Dokumen ini membahas makna semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang diungkapkan oleh Empu Tantular dan menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia meskipun kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Ditetapkan pada tahun 1951, semboyan ini berfungsi untuk mengantisipasi perbedaan dan mencegah konflik sosial dengan menekankan persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. Ciri-ciri dari Bhinneka Tunggal Ika termasuk penolakan terhadap rasialisme dan diskriminasi serta sikap saling menghormati antarwarga.