Iridium, termasuk keluarga grup platinum, berwarna putih (sama dengan platinum) tapi dengan sedikit kuning semu. Karena iridium sangat keras dan rapuh, maka logam ini sangat sulit dipakai maupun dibentuk. Iridium
  • 10. Iridium • Iridium adalah logam yang paling tahan korosi, dan dulu digunakan dalam pembuatan standar ukuran panjang dalam satuan meter di Paris, yang merupakan campuran dari platinum 90% dan iridium 10%. Standar ini ini akhirnya diganti pada tahun 1960 dengan kripton. • Iridium tidak dapat larut dalam asam bahkan aqua regia, tapi larut dalam garam cair seperti NaCl, dan NaCN. Bobot jenis iridium mendekati bobot jenis osmium. Perhitungan kerapatan iridium dan osmium dari lapisan ruang memberikan nilai 22.65 dan 22.61 g/cm3. Nilai ini lebih dapat dipercaya dariada pengukuran fisik untuk menentukan unsur mana yang lebih berat.
  • 11. Beberapa Sifat Fisik Covalent radius (Å) Ionic radius (Å) Melting Point (˚C) Boiling point (˚C) Density (g cm-3) Pauling’s M2+ M3+ electronegativity Co 1,16 0,745h 0,61h 1495 3100 8,90 1,8 0,65l 0,545l Rh 1,25 - 0,665 1960 3760 12,39 2,2 Ir 1,26 - 0,68 2443 (4550) 22.61 2,2 h = nilai spin tinggi l = jari-jari spin yang rendah
  • 12. Beberapa Reaksi dari Co, Rh dan Ir Reagent Co Rh Ir O2 Co3O4 Rh2O3 pada 600˚C IrO2 pada 1000˚C F2 CoF2 dan CoF3 RhF3 pada 600˚C IrF6 Cl2 CoCl2 RhCl3 pada 400˚C IrCl2 pada 1000˚C H2O Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi HCl (encer) atau HNO3 [Co(H2O)6]2+ + H2 Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi Conc. HNO3 Pasif Tidak ada reaksi Tidak ada reaksi
  • 13. DAFTAR PUSTAKA • Anonim (1). 2008. Kobalt. http://www.chem-is-try. org/tabel_periodik/kobalt, (diakses pada tanggal 22 Desember 2013, pukul 16:05 WIB). • Anonim (2). 2008. Iridium. http://www.chem-is-try. org/tabel_periodik/iridium, (diakses pada tanggal 22 Desember 2013, pukul 16:08 WIB). • Anonim (3). 2008. Rodium. http://www.chem-is-try. org/tabel_periodik/rodium, (diakses pada tanggal 22 Desember 2013, pukul 16:10 WIB). • Lee, J. D.. 1991. Concise Inorganic Chemistry. Edisi keempat. New York : Chamman & Hall